Artikel Ilmiah : A1D021174 a.n. TIARA DAMAYANTI

Kembali Update Delete

NIMA1D021174
NamamhsTIARA DAMAYANTI
Judul ArtikelAplikasi Pupuk Organik Cair dan Pupuk N,P,K Dosis Rendah Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Cabai Rawit (Capsicum flutescens) Pada Cekaman Abiotik
Abstrak (Bhs. Indonesia)Cabai rawit merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi serta tingkat konsumsi yang cukup besar di Indonesia, bahkan cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Namun, produktivitasnya masih tergolong rendah, terutama akibat penerapan teknologi budidaya yang kurang optimal dan cekaman abiotik. Cekaman abiotik menyebabkan kondisi yang tidak menguntungkan bagi tanaman seperti suhu ekstrim, intensitas cahaya tinggi, dan kekurangan nutrisi. Selain itu, penggunaan pupuk sintesis secara berlebihan dapat merusak lingkungan dan tanah, sehingga dibutuhkan alternatif seperti pupuk organik cair (POC) yang lebih ramah lingkungan dan mudah diserap tanaman. Penelitian dilaksanakan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan kombinasi tiga dosis pupuk N, P, K (0%, 50%, dan 100% dari rekomendasi) dan tiga konsentrasi POC (0 ml/l, 10 ml/l, dan 20 ml/l per polybag). Data dianalisis menggunakan sidik ragam (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95% untuk mengetahui pengaruh perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi pupuk organik cair mampu meningkatkan rerata tinggi tanaman, jumlah cabang tanaman, kehijauan daun, kehijauan daun, jumlah buah per-tanaman, berat buah per-buah, dan berat buah per-tanaman. Dosis pupuk N,P,K mampu meningkatkan rerata jumlah daun dan diameter batang. Kombinasi pupuk organik cair dengan pupuk N,P,K tidak terjadi interaksi dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman cabai rawit.
Abtrak (Bhs. Inggris)Cayenne pepper is a horticultural commodity that has high economic value and a fairly large consumption rate in Indonesia, and is even increasing year by year. However, its productivity is still relatively low, mainly due to the use of suboptimal cultivation technology and abiotic stress. Abiotic stress causes unfavorable conditions for plants, such as extreme temperatures, high light intensity, and nutrient deficiencies. Additionally, excessive use of synthetic fertilizers can damage the environment and soil, necessitating alternatives like liquid organic fertilizer (LOF), which is more environmentally friendly and easily absorbed by plants. The study was conducted using a completely randomized block design (CRBD) with a combination of three doses of N, P, and K fertilizers (0%, 50%, and 100% of the recommended rate) and three concentrations of POC (0 ml/l, 10 ml/l, and 20 ml/l per polybag). Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) at a 95% confidence level to determine the effect of the treatments. The results showed that liquid organic fertilizer concentrations could increase the average plant height, number of branches, leaf greenness, number of fruits per plant, fruit weight per fruit, and fruit weight per plant. The N, P, K fertilizer dose increased the average number of leaves and stem diameter. The combination of liquid organic fertilizer with N, P, K fertilizer did not interact in enhancing the growth and yield of chili plants.
Kata kunciPOC; N,P,K; Cabai Rawit; Pertumbuhan dan Hasil Tanaman; Cekaman Abiotik.
Pembimbing 1Okti Herliana, S.P., M.P.
Pembimbing 2Ratri Noorhidayah, S.P., M.Sc.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman16
Tgl. Entri2025-08-13 14:33:10.020944
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.