Artikelilmiahs
Menampilkan 41.861-41.880 dari 48.852 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 41861 | 43831 | E1A020144 | PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PEMBIAYAAN KENDARAAN JENIS MOBIL BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN (Studi Putusan BPSK Nomor 027/Arbitrase/2023/BPSK.Mdn) | Hubungan hukum antara pelaku usaha dan konsumen pembiayaan dalam praktiknya sering didapati sengketa di antara keduanya, sehingga apabila terdapat pihak yang dirugikan maka para pihak memiliki hak untuk mengajukan gugatan dan menuntut ganti kerugian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen pembiayaan kendaraan jenis mobil yang ditarik secara sepihak oleh pelaku usaha berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen pada Putusan BPSK Nomor 027/Arbitrase/2023/BPSK.Mdn. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder dengan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier dengan metode pengumpulan data studi kepustakaan. Data yang diperoleh disajikan dalam bentuk teks naratif yang disusun secara logis dan sistematis kemudian dianalisis menggunakan metode normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa konsumen telah mendapatkan perlindungan hukum dalam penarikan mobil konsumen secara sepihak oleh PT Astra Credit Companies (ACC), yaitu dapat dilihat dari amar putusan yang mewajibkan pelaku usaha yakni PT Astra Credit Companies (ACC) untuk menyerahkan 1 (satu) unit Mobil Toyota Rush BK 1969 ABG kepada konsumen secara seketika dan sekaligus serta menghapus uang tarik. | The legal relationship between business actors and financing consumers in practice is often found in disputes between the two, so that if there are parties who are harmed, the parties have the right to file a lawsuit and demand compensation. This study aims to determine the legal protection of consumers of car financing vehicles that are unilaterally withdrawn by business actors based on Law Number 8 of 1999 concerning Consumer Protection in BPSK Decision Number 027/Arbitration/2023/BPSK.Mdn. This research uses normative juridical research methods with analytical descriptive research specifications. The data source used is secondary data with primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials with literature study data collection methods. The data obtained is presented in the form of narrative text which is arranged logically and systematically and then analyzed using qualitative normative methods. Based on the results of research and discussion, it shows that consumers have received legal protection in the unilateral withdrawal of consumer cars by PT Astra Credit Companies (ACC), which can be seen from the verdict that obliges business actors, namely PT Astra Credit Companies (ACC) to hand over 1 (one) unit of Toyota Rush BK 1969 ABG to consumers immediately and at once and write off the withdrawal money. | |
| 41862 | 45097 | A1D018063 | PENGARUH SISTEM OLAH TANAH DAN APLIKASI KASGOT TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL JAGUNG UNGU DENGAN PEMUPUKAN NPK RENDAH | Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh sistem olah tanah terbaik, dosis kasgot efisien dan interaksi antara sistem olah tanah dan dosis kasgot terhadap karakter pertumbuhan, fisiologi, dan hasil jagung ungu pada dosis NPK rendah. Penelitian dilaksanakan mulai bulan Maret-Agustus 2023 di Lahan Percobaan Ex-Farm Universitas Jenderal Soedirman dan analisis dilakukan di Laboratorium Agroekologi, Laboratorium Agronomi Fakultas Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok faktorial dengan dua faktor perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan pertama yaitu sistem olah tanah (T), yaitu T0 : Tanpa olah tanah, T1 : Olah tanam minimum, T2 : Olah tanah sempurna. Perlakuan kedua adalah dosis kasgot (P), yaitu P1 : Kasgot 5 t/ha, P2 : Kasgot 10 t/ha, P3 : Kasgot 15 t/ha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan olah tanah berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot segar tanaman, bobot kering tanaman, panjang tongkol dengan kelobot, panjang tongkol tanpa kelobot, berat tongkol dengan kelobot, berat tongkol tanpa kelobot, diameter tongkol dengan kelobot, dan diameter tongkol tanpa kelobot. Perlakuan tanpa olah tanah memberikan hasil terbaik terhadap variabel tinggi tanaman sebesar 157,47 cm, jumlah daun sebesar 8,40 helai, luas daun sebesar 284,10 cm2 , diameter batang sebesar 11,09 mm, bobot segar tanaman sebesar 123,33 g, bobot kering tanaman sebesar 38,55 g, panjang tongkol dengan kelobot sebesar 18,38 cm, panjang tongkol tanpa kelobot sebesar 13,72 cm, berat tongkol dengan kelobot sebesar 118,77 g, berat tongkol tanpa kelobot sebesar 108,66 g, diameter tongkol dengan kelobot sebesar 41,90 mm, dan diameter tongkol tanpa kelobot sebesar 39,02 mm. Dosis kasgot yang berbeda berpengaruh terhadap bobot segar tanaman dan bobot kering tanaman. Dosis 15 t kasgot/ha memberikan hasil terbaik terhadap variabel bobot segar tanaman sebesar 109,11 g, bobot kering tanaman sebesar 33,55 g, diameter tongkol dengan kelobot sebesar 39,28 mm, dan berat tongkol tanpa kelobot sebesar 85,44 g. Tidak terdapat interaksi antara olah tanah dan dosis kasgot terhadap pertumbuhan dan hasil jagung ungu. | The purpose of this study was to determine the effect of the best tillage system, efficient kasgot dosage and the interaction between tillage system and kasgot dosage on growth characteristics, physiology, and yield of purple corn at low NPK dosage. The research was conducted from March to August 2023 at the Ex-Farm Experimental Land of Jenderal Soedirman University and the analysis was carried out at the Agroecology Laboratory, Agronomy Laboratory, Faculty of Agriculture, Jenderal Soedirman University. The design used was a factorial Randomized Group Design with two treatment factors and three replications. The first treatment was