Home
Login.
Artikelilmiahs
49144
Update
JANKY FEBRIKA ARUDINA
NIM
Judul Artikel
Representasi Internet dalam Video Musik Internet Overdose dan Internet Yamero
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Perkembangan media digital tidak hanya mengubah cara manusia berkomunikasi, tetapi juga memengaruhi cara individu membentuk dan menampilkan identitasnya. Penelitian ini mengkaji representasi internet dalam video musik Internet Overdose dan Internet Yamero, dua lagu orisinal dari game Needy Streamer Overload yang menggambarkan kehidupan streamer bernama Ame. Dalam video tersebut, Ame menciptakan persona daring bernama Chouten-chan untuk tampil di internet dengan ceria, sementara dirinya yang asli mengalami tekanan mental dan keinginan untuk diakui. Penelitian ini menggunakan teori semiotika Roland Barthes untuk mengurai makna denotasi, konotasi, dan mitos dari simbol visual dan lirik yang ditampilkan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan model analisis Spradley, melalui tahap domain, taksonomi, komponensial, dan tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internet tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai ruang simbolik yang menjadi tempat pelarian, pencitraan, dan eksistensi. Internet direpresentasikan sebagai ruang yang memungkinkan dualitas identitas, di mana persona ideal dibangun untuk menutupi sisi asli yang rapuh. Representasi ini mencerminkan konsep budaya Jepang ura omote, yaitu dua wajah yang saling bertentangan, sisi luar (omote) yang menyenangkan dan sisi dalam (ura) yang disembunyikan dari publik.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The development of digital media has not only changed how people communicate but also how individuals form and display their identities. This study examines the representation of the internet in Internet Overdose and Internet Yamero, original songs from the game Needy Streamer Overload, which depict the life of a streamer named Ame. In the videos, Ame creates an online persona called Chouten-chan to appear cheerful on the internet, while her true self struggles with mental pressure and the desire to be recognized. This research applies Roland Barthes’s semiotic theory to analyze the denotative, connotative, and mythological meanings of visuals and lyrics. The method used is qualitative, with Spradley’s model involving domain, taxonomic, componential, and thematic analysis. The findings show that the internet is represented as more than just a communication tool—it is a symbolic space for escapism, self-construction, and dual identity. Ame’s online persona masks her inner struggles, reflecting the Japanese cultural concept of ura omote, the contrast between one’s public face and hidden self.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save