Artikelilmiahs

Menampilkan 45.481-45.500 dari 48.751 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4548148836A1A021063STRATEGI PENGEMBANGAN MELON HIDROPONIK KARSADIA FARM KECAMATAN KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMASMelon merupakan jenis buah dengan permintaan yang cukup tinggi di
Indonesia. Data menunjukkan bahwa tingkat permintaan melon di Indonesia
berjumlah hampir dua kali lipat dari jumlah produksi melon di Indonesia. Produksi
melon yang tidak sebanding dengan permintaan, menunjukkan perlu adanya
strategi pengembangan bagi pengusaha atau perusahaan melon. Hal ini berlaku
pada seluruh jenis melon, termasuk melon jenis Golden Aroma. Perusahaan yang
menjadi fokus penelitian ini adalah Karsadia Farm, sebuah perusahaan melon
Golden Aroma hidroponik premium yang beralamat di Kecamatan Kedungbanteng,
Kabupaten Banyumas. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui faktor
internal berupa kekuatan dan kelemahan serta faktor eksternal berupa peluang dan ancaman di perusahaan budidaya melon hidroponik Karsadia Farm, merumuskan alternatif strategi pengembangan yang dapat diimplementasikan dalam usaha budidaya melon hidroponik di Karsadia Farm, serta menentukan alternatif strategi pengembangan terbaik yang paling sesuai bagi pengembangan budidaya melon hidroponik di Karsadia Farm.

Penelitian ini merupakan jenis penelitian studi kasus, di mana hasil penelitian
hanya dapat digunakan dan diterapkan di lokasi khusus atau perusahaan dengan
kondisi dan keadaan yang sama dengan tempat penelitian. Penelitian ini
menggunakan alat analisis berupa Analisis SWOT dan Analisis QSPM untuk
menyusun dan menentukan strategi pengembangan terbaik. Penelitian ini
dilaksanakan di Karsadia Farm, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten
Banyumas. Key informan yang diambil dipilih menggunakan purposive sampling.
Key informan berasal dari internal dan juga eksternal perusahaan, seperti karyawan perusahaan, dosen (akademisi), pemerintah, dan supplier input. Waktu penelitian kurang lebih memakan waktu sebanyak 10 bulan, yaitu mulai dari bulan September 2024 hingga bulan Juni 2025.

Hasil dalam penelitian ini terdiri atas tiga hasil penelitian utama. Tiga hasil
tersebut antara lain faktor internal dan eksternal Karsadia Farm, rumusan alternatif
strategi pengembangan, dan strategi pengembangan terbaik bagi Karsadia Farm.
Faktor internal perusahaan berjumlah 12 faktor yang terdiri atas 7 kekuatan dan 5
kelemahan, sedangkan faktor eksternalnya berjumlah 10 dengan 6 peluang dan 4
ancaman. Rumusan alternatif strategi pengembangan berhasil dirumuskan
menggunakan matriks SWOT. Hasilnya terdapat 7 alternatif pengembangan yang
dipilih berdasarkan masalah, fokus, dan posisi perusahaan (Grow & Build). Hasil
penelitian terakhir berupa strategi pengembangan terbaik diraih oleh strategi
ketujuh atau strategi “Memperbarui greenhouse dan atau teknologi greenhouse”
dengan skor sebesar 20,060. Strategi tersebut diharapkan dapat memberikan
pengaruh positif terhadap peningkatan produksi dari Karsadia Farm.
Melon was a type of fruit with quite high demand in Indonesia. Data showed
that the level of melon demand in Indonesia was almost twice the amount of melon
production in the country. Melon production that did not match the demand
indicated the need for development strategies for melon entrepreneurs or
companies. This applied to all types of melons, including the Golden Aroma
variety. The company that became the focus of this research was Karsadia Farm, a premium hydroponic Golden Aroma melon company located in Kedungbanteng
District, Banyumas Regency. This research aimed to identify internal factors in the
form of strengths and weaknesses as well as external factors in the form of
opportunities and threats at the Karsadia Farm hydroponic melon company, to
formulate alternative development strategies that could be implemented in the
hydroponic melon business at Karsadia Farm, and to determine the best alternative development strategy most suitable for the development of the hydroponic melon business at Karsadia Farm.

This research was a case study, in which the research results could only be
used and applied in specific locations or companies with conditions and situations
similar to the research site. This research used analytical tools in the form of SWOT Analysis and QSPM Analysis to compile and determine the best development strategy. The research was conducted at Karsadia Farm, Kedungbanteng District, Banyumas Regency. Key informants were selected using purposive sampling. The key informants came from both internal and external sources of the company, such as company employees, lecturers (academics), government, and input suppliers. The research period took approximately 10 months, from September 2024 to June 2025.

The results of this research consisted of three main findings. These three
findings included the internal and external factors of Karsadia Farm, the
formulation of alternative development strategies, and the best development
strategy for Karsadia Farm. The company’s internal factors amounted to 12 factors, consisting of 7 strengths and 5 weaknesses, while the external factors amounted to 10, with 6 opportunities and 4 threats. The formulation of alternative development strategies was successfully carried out using the SWOT matrix. As a result, there were 7 development alternatives selected based on the company’s problems, focus, and position (Grow & Build). The final research result was that the best development strategy was achieved by the seventh strategy, namely the strategy of “Renewing the greenhouse and/or greenhouse technology,” with a score of 20.060. The strategy was expected to have a positive impact on the increase in production at Karsadia Farm.
4548248837C1A021069ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TINGKAT KEMISKINAN KABUPATEN/KOTA DI PROVINSI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA TAHUN 2013-2023Kemiskinan dipahami sebagai fenomena multidimensi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor struktural, sosial, dan ekonomi. Tingkat kemiskinan di Provinsi DIY terus mengalami penurunan sejak tahun 2013-2023, akan tetapi angka ini masih berada di atas rata-rata kemiskinan nasional dan merupakan yang tertinggi di Pulau Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Indeks Pembangunan Gender (IPG), Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT), Jumlah Penduduk, dan Panjang Jalan terhadap tingkat kemiskinan di Kabupaten/Kota Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) selama periode 2013–2023. Metode yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Random Effect Model (REM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPG dan UMK berpengaruh negatif signifikan terhadap tingkat kemiskinan, sedangkan TPT dan jumlah penduduk berpengaruh positif signifikan. Panjang jalan tidak berpengaruh signifikan terhadap kemiskinan. Hal ini disebabkan karena efek dari pembangunan infrastruktur tidak langsung berdampak pada pengentasan kemiskinan, tetapi melalui pertumbuhan ekonomi daerah. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kesetaraan gender, kebijakan upah minimum, peningkatan lapangan pekerjaan, dan pengendalian jumlah penduduk dapat menjadi strategi efektif dalam menekan angka kemiskinan di Provinsi DIY.Poverty is understood as a multidimensional phenomenon influenced by various structural, social, and economic factors. The poverty rate in the Province of DIY has continued to decline since 2013-2023, but this figure remains above the national poverty average and is the highest on the island of Java. This study aims to analyze the influence of the Gender Development Index (GDI), Minimum Wage of Districts/Cities (UMK), Open Unemployment Rate (OUR), Population Size, and Road Length on poverty levels in the districts/cities of the Special Region of Yogyakarta (DIY) during the period 2013–2023. The method used is panel data regression with the Random Effect Model (REM) approach. The results show that the GDI and UMK have a significant negative impact on poverty levels, while the OUR and population size have a significant positive impact. Road length does not have a significant effect on poverty. This is because the effects of infrastructure development do not directly impact poverty alleviation but rather through regional economic growth. These findings indicate that improving gender equality, implementing minimum wage policies, increasing job opportunities, and controlling population growth can be effective strategies in reducing poverty rates in the DIY Province.
