Artikel Ilmiah : F1A022083 a.n. SHINTA DEWI AGUSTINA

Kembali Update Delete

NIMF1A022083
NamamhsSHINTA DEWI AGUSTINA
Judul ArtikelREPRESENTASI SIMBOL - SIMBOL KELAS SOSIAL DALAM SERIAL KELUARGA SOMAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Artikel ini merupakan penelitian yang menggambarkan simbol-simbol kelas sosial dalam serial film “Keluarga Somat” menggunakan teori Bourdieu. Serial ini menarik dikaji karena menampilkan ketimpangan sosial kehidupan masyarakat Indonesia dari kelas bawah hingga kelas atas. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis bagaimana simbol-simbol kelas sosial direpresentasikan melalui pakaian, status pekerjaan, kondisi tempat tinggal, gaya bicara, serta karakter tokoh dalam serial tersebut. Penelitian ini menggunakan metode analisis isi kuantitatif. Sampel diambil 250 episode dengan teknik sampel acak sederhana dari total 511 episode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film ini lebih banyak menggambarkan kehidupan keluarga kelas menengah ke bawah. Ada tujuh tokoh yang menggambarkan karakteristik masyarakat kelas menengah ke bawah ditandai memakai kaus, daster, rumah sempit, bekerja sebagai buruh pabrik, berkarakter pemalas dan suka bergosip. Empat tokoh dari kelas atas digambarkan dengan ciri selalu memakai kemeja, rumah luas, pekerjaan sebagai ketua RT atau pemilik toko, karakternya disiplin rajin dan peduli sesama. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Serial ”Keluarga Somat” tidak hanya menjadi sarana hiburan tetapi juga media sosialisasi efektif era digital yang menampilkan ketimpangan kelas sosial dan pembentukan stereotip.
Abtrak (Bhs. Inggris)This article is a study that describes social class symbols in the film series “Keluarga Somat” using Bourdieu's theory. This series is interesting to study because it depicts social inequality in Indonesian society from the lower class to the upper class. The purpose of this study is to analyze how social class symbols are represented through clothing, employment status, living conditions, speech patterns, and character characteristics in the series. This study uses quantitative content analysis. A total of 250 episodes were selected using simple random sampling techniques from a total of 511 episodes. The results show that this film mostly depicts the lives of lower-middle-class families. There are seven characters that depict the characteristics of the lower-middle class, marked by wearing T-shirts, pajamas, living in cramped houses, working as factory workers, being lazy, and liking to gossip. Four characters from the upper class are depicted as always wearing shirts, living in spacious houses, working as neighborhood association leaders or shop owners, as well as being disciplined, diligent, and caring towards others. This study concludes that the “Keluarga Somat” series is not only a means of entertainment but also an effective medium of socialization in the digital era that highlights social class inequality and the formation of stereotypes.
Kata kunciRepresentation, Social Class, Animation, Keluarga Somat, Content Analysis
Pembimbing 1Dr. Nanang Martono, M.Si
Pembimbing 2Shinta Julianti, S.Sos., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2025-11-21 09:44:58.435694
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.