Artikelilmiahs

Menampilkan 45.521-45.540 dari 48.751 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4552148880K1C021005Pemodelan dan Analisis Dosis Proton Pada Terapi Kanker Paru-paru Menggunakan Program PHITSKanker yang terjadi pada paru-paru paling sering ditemukan di wilayah Asia, dengan jumlah kasus mencapai 1.033.881 dan sekitar 926.436 di antaranya berakhir dengan kematian. Salah satu metode terapi radiasi yang dikembangkan untuk mengurangi kerusakan pada jaringan sehat adalah proton terapi. Tujuan penelitian ini adalah memodelkan interaksi proton dengan sel kanker paru-paru dan organ at risk disekitarnya dapat digunakan pemrograman PHITS dan memperoleh rentang energi dan dosis yang optimal untuk terapi kanker paru-paru. Dalam penentuan dosis proton yang efektif dilakukan dengan melakukan simulasi berbasis Monte-Carlo, salah satunya menggunakan program Particle and Heavy Ion Transport Code System (PHITS). Hasil penelitian ini bahwa pemodelan phantom organ dada dan sel kanker paru-paru dan organ at risk telah dibuat dalam bentuk 2D dan 3D dan telah terjadi interaksi proton dengan sel kanker dan organ at risk. Jaringan seperti kulit, paru-paru kiri, dan jantung mendapatkan intensitas yang lebih rendah dan hanya mendapatkan 0,01% dibandingkan daerah kanker. Rentang energi proton yang optimal digunakan dalam terapi kanker paru-paru berada pada 76 MeV – 100 MeV. Dosis yang diterima pada daerah kanker sebesar 3,43 Gy. Sedangkan pada organ-organ sehat seperti jaringan kulit mendapatkan dosis 0,067 Gy, hati 0,0018 Gy, pankreas 0,00031 Gy, paru-paru kiri 0,00037 Gy, dan jantung 0,0075 Gy. Dosis pada organ at risk tersebut memperoleh dosis per fraksi < 1 mGy, yang jauh di bawah batas toleransi sehingga organ-organ tersebut aman dari paparan radiasi yang berbahaya.Lung cancer is the most common type of cancer found in Asia, with the number of cases reaching 1,033,881 and around 926,436 of them ending in death. One of the radiation therapy methods developed to reduce damage to healthy tissue is proton therapy. The purpose of this study was to model the interaction of protons with lung cancer cells and surrounding organs at risk using PHITS programming and to obtain the optimal energy and dose range for lung cancer therapy. To determine the effective proton dose, Monte-Carlo-based simulations were carried out, one of which used the Particle and Heavy Ion Transport Code System (PHITS) program. The results of this study showed that the modeling of chest organ phantoms and lung cancer cells and organs at risk had been made in 2D and 3D and there had been proton interaction with cancer cells and organs at risk. Tissues such as the skin, left lung, and heart received lower intensity and only received 0.01% compared to the cancer area. The optimal proton energy range used in lung cancer therapy is at 76 MeV - 100 MeV. The dose received in the cancer area was 3.43 Gy. Meanwhile, healthy organs such as skin tissue received a dose of 0.067 Gy, liver 0.0018 Gy, pancreas 0.00031 Gy, left lung 0.00037 Gy, and heart 0.0075 Gy. The dose in the organs at risk received a dose per fraction <1 mGy, which is far below the tolerance limit so that these organs are safe from exposure to dangerous radiation.
4552248881K1C021058Pemodelan dan Perhitungan Dosis Terapi Kanker Payudara dan Organ At Risk Menggunakan Pesawat Linear Accelerator dengan Metode Monte CarloKanker payudara adalah jenis kanker yang paling umum dialami oleh wanita di seluruh dunia dan merupakan penyebab kedua kematian akibat kanker setelah kanker paru-paru. Salah satu cara pengobatannya adalah radioterapi. Radioterapi merupakan suatu metode yang biasa digunakan, baik untuk tujuan kesembuhan maupun mengurangi gejala. Radioterapi yang saat ini banyak digunakan untuk terapi kanker adalah Linear Accelerator (Linac). Prinsip radioterapi adalah memberikan dosis radiasi semaksimal mungkin pada sel kanker dan sekecil mungkin untuk organ sehat sekitar. Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan dosis serap sel kanker dan organ at risk pada terapi kanker payudara menggunakan Linac 6 MV. Penelitian ini menggunakan simulasi dengan program PHITS untuk memodelkan komponen kepala Linac, sel kanker dan phantom organ dada. Target penyinaran berupa sel kanker dan organ at risk yang diamati dosis serapnya meliputi payudara kanan, payudara kiri, ijantung, iparu-paru kanan, iparu-paru kiri, dan tulang belakang. Penyinaran sell kanker dilakukan dari dua arah penyinaran yaitu 60° dan 240°. Geometri kepala Linac dan phantom organ dada berhasil divisualisasikan. Dosis serap gabungan untuk kedua arah penyinaran menunjukkan dosis serap terbesar berada pada jaringan kanker 1,89 Gy sedangkan organ yang paling sedikit menerima dosis serap adalah organ paru-paru kiri dan tulang belakang yaitu 0,04 Gy dan 0,02 Gy. Dosis yang diterima oleh organ sehat lebih kecil daripada dosis yang diterima oleh jaringan kanker. Kurva isodosis sudut penyinaran 60°, sudut 240° dan gabungan penyinaran menunjukkan dosis serap maksimal pada daerah kanker dan minimum pada organ at risk.Breast cancer is the most common type of cancer experienced by women worldwide and is the second leading cause of cancer death after lung cancer. One of the treatments is radiotherapy. Radiotherapy is a method commonly used, both for the purpose of healing and reducing symptoms. Radiotherapy that is currently widely used for cancer therapy is the Linear Accelerator (Linac). The principle of radiotherapy is to provide the maximum possible radiation dose to cancer cells and the smallest possible dose to healthy organs around them. The purpose of this study was to determine the absorbed dose of cancer cells and organs at risk in breast cancer therapy using the Linac 6 MV. This study used simulation with the PHITS program to model the components of the Linac head, cancer cells and chest organ phantoms. The targets of radiation were cancer cells and organs at risk whose absorbed doses were observed including the right breast, left breast, heart, right lung, left lung, and spine. Radiation of cancer cells was carried out from two directions of radiation, namely 60° and 240°. The geometry of the Linac head and chest organ phantoms were successfully visualized. The combined absorbed dose for both directions of radiation shows the largest absorbed dose is in the cancer tissue of 1.89 Gy while the organs that receive the least absorbed dose are the left lung and spine, namely 0.04 Gy and 0.02 Gy. The dose received by healthy organs is smaller than the dose received by cancer tissue. The isodose curve of the 60° radiation angle, 240° angle and combined radiation shows the maximum absorbed dose in the cancer area and the minimum in the organ at risk.
4552348878K1B021006PEMODELAN SPASIAL JUMLAH KASUS TUBERKULOSIS
DI PROVINSI JAWA TENGAH TAHUN 2023 MENGGUNAKAN MODEL SPATIAL AUTOREGRESSIVE MOVING AVERAGE (SARMA)
Tuberkulosis (TBC) masih menjadi masalah kesehatan di dunia, termasuk di Indonesia. Provinsi Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah dengan jumlah kasus TBC tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2023, sebanyak 84.965 kasus tercatat di provinsi ini. Secara geografis, jumlah kasus TBC di Provinsi Jawa Tengah pada suatu wilayah dipengaruhi oleh wilayah lain, sehingga perlu dilakukan analisis dengan mempertimbangkan efek spasial antar wilayah. Oleh karena itu, diperlukan pemodelan penyebaran penyakit TBC yang tidak hanya didasarkan pada data jumlah kasus TBC, tetapi juga mencakup identifikasi faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kasus TBC di Provinsi Jawa Tengah dengan mempertimbangkan efek spasial tersebut. Salah satu metode pemodelan yang dapat diterapkan adalah model regresi spasial, yaitu Spatial Autoregressive Moving Average (SARMA). Model SARMA merupakan gabungan dari Spatial Autoregressive Model (SAR) dan Spatial Error Model (SEM). Berdasarkan hasil pengolahan data, diperoleh faktor-faktor yang memengaruhi jumlah kasus TBC di Provinsi Jawa Tengah pada tahun 2023 antara lain jumlah penduduk miskin, jumlah tenaga kesehatan, dan jumlah balita penderita gizi buruk.Tuberculosis (TB) remains a health problem worldwide, including in Indonesia. Central Java Province is one of the regions with the highest number of TB cases in Indonesia. In 2023, 84,965 cases were recorded in the province. Geographically, the number of TB cases in Central Java Province in one region is influenced by other regions, so it is necessary to analyze by considering spatial effects between regions. Therefore, it is necessary to model the spread of TB disease that is not only based on data on the number of TB cases, but also includes the identification of factors that affect the number of TB cases in Central Java Province by considering these spatial effects. One modeling method that can be applied is the spatial regression model, namely Spatial Autoregressive Moving Average (SARMA). The SARMA model is a combination of the Spatial Autoregressive Model (SAR) and the Spatial Error Model (SEM). Based on the results of data processing, the factors that influence the number of TB cases in Central Java Province in 2023 include the number of poor people, the number of health workers, and the number of malnourished children under five.
