Home
Login.
Artikelilmiahs
47190
Update
ADINDA SYIFA RAMADHANI WIBISONO
NIM
Judul Artikel
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Kelengkapan Pengobatan TPT pada Tuberkulosis Laten Usia Dewasa di Kota Tangerang
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tuberkulosis (TB) laten merupakan fase dorman infeksi Mycobacterium tuberculosis (MTB) yang dapat berkembang menjadi TB aktif jika tidak ditangani. Pemberian Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT) menjadi strategi penting untuk mencegah aktivasi TB laten. Namun, tingkat kepatuhan pengobatan TPT di Indonesia, termasuk di Kota Tangerang, belum maksimal. Data menunjukkan kurang dari 50% penerima TPT di Kota Tangerang menyelesaikan pengobatan pada tahun 2022. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kelengkapan pengobatan TPT pada penderita TB laten usia dewasa di Kota Tangerang. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif dengan studi cross sectional yang dilakukan pada Februari-Maret 2024. Populasi penelitian adalah penerima TPT Januari-Mei 2023 di Kota Tangerang yang tercatat di Laporan TB.15 SITB, dengan sampel 94 orang. Instrumen penelitian berupa kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan univariat, bivariat (chi-square), dan multivariat (regresi logistik). Hasil analisis menunjukkan efek samping TPT adalah faktor yang paling memengaruhi kelengkapan pengobatan TPT pada ILTB (p-value: 0,023) (OR: 32,641). Variabel lain seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, pengetahuan, persepsi manfaat, persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi hambatan, dukungan keluarga, dukungan petugas kesehatan, dan akses fasilitas kesehatan tidak memengaruhi kelengkapan pengobatan (p-value: 0,05). Penderita TB laten yang tidak mengalami efek samping selama menjalani TPT lebih mungkin untuk menyelesaikan TPT dibandingkan penderita TB laten yang mengalami efek samping.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Latent Tuberculosis is a dormant phase of Mycobacterium tuberculosis (MTB) infection that can progress to active TB if untreated. Tuberculosis Preventive Therapy (TPT) is crucial for preventing latent TB activation and supporting global TB elimination. However, TPT adherence in Indonesia, including in Tangerang City, remains suboptimal, with data showing that less than 50% of TPT recipients in Tangerang completed their treatment in 2022. This study aims to analyze factors influencing TPT completion among adults with latent TB in Tangerang City. This research utilizes a cross-sectional design, conducted in Tangerang City from February to March 2024. The population includes TPT recipients in Tangerang City recorded in the TB.15 SITB from January to May 2023, with 94 participants. Data are collected using a validated and reliable questionnaire and analyzed using univariate, bivariate (chi-square), and multivariate (logistic regression). Results show that TPT side effects are the most significant factor affecting the completion of TPT in latent TB patients (p-value: 0.023) (OR: 32.641). Factors such as age, gender, education, employment status, income, knowledge, perceived benefits, perceived vulnerability, perceived severity, perceived barriers, family support, healthcare worker support, and access to healthcare facilities do not influence treatment completion (p-value > 0.05). Patients who do not experience side effects are more likely to complete their TPT compared to those who do.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save