Home
Login.
Artikelilmiahs
14050
Update
KIKIN ELIA
NIM
Judul Artikel
ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEUNTUNGAN AGROINDUSTRI BAWANG GORENG DI KABUPATEN KUNINGAN
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Kabupaten Kuningan merupakan sentra produksi bawang goreng di Jawa Barat. Survei awal menunjukkan bahwa omzet sangat bervariasi antar perusahaan bawang goreng, yang dapat menyebabkan tingkat keuntungan beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efisiensi penggunaan input dalam produksi bawang goreng dan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan industri bawang goreng di Kabupaten Kuningan. Metode yang digunakan untuk menganalisis tingkat efisiensi adalah regresi berganda dan efisiensi harga di mana faktor-faktor produksi yang digunakan meliputi bawang merah, tepung terigu, minyak goreng dan tenaga kerja. Regresi berganda juga digunakan untuk menguji faktor-faktor yang mempengaruhi keuntungan, variabel-variabel independen yang digunakan adalah: teknologi, kapasitas gudang, pendidikan, lama usaha dan kontrak dagang. Hasil analisis menunjukkan bahwa semua input secara signifikan mempengaruhi produksi bawang goreng, penggunaan minyak goreng dan tenaga kerja sudah efisien, dan penggunaan bawang merah dan tepung terigu tidak efisien. Hasil analisis juga menemukan bahwa kapasitas gudang dan kontrak dagang berpengaruh signifikan terhadap keuntungan, sementara teknologi, pendidikan, dan lama usaha tidak berpengaruh terhadap keuntungan. Hasil analisis menunjukkan bahwa produsen harus memperhatikan penggunaan input dalam rangka mencapai tingkat produksi yang optimal, memperluas pemasaran ke pasar modern dan diharapkan dapat melakukan kontrak dagang dengan industri besar pengolahan makanan, dan untuk mengatasi produksi yang tidak kontinyu dan harga bawang merah yang berfluktuasi dapat dilakukan dengan meningkatkan kapasitas gudang.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Kuningan district has been a production center of fried shallot in West Java. Preliminary survey has shown that turnover varies greatly among fried shallot companies, which may lead to varying level of profit. This study aims to measure the efficiency of the use of inputs in fried shallot production and to identify the determinants of profits of fried shallot industry in Kuningan district. The method used to analyze the level of efficiency is multiple regression and price efficiency measurement which include such production factors as shallot, wheat flour, cooking oil and labor. Multiple regression was also employed to test the determinants of profit including these independent variables: technology, warehouse capacity, owner’s education, length of business and commercial contract. The results show that all inputs significantly determine the production of fried shallot and that the use of cooking oil and labor is efficient, and the use of raw shallot and wheat flour is not efficient. The results also find that profit is significantly explained by warehouse capacity and commercial contract, while technology, owner’s education, and business length have no effect on profit. The results imply that the producers should pay attention to the use of inputs in order to achieve optimum production level, expand marketing to modern markets and are expected to be able to initiate commercial contract with big food processing industry, and to increase warehouse capacity in order to deal with discontinuous production and price fluctuation of raw shallot.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save