4552448882K1C021046Pemodelan Sesar Baribis Segmen Brebes Berdasarkan Data Anomali Gravitasi Dengan Analisis Turunan Horizontal dan VertikalPergerakan lempeng tektonik menjadi penyebab terbentuknya sesar-sesar aktif di Pulau Jawa. Sesar Baribis salah satu sesar aktif yang membentang dari Jawa Barat hingga Jawa Timur melintasi wilayah Brebes. Sebab itu, wilayah Brebes rentan terhadap guncangan gempabumi. Penelitian ini menggunakan analisis First Horizontal Derivative (FHD) dan Second Vertical Derivative (SVD) untuk mengidentifikasi lokasi dan tipe struktur sesar Baribis, serta melakukan pemodelan dua dimensi untuk menganalisis struktur sesar baribis. Data yang digunakan merupakan data gravitasi citra satelit diperoleh dari GGMPlus2013. Analisis derivative dilakukan pada lima lintasan digitasi berdasarkan peta kontur residual, pemodelan bawah permukaan dilakukan dengan metode Forward Modelling menggunakan software Oasis Montaj. Hasil analisis FHD dan SVD menunjukkan adanya sesar naik berarah barat-timur sesuai dengan geologi daerah penelitian. Hasil pemodelan dua dimensi menggambarkan lima formasi batuan, yaitu Batuan Gunung Api (Qhv) dengan densitas 1.5 g/cm3, Formasi Tapak dan Formasi Kaliglagah (Tpsb) dengan densitas sebesar 1.6 g/cm3, Formasi Kumbang (Tnvb) dengan densitas sebesar 1.45 g/cm3, Formasi Halang (Tnsb) dengan densitas sebesar 2.22 g/cm3, dan Formasi Rambatan Dan Formasi Pemali (Tmsb) dengan densitas 2.65 g/cm3.The movement of tectonic plates is the cause of the formation of active faults on the island of Java. The Baribis fault is one of the active faults that stretches from West Java to East Java across the Brebes region. Therefore, the Brebes region is vulnerable to earthquake shocks. This study uses analysisFirst Horizontal Derivativyes (FHD) son Second Vertical Derivative (SVD) to identify the location and type of Baribis fault structure, and to perform two-dimensional modeling to analyze the Baribis fault structure. The data used are secondary data obtained fromGGMPlus2013. Analysisderivativewas carried out on five digitization trajectories based on residual contour maps, subsurface modeling was carried out using the methodForward Modelling use Oasis Montaj software. The results of FHD and SVD analysis indicate the presence of a west-east thrust fault. The results of two-dimensional modeling describe five rock formations, namely Volcanic Rock (Qhv) with a density of 1.5 g/cm3, Tapak Formation and Kaliglagah Formation (Tpsb) with a density of 1.6 g/cm3, Beetle Formation (Tnvb) with a density of 1.45 g/cm3, Halang Formation (Tnsb) with a density of 2.22 g/cm3, and the Rambatan Formation and Pemali Formation (Tmsb) with a density of 2.65 g/cm3.
4552548883K1C021082Studi Distribusi Frekuensi Magnitudo Dan Dimensi Fraktal Untuk Analisis Seismotektonik Pada Zona Sesar Cimandiri Jawa BaratZona Sesar Cimandiri merupakan salah satu kawasan seismik aktif di Jawa Barat. Keaktifan zona ini diperkuat oleh data historis yang mencatat sedikitnya 13 kejadian gempabumi merusak di Kabupaten Sukabumi dan sekitarnya yang diduga berasosiasi dengan aktivitas Sesar Cimandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi aktivitas seismik pada tiga segmen utama Sesar Cimandiri serta menganalisis kompleksitas distribusi seismik yang bertujuan untuk mendukung upaya mitigasi bencana gempabumi dan perencanaan infrastruktur. Analisis dilakukan dengan menghitung parameter seismik dan tektonik (nilai a dan nilai b) berdasarkan distribusi frekuensi magnitudo serta dimensi fraktal (Dc) pada tiga segmen utama Sesar Cimandiri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Zona Sesar Cimandiri tergolong dalam wilayah dengan aktivitas seismik dan tektonik rendah, dengan variasi nilai a sebesar 2,7-3,1 dan nilai b sebesar 0,45-0,65. Hubungan antara Dc-b dan Dc-(a/b) dianalisis untuk menentukan pendekatan yang efektif sebagai parameter dalam penilaian bahaya gempabumi, hasil kalibrasi menunjukkan korelasi negatif Dc-b dan korelasi positif Dc-(a/b), dengan koefisien determinasi untuk kedua regresi sebesar R^2 = 0,35 dan R^2 = 0,47. Kedua hubungan tersebut memiliki koefisien determinasi yang tergolong moderat dalam analisis regresi linier, hal ini mengindikasikan bahwa kedua hubungan belum sepenuhnya mampu dalam menjelaskan indikator bahaya seismik dalam skala regional mikro. Berdasarkan analisis, Segmen Rajamandala memiliki tingkat akumulasi tegangan rendah, sedangkan Segmen Cimandiri dan Segmen Cibeber-Nyalindung memiliki tingkat akumulasi tegangan tinggi. Akumulasi tegangan yang tinggi pada kedua segmen tersebut berpotensi memicu peristiwa gempabumi dengan magnitudo besar di periode mendatang.The Cimandiri Fault Zone is one of the seismically active areas in West Java. The activity of this zone is reinforced by historical data that records at least 13 destructive earthquakes in Sukabumi Regency and its surroundings that are thought to be associated with Cimandiri Fault activity. This study aims to identify seismic activity on the three main segments of the Cimandiri Fault and analyze the complexity of seismic distribution to support earthquake disaster mitigation efforts and infrastructure planning. The analysis is conducted by calculating seismic and tectonic parameters (a-value and b-value) based on the magnitude-frequency distribution and fractal dimension (Dc) on three main segments of the Cimandiri Faults. The result show that the Cimandiri Fault Zone is classified as an area with low seismic and tectonic activity, with a variation a-value of 2.7-3.1 and b-value of 0.45-0.65. The relationship between Dc-b and Dc-(a/b) was analyzed to determine an effective approach as a parameter in earthquake hazard assessment. The calibration result show a negative correlation of Dc-b and a positive correlation of Dc-(a/b), with the coefficient of determination for both regressions of R^2 = 0.35 and R^2 = 0.47. Both relationships have moderate coefficients of determination in linier regression analysis, indicating that both relationships are noy fully capable of explaining seismic hazard indicators on a micro-regional scale. Based on the analysis, the Rajamandala Segment has a low stress accumulation level, while the Cimandiri Segment and Cibeber-Nyalindung Segment have a high stress accumulation level. High stress accumulation in both segments has the potential to trigger earthquake events with large magnitudes in the future.
