Home
Login.
Artikelilmiahs
50398
Update
AHMAD ROZAK PUTRANTO
NIM
Judul Artikel
Niat Untuk Berprofesi Sebagai Petani pada Mahasiswa Program Studi Agroteknologi di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sektor pertanian di Indonesia menghadapi krisis struktural berupa stagnasi regenerasi petani yang mengkhawatirkan. Fenomena aging farmer semakin nyata dengan lebih dari 72% petani berusia di atas 43 tahun dan hanya sekitar 28% berasal dari generasi muda, sementara jumlah petani terus menurun dan tingkat pendidikan didominasi lulusan sekolah dasar. Paradoks yang terjadi adalah meskipun jumlah mahasiswa di fakultas pertanian mengalami peningkatan setiap tahunnya, minat lulusan untuk berprofesi sebagai petani justru terus menurun akibat stigma negatif dan anggapan bahwa sektor non-pertanian menawarkan prospek yang lebih baik. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis tingkat niat mahasiswa untuk berprofesi sebagai petani, (2) menganalisis variabel kontruk TPB dalam membentuk niat mahasiswa, dan (3) menganalisis pengaruh penambahan variabel pembelajaran eksperiensial dalam membentuk niat mahasiswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods research. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk pengumpulan data primer melalui kuesioner dan wawancara mendalam yang dilaksanakan di tiga universitas di Kabupaten Banyumas, yaitu Universitas Jenderal Soedirman, Universitas Muhammadiyah Purwokerto, dan Universitas Nahdlatul Ulama selama periode Maret–Mei 2025. Objek penelitian adalah niat mahasiswa Program Studi Agroteknologi terhadap profesi petani. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling dengan pendekatan inverse square root method dari Kock & Hadaya untuk menentukan jumlah sampel minimal sebanyak 155. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner Google Form, wawancara langsung, dan dokumentasi dengan pengukuran skala Likert lima tingkat. Analisis data menggunakan Structural Equation Modeling - Partial Least Square (SEM-PLS) dengan software WarpPLS 7.0 untuk menguji hubungan antara variabel eksogen (sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku, dan pembelajaran eksperiensial) dengan variabel endogen (niat mahasiswa berprofesi sebagai petani). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat niat mahasiswa untuk berprofesi sebagai petani tergolong kategori tinggi, namun petani bukanlah pilihan profesi utama mereka karena memerlukan modal dan pengalaman yang memadai. Seluruh variabel konstruk TPB (sikap, norma subjektif, persepsi kontrol perilaku) dan pembelajaran eksperiensial terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap niat mahasiswa untuk berprofesi sebagai petani. Variabel pembelajaran eksperiensial terbukti dapat meningkatkan kemampuan model dalam memprediksi niat, menunjukkan pentingnya pengalaman belajar langsung dalam membentuk preferensi karier. Temuan ini menegaskan pentingnya pengaruh pembelajaran eksperiensial serta kemampuan dan keterampilan yang diperoleh selama perkuliahan dalam menentukan pilihan karier mahasiswa sebagai petani. Oleh karena itu, diperlukan strategi pendidikan dan kebijakan yang lebih terintegrasi dalam mendukung regenerasi petani di Indonesia, termasuk peningkatan program magang dan praktik lapangan, pengembangan kurikulum yang lebih aplikatif.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Indonesia's agricultural sector faces a structural crisis characterized by concerning stagnation in farmer regeneration. The aging farmer phenomenon is increasingly evident, with more than 72% of farmers aged over 43 years and only approximately 28% from the younger generation, while the number of farmers continues to decline and education levels are dominated by elementary school graduates. A paradox exists where despite the annual increase in the number of students in agricultural faculties, graduate interest in pursuing careers as farmers continues to decline due to negative stigma and the perception that non-agricultural sectors offer better prospects. Based on these issues, this research aims to (1) analyze the level of student intention to pursue careers as farmers, (2) analyze TPB construct variables in forming student intentions, and (3) analyze the influence of adding experiential learning variables in forming student intentions. This research utilizes a mixed methods research approach. The research utilizes survey methods for primary data collection through questionnaires and in-depth interviews conducted at three universities in Banyumas Regency: Jenderal Soedirman University, Muhammadiyah University of Purwokerto, and Nahdlatul Ulama University during March-May 2025. The research object is the intention of Agrotechnology Study Program students toward farming professions. Sampling uses quota sampling technique with the inverse square root method approach from Kock & Hadaya to determine a minimum sample size of 155. Data collection was conducted through Google Form questionnaires, direct interviews, and documentation using five-point Likert scale measurements. Data analysis uses Structural Equation Modeling-Partial Least Square (SEM-PLS) with WarpPLS 7.0 software to examine the relationship between exogenous variables (attitude, subjective norm, perceived behavioral control, and experiential learning) and endogenous variables (student intention to pursue farming careers). The research results show that the level of student intention to pursue careers as farmers is categorized as high; however, farming is not their primary career choice as it requires adequate capital and experience. All TPB construct variables (attitude, subjective norm, perceived behavioral control) and experiential learning proved to have positive and significant effects on student intention to pursue careers as farmers. The experiential learning variable proved to enhance the model's ability to predict intention, demonstrating the importance of direct learning experiences in shaping career preferences. These findings affirm the importance of experiential learning influence as well as the abilities and skills acquired during coursework in determining students' career choices as farmers. Therefore, more integrated educational strategies and policies are needed to support farmer regeneration in Indonesia, including enhancement of internship and field practice programs, and development of more applicative curricula.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save