| NIM | H1A012044 |
| Namamhs | RAKHMALIA DEVI INDRASWARI |
| Judul Artikel | Membran Selulosa Asetat dari Eceng Gondok (Eichhornia crassipes) dengan Penambahan Formamida untuk Menurunkan Kadar BOD dan COD Limbah Cair Tahu |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | Tingginya populasi eceng gondok menjadi permasalahan yang perlu diatasi. Limbah tangkai daun eceng gondok dapat diubah menjadi produk yang lebih bermanfaat melalui fermentasi dengan bantuan Acetobacter xylinum. Produk nata de Eichhornia crassipes dapat digunakan sebagai bahan dasar pembuatan membran. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui karakteristik membran selulosa asetat dari nata de Eichhornia crassipes dengan penambahan formamida berdasarkan nilai fluks dan rejeksi serta aplikasinya dalam menurunkan kadar BOD dan COD limbah cair tahu. Nata de Eichhornia crassipes dibuat menjadi selulosa asetat melalui proses asetilasi. Selulosa asetat yang dihasilkan mengandung kadar asetil 42,33%. Pembuatan membran dilakukan dengan metode inversi fasa menggunakan polimer selulosa asetat, pelarut aseton, dan aditif formamida. Hasil analisis FTIR (Fourier transform infra-red) menunjukkan serapan gugus karbonil (C=O) pada 1640,19 cm-1 dan serapan gugus asetil (C-O) pada 1262,77 cm-1. Membran selulosa asetat nata de Eichhornia crassipes memiliki nilai fluks air sebesar 30,66 L/m2.jam, fluks limbah 14,76 L/m2.jam, dan rejeksi sebesar 47,44%. Membran tersebut mampu menurunkan kadar BOD sebesar 59,53% dan COD sebesar 79,87%. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | The high of water hyacinth population becomes a problem that must be solved. Water hyacinth waste was fermentated with Acetobacter xylinum could becomes a useful product. It is called nata de Eichhornia crassipes that could be a raw material for membrane. This research was aimed to know characteristics of cellulose acetate membrane from nata de Eichhornia crassipes with the addition of formamide based on the value of flux and rejection and to determine the percentage of decreasing BOD and COD in tofu wastewater after membrane treatment. Nata de Eichhornia crassipes made into a cellulose acetate with acetylation process. Cellulose acetate obtained acetyl content of 42,33%. Manufacture of membranes was done by phase inversion method using a polymer cellulose acetate, aceton, and additives formamide. The results of FTIR analysis (Fourier transform infra-red) showed the absorption of the carbonyl group (C=O) in 1640.19 cm-1 and 1226.77 cm-1 acetyl group (C–O ). Cellulose acetate membrane from nata de Eichhornia crassipes have a water flux value of 50.87 L/m2.h, a waste flux value of 21.58 L/m2.h, and rejection of 47.44%. The membrane can decrease BOD value to 59.53% and COD to 79.87%. |
| Kata kunci | BOD, COD, formamida, Nata de Eichhornia crassipes, selulosa asetat |
| Pembimbing 1 | Senny Widyaningsih, M.Si |
| Pembimbing 2 | Suyata, M.Si |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2016 |
| Jumlah Halaman | 2 |
| Tgl. Entri | 2016-08-15 16:04:29.081063 |
|---|