Home
Login.
Artikelilmiahs
50709
Update
PRANAJA RAZAN SCIREA
NIM
Judul Artikel
HUBUNGAN PENDIDIKAN, UMUR PETERNAK, DAN LAMA BETERNAK DENGAN PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN PADA PETERNAKAN DOMBA SAKUB DI KABUPATEN BREBES
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pranaja Razan Scirea. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 sampai dengan tanggal 27 April 2025 di Desa Pandasari, Kecamatan Paguyangan dan Desa Wanareja, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes. Tujuan penelitian ini adalah 1). Mengetahui pendidikan, umur, dan lama beternak pada peternak domba Sakub Kabupaten Brebes, 2). Mengetahui pelaksanaan protokol kesehatan ternak di peternakan domba Sakub Kabupaten Brebes, dan 3). Menganalisis hubungan antara pendidikan, umur, dan lama beternak dengan penerapan protokol kesehatan ternak di peternakan domba Sakub Kabupaten Brebes. Metode penelitian yang digunakan adalah metode wawancara dan observasi. Penetapan wilayah dilakukan secara purposive sampling yaitu dengan memilih masing-masing satu desa di Kecamatan Paguyangan dan Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes karena memiliki jumlah ternak domba Sakub terbanyak di Kabupaten Brebes dan sebagai sentra pengembangan domba Sakub. Penetapan responden dilakukan secara acak, sebanyak 115 peternak terpilih, yaitu 82 peternak dari Desa Pandansari dan 33 peternak dari Desa Wanareja. Kuisioner dilakukan uji validitas dan reliabilitas yang kemudian data dianalisis dengan menggunakan analisis deskriptif serta uji korelasi rank spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1). Peternak Domba Sakub di Kabupaten Brebes umumnya memiliki tingkat pendidikan sekolah dasar, berada pada kelompok usia produktif, dan telah menjalankan usaha ternak dalam jangka waktu yang cukup lama, 2). Pelaksanaan protokol kesehatan ternak di peternakan Domba Sakub Kabupaten Brebes berada pada kategori sedang, dan 3). Pendidikan, umur, dan lama memiliki hubungan yang cukup kuat dengan penerapan protokol kesehatan domba Sakub di Kabupaten Brebes
Abtrak (Bhs. Inggris)
Pranaja Razan Scirea. This research was conducted from April 21 to April 27, 2025, in Pandasari Village, Paguyangan District, and Wanareja Village, Sirampog District, Brebes Regency. The objectives of this study were: 1) to determine the education level, age, and farming experience of Sakub sheep farmers in Brebes Regency; 2) to identify the implementation of livestock health protocols in Sakub sheep farms in Brebes Regency; and 3) to analyze the relationship between education level, age, and farming experience with the application of livestock health protocols in Sakub sheep farms in Brebes Regency. The research employed interview and observation methods. The study locations were selected using purposive sampling, by choosing one village each from Paguyangan and Sirampog Districts because they have the largest population of Sakub sheep in Brebes Regency and serve as the center of Sakub sheep development. A total of 115 farmers were randomly selected as respondents, consisting of 82 farmers from Pandansari Village and 33 farmers from Wanareja Village. The questionnaire was tested for validity and reliability, and the data were analyzed using descriptive analysis and the Spearman rank correlation test. The results showed that: 1) Sakub sheep farmers in Brebes Regency generally have a primary school education level, fall within the productive age group, and have been engaged in livestock farming for a relatively long period; 2) the implementation of livestock health protocols in Sakub sheep farms in Brebes Regency is categorized as moderate; and 3) education level, age, and farming experience are moderately correlated with the application of livestock health protocols among Sakub sheep farmers in Brebes Regency.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save