Home
Login.
Artikelilmiahs
48928
Update
TIKA RODHIYATUL KHASANAH
NIM
Judul Artikel
Strategi Pengembangan Usahatani Markisa ungu Studi Kasus: Desa Kutaliman Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Usahatani markisa di Desa Kutaliman, Kecamatan Kedungbanteng, Kabupaten Banyumas didominasi oleh petani berusia lanjut dengan pengalaman terbatas, yaitu sekitar dua tahun dalam budidaya markisa. Budidaya dilakukan secara sederhana di pekarangan rumah dengan memanfaatkan lahan yang ada. Untuk mendukung keberlanjutan, petani menjalin kemitraan dengan P4S Sida Mukti guna mendorong pengembangan desa sebagai sentra markisa di wilayah Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan strategi pengembangan usahatani markisa yang dapat meningkatkan produksi, memperluas pasar, dan memberdayakan petani secara berkelanjutan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pendekatan analisis SWOT untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi usahatani. Selanjutnya, digunakan metode QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) untuk menentukan strategi prioritas berdasarkan bobot dan skor yang paling efektif. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap petani yang tergabung dalam kemitraan, dengan tujuan memberikan dasar pertimbangan strategis bagi pengembangan sektor pertanian lokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang paling efektif adalah perluasan lahan budidaya untuk meningkatkan produksi secara berkelanjutan agar mampu memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan budidaya markisa diperlukan untuk memperkuat Desa Kutaliman sebagai sentra markisa sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Passion fruit farming in Kutaliman Village, Kedungbanteng Sub-district, Banyumas Regency is dominated by elderly farmers with approximately two years of farming experience. Cultivation is conducted in home yards by utilizing available land. To support sustainability, farmers have established partnerships with P4S Sida Mukti to promote the development of the village as a passion fruit production center in Banyumas. This study aims to formulate development strategies to improve production, expand market reach, and empower farmers in a sustainable manner The research employed a descriptive quantitative method using SWOT analysis to identify strengths, weaknesses, opportunities, and threats influencing the farming activities. Subsequently, the QSPM (Quantitative Strategic Planning Matrix) method was used to determine the most effective priority strategies based on weighted scores. Data were collected through interviews, observations, and documentation involving farmers engaged in the partnership, with the aim of providing a strategic basis for the development of the local agricultural sector. The findings indicate that the most effective development strategy is to expand cultivation land to support sustainable production and meet market demand. Additionally, improving human resource capacity through passion fruit cultivation training is essential to strengthen Kutaliman Village as a passion fruit center and to support sustainable local economic development.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save