| NIM | F1A021060 |
| Namamhs | AGHENG PUTRA INDRIADI |
| Judul Artikel | Representasi Sifat Pemimpin Perempuan dalam Film A Man Called Otto (2022)
|
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Kajian pemimpin perempuan dalam film relatif masih jarang dikaji. Padahal banyak cerita sukses tentang pemimpin perempuan. Kajian ini menelaah film A Man Called Otto yang menampilkan sosok perempuan bernama Marisol. Tokoh Marisol dalam film digambarkan sebagai tokoh yang berperan penting dalam mengubah kehidupan Otto. Otto merupakan pria paruh baya yang kehilangan semangat hidup. Kajian ini bertujuan mengidentifikasi, mendeskripsikan, dan menganalisis representasi sifat pemimpin yang dimiliki oleh perempuan dalam film A Man Called Otto. Penelitian ini menggunakan metode semiotik Roland Barthes yang mencakup analisis pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menemukan representasi sifat pemimpin perempuan yang digambarkan dalam film A Man Called Otto yaitu kemampuan perempuan menyelesaikan masalah, mempunyai keberanian dalam membela hal yang benar, dan kemampuan pantang menyerah. Representasi sifat pemimpin yang dimiliki perempuan dalam film A Man Called Otto secara tidak langsung melawan konstruksi sosial. Stereotipe dalam dunia patriarki cenderung memiliki keraguan atas kemampuan perempuan menjadi pemimpin. Penelitian ini diharapkan mampu membantu mengubah pandangan bahwa perempuan tidak mampu menjadi memimpin. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The study of female leaders in film is relatively rarely studied. Yet there are many success stories about female leaders. This study examines the movie A Man Called Otto, which features a woman named Marisol. The character Marisol in the movie is portrayed as a character with an important role in changing Otto’s life. Otto is a middle-aged man who has lost his passion for life. This study aims to identify, analyze, and describe the representation of leader traits possessed by woman in the film A Man Called Otto. This study uses Roland Barthes’ semiotic method, which includes analysis at the level of denotation, connotation, and myth. The results of the study found representations of female leadership traits portrayed in the film, which are the ability of women to solve problems, have the courage to defend the right thing, and the ability to never give up. The representation of women leaders shown in the movie A Man Called Otto is indirectly against social construction. Stereotypes and patriarchy tend to have doubts about the ability of women to become leaders. This study is expected to help change the perception that women are incapable of being leaders. |
| Kata kunci | Film A Man Called Otto, Pemimpin Perempuan, Representasi |
| Pembimbing 1 | Arizal Mutahir |
| Pembimbing 2 | Hendri Restuadhi |
| Pembimbing 3 | Tyas Retno Wulan |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 14 |
| Tgl. Entri | 2025-08-06 13:06:15.190124 |
|---|