Artikelilmiahs
Menampilkan 42.861-42.880 dari 48.834 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 42861 | 46227 | B2A022002 | Komposisi Tubuh dan Aktivitas Enzim Digesti Ikan Nilem (Osteochilus vittatus) yang Diberi Pakan Suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris | Budidaya ikan nilem (Osteochilus vittatus) mulai meningkat di Kabupaten Banyumas. Suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris telah banyak dimanfaatkan dalam bidang akuakultur sebagai pakan bernutrisi tinggi untuk meningkatkan produksi ikan. Evaluasi kecernaan terhadap Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris pada ikan nilem dapat dilakukan dengan pengukuran komposisi tubuh dan aktivitas enzim digesti. Evaluasi bertujuan untuk mengetahui pengaruh suplementasi Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris serta mendapatkan dosis terbaik untuk meningkatkan komposisi tubuh dan aktivitas enzim digesti ikan nilem (Osteochilus vittatus). Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak lengkap yang terdiri dari perlakuan: P0 = tanpa suplementasi sebagai control; P1 = Spirulina platensis 6 g.kg-1 pakan; P2 = Chlorella vulgaris 4 g.kg-1 pakan; P3 = (Spirulina platensis 3 g + Chlorella vulgaris 2 g).kg-1 pakan; dan P4 = (Spirulina platensis 2 g + Chlorella vulgaris 3 g).kg-1 pakan dengan empat ulangan. Hasil menunjukkan Spirulina platensis dan Chlorella vulgaris meningkatkan kadar protein, lemak, dan serat ikan nilem. Chlorella vulgaris dan kombinasi Spirulina platensis + Chlorella vulgaris meningkatkan aktivitas trypsin-like, lipase, amilase, dan alkalin fosfatase di usus depan, usus belakang, dan hepatopankreas. Chlorella vulgaris dapat diberikan sebagai suplemen pakan ikan nilem untuk meningkatkan aktivitas enzim digesti yang berkontribusi terhadap peningkatan komposisi tubuh. | Cultivation of nilem fish (Osteochilus vittatus) increased in the district of Banyumas . Supplementation Spirulina platensis and Chlorella vulgaris has lots utilized in field aquaculture as high nutritious food to increase fish production. Evaluation digestibility to Spirulina platensis and Chlorella vulgaris in nilem fish can done with measurement composition body and activity enzyme digestion. The purpose of this study was to know the influence of supplementation of Spirulina platensis and Chlorella vulgaris and to find the most appropriate composition of supplementation to enhance body composition and digestive enzyme activity of nilem (Osteochilus vittatus). The study was conducted experimentally with completely randomized design (CRD) and consisting of five Treatments: P0 = without supplementation as control; P1 = Spirulina platensis 6 g.kg-1; P2 = Chlorella vulgaris 4 g.kg-1; P3 = ( Spirulina platensis 3 g + Chlorella vulgaris 2 g).kg-1; and P4 = ( Spirulina platensis 2 g + Chlorella vulgaris 3 g).kg-1, in four replicates. The results showed Spirulina platensis and Chlorella vulgaris increase nilem protein, fat and fiber levels. Chlorella vulgaris and combinations of Spirulina platensis + Chlorella vulgaris enhance activity trypsin-like, lipase, amylase, and alkaline phosphatase in foregut, hindgut, and hepatopancreas. Chlorella vulgaris can be given as supplement of nilem feed to enhance enzyme activity that contributing digestion to enhance body composition. | |
| 42862 | 46229 | I1A017088 | STUDI DESKRIPTIF PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU PENCEGAHAN HIV/AIDS PADA MAHASISWA S1 KESEHATAN MASYARAKAT FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: HIV masih menjadi masalah kesehatan yang utama di dunia dan penularannya terus berlangsung di semua negara secara global. Epidemi HIV secara tidak proporsional mempengaruhi orang-orang dari populasi kunci, terutama kaum muda berusia 15-24 tahun. Berdasarkan data Profil Kesehatan Kabupaten Banyumas tahun 2023, jumlah penderita HIV terdapat sebanyak 119 kasus dengan kasus paling banyak adalah pada usia produktif (20-49 tahun) yaitu sebanyak 86 kasus (72,3%). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan mengenai pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan HIV/AIDS. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif deskriptif dengan desain studi cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 88 mahasiswa menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan google form. Analisis data yang digunakan adalah analisis univariat. Hasil Penelitian: Karakteristik responden dalam penelitian ini sebagian besar berusia 20 tahun (44,3%), jenis kelamin perempuan (89,8%), angkatan tahun 2023 (54,5%), bertempat tinggal di kost (76,1%), status berpacaran responden tidak punya pacar (71,6%), pengetahuan mahasiswa berkategori baik (52,3%), sikap mahasiswa terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS berkategori baik (51,1%), dan perilaku pencegahan mahasiswa terhadap HIV/AIDS berkategori baik (55,7%). Kesimpulan: Pengetahuan mahasiswa tentang HIV/AIDS dan perilaku pencegahan HIV/AIDS berkategori baik, sikap mahasiswa terhadap perilaku pencegahan HIV/AIDS berkategori baik, dan perilaku pencegahan mahasiswa terhadap HIV/AIDS berkategori baik. Kata Kunci: Perilaku Pencegahan, HIV/AIDS, Mahasiswa 1Mahasiswan Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 2Dosen Jurusan Kesehatan Masyarakat Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | Background: HIV remains a major global health problem and transmission continues in all countries globally. The HIV epidemic disproportionately affects people from key populations, especially young people aged 15-24 years. Based on data from the Banyumas Regency Health Profile in 2023, the number of HIV patients was 119 cases with the most cases in productive age (20-49 years), namely 86 cases (72.3%). This study aims to determine and describe the knowledge, attitudes, and behavior of HIV/AIDS prevention. Methods: This research is a descriptive quantitative research with a cross sectional study design. The sample size was 88 students using simple random sampling technique. Data collection using google form. Data analysis used is univariate analysis. Research Results: The characteristics of respondents in this study were mostly 20 years old (44.3%), female gender (89.8%), class of 2023 (54.5%), residing in boarding houses (76.1%), respondents' dating status did not have a boyfriend (71.6%), student knowledge about HIV / AIDS and HIV / AIDS prevention behavior was categorized as good (52.3%), student attitudes towards HIV / AIDS prevention behavior were categorized as good (51.1%), and student prevention behavior towards HIV / AIDS was categorized as good (55.7%). Conclusion: Students' knowledge about HIV/AIDS and HIV/AIDS prevention behavior is categorized as good, students' attitudes towards HIV/AIDS prevention behavior are categorized as good, and students' prevention behavior towards HIV/AIDS is categorized as good. Keywords: Prevention Behavior, HIV/AIDS, Students 1Student of Department of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman university 2Lecturer of Department of Public Health, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman university | |
| 42863 | 46230 | I1A019078 | Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kejadian Diare Pada Balita Di Puskesmas Purwaharja 2 Kota Banjar Jawa Barat | Latar Belakang: Berdasarkan hasil penelitian terdahulu Peneliti menggunakan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita yaitu pengetahuan ibu, perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), status gizi, Pemberian Air Susu Ibu (ASI), perilaku mencuci tangan, ketersediaan jamban, sumber air bersih, dan status imunisasi. Hal ini disebabkan faktor-faktor tersebut merupakan faktor-faktor yang yang digunakan peneliti sebelumnya yang dapat mempengaruhi kejadian diare pada balita. Metodologi: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian observasional kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Dalam penelitian ini penulis menggunakan langkah analisis univariat, bivariat (Chi-Square) dan multivariat (regresi logistik berganda). Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Pengetahuan ibu tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare pada balita (2) Perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare pada balita (3) Status gizi tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare pada balita, (4) Pemberian Air Susu Ibu (ASI) tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare pada balita, (5) Perilaku mencuci tangan tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare pada balita, (6) Ketersediaan jamban tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare pada balita, (7) Sumber air bersih berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare pada balita. (8) Status imunisasi tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian diare pada balita. Kesimpulan: Sumber air bersih merupakan faktor yang mempengaruhi kejadian diare pada balita di Puskesmas Purwaharja 2 Kota Banjar. | Background: Based on the results of previous research, researchers used factors that influence the incidence of diarrhea in toddlers, namely maternal knowledge, clean and healthy living behavior (PHBS), nutritional status, breastfeeding, hand washing behavior, toilet availability, sources clean water, and immunization status. This is because these factors are factors used by previous researchers which can influence the incidence of diarrhea in toddlers. Methods: This research uses a quantitative observational research type using a cross-sectional approach. In this research the author used univariate, bivariate analysis steps (Chi-Square), and multivatiate (multiple logistic regression) . Results: Research Results: The results of the study show that (1) Mother's knowledge does not significantly influence the incidence of diarrhea in toddlers (2) Clean and healthy living behavior (PHBS) does not significantly influence the incidence of diarrhea in toddlers (3) Nutritional status does not significantly influence the incidence of diarrhea in toddlers, (4) Giving breast milk (ASI) does not have a significant effect on the incidence of diarrhea in toddlers, (5) Hand washing behavior does not have a significant effect on the incidence of diarrhea in toddlers, (6) Availability of toilets does not have a significant effect on the incidence of diarrhea in toddlers. , (7) Clean water sources have a significant effect on the incidence of diarrhea in toddlers. (8) Immunization status does not have a significant effect on the incidence of diarrhea in toddlers. Conclusion: The source of clean water is a factor that influences the incidence of diarrhea in toddlers at the Purwaharja 2 Community Health Center, Banjar City. | |
| 42864 | 46231 | A1A017038 | Pengaruh Electronik Word of Mouth (eWOM) terhadap Keputusan Pembelian Online Produk Buah Alpukat di Gudang Alpukat Mentega | Pemasaran secara online sudah merambah pada produk-produk pertanian seperti alpukat. Hal itu ditunjukkan dengan munculnya e-commerce di bidang pertanian. Electronic Word of Mouth (eWOM) merupakan pernyataan atau komentar positif maupun negatif yang dibuat oleh konsumen potensial, aktual, atau terdahulu yang berkaitan dengan produk atau perusahaan di mana pernyataan tersebut tersedia untuk publik melalui internet. Sosial media Gudang Alpukat Mentega memiliki potensi yang tinggi untuk dijadikan sebagai media untuk memasarkan produknya. Tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Mengetahui karakteristik konsumen yang melakukan pembelian online produk buah alpukat di Gudang Alpukat Mentega 2) Mengetahui pengaruh dimensi-dimensi eWOM terhadap keputusan pembelian online produk buah alpukat di Gudang Alpukat Mentega. Penelitian dilakukan dengan metode studi kasus di Gudang Alpukat Mentega yang terletak di kelurahan Jatiasih, kota Bekasi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Agustus 2024 pada 63 responden yang merupakan kosumen yang pernah melalukan pembelian online buah alpukat di Gudang Alpukat Mentega yang diambil berdasarkan purposive sampling dan data diambil secara daring melalui Google Form. Variabel yang digunakan pada penelitian ini meliputi eWOM intensity, positive valance eWOM, negative valance eWOM, eWOM content, dan keputusan pembelian. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan analisis SEM PLS dengan software SmartPLS. Berdasarkan hasil penelitian menunjukan bahwa variabel positive valance eWOM, negative valance eWOM, dan eWOM content berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian online buah alpukat di Gudang Alpukat Mentega. Variabel eWOM content merupakan faktor yang paling mempengaruhi keputusan pembelian, dengan nilai p-value sebesar 0,000. Hasil ini menunjukan bahwa konsumen lebih mempertimbangkan keputusan pembelian melalui isi informasi yang disediakan oleh Gudang Alpukat Mentega dibanding variabel lainnya. | Online marketing has spread to agricultural products such as avocados. This was demonstrated by the emergence of e-commerce in the agricultural sector. Electronic word of mouth (eWOM) is a positive or negative statement or comment made by potential, actual, or former consumers relating to a product or company where the statement is available to the public via the internet. Gudang Alpukat Mentega`s social media has high potential to be used as a medium for marketing its products. The objectives of this research are 1) to find out the characteristics of customers who make online purchases of avocado products at Gudang Avocado Butter. 2) To find out the influence of eWOM dimensions on online purchasing decisions for avocado products at Gudang Alpukat Mentega. The research was conducted as a case study at Gudang Alpukat Mentega, located in Jatiasih sub-district, Bekasi city. The research was conducted in August 2024 on 63 respondents who were consumers who had made online purchases of avocados at the Gudang Alpukat Mentega, taken based on purposive sampling and data taken online via Google Form. The variables used in this research include eWOM intensity, positive valance, negative valance, eWOM content, and purchasing decisions. The data analysis used in descriptive analysis and SEM PLS analysis with SmartPLS software. Based on the research results, it shows that the variables positive valance eWOM, negative valance eWOM, and eWOM content have a significant effect on online purchasing decisions for avocados at Gudang Avocado Butter. The eWOM content variable is the factor that most influences purchasing decisions, with a p-value of 0.000. These results show that consumers consider purchasing decisions more through the information content provided by Gudang Avocado Butter than other variables. | |
| 42865 | 46232 | B1A017129 | RESPONS ANATOMIS DAN FISIOLOGIS DAUN KEDELAI [Glycine max (L.) MERR.] KULTIVAR SINABUNG PADA PEMBERIAN GARAM DENGAN BERBAGAI KONSENTRASI | Kedelai merupakan komoditas penting di Indonesia. Namun, produksi kedelai masih rendah akibat terbatasnya lahan yang sesuai. Salah satu alternatif adalah memanfaatkan lahan marginal seperti tanah salin dengan menggunakan kultivar toleran salinitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi garam optimal bagi pertumbuhan kedelai Kultivar Sinabung dan respons anatomi-fisiologinya terhadap berbagai tingkat salinitas. Penelitian eksperimental ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan lima taraf konsentrasi garam. Parameter yang diamati meliputi karakteristik anatomi daun (ketebalan epidermis, mesofil, ukuran dan kerapatan stomata, serta kerapatan trikomata) dan fisiologi (kadar klorofil, bobot basah dan kering tanaman). Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi garam 60 mM merupakan kondisi optimal untuk pertumbuhan kedelai Kultivar Sinabung. Peningkatan salinitas menyebabkan penebalan epidermis, penipisan mesofil, penurunan ukuran dan kerapatan stomata, serta peningkatan kerapatan trikomata. Selain itu, salinitas juga menurunkan kadar klorofil dan bobot tanaman. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Kultivar Sinabung menunjukkan toleransi terhadap salinitas hingga konsentrasi 60 mM. Respons anatomi dan fisiologi daun yang diamati mengindikasikan adanya mekanisme adaptasi tanaman terhadap kondisi salin. Penelitian ini memberikan informasi penting dalam upaya pengembangan budidaya kedelai pada lahan marginal | Soybean is an important commodity in Indonesia. However, soybean production remains low due to limited suitable land. One alternative is to utilize marginal lands such as saline soils by using salt-tolerant cultivars. This study aimed to determine the optimal salt concentration for the growth of Sinabung soybean cultivar and its anatomical and physiological responses to various salinity levels. This experimental study used a Completely Randomized Design with five salt concentration levels. The parameters observed included leaf anatomical characteristics (epidermis thickness, mesophyll, stomata size and density, and trichome density) and physiological characteristics (chlorophyll content, fresh and dry weight of plants). The results showed that a salt concentration of 60 mM was optimal for the growth of Sinabung soybean cultivar. Increasing salinity caused thickening of the epidermis, thinning of the mesophyll, reduction in stomata size and density, and an increase in trichome density. In addition, salinity also decreased chlorophyll content and plant weight. The conclusion of this study is that Sinabung cultivar showed tolerance to salinity up to a concentration of 60 mM. The observed anatomical and physiological responses of the leaves indicate the presence of plant adaptation mechanisms to saline conditions. This study provides important information for the development of soybean cultivation on marginal lands | |