4548348838A1A021070TINGKAT KEPUASAN PETANI TERHADAP KUALITAS PELAYANAN
LKM-A PUAP WIJAYA MAKMUR DESA PATEMON KECAMATAN
BOJONGSARI PURBALINGGA
Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKM-A) merupakan lembaga yang
dibentuk dan dikelola oleh Gapoktan penerima BLM-PUAP untuk menyediakan
bantuan modal guna meningkatkan produktivitas petani. LKM-A PUAP Wijaya
Makmur bergerak dalam pelayanan simpan pinjam. Kepuasan anggota terhadap
pelayanan LKM-A menjadi salah satu tolak ukur keberhasilan LKM-A dalam
menyejahterakan anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
mekanisme pelayanan di LKM-A PUAP Wijaya Makmur, mengetahui tingkat
kepuasan petani terhadap kualitas pelayanan LKM-A PUAP Wijaya Makmur, dan
mengetahui atribut apa yang menjadi prioritas utama petani terhadap kualitas
pelayanan LKM-A PUAP Wijaya Makmur.

Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, yaitu pendekatan yang
bertujuan untuk memberikan uraian secara rinci dan mendalam tentang berbagai
aspek yang berkaitan dengan individu, kelompok, atau suatu organisasi. Lokasi
penelitian di LKM-A PUAP Wijaya Makmur Purbalingga. Penelitian ini
dilaksanakan akhir bulan Februari sampai awal bulan Maret 2025, dengan sasaran
petani yang mengakses fasilitas simpanan dan pinjaman di LKM-A PUAP Wijaya
Makmur. Penentuan sampel menggunakan teknik simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 38 orang. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan studi pustaka. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan metode Customer Satisfaction Index (CSI), Importance Performance Analysis (IPA), dan analisis deskriptif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa mekanisme pelayanan simpan pinjam
di LKM-A Wijaya Makmur dilakukan pada hari Senin hingga Jumat dimulai pukul
08.00-16.00 WIB dengan batas nominal pinjaman anggota sebesar Rp5.000.000,-
dan jangka waktu angsuran maksimal hingga 12 bulan. Tingkat kepuasan petani
LKM-A PUAP Wijaya Makmur berdasarkan perhitungan Customer Satisfaction
Index (CSI) memperoleh nilai sebesar 91,00 persen artinya secara keseluruhan
petani merasa sangat puas terhadap kualitas pelayanan. Atribut yang menjadi
prioritas utama petani terhadap kualitas pelayanan yang perlu ditingkatkan kembali berdasarkan perhitungan Importance Performance Analysis (IPA) meliputi
keteraturan jadwal operasional LKM-A dan kesigapan pengurus dalam memproses
keluhan anggota secara langsung.
Agribusiness Microfinance Institution (MFI-A) was an institution formed and
managed by Gapoktan that received BLM-PUAP to provide capital assistance
aimed at increasing farmer productivity. LKM-A PUAP Wijaya Makmur is engaged
in savings and loan services. Member satisfaction with MFI-A services was one
measure of the success of MFI-A in improving the welfare of its members. This study aimed to identify the service mechanism LKM-A PUAP Wijaya Makmur, measure the level of farmer satisfaction with the quality of its services, and identify the attributes that were the main priorities for farmers regarding service quality.

This research used a case study method, which was an approach intended to
provide a detailed and in-depth description of various aspects related to
individuals, groups, or organizations. The research was conducted at LKM-A PUAP Wijaya Makmur in Purbalingga from the end of February to early March 2025, targeting farmers who accessed savings and loan facilities at the institution. The sample was determined using a simple random sampling technique, with a total of 38 respondents. Data collection was carried out through interviews, questionnaires, observations, and literature studies. The collected data were analyzed using the Customer Satisfaction Index (CSI) method, Importance Performance Analysis (IPA), and descriptive analysis.

The results of the study showed that the savings and loan service mechanism
at LKM-A Wijaya Makmur was carried out from Monday to Friday, starting at
08.00–16.00 WIB, with a maximum loan amount of Rp5,000,000 and a maximum
repayment period of 12 months. The level of satisfaction among farmers, based on
the calculation of the Customer Satisfaction Index (CSI), reached 91.00 percent,
indicating that overall, the farmers were very satisfied with the quality of service.
The attributes that were identified as main priorities for improvement based on the
Importance Performance Analysis (IPA) were the regularity of the LKM-A
operational schedule and the readiness of the management in addressing member
complaints directly.
4548448839H1C021027ANALISIS PENGARUH INTRUSI TERHADAP KUALITAS BATUBARA DI TAMBANG AIR LAYA PT BUKIT ASAM TBK, KABUPATEN MUARA ENIM, SUMATRA SELATANIndonesia memiliki total sumber daya dan cadangan batubara yang melimpah. Batubara di setiap daerah memiliki kualitas yang berbeda-beda karena dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya faktor kondisi geologi. Adanya intrusi batuan beku memiliki pengaruh yang besar pada lapisan batubara karena dapat memberikan efek panas sehingga menyebabkan adanya peningkatkan derajat pembatubaraan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi kondisi geologi, mengetahui kualitas batubara, dan pengaruh intrusi terhadap kualitas batubara. Daerah penelitian berada di Tambang Air Laya, Tanjung Enim, Kabupaten Muara Enim, Provinsi Sumatra Selatan. Terdapat beberapa analisis yang dilakukan untuk menentukan kualitas batubara, yaitu analisis proksimat, analisis total sulfur, dan analisis nilai kalori sehingga didapatkan peringkat batubara menurut ASTM D-388, serta untuk persebaran kualitas batubara terhadap intrusi melalui peta interpolasi menggunakan metode IDW (Inverse Distance Weighted) dengan perhitungan regresi linier sederhana. Hasil dari penelitian menghasilkan geologi pada daerah penelitian terdiri dari satuan batupasir perselingan batulempung, satuan batulempung sisipan batulanau, dan intrusi andesit, dengan struktur yang berkembang berupa kubah air laya dan sesar normal air laya. Lapisan batubara yang terdapat pada daerah penelitian terdiri dari 4 seam, yaitu seam A1, seam A2, seam B, dan seam C. Peringkat batubara pada daerah penelitian yang memiliki jarak yang dekat dengan intrusi adalah Low Volatile Bituminous Coal dan Medium Volatile Bituminous Coal, sedangkan peringkat batubara yang memiliki jarak yang lebih jauh dengan intrusi peringkatnya menurun menjadi High Volatile B Bituminous Coal dan High Volatile C Bituminous Coal. Pengaruh intrusi terhadap kualitas lapisan batubara ditunjukan dengan perubahan nilai kualitas batubara, dimana nilai total moisture dan volatile matter mengalami penurunan, sehingga nilai fixed carbon dan calorific value mengalami peningkatan di lapisan batubara yang mendekati intrusi.Indonesia has abundant coal resources and reserves. Coal in each region has a different quality because it is influenced by several factors, one of which is geological conditions. The existence of igneous intrusion has a great influence on the coal seam because it can provide a heat effect that causes an increase in the degree of dissolution. The purpose of this study is to identify geological conditions, determine coal quality, and the influence of intrusion on coal quality. The research area is located at Air Laya Mine, Tanjung Enim, Muara Enim Regency, South Sumatra Province. There are several analyses conducted to determine coal quality, namely proximate analysis, total sulfur analysis, and calorific value analysis to obtain coal rank according to ASTM D-388, as well as for the distribution of coal quality against intrusion through interpolation maps using the IDW (Inverse Distance Weighted) method with simple linier regression calculations. The results of the study resulted in the geology of the study area consisting of sandstone unit interspersed with mudstone, mudstone unit inserted mudstone, and andesite intrusion, with a developing structure in the form of a dome of laya water and normal fault of laya water. The coal layers in the study area consist of 4 seams, namely seam A1, seam A2, seam B, and seam C. The coal rank in the study area that has a close distance to the intrusion is Low Volatile Bituminous Coal and Medium Volatile Bituminous Coal, while the coal rank that has a greater distance to the intrusion decreases to High Volatile B Bituminous Coal and High Volatile C Bituminous Coal. The effect of intrusion on coal seam quality is shown by changes in coal quality values, where the total moisture and volatile matter values decrease, so that the fixed carbon and calorific value values increase in coal seams that are close to the intrusion.
