Home
Login.
Artikelilmiahs
48953
Update
MOHAMMAD ARFA DIAR ANAQI
NIM
Judul Artikel
PENGARUH KUALITAS AKUNTANSI DAN ADOPSI IFRS TERHADAP INDEKS PERSEPSI KORUPSI DI NEGARA ASEAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas akuntansi dan adopsi IFRS terhadap Indeks Persepsi Korupsi di negara-negara ASEAN. Korupsi merupakan tantangan serius yang mengikis kepercayaan publik dan stabilitas ekonomi di kawasan ini, dengan kasus-kasus besar yang terjadi di Indonesia, Vietnam, dan Malaysia menunjukkan perlunya pengawasan keuangan dan transparansi akuntansi yang lebih ketat. Meskipun penelitian sebelumnya menunjukkan hasil yang beragam mengenai hubungan ini, teori agensi mengindikasikan bahwa kualitas akuntansi yang baik dan adopsi IFRS dapat mengurangi asimetri informasi dan konflik kepentingan, sehingga berpotensi menurunkan korupsi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data panel dari 10 negara ASEAN selama periode 2009-2019. Variabel independen adalah kualitas akuntansi dan adopsi IFRS, sedangkan variabel dependen adalah Korupsi. Data dianalisis menggunakan regresi linear data panel dengan uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier untuk menentukan model terbaik (Common Effect, Fixed Effect, atau Random Effect). Selain itu, dilakukan uji multikolinearitas untuk memastikan validitas model. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan bukti empiris mengenai peran kualitas akuntansi dan adopsi IFRS dalam upaya pemberantasan korupsi di negara-negara ASEAN. Temuan ini akan berkontribusi pada literatur akuntansi dan tata kelola, serta memberikan implikasi praktis bagi pembuat kebijakan dalam merumuskan strategi anti-korupsi yang lebih efektif melalui peningkatan transparansi dan akuntabilitas keuangan. Keterbatasan penelitian ini mungkin terletak pada ketersediaan data dan kompleksitas faktor-faktor yang mempengaruhi korupsi di setiap negara
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study aims to analyze the impact of accounting quality and IFRS adoption on the Corruption Perception Index in ASEAN countries. Corruption represents a serious challenge that erodes public trust and economic stability in this region, with major cases occurring in Indonesia, Vietnam, and Malaysia highlighting the need for stricter financial supervision and accounting transparency. Although previous research has shown mixed results regarding this relationship, agency theory suggests that good accounting quality and IFRS adoption can reduce information asymmetry and conflicts of interest, potentially decreasing corruption levels. This research employs a quantitative approach using panel data from 10 ASEAN countries over the period 2009-2019. The independent variables are accounting quality and IFRS adoption, while the dependent variable is corruption. Data analysis utilizes panel data linear regression with Chow, Hausman, and Lagrange Multiplier tests to determine the best model (Common Effect, Fixed Effect, or Random Effect). Additionally, multicollinearity tests are conducted to ensure model validity. The research findings are expected to provide empirical evidence regarding the role of accounting quality and IFRS adoption in anti-corruption efforts in ASEAN countries. These findings will contribute to accounting and governance literature while providing practical implications for policymakers in formulating more effective anti-corruption strategies through enhanced financial transparency and accountability. The limitations of this study may lie in data availability and the complexity of factors influencing corruption in each country.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save