Artikel Ilmiah : E1A017270 a.n. KANIA KUSUMA WARDHANI

Kembali Update Delete

NIME1A017270
NamamhsKANIA KUSUMA WARDHANI
Judul ArtikelIMPLEMENTASI ATURAN PENGGUNAAN DANA DESA UNTUK PADAT KARYA TUNAI SAAT PANDEMI COVID-19
(Studi di Desa Ledug Kecamatan Kembaran Kabupaten Banyumas)
Abstrak (Bhs. Indonesia)Pandemi Covid-19 telah memukul perekonomian dan kesejahteraan masyarakat desa, sehingga mendorong pemerintah desa untuk memanfaatkan dana desa sebagai sarana mengurangi dampak sosial-ekonomi melalui program padat karya tunai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi aturan penggunaan dana desa untuk padat karya tunai saat pandemi Covid-19 dan faktor-faktor yang mempengaruhi impelementasinya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis empiris, dan spesifikasi penelitian deskriptif. Jenis data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder melalui metode wawancara, studi pustaka dan studi dokumen. Metode pengolahan data dengan reduksi data, display data dan kategorisasi data. Penyajian data dalam bentuk matriks kualitatif dan teks naratif. Metode analisis data dilakukan secara analisis kualitatif dengan menggunakan content analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi aturan penggunaan dana desa untuk padat karya tunai saat pandemi Covid-19 di Desa Ledug telah terlaksana dengan baik. Hal ini dapat dilihat dari 4 (empat) parameter yang meliputi: kesesuaian jenis padat karya tunai pada pemanfaatan sumber daya alam telah terlaksana dengan baik; penerapan prinsip pelaksanaan padat karya tunai telah terlaksana dengan baik; penerapan kriteria padat karya tunai telah terlaksana dengan baik; penerapan besaran anggaran upah kerja telah terlakasana dengan baik. Faktor-faktor yang memengaruhi implementasi aturan penggunaan dana desa untuk program padat karya tunai saat pandemi Covid- 19 di Desa Ledug meliputi faktor pendukung dan penghambat. Faktor pendukung yaitu terdapat masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan; sarana dan prasarana yang memerlukan perbaikan; dukungan pemerintah desa; dan kesepakatan program padat karya tunai dalam musyawarah desa. Faktor penghambat meliputi cuaca buruk; keterbatasan anggaran; dan kurangnya keterampilan tenaga kerja.

Kata Kunci: Covid-19; Dana Desa; Padat Karya Tunai
Abtrak (Bhs. Inggris)The Covid-19 pandemic has hit the economy and welfare of village communities, thus encouraging village governments to utilize village funds as a means of reducing socio-economic impacts through cash-intensive labor programs. This study aims to determine the implementation of the rules for the use of village funds for cash-intensive labor during the Covid-19 pandemic and the factors that influence its implementation. This study uses a qualitative research method with an empirical legal approach, and descriptive research specifications. The types of data used are primary data and secondary data through interview methods, literature studies and document studies. Data processing methods with data reduction, data display and data categorization. Data presentation in the form of qualitative matrices and narrative texts. The data analysis method is carried out using qualitative analysis using content analysis. The results of the study indicate that the implementation of the rules for the use of village funds for cash-intensive labor during the Covid-19 pandemic in Ledug Village has been carried out well. This can be seen from 4 (four) parameters which include: the suitability of the type of cash- intensive labor in the utilization of natural resources has been carried out well; the application of the principles of implementing cash-intensive labor has been carried out well; the application of cash-intensive labor criteria has been carried out well; the application of the amount of the work wage budget has been carried out well. Factors influencing the implementation of village fund usage regulations for cash- intensive work programs during the Covid-19 pandemic in Ledug Village include supporting and inhibiting factors. Supporting factors include people who are unemployed; facilities and infrastructure that require repair; support from the village government; and agreement on cash-intensive work programs in village meetings. Inhibiting factors include bad weather; budget constraints; and lack of workforce skills.

Keywords: Covid-19; Village Fund; Cash Labor Intensive
Kata kunciCovid-19; Dana Desa; Padat Karya Tunai
Pembimbing 1Alef Musyahadah Rahmah, S.H., M.H.
Pembimbing 2Ulil Afwa, S.H., M.H.
Pembimbing 3Nayla Alawiya, S.H., M.H
Tahun2024
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2024-08-23 15:30:25.576566
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.