4548548852C1C021094Persepsi: Pengalaman, Kompetensi, dan Lingkungan Kerja Magang Terhadap Minat Mahasiswa Menjadi Akuntan PublikPenelitian ini mengangkat topik mengenai rendahnya minat mahasiswa akuntansi untuk berkarier sebagai akuntan publik, meskipun profesi ini sangat dibutuhkan di Indonesia. Berdasarkan data ICAEW, jumlah akuntan publik aktif di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan jumlah penduduk. Penelitian ini fokus pada mahasiswa akuntansi di Purwokerto, khususnya Generasi Z, yang memiliki karakteristik unik dalam memilih karier seperti mempertimbangkan fleksibilitas, nilai pribadi, pengalaman magang, dan lingkungan kerja. Penelitian ini merupakan survei kuantitatif dengan responden dari lima universitas di Purwokerto, menggunakan data primer yang diperoleh dari 491 kuesioner yang valid. Variabel independen adalah pengalaman magang, kompetensi, dan lingkungan kerja magang, sedangkan variabel dependennya adalah minat menjadi akuntan publik. Teori pengharapan digunakan sebagai dasar teori. Hasil analisis dengan SmartPLS 4 menunjukkan bahwa ketiga variabel independen memiliki pengaruh positif dan signifikan
terhadap minat mahasiswa menjadi akuntan publik. Implikasi penelitian ini penting bagi institusi pendidikan, perusahaan, dan mahasiswa dalam rangka meningkatkan minat dan kesiapan karier sebagai akuntan publik.
This research explores the issue of low interest among accounting students in pursuing a career as public accountants, despite the high demand for the profession in Indonesia. According to ICAEW data, the number of active public accountants in Indonesia remains significantly low compared to its large population. The study focuses on accounting students in Purwokerto, particularly Generation Z, who have unique characteristics in career selection, such as prioritizing flexibility, personal values, internship experience, and a comfortable work environment. This is a quantitative survey research involving students from five universities in Purwokerto, using primary data collected through 491 valid questionnaires. The independent variables are internship experience, competence, and internship work environment, while the dependent variable is students' interest in becoming public accountants. Expectancy theory serves as the theoretical foundation of the study.The analysis using SmartPLS 4 shows that all three independent variables have a positive and significant influence on students’ interest in becoming public accountants. The implications of this research are important for educational institutions, companies, and students in encouraging greater interest and preparedness for a career as a public accountant
4548648840J1B018036Leksikon Nama Makanan Tradisional di Kabupaten BanyumasPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk satuan lingual dan makna pada leksikon nama makanan tradisional di Kabupaten Banyumas menggunakan kajian semantik. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif, dengan metode yang digunakan adalah metode cakap dengan teknik dasar pancing dan teknik lanjutan berupa teknik cakap bertemu muka. Metode penelitian tersebut digunakan untuk mengumpulkan data dengan cara bercakap-cakap langsung atau melakukan wawancara dengan narasumber terkait. Analisis data pada penelitian ini menggunakan metode padan intralingual yang diikuti dengan teknik dasar pilah unsur penentu (PUP) dan teknik lanjutan berupa teknik hubung banding menyamakan hal pokok (HBSP). Berdasarkan hasil analisis data, terdapat 34 leksikon nama makanan tradisional di Kabupaten Banyumas. Leksikon tersebut dianalisis dari segi bentuk satuan lingual dan makna penamaannya dan dikelompokkan berdasarkan bahan bakunya. Bentuk satuan lingual terdiri dari kata dan frasa. Satuan lingual berbentuk kata terdiri dari monomorfemis dan polimorfemis. Bahan baku terdiri dari ampas, beras, beras ketan, campuran, gandum, hewani, kedelai, sayuran, dan singkong.This study aims to describe the form of lingual units and meanings in the lexicon of traditional food names in Banyumas Regency using semantic studies. This study is a qualitative descriptive study, with the method used being the conversation method with basic fishing techniques and advanced techniques in the form of face-to-face conversation techniques. This research method is used to collect data by means of direct conversation or conducting interviews with related sources. Data analysis in this study used the intralingual matching method followed by the basic technique of separating determining elements (PUP) and advanced techniques in the form of comparative conjunctions to equate main points (HBSP). Based on the results of data analysis, there are 34 lexicons of traditional food names in Banyumas Regency. The lexicons were analyzed in terms of the form of lingual units and the meaning of their names and grouped based on their raw materials. The form of lingual units consists of words and phrases. Lingual units in the form of words consist of monomorphemic and polymorphemic. Raw materials consist of dregs, rice, glutinous rice, mixtures, wheat, animals, soybeans, vegetables, and cassava.
4548748841A1D021154Respon Agronomi Tanaman Padi terhadap Aplikasi Halotoleran Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) pada Kondisi Salinitas TinggiPadi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan utama di Indonesia, namun penurunan
luas lahan sawah mengancam ketahanan pangan. Lahan salin memiliki potensi untuk
dibudidayakan meskipun kadar garam tinggi menjadi kendala. Pemanfaatan PGPR menjadi solusi
potensial dalam meningkatkan produktivitas padi di lahan salin. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui peran BPN dan BPF serta mendapatkan jenis isolat tunggal dan konsorsium bakteri
yang terbaik dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman padi pada kondisi salinitas
tinggi. Penelitian disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari 8
perlakuan dan 4 ulangan menggunakan padi varietas Inpari Unsoed 79 Agritan yang
dibudidayakan dengan sistem hidroponik rakit apung dan tingkat salinitas 6,5 dSm-1. Perlakuan
yang dicobakan, yaitu kontrol, inokulasi isolat Jn3, Jn1, KF, Jn3 + Jn1, Jn3 + KF, Jn1 + KF, dan
Jn3 + Jn1 + KF. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inokulasi isolat halotoleran PGPR mampu
meningkatkan tinggi tanaman, panjang akar total, luas daun, kerapatan stomata, biomassa akar,
biomassa batang, biomassa daun, biomassa total, kadar ANR, jumlah anakan produktif, jumlah
gabah per malai, bobot 1000 biji, dan bobot gabah per rumpun tanaman padi serta menurunkan
persentase gabah hampa. Inokulasi isolat Jn3 menunjukkan hasil terbaik sebagai pengaruh isolat
tunggal, sedangkan inokulasi isolat Jn3 + Jn1 + KF menunjukkan hasil terbaik sebagai
konsorsium halotoleran PGPR.
