Artikel Ilmiah : B1J010098 a.n. ANGGITA TRI HAPSARI

Kembali Update Delete

NIMB1J010098
NamamhsANGGITA TRI HAPSARI
Judul ArtikelSTUDI KEANEKARAGAMAN DAN PEMANFAATAN TUMBUHAN SEBAGAI BAHAN OBAT TRADISIONAL DI KERATON NGAYOGYAKARTA HADININGRAT
Abstrak (Bhs. Indonesia)Keanekaragaman tumbuhan pada kehidupan masyarakat memiliki banyak manfaat yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu manfaat tumbuhan yang masih dimanfaatkan oleh masyarakat saat ini adalah manfaat tumbuhan sebagai obat. Penggunaan obat yang berasal dari tumbuhan atau pengobatan dengan cara tradisional atau alami lebih digemari, karena lebih murah dan sedikit efek samping dibanding dengan menggunakan obat-obat modern atau obat-obatan dari bahan kimia. Salah satu masyarakat yang masih memegang teguh adat istiadatnya adalah Masyarakat Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat yaitu memanfaatkan tumbuhan sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui keanekaragaman tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai obat tradisional di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan; (2) mengetahui cara pemanfaatan dan bagian tumbuhan yang dapat dimanfaatkan serta cara pengolahan tumbuhan sebagai bahan obat tradisional di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Penelitian menggunakan metode survei dengan teknik wawancara terstruktur dan semi-terstruktur, serta data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif.
Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 40 spesies yang termasuk dalam 31 genus dan 23 famili tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat. Bagian yang dimanfaatkan sebagai bahan obat tradisional adalah umbi, rimpang, batang, daun, bunga, buah, biji. Cara pemanfaatannya, yaitu: dicuci bersih, diparut, ditumbuk, disangrai/goreng, dihaluskan, dikupas, diiris, diremas, diperas, dikunyah, serta direbus, diseduh dengan air panas, atau dijemur dan dikeringkan, lalu diminum, ditempelkan, dimakan langsung atau dibuat makanan utama.
Abtrak (Bhs. Inggris)traditional is popular, because it is cheaper and has minimal side effects compared to the use of modern medicines or drugs from chemicals. One of the society who still adhere to that custom is public palace of Ngayogyakarta that utilize plants as traditional medicine. This research aimed to: (1) know the diversity of plants used as traditional medicine in Ngayogyakarta Palace and; (2) know how to use and parts of plant that can be used, as well as ways of processing plants as traditional medicine in the palace of Ngayogyakarta. The research method used survey method with a structured and semi-structured interview techniques, and the data were analyzed descriptively.
The results showed that there were 40 species including 31 genera and 23 families of plants that were used as traditional medicine in the palace of Ngayogyakarta. Part of plants which is used as traditional medicine were tubers, rhizomes, stems, leaves, flowers, fruits, seeds. The way of utilization were: washed, shredded, crushed, roasted / fried, mashed, peeled, sliced, crushed, squeezed, chewed, and boiled, brewed with hot water, squeezed, or dried and dried, and drunk, affixed , eaten directly or made for main meal.
Kata kunciKeanekaragaman, Tumbuhan Obat Tradisional, Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat.
Pembimbing 1Dra. Hexa Apriliana Hidayah, MS
Pembimbing 2Drs. Edy Purwono Hadi, MP
Pembimbing 3
Tahun2016
Jumlah Halaman80
Tgl. Entri2016-02-18 21:31:40.477057
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.