Artikel Ilmiah : H1C021050 a.n. FA'IZ AMARI HAKIM

Kembali Update Delete

NIMH1C021050
NamamhsFA'IZ AMARI HAKIM
Judul ArtikelKarakteristik Batuan Induk dan Lingkungan Pengendapannya Berdasarkan Analisis Geokimia Organik Pada Sumur BT-1, Pulau Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pulau Buton diketahui sebagai daerah penghasil hidrokarbon, dengan adanya kemunculan aspal bitumen dan bocoran minyak di berbagai lokasi. Pada Pulau Buton sendiri terdapat Formasi Tondo yang diketahui sebagai secondary Source Rock. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik geokimia pada batuan induk pada sumur BT-1 yang berada pada kedalaman 50-3787 m dan melewati formasi Upper Tondo, Sampolakosa, dan Middle Tondo. Berdasarkan analisis geokimia pada Formasi Upper Tondo (50-400 m) memiliki jumlah material organik buruk (poor) dengan tipe material organik Tipe II, dan tingkat kematangan Immature. Pada Formasi Sampolakosa (400-600 m) memiliki jumlah material organik cukup hingga sangat baik (fair-very good) dengan Tipe material organik Tipe II/III, dan tingkat kematangan Immature. Pada Formasi Middle Tondo (600- 3787 m) memiliki jumlah material organik buruk hingga sangat baik (fair-very good) dengan tipe material organik Tipe II, dan tingkat kematangan Immature dan semakin dalam semakin mature hingga peak mature. Pada Formasi Middle Tondo juga dilakukan analisis data biomarker untuk menentukan material asalnya yaitu berupa mixed source, serta lingkungan pengendapannya marine (neritik dalam-dangkal (200-40 mdpl)) yang dipengaruhi lingkungan pengendapan terestrial dengan lingkungan yang sub-oksik hingga oksik.
Abtrak (Bhs. Inggris)Buton Island is known as a hydrocarbon producing area, with the appearance of bitumen and oil leaks in various locations. On Buton Island itself there is the Tondo formation which is known as a secondary Source Rock. This study was conducted to determine the geochemical characteristics of the host rock in the BT-1 well which is at a depth of 50-3787 m and passes through the Upper Tondo, Sampolakosa, and Middle Tondo formations. Based on geochemical analysis, the Upper Tondo Formation (50-400 m) has poor organic material richness with Type II organic material quality, and Immature maturity level. The Sampolakosa Formation (400-600 m) has fair to very good organic material richness with Type II/III organic material quality, and Immature maturity level. The Middle Tondo Formation (600-3787 m) has a wealth of poor to very good organic material (fair-very good) with Type II organic material quality, and Immature maturity level and the deeper the more mature to peak mature. In the Middle Tondo Formation, biomarker data analysis was also carried out to determine the material of origin, which is mixed source, and the deposition environment is marine (deep-shallow neritic (200-40 masl)) influenced by terrestrial deposition environments with sub-oxic to oxic environments.
Kata kunciBatuan Induk, Karakteristik, Geokimia organik, Pulau Buton, Formasi Tondo, Biomarker
Pembimbing 1Dr. Sachrul Iswahyudi, S.T., M.T.
Pembimbing 2Dr. Ir. Eko Bayu Purwasatriya, S.T., M.Si., IPM.
Pembimbing 3Achmad Fachruddin, ST., M.T.
Tahun2025
Jumlah Halaman18
Tgl. Entri2025-07-14 09:06:41.862755
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.