| 42866 | 45237 | B1A020074 | KEANEKARAGAMAN GENETIK BERBAGAI AKSESI ULIN (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) KOLEKSI KEBUN RAYA BOGOR MENGGUNAKAN PENANDA RAPD | Kayu yang dimiliki ulin (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) digolongkan ke dalam kayu kelas kuat I dan kayu kelas awet I yang banyak digunakan untuk berbagai keperluan sehingga berdampak pada meningkatnya eksploitasi ulin. Untuk menjaga ulin tidak mengalami kepunahan, maka upaya pengelolaan dan konservasi perlu dilakukan. Dalam konteks ini, pendataan keanekaragaman genetik ulin menjadi kunci untuk dapat digunakan sebagai data rujukan dalam pengelolaan, konservasi dan pemuliaan ulin. Studi keanekaragaman genetik dapat dilakukan dengan menggunakan penanda molekuler salah satunya yaitu penanda RAPD (Random Amplified Polymorphism DNA) yang merupakan teknik amplifikasi DNA dengan PCR menggunakan primer secara acak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi keanekaragaman genetik, mengetahui primer yang dapat mendeteksi polimorfisme dan mengetahui fenogram yang menunjukkan kekerabatan antar aksesi ulin koleksi Kebun Raya Bogor. Sampel yang digunakan meliputi 19 aksesi ulin. Metode molekuler meliputi isolasi DNA, uji NanoDrop, dan amplifikasi menggunakan 12 primer yaitu OPB 08, OPB 10, OPC 15, OPD 02, OPE 12, OPE 14, OPE 15, OPI 12, OPN-18, OPU 14, OPY 04 dan OPZ 07. Analisis data menggunakan metode UPGMA dalam NTSYS versi 2.02i. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 12 primer yang bisa mendeteksi polimorfisme dari sampel ulin dan semua pita yang diperoleh polimorfik. Analisis keanekaragaman genetik menggunakan program NTSYS menghasilkan fenogram dengan kekerabatan terdekat terlihat antara sampel nomor 17 (XIV.B.153) dan nomor 19 (XX.B.277), sedangkan antara sampel nomor 7 (IX.D.191) dan sampel nomor 8 (V.E.34) merupakan kekerabatan terjauh. Catatan: Hasil penelitian akan dipublish pada jurnal selain Bioeksakta | Ironwood trees (Eusideroxylon zwageri Teijsm. & Binn.) possess wood classified as strong and durable, making them highly valuable for various purposes. This has led to increased exploitation of ulin trees, posing a risk of extinction. To prevent this, management and conservation efforts are necessary. In this context, documenting the genetic diversity of ironwood trees is crucial for their sustainable utilization, conservation, and breeding. Genetic diversity studies can be conducted using molecular markers, such as RAPD (Random Amplified Polymorphism DNA), which is a PCR-based technique that amplifies DNA using random primers. The objectives of this study were to obtain information on genetic diversity, identify primers that detect polymorphisms, and determine the phenogram showing the relationships among ironwood tree accessions collected from the Bogor Botanical Garden. Nineteen ironwood tree accessions were used. Molecular methods included DNA isolation, NanoDrop testing, and amplification using 12 primers: OPB 08, OPB 10, OPC 15, OPD 02, OPE 12, OPE 14, OPE 15, OPI 12, OPN-18, OPU 14, OPY 04, and OPZ 07. Data analysis was performed using the UPGMA method in NTSYS version 2.02i. The results showed that 12 primers detected polymorphisms in the ironwood samples, and all bands obtained were polymorphic. Genetic diversity analysis using the NTSYS program produced a phenogram showing the closest relationships between sample number 17 (XIV.B.153) and number 19 (XX.B.277), while the most distant relationships were between sample number 7 (IX.D.191) and sample number 8 (V.E.34). | |
| 42867 | 46234 | I1D020023 | HUBUNGAN INTENSITAS PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL, LAYANAN PESAN ANTAR MAKANAN DAN TINGKAT ASUPAN ZAT GIZI MAKRO DENGAN STATUS GIZI MAHASISWA | Latar Belakang: Penggunaan media sosial dan layanan pesan antar dalam jangka waktu lama diketahui dapat menimbulkan gaya hidup sedentari atau gaya hidup kurang gerak yang dapat memengaruhi status gizi. Hal tersebut dapat memengaruhi pola makan dan asupan makan individu, sehingga berpengaruh terhadap status gizi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan antara intensitas penggunaan media sosial, layanan pesan antar makanan dan tingkat asupan zat gizi makro dengan status gizi mahasiswa. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian merupakan mahasiswa sebanyak 114 orang. Pengambilan data penelitian ini menggunakan kuisioner intensitas penggunaan media sosial dan layanan pesan antar makanan, formulir recall 24 jam, dan pengukuran status gizi secara langsung. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square. Hasil Penelitian: Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan (72,8%), berusia 19 tahun (38,6%), bertempat tinggal kos (73,7%), dan mendapat uang saku Rp 1.000.000-2.000.000 per bulan (54,4%). Sebanyak 53,5% responden memiliki intensitas penggunaan media sosial yang rendah, 53,5% mahasiswa memiliki intensitas penggunaan layanan pesan antar makanan yang rendah (≤4x/bulan), 59,6% reponden memiliki tingkat asupan energi kurang, 43,0% responden memiliki tingkat asupan protein kurang, 42,1% memiliki tingkat asupan lemak kurang, 53,5% responden memiliki tingkat asupan karbohidrat kurang serta 62,3% responden memiliki status gizi yang normal. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara intensitas penggunaan layanan pesanan antar makanan, intensitas penggunaan layanan pesan antar makanan, tingkat asupan energi, lemak, dan karbohidrat dengan status gizi. Terdapat hubungan tingkat asupan protein dengan status gizi Kata Kunci : media sosial, layanan pesan antar makanan, asupan zat gizi makro, status gizi | Background: The use of social media and food delivery services is known to lead to a sedentary lifestyle, which can affect nutritional status. This can affect an individual's eating patterns and food intake, thereby impacting their nutritional status. This study aimed to determine whether there is a relationship between the intensity of social media use, food delivery services, and macro nutrient intake with the nutritional status of college students. Methods: This study used a cross-sectional design. The sample consists of 114 college students. Data was collected using an intensity of social media usage quistionnaire and food delivery services quistionnaire, a 24-hour recall form, and direct measurements of nutritional status. The data collected was analyzed by chi-square tests. Results: The majority of respondents are female (72.8%), 19 years old (38.6%), live in dormitory (73.7%), and receive an allowance of Rp 1,000,000-2,000,000 per month (54.4%). About 53.5% of respondents have low social media usage intensity, 53.5% of students have low usage of food delivery services (≤4 times/month), 59.6% of respondents have inadequate energy intake, 43.0% of respondents have inadequate protein intake, 42.1% have inadequate fat intake, 53.5% of respondents have inadequate carbohydrate intake, and 62.3% of respondents have normal nutritional status. Conclusion: There is no relationship between the intensity of using food delivery services, energy intake, fat intake, and carbohydrate intake with nutritional status. However, there is a relationship between protein intake and nutritional status. Keywords: social media, food delivery services, macronutrients intake, nutritional status | |
