Artikelilmiahs
Menampilkan 42.881-42.900 dari 48.834 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42881 | 46251 | H1C020073 | PEMODELAN DAN ESTIMASI SUMBER DAYA ENDAPAN NIKEL LATERIT DENGAN METODE ORDINARY KRIGING PADA BLOK PQR DAERAH SOROWAKO DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LUWU TIMUR, PROVINSI SULAWESI SELATAN | Nikel merupakan komoditas penting dalam berbagai industri, dan Indonesia memiliki cadangan nikel yang melimpah, dengan Sorowako sebagai salah satu daerah yang prospektif. Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan dan mengestimasi nikel laterit menggunakan metode Ordinary Kriging. Estimasi dilakukan dengan memodelkan sebaran dan volume nikel laterit di area studi, menggunakan data collar, assay, dan geologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume dan tonase nikel laterit pada domain limonit adalah 1.490.507,81 m³ dan 1.460.302,35 ton, dengan kadar rata-rata 1,04%. Pada domain saprolit, volume dan tonase nikel laterit adalah 2.441.015,63 m³ dan 3.660.665,62 ton, dengan kadar rata-rata 1,61%. Total volume dan tonase nikel laterit adalah 3.931.523,44 m³ dan 5.120.967,97 ton, dengan kadar rata-rata 1,45%. Analisis distribusi nikel dengan kadar ≥1,5% (Cut Off Grade) menunjukkan bahwa pada domain limonit, volume dan tonase nikel laterit adalah 49.570,31 m³ dan 84.482,64 ton. Pada domain saprolit, volume dan tonase nikel laterit adalah 1.180.664,06 m³ dan 2.173.724,24 ton. Total volume dan tonase nikel laterit dengan kadar ≥1,5% adalah 1.230.234,37 m³ dan 2.258.206,88 ton. | Nickel is a crucial commodity in various industries, and Indonesia holds abundant nickel reserves, with Sorowako being one of the most prospective areas. This study aims to model and estimate laterite nickel using the Ordinary Kriging method. The estimation was conducted by modeling the distribution and volume of laterite nickel in the study area, utilizing collar, assay, and geological data. The results show that the volume and tonnage of laterite nickel in the limonite domain are 1,490,507.81 m³ and 1,460,302.35 tons, with an average grade of 1.04%. In the saprolite domain, the volume and tonnage of laterite nickel are 2,441,015.63 m³ and 3,660,665.62 tons, with an average grade of 1.61%. The total volume and tonnage of laterite nickel are 3,931,523.44 m³ and 5,120,967.97 tons, with an average grade of 1.45%. The analysis of nickel distribution with a grade ≥1.5% (Cut-Off Grade) indicates that in the limonite domain, the volume and tonnage of laterite nickel are 49,570.31 m³ and 84,482.64 tons. In the saprolite domain, the volume and tonnage of laterite nickel are 1,180,664.06 m³ and 2,173,724.24 tons. The total volume and tonnage of laterite nickel with a grade ≥1.5% are 1,230,234.37 m³ and 2,258,206.88 tons. | |
| 42882 | 46066 | F1C020076 | Analisis Isi Komentar Pengguna Instagram Terhadap Konten Unggahan Produk Indomie Varian Baru | Penelitian ini dilatarbelakangi dari perusahaan Indofood yang banyak mendapat sorotan baik dari strategi pemasarannya terutama pada merek Indomie. Melalui slogan “Indomie Seleraku”, Indomie terus melakukan inovasi pada produknya untuk memenuhi selera masyarakat yang berbeda-beda dan dinamis, tetapi hal tersebut perlu ditinjau kembali berdasarkan respon pasar terhadap inovasi produk yang diluncurkan melalui produk varian baru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana respon pasar dengan melihat impresi pengguna Instagram terhadap konten unggahan produk Indomie varian baru. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan analisis teks terhadap komentar yang ada pada konten unggahan produk Indomie varian baru pada periode 22 Mei-22 Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan teknik random sampling dengan jumlah total 594 komentar yang menjadi sampel penelitian. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah metode analisis isi melalui aspek pencatatan Krippendorff (1991) yang meliputi aspek physical, syntactical, referential, dan thematical. Hasil dari penelitian ini ditemukan bahwa komentar pengguna Instagram pada konten unggahan produk Indomie varian baru lebih banyak ditemukan pada unggahan dalam bentuk reels. Selain itu, pesan komentar didominasi dengan sentimen positif yang ditujukan kepada produk Indomie varian baru. Komentar ini juga cenderung berisi topik pesan yang menunjukkan ketertarikan pengguna terhadap produk Indomie varian baru. | This research is motivated by the Indofood company, which has received significant attention for its good marketing strategy, particularly for the Indomie brand. Through the slogan “Indomie Seleraku,” Indomie continues to innovate its products to meet the diverse and dynamic tastes of the community. However, these innovations need to be reviewed based on the market response to new product variants. The purpose of this study is to determine the market response by examining Instagram users’ impressions of the content in posts featuring new Indomie product variants. The method used in this study is descriptive quantitative. Data collection was carried out using text analysis of comments on the content of posts featuring new Indomie product variants between May 22 and August 22, 2023. This study used a random sampling technique with a total of 594 comments as the research sample. The data analysis was conducted using the content analysis method based on Krippendorff’s (1991) recording aspects, which include physical, syntactical, referential, and thematic aspects. The results of this study indicate that Instagram user comments on the content of posts featuring new Indomie product variants were more frequently found in reels-type posts. Additionally, the comment messages are predominantly positive and are directed toward the new Indomie product variants. These comments also tend to contain topics that indicate user interest in the new Indomie product variants. | |
| 42883 | 46129 | I1C020034 | AUTENTIKASI MINYAK ATSIRI PALA (Myristica fragrans Houtt) DENGAN METODE FINGERPRINTING MENGGUNAKAN HIGH PERFORMANCE LIQUID CHROMATOGRAPHY (HPLC) KOMBINASI KEMOMETRIK | Minyak atsiri pala (MAP) memiliki nilai ekonomi yang tinggi dan sering digunakan sebagai bahan baku produk kesehatan. Autentikasi minyak atsiri merupakan langkah awal yang penting dalam pengendalian mutu untuk memastikan kualitas dan keaslian produk. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh profil kromatogram fingerprinting serta mengevaluasi kemampuan HPLC-fingerprinting yang dikombinasikan dengan kemometrik dalam analisis autentikasi MAP. Penelitian eksperimental ini menggunakan sampel MAP hasil ekstraksi dan sampel MAP komersial sebagai training set. Model pengelompokan diverifikasi dengan minyak atsiri pinus, terpentin, cengkeh, kayu manis, jarak, dan minyak kelapa murni sebagai test set. Analisis dilakukan dengan metode HPLC dengan kondisi optimal pada panjang gelombang 254 nm, kolom C8, fase gerak acetonitrile-deionized water dengan sistem elusi gradien, dan laju alir 1 mL/menit. Data kromatogram dianalisis lebih lanjut dengan metode kemometrik berupa PCA, PLS-DA, dan HCA. Profil kromatogram MAP hasil analisis HPLC-fingerprinting menunjukkan puncak yang signifikan pada waktu retensi (tR) 7, 10, 13, dan 16 menit. Analisis menggunakan PCA dan PLS-DA berhasil mengelompokkan sampel dengan baik. Hasil ini dikonfirmasi dengan analisis HCA berupa klasterisasi sampel MAP dan sampel minyak atsiri lainnya. Kombinasi HPLC-fingerprinting dengan kemometrik dapat digunakan sebagai metode alternatif untuk autentikasi dan pengendalian mutu minyak atsiri pala. | Nutmeg essential oil (NEO) holds significant economic value and is frequently used as a raw material in health products. Authentication of essential oils is a crucial initial step in quality control to ensure product quality and authenticity. This study aims to obtain a chromatographic fingerprinting profile and evaluate the capability of HPLC-fingerprinting combined with chemometric in NEO authentication. This experimental study used both extracted NEO samples and commercial NEO samples as the training set. The clustering model was validated using essential oils from pine, turpentine, cloves, cinnamon, castor, and virgin coconut oil as the test set. Analysis was performed using HPLC with optimal conditions at a wavelength of 254 nm, a C8 column, a mobile phase of acetonitrile-deionized water with a gradient elution system, and a flow rate of 1 mL/min. Chromatogram data were further analyzed using chemometric methods such as PCA, PLS-DA, and HCA. The chromatogram profile of NEO from the HPLC-fingerprinting analysis showed significant peaks at retention times (tR) of 7, 10, 13, and 16 minutes. Analysis using PCA and PLS-DA successfully grouped the samples. These results were confirmed by HCA analysis, which clustered both NEO samples and other essential oil samples. The combination of HPLC-fingerprinting and chemometrics can be used as an alternative method for the authentication and quality control of nutmeg essential oil. | |
| 42884 | 46253 | H1D020017 | RANCANG BANGUN ROLE PLAYING GAME UNTUK ASESMEN AWAL PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN INFORMATIKA FASE D | Informatika merupakan salah satu mata pelajaran wajib pada tingkat SMP yang ada di dalam Kurikulum Merdeka. Namun, sebagian besar siswa masih menganggap bahwa Informatika merupakan mata pelajaran yang sulit. Oleh karenanya, dibutuhkan sebuah media pembelajaran yang menyenangkan agar siswa tidak beranggapan demikian. Untuk mencapai tujuan pembelajaran, perlu dilakukan asesmen untuk menentukan pencapaian hasil belajar siswa. Asesmen awal pembelajaran dapat memudahkan guru untuk menganalisis kemampuan siswa agar siswa dapat belajar sesuai dengan capaian belajarnya. Penelitian ini mengembangkan media pembelajaran game edukasi berbasis desktop untuk asesmen awal pembelajaran pada mata pelajaran Informatika agar lebih menyenangkan untuk siswa fase D kelas 7. Game dibuat menggunakan metode pengembangan Game Development Life Cycle dan metode penelitian menggunakan metode studi pustaka. Hasil penelitian yang dilakukan pada 30 siswa SMP Negeri 2 Kalimanah menunjukkan bahwa 90% siswa sangat setuju bahwa game Being a Hero dapat digunakan untuk asesmen awal pembelajaran pada mata pelajaran Informatika menjadi lebih menyenangkan. | Informatics is one of the compulsory subjects at the junior high school level in the Kurikulum Merdeka. However, most students still think that Informatics is a difficult subject. Therefore, a fun learning media is needed so students do not think that way. To achieve learning goals, an assessment must be conducted to determine the achievement of student learning outcomes. Early learning assessment can make it easier for teachers to analyze student abilities so that students can learn according to their learning achievements. This research develops a desktop-based educational game learning media for early learning assessment in Informatics subjects to make it more fun for phase D grade 7 students. The game is made using the Game Development Life Cycle development method and the research method uses the library research method. The results of research conducted on 30 students of SMP Negeri 2 Kalimanah show that 90% of students strongly agree that the Being a Hero game can be used for initial assessment of learning in Informatics subjects to be more fun. | |
| 42885 | 46243 | I1C017065 | Studi Penambatan Molekuler Senyawa Andrografolid terhadap Protein LSD1 | Latar Belakang: Talasemia adalah kelompok kelainan genetik heterogen yang dihasilkan dari penurunan sintesis alfa atau beta hemoglobin (Hb).Terapi talasemia dengan transfusi darah dirasa memberatkan pasien dikarenakan membutuhkan biaya yang mahal dan berdampak pada psikososial pasien. Andrografolid sendiri merupakan senyawa bioaktif utama yang berasal dari tanaman sambiloto (Andrographis Paniculata (Burm F) Ness.). Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan interaksi antara senyawa andrografolid dengan protein LSD1 sebagai alternatif terapi penyakit talasemia. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang dilakukan dalam dua tahap. Pertama, validasi metode yang terdiri dari pengunduhan struktur ligan (andrografolid) dan protein LSD1 (PDB ID: 6KGP), preparasi struktur dengan menghilangkan molekul air dan memisahkan molekul protein dengan ligan, penambatan kembali dengan ligan menggunakan AutoDock Vina. Kedua, penambatan molekuler senyawa andrografolid dengan protein LSD1 menggunakan koordinat hasil validasi yang valid dan visualisasi penambatan dengan menggunakan BIOVIA Discovery Studio. Hasil Penelitian: Energi ikatan terhendah antara senyawa andrografolid dan protein LSD1 adalah -4,703 kkal/mol. Residu asam amino pada LSD1 yang berperan pada pengikatan senyawa uji andrografolid yaitu Ile603, Ile615, Arg594, Gln592, dan Thr613. Kesimpulan: Senyawa andrografolid memiliki ikatan potensial dengan protein LSD1. Kata Kunci: talasemia, LSD1, andrografolid, penambatan molekuler | Molecular Docking Study of Andrographolide Compound on LSD1 Protein Background: Thalassemia is a group of heterogeneous genetic disorders resulting from decreased alpha or beta hemoglobin (Hb) synthesis. Thalassemia therapy with blood transfusions is considered burdensome to the patient because it costs a lot of money and impacts the patient's psychosocial condition. Andrographolid is the primary bioactive compound derived from the Sambiloto plant (Andrographis paniculata (Burm F) Ness.). This study aims to look at the interaction relationship between andrographolide compounds and LSD1 proteins as an alternative to thalassemia therapy. Methods: This study is an experimental study conducted in two stages. First, validating the method consisting of downloading ligand structures (andrographolide) and LSD1 proteins (PDB ID: 6KGP), preparation of structures by removing water molecules and separating protein molecules with ligands, reassembling them with ligands using AutoDock Vina. Second, molecular andrographolide compounds with LSD1 proteins use valid validation result coordinates and visualization of the plant using the BIOVIA Discovery Studio. Result: The lowest binding energy between andrographolide and LSD1 proteins is -4.703 kcal/mol. The amino acid residues in LSD1 that contribute to binding of andrographolide test compounds are Ile603, Ile615, Arg594, Gln592, and Thr613. Conclusion: Andrographolid compounds have a potential bond with the LSD1 protein. Keywords: thalassemia, LSD1, andrographolide, molecular docking | |