Paddy (Oryza sativa L.) is the main staple crop in Indonesia, but the reduction in paddy
field area poses a threat to food security. Saline soil has potential to be cultivated, even though
the challenge of high salt content. The usage of PGPR is a potential solution to increase paddy
productivity in saline soil. This study aimed to determine the role of NFB and PSB and to obtain
the best types of single isolate and bacterial consortia in increasing paddy growth and yield under
high salinity. The study was arranged using a Randomized Complete Block Design (RCBD)
consisting of 8 treatments with 4 replications using paddy variety Inpari Unsoed 79 Agritan
grown in floating raft hydroponic system under salinity stress of 6.5 dSm⁻¹. The treatments
included control, inoculation with Jn3, Jn1, and KF isolate, Jn3 + Jn1 isolate, Jn3 + KF isolate,
Jn1 + KF isolate, and Jn3 + Jn1 + KF isolate. The results showed that inoculation of halotolerant
PGPR isolates increased plant height, total root length, leaf area, stomatal density, root biomass,
stem biomass, leaf biomass, total biomass, nitrate reductase activity content, number of
productive tillers, number of grains per panicle, 1000-grain weight, weight grains per clump of
paddy, and reduced the percentage of unfilled grains. Inoculation of Jn3 isolates showed the best
results as the effect of single isolates, while inoculation of Jn3 + Jn1 + KF isolates showed the
best results as a PGPR halotolerant consortium.
4548848879E1A021058Tinjauan Yuridis Penentuan Terjadinya Wanprestasi Pada Perjanjian Utang Piutang Dengan Ketetapan Waktu (Studi Putusan Nomor: 14/Pdt.G.S/2024/Pn.Pal)Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kasus wanprestasi dalam perjanjian utang piutang, termasuk melalui platform digital maupun konvensional. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hakim dalam menetapkan unsur wanprestasi dan menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam menentukan ganti rugi dalam Putusan Nomor: 14/Pdt.G.S/2024/PN Pal antara Lel. Hi Lamondang sebagai Penggugat melawan Hi Zain Umar sebagai Tergugat I serta Per. Hj. Nurhana sebagai Tergugat II. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus, dan pendekatan konseptual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hakim menyatakan Para Tergugat telah melakukan wanprestasi dengan mempertimbangkan bahwa Para Tergugat telah memenuhi syarat wanprestasi. Hakim kurang tepat mengkualifikasikan bentuk wanprestasi sebagai syarat wanprestasi sebab sifatnya menjadi kumulatif. Para Tergugat dalam perkara a quo terlambat berprestasi sebab tidak membayar uang sebesar Rp. 50.000.000,- (lima puluh juta rupiah) melewati ketetapan waktu termin dalam somasi. Disisi lain, Hakim mempertimbangkan nilai keuntungan yang dapat diperoleh Penggugat sebagai kerugian immateriil. Pertimbangan hukum hakim ini juga kurang tepat sebab kerugian immateriil tersebut seharusnya dipertimbangkan sebagai kerugian materiil berupa bunga.This research is motivated by the increasing number of default cases in debt and credit agreements, including through digital and conventional platforms. This study aims to analyze the judge's consideration in determining the elements of default and analyze the judge's legal considerations in determining compensation in Decision Number: 14/Pdt.G.S/2024/PN Pal between Lel. Hi Lamondang as Plaintiff against Hi Zain Umar as Defendant I and Per. Hj Nurhana as Defendant II. This research uses normative juridical method with statute approach, case approach, and conceptual approach. The results showed that the judge stated that the Defendants had made a default by considering that the Defendants had fulfilled the conditions of default. The judge was incorrect in qualifying the form of default as a condition of default because its nature became cumulative. The Defendants in the case a quo were late in their performance because they did not pay the amount of Rp. 50,000,000,- (fifty million rupiah) past the due date in the summons. On the other hand, the Judge considered the value of the benefits that could be obtained by the Plaintiff as immaterial losses. The judge's legal consideration was also incorrect because the immaterial loss should have been considered as material loss in the form of interest.
4548949542K1C021074Perhitungan Rugi Eksergi Triwulan Akhir Tahun 2024 Pada Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi Unit X PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang.Dalam proses produksinya, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) mengeluarkan eksergi yang akan berdampak pada sistem. Penelitian ini memperhitungkan dan menganalisis eksergi loss dan termoekonomi dari setiap komponen Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi PT Pertamina Geothermal Energy Area Kamojang. Dengan adanya analisis dan mengetahui kerugian nya dapat memperkecil eksergi untuk hasil produksi yang optimal kedepannya. Komponen yang diperhitungkan dan dianalisis meliputi scrubber, turbin, kondenser, dan cooling tower. Dengan data per komponen diambil pada triwulan akhir tahun 2024 setiap jam 12 siang. Pada triwulan akhir tahun 2024, Komponen yang memiliki eksergi loss terendah yaitu komponen kondenser. Sedangkan komponen dengan eksergi loss tertinggi ialah komponen cooling tower. Komponen kondenser memiliki rata-rata kerugian eksergi sebesar Rp438.534,01 – Rp584.401,15 dengan eksergi loss sebesar 445,80 kW – 587,59 kW dan efisiensi eksergi nya stagnant pada 98%. Sedangkan komponen cooling tower memiliki rata-rata kerugian eksergi sebesar Rp10.283.507,22 –
Rp10.420.840,35 dengan eksergi loss sebesar 10307,27 kW – 10781,90 kW dan efisiensi eksergi nya 57% – 60%. Selain memperhitungkan efisiensi eksergi, adapun efisiensi komponen, Hasil perhitungan efisiensi turbin berada pada angka 84%. Dengan hasil eksergi loss, termoekonomi, dan meninjau efisiensi turbin, dapat dikatakan bahwa plant berada pada kondisi baik.
In its production process, the Geothermal Power Plant (PLTP) emits exergy that impacts the system. This study considers and analyzes the exergy loss and thermoeconomics of each component of the Geothermal Power Plant at PT Pertamina Geothermal Energy, Kamojang Area. Through analysis and understanding of these losses, exergy can be minimized for optimal future production results. The components analyzed include the scrubber, turbine,
condenser, and cooling tower, with data collected from each component at 12 PM during the last quarter of 2024. During this period, the component with the lowest exergy loss was the condenser, while the component with the highest exergy loss was the cooling tower. The condenser had an average exergy loss of Rp438,534.01 – Rp584,401.15, with an exergy loss of 445.80 kW – 587.59 kW and a stagnant exergy efficiency of 98%. Meanwhile, the cooling tower had an average exergy loss of Rp10,283,507.22 – Rp10,420,840.35, with an exergy loss of 10,307.27 kW – 10,781.90 kW and an exergy efficiency of 57% – 60%. In addition to considering exergy efficiency, component efficiency was also analyzed. The calculated turbine efficiency stood at 84%. Based on the exergy loss results, thermoeconomic analysis, and turbine efficiency evaluation, it can be concluded that the plant is in good condition.
4549048844G1A021088PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava) TERHADAP SKOR EGTI GINJAL PADA TIKUS WISTAR YANG DIINDUKSI DIET TINGGI LEMAKLatar Belakang – Hiperkolesterolemia adalah suatu kelainan metabolik yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol darah melebihi >200mg/dL. Kondisi ini menjadi salah satu penyebab penyakit jantung koroner dan sindrom metabolik. Penggunaan statin sebagai terapi lini pertama memiliki efek samping seperti nyeri abdominal, konstipasi, asteria, nyeri kepala., sehingga diperlukan alternatif dari bahan alam. Daun jambu biji (Psidium guajava) diketahui memiliki kandungan flavonoid, tanin, saponin, dan antioksidan yang berpotensi memberikan efek positif terhadap hiperkolesterolemia, namun penelitian mengenai pengaruh langsungnya terhadap gambaran histopatologi ginjal masih terbatas.