| 42868 | 46158 | F1B017068 | Inovasi Pelayanan Publik Aplikasi Alpukat Betawi (Akses Langsung Pelayanan Dokumen Kependudukan Cepat dan Akurat) Di Suku Dinas Kependudukan Dan Pencatatan Sipil Kota Adiministrasi Jakarta Timur | Penelitian ini berjudul Inovasi Pelayanan Publik Aplikasi Alpukat Betawi (Akses Langsung Pelayanan Dokumen Kependudukan Cepat dan Akurat) Di Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kota Administrasi Jakarta Timur. Inovasi ini dikeluarkan melalui Surat Keputusan oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 126/Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dan dianalisis menggunakan teori karakteristik inovasi dari Rogers, Everett M. (1983). Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa pelayanan kependudukan melalui inovasi Alpukat Betawi gratis, serta pernah mendapatkan prestasi sosial dalam bidang E-Government, dan memberikan kenyamanan untuk masyarakat. Kemudian inovasi ini juga sudah memenuhi aspek kesesuaian, karena dirancang dengan memperhatikan norma sosial dan budaya yang berkembang di masyarakat, pelayanan yang telah ada sebelumnya, serta kebutuhan masyarakat. Sebelum resmi diperkenalkan kepada masyarakat, inovasi ini telah dilakukan ujicoba terlebih dahulu pada lingkup internal dan lingkup eksternal. Namun inovasi ini belum sepenuhnya memberikan kepuasan kepada semua masyarakat penggunanya, serta masih terdapat beberapa kendala yang berasal dari permasalahan jaringan dan masyarakat yang gagap teknologi. Selama aplikasi Alpukat Betawi ini berjalan, inovasinya terbilang cukup mudah diamati oleh masyarakat, hanya saja perlu peninjauan kembali terkait sistem dalam pelayanannya. Diketahui hasil dari pelaksanaan aplikasi Alpukat Betawi mengalami perkembangan yang baik dan positif. Sehingga inovasi Alpukat Betawi merupakan inovasi yang sudah memenuhi lima karakteristik dalam inovasi yaitu relative advantage, compatibility, complexity, trialability dan observability. | This research is entitled Public Service Innovation of the Betawi Avocado Application (Direct Access to Fast and Accurate Population Document Services) at the Population and Civil Registration Office of the East Jakarta Administrative City. This innovation was issued through a Decree by the Population and Civil Registration Office of the Special Capital Region of Jakarta No. 126/Year 2020. This study uses a descriptive qualitative method and is analyzed using the theory of innovation characteristics from Rogers, Everett M. (1983). The results of this study show that population services through Betawi Avocado innovation are free, and have received social achievements in the field of E-Government, and provide comfort for the community. Then this innovation has also met the suitability aspect, because it is designed by taking into account the social and cultural norms that develop in society, pre-existing services, and community needs. Before being officially introduced to the public, this innovation has been tested first in the internal and external scope. However, this innovation has not fully provided satisfaction to all user communities, and there are still several obstacles stemming from network problems and people who stutter with technology. As long as the Betawi Avocado application is running, the innovation is quite easy to observe by the public, it's just that it needs to be reviewed related to the system in its service. It is known that the results of the implementation of the Betawi Avocado application have experienced good and positive development. So that the Betawi Avocado innovation is an innovation that has met five characteristics in innovation, namely relative advantage, compatibility, complexity, trialability and observability. | |
| 42869 | 46238 | K1A020010 | SINTESIS Ag3PO4/AgI/Chl DAN UJI AKTIVITAS FOTOKATALITIKNYA DALAM MENDEGRADASI ZAT WARNA METILEN BIRU | Material Ag3PO4 merupakan fotokatalis yang bagus dalam mendegradasi limbah organik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan stabilitas dan kemampuan fotodegradasi Ag3PO4 dengan penambahan AgI dan Klorofil (Chl). Material ini nantinya akan digunakan untuk mendegradasi zat warna metilen biru. Materia Ag3PO4/AgI/Chl telah berhasil disintesis dengan prekursor AgNO3, Na2HPO4.12H2O, KI, dan Klorofil (Chl) yang berasal dari ekstraksi daun ketapang (Terminalia catappa). Sintesis dilakukan menggunakan metode kopresipitasi dengan proses aging atau didiamkan selama satu malam pada penambahan klorofil (Chl). Penambahan AgI sudah terbukti meningkatkan stabilitas material dan mengontrol ukuran kristal dibandingkan dengan material kontrol yang tidak ditambahkan AgI. Selain itu, penambahan klorofil (Chl) juga memberikan peningkatan pada aktivitas fotokatalitiknya dalam mendegradasi zat warna metilen biru dibawah sinar tampak. Sampel yang dihasilkan pada penelitian ini menghasilkan aktivitas fotokatalitik yang tinggi sebesar 82,06%. Hal tersebut membuktikan bahwa penambahan AgI dan klorofil memberikan perbedaan yang signifikan pada stabilitas dan aktivitas fotokatalitik material. | Ag3PO4 material is a good photocatalyst for degrading organic waste. This study was conducted to increase the stability and photodegradation ability of Ag3PO4 with the addition of AgI and chlorophyll (Chl). This material is used to degrade methylene blue dye. Ag3PO4AgI/Chl material has been successfully synthesized with precursors AgNO3, Na2HPO4.12H2O, KI, and chlorophyll (Chl) derived from tropical almond leaf (Terminalia catappa) extraction. Synthesis was carried out using the coprecipitation method with an aging process or left overnight with the addition of chlorophyll (Chl). The addition of AgI has been proven to increase material stability and control crystal size compared to control material that is not added with AgI. Furthermore, the addition of chlorophyll (Chl) also increases its photocatalytic activity in degrading methylene blue dye under visible light. The samples produced in this study had a high photocatalytic activity of 82.06%. This proves that the addition of AgI and chlorophyll provides a significant difference in the stability and photocatalytic activity of the material. | |
| 42870 | 46239 | C1L020026 | PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY BERBANTUAN MEDIA QUESTION CARD TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR | Penelitian ini membahas mengenai permasalahan rendahnya keaktifan dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran akuntansi dasar di kelas X AKL, dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penerapan model pembelajaran Course Review Horay berbantuan media question card terhadap keaktifan dan hasil belajar peserta didik. Populasi penelitian ini adalah peserta didik kelas X AKL SMK Negeri 1 Purbalingga yang berjumlah 107 peserta didik, diperoleh sampel sebanyak 72 peserta didik yang terbagi menjadi kelas eksperimen dan kontrol. Sampel penelitian ini ditentukan melalui teknik purposive sampling berdasarkan kriteria-kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan: (1) Terdapat perbedaan keaktifan belajar antara penerapan model pembelajaran CRH berbantuan media question card dengan model pembelajaran konvensional; (2) Terdapat perbedaan hasil belajar antara penerapan model pembelajaran CRH berbantuan media question card dengan model pembelajaran konvensional; (3) Model pembelajaran CRH berbantuan media question card berpengaruh positif terhadap keaktifan belajar; dan (4) Model pembelajaran CRH berbantuan media question card berpengaruh positif terhadap hasil belajar. Implikasi dalam penelitian ini, yaitu sekolah diharapkan menyediakan fasilitas dan pelatihan pada guru untuk mengembangkan model pembelajaran yang kreatif dan sesuai dengan karakter peserta didik. Guru dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dengan menerapkan model pembelajaran CRH berbantuan media question card, melalui kegiatan berkelompok dan games kuis. | This research discusses the problem of low student activeness and learning outcomes in basic accounting subjects in class X AKL, with the aim of analyzing the effect of applying the Course Review Horay learning model assisted by question card media on student activeness and learning outcomes. The population of this study were students of class X AKL SMK Negeri 1 Purbalingga, totaling 107 students, obtained a sample of 72 students who were divided into experimental and control classes. The sample of this study was determined through purposive sampling technique based on certain criteria. The results showed: (1) There are differences in learning activeness between the application of the CRH learning model assisted by question card media and conventional learning models; (2) There are differences in learning outcomes between the application of the CRH learning model assisted by question card media and conventional learning models; (3) The CRH learning model assisted by question card media has a positive effect on learning activeness; and (4) The CRH learning model assisted by question card media has a positive effect on learning outcomes. The implication of this research is that schools are expected to provide facilities and training for teachers to develop learning models that are creative and in accordance with the character of students. Teachers can increase the activeness of students by applying the CRH learning model assisted by question card media, through group activities and quiz games. | |