4552648886C1B020048PENGARUH LOCUS OF CONTROL EKSTERNAL DAN BURNOUT TERHADAP KOMITMEN ORGANISASIONAL NORMATIF DENGAN POWER DISTANCE SEBAGAI VARIABEL MODERASIRINGKASAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana locus of control eksternal dan burnout memengaruhi komitmen organisasional normatif, dengan mempertimbangkan power distance sebagai variabel moderasi. Komitmen organisasional normatif mengacu pada perasaan kewajiban moral seseorang untuk tetap setia terhadap organisasi. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fluktuasi tingkat komitmen anggota dalam organisasi kemahasiswaan di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling, dan mengumpulkan data dari 100 responden anggota organisasi kemahasiswaan aktif. Alat analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda dan uji interaksi moderasi (Moderated Regression Analysis/MRA), dengan uji asumsi klasik, uji koefisien determinasi, serta uji signifikansi parsial dan simultan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa locus of control eksternal berpengaruh positif signifikan terhadap komitmen organisasional normatif, yang berarti bahwa meskipun individu merasa kendali atas hasil berada di luar dirinya, mereka tetap mampu menginternalisasi nilai dan norma organisasi. Sementara itu, burnout terbukti berpengaruh negatif signifikan terhadap komitmen normatif, menunjukkan bahwa kelelahan emosional dan mental menurunkan keterikatan anggota terhadap organisasi. Adapun variabel power distance tidak terbukti secara statistik memoderasi hubungan antara locus of control eksternal maupun burnout terhadap komitmen organisasional normatif. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang perilaku organisasi di kalangan mahasiswa, serta menjadi bahan evaluasi struktural organisasi yang berbasis hierarki.
Implikasi dari hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya penguatan nilai-nilai normatif dan penciptaan lingkungan organisasi yang mendukung secara psikologis agar anggota tetap memiliki komitmen tinggi, terlepas dari orientasi kontrol pribadi mereka. Organisasi kemahasiswaan sebaiknya memfasilitasi internalisasi norma melalui pelatihan kepemimpinan, kaderisasi, dan komunikasi yang terbuka. Selain itu, pencegahan burnout dapat dilakukan dengan manajemen beban kerja yang adil dan dukungan sosial internal. Meskipun power distance tidak signifikan sebagai variabel moderasi, organisasi tetap perlu menjaga keseimbangan struktur agar tidak menciptakan jarak kekuasaan yang terlalu lebar, yang berpotensi memengaruhi loyalitas dan motivasi anggota.
SUMMARY
This study investigates the influence of external locus of control and burnout on normative organizational commitment, with power distance examined as a moderating variable. Normative organizational commitment reflects an individual's perceived moral obligation to remain loyal to their organization. Motivated by observed fluctuations in commitment levels among members of student organizations within the Faculty of Economics and Business at Jenderal Soedirman University, this research adopts a quantitative approach. Data were collected through purposive sampling from 100 active student organization members. Analytical methods included multiple linear regression and Moderated Regression Analysis (MRA), supplemented by classical assumption testing, determination coefficient analysis, and both partial and simultaneous significance testing.
Findings reveal that external locus of control significantly and positively affects normative organizational commitment, suggesting that individuals who perceive outcomes as externally controlled may still successfully internalize organizational values and norms. Conversely, burnout demonstrates a significant negative effect, indicating that emotional and mental exhaustion diminishes members’ attachment to their organizations. However, power distance did not statistically moderate the relationships between external locus of control or burnout and normative organizational commitment. These results enhance the understanding of organizational behavior among student populations and offer valuable insights for evaluating the structure of hierarchically organized groups.
The study underscores the importance of strengthening normative values and fostering a psychologically supportive organizational environment to sustain high commitment levels, irrespective of members' personal control orientations. Student organizations are encouraged to facilitate the internalization of norms through leadership development programs, structured member training, and open communication practices. Furthermore, managing workloads fairly and providing internal social support are crucial strategies for preventing burnout. Although power distance was not a significant moderating factor, organizations should maintain balanced structures to prevent excessive power disparities that could undermine loyalty and motivation.
4552748887C1C021057Pengaruh Kesulitan Keuangan Terhadap Manajemen Laba Yang Dimoderasi Oleh Kepemilikan ManajerialPenelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh kesulitan keuangan terhadap manajemen laba yang dimoderasi oleh kepemilikan manajerial. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 152 perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan periode pengamatan yaitu periode 2023. Teknik penentuan sampel pada penelitian ini menggunakan random sampling. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan SPSS versi 27. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Kesulitan keuangan tidak berpengaruh positif terhadap manajemen laba, (2) Interaksi kesulitan keuangan dan kepemilikan manajerial tidak dapat memperkuat manajemen laba. Implikasi dari penelitian ini adalah manajemen perusahaan sebaiknya meningkatkan pengelolaan keuangan dan evaluasi kinerja keuangan secara berkala guna menghindari kondisi kesulitan keuangan atau
kebangkrutan. Investor disarankan untuk tidak hanya mengandalkan angka-angka laporan
keuangan semata, tetapi juga mempertimbangkan faktor-faktor kualitatif.
This study examines the influence of financial distress on earnings management moderated by managerial ownership. The sample in this study are 152 companies listed on the Indonesia Stock Exchange 2023. The sample determination technique in this study uses random sampling. This research was conducted using SPSS version 27. The results of this study show that: (1) Financial distress do not have a positive effect on profit management, (2) The interaction of financial distress and managerial ownership cannot strengthen earnings management. The implication of this study is that company management should improve financial management and evaluate financial performance periodically to avoid financial distress or bankruptcy. Investors are advised not to rely solely on financial report figures, but also to consider qualitative factors.
4552848888C1C021095PENGARUH PEMAHAMAN AKUNTANSI DAN SISTEM PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KUALITAS LAPORAN KEUANGAN DENGAN KOMPETENSI SUMBER DAYA MANUSIA SEBAGAI PEMODERASIPenelitian ini disusun dengan tujuan untuk menguji dan memberikan bukti empiris mengenai pengaruh Pemahaman Akuntansi dan Sistem Pengendalian Internal terhadap Kualitas Laporan Keuangan dengan Kompetensi Sumber Daya Manusia sebagai pemoderasi pada OPD Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan teori Stewardship sebagai dasar penyusunan hipotesis dan kerangka penelitian. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menguji populasi dalam penelitian ini yaitu OPD Kabupaten Purbalingga yang berjumlah 27 OPD. Metode penarikan sampel yang digunakan adalah purposive sampling akan tetapi menggunakan pendekatan sensus sehingga didapatkan 27 pegawai sebagai sampel penelitian ini. Jenis data yang digunakan adalah data primer berupa penyebaran kuesioner kepada 27 OPD Kabupaten Purbalingga. Variabel pada penelitian ini meliputi Pemahaman Akuntansi dan Sistem Pengendalian Internal sebagai variabel independen, Kompetensi Sumber Daya Manusia sebagai variabel moderasi, dan Kualitas Laporan Keuangan sebagai variabel dependen. Variabel dalam penelitian ini diukur dengan penggunaan skala likert untuk mengukur respon dari setiap responden. Pengujian dilakukan dengan Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4.0. PLS-SEM sehingga dilakukan (1) evaluasi model pengukuran (outer model), dan (2) evaluasi model struktural (inner model).

Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa (1) pemahaman akuntansi tidak berpengaruh terhadap kualitas laporan keuangan, begitu juga pada kompetensi sumber daya manusia tidak mampu memoderasi pengaruh pemahaman akuntansi dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan. Sedangkan, (2) sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa pemahaman akuntansi tidak berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan, dan kompetensi sumber daya manusia sebagai pemoderasi tidak mampu memoderasi pengaruh pemahaman akuntansi dan sistem pengendalian internal terhadap kualitas laporan keuangan. Hasil penelitian tersebut menunjukan bahwa meskipun memiliki pemhaman akuntansi yang baik dan memiliki kompetensi yang tinggi, namun hal tersebut tidak selalu dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan karena pada beberapa kasus, kualitas laporan keuangan dapat dipengaruhi oleh banyak faktor seperti sistem pengendalian yang baik ataupun sistem regulasi yang telah ditetapkan oleh setiap organisasi.