Tujuan – Untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap gambaran histopatologis ginjal pada tikus Wistar yang diinduksi diet tinggi lemak.
Metode Penelitian – Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan posttest only control design. Penelitian dilakukan pada 28 tikus yang terbagi menjadi kelompok 1 (kontrol sehat), kelompok 2 (kontrol sakit), kelompok 3 (pakan tinggi lemak kemudian ekstrak), kelompok 4 (ekstrak kemudian pakan tinggi lemak). Gambaran histopatologi diukur menggunakan aplikasi LAS-EZ, diskoring dengan skoring EGTI, dan dianalisis dengan one way ANOVA dilanjutkan dengan uji post hoc LSD.
Hasil - Hasil analisis uji Kruskal Wallis menunjukkan nilai p< 0,001 (p<0,05) yang menandakan hasil signfikan. Analisis dilanjut dengan uji post hoc LSD. Hasil signifikan didapat antara kelompok 1 dan 2; kelompok 1 dan 3; kelompok 1 dan 4; kelompok 2 dan 3; serta kelompok 2 dan 4 dengan nilai p<0,001 (p<0,05).
Kesimpulan – Terdapat pengaruh pemberian ekstrak daun jambu biji terhadap gambaran histopatologis ginjal pada tikus Wistar yang diinduksi diet tinggi lemak.
Background - Hypercholesterolemia is a metabolic disorder characterized by elevated blood cholesterol levels exceeding >200 mg/dL. This condition is one of the leading causes of coronary heart disease and metabolic syndrome. The use of statins as first-line therapy has side effects such as abdominal pain, constipation, and headaches, so alternatives from natural sources are needed. Guava leaves (Psidium guajava) are known to contain flavonoids, tannins, saponins, and antioxidants that may have positive effects on hypercholesterolemia; however, research on their direct impact on renal histopathology remains limited.
Objective: To determine the effect of guava leaf extract administration on the histopathological appearance of the kidneys in Wistar rats induced by a high-fat diet.
Methods: This study is a laboratory experimental study using a posttest- only control design. The study was conducted on 28 rats divided into group 1 (healthy control), group 2 (sick control), group 3 (high-fat diet followed by extract), and group 4 (extract followed by high-fat diet). Histopathological appearance was measured using the LAS-EZ application, scored using EGTI scoring, and analyzed using one-way ANOVA followed by LSD post hoc tests.
Results: The results of the Kruskal Wallis test analysis showed a value of p <0.01 (p < 0.05) which indicates a significant result. Analysis continued with LSD post hoc test. Significant results were obtained between groups 1 and 2; groups 1 and 3; groups 1 and 4; groups 2 and 3; and groups 2 and 4 with a value of p < 0.01(p < 0.05).
Conclusion: There is an effect of guava leaf extract administration on the histopathological appearance of the kidneys in Wistar rats induced by a high-fat diet.
4549148845J0A021049Producing Bilingual Digital Leaflet for Promotional Media in Mas Kemambang Floating ParkPelatihan kerja selama tiga bulan dilakukan di Taman Apung Mas Kemambang mulai dari tanggal 15 Agustus 2024 hingga 15 November 2024. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk membuat bilingual leaflet digital untuk media promosi di Taman Apung Mas Kemambang. Leaflet ini dibuat dalam dua bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris, guna memberikan informasi kepada pengunjung lokal maupun mancanegara. Isi dari leaflet mencakup informasi penting seperti harga tiket, rute perjalanan, fasilitas yang tersedia, serta aktivitas yang dapat dilakukan pengunjung.
Pelatihan kerja dilaksanakan dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi bertujuan untuk mengidentifikasi potensi wisata seperti atraksi alam dan fasilitas yang tersedia di Taman Apung Mas Kemambang. Wawancara dengan pihak manajemen memberikan informasi pendukung, sedangkan dokumentasi berupa pengambilan foto sebagai bahan visual untuk leaflet.
Leaflet digital ini dibuat melalui tiga tahap: pra-produksi, produksi, dan pasca-produksi. Pra-produksi meliputi konsultasi, pengembangan ide, penjadwalan, penulisan naskah, dan fotografi. Pada tahap produksi, konsep desain, skema warna, dan gambar dipilih, dan konten disusun agar jelas dan ringkas. Pasca-produksi difokuskan pada revisi tata letak dan visual untuk kejelasan dan daya tarik yang lebih baik. Leaflet akhir didistribusikan melalui kode QR yang ditempatkan di pintu masuk atau loket tiket.
Selama pelaksanaan magang, tantangan yang dihadapi seperti cuaca yang tidak menentu saat pengambilan dokumentasi, penyesuaian tata letak desain, serta penyusunan konten dalam dua bahasa yang tetap jelas dan komunikatif. Solusi yang dilakukan antara lain pengambilan ulang gambar, sesi konsultasi rutin bersama dosen pembimbing dan pihak pengelola, serta penyuntingan ulang untuk meningkatkan keterbacaan. Kegiatan praktik kerja lapangan ini menunjukkan bahwa Taman Apung Mas Kemambang masih membutuhkan media informasi digital yang terstruktur dan menarik, terutama dalam format dwibahasa. Leaflet digital yang dihasilkan diharapkan dapat meningkatkan pengalaman pengunjung serta mendukung promosi wisata yang lebih luas.
A three-month job training was undertaken at Mas Kemambang Floating Park from 15 August to 15 November 2024. The main objective of the internship was to produce a bilingual digital leaflet for promotional media in Mas Kemambang Floating Park. The leaflet was developed in two languages, Indonesian and English, to serve both domestic and international visitors. It contained essential information such as ticket prices, travel routes, available facilities, and visitor activities.
The job training was implemented using observation, interview, and documentation methods. Observation aimed to identify tourism potential such as natural attractions and available facilities at Mas Kemambang Floating Park. Interviews with management provided supporting information, while documentation involved taking photos as visual material for the leaflet.
The digital leaflet was created through three stages: pre-production, production, and post-production. Pre-production involved consultation, idea development, scheduling, script writing, and photography. In the production stage, the design concept, color scheme, and images were selected, and the content was structured to be clear and concise. Post-production focused on revising the layout and visuals for better clarity and appeal. The final leaflet was distributed via QR codes placed at entrances and ticket counters.
Throughout the job training, challenges such as inconsistent weather during photo-taking, layout adjustments, and bilingual language clarity were faced. The solutions are conducting retakes, organizing regular feedback sessions with academic advisors and park staff, and revising content for better readability. This job training project revealed that Mas Kemambang lacked structured and visually appealing digital information, especially in bilingual format. The resulting digital leaflet is expected to improve visitor experience and enhance tourism promotion for broader audiences.
