Home
Login.
Artikelilmiahs
46045
Update
ALFI NURILLAH PUTRI MUHAMMAD
NIM
Judul Artikel
STUDI KOMPARASI FAKTOR-FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PENGGUNAAN JAMBAN SEHAT DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWUNGANTEN KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar Belakang: Diare merupakan penyakit endemis dapat menyebabkan KLB disertai kematian. Kecamatan Kawunganten merupakan kecamatan kedua dengan kasus diare terbanyak di Kabupaten Cilacap. Desa dengan kejadian diare tertinggi dan terendah di Puskesmas Kawunganten yaitu Desa Bojong dan Desa Babakan. Cara mencegah penularan diare dengan menggunakan jamban sehat. Penelitian ini bertujuan mengetahui faktor yang berpengaruh terhadap penggunaan jamban sehat antara desa dengan kejadian diare tertinggi dan desa dengan kejadian diare terendah di wilayah Puskesmas Kawunganten. Metodologi: Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif observasional analitik studi komparatif Desa Bojong dan Desa Babakan, Kecamatan Kawunganten. Populasi yang digunakan seluruh kepala keluarga dan sampel yang digunakan 62 orang. Teknik pengambilan sampel yang digunakan equal allocation random sampling. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh variabel budaya BABS masyarakat (p value 0,021) dan tidak terdapat pengaruh variabel tingkat pendidikan, pengetahuan mengenai jamban sehat, sikap mengenai penggunaan jamban sehat, pendapatan keluarga, ketersediaan air bersih, peran tenaga kesehatan, dan peran pemerintah desa. Penelitian ini sejalan dengan penelitian Susanti (2023) dan Nanda (2023). Kesimpulan: Budaya merupakah faktor berpengaruh terhadap penggunaan jamban sehat. Kata Kunci: Jamban sehat, Diare, Puskesmas Kawunganten, Budaya BABS masyarakat
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background: Diarrhea is an endemic disease that can cause outbreaks accompanied by fatalities. Kawunganten Subdistrict is the second-highest district for diarrhea cases in Cilacap Regency. The villages with the highest and lowest incidences of diarrhea at Kawunganten Health Center are Bojong Village and Babakan Village. The way to prevent diarrhea transmission is by using healthy latrines. This study aims to determine the factors influencing the use of healthy latrines between the village with the highest incidence of diarrhea and the village with the lowest incidence of diarrhea in the Kawunganten Health Center area. Methodology: The research uses a quantitative observational analytic comparative study in Bojong and Babakan Villages, Kawunganten Subdistrict. The population includes all household heads, with a sample size of 62 individuals. The sampling technique used is equal allocation random sampling. Results: The results show that there is an influence of the community's open defecation culture variable (p-value 0.021) and no influence of variables such as education level, knowledge about healthy latrines, attitudes toward using healthy latrines, family income, availability of clean water, the role of healthcare workers, and the role of village government. This study is in line with the research by Susanti (2023) and Nanda (2023). Conclusion: The culture of open defecation is a factor influencing the use of healthy latrines. Keywords: Healthy latrine, Diarrhea, Kawunganten Health Center, Community open defecation culture
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save