Home
Login.
Artikelilmiahs
49134
Update
NURULIA TIARA SANI
NIM
Judul Artikel
Evaluasi Pelaksanaan Pendampingan Keluarga Dalam Upaya Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Pendampingan keluarga merupakan rangkaian kegiatan yang terdiri dari penyuluhan, fasilitasi pelayanan rujukan, serta fasilitasi pemberian bantuan sosial kepada keluarga dan/atau keluarga berisiko stunting. Pendampingan keluarga dilakukan oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang terdiri dari unsur kesehatan, Kader PKK, dan Kader KB. Pelaksanaan pendampingan keluarga di Kabupaten Banyumas dihadapkan dengan berbagai tantangan antara lain banyaknya jumlah target sasaran dan angka prevalensi stunting yang masih di atas target. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan pendampingan keluarga di Kabupaten Banyumas, melalui 5 (lima) dimensi kerangka kerja RE-AIM yaitu jangkauan (reach), efektivitas (effectiveness), adopsi (adoption), implementasi (implementation), dan pemeliharaan (maintenance). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi, dan telaah dokumen, Teknik analisis data menggunakan Model Interaktif, dengan alat bantu software NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendampingan keluarga di Kabupaten Banyumas sudah berjalan dengan cukup baik. Kelompok sasaran utama (calon pengantin, ibu hamil, ibu nifas, dan balita) sudah berhasil dijangkau. Pendampingan keluarga menunjukkan kontribusi positif terhadap penurunan stunting melalui peningkatan pengetahuan masyarakat yang diikuti dengan perubahan perilaku ke arah yang lebih baik. Program telah diadopsi secara luas dan merata pada seluruh kecamatan di Kabupaten Banyumas. Pelaksanaan pendampingan keluarga berlangsung rutin dan fleksibel. Peran anggota TPK dan kerja sama lintas sektoral menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan pendampingan keluarga. Program ini memiliki potensi untuk terus berlanjut di masa depan. Meskipun demikian, keberlanjutan pelaksanaannya tetap memerlukan dukungan yang memadai, khususnya dalam bentuk anggaran, tindak lanjut pasca pendampingan, ketersediaan modul, dan kebijakan pusat yang konsisten.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Family assistance is a series of activities that include education, facilitation of referral services, and the provision of social assistance to families and/or those at risk of stunting. Family assistance is carried out by the Family Assistance Team (Tim Pendamping Keluarga/TPK), which consists of representatives from the health sector, PKK cadres, and Family Planning (KB) cadres. In Banyumas Regency, the implementation of family assistance faces several challenges, including the large number of target beneficiaries and a stunting prevalence rate that remains above the national target. This study aims to evaluate the implementation of family assistance in Banyumas Regency using the five dimensions of the RE-AIM framework: Reach, Effectiveness, Adoption, Implementation, and Maintenance. A qualitative research method was employed. Data collection was conducted through interviews, observations, and document reviews. Data analysis followed the Interactive Model, assisted by NVivo software. The results show that the family assistance program in Banyumas Regency has been implemented fairly well. The main target groups (prospective brides and grooms, pregnant women, postpartum mothers, and toddlers) have been successfully reached. The program has contributed positively to reducing stunting through increased community knowledge, followed by behavioral changes in a more positive direction. The program has been widely adopted and implemented across all sub-districts in Banyumas Regency. Family assistance activities are conducted regularly and flexibly. The roles of TPK members and cross-sector collaboration are key factors in the successful implementation of family assistance. This program has the potential to be sustained in the future. However, its continuity requires adequate support, particularly in the form of budget allocation, follow-up activities after assistance, the availability of modules, and consistent national-level policy.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save