Hasil penelitian menunjukan bahwa sistem pengendalian internal berpengaruh positif terhadap kualitas laporan keuangan. Hasil tersebut dapat dijadikan pertimbangan bagi pemerintah Kabupaten Purbalingga untuk meningkatkan sistem pengendalian internal guna memastikan bahwa laporan keuangan yang dihasilkan akan terus berkualitas dan dapat diandalkan.
This study was conducted with the aim of testing and providing empirical evidence regarding the influence of Accounting Understanding and Internal Control Systems on the Quality of Financial Reports with Human Resource Competence as a moderator in OPD of Purbalingga Regency. This study uses Stewardship theory as the basis for formulating hypotheses and research frameworks. This study was conducted with a quantitative approach that aims to test the population in this study, namely OPD of Purbalingga Regency totaling 27 OPDs. The sampling method used was purposive sampling but using a census approach so that 27 employees were obtained as samples of this study. The type of data used is primary data in the form of distributing questionnaires to 27 OPDs of Purbalingga Regency. The variables in this study include Accounting Understanding and Internal Control Systems as independent variables, Human Resource Competence as a moderating variable, and Financial Report Quality as a dependent variable. The variables in this study were measured using a Likert scale to measure the response of each respondent. Testing was carried out using Partial Least Squares - Structural Equation Modeling (PLS-SEM) with the help of SmartPLS 4.0 software. PLS-SEM so that (1) evaluation of the measurement model (outer model) and (2) evaluation of the structural model (inner model) are carried out.

The results of this study show that (1) accounting understanding has no effect on the quality of financial statements, as well as human resource competence is not able to moderate the influence of accounting understanding and internal control systems on the quality of financial statements. Meanwhile, (2) the internal control system has a positive effect on the quality of financial statements. Based on the results of the study, it can be concluded that understanding accounting does not have a positive effect on the quality of financial statements, and the competence of human resources as moderators is not able toModerate the influence of accounting understanding and internal control systems on the quality of financial statements. The results of the study show that even though they have good accounting skills and high competence, this cannot always improve the quality of financial statements because in some cases, the quality of financial statements can be influenced by many factors such as a good control system or a regulatory system that has been set by each organization.

The results of the study further show that the internal control system has a positive effect on the quality of financial statements. These results can be used as a consideration for the Purbalingga Regency government to improve the internal control system to ensure that the financial reports produced will continue to be of high quality and reliable.
4552948889H1C021019Analisis Post Mortem Kegagalan Pemboran Sumur Loka-1 Dan Tondon-1 Di Blok Kalosi Psc, Cekungan Sengkang, Sulawesi SelatanBlok Kalosi PSC merupakan salah satu wilayah prospektif di Sulawesi Selatan yang memiliki sejarah eksplorasi panjang sejak awal abad ke-20. Belanda menemukan adanya rembesan minyak (oil seepage) dan gas (gas seepage) pada tahun 1909-1910, yang menjadi indikasi adanya sistem perminyakan yang aktif di wilayah ini. Sehingga pada tahun 1995, Atlantic Richfield Kalosi Ltd. (ARCO Kalosi) melakukan pengeboran pada sumur Loka-1 dan Tondon-1, yang menghasilkan informasi penting terkait prospek perminyakan di wilayah tersebut. Namun, hasil laporan pemboran menyatakan sumur ini dry hole dengan status plugged and abandoned. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis post mortem dengan menggunakan tiga metode yaitu analisis geokimia, petrofisika dan interpretasi seismik untuk mendapatkan potensi batuan induk, karakteristik reservoir, serta sistem migrasi maupun perangkap hidrokarbon di kedua sumur tersebut. Sehingga dihasilkan bahwa sumur Loka-1 dan Tondon-1 tidak ditemukan adanya potensi batuan induk karena nilai TOC yang sangat rendah (poor) walaupun pada sumur Loka-1 menunjukan tingkat awal kematangan (early mature) dan Tondon-1 masih dalam kondisi belum matang (immature). Kemudian didapatkan pada kedua sumur tersebut memiliki karakteristik reservoir yang kurang baik, karena pada sumur Loka-1 memiliki nilai rata-rata volume shale sebesar 73,98%, porositas efektif 5,97%, dan saturasi air 91,1%. Sama halnya pada sumur Tondon-1, memiliki nilai rata-rata volume shale sebesar 94,98%, porositas efektif sebesar 5,79%, dan saturasi air sebesar 96,86%. Secara struktural, Loka-1 menargetkan asymmetrical anticline namun tidak tepat di puncaknya, serta dipengaruhi fault-ben fold. Tondon-1 menembus drag fold akibat fault-propagation fold. Di bawah TD teridentifikasi reefals carbonates Formasi Tacipi yang prospektif. Kegagalan utama pemboran disebabkan tidak tercapainya zona target utama dan kompleksitas sistem migrasi akibat adanya high preassure system.The Kalosi PSC Block is one of the prospective areas in South Sulawesi with a long exploration history dating back to the early 20th century. In 1909–1910, Dutch explorers discovered oil and gas seepages, indicating the presence of an active petroleum system in the area. In 1995, Atlantic Richfield Kalosi Ltd. (ARCO Kalosi) drilled the Loka-1 and Tondon-1 wells, providing valuable data on the petroleum prospectivity of the region. However, both wells were reported as dry holes and subsequently plugged and abandoned. Therefore, a post-mortem analysis was conducted using geochemical, petrophysical, and seismic interpretation methods to assess source rock potential, reservoir characteristics, and the hydrocarbon migration and trapping systems in both wells. The results indicate that both Loka-1 and Tondon-1 lack source rock potential due to very low Total Organic Carbon (TOC) values (poor), although Loka-1 shows early maturity and Tondon-1 remains immature. Reservoir quality in both wells is also poor. Loka-1 shows an average shale volume of 73.98%, effective porosity of 5.97%, and water saturation of 91.1%. Similarly, Tondon-1 has an average shale volume of 94.98%, effective porosity of 5.79%, and water saturation of 96.86%. Structurally, Loka-1 targeted an asymmetrical anticline but was not drilled at its crest, and the structure is influenced by a fault-bend fold. Tondon-1 penetrated a drag fold associated with a fault-propagation fold. Below the total depth (TD), reefal carbonates from the Tacipi Formation were identified and are considered to have hydrocarbon reservoir potential. The primary cause of drilling failure in both wells is attributed to the inability to penetrate the main target zone and the complexity of the hydrocarbon migration system due to the presence of a high-pressure system.
4553048891C2C021063Analisis Beban Kerja Dokter untuk Optimalisasi Pemanfaatan Tenaga Medis di Rumah Sakit Harapan Sehat Kabupaten Tegal
Ketersediaan tenaga medis, khususnya dokter, masih menjadi tantangan dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis beban kerja dokter di Rumah Sakit Harapan Sehat Kabupaten Tegal dengan menggunakan pendekatan Workload Indicator of Staffing Need (WISN). Dengan metode deskriptif kuantitatif dan pendekatan observasional, penelitian ini melibatkan seluruh dokter umum yang bertugas di rumah sakit tersebut. Hasil menunjukkan bahwa beban kerja dokter saat ini cukup tinggi dengan rasio waktu kerja yang menunjukkan kebutuhan tambahan tenaga. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar perencanaan tenaga medis yang lebih efisien dan berkelanjutan.The availability of medical personnel, particularly doctors, remains a significant challenge in Indonesia's healthcare system. This study aims to analyze the workload of doctors at Harapan Sehat Hospital in Tegal Regency using the Workload Indicator of Staffing Need (WISN) method. Employing a quantitative descriptive design with an observational approach, the study involved all general practitioners working at the hospital. The findings indicate that the current workload of doctors is relatively high, with working time ratios suggesting a need for additional medical staff. These results are expected to serve as a foundation for more efficient and sustainable medical workforce planning.