| 42886 | 44903 | I1C020057 | AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETIL ASETAT DARI KO-KULTUR JAMUR SIMBION NUDIBRANCHIA DAN BAKTERI Sinomicrobium sp. PAP.21 TERHADAP Mycobacterium smegmatis | Mikroorganisme berupa jamur yang berasosiasi dengan invertebrata laut seperti nudibranchia merupakan sumber senyawa bioaktif dengan keanekaragaman struktur kimia dan berpotensi sebagai antibakteri. Namun, klaster gen yang terlibat dalam biosintesis metabolit sekunder pada mikroorganisme seringkali tidak aktif pada kondisi kultur standar, sehingga diperlukan strategi ko-kultur. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jamur simbion nudibranchia, mengidentifikasi kandungan kimia ekstrak etil asetat (EtOAc) ko-kultur jamur tersebut dengan bakteri Sinomicrobium sp. PAP.21, dan menguji aktivitas antibakterinya terhadap Mycobacterium smegmatis. Isolat murni jamur simbion nudibranchia diidentifikasi secara molekuler menggunakan pendekatan 18S rDNA. Jamur kemudian diko-kultur dengan bakteri Sinomicrobium sp. PAP.21 pada media beras padat. Selanjutnya, jamur diekstraksi dengan EtOAc menggunakan metode maserasi dengan shaking selama 24 jam. Kandungan kimia ekstrak ko-kultur, kultur tunggal jamur, dan kultur tunggal bakteri diidentifikasi dengan metode KLT, lalu diuji aktivitas antibakterinya terhadap M. smegmatis dengan metode difusi cakram. Jamur simbion nudibranchia teridentifikasi secara molekuler sebagai Penicillium citrinum. Ekstrak EtOAc ko-kultur jamur P. citrinum dengan Sinomicrobium sp. PAP.21 mengandung senyawa golongan alkaloid, flavonoid, steroid, dan terpenoid. Ekstrak tersebut pada konsentrasi 1% memiliki aktivitas antibakteri terhadap M. smegmatis dengan diameter zona hambat 4 mm yang termasuk kategori lemah. Strategi ko-kultur jamur dengan bakteri berhasil menginduksi keragaman metabolit sekunder P. citrinum dibandingkan dengan yang dihasilkan oleh jamur tersebut melalui kultur tunggal. | Microorganisms such as nudibranchs-associated fungi are a source of bioactive compounds with diverse chemical structures and potential as antibacterials. However, gene clusters involved in the biosynthesis of secondary metabolites in microorganisms are often inactive under standard culture conditions, so a co-culture strategy is needed. This study aims to identify nudibranch symbiont fungus, identify the chemical contents of ethyl acetate (EtOAc) extract of the fungus co-culture with Sinomicrobium sp. PAP.21 bacterium, and test its antibacterial activity against Mycobacterium smegmatis. Pure isolate of nudibranch symbiont fungus was molecularly identified using the 18S rDNA approach. The fungus was then co-cultured with Sinomicrobium sp. PAP.21 bacterium on solid rice media. Furthermore, they were extracted with EtOAc using maceration method with shaking for 24 hours. The secondary metabolite contents of the co-culture, single culture of fungus, and single culture of bacterium extract were identified by TLC method, then tested for antibacterial activity against M. smegmatis by disc diffusion method. The nudibranch symbiont fungus was molecularly identified as Penicillium citrinum. The EtOAc extract of the fungus co-culture of P. citrinum with Sinomicrobium sp. PAP.21 contains various secondary metabolites, that are alkaloid, flavonoid, steroid, and terpenoid compounds. The extract at a concentration of 1% has antibacterial activity against M. smegmatis with inhibition zone of 4 mm which is included in the weak category. The fungal-bacterial co-culture strategy successfully induced the diversity of secondary metabolites of P. citrinum compared to those produced by the fungus in single culture. | |
| 42887 | 46254 | K1C020029 | Pembuatan Alat Untuk Elektrolisis dan Agitasi Limbah Fixer | Limbah fixer yang merupakan limbah berbahaya dan beracun (B3) dari pengolahan film radiografi, mengandung logam perak yang masih memiliki nilai ekonomis. Penelitian ini bertujuan untuk membuat alat elektrolisis dan agitasi limbah fixer, menentukan pengaruh agitasi terhadap laju perolehan perak serta menentukan laju perolehan perak dari variasi tegangan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agitasi meningkatkan efisiensi pemulihan perak. Penelitian ini memberikan wawasan baru dalam pengolahan limbah fixer dan menawarkan metode yang efektif untuk pengolahan limbah fixer. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa alat yang dirancang dapat bekerja dengan baik pada tegangan 4V hingga 10V dan kapasitas 3L, dengan agitasi yang terbukti meningkatkan perolehan massa perak hingga 87,38% dengan laju perolehan perak pada tegangan 4V sebesar 1,93gram/jam, pada tegangan 6V laju perolehan perak 2,08gram/jam, pada tegangan 8V laju perolehan perak 2,24gram/jam dan pada tegangan 10V laju perolehan perak 3,44gram/jam. | The fixer waste which was hazardous and toxic (B3) from radiographic film processing, contained silver that still had economic value. This research aimed to create an electrolysis and agitation device for fixer waste, determine the effect of agitation on the rate of silver recovery, and assess the rate of silver recovery from different applied voltages. The results showed that agitation increased silver recovery efficiency. The research provided new insights into fixer waste processing and offered an effective method for treating fixer waste. The conclusion of the study was that the designed device worked well at voltages ranging from 4V to 10V and a capacity of 3L, with agitation proving to increase silver recovery to 87.38%. The silver recovery rates were 1.93 grams per hour at 4V, 2.08 grams per hour at 6V, 2.24 grams per hour at 8V, and 3.44 grams per hour at 10V. | |
| 42888 | 46255 | B1A020054 | KEANEKARAGAMAN DAN PENGELOLAAN MANGROVE DI KAWASAN PANTAI LESTARI, KARANGSONG, INDRAMAYU | Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang mempunyai kawasan ekowisata mangrove. Kondisi vegetasi mangrove di Karangsong mengalami perubahan di setiap tahunnya. Ekosistem mangrove yang baik, perlu diimbangi dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan. Pengelolaan mangrove sebaiknya mempertimbangkan pemanfaatan mangrove yang tidak merusak, baik itu pemanfaatan secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan pengelolaan mangrove di Pantai Lestari, Karangsong, Indramayu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2024 dengan menggunakan metode survei. Pengamatan karakteristik morfologi dilakukan untuk identifikasi spesies mangrove yang ditemukan. Selanjutnya, pengamatan terhadap keanekaragaman mangrove di Pantai Lestari, Karangsong, Indramayu dilakukan pada tiga stasiun pengamatan menggunakan metode transek berplot sebanyak sembilan plot. Komposisi spesies ditentukan dengan menggunakan Indeks Nilai Penting (INP) dan keanekaragaman menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Sedangkan untuk pendataan terhadap pengelolaan mangrove dilakukan wawancara semi terstruktur kepada responden yang meliputi masyarakat setempat, perangkat desa, pihak pengelola, dan pengunjung dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data pengamatan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman vegetasi mangrove tergolong rendah (0,27-0,99). Hal tersebut dikarenakan ekosistem mangrove di Karangsong merupakan hasil rehabilitasi yang didominasi oleh spesies Avicennia marina pada tingkat pohon dan pancang, serta spesies Rhizophora mucronata pada tingkat semai. Terdapat tiga spesies mangrove yang ditemukan di lokasi penelitian yaitu Avicennia marina, Rhizophora mucronata, dan Excoecaria agallocha. Masyarakat Karangsong memanfaatkan mangrove baik secara langsung seperti diolah menjadi makanan, obat, bahan bangunan, dan lain-lain maupun secara tidak langsung seperti penahan abrasi, habitat bagi biota mangrove, melindungi wilayah tambak, dan kawasan ekowisata. Pengelolaan