4549248846K1C018041PENGARUH PENAMBAHAN MATERIAL GRAFENA SEBAGAI BAHAN PELAPIS PEMBUATAN ELEKTRODA PADA ALAT UKUR TDS MENGGUNAKAN METODE KONDUKTIVITAS LISTRIKDalam mengukur kualitas air bersih, terdapat banyak parameter yang digunakan untuk menentukan apakah air tersebut layak untuk dikonsumsi atau tidak. Salah satu parameter yang digunakan yang digunakan adalah parameter TDS (Total Dissolved Solids). Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan hukum fisika yaitu konduktivitas listrik dalam membuat alat ukur TDS. Penelitian ini menggunakan sensor konduktivitas listrik dan sensor suhu DS18B20 sebagai bagian dari sistem alat ukur TDS. Penelitian ini juga menggunakan dua bahan jenis elektroda sebagai probe sensor konduktivitas listrik yaitu perak dan perak berlapis grafena, Arduino Uno digunakan sebagai mikrokontroller utama. Pengujian dilakukan untuk setiap jenis elektroda. Hasil menunjukkan untuk probe sensor jenis perak, alat ukur TDS memiliki nilai ralat sebesar 15,54%, akurasi 84,46%, standar deviasi 144,93, presisi 39,38%, RSME 167,1 ppm, ketidakpastian ± 51,24 ppm, jangkauan 300 – 830,19 ppm dan threshold didapatkan nilai 62,45 ppm. Kemudian TDS pada probe elektroda jenis perak berlapis grafena menunjukkan nilai ralat sebesar 24,79%, akurasi 75,21%, standar deviasi 68,15, presisi 62,99%, RSME 138,49 ppm, ketidakpastian ± 24,09 ppm, jangkauan 650 - 850 ppm dan threshold didapatkan nilai 80,83 ppm.In measuring the quality of clean water, there are many parameters used to determine whether the water is suitable for consumption or not. One of the parameters used is the TDS (Total Dissolved Solids) parameter. This study aims to implement the laws of physics, namely electrical conductivity, in making a TDS measuring instrument. This study uses an electrical conductivity sensor and a DS18B20 temperature sensor as part of the TDS measuring instrument system. This study also uses two types of electrode materials as electrical conductivity sensor probes, namely silver and graphene-coated silver, Arduino Uno is used as the main microcontroller. Testing was carried out for each type of electrode. The results show that for the silver type sensor probe, the TDS measuring instrument has an error value of 15.54%, an accuracy of 84.46%, a standard deviation of 144.93, a precision of 39.38%, an RSME of 167.1 ppm, an uncertainty of ± 51.24 ppm, a range of 300 - 830.19 ppm and a threshold value of 62.45 ppm. Then the TDS on the graphene-coated silver electrode probe showed an error value of 24.79%, accuracy of 75.21%, standard deviation of 68.15, precision of 62.99%, RSME of 138.49 ppm, uncertainty of ± 24.09 ppm, range of 650 - 850 ppm and threshold value of 80.83 ppm.
4549348884K1B021033Teori Kredibilitas Penuh dengan Pendekatan Limited FluctuationPerhitungan premi asuransi memerlukan peran penting seorang aktuaris agar mendapatkan hasil premi yang akurat dan adil. Salah satu metode yang digunakan oleh seorang aktuaris adalah teori kredibilitas yang menggabungkan data individu dengan data kolektif untuk memperkirakan premi masa depan secara proporsional. Salah satu pendekatan dari teori kredibilitas adalah pendekatan limited fluctuation, yang bertujuan mengatasi keterbatasan data dan menghasilkan estimasi premi yang sama baiknya. Permasalahan utama yang dikaji adalah bagaimana menentukan jumlah klaim minimum agar suatu kelompok data dapat dianggap memiliki kredibilitas penuh, dan bagaimana pendekatan ini memungkinkan penggunaan data individu secara optimal. Metode yang digunakan adalah studi literatur dan analisis matematis terhadap rumus kredibilitas penuh berdasarkan batas fluktuasi yang diperbolehkan. Hipotesis yang dikemukakan adalah pendekatan limited fluctuation dapat memberikan hasil estimasi premi yang lebih tepat ketika kondisi kredibilitas penuh terpenuhi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah klaim minimum dapat dihitung menggunakan rumus tertentu yang mempertimbangkan batas fluktuasi, koefisien variasi, dan tingkat kepercayaan. Apabila jumlah klaim memenuhi batas tersebut, maka faktor kredibilitas menjadi satu dan premi dapat ditentukan sepenuhnya berdasarkan data individu. Kesimpulannya, pendekatan limited fluctuation efektif secara teoritis dalam menghasilkan premi kredibel pada kondisi data terbatas.Insurance premium calculations require the important role of an actuary in order to obtain accurate and fair premium results. One method used by actuaries is credibility theory, which combines individual data with collective data to estimate future premiums proportionally. One approach within credibility theory is the limited fluctuation approach, which aims to address data limitations and produce equally reliable premium estimates. The main issue examined is how to determine the minimum claim amount required for a data group to be considered fully credible, and how this approach enables optimal use of individual data. The methods used are literature review and mathematical analysis of the full credibility formula based on the allowed fluctuation limit. The hypothesis proposed is that the limited fluctuation approach can provide more accurate premium estimates when full credibility conditions are met. The research results show that the minimum number of claims can be calculated using a specific formula that considers the fluctuation limit, coefficient of variation, and confidence level. If the number of claims meets these limits, the credibility factor becomes one, and premiums can be determined entirely based on individual data. In conclusion, the limited fluctuation approach is theoretically effective in generating credible premiums under limited data conditions
4549448850H1E021014Optimization of Techno Park Service Development Strategy: Comparison
of Bandung and Solo
Penelitian ini membandingkan tingkat kepuasan pengunjung Bandung Techno Park (BTP) dan Solo Techno Park (STP) dengan menggunakan model CARTER, serta metode Customer Satisfaction Index (CSI) dan Importance Performance Analysis (IPA). Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kepuasan pelanggan terhadap layanan dan fasilitas yang disediakan, serta mengidentifikasi aspek-aspek yang perlu diperbaiki guna meningkatkan daya saing kedua techno park tersebut.

Hasil analisis menunjukkan bahwa BTP memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi dengan CSI sebesar 84%, dibandingkan dengan STP yang memperoleh skor 82%. Dimensi Compliance (85%) dan Tangible (84%) merupakan keunggulan utama BTP, sedangkan STP perlu meningkatkan aspek-aspek tersebut karena masing-masing hanya memperoleh skor 81%.

Analisis IPA menunjukkan bahwa prioritas utama perbaikan di BTP adalah pada dimensi Responsiveness dan Empathy, sementara STP perlu meningkatkan aspek Compliance dan Assurance.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar BTP meningkatkan sistem layanan yang lebih cepat, keterlibatan pengunjung, dan layanan yang lebih personal. Sedangkan STP perlu memperkuat standar layanan, kerja sama dengan tenant dan perguruan tinggi, serta mengevaluasi fasilitas fisik.

Kedua techno park juga disarankan untuk mengembangkan program inkubasi bisnis guna meningkatkan nilai tambah bagi tenant dan menarik lebih banyak pengunjung.
This study compares the level of visitor satisfaction of Bandung Techno Park
(BTP) and Solo Techno Park (STP) using the CARTER model with the Customer
Satisfaction Index (CSI) and Importance Performance Analysis (IPA) methods.
This study aims to measure customer satisfaction with the services and facilities
provided and identify aspects that need to be improved in order to increase the
competitiveness of both techno parks. The results of the analysis show that BTP
has a higher level of satisfaction with a CSI of 84%, compared to STP which scored
82%. The Compliance (85%) and Tangible (84%) dimensions are BTP's main
advantages, while STP needs to improve these aspects with scores of 81% each.
The IPA analysis shows that the main priority for improvement in BTP is the
Responsiveness and Empathy dimensions, while STP needs to improve the
Compliance and Assurance aspects. Based on the results of the study, it is
recommended that BTP improve its faster service system, visitor engagement, and
more personalized service. STP needs to strengthen service standards, cooperation
with tenants and universities, and evaluate physical facilities. Both techno parks
are also advised to develop business incubation programs to increase added value
for tenants and attract more visitors.
