Artikel Ilmiah : J1C021014 a.n. SABRINA DEWI KIRANA

Kembali Update Delete

NIMJ1C021014
NamamhsSABRINA DEWI KIRANA
Judul ArtikelVariasi Penggunaan Keishou (Kata Panggilan Penghormatan) di Lingkungan Kerja Taiyo Ushibuka: Kajian Sosiolinguistik
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian ini membahas variasi penggunaan keishou (kata panggilan penghormatan dalam bahasa Jepang) di lingkungan kerja Supermarket Taiyo Ushibuka, Jepang. Latar belakang penelitian ini adalah suasana kerja di Taiyo yang bersifat non-formal dan kekeluargaan, yang membuat pola penggunaan keishou menjadi lebih fleksibel dibandingkan tempat kerja Jepang pada umumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan variasi keishou yang digunakan dan menganalisis pengaruh faktor sosial seperti hierarki jabatan, kedekatan hubungan, serta situasi interaksi terhadap pemilihannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode sosiolinguistik. Data diperoleh melalui teknik simak libat cakap dan observasi partisipan terhadap interaksi alami 23 staf. Analisis dilakukan dengan teori keishou dari Niyekawa (1991) dan model SPEAKING dari Hymes (1974). Hasil penelitian menunjukkan empat variasi utama keishou yang digunakan, yaitu gelar jabatan (tenchou, manējā), -san, -chan, dan -kun. Pemilihan keishou dipengaruhi secara dinamis oleh tiga faktor sosial tersebut. Hierarki menjadi acuan dasar, tetapi kedekatan sosial seringkali menjadi faktor paling kuat yang memungkinkan penggunaan bentuk akrab seperti -chan bahkan melampaui batas jabatan. Selain itu, situasi interaksi berperan dalam peralihan antara bentuk formal dan informal. Kesimpulannya, sistem keishou di Taiyo Ushibuka bersifat fleksibel dan adaptif, mencerminkan dinamika komunikasi di lingkungan kerja Jepang modern yang cenderung egaliter. Rasa hormat terhadap struktur formal tetap dipertahankan, tetapi keakraban hubungan antarstaf menciptakan variasi bahasa yang lebih luwes dan natural.

Abtrak (Bhs. Inggris)This study discusses the variation in the use of keishou (honorific forms of address in Japanese) in the workplace environment of Taiyo Ushibuka Supermarket, Japan. The background of this research lies in Taiyo's non-formal and family-like work atmosphere, which makes the patterns of keishou usage more flexible compared to typical Japanese workplaces. The aim of this study is to describe the variations of keishou used and to analyze the influence of social factors such as hierarchical position, interpersonal closeness, and situational context on their selection. This research employs a descriptive qualitative approach with a sociolinguistic method. The data were collected through participant observation and conversational participation involving natural interactions among 23 staff members. The analysis is based on Niyekawa's (1991) theory of keishou and Hymes' (1974) SPEAKING model. The findings reveal four main variations of keishou used in the workplace: job titles (tenchou, manējā), -san, -chan, and -kun. The choice of keishou is dynamically influenced by the three social factors mentioned. Hierarchy serves as the basic reference, but social closeness often becomes the strongest factor, allowing the use of familiar forms such as -chan even across rank boundaries. In addition, the interactional situation plays a role in shifting between formal and informal forms. In conclusion, the keishou system at Taiyo Ushibuka is flexible and adaptive, reflecting the dynamics of communication in modern Japanese workplaces that tend toward egalitarianism. Respect for formal structures is maintained, yet the closeness among staff fosters a more relaxed and natural linguistic variation.

Kata kunciKeishou, Sosiolinguistik, Bahasa Jepang, Lingkungan Kerja, Variasi Bahasa
Pembimbing 1Prof. Dr. Ely Triasih Rahayu, S.S., M.Hum.
Pembimbing 2Hartati, S.S, M.Hum.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman6
Tgl. Entri2025-11-13 11:39:07.986881
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.