ekosistem mangrove di Karangsong baik dari segi fasilitas, pelestarian ekosistem, dan daya tarik wisata perlu untuk dikembangkan. Masyarakat perlu dilibatkan dalam pengelolaan dan pemanfaatan mangrove seperti membentuk kelompok binaan olahan dan kerajinan mangrove dan menjadikan masyarakat sebagai local guide ekowisata mangrove. Sehingga selain meningkatkan aspek ekologis namun juga memiki nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat. | Karangsong village, Indramayu district, West Java is one of the regions in Indonesia that has mangrove ecosystems. The conditions of mangrove vegetation in Karangsong change every year. A good mangrove ecosystem needs to be balanced with proper and sustainable management. Mangrove management should consider non-destructive mangrove exploitation, whether it is direct or indirect exploitation. This research aimed to find out the diversity and management of mangroves in Lestari Beach, Karangsong, Indramayu. The study was conducted from February to May 2024 using the survey method. Morphological characteristic observations were carried out to identify the species of mangrove found. Furthermore, observations of mangrove diversity in Lestari Coast, Karangsong, Indramayu were carried out at three observation stations using transect method plotted as much as nine plots. Species composition is determined using the Important Value Index (IVI) and diversity using the Shannon-Wiener Diversity Index (H’). In order to deal with mangrove management, a semi-structured interview was conducted to respondents that included local communities, village facilities, managers, and visitors with purposive sampling techniques. Observation data was analyzed qualitatively descriptively. The results of the research showed that the Mangrove Vegetation Diversity Index belongs to low (0.27-0.99). This is because the mangrove ecosystem in Karangsong is a rehabilitation result that is dominated by the species Avicennia marina at the tree and sapling categories, as well as Rhizophora mucronata species at the seedling category.There were three species of mangrove found at the site of the research: A. marina, R. muchronata, and Excoecaria agallocha. The Karangsong community uses mangroves either directly as food, medicine, building materials, etc. or indirectly as abrasion containers, habitats for mangrove biota, shelters, and ecosystem areas. Managing the mangrove ecosystem in Karangsong both in terms of facilities, conservation of ecosystems, and tourist attractiveness needs to be developed. The community needs to be involved in the management and utilization of mangroves, such as forming groups for processing and crafting mangrove products and making the community local guides for mangrove ecotourism. Thus, in addition to enhancing ecological aspects, it also provides added economic and social value for the community. | |
| 42889 | 46256 | K1B020061 | Radius Spektral pada Matriks Leslie | Salah satu matriks yang umum digunakan dalam bidang demografi ialah matriks Leslie. Matriks Leslie merupakan matriks yang dapat memberikan informasi mengenai distribusi usia penduduk perempuan pada suatu waktu. Penelitian ini membahas nilai eigen dan radius spektral matriks Leslie serta sifat-sifat radius spektral yang berkaitan dengan hasil pangkat matriks Leslie. Penentuan radius spektral matriks Leslie dilakukan dengan menggunakan nilai eigen dominan. Sementara itu, penentuan sifat-sifat radius spektral matriks Leslie dilakukan berdasarkan sifat hasil pangkat nilai eigen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai eigen yang positif pada matriks Leslie memiliki eksistensi yang tunggal dan merupakan nilai eigen dominan. Radius spektral matriks Leslie akan bernilai sama dengan nilai eigen dominan tersebut. Selanjutnya, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa radius spektral dari hasil pangkat suatu matriks Leslie bernilai sama dengan hasil pangkat dari radius spektralnya, kekonvergenan menuju nol dari hasil pangkat suatu matriks Leslie mengakibatkan nilai radius spektral matriks Leslie tersebut kurang dari 1, serta radius spektral dari hasil pangkat suatu matriks Leslie bernilai kurang dari atau sama dengan norm hasil pangkat matriks Leslie tersebut. | One of the matrices commonly used in demography is the Leslie matrix. The Leslie Matrix is a matrix that can provide information about the age distribution of the female population at a given time. This study discusses the eigenvalues and spectral radius of the Leslie matrix as well as the spectral radius properties concerning to the power of the Leslie matrix. The determination of the spectral radius of the Leslie matrix is carried out using the dominant eigenvalue. Meanwhile, the determination of the spectral radius properties of the Leslie matrix is based on the properties of the eigenvalue’s power. The results of this study show that the positive eigenvalue in the Leslie matrix is unique and is the dominant eigenvalue. The spectral radius of the Leslie matrix is equal to this dominant eigenvalue. Furthermore, the results also show that the spectral radius of the powers of the Leslie matrix is equal to the powers of its spectral radius, the convergence to zero of the powers of the Leslie matrix implies that the spectral radius of the Leslie matrix is less than 1, and the spectral radius of the powers of the Leslie matrix is less than or equal to the norm of the powers of the Leslie matrix. | |
| 42890 | 46257 | C1L018030 | Pengaruh Penguasaan Teknologi, Motivasi Kerja, Disiplin Kerja, dan Gender terhadap Kinerja Guru di SMA Negeri 1 Maos | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh penguasaan teknologi, motivasi kerja, disiplin kerja, dan gender terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Maos. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode survei. Subjek dalam penelitian ini adalah guru SMA Negeri 1 Maos yang berjumlah 59 guru. Sampel penelitian diambil menggunakan teknik sampel jenuh. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menggunakan SPSS 23, diperoleh hasil bahwa: (1) Penguasaan teknologi berpengaruh positif terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Maos; (2) Motivasi kerja berpengaruh negatif terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Maos; (3) Disiplin kerja berpengaruh positif terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Maos; (4) Gender berpengaruh negatif terhadap kinerja guru di SMA Negeri 1 Maos. Implikasi dari penelitian ini adalah upaya peningkatan kinerja guru di SMA Negeri 1 Maos. Upaya pertama adalah guru diharapkan dapat meningkatakan penguasaan teknologi dan memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan oleh sekolah. Upaya kedua adalah sekolah dapat memberikan motivasi yang sesuai kepada guru agar capaian kerja dapat diraih. Upaya ketiga adalah sekolah dapat memberikan penekanan dan sosialisasi lebih lanjut mengenai tata tertib yang berlaku di lingkungan pendidikan agar pelanggaran-pelanggaran dapat diminimalisir. Upaya keempat adalah guru diharapkan bekerja sesuai tugas dan kewajiban masing-masing tanpa membedakan peran pria maupun perempuan. | The aim of this research is to analyze the effect of mastery of technology, work motivation, work dicipline, and gender on teacher performance at SMA Negeri 1 Maos. This research is quantitative study using survey methods. This research is quantitative study using a survey methods. The subjects of this research