4549548847E1A021082IMPLEMENTASI SPLITSING DALAM PENANGANAN PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI UNTUK MEMPERKUAT ALAT BUKTI
(Studi di Kejaksaan Negeri Purwokerto)
Penanganan tindak pidana korupsi sering menghadapi kendala dalam pembuktian karena banyaknya pelaku dan kompleksitas alat bukti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi splitsing dalam penanganan perkara korupsi guna memperkuat alat bukti serta mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhinya. Metode yang digunakan adalah yuridis empiris dengan pendekatan deskriptif, berlokasi di Kejaksaan Negeri Purwokerto. Data diperoleh melalui wawancara dan studi kepustakaan, lalu dianalisis menggunakan teknik analisis konten dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi splitsing diawali dengan telaah dan gelar perkara internal untuk menilai urgensi pemisahan berkas. Splitsing memungkinkan salah satu pelaku menjadi saksi mahkota terhadap terdakwa lainnya sehingga memperkuat pembuktian di pengadilan. Faktor pendukung implementasi splitsing adalah dasar hukum yang jelas, penguasaan materi perkara oleh Jaksa, tidak adanya campur tangan politik atau pengaruh eksternal, dukungan dari kelompok penggiat anti korupsi, tidak ditemukan konflik antara mekanisme splitsing dan perlindungan hak terdakwa, serta tidak ada keberatan dari pihak terdakwa. Adapun faktor penghambat meliputi keterbatasan anggaran, jumlah Jaksa Penyidik yang terbatas, dan upaya para pelaku untuk saling melindungi serta menutupi fakta yang sebenarnya.The handling of corruption cases often faces obstacles in the process of evidence gathering due to the involvement of multiple perpetrators and the complexity of the evidence. This study aims to examine the implementation of splitsing in the handling of corruption cases to strengthen evidence and identify the influencing factors. The method used is empirical juridical with a descriptive approach, conducted at the Purwokerto District Attorney's Office. Data were obtained through interviews and literature study, then analyzed using content and comparative analysis techniques. The research findings show that the implementation of splitsing begins with a case review and internal case exposition to assess the urgency of separating case files. Splitsing enables one of the perpetrators to serve as a crown witness against other defendants, thereby strengthening the evidentiary process in court. Supporting factors in the implementation of splitsing include a clear legal basis, prosecutors’ mastery of corruption case materials, the absence of political interference or external influence, support from anti-corruption activists, no conflict between the splitsing mechanism and the protection of defendants’ rights, and no objections from the defendants. Inhibiting factors include budget limitations, a limited number of investigative prosecutors, and efforts by perpetrators to protect one another and conceal the actual facts.
4549648848A1D021017Formula Cair Bakteri Endofit Bacillus subtilis NPSB3 untuk Pengendalian Hawar Daun Bakteri dan Peningkatan Pertumbuhan PadiUpaya peningkatan produksi padi selalu mengalami kendala salah satunya meningkatnya serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) yang disebabkan oleh penyakit hawar daun bakteri. Penggunaan bakteri endofit sebagai agens hayati menjadi pendekatan yang ramah lingkungan dalam pengendalian penyakit hawar daun bakteri dan berperan sebagai Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria (PGPE) dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas formula cair bakteri endofit B. subtilis NPSB3 sebagai pengendali hawar daun bakteri padi dan mengevaluasi perlakuan formula cair bakteri endofit B. subtilis NPSB3 terbaik dalam pertumbuhan padi. Bahan yang digunakan adalah tanaman padi, air kelapa, kentang, terasi, isolat B. subtilis NPSB3, dan isolat Xoo. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode eksperimental dengan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Perlindungan Tanaman, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman dan di Screenhouse Desa Tambaksari Kidul Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Penelitian dilakukan untuk menguji formula cair bakteri endofit B. subtilis NPSB3 dengan cara perendaman dan penyemprotan terhadap komponen patosistem dan pertumbuhan padi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan bakteri endofit B. subtilis NPSB3 dalam formula cair menunjukkan efektivitas pengendalian penyakit hawar daun bakteri sebesar 51,70% yang tergolong cukup mampu dan setara dengan efektivitas pengendalian bakterisida. Perlakuan formula cair bakteri endofit B. subtilis NPSB3 tidak memberikan hasil terbaik terhadap pertumbuhan padi.Efforts to increase rice production always face obstacles, one of which is the increasing attack of plant-disturbing organisms (OPT) caused by bacterial leaf blight disease. The use of endophytic bacteria as a biological agent has become an environmentally friendly approach in controlling bacterial leaf blight disease and serves as Plant Growth Promoting Endophytic Bacteria (PGPE) in enhancing plant growth. This study aims to determine the effectiveness of the liquid formulation of the endophytic bacterium B. subtilis NPSB3 as a controller of bacterial leaf blight in rice and to evaluate the best treatment of the liquid formulation of the endophytic bacterium B. subtilis NPSB3 on rice growth. The materials used are rice plants, coconut water, potatoes, shrimp paste, B. subtilis NPSB3 isolate, and Xoo isolate. The research was conducted using an experimental method with a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 4 replications. This research was conducted at the Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University, and in the Screenhouse of Tambaksari Kidul Village, Kembaran District, Banyumas Regency. The research was conducted to test the liquid formula of the endophytic bacterium B. subtilis NPSB3 through soaking and spraying methods on the components of the pathosystem and rice growth. The research results show that the treatment of the endophytic bacterium B. subtilis NPSB3 in a liquid formula demonstrates an effectiveness of 51.70% in controlling bacterial leaf blight, which is classified as quite capable and equivalent to the effectiveness of a bactericide. The treatment with the liquid formula of the endophytic bacterium B. subtilis NPSB3 did not yield the best results for rice growth.
4549748849A1D021016POTENSI FORMULA CAIR BAKTERI ENDOFIT Bacillus subtilis NPSB3 DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN PADI CIHERANGPotensi formula cair bakteri endofit Bacillus subtilis NPSB3 dalam meningkatkan pertumbuhan padi Ciherang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi bakteri endofit B. subtilis NPSB3 sebagai penghasil komponen pertumbuhan padi dan mengevaluasi perlakuan formula cair bakteri endofit B. subtilis NPSB3 terbaik untuk meningkatkan pertumbuhan padi. Percobaan dilakukan di rumah kaca menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Variabel yang diamati antara lain persentase perkecambahan, vigor benih, tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, bobot kering akar, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, kandungan klorofil a dan b, kandungan klorofil total, dan laju pertumbuhan relatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bakteri endofit B. subtilis NPSB3 menghasilkan IAA, siderofor tipe hidroksamat, protease, dan pelarut fosfat. Aplikasi formula cair bakteri endofit B. subtilis NPSB3 tidak berpengaruh nyata pada pertumbuhan padi.The liquid formulation of the endophytic bacteria Bacillus subtilis NPSB3 has the potential to enhance the growth of Ciherang rice. This study aims to evaluate the potential of B. subtilis NPSB3 as a producer of rice growth-promoting components and to identify the most effective treatment of its liquid formulation for enhancing rice growth. The experiment was conducted in a greenhouse using a Completely Randomized Design (CRD). The observed variables included germination percentage, seed vigor, plant height, number of leaves, leaf area, root volume, root dry weight, fresh plant weight, plant dry weight, chlorophyll a and b content, total chlorophyll content, and relative growth rate. The results showed that the endophytic bacterium B. subtilis NPSB3 produces indole-3-acetic acid (IAA), phosphate-solubilizing compounds, protease, and hydroxamate-type siderophores. Application of liquid formula of endophytic bacteria B. subtilis NPSB3 had no significant effect on rice growth.
