Artikel Ilmiah : B1A020090 a.n. LATANIYA FISSILMI

Kembali Update Delete

NIMB1A020090
NamamhsLATANIYA FISSILMI
Judul ArtikelUji Potensi Isolat Jamur Selulolitik Asal PDU Kamandaka dalam Menurunkan Bobot dan Kadar Selulosa Serasah Daun
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pusat Daur Ulang (PDU) Kamandaka merupakan salah satu PDU di Kabupaten Banyumas yang telah menerapkan pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos. Sampah organik yang terdapat di PDU Kamandaka terdegradasi menjadi pupuk kompos secara alami dengan melibatkan enzim yang dihasilkan oleh jamur. Salah satu jamur yang menghasilkan enzim pendegradasi sampah adalah jamur selulolitik. Jamur selulolitik menghasilkan enzim selulase yang mampu mendegradasi selulosa menjadi senyawa lebih sederhana. Serasah daun sebagai salah satu bagian dari sampah organik yang menumpuk di PDU Kamandaka sangat memungkinkan terdapat aktivitas jamur selulolitik di dalamnya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui genus isolat jamur asal PDU Kamandaka yang memiliki potensi selulolitik dan mengetahui kemampuan isolat jamur terbaik asal PDU Kamandaka dalam menurunkan bobot dan kadar selulosa serasah daun jati skala laboratorium. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu survei kualitatif dan eksperimental. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 isolat jamur selulolitik dari 8 isolat jamur yang diperoleh dari PDU Kamandaka berasal dari genera Curvularia dan Aspergillus. Isolat Aspergillus TK3 dan TK6 memiliki IS terbesar, yaitu 1,09 dan 1,2. Tetapi, kedua jamur tersebut tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan terhadap hasil penurunan bobot. Meskipun demikian, serasah daun yang diinokulasi suspensi spora Aspergillus TK6 mengalami penurunan bobot paling tinggi, yaitu sebesar 22,67% pada hari ke-15. Setelah diinkubasi 30 hari, serasah daun tersebut mencapai pH 7,84 dengan penurunan kadar selulosa hingga 21,55%.
Abtrak (Bhs. Inggris)Kamandaka Recycling Center is one of the recycling center in Banyumas Regency that has been implementing the processing of organic waste into compost. Organic wastes in Kamandaka Recycling Center are degraded into compost naturally by involving enzymes produced by fungi. One of the fungi that can produce waste degrading enzymes is cellulolytic fungi. Cellulolytic fungi produce cellulase enzyme that can degrade cellulose into simpler compounds. Leaf litter as a part of organic waste that piled up in Kamandaka Recycling Center is possible to have cellulolytic fungal activity in it. The purpose of this study is to determine the genus of fungal isolates from Kamandaka Recycling Center that have cellulolytic potential and determine the ability of the best fungal isolates from Kamandaka Recycling Center in decreasing weight and cellulose level in teak leaf litter. This research used qualitative survey and experimental method. The results showed there were 7 cellulolytic fungal isolates among 8 fungal isolates obtained from Kamandaka Recycling Center. The fungus were from genera Curvularia and Aspergillus. Aspergillus TK3 and TK6 have the largest cellulolytic index, it was 1,09 and 1,2. However, both fungi didn’t show a significant effect on the weight loss result. Nevertheless, leaf litter that inoculated with Aspergillus TK6 spore suspension have the highest weight loss, it was 22,67% on day 15. After 30 days of incubation, the leaf litter reached pH 7,84 with a decrease in cellulose level up to 21,55%.
Kata kuncijamur selulolitik; PDU Kamandaka; penurunan bobot; sampah organik; selulosa
Pembimbing 1Drs. Aris Mumpuni, M.Phil.
Pembimbing 2Arif Rahman Hikam, S.Pd., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2025-02-11 08:19:26.536461
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.