are teachers at SMA Negeri 1 Maos, totaling 59 teachers. The research sample was taken using a saturated sampling technique. The research method used is multiple linear regression. Based on the results of research and data analysis using SPSS 23, the result were obtained: (1) mastery of technology has a positive effect on teacher performance at SMA Negeri 1 Maos; (2) work motivation has a negative effect on teacher performance at SMA Negeri 1 Maos; (3) work dicipline has a positive effect on teacher performance at SMA Negeri 1 Maos; (4) gender has a negative effect on teacher performance at SMA Negeri 1 Maos. The implication of this research is an effort to improve teacher performance at SMA Negeri 1 Maos. The first effort is for teachers to enhance their technology mastery and utilize the facilities provided by the school. The second effort is for the school to offer appropriate motivation to teachers so that work achievements can be realized. The third effort is for the school to provide further emphasis and socialization on the existing regulations within the educational environment to minimize violations. The fourth effort is for teacher to work according to their respective duties and responsibilities, regardless of gender. | |
| 42891 | 46258 | I1A020029 | Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perilaku Pencegahan Infeksi Nosokomial pada Perawat Puskesmas Rawat Inap di Kabupaten Purbalingga | Latar Belakang : Tingginya risiko penularan infeksi di Puskesmas mendorong perlunya upaya Pencegahan Infeksi yang dilakukan oleh perawat. Dari 105 perawat di Puskesmas Rawat Inap di Kabupaten Purbalingga, sebesar 15,2% perawat pernah mengalami infeksi nosokomial dalam setahun terakhir. Penelitian bertujuan mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap perilaku pencegahan infeksi nosokomial pada perawat. Metode : Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh perawat Puskesmas Rawat Inap di Kabupaten Purbalingga berjumlah 188 orang dengan sampel berjumlah 129 orang menggunakan teknik cluster random sampling. Analisis yang digunakan adalah uji chi square dan uji regresi logistik berganda. Hasil Penelitian : Adanya pengaruh variabel sikap (p-value = 0,000) terhadap perilaku pencegahan infeksi nosokomial. Sedangkan, variabel usia (p-value = 0,141), jenis kelamin (p-value = 0,368), tingkat pendidikan (p-value = 0,721), masa kerja (p-value = 0,353), pengetahuan (p-value = 0,430), motivasi (p-value = 0,231), pengawasan (p-value = 0,663), dan pelatihan PPI (p-value = 0,252) tidak berpengaruh Kesimpulan : Sikap merupakan faktor paling berpengaruh dengan nilai OR = 7,200, artinya perawat dengan sikap positif berpeluang 7,200 kali lebih besar melakukan upaya pencegahan infeksi nosokomial dengan baik dibandingkan dengan perawat yang memiliki sikap negatif. | Background : The high risk of infection transmission in health centers requires nurses to implement infection prevention measures. Among 105 nurses in Purbalingga District's inpatient health centers, 15.2% experienced nosocomial infections last year. This study identifies factors influencing nurses' infection prevention behavior. Methods : This research is quantitative with a cross-sectional study design. The study population consisted of 188 nurses from inpatient health centers in Purbalingga District, with a sample size of 129 selected through cluster random sampling. The analysis used includes chi-square tests and multiple logistic regression tests. Results : There is a significant influence of the attitude variable (p-value = 0,000) on nosocomial infection prevention behavior. Variables such as age (p-value = 0.141), gender (p-value = 0.368), education level (p-value = 0.721), length of service (p-value = 0.353), knowledge (p-value = 0.430), motivation (p-value = 0.231), supervision (p-value = 0.663), and infection prevention training (p-value = 0.252) showed no significant influence. Conclusion : Attitude is the most influential factor, with an odds ratio (OR) of 7.200, meaning that nurses with a positive attitude are 7.200 times more likely to perform effective nosocomial infection prevention compared to those with a negative attitude. | |
| 42892 | 46262 | H1D020030 | PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) PENGELOLAAN KOS MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman yang berasal dari luar kota sering menghadapi kesulitan dalam mencari kos yang sesuai karena informasi yang tersedia tidak selalu akurat dan dapat dipercaya. Hal tersebut meningkatkan risiko penipuan dan kerugian bagi mahasiswa. Pengembangan Sistem Informasi Geografis (SIG) Pengelolaan Kos Mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman bertujuan untuk menyediakan platform yang efisien, akurat, dan terpercaya dalam menyajikan informasi mengenai kos mahasiswa. Dengan sistem ini, diharapkan mahasiswa dapat membuat keputusan yang lebih baik terkait pemilihan kos. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melibatkan proses identifikasi masalah, pengumpulan data, perencanaan dan pengembangan sistem, dan penyusunan laporan dengan pengembangan sistem menggunakan metode waterfall. Penelitian ini menghasilkan sistem yang dapat memenuhi kebutuhan spesifik mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman dan berhasil mengintegrasikan teknologi Sistem Informasi Geografis untuk visualisasi lokasi kos. Hasil pengujian menunjukkan bahwa semua fitur berfungsi dengan baik dan memperoleh nilai kualitas “sangat baik” dengan rata-rata nilai pengujian Mean Opinion Score (MOS) sebesar 95,54%. | Students of Jenderal Soedirman University who come from out of town often face difficulties in finding suitable boarding houses (kos) due to the lack of accurate and reliable information. This increases the risk of fraud and losses for students. The development of the Geographic Information System (GIS) for Kos Management at Jenderal Soedirman University aims to provide an efficient, accurate, and reliable platform for presenting information about student housing. With this system, it is expected that students can make better decisions regarding their housing choices. The method used in this research involves problem identification, data collection, system planning and development, and reporting, with system development using the waterfall method. This research resulted in a system that meets the specific needs of students at Jenderal Soedirman University and successfully integrates GIS technology for visualizing kos locations. The test results show that all features function properly and the system achieved an "excellent" quality rating with an average Mean Opinion Score (MOS) score of 95.54%. | |