| 42871 | 46241 | C1C020060 | Pengaruh Leverage dan Managerial Ability terhadap Kualitas Laba | Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat kausalitas dengan menggunakan data sekunder. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh leverage dan managerial ability terhadap kualitas laba. Populasi penelitian adalah seluruh BUMN yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2018-2023, yaitu sebanyak 24 perusahaan. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 8 perusahaan yang dipilih melalui teknik purposive sampling dan menghasilkan 48 data penelitian. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Leverage berpengaruh negatif terhadap kualitas laba, dan (2) Managerial ability berpengaruh positif terhadap kualitas laba. Semakin tinggi tingkat leverage menunjukkan semakin tinggi discretionary accruals yang dihasilkan oleh perusahaan. Tingginya tingkat discretionary accruals menunjukkan tingginya manajemen laba yang menyebabkan kualitas laba yang semakin rendah. Sementara itu, semakin tinggi nilai managerial ability menunjukkan semakin rendah discretionary accruals yang dihasilkan oleh perusahaan. Rendahnya tingkat discretionary accruals menunjukkan rendahnya manajemen laba sehingga kualitas laba yang semakin baik. Jika kualitas laba yang disajikan perusahaan semakin baik, menjadi keuntungan bagi perusahaan untuk menarik perhatian investor dan mempermudah dalam pengajuan pinjaman kepada kreditor. Di sisi lain, hal tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi para investor ketika mengambil keputusan investasi. Selain itu, bagi para kreditor, leverage dapat menjadi pertimbangan dalam melakukan pendanaan kepada perusahaan untuk menghindari adanya kemungkinan pelanggaran perjanjian utang. | This research is a quantitative research with causality using secondary data. The purpose of this study is to test and analyze the effect of leverage and managerial ability on earnings quality. The population of the study was all BUMN listed on the Indonesia Stock Exchange for the 2018-2023 period, which was 24 companies. The sample in this study was 8 companies selected through purposive sampling techniques and produced 48 research data. Data analysis in this study used SPSS software. The results of the study showed that: (1) Leverage has a negative effect on earnings quality, and (2) Managerial ability has a positive effect on earnings quality. The higher the level of leverage, the higher the discretionary accruals generated by the company. The high level of discretionary accruals indicates high earnings management which results in lower earnings quality. Meanwhile, the higher the managerial ability value, the lower the discretionary accruals generated by the company. The low level of discretionary accruals indicates low earnings management so that the better the earnings quality. If the quality of earnings presented by the company is getting better, it is an advantage for the company to attract investors and make it easier to apply for loans to creditors. On the other hand, it can be a consideration for investors when making investment decisions. In addition, for creditors, leverage can be a consideration in providing funding to companies to avoid possible violations of debt agreements. | |
| 42872 | 46235 | I1D020013 | HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN KEBIASAAN MEMBACA LABEL INFORMASI NILAI GIZI DENGAN PEMILIHAN MAKANAN KEMASAN PADA MAHASISWA UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Konsumsi makanan kemasan tanpa memperhatikan kandungan gizi dalam waktu lama dapat memicu kenaikan berat badan. Salah satu upaya pencegahannya yaitu membaca informasi nilai gizi pada label kemasan. Pengetahuan mengenai informasi nilai gizi merupakan petunjuk dalam membaca label informasi nilai gizi yang dapat membantu dalam memilih makanan kemasan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan kebiasaan membaca label informasi nilai gizi dengan pemilihan makanan kemasan pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Variabel yang diteliti adalah pengetahuan dan kebiasaan membaca label informasi nilai gizi serta pemilihan makanan kemasan. Pengambilan data menggunakan kuesioner Food Choice Values, pengetahuan dan kebiasaan membaca label informasi nilai gizi pada mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman sebanyak 109 mahasiswa. Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil Penelitian: Sebanyak 31,2% mahasiwa berusia 19 tahun, 71,6% berjenis kelamin perempuan, 30,3% memiliki jumlah uang saku <Rp500.000 per bulan, 61,5% tinggal di kost, 62,4% status gizi normal. Sebanyak 73,4% responden memiliki pengetahuan label informasi nilai gizi yang tinggi, 89% responden memiliki kebiasaan membaca label informasi nilai gizi yang kurang, dan 63,3% responden memilih makanan kemasan berdasarkan aspek keamanan. Hasil analisis pengetahuan label informasi nilai gizi dengan pemilihan makanan kemasan pada seluruh aspek tidak menujukkan hubungan signifikan (p>0,05), sedangkan kebiasaan membaca label informasi nilai gizi dengan pemilihan makanan kemasan aspek daya tarik sensori dan kesehatan menunjukkan hubungan signifikan (p<0,05). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara pengetahuan label informasi nilai gizi dengan pemilihan makanan kemasan. Terdapat hubungan antara kebiasaan membaca label informasi nilai gizi dengan pemilihan makanan kemasan aspek daya tarik sensori dan kesehatan. Kata Kunci: Label Informasi Nilai Gizi, Kebiasaan Membaca, Pengetahuan | Background: Consuming packaged food without paying attention to nutritional content for a long time can trigger weight gain. One of the preventive efforts is reading the nutritional information on the packaging label. Knowledge of nutritional information is a guide in reading the nutritional information label that can help in choosing packaged foods. The purpose of this study was to determine the relationship between knowledge and habits of reading nutritional information labels with the choice of packaged foods in students of Jenderal Soedirman University. Methods: This study used a cross-sectional design. The variables studied were knowledge and habits of reading nutritional information labels and choosing packaged foods. Data collection using the Food Choice Values questionnaire, knowledge and habits of reading nutritional information labels on 109 students at Jenderal Soedirman University. Data analysis using the Spearman Rank test. Results: As many as 31.2% of students were 19 years old, 71.6% were female, 30.3% had pocket money <Rp500,000 per month, 61.5% lived in boarding houses, 62.4% had normal nutritional status. As many as 73.4% of respondents had high knowledge of nutritional information labels, 89% of respondents had poor habits of reading nutritional information labels, and 63.3% of respondents chose packaged foods based on safety aspects. The results of the analysis of knowledge of nutritional information labels with the selection of packaged foods in all aspects did not show a significant relationship (p>0.05), while the habit of reading nutritional information labels with the selection of packaged foods in sensory appeal and health aspects showed a significant relationship (p<0.05). Conclusion: There is no relationship between knowledge of nutritional information labels and the choice of packaged foods. There is a relationship between the habit of reading nutritional information labels and the choice of packaged foods in terms of sensory appeal and health. Keywords: Nutrition Facts Labels, Habits of Reading, Knowledge | |
