| NIM | F1D021069 |
| Namamhs | ARYA SULTAN DWIASTANTO |
| Judul Artikel | Gay dan Wacana Politik Pengakuan di Indonesia Dalam Instagram |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Artikel ini bertujuan untuk menjelaskan wacana politik pengakuan yang dilakukan oleh kelompok gay di Indonesia dalam Instagram. Artikel ini dilandasi dengan metode kualitatif serta menggunakan pendekatan Critial Discourse Analysis (CDA) dalam bingkai perspektif pascastrukturalis dan paradigma dekonstruksionisme. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa diskriminasi dan penindasan yang dilakukan oleh kelompok heteroseksual terhadap kelompok homoseksual gay menjadikan minimnya partisipasi dan kebebasan dari kelompok identitas minoritas. Dari postingan yang berisikan bukti foto dan video yang ada pada postingan akun instagram dan kolom komentar oleh akun @arisdogonzalez, @aruspelangi, @acepgatesofficial, @its.celonn_ terlihat adanya wacana politik pengakuan akan identitas dari kelompok gay. Hal ini diungkapkan melalui dimensi wacana dan analisis wacana serta dialog yang merespon postingan tersebut. Dengan demikian, instagram sebagai media sosial dapat menjadi alat penyebaran bentuk diskriminasi yang dilakukan oleh kelompok heteroseksual, selain itu juga menjadi media untuk memahami bagaimana praktik wacana pengakuan tersebut memposisikan kepada kelompok gay dalam bentuk penindasan dan diskriminasi akan identitas diri seorang gay.
|
| Abtrak (Bhs. Inggris) | This article aims to analyze the discourse of recognition politics undertaken by gay groups in Indonesia on Instagram. The study employs a qualitative method and adopts a Critical Discourse Analysis (CDA) approach within the framework of poststructuralist perspectives and deconstructionist paradigms. The findings reveal that discrimination and oppression by heterosexual groups against homosexual gay individuals result in limited participation and restricted freedom for minority identity groups. Through posts containing photographic and video evidence, as well as comment sections on Instagram accounts such as @arisdogonzalez, @aruspelangi, @acepgatesofficial, and @its.celonn, the discourse of recognition politics regarding gay identity is evident. This is expressed through discourse dimensions, discourse analysis, and dialogues responding to these posts. Consequently, Instagram as a social media platform serves not only as a medium for the dissemination of discrimination by heterosexual groups but also as a means to understand how the practice of recognition discourse positions gay individuals within structures of oppression and discrimination against their identity.
|
| Kata kunci | Gender dan Politik, Kelompok Gay, Wacana Politik Pengakuan, Media Sosial. |
| Pembimbing 1 | Triana Ahdiati, M.Si |
| Pembimbing 2 | Bowo Sugiarto, S.IP., M.Si |
| Pembimbing 3 | Neneng Sobibatu Rohmah, S.Sos., M.IP |
| Tahun | 2025 |
| Jumlah Halaman | 29 |
| Tgl. Entri | 2025-02-10 15:48:58.507957 |
|---|