the tillage system (T), namely T0 : No tillage, T1: Minimum tillage, T2: Complete tillage. The second treatment is the dose of kasgot (P), namely P1: 5 t/ha cassava, P2: Kasgot 10 t/ha, P3: 15 t/ha cassava. The results showed that tillage treatment affected plant height, number of leaves, leaf area, stem diameter, plant fresh weight, plant dry weight, cob length with cob, cob length without cob, cob weight with cob, cob weight without cob, cob diameter with cob, and cob diameter without cob. The no-tillage treatment gave the best results on the variables of plant height of 157.47 cm, number of leaves of 8.40 strands, leaf area of 284.10 cm2, stem diameter of 11.09 mm, plant fresh weight of 123.33 g, plant dry weight of 38.55 g, and cob diameter without cob, cob length with cob 18.38 cm, cob length without cob 13.72 cm, cob weight with cob 118.77 g, cob weight without cob 108.66 g, cob diameter with cob 41.90 mm, and cob diameter without cob 39.02 mm. Different doses of kasgot have an effect on plant fresh weight and plant dry weight. A dose of 15 t kasgot/ha gave the best results on the variable of plant fresh weight of 109.11 g, plant dry weight of 33.55 g, cob diameter with cob of 39.28 mm, and cob weight without cob of 85.44 g. There was no interaction between tillage and dose of kasgot on the growth and yield of purple corn. There was no interaction between tillage and kasgot dosage on growth and yield of purple corn. | |
| 41863 | 43877 | C1A020087 | ANALISIS PENGARUH AGLOMERASI INDUSTRI, INVESTASI, DAN JUMLAH PENDUDUK TERHADAP KETIMPANGAN PENDAPATAN ANTARWILAYAH KABUPATEN/KOTA JAWA BARAT | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari aglomerasi industri, PMDN, PMA, dan jumlah penduduk terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah di Provinsi Jawa Barat 2013-2022. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder. Metode penelitian yang digunakan adalah Autoregressive Distributed Lag (ARDL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel aglomerasi industri, PMDN, dan PMA dalam jangka pendek dan jangka panjang berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah di Provinsi Jawa Barat tahun 2013-2022. Variabel jumlah penduduk dalam jangka pendek berpengaruh secara positif dan signifikan sedangkan dalam jangka panjang jumlah penduduk berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap ketimpangan pendapatan antar wilayah. Implikasi dari penelitian ini yaitu pemerintah dapat merumuskan kebijakan secara merata, serta memperhatikan arus realisasi investasi baik PMDN maupun PMA, dan melakukan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah. Keterbatasan dari penelitian ini adalah terbatasnya ketersediaan data karena terdapat dua kabupaten baru yang terbentuk di tahun 2012. | This study aims to analyse the effect of industrial agglomeration, PMDN, PMA, and total population on income inequality between regions in West Java Province 2013-2022. This research is a quantitative research using secondary data. The research method used is Autoregression Distributed Lag (ARDL). The results showed that the variables of industrial agglomeration, PMDN, and PMA in the short and long term had a positive and insignificant effect on income inequality between regions in West Java Province in 2013-2022. The total population variable in the short term has a positive and significant effect while in the long term the total population has a positive and insignificant effect on income inequality between regions. The implication of this research is that the government can formulate policies evenly, as well as pay attention to the flow of investment realisation both PMDN and PMA, and carry out equal distribution of income between regions. and FDI, and conduct equitable development in all regions. The limitation of this research is the limited availability of data because there were two new districts formed in 2012. | |
| 41864 | 43878 | J1E019058 | Improving Students’ Speaking Ability in Basic Daily Conversation through Animation Videos by Lucymax English Channel for Young Learners (A Pre-Experimental Research on the Fifth Grade Students at MI Darwata Kalijaran) | Tesis ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian pre-eksperimental. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan implementasi penggunaan video animasi dalam pembelajaran, untuk mengetahui peningkatan yang signifikan kemampuan berbicara siswa dalam percakapan dasar sehari-hari, untuk mengungkap persepsi siswa terhadap penggunaan video animasi. Penelitian ini menggunakan metode total sampling, seluruh populasi dijadikan sampel penelitian yang jumlahnya 22 siswa. Observasi, tes, dan angket dilakukan untuk mengumpulkan data. Implementasi video animasi sebagai media pembelajaran berbicara percakapan dasar sehari-hari telah terlaksana dengan baik. Hasil pre-test dan post-test diuji dengan menggunakan Uji beda sampel berpasangan. Rata-rata nilai pre-test siswa adalah 61.14 dan rata-rata nilai post-test siswa adalah 70.45. Uji beda sampel berpasangan menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap perlakuan, dimana signifikansi <0.001 atau kurang dari 0.05. Artinya hipotesis nol ditolak dan terdapat peningkatan signifikan kemampuan berbicara siswa dalam percakapan dasar sehari-hari. Berdasarkan analisis angket persepsi siswa terhadap penggunaan video animasi sebagai media pembelajaran adalah positif (68.6% Setuju). Dengan demikian, video animasi dari LucyMax English Channel sebagai media pembelajaran terbukti mampu meningkatkan kemampuan berbicara siswa dalam percakapan dasar sehari-hari siswa kelas lima. Kata kunci: video animasi, percakapan dasar sehari-hari, kemampuan berbicara. | This thesis is quantitative research with a pre-experimental research design. The aim of this research is to describe the implementation of using animation videos in learning speaking in