Home
Login.
Artikelilmiahs
14189
Update
BETA GUMILAR
NIM
Judul Artikel
Usaha Tani Tebu Di Desa Tonjong Kecamatan Pasaleman Kabupaten Cirebon
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Penelitian ini berjudul “Usaha Tani Tebu di Desa Tonjong, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon”. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan dan tingkat efisiensi dari usaha tani tebu, serta mengetahui besar produksi dan pendapatan agar mencapai titik impas. Penelitian ini dilakukan dengan menggunkan metode analisis data primer, data diperoleh dari hasil wawancara dan kuisioner. Pengambilan sample dilakukan dengan metode Stratified Random Sampling. Jumlah responden sebanyak 68 petani tebu diataranya 19 petani dengan luas lahan < 0,5 Ha, 15 petani dengan luas lahan 0,51 – 1 Ha dan 34 petani dengan luas lahan 1,1 – 2 Ha. Analisis yang digunakan adalah analisis pendapatan, Revenue Cost (R/C),dan Break Even Point (BEP). Hasil dari analisis pendapatan menunjukan bahwa usaha tani tebu di Desa Tonjong, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon masih memberikan keuntungan bagi petani. Hasil dari analisis efisiensi menunjukan usaha tani tebu sudah efisien, petani dengan luas lahan 0,51-1 Ha memiliki R/C rasio paling tinggi karena lebih efisien dalam penggunaan input produksi terutama biaya penggunaan tenaga kerja. Usaha tani tebu secara keseluruhan sudah memberikan keuntungan kepada petani di Desa Tonjong, Kecamatan Pasaleman, Kabupaten Cirebon. Usaha tani tebu ini dapat tetap dilanjutkan karena telah memberikan keuntungan kepada petani. Hasil analisis titik impas menunjukan bahwa usaha tani tebu sudah mencapai titik impas dalam nilai penjualan, harga produksi, dan volume penjualan namun masih ada 34 responden yang belum bisa mencapai titik impas dalam luas lahan, hal ini dialami oleh petani dengan luas lahan kurang dari atau sama dengan 1 Ha, maka diharapkan petani bisa memperluas lahan yang digunakan. Untuk memperoleh pendapatan yang lebih besar petani diharapkan menggunakan bibit yang sudah bersertifikasi, dalam hal ini peran pemerintah sangat diharapkan agar penggunaan bibit bersertifikasi bisa berjalan, baik dengan mempermudah pengadaan modal atau dengan pemberian bantuan bibit bersertifikasi bagi petani.
Abtrak (Bhs. Inggris)
The tittled of this reaserch is “Sugar Cane Farm In Tonjong District Pasaleman Cirebon Regency”. The purpose of this reaserch is to knows the income and the level of efficiency of sugarcane farming, and to knows the great production and income that could reach the break even. This research had beencomducted used primary data analysis methods. Data Obtained from interviews and questionnaires. This sampling is done with Stratified Random Sampling metodhs. Total respondents 68 sugarcane farmers that among 19 farmers with < 0,5 Ha land area, 15 farmers with 0,5 – 1 Ha land area and 34 farmers with >1 Ha land area. The analysis that in use is analysis income, Revenue Cost (R/C),and Break Even Point (BEP). The result from analysis income shows that sugarcane farming business at Tonjong village , Pasaleman subdistrict ,of Cirebon still gave the advantage towards the farmers it self. The result from efficency analysis shows that sugar cane farming business was efficient, the farmers with 0,51-1 Ha has higest R/C ratio due they more efficient in employed of input production especially to expenses the use of labor it self. Overall the sugarcane business was giving the advantage toward the farmers at Tonjong village,subdistric Pasaleman of Cirebon. This sugar cane business can be continued for providing benefits to farmers. The result of break event point analysis shows that sugar cane business already reach break even point in sales, prices,production and sales volumes, but there are 34 respondents who have not been able to break even in the land area, this case experienced by the farmers with land area of less than or equal to 1 Ha , it is expected the farmers can expand the area used to gain more income, the farmers expected to use the seed that has been certified, in this case the role of government is very expected to use certified seed can goes well, with facilitate the procurement of capital or with the assistance of certified seeds toward the farmers it self.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save