4553148892H1C021014ANALISIS KUALITAS BATUBARA BERDASARKAN METODE PROKSIMAT SERTA KAITANNYA TERHADAP COAL BLENDING PADA TAMBANG BATUBARA PT. BUKIT ASAM TBK, SUMATRA SELATANIndonesia merupakan negara yang memiliki potensi sumber daya alam dengan jumlah
yang besar serta dianggap sebagai wilayah yang strategis dan potensial dalam
pertambangan dan industri energi. Kondisi geologi biasanya menyebabkan adanya
perbedaan kualitas batubara, maka diperlukan optimalisasi pencampuran batubara untuk
memenuhi permintaan konsumen, dengan cara mencampurkan beberapa jenis batubara
dengan kualitas yang beragam. Berdasarkan pernyataan di atas, maka perlu adanya
analisis yang dilakukan untuk memahami kondisi geologi yang mempengaruhi kualitas
batubara dan optimalisasi coal blending pada lokasi penelitian. Maka dari itu peneliti
ingin melakukan penelitian mengenai kualitas batubara yang nantinya dikaitkan dengan
coal blending pada daerah tambang batubara PT Bukit Asam Tbk, Sumatra Selatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tatanan stratigrafi, kualitas batubara dan juga
kaitannya dengan coal blending. Penelitian ini menggunakan metode proksimat, analisis
kalor dan analisis kandungan total sulfur untuk mengetahui peringkat batubara. Tatanan
stratigrafi pada daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan batuan. Terdapat empat
peringkat batubara pada daerah penelitian yaitu subbituminous B coal, high volatile A
bituminous coal, high volatile B bituminous coal, dan high volatile C bituminous coal.
Pada perhitungan simulasi coal blending pada daerah penelitian menggunakan produk
batubara dari PIT X maupun PIT Y, produk batubara yang digunakan adalah AL 53, AL
55, AL 61, AL 63 dan AL 71 untuk memenuhi tiga permintaan pembeli yaitu dari PLTU
Bukit Asam, PT Semen Baturaja dan juga Kapal Tongkang. Setelah dilakukan
perhitungan simulasi coal blending didapatkan tiga rencana blending tiap pembeli.
Indonesia merupakan negara yang memiliki potensi sumber daya alam dengan jumlah
yang besar serta dianggap sebagai wilayah yang strategis dan potensial dalam
pertambangan dan industri energi. Kondisi geologi biasanya menyebabkan adanya
perbedaan kualitas batubara, maka diperlukan optimalisasi pencampuran batubara untuk
memenuhi permintaan konsumen, dengan cara mencampurkan beberapa jenis batubara
dengan kualitas yang beragam. Berdasarkan pernyataan di atas, maka perlu adanya
analisis yang dilakukan untuk memahami kondisi geologi yang mempengaruhi kualitas
batubara dan optimalisasi coal blending pada lokasi penelitian. Maka dari itu peneliti
ingin melakukan penelitian mengenai kualitas batubara yang nantinya dikaitkan dengan
coal blending pada daerah tambang batubara PT Bukit Asam Tbk, Sumatra Selatan.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tatanan stratigrafi, kualitas batubara dan juga
kaitannya dengan coal blending. Penelitian ini menggunakan metode proksimat, analisis
kalor dan analisis kandungan total sulfur untuk mengetahui peringkat batubara. Tatanan
stratigrafi pada daerah penelitian terbagi menjadi tiga satuan batuan. Terdapat empat
peringkat batubara pada daerah penelitian yaitu subbituminous B coal, high volatile A
bituminous coal, high volatile B bituminous coal, dan high volatile C bituminous coal.
Pada perhitungan simulasi coal blending pada daerah penelitian menggunakan produk
batubara dari PIT X maupun PIT Y, produk batubara yang digunakan adalah AL 53, AL
55, AL 61, AL 63 dan AL 71 untuk memenuhi tiga permintaan pembeli yaitu dari PLTU
Bukit Asam, PT Semen Baturaja dan juga Kapal Tongkang. Setelah dilakukan
perhitungan simulasi coal blending didapatkan tiga rencana blending tiap pembeli.
4553248893C1A019115FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PAD DI KABUPATEN/KOTA PROVINSI PAPUAYaben Halerohon (Nim : C1A019115). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten/Kota Provinsi Papua.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) merupakan indikator yang penting untuk meningkatkan kemampuan sebuah wilayah dalam melaksanakan otonomi daerah secara efisien dan penuh tanggung jawab, termasuk dalam hal ini adalah bagi pemerintah kabupaten/kota Provinsi Papua. Ada beberapa varabel yang bisa mempengaruhi Pendapatan Asli Daerah, antara lain Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah penduduk, dan pengeluaran pemerintah. Tujuan penelitian ini dalah untuk mengetahui pengaruh Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), jumlah penduduk, dan pengeluaran pemerintah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di kabupaten/kota di Provinsi Papua.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif. Sumber data penelitian ini bersumber dari laporan Badan Pusat Statistik Kabupaten/Kota Provinsi Papua. Metode yang digunakan untuk pengumpulan data adalah metode dokumentasi, sedangkan metode yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian ini adalah menggunakan metode analisis regresi data panel.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa; Pertama, secara simultan, variabel Produk Domestik Regional Bruto (PDRB), Jumlah Penduduk, dan Pengeluaran Pemerintah tidak memiliki dampak terhadap Pendapatan Asli Daerah Kabupaten/Kota di Provinsi Papua. Kedua, secara parsial, variabel PDRB menunjukkan hubungan positif dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD), sedangkan variabel Jumlah Penduduk dan Pengeluaran Pemerintah tidak memberikan pengaruh yang signifikan pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten/Kota di Provinsi Papua.
Kata Kunci: Pendapatan Asli Daerah, Produk domestik Regional Bruto, Jumlah Penduduk, dan Pengeluaran Pemerintah.

Local Own-Source Revenue (LO-SR) is an important indicator for improving a region's ability to implement regional autonomy efficiently and responsibly, including for district/city governments in Papua Province. There are several variables that can influence Local Own-Source Revenue, including Regional Domestic Product (RDP), population, and government spending. The purpose of this study is to determine the influence of Regional Domestic Product (RDP), population size, and government expenditure on Local Government Revenue (LGR) in districts/cities in Papua Province.
The method used in this study is a quantitative research method. The data sources for this study are derived from reports by the Central Statistics Agency of the Districts/Cities in Papua Province. The method used for data collection is the documentation method, while the method used for data analysis in this study is the panel data regression analysis method.
The results of this study indicate that: First, simultaneously, the variables of Regional Domestic Product (RDP), population size, and government expenditure do not have an impact on Local Government Revenue (LGR) in districts/cities in Papua Province. Second, partially, the RDP variable shows a positive relationship with Local Government Revenue (LGR), while the Population and Government Expenditure variables do not have a significant impact on Local Government Revenue (LGR) of Regencies/Cities in Papua Province.
Keywords: Local Government Revenue, Regional Domestic Product, Population, and Government Expenditure.

4553348894E1A020108PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK ATAS TANAH MASYARAKAT ADAT DALAM PENGADAAN TANAH DI WILAYAH IBU KOTA NUSANTARA Nusantara dipilih sebagai nama ibu kota baru yang akan bertempat di Pulau
Kalimantan. Agenda pemindahan ini membawa perubahan yang menyegarkan
namun juga menimbulkan berbagai tantangan dalam pelaksanannya terutama bagi
masyarakat adat setempat. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis normatif
dengan metode analisis kualitatif melalui pendekatan perundang-undangan yang
bertujuan untuk mengetahui bagaimana mekanisme dalam melaksanakan kegiatan
pengadaan tanah sebagai cara perolehan tanah di wilayah Ibu Kota Nusantara (IKN)
serta peran negara dalam memberikan perlindungan hukum terhadap hak atas tanah
masyarakat adat dalam pengadaan tanah di wilayah IKN. Berdasarkan hasil
penelitian, diketahui bahwa pengadaan tanah dilakukan melalui mekanisme
pengadaan tanah secara langsung dan pengadaan tanah bagi pembangunan untuk
kepentingan umum. Fakta di lapangan menunjukkan perlindungan hukum terhadap
hak atas tanah masyarakat adat dalam pengadaan tanah di wilayah IKN masih lemah
terlihat dari banyaknya masyarakat adat yang belum diakui secara resmi dan
terpenuhi hak-haknya. UU IKN tidak secara konkret memuat ketentuan mengenai
perlindungan hukum bagi masyarakat adat, justru mencabut beberapa peraturan
yang sebelumnya mengatur mengenai pengajuan dan perlindungan terhadap
masyarakat adat. Oleh karena itu, diperlukan instrumen hukum yang mengatur
secara khusus masyarakat adat dan hak tradisionalnya.
