Home
Login.
Artikelilmiahs
46255
Update
MELANI WIDIYANTINI
NIM
Judul Artikel
KEANEKARAGAMAN DAN PENGELOLAAN MANGROVE DI KAWASAN PANTAI LESTARI, KARANGSONG, INDRAMAYU
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Desa Karangsong, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat merupakan salah satu wilayah di Indonesia yang mempunyai kawasan ekowisata mangrove. Kondisi vegetasi mangrove di Karangsong mengalami perubahan di setiap tahunnya. Ekosistem mangrove yang baik, perlu diimbangi dengan pengelolaan yang tepat dan berkelanjutan. Pengelolaan mangrove sebaiknya mempertimbangkan pemanfaatan mangrove yang tidak merusak, baik itu pemanfaatan secara langsung maupun tidak langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keanekaragaman dan pengelolaan mangrove di Pantai Lestari, Karangsong, Indramayu. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari hingga Mei 2024 dengan menggunakan metode survei. Pengamatan karakteristik morfologi dilakukan untuk identifikasi spesies mangrove yang ditemukan. Selanjutnya, pengamatan terhadap keanekaragaman mangrove di Pantai Lestari, Karangsong, Indramayu dilakukan pada tiga stasiun pengamatan menggunakan metode transek berplot sebanyak sembilan plot. Komposisi spesies ditentukan dengan menggunakan Indeks Nilai Penting (INP) dan keanekaragaman menggunakan Indeks Keanekaragaman Shannon-Wiener (H’). Sedangkan untuk pendataan terhadap pengelolaan mangrove dilakukan wawancara semi terstruktur kepada responden yang meliputi masyarakat setempat, perangkat desa, pihak pengelola, dan pengunjung dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Data pengamatan dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks keanekaragaman vegetasi mangrove tergolong rendah (0,27-0,99). Hal tersebut dikarenakan ekosistem mangrove di Karangsong merupakan hasil rehabilitasi yang didominasi oleh spesies Avicennia marina pada tingkat pohon dan pancang, serta spesies Rhizophora mucronata pada tingkat semai. Terdapat tiga spesies mangrove yang ditemukan di lokasi penelitian yaitu Avicennia marina, Rhizophora mucronata, dan Excoecaria agallocha. Masyarakat Karangsong memanfaatkan mangrove baik secara langsung seperti diolah menjadi makanan, obat, bahan bangunan, dan lain-lain maupun secara tidak langsung seperti penahan abrasi, habitat bagi biota mangrove, melindungi wilayah tambak, dan kawasan ekowisata. Pengelolaan ekosistem mangrove di Karangsong baik dari segi fasilitas, pelestarian ekosistem, dan daya tarik wisata perlu untuk dikembangkan. Masyarakat perlu dilibatkan dalam pengelolaan dan pemanfaatan mangrove seperti membentuk kelompok binaan olahan dan kerajinan mangrove dan menjadikan masyarakat sebagai local guide ekowisata mangrove. Sehingga selain meningkatkan aspek ekologis namun juga memiki nilai tambah ekonomi dan sosial bagi masyarakat.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Karangsong village, Indramayu district, West Java is one of the regions in Indonesia that has mangrove ecosystems. The conditions of mangrove vegetation in Karangsong change every year. A good mangrove ecosystem needs to be balanced with proper and sustainable management. Mangrove management should consider non-destructive mangrove exploitation, whether it is direct or indirect exploitation. This research aimed to find out the diversity and management of mangroves in Lestari Beach, Karangsong, Indramayu. The study was conducted from February to May 2024 using the survey method. Morphological characteristic observations were carried out to identify the species of mangrove found. Furthermore, observations of mangrove diversity in Lestari Coast, Karangsong, Indramayu were carried out at three observation stations using transect method plotted as much as nine plots. Species composition is determined using the Important Value Index (IVI) and diversity using the Shannon-Wiener Diversity Index (H’). In order to deal with mangrove management, a semi-structured interview was conducted to respondents that included local communities, village facilities, managers, and visitors with purposive sampling techniques. Observation data was analyzed qualitatively descriptively. The results of the research showed that the Mangrove Vegetation Diversity Index belongs to low (0.27-0.99). This is because the mangrove ecosystem in Karangsong is a rehabilitation result that is dominated by the species Avicennia marina at the tree and sapling categories, as well as Rhizophora mucronata species at the seedling category.There were three species of mangrove found at the site of the research: A. marina, R. muchronata, and Excoecaria agallocha. The Karangsong community uses mangroves either directly as food, medicine, building materials, etc. or indirectly as abrasion containers, habitats for mangrove biota, shelters, and ecosystem areas. Managing the mangrove ecosystem in Karangsong both in terms of facilities, conservation of ecosystems, and tourist attractiveness needs to be developed. The community needs to be involved in the management and utilization of mangroves, such as forming groups for processing and crafting mangrove products and making the community local guides for mangrove ecotourism. Thus, in addition to enhancing ecological aspects, it also provides added economic and social value for the community.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save