basic daily conversation, to find out the significant improvement of the students in speaking basic daily conversation, to reveal the students’ perceptions of the use of animation videos. In this study, the total sampling method was used. The population of fifth grade students at MI Darwata Kalijaran is 22 students and the entire population was used as the research sample. Observation, tests, and questionnaires were employed to collect the data. The implementation of animation videos as a learning medium in speaking basic daily conversation was carried out well. The results of the pre-test and post-test were tested using the Paired Sample T-test. The average of students’ pre-test scores was 61.14 and average of students’ post-test scores was 70.45. The paired sample t-test revealed a significant difference due to the treatment, where the significance is <0,001 or less than 0.05. This means that the null hypothesis was rejected and there was a significant improvement of the speaking ability in basic daily conversation of the students in the fifth grade at MI Darwata Kalijaran. Then, based on the questionnaire analysis, the students' perceptions of using animation videos as a medium for learning speaking in basic daily conversation are positive (68.6% Agree). Thus, animation videos by LucyMax English Channel as a learning medium are proven to be able to improve students’ speaking ability in basic daily conversation for fifth grade students. | |
| 41865 | 45116 | L1B018031 | STRATEGI PENGEMBANGAN DESA PANEMBANGAN, CILONGOK, BANYUMAS SEBAGAI SENTRA MINAPADI | Desa Panembangan merupakan desa yang memiliki potensi besar di bidang pertanian dan perikanan sehingga berpeluang menjadi sentra minapadi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan strategi pengembangan Desa Panembangan Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas sebagai sentra minapadi. Waktu pelaksanaan penelitian ini yaitu pada 12 Agustus 2021 sampai 01 Desember 2021 di Desa Panembangan, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. Data dikumpulkan secara primer dan sekunder dengan melakukan wawancara, pemberian kuisioner, serta input dari instansi terkait. Data kemudian dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan matriks SWOT (Strength, Weakness, Opportunity, Threat). Hasil analisis menunjukan bahwa strategi SO (Strengths Opportunity) adalah strategi yang terbaik untuk dapat menjadikan Desa Panembangan sebagai sentra minapadi. | Panembangan Village is a village that has great potential in potential in agriculture and fisheries so that it has the opportunity to become a minapadi centre. minapadi centre. The purpose of this research is to produce a strategy for development of Panembangan Village, Cilongok Sub-district, Banyumas Regency as a minapadi centre. minapadi centre. The implementation time of this research was from 12 August 2021 to 01 December 2021 in Panembangan Village, Cilongok District, Banyumas Regency, Central Java. Banyumas, Central Java. Data were collected primary and secondary by interviews, questionnaires, and input from relevant agencies. The data was then analysed descriptively using the SWOT matrix (Strength, Weakness, Opportunity, Threat) matrix. The analysis results show that SO (Strengths Opportunity) strategy is the best strategy to make Panembangan Village a minibusiness centre. | |
| 41866 | 45013 | H1D020018 | IMPLEMENTASI METODE KNOWLEDGE BASED RECOMMENDATION UNTUK SISTEM REKOMENDASI PEMILIHAN WARNA PADA DESAIN INTERIOR BERBASIS WEBSITE | Perkembangan teknologi informasi, internet, dan industri desain interior, individu kini semakin aktif mencari inspirasi dan rekomendasi desain untuk meningkatkan kualitas ruang tempat tinggal maupun tempat kerja. Meskipun platform daring menyediakan konten desain interior, tantangan muncul dalam menemukan ide dan desain yang sesuai dengan preferensi pengguna. Pemilihan warna menjadi salah satu aspek krusial pengguna dalam desain interior. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan metode Knowledge Based Recommendation dalam sistem rekomendasi berbasis pengetahuan, membantu pemilihan warna pada desain interior dengan pendekatan berbasis website. Aplikasi yang dihasilkan dibangun menggunakan framework Streamlit berbasis Python untuk mendukung metode Knowledge Based Recommendation pada pemilihan warna desain interior. Hasil pengujian aplikasi menggunakan metode Black Box menunjukkan hasil yang valid sesuai harapan serta menunjukkan tingkat kepuasan pengguna yang sangat tinggi dengan persentase Mean Opinion Score (MOS) mencapai 94,75%, menandakan bahwa pengguna memberikan penilaian yang sangat baik terhadap aplikasi. Kontribusi dari penelitian ini terletak pada pengembangan sistem rekomendasi pemilihan warna yang tidak hanya merekomendasikan satu warna, tetapi kombinasi warna dengan teknologi website. Implementasi GUI berbasis website berpotensi mempermudah pemilihan warna, memperluas aksesibilitas informasi desain, dan memperluas analisis sesuai preferensi pengguna. | With the development of information technology, the internet and the interior design industry, individuals are now increasingly actively looking for inspiration and design recommendations to improve the quality of their living or working spaces. Although online platforms provide interior design content, challenges arise in finding ideas and designs that suit user preferences. Color selection is one of the crucial aspects for users in interior design. This research aims to apply the Knowledge Based Recommendation method in a knowledge-based recommendation system, helping with color selection in interior design with a website-based approach. The resulting application was built using the Python-based Streamlit framework to support the Knowledge Based Recommendation method for selecting interior design colors. The results of application testing using the Black Box method showed valid results as expected and showed a very high level of user satisfaction with a Mean Opinion Score (MOS) percentage reaching 94,75%, indicating that users gave a very good assessment of the application. The contribution of this research lies in the development of a color selection recommendation system that not only recommends one color, but a combination of colors with website technology. Website-based GUI implementations have the potential to simplify color selection, expand the accessibility of design information, and expand analysis according to user preferences. | |