Nusantara is the official designation of Indonesia’s new capital city located in
Kalimantan. This relocation agenda brings refreshing changes but also presents
various challenges in its implementation, especially for the particularly concerning
indigenous peoples rights. This study is a normative juridical using qualitative
analysis and a statute approach. It aims to examine the mechanisms for land
acquisition as a means of obtaining land within the Nusantara Capital City (IKN)
area and to assess the role of the state in providing legal protection for indigenous
peoples’ land rights during the land acquisition process in the IKN area. The
findings show that land acquisition is carried out through direct land acquisition
and land acquisition for development in the public interest. Field data indicate that
legal protection for indigenous land rights remains weak, as many indigenous
communities have yet to receive official recognition or fulfillment of their rights.
The IKN Law (UU IKN) does does not provide concrete guarantees indigenous
peoples rights, its also repeals several previously existing regulations that
addressed the recognition and protection of indigenous communities. Therefore,
there is a need for a legal instrument that specifically regulates indigenous peoples
and their traditional rights.
4553448899I1B021040Perbedaan Siklus Menstruasi Pada Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani dan Mahasiswa Jurusan Keperawatan Unsoed ABSTRAK
PERBEDAAN SIKLUS MENSTRUASI PADA MAHASISWA JURUSAN
PENDIDIKAN JASMANI DAN MAHASISWA JURUSAN KEPERAWATAN
Khalda Qatrunnada, Aprilia Kartikasari, Lutfatul Latifah
Latar Belakang: Menstruasi adalah proses alami pada wanita usia subur dengan siklus normal
antara 21-35 hari. Gangguan siklus menstruasi dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Siklus
menstruasi yang tidak normal dapat disebabkan oleh gaya hidup seperti tingkat aktivitas fisik dan
tingkat stres. Aktivitas fisik mahasiswa Keperawatan cenderung ringan, sedangkan mahasiswa
Pendidikan Jasmani cenderung berat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan siklus
menstruasi pada mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani dan Keperawatan.
Metodologi: Penelitian menggunakan pendekatan cross sectional dengan teknik sampling
proportionate stratified random sampling. Jumlah sampel penelitian 180 mahasiswi jurusan
Keperawatan dan Pendidikan Jasmani. Instrumen menggunakan kuesioner siklus menstruasi, Global
Physical Activity Questionnaire (GPAQ), dan Perceived Stress Scale (PSS-10). Analisis data
menggunakan uji Chi-square.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan usia responden 17-23 tahun dan mengalami
menarche pada usia 10-15 tahun. Siklus menstruasi mahasiswa Jurusan Keperawatan normal
sebanyak 80,1% dan siklus menstruasi mahasiswa Pendidikan Jasmani normal sebanyak 85,6%.
Tingkat aktivitas fisik mahasiswa Keperawatan mayoritas ringan (60%) dan mahasiswa Pendidikan
Jasmani mayoritas berat (54,4%). Tingkat stres mahasiswa Keperawatan dan Pendidikan Jasmani
mayoritas sedang (81,1% dan 93,3%). Uji Chi-square menunjukkan bahwa tidak terdapat
perbedaan yang signifikan antara siklus menstruasi mahasiswa jurusan Pendidikan Jasmani dan
Keperawatan (p-value = 0,424).
Kesimpulan: Tidak ada perbedaan antara siklus menstruasi mahasiswa jurusan Keperawatan dan
Pendidikan Jasmani Universitas Jenderal Soedirman dapat disebabkan karena tidak adanya
perbedaan tingkat aktivitas fisik dan tingkat stres antara mahasiswa jurusan Keperawatan dan
Pendidikan Jasmani.
ABSTRACT
DIFFERENCES IN MENSTRUAL CYCLES IN STUDENTS OF PHYSICAL
EDUCATION AND STUDENTS OF NURSING
Khalda Qatrunnada, Aprilia Kartikasari, Lutfatul Latifah
Background: Menstruation is a natural process in women of childbearing age with a normal cycle
between 21-35 days. Menstrual cycle disorders can affect reproductive health. Abnormal menstrual
cycles can be caused by lifestyle such as physical activity levels and stress levels. The physical
activity of nursing students tends to be light, while Physical Education students tend to be heavy.
This study aims to analyze the differences in menstrual cycles in students majoring in Physical
Education and Nursing.
Methodology: The study used a cross-sectional approach with a proportionate stratified random
sampling technique. The number of research samples was 180 female students majoring in Nursing
and Physical Education. The instruments used were the menstrual cycle questionnaire, Global
Physical Activity Questionnaire (GPAQ), and Perceived Stress Scale (PSS-10). Data analysis used
the Chi-square test..
Results: The results showed the respondents were 17-23 years old and experienced menarche at the
age of 10-15 years. The menstrual cycle of Nursing students was normal at 80.1% and the menstrual
cycle of Physical Education students was normal at 85.6%. The level of physical activity of Nursing
students was mostly light (60%) and Physical Education students were mostly heavy (54.4%). The
stress levels of Nursing and Physical Education students were mostly moderate (81,1% and 93,3%).
The Chi-square test showed that there was no significant difference between the menstrual cycles of
Physical Education and Nursing students (p-value = 0.424).
Conclusion: There is no difference between the menstrual cycle of students majoring in Nursing
and Physical Education at Jenderal Soedirman University, which could be caused by the lack of
difference in physical activity levels and stress levels between students of Nursing and Physical
Education.
4553548895C2C023001Pengaruh kesesuaian tugas dan motivasi terhadap kinerja pegawai dengan
budaya organisasi sebagai variabel moderasi (studi di Kantor
Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas II Cilacap)
Pelabuhan Tanjung Intan Cilacap yang dikelola KSOP Kelas II menghadapi penurunan disiplin pegawai,
penempatan kerja yang tidak sesuai kompetensi, beban piket berlebih, dan rating layanan publik hanya 3,5;
karenanya penelitian ini menelaah pengaruh kesesuaian tugas, motivasi intrinsik, dan motivasi ekstrinsik
terhadap kinerja pegawai serta peran budaya organisasi sebagai moderator. Melalui survei kuantitatif
terhadap 69 pegawai (Maret–Mei 2025) dan analisis regresi moderasi menggunakan SPSS 25, ditemukan
bahwa kesesuaian tugas dan motivasi intrinsik paling kuat meningkatkan kinerja, motivasi ekstrinsik
berpengaruh namun lebih lemah, sementara budaya organisasi memperkuat dampak kesesuaian tugas dan
motivasi intrinsik tetapi tidak signifikan terhadap motivasi ekstrinsik. Rekomendasi mencakup penempatan
berbasis kompetensi, pengembangan SDM terukur, penguatan motivasi intrinsik lewat otonomi dan jalur
karier, insentif kinerja objektif, penyelarasan budaya kerja, serta sistem penghargaan yang adil dan
independen.
Tanjung Intan Cilacap Port managed by KSOP Class II is facing a decline in employee discipline, inappropriate job placement, excessive duty load, and a public service rating of only 3.5; therefore, this study examines the effect of job suitability, intrinsic motivation, and extrinsic motivation on employee performance and the role of organizational culture as a moderator. Through a quantitative survey of 69 employees (March–May 2025) and moderation regression analysis using SPSS25, it was found that job suitability and intrinsic motivation were the strongest in improving performance, extrinsic motivation had an effect but was weaker, while organizational culture strengthened the impact of job suitability and intrinsic motivation but was not significant on extrinsic motivation. Recommendations include competency-based placement, measurable HR development, strengthening intrinsic motivation through autonomy and career paths, objective performance incentives, alignment of work culture, and a fair and independent reward system.