| 42873 | 46242 | F1D018038 | Kendala Bawaslu Kabupaten Pemalang Menyikapi Praktik Money Politic Dalam Pencanangan Program Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang | Pilkada yang baik secara konstitusional merupakan salah satu prasyarat terciptanya kehidupan demokrasi yang ideal di suatu negara. Pelaksanaan proses Pilkada yang baik membutuhkan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dalam proses pemilu seperti penyelenggara pemilu, calon atau peserta Pilkada, serta semua pihak yang terlibat di dalamnya. Fenomena demokrasi yang berlangsung sangat cepat di Indonesia ternyata di lain pihak hingga saat ini telah menimbulkan masalah baru dalam bidang sosial, politik, dan hukum di Indonesia yakni maraknya praktek politik uang yang berlangsung hampir di seluruh tingkatan Pemilihan Umum, alhasil rasionalitas pemilih pada saat pemungutan suara menjadi layak untuk dipertanyakan. Tulisan ini bertujuan untuk menguraikan kehadiran Badan Pengawas Pemilu dengan upaya untuk meningkatkan kualitas Pemilihan Umum termasuk di tingkat Daerah Kabupaten/Kota sampai kebawah, juga untuk menekan angka kecurangan yang terjadi selama Pemilu berlangsung. Melalui program Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang yang dicanangkan oleh Bawaslu Kabupaten Pemalang, dapat dilihat bagaimana pengaruh pasca dideklarasikannya program tersebut, apa saja kendala yang dihadapi, serta upaya penyelesaian pelanggaran dalam pelaksanaanya. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data berasal dari wawancara, observasi, dan dokumentasi (data primer) dan dari dokumen, buku, hasil penelitian dalam bentuk laporan, skripsi, jurnal, berita, dan publikasi yang berhubungan dengan objek penelitian (data sekunder). Hasil penelitian ini menunjukkan upaya yang dilakukan Bawaslu Kabupaten Pemalang dalam melaksanakan program Desa Pengawasan dan Desa Anti Politik Uang menemui berbagai kendala seperti luasnya wilayah desa tempat dicanangkannya program yang tidak dapat dijangkau oleh semua personil Bawaslu Kabupaten Pemalang, kebudayaan masyarakat yang menganggap politik uang sebagai “rejeki yang tidak boleh ditolak’, tidak adanya peraturan yang mengikat dan pemberian sanksi untuk masyarakat desa tempat dicanangkannya program, dan kasus pelanggaran politik yang berhenti di tengah jalan karena lembaga yang tergabung dalam Gakkumdu (Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan) tidak jarang menemui titik perbedaan. | A constitutionally sound regional election (Pilkada) is one of the prerequisites for the creation of an ideal democratic life in a country. The successful implementation of a good Pilkada process requires commitment from all stakeholders involved in the election process, including election organizers, candidates or Pilkada participants, and all parties involved. The rapid development of democracy in Indonesia, on the other hand, has created new issues in the social, political, and legal fields, particularly the widespread practice of money politics that occurs at almost every level of the election process, ultimately calling into question voter rationality during voting. This paper aims to describe the role of the Election Supervisory Body (Bawaslu) in efforts to improve the quality of elections, including at the district/city level and below, and to reduce fraud during elections. Through the Village Supervision and Anti-Money Politics Village programs initiated by Bawaslu of Pemalang Regency, the impact after the declaration of these programs can be observed, along with the challenges faced and efforts to resolve violations in their implementation. This research uses a descriptive qualitative method with data collection from interviews, observations, and documentation (primary data) and from documents, books, research reports, theses, journals, news, and publications related to the research object (secondary data). The results of this study show that the efforts made by Bawaslu of Pemalang Regency in implementing the Village Supervision and Anti-Money Politics Village programs faced various challenges, such as the vastness of the village areas where the programs were initiated, which could not be fully covered by all personnel of Bawaslu Pemalang Regency, the cultural view of the community that considers money politics as a 'blessing not to be refused,' the absence of binding regulations and sanctions for the village communities where the programs were initiated, and cases of political violations that stalled because the institutions involved in Gakkumdu (Bawaslu, the Police, and the Prosecutor's Office) often encountered differences in opinion. | |
| 42874 | 46244 | E1B018059 | LEGAL ANALYSIS OF DELAY IN NOTIFICATION OF THE ACQUISITION OF PT. NABATI AGRO SUBUR SHARES BY PT. LESTARI GEMILANG INTISAWIT BASED ON LAW NUMBER 5 OF 1999 REGARDING THE PROHIBITION OF MONOPOLISTIC PRACTICES AND UNFAIR BUSINESS COMPETITION (Study of KPPU decision Number: 05/KPPU-M/2022) | Pengambilalihan saham merupakan salah satu bentuk kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh pelaku usaha. Terdapat potensi terjadinya praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat, jika kegiatan ini tidak diawasi dengan baik. Hal tersebut memberikan alasan kepada negara untuk mengontrol atau mengawasi dan mengendalikan kegiatan pengambilalihan saham, sebagaimana diatur dalam Pasal 29 Undang- Undang Nomor 5 tahun 1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskripsi analitis, sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan, kemudian data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks deskriptif naratif dan metode analisis data yang digunakan yaitu metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan pada Putusan Perkara Nomor 05/KPPU-M/2022 menunjukan adanya monopoli antara PT Nabati Agro Subur Oleh PT Lestari Gemilang Intisawit atas tuduhan pelaporan yang merupakan suatu tindakan yang dapat menimbulkan praktek monopoli perdagangan yang tidak sehat, dan menghukum Terlapor PT Lestari Gemilang Intisawit dengan membayar denda sebesar Rp. 1000.000.000,00 (Satu Milyar Rupiah) yang harus disetor ke Kas Negara sebagai pendapatan denda pelanggaran di bidang persaingan usaha Satuan Kerja KPPU melalui bank pemerintah. | Share takeover is a form of economic activity carried out by business actors. There is the potential for monopolistic practices and unfair business competition. If this activity is not properly supervised, this gives the state a reason to control or monitor and control share takeover activities, as regulated in Article 29 of Law Number 5 of 1999 concerning Prohibition of Monopoly Practices and Unfair Business Competition. This research was conducted using a normative juridical approach method with analytical description research specifications, the data source used was secondary data consisting of primary legal materials, secondary legal materials and tertiary legal materials. The data collection method was carried out using library research, then the data obtained was presented in the form of narrative descriptive text and the data analysis method used was the qualitative normative method. Based on the results of research and discussion in Case Decision Number 05/KPPU-M/2022, it shows that there is a monopoly between PT Nabati Agro Subur and PT Lestari Gemilang Intisawit on allegations of reporting which is an action that can give rise to unhealthy trade monopoly practices, and punish the Reported Party PT Lestari Gemilang Intisawit by paying a fine of Rp. 1,000,000,000.00 (One Billion Rupiah) which must be deposited into the State Treasury as income from fines for violations in the business competition sector of the KPPU Work Unit through government banks. | |
