Home
Login.
Artikelilmiahs
47208
Update
UMI HANI
NIM
Judul Artikel
REPRESENTASI KEKERASAN BERBASIS GENDER YANG DIALAMI PEREMPUAN DALAM 3 (TIGA) FILM INDONESIA
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini mengkaji tentang kekerasan berbasis gender terhadap perempuan dalam tiga film Indonesia: “Story of Kale:When Someone in Love (2020)”, “Penyalin Cahaya (2021)” dan “Yuni (2021)”. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan pendekatan konstruksionis Stuart Hall, penelitian ini menganalisis enam scene dan dialog yang merepresentasikan kekerasan terhadap perempuan. Analisis yang digunakan adalah analisis semiotik Ferdinand de Saussure berupa penanda dan petanda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat berbagai bentuk kekerasan berbasis gender yang direpresentasikan dalam film yaitu kekerasan fisik dan psikis dalam hubungan yang tidak sehat atau toxic relationship dalam film “Story of Kale:When Someone in Love (2020)”, pelecehan seksual dan victim blaming dilingkungan kampus dalam film “Penyalin Cahaya (2021)” serta tekanan budaya patriarki melalui tradisi pernikahan dini dan kekerasan ekonomi dalam film “Yuni (2021)”. Budaya patriarki dan relasi kekuasaan yang asimetris menjadi akar terjadinya kekerasan yang dialami perempuan. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi tentang kekerasan berbasis gender, pemberdayaan perempuan dan penguatan kebijakan perlindungan terhadap korban kekerasan seksual yang berkelanjutan khususnya di institusi pendidikan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This research examines gender-based violence against women in three Indonesian films: “Story of Kale: When Someone in Love (2020)”, “Penyalin Cahaya (2021)” and “Yuni (2021)”. Using qualitative research methods and Stuart Hall's constructionist approach, this research analyzes six scenes and dialogues that represent violence against women. The analysis used is Ferdinand de Saussure's semiotic analysis in the form of signifiers and signifieds. The research results show that there are various forms of gender-based violence represented in films, namely physical and psychological violence in unhealthy relationships or toxic relationships in the film "Story of Kale: When Someone in Love (2020)", sexual harassment and blaming the victim in the environment. campus. in the film "Penyalin Cahaya (2021)" as well as the pressure of patriarchal culture through the tradition of early marriage and economic violence in the film "Yuni (2021)". Patriarchal culture and asymmetrical power relations are the root of the violence experienced by women. This research emphasizes the importance of education about gender-based violence, empowering women and strengthening sustainable policies for the protection of victims of sexual violence, especially in educational institutions.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save