| 41867 | 43879 | A1F019048 | Evaluasi Penerapan GMP dan SSOP serta Penyusunan HACCP Plan pada UMKM Produsen Dodol Durian di Desa Kalisari | Dodol merupakan makanan tradisional Indonesia yang banyak digemari oleh masyarakat. Saat ini dodol sudah banyak dikembangkan. Salah satu UMKM (Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah) yang terletak di Desa Kalisari memproduksi dodol yang terbuat dari tapai singkong dan diberi varian rasa buah. Produk unggulan dari UMKM ini adalah varian dodol durian. Pemasaran dodol durian dari UMKM ini semakin meluas. Permintaan pasar yang semakin besar membuat UMKM harus menerapkan sistem jaminan mutu untuk memastikan produk yang dihasilkan aman dan berkualitas. HACCP adalah salah satu sistem jaminan mutu dan keamanan pangan yang efektif dan berlaku secara internasional. Sebelum dapat menerapkan HACCP, UMKM harus terlebih dahulu menerapkan GMP dan SSOP yang baik sebagai persyaratan dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah mengevaluasi penerapan GMP dan SSOP, memberikan rekomendasi perbaikan apabila terdapat penyimpangan dan menyusun rancangan dokumen HACCP untuk produksi dodol durian. Penelitian ini dilaksanakan di salah satu UMKM di Desa Kalisari mulai dari Bulan Oktober hingga Februari 2023. Penelitian dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu penelitian pendahuluan, penelitian inti, dan analisis data. Pada penelitian pendahuluan dilakukan survei UMKM. Penelitian inti mencakup pengambilan data, evaluasi GMP, evaluasi SSOP, dan penyusunan HACCP plan. Data yang digunakan diperoleh dari hasil pengamatan dan wawancara. Evaluasi GMP pada penelitian ini digunakan dengan menggunakan lembar formulir pemeriksaan dari Peraturan BPOM Tahun 2012. Evaluasi SSOP dilakukan dengan membandingkan delapan kunci SSOP yang diterapkan oleh UMKM dengan persyaratan kondisi yang seharusanya. Untuk penyusunan HACCP plan mengacu pada SNI 01-4852-1998 tentang HACCP dan Codex Alimentarius. Hasil evaluasi GMP menunjukkan bahwa UMKM telah menerapkan sebagian besar aspek GMP dengan baik, akan tetapi masih terdapat satu penyimpangan minor yaitu dokumen produksi terkadang masih kurang lengkap dan akurat serta kurang tersimpan dengan baik. Terdapat pula penyimpangan mayor yaitu masih terdapat pekerja yang makan atau minum di tempat produksi dan bahan pembersih disimpan pada wadah tanpa label. UMKM telah menerapkan delapan kunci SSOP dengan cukup baik, namun UMKM belum memiliki dokumen SSOP secara tertulis sehingga pada penelitian ini dilakukan penyusunan rekomendasi SSOP. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan, terdapat delapan tahapan proses produksi dodol durian, empat tahapan diantaranya adalah titik kendali kritis atau CCP, yaitu tahap pemasakan, pendinginan, pengemasan, dan penyimpanan. Pada empat tahapan ini terdapat bahaya signifikan yang harus dikendalikan untuk memastikan keamanan mutu produk yang dihasilkan. | Dodol is a traditional Indonesian food that is very popular in the society. Currently, there has been a lot of product development for dodol. One of the MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) located in Kalisari Village produces dodol from cassava tapai, which comes in a variety of fruit flavors, one of the most popular variant is durian flavor. The marketing of durian dodol from MSMEs is increasingly widespread. The increased of market demand means that MSMEs must implement a quality assurance system to ensure that the products that is produced are safe and in a good quality. HACCP is an effective and internationally applicable food safety and quality assurance system. Before being able to implement HACCP, MSMEs must first implement good GMP and SSOP as prerequisite programs. The aim of this research is to evaluate the implementation of GMP and SSOP, provide recommendations for improvement if there are deviations and arrange HACCP plan for durian dodol production. This research was conducted at one of the MSMEs in Kalisari Village from October to February 2023. The research was carried out in three stages, namely preliminary research, core research and data analysis. In preliminary research, a survey of MSMEs was carried out. Core research includes data collection, GMP evaluation, SSOP evaluation, and preparation of HACCP. Data was obtained from observations and interviews. This research used inspection form from the 2012 BPOM Regulations to evaluate GMP. SSOP evaluation was carried out by comparing the eight key of SSOP implemented by MSMEs with the appropriate requirements. The preparation of HACCP plan in this research refer to SNI 01-4852-1998 about HACCP and Codex Alimentarius. The GMP evaluation results show that MSMEs have implemented most aspects of GMP well, however there is still one minor deviation, namely that production documents are sometimes still incomplete and inaccurate and not stored properly. Meanwhile, the major deviation that occurred was that there were still workers eating or drinking at the production site and cleaning materials were stored in containers without labels. MSMEs have implemented the eight SSOP keys quite well, but MSMEs do not yet have a written SSOP document, so in this research SSOP recommendations were prepared. Based on the result of observation, there are eight steps of the durian dodol production process, four of which are CCP (Critical Control Point), which is cooking, cooling, packaging, and storage. In these four stages there are significant dangers that must be recognized to ensure the safety of the quality of the product produced. | |