4553648896C2C023038Meningkatkan Kinerja Pemasaran UMKM Industri Anyaman Tasikmalaya Melalui Inovasi ProdukPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak literasi digital terhadap kinerja pemasaran UMKM di sektor industri anyaman di Tasikmalaya, dengan mempertimbangkan peran inovasi produk sebagai variabel mediasi. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan teknik survei terhadap 121 pelaku UMKM setempat. Pengolahan data dilakukan melalui metode Structural Equation Modeling (SEM) menggunakan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa literasi digital memiliki pengaruh signifikan terhadap inovasi produk maupun kinerja pemasaran. Selain itu, inovasi produk terbukti menjadi mediator yang efektif dalam memperkuat hubungan antara literasi digital dan kinerja pemasaran. Temuan ini menyoroti pentingnya penguasaan teknologi digital dan kemampuan berinovasi bagi UMKM dalam meningkatkan daya saing serta efektivitas strategi pemasaran. Implikasi praktis dari hasil ini mendukung upaya pengembangan strategi pemberdayaan UMKM berbasis digital secara lebih terarah.This study aims to analyze the impact of digital literacy on the marketing performance of MSMEs in the woven industry sector in Tasikmalaya, by considering the role of product innovation as a mediating variable. The research method used is a quantitative approach with a survey technique on 121 local MSME actors. Data processing was carried out using the Structural Equation Modeling (SEM) method using SmartPLS 4 software. The results of the study revealed that digital literacy has a significant influence on product innovation and marketing performance. In addition, product innovation has proven to be an effective mediator in strengthening the relationship between digital literacy and marketing performance. These findings highlight the importance of mastery of digital technology and the ability to innovate for MSMEs in increasing the competitiveness and effectiveness of marketing strategies. The practical implications of these results support efforts to develop a more targeted digital-based MSME empowerment strategy.
4553748897G1A021113PENGARUH DOSIS DAN DURASI PAPARAN AKUT TIMBAL (Pb) TERHADAP KADAR TIMBAL (Pb) DARAH PADA
TIKUS WISTAR JANTAN SEBAGAI HEWAN MODEL
Latar Belakang - Timbal (Pb) merupakan logam berat yang sangat toksik dan membahayakan kesehatan manusia melalui berbagai jalur paparan seperti inhalasi dan ingesti. Kadar timbal dalam darah merupakan indikator biologis yang dapat digunakan untuk menilai tingkat toksisitas timbal. Tikus Wistar jantan (Rattus norvegicus) sering digunakan dalam penelitian biomedis karena memiliki kesamaan genetik dengan manusia, respons fisiologis yang seragam, dan profil hormonal yang stabil, sehingga sesuai sebagai hewan model dalam studi toksikologi.
Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis dan durasi paparan akut timbal terhadap kadar timbal darah pada tikus Wistar jantan sebagai hewan model.
Metodologi - Penelitian ini menggunakan desain eksperimental dengan rancangan post-test only control group. Tikus Wistar jantan sebanyak 45 ekor dibagi menjadi satu kelompok kontrol dan empat kelompok perlakuan yang diberikan timbal asetat secara oral dengan dosis 0, 50, 100, 150, dan 200 mg/kgBB selama 3, 7, dan 14 hari. Pengukuran kadar timbal darah dilakukan menggunakan metode Atomic Absorption Spectrophotometry (AAS). Uji statistik meliputi uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, uji Oneway ANOVA, dan uji lanjut Tukey HSD.
Hasil – Pengaruh dosis paparan timbal terhadap kadar timbal darah pada hasil uji Oneway ANOVA untuk perlakuan 3, 7, dan 14 hari adalah p<0,001 (p<0,05). Dan pengaruh durasi paparan timbal terhadap kadar timbal darah pada hasil uji Oneway ANOVA untuk kelompok kontrol didapatkan p=0,578 (p>0,05), dapat disimpulkan bahwa data tidak signifikan. Sedangkan pada kelompok perlakuan didapatkan p<0,001 (p<0,05), maka hasil data tersebut signifikan. Sehingga hasil pada penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kadar timbal darah seiring dengan meningkatnya dosis dan durasi paparan timbal.
Kesimpulan - Paparan dosis akut timbal dan durasi akut timbal berpengaruh terhadap kadar timbal darah pada tikus Wistar jantan sebagai hewan model.
Background - Lead (Pb) is a highly toxic heavy metal that poses significant health risks through various exposure routes such as inhalation and ingestion. Blood lead level is a reliable biomarker for assessing lead toxicity. Male Wistar rats (Rattus norvegicus) are commonly used in biomedical research due to their genetic similarity to humans, consistent physiological responses, and stable hormonal profile, making them suitable for toxicological studies.
Objective - This study aimed to determine the effect of different doses and durations of acute lead exposure on blood lead levels in male Wistar rats as an experimental model.
Methodology - A true experimental study with a completely randomized post-test only control group design was conducted. Forty-five male Wistar rats were divided into one control group and four treatment groups, receiving lead acetate orally at doses of 0, 50, 100, 150, and 200 mg/kg body weight for 3, 7, and 14 days. Blood samples were analyzed using Atomic Absorption Spectrophotometry. Statistical tests included Shapiro-Wilk for normality, Levene’s test for homogeneity, and one-way ANOVA followed by Tukey’s HSD for post hoc analysis.
Results: The One-way ANOVA test shows that the effect of lead dose on blood lead levels is statistically significant with p < 0.001 (p < 0.05) on days 3, 7, and 14. Meanwhile, the effect of exposure duration yields a non-significant result in the control group p = 0.578 ( p > 0.05), but shows a significant effect in all treatment groups with p < 0.001 (p < 0.05).
Conclusion - Both the acute dose and duration of lead exposure significantly affect blood lead levels in male Wistar rats, supporting their use as a model for studying lead toxicity.
4553848900K1B021047PERHITUNGAN KREDIBILITAS PARSIAL DENGAN PENDEKATAN LIMITED FLUCTUATION CREDIBILITYTeori kredibilitas merupakan salah satu pendekatan dalam ilmu aktuaria yang memiliki fungsi untuk memperkirakan premi asuransi berdasarkan pengalaman masa lalu suatu individu atau grup. Pada teori kredibilitas, terdapat tiga pendekatan untuk menghitung perkiraan kredibilitas. Salah satu pendekatannya yaitu limited fluctuation credibility dengan menggunakan model kredibilitas parsial. Kredibilitas parsial digunakan ketika data historis dari tertanggung belum memenuhi standar kredibilitas penuh, sehingga perlu dilakukan penyesuaian dengan data lain. Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengestimasi faktor kredibilitas parsial dan menerapkan model tersebut dengan meninjau beberapa contoh soal dari literatur yang relevan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi literatur dengan mengumpulkan referensi bacaan yang berkaitan guna menunjang pemahaman terhadap teori kredibilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam menentukan faktor kredibilitas parsial perlu melibatkan perhitungan kredibilitas penuh dan penerapan model tersebut pada beberapa contoh soal dapat memberikan gambaran dalam menentukan perkiraan premi. Dengan demikian, model ini dapat digunakan sebagai alternatif dalam menentukan besaran premi yang lebih objektif dan adil, khususnya saat data bersifat terbatas.Credibility theory is one of the approaches in actuarial science that has a function to estimate insurance premiums based on the past experience of an individual or group. In credibility theory, there are three approaches to calculating credibility estimates. One approach is limited fluctuation credibility using a partial credibility model. Partial credibility is used when historical data from the insured does not meet full credibility standards, so adjustments need to be made with other data. This research aims to estimate the partial credibility factor and apply the model by reviewing several example problems from relevant literature. The research method used is the literature study method by collecting related reading references to support understanding of credibility theory. The results showed that in determining the partial credibility factor, it is necessary to involve the calculation of full credibility and the application of the model to several example problems can provide an overview in determining the premium estimate. Thus, this model can be used as an alternative in determining a more objective and fair premium amount, especially when data is limited.
