| NIM | E1A021224 |
| Namamhs | AKBAR KURNIAWAN |
| Judul Artikel | PENJATUHAN SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU ANAK PADA TINDAK PIDANA PENGGUNAAN SENJATA TAJAM (Studi di Pengadilan Negeri Cilacap) |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Penjatuhan sanksi pidana kepada anak pelaku tindak pidana penggunaan senjata masih menekankan pada penjeraan dan pembalasan terhadap anak, hal ini dikarenakan, Hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana kepada anak bertujuan untuk memberikan efek jera kepada anak agar anak tidak mengulangi perbuatannya, hal ini tidak sesuai dengan Undang Undang No 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak yang bertujuan kepada keadilan restoratif dan rehabilitasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum hakim dalam menjatuhkan pidana penjara terhadap pelaku Anak dan mengetahui penjatuhan pidana terhadap pelaku Anak dalam tindak Pidana penggunaan senjata tajam sudah tepat. Lokasi penelitian yaitu di Pengadilan Negeri Cilacap. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian Deskriptif Kualitatif. Sumber data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa Hakim dalam penjatuhan sanksi pidana kepada Anak pada tindak pidana penggunaan senjata tajam berdasar pada fakta hukum, LITMAS, keterangan Orang Tua Anak dan apabila Hakim memberikan sanksi Pidana Penjara kepada Anak, Hakim mengharapkan agar Anak pelaku tindak pidana dapat jera. Penjatuhan pidana penjara kepada Anak pelaku Tindak Pidana Penggunaan Senjata Tajam tidak tepat, karena Hakim Pengadilan Negeri Cilacap masih berorientasi terhadap penjeraan, hal ini bertentangan dengan kehendak Undang Undang No 11 Tahun 2012 Tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The imposition of criminal sanctions on children who commit the crime of using weapons still emphasizes deterrence and retaliation against children, this is because, Judges in imposing criminal sanctions on children aim to provide a deterrent effect on children so that children do not repeat their actions, this is not in accordance with Law No. 11/2012 concerning the Child Criminal Justice System which aims at restorative justice and rehabilitation. This study aims to determine the legal considerations of judges in imposing imprisonment on juvenile offenders and to determine whether the imposition of punishment on juvenile offenders in the crime of using sharp weapons is appropriate. The research location is at the Cilacap District Court. This research uses an empirical juridical approach method with Qualitative Descriptive research specifications. The data sources used are primary data and secondary data. The results of the study concluded that the judge in imposing criminal sanctions on children in the crime of using sharp weapons is based on legal facts, LITMAS, testimony of the child's parents and if the judge imposes a prison sentence on the child, the judge hopes that the child perpetrator of the crime can be deterred. The imposition of imprisonment on children who commit the crime of using sharp weapons is not appropriate, because the Judges of the Cilacap District Court are still oriented towards deterrence, this is contrary to the will of Law No. 11/2012 concerning the Juvenile Criminal Justice System. |
| Kata kunci | Pelaku Anak, Tindak Pidana Penggunaan Senjata Tajam, Penjatuhan Sanksi Pidana |
| Pembimbing 1 | Dr. Setya Wahyudi, SH., M.H. |
| Pembimbing 2 | Dr. Dwi Hapsari Retnaningrum. S.H., M.H. |
| Pembimbing 3 | Dr. Budiyono, S.H.,M.Hum. |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 22 |
| Tgl. Entri | 2025-04-30 10:49:40.229526 |
|---|