4549848851J1B018043Nilai Sosial dan Nilai Moral dalam Novel Geez & Ann #1 Karya Rintik SeduPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik yang meliputi tokoh dan penokohan, latar (setting), dan amanat serta untuk mengungkap bentuk nilai sosial dan nilai moral dalam novel Geez & Ann #1 karya Rintik Sedu. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan strukturalisme dengan metode deskriptif kualitatif. Data primer berasal dari novel Geez & Ann #1, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku teori sastra dan sumber ilmiah lainnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama dalam novel memiliki karakter yang kuat dan berkembang, latar cerita mendukung penggambaran konflik dan suasana, serta amanat yang disampaikan berkaitan erat dengan nilai kehidupan. Nilai sosial yang ditemukan antara lain kasih sayang, tanggung jawab, dan keharmonisan hidup, sedangkan nilai moral mencakup hubungan manusia dengan diri sendiri, hubungan manusia dengan manusia lain dalam lingkup sosial, dan hubungan manusia dengan Tuhannya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa novel Geez & Ann #1 tidak hanya menyajikan kisah percintaan remaja, tetapi juga sarat akan pesan moral dan sosial yang relevan dengan kehidupan masyarakat modern, khususnya generasi muda.This research aims to describe the intrinsic elements found in the novel Geez & Ann #1 by Rintik Sedu, including characters and characterization, setting, and the message or moral of the story. Besides that, this study also explores the forms of social and moral values shown in the novel. The approach used is structuralism, with a descriptive qualitative method. The primary data was taken from the novel itself, while the secondary data came from books on literary theory and other related references. The result of the research shows that the main characters have strong and developing personalities, the setting supports the conflict and the atmosphere in the story, and the message gives meaningful life values. The social values found in the novel include affection, responsibility, and living in harmony, while the moral values include the relationship of a person with themselves, with other people in social life, and with God. In conclusion, the novel Geez & Ann #1 is not only about teenage romance, but also contains many meaningful messages about life, which are relevant for modern readers, especially young people.
4549948854F2C023013Audit Komunikasi Pelayanan Publik Pada Layanan
Dinas Sosial PPPA Kabupaten Banjarnegara
Abstrak
Penelitian berjudul “Audit Komunikasi Pelayanan Publik pada Layanan Dinas Sosial PPPA Kabupaten Banjarnegara” bertujuan untuk mengevaluasi kualitas komunikasi dalam pelayanan publik melalui audit komunikasi, dengan fokus pada perilaku dan kompetensi petugas. Latar belakang penelitian ini adalah penurunan nilai Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tahun 2023 dibandingkan tahun 2022, khususnya pada dimensi perilaku dan kompetensi pelaksana layanan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus eksplanatori. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dokumentasi, angket pendukung, dan Focus Group Discussion (FGD), dengan informan utama dari masyarakat/perangkat desa sebagai pengguna layanan dan pegawai dinas sebagai pelaksana. Hasil audit menunjukkan bahwa perilaku petugas dinilai cukup positif dan sesuai harapan masyarakat, ditandai dengan sikap ramah, adil, profesional, serta kemampuan membangun komunikasi dua arah. Kompetensi petugas juga dinilai baik karena mereka memahami kebijakan, memiliki keterampilan teknis dan komunikasi, serta mampu bekerja lintas unit. Pelatihan dan evaluasi internal turut memperkuat profesionalisme. Namun, beberapa masyarakat mengeluhkan kurangnya kesiapan petugas dalam menghadapi situasi tak terduga. Teori komunikasi interpersonal digunakan untuk menekankan pentingnya komunikasi empatik dan terbuka dalam membangun kepercayaan. Rekomendasi mencakup penguatan umpan balik, pelatihan komunikasi berkelanjutan, audit rutin, serta optimalisasi media sosial.
Kata kunci: Komunikasi, Audit Komunikasi, Pelayanan Publik, Perilaku, Kompetensi
Abstract
The study entitled "Public Service Communication Audit at the PPPA Social Service of Banjarnegara Regency" aims to evaluate the quality of communication in public services through a communication audit, focusing on the behavior and competence of officers. The background of this study is the decline in the value of the Community Satisfaction Index (IKM) in 2023 compared to 2022, especially in the dimensions of behavior and competence of service implementers. The study uses a qualitative approach with an explanatory case study method. Data were collected through semi-structured interviews, observations, documentation, supporting questionnaires, and Focus Group Discussions (FGD), with key informants from the community/village apparatus as service users and service employees as implementers. The audit results showed that the behavior of officers was considered quite positive and in accordance with community expectations, characterized by a friendly, fair, professional attitude, and the ability to build two-way communication. Officer competence was also considered good because they understood policies, had technical and communication skills, and were able to work across units. Internal training and evaluations also strengthened professionalism. However, some people complained about the lack of readiness of officers to deal with unexpected situations. Interpersonal communication theory is used to emphasize the importance of empathetic and open communication in building trust. Recommendations include strengthening feedback, ongoing communication training, regular audits, and optimizing social media.
Keywords: Communication, Communication Audit, Public Service, Behavior, Competence
4550048855G1A021130HUBUNGAN FREKUENSI DAN INTENSITAS KEJADIAN MORAL DISTRESS YANG DIALAMI OLEH MAHASISWA PROFESI DOKTER DI FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMANMahasiswa kedokteran tingkat profesi berisiko mengalami moral distress akibat situasi di tempat pembelajaran pendidikan profesi yang mereka hadapi bertentangan dengan nilai moral pribadi, tetapi para mahasiswa tidak dapat menindaklanjuti dikarenakan keterbatasan peran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara frekuensi dan intensitas kejadian moral distress pada mahasiswa profesi dokter di Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan potong lintang dan pengambilan data dilakukan secara daring melalui kuesioner Moral Distress Scale. Teknik total sampling digunakan dengan jumlah responden sebanyak 50 mahasiswa. Data dianalisis menggunakan uji normalitas, uji linearitas, dan korelasi Pearson. Hasil menunjukkan adanya hubungan linier positif rendah antara frekuensi dan intensitas moral distress (r = 0.362; p = 0.002). Kejadian moral distress yang paling sering dialami ialah kurangnya rasa hormat akibat budaya hierarki dan pasien datang dengan kondisi lanjut akibat terbatasnya akses. Penelitian ini menyimpulkan bahwa frekuensi kejadian moral distress berkontribusi terhadap intensitas moral distress yang dirasakan oleh mahasiswa kedokteran tingkat profesi. Hal ini menunjukkan bahwa pihak institusi harus memberikan perhatian pada permasalahan etik yang dialami mahasiswa profesi dokter selama pendidikan klinik.
Medical students who are in their clinical years (clerkship) are experiencing moral distress due to their involvement in situations that conflict with their personal moral values but cannot be acted upon because of limited roles they carry. This study is aimed to determine the relationship between the frequency and intensity of moral distress among medical students during their clerkship at the Faculty of Medicine, Univeristas Jenderal Soedirman. This study used a quantitative method with a cross-sectional design, in which data were collected online using the Moral Distress Scale questionnaire. A total sampling technique was applied, involving 50 students. Data were analyzed using normality test, linearity test, and Pearson correlation. The results show a low positive linear relationship between frequency and intensity of moral distress (r = 0.362; p = 0.002). The most commonly reported sources of distress included a lack of respect due to hierarchical culture dan patiens arriving in advanced conditions due to limited access to care. The study concludes that the frequency of distressing events has a major contribution to the intensity of moral distress experienced by medical students, highlighting the importance of institutional support for the various ethical problem students encounter during clinical training.