4553948903A1F021061Optimasi Lama Fermentasi dan Suhu Pengeringan pada Seduhan Teh Herbal Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus)Teh herbal atau yang dapat disebut sebagai tisane dapat menjadi pilihan produk minuman fungsional karena terbuat dari bagian tanaman, baik daun, bunga, akar, atau buahnya di luar tanaman teh (Camellia sinensis) yang memiliki khasiat untuk kesehatan. Daun kumis kucing (Orthosiphon aristatus) misalnya, menjadi salah satu bahan minuman herbal atau seduhan yang dikenal dengan sifat diuretiknya. Meskipun memiliki sifat fungsional, seduhan atau teh herbal umumnya memiliki karakteristik sensori yang kurang diterima, seperti warna air seduhan yang cenderung terang, aroma yang kurang pekat, dan rasanya yang pahit. Oleh karena itu, pada penelitian ini dilakukan inovasi pengolahan teh herbal daun kumis kucing dengan metode pengolahan teh hitam yang melibatkan fermentasi dan pengeringan. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui lama waktu fermentasi dan suhu pengeringan yang optimum dalam menghasilkan karakteristik sensori teh herbal daun kumis kucing terbaik beserta dengan karakteristik lain yang terdapat didalamnya.
Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto. Penelitian berlangsung selama 4 bulan dimulai pada bulan November 2024 hingga Februari 2025. Metode yang digunakan adalah optimasi Response Surface Methodology (RSM) dengan desain rancangan percobaan Central Composite Design (CCD) menggunakan software Design Expert versi 13. Optimasi dilakukan untuk memperoleh proses paling optimum, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap verifikasi dan validasi, serta karakterisasi untuk mengetahui karakter lainnya dari produk optimum tersebut. Faktor optimasi yang akan diteliti adalah lama waktu fermentasi dan suhu pengeringan pada pembuatan teh herbal daun kumis kucing. Variabel optimasi atau variabel respon yang diamati adalah sifat sensori dari seduhan teh herbal daun kumis kucing pada beberapa atribut yang meliputi warna cokelat seduhan, aroma manis, rasa khas daun kumis kucing (grassy), rasa pahit, dan aftertaste sepat (astringency). Variabel karakterisasi yang diujikan meliputi kadar air (mutu daun teh herbal kering), kadar polifenol seduhan teh herbal, aktivitas antioksidan seduhan teh herbal, dan kesukaan produk secara keseluruhan (overall).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi optimal untuk memperoleh teh herbal daun kumis kucing diperoleh pada lama fermentasi 109,8±0,2 menit dengan suhu pengeringan 51℃. Seduhan teh herbal daun kumis kucing tersebut memiliki karakter sensori dengan intensitas atribut sensori warna cokelat 6,567 (agak kuat), aroma manis 5,967 (sedikit kuat), rasa grassy 5,567 (sedikit kuat), rasa pahit 3,35 (lemah), dan aftertaste sepat (astringency) 3,817 (agak lemah). Produk optimum seduhan teh herbal daun kumis kucing memiliki karakteristik yang meliputi kadar air (daun teh herbal kering, basis basah) sebesar 19,95%, kadar polifenol seduhan sebesar 5319,7 mg/kg, dan aktivitas antioksidan seduhan sebesar 77%. Secara keseluruhan, kesukaan panelis terhadap produk (overall) berada pada intensitas 6 dari 10 atau sedikit suka.
Herbal tea, also referred to as tisane, can be considered a functional beverage option due to its formulation from plant parts, including leaves, flowers, roots, and fruits from non-tea plants (Camellia sinensis), which possess health benefits. Cat whisker leaves (Orthosiphon aristatus), for instance, are commonly used in herbal tea or infusions that are recognized for their diuretic properties. Despite its functional properties, herbal tea or infusion generally has unacceptable sensory characteristics, such as the light color of the infusion, the less intense aroma, and the bitter taste. Consequently, this study proposes a novel approach to processing cat whisker leaves herbal tea using the black tea processing method, which involves fermentation and drying. The purpose of this study was to ascertain the optimum fermentation time and drying temperature for producing the best sensory characteristics of cat whisker leaves herbal tea, along with other characteristics contained therein.
This research was conducted at the Agricultural Technology Laboratory, Jenderal Soedirman University, Purwokerto. The research lasted for 4 months from November 2024 to February 2025. The method used was Response Surface Methodology (RSM) optimization with Central Composite Design (CCD) experimental design using Design Expert software version 13. The optimization was carried out to obtain the most optimal process, which was then continued with the verification and validation steps and characterization to determine other properties of the optimal product. The optimization factors to be studied are fermentation time and drying temperature in the production of cat whisker leaves herbal tea. The optimization variables or response variables observed are the sensory characteristics of the cat whisker leaves herbal tea infusion on several attributes including brown color, sweet aroma, distinctive taste of cat whisker leaves (grassy), bitter taste, and astringency aftertaste. The characterization variables include moisture content (quality of dried herbal tea leaves), polyphenol content of the infusion, antioxidant activity, and overall product liking by panelists.
The results showed that the optimal conditions for obtaining cat whisker leaves herbal tea were obtained at a fermentation time of 109.8±0.2 minutes with a drying temperature of 51℃. The cat whisker leaves herbal tea infusion has sensory characteristics with the intensity of sensory attributes of brown color 6.567 (slightly strong), sweet aroma 5.967 (slightly strong), grassy taste 5.567 (slightly strong), bitter taste 3.35 (weak), and astringent aftertaste 3.817 (slightly weak). The optimal product of cat whisker leaves herbal tea infusion has characteristics including moisture content (dry herbal tea leaves, wet basis) of 19.95%, polyphenol content of the infusion was 5319.7 mg/kg, and antioxidant activity of 77%. Overall, the panelists' liking of the product (overall) was at an intensity of 6 out of 10 or slightly liked.
4554048901K1B021083ANALISIS SENTIMEN MENGENAI GENERASI Z DI DUNIA KERJA PADA PENGGUNA MEDIA SOSIAL X MENGGUNAKAN ALGORITMA SUPPORT VECTOR MACHINEBeberapa tahun terakhir, generasi Z menjadi topik perbincangan yang cukup hangat di media sosial, khususnya media sosial X. Terdapat beragam tweet mengenai generasi Z di dunia kerja, mulai dari pendapat yang bersentimen positif hingga bersentimen negatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi polaritas sentimen positif dan negatif serta mengevaluasi performa algoritma Support Vector Machine (SVM) dalam melakukan analisis sentimen dengan variasi pembagian data. Klasifikasi dilakukan dengan tahapan text preprocessing, ekstraksi fitur Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF), resampling dataset dengan SMOTETomek, dan dilanjutkan klasifikasi menggunakan algoritma SVM. Penelitian dilakukan dengan tiga rasio pembagian data training dan data testing, yaitu 70:30, 80:20, dan 90:10. Fungsi kernel yang digunakan, yaitu linear, polynomial, Radian Basis Function (RBF), dan sigmoid dengan nilai parameter cost (C) yang digunakan pada setiap kernel adalah 0,1, 1, dan 10. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sentimen negatif lebih dominan dibandingkan sentimen positif. Selain itu, performa klasifikasi tertinggi dengan accuracy sebesar 0,931 diperoleh pada rasio 90:10 menggunakan kernel linear dengan C=1.In recent years, Generation Z has become a widely discussed topic on social media, particularly on platform X. Various tweets about Generation Z in the workplace have emerged, ranging from positive to negative sentiments. This study aims to identify the polarity of positive and negative sentiments and evaluate the performance of the Support Vector Machine (SVM) algorithm in sentiment Analysis using different data splitting ratios. The classification process involves several stages, which include text preprocessing, feature extraction using Term Frequency-Inverse Document Frequency (TF-IDF), dataset resampling with SMOTETomek, and classification using the SVM algorithm. The study applies three data splitting ratios for training data and testing data, namely 70:30, 80:20, and 90:10. The kernel functions used include linear, polynomial, Radial Basis Function (RBF), and sigmoid, with cost parameter (C) values of 0.1, 1, and 10. The results indicate that negative sentiment is more dominant than positive sentiment. Moreover, the highest classification performance with an accuracy of 0.931 was obtained at a ratio of 90:10 using a linear kernel with C = 1.