Artikel Ilmiah : F1B021088 a.n. ZULHAN WIDANNA

Kembali Update Delete

NIMF1B021088
NamamhsZULHAN WIDANNA
Judul ArtikelTATA KELOLA PEMERINTAHAN YANG BAIK DALAM MENGINTEGRASIKAN DATA KEMISKINAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)Kemiskinan tingkat nasional, regional, dan global berkembang pesat setiap tahunnya. Kemiskinan di indonesia mengacu pada ketidakberdayaan dalam memenuhi bahan pokok. Data BPS per maret 2023 mencatat penduduk miskin di Indonesia mencapai 25,90 juta orang. Jika dibandingkan dengan daerah lain, Purbalingga menduduki peringkat ke 6 dengan angka kemiskinan terbesar se provinsi jawa tengah. Tugas Bappelitbangda untuk merencanakan kebijakan program dalam pengentasan kemiskinan dan tata kelola data penduduk miskin sangat mempengaruhi terhadap penanggulangan kemiskinan di Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode peneletian kualitatif, yaitu menghasilkan data deskriptif, dengan sasaran penelitian yang ditentukan melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Dianalisis menggunakan metode analisis interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa tata kelola pemerintahan yang dilakukan Bappelitbangda dalam mengintegrasikan data kemiskinan sudah baik. Adanya inovasi berbentuk aplikasi sipakisbangga untuk mengelola dan menyimpan data kemiskinan di kabupaten purbalingga. Untuk membantu program pengentasan kemiskinan dan menurunkan angka kemiskinan di Purbalingga. Kesimpulan dari penelitian adalah tata kelola pemerintahan yang baik untuk mengintegrasikan data kemiskinan dengan memanfaatkan sipakisbangga dan data P3KE. Namun masih ada kekurangan dalam ketepatan data. Tetapi Bappelitbangda terus berusaha maksimal untuk ketepatan sasaran data penduduk miskin.
Abtrak (Bhs. Inggris)National, regional, and global poverty is growing rapidly every year. Poverty in Indonesia refers to the inability to meet basic necessities. BPS data as of March 2023 recorded that the poor population in Indonesia reached 25.90 million people. When compared to other regions, Purbalingga is ranked 6th with the largest poverty rate in Central Java province. The task of Bappelitbangda to plan program policies in poverty alleviation and poor population data management greatly influences poverty alleviation in Purbalingga Regency. This study uses a qualitative research method, namely producing descriptive data, with research targets determined through purposive sampling techniques. Data collection was carried out through interviews, observations and documentation. Analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis method. The results of this study indicate that the governance carried out by Bappelitbangda in integrating poverty data is good. There is an innovation in the form of the Sipakisbangga application to manage and store poverty data in Purbalingga Regency. To help poverty alleviation programs and reduce poverty rates in Purbalingga. The conclusion of the study is good governance to integrate poverty data by utilizing sipakisbangga and P3KE data. However, there are still shortcomings in data accuracy. But Bappelitbangda continues to make maximum efforts for the accuracy of poor population data targets.
Kata kuncikemiskinan, pengentasan kemiskinan, tata kelola pemerintahan yang baik
Pembimbing 1Dr. Tobirin, S.Sos., M.Si.
Pembimbing 2Dr. Alizar Isna, S.Sos., M.Si.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman20
Tgl. Entri2025-01-22 14:06:41.845777
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.