| 41868 | 43880 | D1A020064 | PENGARUH PENAMBAHAN KOMBINASI FITOBIOTIK TEMULAWAK (Curcuma zanthorrhiza) DAN BRATAWALI (Tinospora cordifolia) TERHADAP PERSENTASE BOBOT HATI DAN GINJAL PADA AYAM BROILER | Tujuan penelitian adalah untuk mengkaji pengaruh dan dosis optimal kombinasi temulawak dan bratawali terhadap persentase bobot hati dan ginjal ayam broiler. Penelitian ini dilaksanakan pada 30 November 2023 sampai 5 Januari 2024. Materi yang digunakan adalah ayam broiler dengan strain Lohmann sebanyak 64 ekor, kandang, tempat pakan dan minum, lampu, timbangan pakan, bubuk temulawak, bubuk bratawali, pakan, air minum, pisau, nampan, dan gunting bedah. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah RAL (Rancangan Acak Lengkap) yang terdiri dari 4 perlakuan dengan 4 ulangan. Perlakuan penelitian yaitu K0 = Kelompok kontrol, tanpa pemberian herbal pada air minum, K1 = Kelompok perlakuan air minum dengan penambahan temulawak 1,25 g/liter air minum dan bratawali 1,25 g/liter air minum, K2 = Kelompok perlakuan air minum dengan penambahan temulawak 2,5 g/liter air minum dan bratawali 2,5 g/liter air minum, K3 = Kelompok perlakuan air minum dengan penambahan temulawak 5 g/liter air minum dan bratawali 5 g/liter air minum. Perlakuan diberikan pada hari ke 14. Variabel yang diamati adalah persentase bobot hati dan ginjal ayam broiler. Data penelitian dianalisis menggunakan uji analisis variansi. Hasil rataan bobot persentase hati yaitu 2,64%-294%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pengaruh pemberian kombinasi temulawak dan bratawali pada air minum menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap bobot hati setiap perlakuan karena nilai F hitung lebih kecil dari F tabel 0,05 (P>0,05). Berdasarkan hal tersebut maka tidak dilakukan uji lanjut pada persentase bobot hati. Hasil rataan bobot ginjal yaitu 0,71%-0,81%. Hasil analisis variansi menunjukkan bahwa pengaruh pemberian kombinasi temulawak dan bratawali pada air minum menunjukkan tidak berpengaruh nyata terhadap bobot ginjal setiap perlakuan karena nilai F hitung lebih kecil dari F tabel 0,05 (P>0,05). Berdasarkan hal tersebut maka tidak dilakukan uji lanjut pada persentase bobot ginjal. Penelitian disimpulkan bahwa tidak ada pengaruh yang nyata pemberian kombinasi fitobiotik temulawak dan bratawali terhadap persentase bobot ginjal dan hati ayam broiler. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui pengaruh pemberian kombinasi temulawak dan bratawali terhadap persentase bobot hati dan ginjal dengan dosis yang berbeda. Hal tersebut tentu mempertimbangkan kandungan zat yang terdapat dalam temulawak dan bratawali atau dapat mengganti dengan bahan fitobiotik lainnya. | The aim of the research was to examine the effect and optimal dose of the combination of temulawak and bratawali on the percentage of liver and kidney weight in broiler chickens. This research was carried out from 30 November 2023 to 5 January 2024. The materials used were 64 broiler chickens with the Lohmann strain, cages, feed and drink containers, lights, feed scales, temulawak powder, bratawali powder, feed, drinking water, knives, tray, and surgical scissors. The research design used was Completely Randomized Design which consisted of 4 treatments with 4 replications. The research treatments were K0 = Control group, without giving herbs to drinking water, K1 = Drinking water treatment group with the addition of temulawak 1,25 g/liter of drinking water and bratawali 1,25 g/liter of drinking water, K2 = Drinking water treatment group with addition of temulawak 2,5 g/liter of drinking water and bratawali 25 g/liter of drinking water, K3 = Drinking water treatment group with the addition of temulawak 5 g/liter of drinking water and bratawali 5 g/liter of drinking water. Treatment was given on day 14. The variable observed was the percentage of liver and kidney weight of broiler chickens. Research data was analyzed using analysis of variance tests. The average liver percentage weight results were 2.64%-294%. The results of the analysis of variance showed that the effect of giving a combination of temulawak and bratawali to drinking water showed no significant effect on liver weight for each treatment because the calculated F value was smaller than the F table 0.05 (P>0.05). Based on this, no further tests were carried out on the percentage of liver weight. The average kidney weight was 0.71%-0.81%. The results of the analysis of variance showed that the effect of giving a combination of temulawak and bratawali to drinking water showed no significant effect on the kidney weight of each treatment because the calculated F value was smaller than the F table 0.05 (P>0.05). Based on this, no further tests were carried out on the percentage of kidney weight. The research concluded that there was no real effect of giving a combination of temulawak and bratawali phytobiotics on the percentage of kidney and liver weight in broiler chickens. Further research needs to be carried out to determine the effect of giving a combination of temulawak and bratawali on the percentage of liver and kidney weight at different doses. This of course takes into account the substance content contained in temulawak and bratawali or can be replaced with other phytobiotic ingredients. | |