| 42875 | 46246 | C2C022035 | PENGARUH JEJARING SOSIAL, ORIENTASI PASAR DAN ORIENTASI PEMBELAJARAN TERHADAP KINERJA INOVASI UMKM BATIK | Penelitian ini merupakan penelitian pada pemilik UMKM Batik yang ada di Kabupaten Tegal dan Kabupaten Banyumas. Penelitian ini berjudul “Pengaruh Jejaring Sosial, Orientasi Pasar Dan Orientasi Pembelajaran Terhadap Kinerja Inovasi UMKM Batik”. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Jejaring Sosial terhadap Kinerja Inovasi dengan mediasi Orientasi Pasar dan Orientasi Pembelajaran. Penelitian ini adalah penelitian teoritis atau fundamental. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan data kuisioner. Jumlah responden dalam penelitian ini adalah 180 responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan SEM AMOS, menunjukkan bahwa: (1) Jejaring Sosial terhadap Orientasi Pasar menghasilkan pengaruh positif signifikan, (2) Jejaring Sosial terhadap Orientasi Pembelajaran menghasilkan pengaruh positif signifikan, (3) Jejaring Sosial terhadap Kinerja Inovasi menghasilkan pengaruh positif signifikan, (4) Orientasi Pasar terhadap Kinerja Inovasi menghasilkan pengaruh positif signifikan, dan (5) Orientasi Pembelajaran terhadap Kinerja Inovasi menghasilkan pengaruh positif kurang signifikan. Penerapan dari kesimpulan di atas adalah pelaku usaha UMKM Batik dalam mengoptimalkan jejaring sosial, Orientasi Pasar, Orientasi Pembelajaran dan Kinerja Inovasi yang bertujuan untuk melakukan sebuah pengembangan atau inovasi usaha supaya produk yang dihasilkan dapat diterima oleh banyak konsumen dan pemerintah dapat memberikan dukungan atau support terhadap produk lokal karya bangsa. | This research is a study on the owners of Batik MSMEs in Tegal Regency and Banyumas Regency. This research is entitled "The Influence of Social Networks, Market Orientation and Learning Orientation on the Innovation Performance of Batik MSMEs". This study aims to analyze the effect of Social Networking on Innovation Performance with mediation of Market Orientation and Learning Orientation. This research is theoretical or fundamental research. This type of research is quantitative research with questionnaire data collection techniques. The number of respondents in this study were 180 respondents. Based on the results of research and data analysis using SEM AMOS, it shows that: (1) Social Networking on Market Orientation produces a significant positive effect, (2) Social Networking on Learning Orientation produces a significant positive effect, (3) Social Networking on Innovation Performance produces a significant positive effect, (4) Market Orientation on Innovation Performance produces a significant positive effect, and (5) Learning Orientation on Innovation Performance produces a less significant positive effect. The application of the above conclusions is that MSME Batik business actors optimize social networks, Market Orientation, Learning Orientation and Innovation Performance which aims to carry out a business development or innovation so that the products produced can be accepted by many consumers and the government can provide support or support for local products made by the nation. | |
| 42876 | 46247 | J1C020032 | NILAI OMOIYARI PADA PERILAKU TOKOH UTAMA DALAM SERIAL DRAMA “GOOD DOCTOR” | Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai omoiyari pada perilaku Shindo Minato sebagai tokoh utama dalam serial drama Good Doctor melalui pendekatan antropologi budaya. Data penelitian ini adalah gambar tangkapan layar dan dialog antartokoh yang diperoleh dari serial drama “Good Doctor” sebagai sumber data penelitian. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan mereduksi data, menyajikan data, dan menarik hasil kesimpulan. Hasil analisis data menunjukkan bahwa nilai omoiyari yang dilakukan oleh Shindo Minato mengandung empat aspek omoiyari yang dikemukakan oleh Kazuya Hara, yaitu doa (prayer), dorongan (encouragement), dukungan (support), dan bantuan (help) yang dilandasi oleh kepedulian dan rasa empati. Perilaku omoiyari ini tecermin dalam dua puluh data dengan rincian, empat data menunjukkan doa atau harapan, lima data menunjukkan dorongan, tujuh data menunjukkan dukungan, dan empat data menunjukkan aspek bantuan yang ditujukan untuk pasien, keluarga pasien, dan rekan kerjanya. | This study aims to describe the value of omoiyari in Shindo Minato's behavior as the main character in the Good Doctor drama series through a cultural anthropology approach. The data of this research are screenshot images and dialog between characters obtained from the drama series "Good Doctor" as the source of research data. The data collection techniques in this study used observation and documentation techniques. Data analysis techniques are carried out by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of data analysis show that the value of omoiyari performed by Shindo Minato contains four aspects of omoiyari proposed by Kazuya Hara, namely prayer, encouragement, support, and help based on concern and empathy. This omoiyari behavior is reflected in twenty data with details, four data showing prayer or hope, five data showing encouragement, seven data showing support, and four data showing aspects of help aimed at patients, patients' families, and coworkers. | |
| 42877 | 46248 | E1A018032 | EKSEKUSI JAMINAN FIDUSIA SETELAH ADANYA PUTUSAN MAHKAMAH KONSTITUSI NOMOR 18/PUU-XVII/2019 | Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 merupakan putusan untuk memutus perkara jaminan fidusia. Semua keputusan peradilan harus membawa dampak hukum untuk berbagai pihak. Tujuan penelitian untuk menganalisis eksekusi jaminan fidusia setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 dan menganalisis akibat hukum bagi debitur dan kreditur setelah adanya putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan metode penelitian yuridis normatif di mana data skunder digunakan sebagai data pendukung. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 18/PUU-XVII/2019 mengurangi perlindungan hak kreditur. Hal tersebut diketahui dari penentuan cidera janji atau wanprestasi yang tidak boleh dilakukan secara sepihak oleh Kreditur pada saat akan melakukan eksekusi objek jaminan fidusia. Perubahan tersebut berdampak pada proses eksekusi tidak dapat segera dilakukan apabila Debitur terbukti cidera janji. Perubahan tersebut juga mengurangi kekuatan eksekutorial sertifikat jaminan fidusia, membatasi parate eksekusi, dan menghilangkan kekhususan jaminan fidusia dalam kemudahan proses eksekusinya. Akibat hukum dari hal tersebut Kreditur kehilangan kemampuan untuk mengajukan permohonan eksekusi ke pengadilan tanpa putusan wanprestasi terhadap Debitur. Hal ini juga mengurangi hak preferen yang dimiliki oleh Kreditur, serta menimbulkan ketidakpastian dalam proses eksekusi jaminan fidusia. | Constitutional Court Decision Number 18/PUU-XVII/2019 is a decision to decide a fiduciary guarantee case. All judicial decisions must have a legal impact on various parties. The purpose of the research is to analyze the execution of fiduciary guarantees after the decision of the Constitutional Court Number 18/PUU-XVII/2019 and analyze the legal consequences for debtors and creditors after the decision of the Constitutional Court Number 18/PUU-XVII/2019. This research was conducted using normative juridical research methods in which secondary data was used as supporting data. The results of this study indicate that the Constitutional Court Decision Number 18/PUU-XVII/2019 reduces the protection of creditor rights. This is known from the determination of a breach of promise or default that may not be carried out unilaterally by the Creditor when executing a fiduciary security object. This change has an impact on the execution process that cannot be carried out immediately if the debtor is proven to be in default. The amendment also reduces the executorial power of the fiduciary security certificate, limits parate execution, and eliminates the specificity of fiduciary security in the ease of the execution process. As a legal consequence, the Creditor loses the ability to file an execution petition to the court without a default judgment against the Debtor. This also reduces the preferred rights owned by the Creditor, and creates uncertainty in the execution process of fiduciary guarantees. | |
| 42878 | 46249 | C1G020018 | Efficiency Analysis Of Palm Oil Companies | Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat efisiensi perusahaan kelapa sawit di Indonesia. Penelitian ini dilakukan di Indonesia. Penelitian ini menggunakan data perusahaan kelapa sawit di Indonesia. Data digunakan dalam penelitian ini yaitu data kuantitatif yang bersumber dari perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Jumlah data dalam penelitian ini yaitu 10 perusahaan kelapa sawit di Indonesia. Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode DEA (Data Envelopment Analysis). Hasil dari penelitian ini terdapat 5 perusahaan yang sudah mencapai tingkat efisiensi, dan 5 perusahaan lainnya belum mencapai tingkat efisiensi menurut perhitungan DEA. | The aim of this research is to analyze the level of efficiency of palm oil companies in Indonesia. This research was conducted in Indonesia. This research uses data from palm oil companies in Indonesia. The data used in this research is quantitative data sourced from companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI). The amount of data in this research is 10 palm oil companies in Indonesia. The analysis technique used in this research is the DEA (Data Envelopment Analysis) method. The results of this research show that there are 5 companies that have reached the efficiency level, and 5 other companies have not yet reached the efficiency level according to DEA calculations. | |
