Home
Login.
Artikelilmiahs
14190
Update
RAHAYU DWI NURHIDAYATI
NIM
Judul Artikel
KERAGAMAN GENETIK KULTIVAR DUKU (Lansium parasiticum (Osbeck) K.C. Sahni & Bennet) DI PURBALINGGA BERDASARKAN PENANDA RAPD
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Tanaman duku (Lansium parasiticum (Osbeck) K.C. Sahni & Bennet) merupakan tanaman buah asli Indonesia, termasuk ke dalam suku Meliaceae. Tanaman ini memiliki nilai ekonomi yang tinggi di kalangan masyarakat, sehingga hampir di seluruh wilayah Indonesia tanaman ini dapat ditemukan. Salah satu daerah penghasil duku yaitu di daerah Purbalingga. Informasi keanekaragaman sangat diperlukan untuk menjaga dan mempertahankan keragaman genetik yang tinggi guna mendukung pengembangan duku unggul yang baru. Informasi tentang keragaman genetik dapat diketahui berdasarkan karakter molekuler, dengan menggunakan penanda RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui primer apa yang paling baik digunakan dalam analisis keragaman duku di daerah Purbalingga dengan teknik RAPD dan mengetahui tingkat keragaman duku daerah Purbalingga dengan menggunakan penanda RAPD. Hasil penelitian menunjukkan dari 9 primer yang digunakan diperoleh pita polimorfik sebanyak 64 (96.96%) dan pita monomorfik sebanyak 2 (3.03%) dengan ukuran pita 100-3000 bp. Pita monomorfik terdapat pada primer OPB-11 dan OPT-16. Dari 9 primer yang dapat digunakan dalam penelitian ini yaitu OPA-1, OPA2, OPA-10, OPB-11, OPB-12, OPB-15, OPT-16, OPU-19 dan OPU-20 diperoleh hasil bahwa primer OPU-20 menghasilkan pola pita yang paling banyak dan beragam. Dendogram yang dibuat menggunakan UPGMA pada program MEGA 6.06 menunjukkan bahwa pada jarak genetik 30% terbentuk 2 cluster. Kedua cluster tersebut terpisah berdasarkan kecenderungan letak geografisnya.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Duku (Lansium parasiticum (Osbeck) K.C. Sahni & Bennet) is one among the indigenous plant belongs to the Meliaceae family. This plant is known to have high economic value and so this plant is easily found in all ones Indonesia archipelagoes. Purbalingga regencies has been being known to be one of the duku producer in Indonesia. Information about the duku diversity become prerequisite in keeping genetic diversity especially to support to development for new varieties. Information about genomic diversity caan be obtained from molecular character including by marking RAPD (Random Amplified Polymorphic DNA). Current study was proposed to find out the fittest primer in analyze of duku diversity from Purbalingga regency through RAPD technique. Second, to known the duku diversity rate ground in Purbalingga using RAPD markers. The result showed 9 primers were amplified the DNA by showing polymorphic band i.e : 64 (96.96%) and 2 monomorphic bands (3.03%) both DNA bands are in 100 to 3000 bp. The Monomorphic bands showed when the DNA was amplified by OPB-11 and OPT-16. On the other hand of those 9 primers OPA-1, OPA2, OPA-10, OPB-11, OPB-12, OPB-15, OPT-16, OPU-19 and OPU-20 showed that the last primer (OPU-20) resulted the most pattern in diverse form. Futher analyze using UPGMA in MEGA 6.06 figured in Dendogram showed that genetic distance 30% there are 2 clusters. Which is splited because of there geographic location.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save