| 41869 | 45098 | A1A019046 | ANALISIS FAKTOR-FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMENGARUHI PENDAPATAN PETANI UBI KAYU DI DESA KARANGJOHO KECAMATAN PENGADEGAN KABUPATEN PURBALINGGA | Desa Karangjoho merupakan salah satu desa di Kecamatan Pengadegan yang menghasilkan ubi kayu sebagai komoditas utamanya. Potensi hasil pertanian ubi kayu ini membuat sebagian besar penduduknya berprofesi sebagai petani ubi kayu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Petani di Desa Karangjoho memiliki masalah yaitu penggunaan input produksi belum optimal, harga jual fluktuatif, dan akses ke pasar yang masih tertutup. Permasalahan tersebut menyebabkan petani memperoleh hasil dan keuntungan rendah. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui karakteristik petani ubi kayu. 2) mengetahui pendapatan petani ubi kayu. 3) mengetahui faktor sosial ekonomi yang memengaruhi pendapatan petani ubi kayu di Desa Karangjoho Kecamatan Pengadegan Kabupaten Purbalingga. Penelitian dilaksanakan bulan Desember – Maret 2024 di Desa Karangjoho. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode simple random sampling. Jenis data digunakan adalah data primer dan sekunder. Variabel yang digunakan adalah pendidikan petani, pengalaman usahatani, umur petani, jumlah tanggungan keluarga, latar belakang pekerjaan keluarga, luas lahan, harga jual, upah tenaga kerja, modal, sumber modal, penghasilan di luar usahatani, dan jumlah produksi Analisis data digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa petani ubi kayu di Desa Karangjoho Kecamatan Pengadegan memiliki memiliki jumlah tanggungan keluarga tiga orang, umur tergolong tua, berpendidikan rendah, berpengalaman tinggi, dan berlatar belakang keluarga petani. Rata-rata pendapatan usahatani ubi kayu per hektare dalam satu musim tanam sebesar Rp14.657.310 dengan rata-rata penerimaan sebesar Rp24.130.921 dan biaya sebesar Rp9.473.611. Faktor sosial ekonomi secara simultan berpengaruh terhadap pendapatan petani. Faktor luas lahan, harga jual, modal, dan jumlah produksi secara parsial berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani, sedangkan faktor pendidikan, pengalaman, umur, jumlah tanggungan keluarga, latar belakang keluarga, tenaga kerja, penghasilan di luar usahatani, dan sumber modal secara parsial tidak berpengaruh nyata terhadap pendapatan petani ubi kayu. | Karangjoho Village is one of the villages in Pengadegan District which produces cassava as its main commodity. The potential of cassava agricultural products makes the majority of the population work as cassava farmers to meet their living needs. Farmers in Karangjoho Village have problems, namely uncertain (fluctuating) selling prices, cassava farmers tend to run their farming business in a family manner, group and mutual cooperation traditions. Farmers carry out cassava farming according to their years of traditional experience, resulting in the use of production inputs not being optimal. The use of production inputs that are not optimal causes farmers to obtain suboptimal results and profits. This research aims to: 1) determine the characteristics of cassava farmers. 2) find out the income of cassava farmers. 3) determine the socio-economic factors that influence the income of cassava farmers in Karangjoho Village, Pengadegan District, Purbalingga Regency. This research was carried out in December – March 2024 in Karangjoho Village. Sampling was carried out using the simple random sampling method. The types of data used are primary and secondary data. The data analysis used includes descriptive analysis and multiple linear regression analysis. The results of the research show that cassava farmers in Karangjoho Village, Pengadegan District have three dependent families, are relatively old, have low education, have high experience, and have a farming family background. The average cassava farming income per hectare in one planting season is IDR 14,657,310 with average income of IDR 24.130.921 and costs of IDR 9,473,611. The socio-economic factors in this research simultaneously influence farmer income. The factors of land area, selling price, capital, and total production partially have a significant effect on farmer income. Meanwhile, the factors of education, experience, age, number of family dependents, family background, labor, income outside farming, and capital sources do not partially have a significant effect on the income of cassava farmers. | |
| 41870 | 45099 | G1B020037 | Efektivitas Tablet Hisap Probiotik Lactobacillus reuteri Terhadap Penurunan Populasi Bakteri Anaerob pada Cairan Sulkus Gingiva Pasca Scaling and Root Planing (Studi pada Pasien Periodontitis Kronis di RSGMP UNSOED) | Periodontitis kronis merupakan penyakit periodontal destruktif yang mengakibatkan peradangan jaringan periodontal. Periodontitis kronis disebabkan oleh bakteri patogen jenis anaerob yang dapat ditemukan di plak subgingiva dan cairan sulkus gingiva. Terapi periodontal perlu dilakukan untuk mengeliminasi bakteri periodontopatogen dengan perawatan non-bedah scaling & root planing serta didukung dengan mengkonsumsi obat yang bersifat antimikrobial sebagai terapi adjuvan. Probiotik seperti Lactobacillus reuteri berpotensi sebagai terapi adjuvan karena mampu memproduksi zat antibakteri berupa bakteriosin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas tablet hisap probiotik Lactobacillus reuteri terhadap penurunan populasi bakteri anaerob dalam cairan sulkus gingiva pasien periodontitis kronis pasca scaling & root planing. Penelitian berupa eksperimental klinis dengan rancangan pre-test post-test with control group design. Sampel cairan sulkus gingiva didapatkan dari subjek penelitian 4 pasien kelompok kontrol (hanya SRP) dan 4 pasien kelompok perlakuan (SRP + konsumsi tablet hisap L. reuteri 2x/hari selama 7 hari). Data berupa Total Plate Count (TPC) koloni bakteri anaerob cairan sulkus gingiva yang dianalisis statistik menggunakan Uji Paired t-test dan Unpaired t-test. Hasil rerata penurunan jumlah koloni bakteri anaerob (105 CFU/mL) pada kelompok perlakuan dan kontrol secara berturut-turut sebesar 242,2 ± 10,1 dan 165,7 ± 52,6 (p≤0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan bermakna rerata penurunan jumlah koloni bakteri anaerob antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol (p≤0,05). Simpulan penelitian ini adalah scaling & root planing dikombinasikan dengan mengkonsumsi tablet hisap probiotik Lactobacillus reuteri efektif dalam menurunkan populasi bakteri anaerob penyebab periodontitis kronis. | Chronic periodontitis is a destructive periodontal disease that results periodontal inflammation caused by anaerobic bacteria at subgingival plaque and gingival crevicular fluid. Periodontal treatment is needed to eliminate periodontopathogenic bacteria with non-surgical treatment scaling & root planing and consume antimicrobial medicine as adjuvant therapy. Probiotics such as Lactobacillus reuteri can be used as adjuvant therapy because it can produce bacteriosin as antibacterial substances. This study aims to determine the effectiveness of L. reuteri probiotic lozenges in reducing the population of anaerobic bacteria in the gingival crevicular fluid of chronic periodontitis patients after scaling & root planing. This study was clinical experimental research with pre-test post-test & control group design. Gingival crevicular fluid sample got from 4 control group patients and 4 treatment group patients. Data formed by Total Plate Count (TPC) of anaerobic bacterial colonies in gingival crevicular fluid which were statistically analyzed using the Paired t-test and Unpaired t-test. Anaerobic bacterial colonies (105 CFU/mL) was decreased at 242.2 ± 10.1 in treatment group and 165.7 ± 52.6 in control group. The result showed that there is a significant difference mean reduction number of anaerobic bacterial colonies between the treatment group and the control group (p≤0.05). Conclusion of this research was that scaling & root planing combined with consumed probiotic Lactobacillus reuteri lozenges was effective in reduced the population of anaerobic bacteria that cause chronic periodontitis. | |
| 41871 | 45132 | F1F020031 | Peran United Nations Women untuk Meningkatkan Kesetaraan Gender di Turki: Studi Kasus Keluarnya Turki dari Konvensi Istanbul (2020-2023) | Turki merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat kesetaraan gender yang rendah. Begitu banyak kekerasan hingga pembunuhan yang terjadi pada perempuan di Turki. Selain itu, tingkat kesenjangan gender di Turki menunjukkan hasil yang cukup tinggi. Keputusan Turki untuk keluar dari Konvensi Istanbul pada tahun 2021 membuat kondisi ketidakadilan gender di Turki semakin buruk. Untuk itu UN Women hadir untuk membantu meningkatkan kesetaraan gender di Turki dengan menjalankan berbagai agenda, program, dan kerja sama. Skripsi ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder yang digunakan yaitu jurnal, buku bacaan, laporan, dan berita. Laporan yang digunakan sebagai sumber data utama pada penelitian ini yaitu laporan tahunan yang diterbitkan oleh UN Women. Teori yang digunakan dalam skripsi ini yaitu Teori Peran Organisasi Internasional yang digagas oleh Clive Archer dan Teori Analisis Politik Domestik yang digagas oleh Valerie Hudson. Dalam skripsi ini dijelaskan berbagai agenda yang telah dilaksanakan oleh UN Women di Turki pada tahun 2020 hingga bulan Juli 2023. UN Women menjalankan agendanya dalam berbagai bidang seperti politik, ekonomi, pendidikan, serta membuat berbagai kampanye dan kerja sama dengan berbagai pihak. UN Women juga memberikan perhatian pada pengungsi perempuan dari Suriah yang berada di Turki. Namun adanya peran UN Women di Turki tidak menunjukkan peningkatan pada kesetaraan gender di Turki. Maka UN Women dianggap gagal untuk meningkatkan kesetaraan gender di Turki. Beberapa hambatan yang dihadapi UN Women berasal dari politik domestik Turki yakni keberadaan kelompok Konservatif dan Gerakan Anti-Gender. Ideologi Gerakan Anti-Gender yang menolak kesetaraan gender di Turki mempengaruhi kondisi masyarakat Turki. Tidak hanya itu, sistem pemerintahan Turki yang didominasi oleh Kelompok Konservatif juga dinilai memiliki sistem yang patriarki. | Turkey is one of the countries with a low level of gender equality. There is so much violence and murder against women in Turkey. In addition, the level of gender inequality in Turkey shows quite high results. Turkey's decision to withdraw from the Istanbul Convention in 2021 has made the condition of gender inequality in Turkey worse. For this reason, UN Women is here to help improve gender equality in Turkey by implementing various agendas, programs, and collaborations. This thesis uses a descriptive qualitative method with secondary data sources used, namely journals, reading books, reports, and news. The report used as the main data source in this study is the annual report published by UN Women. The theory used in this thesis is the Theory of the Role of International Organizations initiated by Clive Archer and the Theory of Domestic Political Analysis initiated by Valerie Hudson. This thesis explains the various agendas that have been implemented by UN Women in Turkey from 2020 to July 2023. UN Women carries out its agenda in various fields such as politics, economics, education, and creates various campaigns and collaborations with various parties. UN Women also pays attention to female refugees from Syria who are in Turkey. However, the role of UN Women in Turkey does not show an increase in gender equality in Turkey. Therefore, UN Women is considered to have failed to improve gender equality in Turkey. Some of the obstacles faced by UN Women come from domestic Turkish politics, namely the existence of the Conservative group and the Anti-Gender Movement. The ideology of the Anti-Gender Movement that rejects gender equality in Turkey affects the condition of Turkish society. Not only that, the Turkish government system dominated by the Conservative Group is also considered to have a patriarchal system. | |
