Home
Login.
Artikelilmiahs
14053
Update
KUSTINAH
NIM
Judul Artikel
NILAI TAMBAH PISANG SEBAGAI BAHAN BAKU SALE DI KECAMATAN KEDUNGREJA KABUPATEN CILACAP
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Sale pisang menjadi salah satu produk andalan di Cilacap. Produksi buah pisang di Cilacap akhir tahun 2012 sebanyak 149.349 kwintal. Pisang merupakan buah yang masa simpannya pendek dan mudah busuk, sehingga diperlukan cara pengolahan pisang segar menjadi sale agar memiliki keuntungan ganda. Selain dapat memperpanjang masa simpan, sale juga meningkatkan nilai tambah karena harga jual lebih tinggi dibandingkan dengan buah pisang segarnya. Tujuan penelitian adalah mengetahui besarnya biaya yang dikeluarkan dan pendapatan yang diperoleh dari usaha pengolahan pisang menjadi sale dan mengetahui besarnya nilai tambah dari usaha pengolahan pisang menjadi sale di Kecamatan Kedungreja Kabupaten Cilacap. Pengambilan data dilaksanakan dari tanggal 12 Juli sampai dengan 10Agustus 2014 dengan sasaran penelitian adalah pengrajin sale pisang sejumlah 13 orang. Penelitian ini menggunakan metode surveidengan metode pengambilan data adalah sensus. Teknik pengumpulan data primer dengan cara menggunakan kuisioner dan observasi langsung, dan teknik pengumpulan data sekunder dengan cara studi pustaka dan studi dokumentasi, sedangkan alat analisis yang digunakan adalah analisis biaya dan pendapatan sertaanalisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata biaya produksi sale pisang per satu kali produksi untuk kemasan 0,25 kg sebesar Rp1.146.714,83 dan untuk kemasan 1kg sebesar Rp288.680,08, penerimaan rata-rata untuk kemasan 0,25 kg sebesar Rp3.105.000,00 dan untuk kemasan 1 kg sebesar Rp467.040, keuntungan rata-rata untuk kemasan 0,25 kg sebesar Rp1.958.285,17 dan untuk kemasan 1 kg sebesar Rp195.525,06. Hasil analisis nilai tambah untuk satu kali produksi sebesar Rp4.191,44 per kilogram bahan baku utama pisang dan rasio nilai tambah yang diperoleh adalah 56,14 persen. Kata Kunci : pisang, sale, nilai tambah
Abtrak (Bhs. Inggris)
Sale bananas into one main product in Cilacap.Cilacap banana production in late 2012 as many as 149,349 quintals.Bananas is a short shelf-life of fruit and perishable, so it requires the processing of fresh bananas into a sale in rder to have a double advantage. Besides being able to extend the shelf life, the sale is also increasing the added value due tohigher selling prices compared ith fresh bananas. The research objective ws to dertemine the amount of costs incurred and income derived from the amount of value-added processing businesss bananas into Kedungreja sale in Cilacap. The data collection was conducted from July 12 until August 10, 2014 with the goal pf the research is the producers of bananas sale some 13 people. This study uses survey data collection methods are census. Primary data collection thechniques by using questionnaires and direct observation, and secondary data collection thechniques by means of literature and documentation, while an analysis tool used is the analysis of the costs and revenues sertaanalilis added value. The result showed that the average cost of production of bananas sale one production to packaging 0.25 kg of Rp1.146.714,83 and for packaging 1 kg of Rp288.680,08, receiving an average of 0.25 kg for packaging of Rp3.105.000,00 and for packaging 1 kg of Rp467.040, average goin of 0.25 kg for packaging and for packaging Rp1.958.285,17 1 kg of Rp195.525,06. The results of the analysis of the value added to one of Rp4.191,44 production per kilogram of bananas main raw material and the raw material price Rp100.00 gain added value-average of Rp56,14. Keywords : bananas, sale, value added.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save