| 42879 | 46252 | F1C020064 | ANALISIS WACANA TERHADAP DAKWAH HABIB HUSEIN JA’FAR DI MEDIA SOSIAL YOUTUBE | Habib Ja’far memulai karirnya menjadi penulis di media Nasional. Kini Habib Ja’far melakukan cyberdakwah di media sosial, seperti Youtube, Instagram, maupun TikTok. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konten dakwah Habib Ja’far di media sosial dari segi analisis wacana milik James Gee. Di samping itu, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik dari analisis wacana yang terdiri dari tindakan, konteks, dan history. Peneliti menggunakan metode penelitian deskripsi kualitatif. Objek penelitiannya adalah konten dakwah Habib Ja’far di media sosial. Sedangkan, subjek penelitiannya adalah Habib Husein Ja’far. Peneliti menggunakan data primer di antaranya, sumber data tertulis, foto, kalimat dan tindakan, dan statistik. Peneliti meneliti mengenai gaya komunikasi Habib Husein Ja’far melalui konten-konten Youtube dari sudut pandang analisis wacana. Di samping itu, peneliti menggunakan data sekunder seperti, studi pustaka berupa artikel maupun jurnal yang relevan. Selain itu juga menggunakan studi dokumen berupa transkrip cuplikan video dari dakwah Habib Ja’far untuk mendukung penelitian ini. Metode analisis data yang digunakan di antaranya, reduksi data, penyajian data, analisis data, dan validitas data. Hasil penelitian ini yaitu 1) Identitas Situasional: bahwa Habib Jafar bukan hanya sebagai pendakwah, namun seorang penulis, aktivis, dan menjabat sebagai Direktur Akademik Kebudayaan Islam di Jakarta. 2) Bahasa sebagai alat identitas dan kekuasaan: Dalam episode 9 Login Season 2 bersama Bhante Dhira, Habib Jadar menyampaikan ajaran Islam yang mirip dengan ajaran Buddha terkait buang air kecil. 3) Koneksi bahasa dengan budaya dan konteks sosial: Dalam episode terakhir Login season 2, para pemuka agama di Indonesia berdiskusi dan menyatakan pendapatnya mengenai tantangan tokoh agama di zaman yang berubah. Khususnya, populasi di Indonesia yang akan menghadapi bonus demografi. 4)Pembelajaran melalui bahasa dan kekuasaan: Habib Jafar memiliki latar belakang pendidikan di bidang Filsafat. Sehingga, pada episode 2 dan episode 10 Login season 2, Habib Jafar menjawab menggunakan bahasa ilmu filsafat seperti dengan kiasan-kiasan yang mudah dipahami Onad serta penonton. 5) Analisis bahasa multimodal: Semua episode Login terdapat penjelasan quote atau kutipan yang muncul tentang segmen yang sedang menjadi topik pembicaraan. Selain itu, tiap ayat Al-Qur’an maupun hadist juga dimunculkan kutipan dalam konten tersebut. | Habib Ja’far began his career as a writer in national media. Currently, Habib Ja’far conducts cyberdakwah on social media platforms such as YouTube, Instagram, and TikTok. This research aims to analyze the content of Habib Ja’far’s dakwah on social media from the perspective of James Gee’s discourse analysis. Additionally, the research aims to identify the characteristics of discourse analysis, which include actions, context, and history. The researcher employs a qualitative descriptive research method. The object of the research is Habib Ja’far’s dakwah content on social media, while the subject of the research is Habib Husein Ja’far. The researcher uses primary data sources, including written sources, photos, sentences and actions, and statistics. The researcher examines Habib Husein Ja’far’s communication style through YouTube content from the perspective of discourse analysis. Additionally, the researcher uses secondary data such as literature studies in the form of relevant articles and journals. Document studies, such as video clip transcripts of Habib Ja’far’s dakwah, are also used to support this research. The data analysis methods used include data reduction, data presentation, data analysis, and data validity. The results of this research are: 1) Situational Identity: Habib Ja’far is not only a preacher but also a writer, activist, and serves as the Academic Director of Islamic Culture in Jakarta. 2) Language as a tool of identity and power: In episode 9 of Login Season 2 with Bhante Dhira, Habib Ja’far conveys Islamic teachings similar to Buddhist teachings regarding urination. 3) The connection of language with culture and social context: In the final episode of Login Season 2, religious leaders in Indonesia discuss and express their opinions on the challenges faced by religious figures in changing times, particularly the demographic bonus that Indonesia will face. 4) Learning through language and power: Habib Ja’far has an educational background in Philosophy. Therefore, in episodes 2 and 10 of Login Season 2, Habib Ja’far answers using philosophical language with metaphors that are easily understood by Onad and the audience. 5) Multimodal language analysis: All episodes of Login feature explanations of quotes that appear about the segment being discussed. Additionally, each verse of the Qur’an or hadith is also quoted in the content. | |
| 42880 | 46250 | H1C020036 | Petrologi dan Geokimia Batuan Vulkanik di Gunung Tambora Pulau Sumbawa Indonesia | Gunungapi Tambora, Pulau Sumbawa, Indonesia merupakan wilayah batuan andesit-basa. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mengetahui karakteristik serta genesa pembentukan batuan vulkanik dengan metode petrogarafi dan geokimia. Metode penelitian yang digunakan yaitu analisis petrografi, analisis X-Ray Fluoresence (XRF), dan Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). Terdapat 17 titik pengambilan sampel yang berdasarkan Peta Geologi Regional termasuk kedalam 1 Unit Stratigrafi yaitu Satuan Lava-Breksi. Hasil penelitian menunjukkan klasifikasi batuan yaitu batuan basalt, batuan andesit, dan batuan andesit-basalt berdasarkan klasifikasi IUGS Volcanic Rock dengan metode petrografi. Berdasarkan klasifikasi Diagram TAS termasuk kedalam 3 tipe yaitu Trachybasalt, Basaltic Trachyandesite, dan Trachyandesite dengan software ioGas-64-8.1. Afinitas magma dari sampel batuan berdasarkan Diagram Sub-Alkalic termasuk kedalam shosonite series dengan kadar potassium yang sangat tinggi. Selain itu, digunakan Diagram Harker sebagai penjelasan proses kristalisasi magma, dengan hasil terdapat tren positif (enrichment) yaitu pada unsur CaO , Fe2O3, K2O, dan Na2O yang dibandingkan dengan SiO2. Selain itu, terdapat tren negatif (depleted) yaitu pada unsur Al2O3, TiO2, dan MgO yang dibandingkan dengan SiO2. Klasifikasi Lingkungan Tektonik dari Batuan Vulkanik yang membandingkan antara unsur P205, MnO dan TiO2. Sampel yang didapat termasuk ke dalam CAB (Calc Alkaline Basalt) yang menandakan terbentuk pada zona pegunungan atau jauh dari zona subduksi.) | Tambora Volcano, Sumbawa Island, Indonesia is an andesite-alkaline rock area. This research has the main objective to determine the characteristics and genesis of volcanic rock formation using petrographic and geochemical methods. The research methods used are petrographic analysis, X-Ray Fluorescence (XRF) analysis, and Inductively Coupled Plasma Mass Spectrometry (ICP-MS). There are 17 sampling points based on the Regional Geological Map included in 1 Stratigraphic Unit, namely the Lava-Breccia Unit. The research results show that the rock classification is basalt rock, andesite rock, and andesite-basalt rock based on the IUGS Volcanic Rock classification using the petrographic method. Based on the TAS diagram classification, it is included in 3 types, namely Trachybasalt, Basaltic Trachyandesite, and Trachyandesite with ioGas-64-8.1 software. The magma affinity of the rock samples based on the Sub-Alkalic Diagram is included in the shosonite series with very high potassium levels. Apart from that, the Harker Diagram was used as an explanation of the magma crystallization process, with the result that there was a positive trend (enrichment), namely in the elements CaO, Fe2O3, K2O, and Na2O compared to SiO2. Apart from that, there is a negative (depleted) trend in the elements Al2O3, TiO2, and MgO compared to SiO2. Tectonic Environmental Classification of Volcanic Rocks which compares the elements P205, MnO and TiO2. The sample obtained is included in CAB (Calc Alkaline Basalt) which indicates that it was formed in a mountainous zone or far from a subduction zone.) |