Artikel Ilmiah : F1B021049 a.n. MEILISA PUTRI UTAMI

Kembali Update Delete

NIMF1B021049
NamamhsMEILISA PUTRI UTAMI
Judul ArtikelPENERAPAN E-COURT DALAM PERKARA PERCERAIAN DI PENGADILAN AGAMA PURWOKERTO KELAS IA
Abstrak (Bhs. Indonesia)Layanan elektronik court atau e-Court hadir dengan tujuan agar persidangan dapat berjalan efektif dan efisien serta beradaptasi adanya perkembangan teknologi. E-Court dilaksanakan pada badan peradilan di bawah Mahkamah Agung salah satunya di Pengadilan Agama Purwokerto Kelas IA dengan perkara terbanyak adalah perceraian. tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Penerapan e- Court dalam Perkara Perceraian di Pengadilan Agama Purwokerto Kelas IA. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan dilakukan dengan teknik purposive sampling yaitu para pengguna layanan baik masyarakat umum dan advokat. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan interaktif model menurut Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian ini menunjukan penerapan e-government melalui layanan e-Court di Pengadilan Agama Purwokerto sudah sesuai dengan aturan yang berlaku terdapat sumber daya keuangan dan sumber daya manusia dengan skill yang mumpuni, adanya sarana prasarana yang mendukung kegiatan e-Court. Dengan ini masyarakat dan advokat sebagai pengguna e-Court dapat merasakan manfaat layanan. Namun masih ditemukan kekurangan pada upaya sosialisasi karena masyarakat belum mengetahui adanya layanan ini. Akibatnya penggunaan e-Court tidak maksimal karena baru masif digunakan oleh advokat.
Abtrak (Bhs. Inggris)Electronic court services or e-Court are present with the aim that trials can run effectively and efficiently and adapt to technological developments. E-Court is implemented in judicial bodies under the Supreme Court, one of which is the Purwokerto Class IA Religious Court with the most cases being divorce. The purpose of this study is to describe the Implementation of e-Court in Divorce Cases at the Purwokerto Religious Court Class IA. The method used is qualitative descriptive with a case study approach. Determination of informants is carried out using purposive sampling techniques, namely service users, both the general public and advocates. Data collection is carried out through observation, interviews, and documentation. Data analysis uses an interactive model according to Miles, Huberman, and Saldana. The results of this study indicate that the implementation of e-government through e-Court services at the Purwokerto Religious Court is in accordance with applicable regulations, there are financial resources and human resources with qualified skills, and the existence of infrastructure that supports e- Court activities. With this, the public and advocates as e-Court users can feel the benefits of the service. However, there are still shortcomings in socialization efforts because the public is not yet aware of this service. As a result, the use of e-Court is not optimal because it has only been used massively by advocates.
Kata kuncie-government, e-Court, Pengadilan Agama Purwokerto, perceraian
Pembimbing 1Dr. Hikmah Nuraini, S.Sos., MPA.
Pembimbing 2Dr. Abdul Rohman, M.Ag.
Pembimbing 3
Tahun2025
Jumlah Halaman15
Tgl. Entri2025-01-23 09:07:25.2098
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.