| 42893 | 46259 | L1B020046 | PENGGUNAAN INFUSUM DAUN KETAPANG (Terminalia catappa) SEBAGAI BAHAN ANESTESI TERHADAP DIFERENSIASI LEUKOSIT DAN WAKTU INDUKTIF SEDATIF IKAN NILA (Oreochromis niloticus) | Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan salah satu komoditas unggulan dalam perikanan dan membutuhkan penanganan yang tepat saat akan diberi suatu tindakan agar ikan tidak mengalami stres dan kematian. Salah satunya yaitu dengan menggunakan anestesi. Daun ketapang (Terminalia catappa) berpotensi sebagai bahan anestesi karena memiliki senyawa metabolit sekunder. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infusum daun ketapang terhadap diferensiasi leukosit dan waktu induktif sedatif teraman bagi ikan nila. Metode yang diterapkan yaitu Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari empat perlakuan (konsentrasi infusum daun ketapang 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, dan 20 ppm) dan 3 ulangan. Hasil perhitungan ANOVA menunjukkan penggunaan infusum daun ketapang tidak pengaruh nyata (P>0,05) terhadap diferensiasi leukosit. Sedangkan pada waktu induktif sedatif hasil perhitungan ANOVA menunjukkan adanya beda nyata (P<0,05). Waktu tercepat yang diperoleh ada pada dosis 20 ppm dengan waktu induktif tercatat 23 menit 41 detik dan waktu sedatifnya 18 menit 52 detik. | Tilapia (Oreochromis niloticus) is one of the leading commodities in fisheries and requires proper handling when given an action so that fish do not experience stress and death. One of them is by using anesthesia. Ketapang leaf (Terminalia catappa) has the potential as an anesthetic material because it has secondary metabolite compounds. This study aims to determine the effect of ketapang leaf infusion on leukocyte differentiation and the safest sedative inductive time for tilapia. The method applied was a completely randomized design (CRD) consisting of four treatments (ketapang leaf infusion concentration of 5 ppm, 10 ppm, 15 ppm, and 20 ppm) and 3 replicates. The results of ANOVA calculations showed the use of ketapang leaf infusions had no significant effect (P>0,05) on leukocyte differentiation. While in the sedative inductive time the results of ANOVA calculations showed a real difference (P<0,05). The fastest time obtained was at a dose of 20 ppm with inductive time recorded 23 minutes 41 seconds and sedative time 18 minutes 52 seconds. | |
| 42894 | 46260 | C1L019042 | Pengaruh TPACK dan Pengalaman Magang terhadap Kesiapan menjadi Guru pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh secara parsial maupun simultan Technological Knowledge (TK), Pedagogical Knowledge (PK), Content Knowledge (CK), Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) dan pengalaman magang terhadap kesiapan menjadi guru pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitatif dengan metode survei, melibatkan populasi sebanyak 124 mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman angkatan 2019, 2020, dan 2021. Sampel penelitian ini adalah 95 dan proportionate stratified random sampling digunakan sebagai teknik pengambilan sampel. Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TK, PK, CK secara parsial tidak berpengaruh terhadap kesiapan menjadi guru. Sedangkan, TPACK dan pengalaman magang secara parsial berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan menjadi guru. TK, PK, CK, TPACK, dan pengalaman magang secara simultan berpengaruh positif terhadap kesiapan menjadi guru pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Jenderal Soedirman. Implikasi penelitian ini, diantaranya: Pertama, mahasiswa dapat meningkatkan literasi dari segi teknologi, konten, dan pedagogik; Kedua, dosen dapat memberikan materi yang lebih spesifik mengenai TPACK; Ketiga, program studi dapat memberikan program pelatihan, seminar atau workshop berkaitan dengan integrasi TPACK; Keempat, mahasiswa dapat meningkatkan intensitas praktik mengajar melalui microteaching; Kelima, program studi dapat melakukan peninjuan ulang dan evaluasi pada program magang; Keenam, dosen memberikan bimbingan lebih mendalam dan feedback berkelanjutan; Ketujuh, penelitian serupa dapat dilakukan pada subjek atau lokasi lain. | This study aims to analyze the partial and simultaneous effects of Technological Knowledge (TK), Pedagogical Knowledge (PK), Content Knowledge (CK), Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) and internship experience on the readiness to become a teacher for Economic Education students at Jenderal Soedirman University. This research is included in quantitative research with a survey method, involving a popopulation of 124 Economics Education students of Jenderal Soedirman University class of 2019, 2020, and 2021. The sample of this study was 95 and proportionate stratified random sampling was used as the sampling technique. The data analysis technique used multiple linear regression analysis. The result showed that TK, PK, CK partially had no effect on readiness to become a teacher. Meanwhile, TPACK and internship experience partially have a positive and significant effect on readiness to become a teacher. TK, PK, CK, TPACK, and internship experience simultaneously have a positive effect on readiness to become a teacher for Economic Education students at Jenderal Soedirman University. The implications of this research include: First, students can enhance literacy in term of technology, pedagogy, and content; Second, lecturers can provide more detailed material regarding TPACK; Third, study programs can offer training programs, seminars or workshops related to TPACK integration; Fourth, students can intensify teaching practice through microteaching; Fifth, study programs can conduct reviews and evaluations on internship programs; Sixth, lecturers can provide more comprehensive guidance and continuous feedback; Seventh, similar research can be conducted on other subjects or locations. | |
| 42895 | 46261 | H1D020038 | PERANCANGAN DESAIN UI/UX APLIKASI MOBILE UNSOED SUPER APPS DENGAN METODE DESIGN THINKING | Transformasi teknologi informasi telah mendorong Universitas Jenderal Soedirman untuk meningkatkan kualitas layanan melalui integrasi sistem yang selama ini terpisah Layanan yang tersebar di berbagai platform menyebabkan pengguna mengalami kesulitan dalam mengakses informasi dan mengurangi efisiensi operasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang desain UI/UX aplikasi mobile UNSOED Super Apps yang mengintegrasikan berbagai sistem universitas dalam satu platform, menggunakan pendekatan design thinking. Pengujian menggunakan model System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor 76,33%, menunjukkan bahwa aplikasi ini mencapai tingkat kelayakan yang memadai untuk digunakan, dengan kategori B (GOOD). Hal ini mengindikasikan bahwa UNSOED Super Apps memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, mendukung efisiensi operasional universitas, serta menciptakan ekosistem digital yang dinamis dan terintegrasi di lingkungan kampus | Transformasi teknologi informasi telah mendorong Universitas Jenderal Soedirman untuk meningkatkan kualitas layanan melalui integrasi sistem yang selama ini terpisah Layanan yang tersebar di berbagai platform menyebabkan pengguna mengalami kesulitan dalam mengakses informasi dan mengurangi efisiensi operasional. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk merancang desain UI/UX aplikasi mobile UNSOED Super Apps yang mengintegrasikan berbagai sistem universitas dalam satu platform, menggunakan pendekatan design thinking. Pengujian menggunakan model System Usability Scale (SUS) menghasilkan skor 76,33%, menunjukkan bahwa aplikasi ini mencapai tingkat kelayakan yang memadai untuk digunakan, dengan kategori B (GOOD). Hal ini mengindikasikan bahwa UNSOED Super Apps memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, mendukung efisiensi operasional universitas, serta menciptakan ekosistem digital yang dinamis dan terintegrasi di lingkungan kampus | |
| 42896 | 46263 | H1D020010 | SISTEM REKOMENDASI SKINCARE BERBASIS WEBSITE DENGAN METODE LEXICON-BASED SENTIMENT ANALYSIS, DECISION TREE REGRESSION, DAN SUPPORT VECTOR MACHINE | Skincare merupakan produk kecantikan untuk merawat dan melindungi kulit dari paparan radikal bebas serta sinar matahari. Banyaknya skincare yang beredar di Indonesia dapat membingungkan pengguna dalam memilih produk yang tepat. Sistem rekomendasi skincare dapat menjadi solusi dalam memberikan rekomendasi produk skincare. FemaleDaily Reviews adalah platform berbagi ulasan penggunaan skincare yang dapat dijadikan acuan rekomendasi. Ulasan bintang, teks, dan rekomendasi thumbs up/down memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem rekomendasi yang menggabungkan beberapa metode untuk mengakomodasi ketiga jenis ulasan tersebut. Lexicon-based sentiment analysis digunakan untuk memproses ulasan berbentuk teks sehingga didapatkan nilai rating implisit. Decision tree regression digunakan untuk melakukan prediksi nilai rating implisit dan eksplisit. Model SVM menggabungkan hasil prediksi kedua rating untuk menentukan apakah suatu produk direkomendasikan atau tidak. Sistem diimplementasikan dalam bentuk website sehingga pengguna dapat menerima rekomendasi produk yang sesuai dengan usia dan jenis kulitnya. Evaluasi model decision tree regression menunjukkan rata-rata skor R¬2 0.265917 untuk prediksi rating dan 0.197513 untuk rating text. Nilai rata-rata MAE untuk prediksi rating sebesar 0.578331 dan 0.473217 untuk rating text. Evaluasi model SVM dengan tambahan fitur rating_text mengalami peningkatan dibandingkan model yang hanya menggunakan rating dengan rata-rata accuracy 0.953818, precision 0.971238, recall 0.975148, dan F1-score 0.981362. Sistem rekomendasi skincare berhasil dikembangkan dalam bentuk website dengan hasil pengujian blackbox valid. UAT menunjukkan rata-rata 4.382 dan termasuk kategori baik. Uji reliabilitas menggunakan Cronbach’s Alpha mendapatkan nilai 0,849 yang berarti kuesioner dapat diandalkan. Berdasarkan pengujian yang dilakukan, disimpulkan bahwa sistem rekomendasi skincare berbasis website berhasil dikembangkan sesuai tujuan penelitian. | Skincare is a beauty product designed to care for and protect the skin from free radicals and sunlight. The abundance of skincare products available in Indonesia can confuse users in choosing the right product. A skincare recommendation system can be a solution for providing personalized product recommendations. FemaleDaily Reviews is a skincare reviews sharing platform that can serve as a reference. Star ratings, text reviews, and thumbs up/down recommendations each have different characteristics. This study aims to develop a recommendation system combining several methods to accommodate these types of reviews. Lexicon-based sentiment analysis is used to process text reviews, generating implicit rating values. Decision tree regression is used to predict both implicit and explicit ratings. The SVM model combines these predicted ratings to determine if a product is recommended. The system is implemented as a website, allowing users to receive recommendations based on their age and skin type. Evaluation of the regression model shows an average R² score of 0.265917 for rating predictions and 0.197513 for text ratings. The average MAE for rating prediction is 0.578331, and 0.473217 for text ratings. The SVM model with the additional rating_text feature shows improved performance over the rating-only model, with an accuracy of 0.953818, precision of 0.971238, recall of 0.975148, and F1-score of 0.981362. The skincare recommendation website was successfully developed with valid blackbox testing. UAT results show an average score of 4.382, categorized as good. Cronbach's Alpha reliability test yielded 0.849, indicating reliable questionnaires. Overall, the system successfully achieved the research objectives. | |
| 42897 | 46264 | H1E020041 | RANCANGAN MANAJEMEN LABORATORIUM BERDASARKAN ISO/IEC 17025 PADA KLAUSUL 6 DENGAN METODE GAP ANALYSIS DI LABORATORIUM TEKNIK INDUSTRI UNSOED | ISO/IEC Guide 17025 merupakan standar internasional bagi laboratorium pengujian dan laboratorium kalibrasi. Standar ini bertujuan untuk laboratorium agar menghasilkan data yang valid. ISO/IEC 17025:2017 merupakan edisi ketiga dari seri ISO/IEC 17025 yang terdapat 8 klausul dengan 5 klausul utama sebagai persyaratannya. Saat ini, Laboratorium Teknik Industri memiliki 2 ruang laboratorium di mana keduanya masih dimanfaatkan secara internal sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar. Di Unsoed juga belum terdapat laboratorium yang terakreditasi ISO/IEC 17025 versi apapun. Dengan adanya dorongan dari hasil akreditasi program studi mengenai sarana dan prasarana pembelajaran, maka laboratorium yang merupakan salah satu prasarana yang perlu diperhatikan perkembangannya. Dengan adanya fokus terkait sarana dan prasarana, maka berdasarkan ISO/IEC17025:2017 klausul 6 merupakan klausul yang menjadi acuan untuk digunakan. Klausul 6 yang berisi mengenai persyaratan sumber daya yang terdiri dari umum, personel, fasilitas dan kondisi lingkungan, peralatan, ketertelusuran metrologi, serta produk dan layanan yang disediakan eksternal. Dengan membandingkan keadaan Laboratorium Teknik Industri dengan persyaratan dalam klausul 6, maka digunakan gap analysis sebagai metode untuk melihat gap kondisi Laboratorium Teknik Industri dengan persyaratannya. Penelitian dilakukan dengan menggunakan metode pengisian kuesioner melalui wawancara dengan beberapa narasumber yang berkaitan dengan laboratorium. Hasilnya bahwa Laboratorium Teknik Industri menunjukkan persentase gap sebesar 59%, artinya penerapan klausul 6 pada laboratorium masih kurang dan perlu adanya peningkatan. Untuk meningkatkan persentase kesiapannya, maka perlu dipertimbangkan untuk memenuhi beberapa usulan perbaikan yang telah diberikan. | ISO/IEC Guide 17025 is an international standard for testing and calibration laboratories. This standard aims to ensure that laboratories produce valid data. ISO/IEC 17025:2017 is the third edition of the ISO/IEC 17025 series, which includes 8 clauses, with 5 main clauses as its requirements. Currently, the Industrial Engineering Laboratory has 2 laboratory rooms, both of which are still used internally to support teaching and learning activities. There are also no laboratories at Unsoed accredited to any version of ISO/IEC 17025. With the impetus from the results of program accreditation concerning learning facilities and infrastructure, laboratories, as a critical infrastructure component, need to be developed. With a focus on facilities and infrastructure, Clause 6 of ISO/IEC 17025:2017 serves as a reference. Clause 6 outlines requirements for resources, including general requirements, personnel, facilities and environmental conditions, equipment, metrological traceability, and externally provided products and services. By comparing the condition of the Industrial Engineering Laboratory with the requirements outlined in Clause 6, gap analysis is used as a method to identify the gaps between the current condition of the Industrial Engineering Laboratory and its requirements. The research was conducted using a questionnaire method through interviews with several respondents related to the laboratory. The results indicate that the Industrial Engineering Laboratory has a gap percentage of 59%, meaning that the implementation of Clause 6 in the laboratory is insufficient and requires improvement. To increase the readiness percentage, it is necessary to consider implementing several proposed improvements. | |
| 42898 | 46265 | H1E020033 | OPTIMIZATION OF WAX REMOVAL IN THE PRODUCTION PROCESS OF LASEM HAND-DRAWN BATIK TO IMPROVE PRODUCT QUALITY USING THE TAGUCHI METHOD | Latar Belakang: Indonesia adalah negara yang kaya akan keberagaman budaya dan tradisi. Salah satu ciri khasnya adalah batik. Asri Ana Budaya merupakan salah satu UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) yang memproduksi berbagai jenis batik tulis dengan beragam kain, warna, pola, dan desain. Dengan tingginya persaingan di industri batik, UMKM secara alami berupaya untuk terus meningkatkan kualitasnya guna memenangkan pasar. Namun, selama proses pelorodan lilin (nglorod), UMKM Asri Ana Budaya menghadapi masalah kualitas di mana sejumlah besar lilin masih menempel pada kain. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang secara signifikan mempengaruhi proses nglorod, menentukan kombinasi optimal faktor dan level faktor untuk proses nglorod guna meningkatkan kualitas produk, serta mengukur jumlah kain bersih yang dapat dihasilkan dari kombinasi optimal tersebut. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Taguchi dengan karakteristik kualitas "lebih besar lebih baik", di mana semakin besar jumlah kain bersih yang dihasilkan, semakin baik. Array ortogonal yang digunakan adalah L9(34), dengan empat faktor kontrol: air, waterglass, suhu, dan waktu, dengan variabel respon adalah jumlah kain bersih. Hasil dan Pembahasan: Temuan penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi proses pelorodan lilin adalah waktu, waterglass, dan air. Pengaturan level optimal yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah A1 (air, 60 liter), B3 (waterglass, 300 gram), C2 (suhu, 90°C), dan D2 (waktu, 10 menit), dengan kombinasi ini menghasilkan rata-rata 7,33 kain bersih. | Background: Indonesia is a country rich in cultural and traditional diversity. One of its distinctive features is batik. Asri Ana Budaya is one of the MSMEs (Micro, Small, and Medium Enterprises) that produces various types of hand-drawn batik with a variety of fabrics, colors, patterns, and designs. With the high competition in the batik industry, MSMEs naturally aim to continuously improve their quality to win the market. However, during the wax removal process (nglorod), Asri Ana Budaya MSME faces a quality issue where a significant amount of wax remains attached to the fabric. Objective: The aim of this research is to identify the factors that significantly effect the nglorod process, determine the optimal combination of factors and factor levels for the nglorod process to enhance product quality, and quantify the amount of clean fabric that can be produced from the optimal combination. Method: This research was conducted using the Taguchi method with the "larger is better" quality characteristic, where the greater the amount of clean fabric produced, the better. The orthogonal array used is L9(34), with four control factors: water, waterglass, temperature, and time, with the response variable being the amount of clean fabric. Results and Discussion: The research findings indicate that the factors influencing the wax removal process are time, waterglass, and water. The optimal level settings identified in this study are A1 (water, 60 liters), B3 (waterglass, 300 grams), C2 (temperature, 90°C), and D2 (time, 10 minutes), with this combination yielding an average of 7.33 clean fabrics. | |
| 42899 | 46266 | A1C020067 | Rancang Bangun Sistem Monitoring Irigasi dan Cuaca Berbasis Internet of Things (IoT) Menggunakan Metode Komunikasi Long Range (LoRa) | Internet of Things atau yang sering kita sebut IoT adalah sebuah konsep yang memiliki tujuan memperluas manfaat dari konektivitas internet, namun IoT mengharuskan kita terkoneksi dengan internet, sehingga area yang tidak terdapat koneksi internet tidak memungkinkan kita untuk menerapkan IoT. Oleh karena itu, diperlukan teknologi lain untuk dapat melakukan komunikasi data tanpa internet yaitu teknologi Long Range (LoRa). LoRa merupakan teknologi nirkabel yang memungkinkan untuk komunikasi jarak jauh hingga mencapai puluhan kilometer. Teknologi komunikasi LoRa ini memungkinkan metode transfer data jarak jauh tanpa bergantung pada jangkauan jaringan yang umumnya daerah irigasi yang terdapat di daerah yang minim jaringan internet. Hasil dari penelitian menunjukan rancang bangun sistem monitoring pada irigasi dan cuaca telah berhasil dilakukan. Sistem terdiri dari Modul 1, Modul 2, dan Stasiun IoT. Modul 1 merupakan sistem yang terdapat pada bangunan ukur irigasi, sebagai pengukur ketinggian dan debit air. Modul 2 merupakan sistem untuk mengukur cuaca sekitar irigasi dengan variabel berupa suhu, kelembapan, curah hujan, radiasi matahari, dan kecepatan angin. Stasiun IoT sebagai sistem IoT mampu megirimkan data menuju cloud untuk ditampilkan pada interface aplikasi dengan baik. Disamping itu, sistem yang telah dibuat ini mampu mengumpulkan, menyimpan, dan mengirimkan data secara real-time dengan bantuan LoRa dan IoT. | Internet of Things or what we often call IoT is a concept that has the aim of expanding the benefits of internet connectivity, but IoT requires us to be connected to the internet, so areas where there is no internet connection do not allow us to implement IoT. Therefore, another technology is needed to be able to communicate data without the internet, namely Long Range (LoRa) technology. LoRa is a wireless technology that allows for long distance communication up to tens of kilometres. LoRa communication technology allows long distance data transfer methods without relying on network coverage which is generally irrigation areas located in areas with minimal internet networks. The results of the research show that the design of a monitoring system for irrigation and weather has been successfully carried out. The system consists of Module 1, Module 2, and IoT Station. Module 1 is a system found in irrigation measuring buildings, as a measure of water level and discharge. Module 2 is a system to measure the weather around irrigation with variables such as temperature, humidity, rainfall, solar radiation, and wind speed. The IoT station as an IoT system is able to send data to the cloud to be displayed on the application interface properly. In addition, the system that has been made is able to collect, store, and send data in real-time with the help of LoRa and IoT. | |
| 42900 | 46267 | C1G020023 | ANALISIS EFISIENSI PERUSAHAAN INDUSTRI BATUBARA DI INDONESIA MENGGUNAKAN DATA ENVELOPMENT ANALYSIS (DEA) | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efisiensi industri perusahaan batubara di Indonesia. Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data sekunder yang bersumber dari Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah perusahaan dalam penelitian ini yaitu sebanyak 6 perusahaan. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah dokumentasi data sekunder. Hasil dari penelitian ini 6 perusahaan batubara yang listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) memiliki tingkat efisiensi dengan skor efisiensi teknis 1. | The aim of this research is to analyze the level of industrial efficiency of coal companies in Indonesia. The data used in this research is secondary data sourced from the Indonesian Stock Exchange (BEI). The number of companies in this research was 6 companies. The analysis technique used in this research is secondary data documentation. The results of this research are that 6 coal companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) have an efficiency level with a technical efficiency score of 1. |