| 41872 | 43854 | H1C019013 | ANALISIS DAYA DUKUNG TANAH PONDASI DANGKAL BERDASARKAN DATA CONE PENETRATION TEST (CPTU) DAN UJI MEKANIKA TANAH DI DAERAH WONOKERTO DAN SEKITARNYA, KABUPATEN PEKALONGAN, JAWA TENGAH | Pesisir Kabupaten Pekalongan merupakan salah satu wilayah di pesisir pantai utara Pulau Jawa yang memiliki daya tarik perekonomian tinggi. Wilayah Pekalongan menjadi jalur utama perekonomian di utara Pulau Jawa, tentunya menjadi suatu aset bagi Pemerintah Kabupaten Pekalongan untuk meningkatkan perekonomian daerah, terutama pada daerah Wonokerto dan sekitarnya. Sehingga diperlukan data pendukung dalam pengembangan infrastruktur, seperti daya dukung tanah dan informasi mekanika tanah. Metode pada penelitian ini berupa klasifikasi tanah Robertson berdasarkan pada data pengeboran sondir elektrik (CPTu) untuk mengetahui jenis lapisan tanah. Untuk mengetahui nilai daya dukung tanah, dilakukan perhitungan daya dukung tanah menurut Terzaghi. Secara geologi, daerah Pekalongan dan sekitarnya, terutama di bagian utara banyak menempati daerah dataran aluvial. Daerah dataran aluvial tersusun atas kerikil, pasir, lanau, dan lempung yang berumur Kuarter memiliki potensi tinggi terjadinya masalah pada kekuatan tanah. Secara stratigrafi pada lokasi penelitian keseluruhannya terdiri dari satuan aluvial, dengan dominan litologi lempung. Hasil uji sifat keteknikan tanah menunjukkan tanah pada daerah penelitian termasuk ke dalam OH-MH atau lempung organik dan lanau organik dengan batas cair lebih dari 50% berdasarkan uji batas Atterberg dan ukuran butir. Berat jenis tanah berkisar antara 2.5—2.8 gr/cm3 yang menunjukkan jenis tanah lempung anorganik. Hasil analisis daya dukung tanah menunjukkan nilai daya dukung izin pada pondasi dangkal pada kisaran 416 – 2700 kN/m2 yang berbeda-beda pada tiap kedalaman dan tiap titiknya, dengan pola besaran nilai daya dukung yang dominan semakin membesar pada bagian selatan daerah penelitian, dan nilai daya dukung semakin mengecil ke bagian utara daerah penelitian. | Coastal Pekalongan Regency is one of the areas on the north coast of Java Island that has high economic attractiveness. The Pekalongan region is the main economic route in the north of Java Island, of course, it is an asset for the Pekalongan Regency Government to improve the regional economy, especially in the Wonokerto area and its surroundings. So supporting data is needed in infrastructure development, such as soil bearing capacity and soil mechanics information. Therefore, research in this area was conducted with the aim of analyzing soil bearing capacity and soil mechanics to minimize the possibility of disaster or building construction failure. The method in this research is Robertson soil classification based on electric sondir drilling data (CPTu) to determine the type of soil layer. To determine the value of soil bearing capacity, the calculation of soil bearing capacity according to Terzaghi is carried out. Geologically, Pekalongan and its surrounding areas, especially in the northern part, are mostly occupied by alluvial plains. Alluvial plains composed of gravel, sand, silt and clay of Quaternary age have a high potential for problems in soil strength. The stratigraphy at the research site consists entirely of alluvial units, with the dominant clay lithology. The results of the soil engineering properties test show that the soil in the study area is included in OH-MH or organic clay and organic silt with a liquid limit of more than 50% based on the Atterberg limit test and grain size. The specific gravity of the soil ranges from 2.5-2.8 gr/cm3 indicating an inorganic clay soil type. The results of the soil bearing capacity analysis show the allowable bearing capacity value of the shallow foundation in the range of 416 - 2700 kN/m2 which varies at each depth and at each point, with the dominant pattern of bearing capacity value getting bigger in the southern part of the study area, and the bearing capacity value getting smaller to the northern part of the study area. | |
| 41873 | 42883 | C1I018045 | Tax compliance, attribution theory, tax knowledge, tax fairness perception, love of money, subjective norm, government policy | Penelitian ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan terkait pengaruh pengetahuan wajib pajak, persepsi keadilan pajak, love of money, norma subjektif dan perubahan kebijakan pemerintah terhadap kepatuhan pajak dengan menggunakan teori atribusi. Data penelitian ini dilakukan melalui desain survei berdasarkan data primer yang disebarkan kepada 177 wajib pajak orang pribadi di kota Purwokerto. Temuan menunjukkan bahwa persepsi keadilan pajak, norma subjektif dan perubahan kebijakan pemerintah berpengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku kepatuhan pajak. Pengetahuan perpajakan dan love of money tidak berpengaruh terhadap kepatuhan wajib pajak. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan sampel yang lebih luas, seperti Pemerintah Provinsi. | This research aims to provide knowledge related to the influence of the taxpayer knowledge, perception of tax fairness, subjective norm and changes in government policy toward tax compliance using attribution theory. The data of this research was conducted through a survey design based on primary data that distributed to 177 Purwokerto individual taxpayer. Finding show that the perception of tax fairness, subjective norm and changes in government policy positively and significantly impact tax compliance behavior. Tax knowledge and love of money do not influence on the tax compliance. Future research may select a wider sample, such as the Provincial Government. | |
| 41874 | 43881 | C1L020013 | PENGARUH IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA, TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK), DAN KREATIVITAS GURU TERHADAP KEAKTIFAN BELAJAR EKONOMI DI SMAN 1 BANYUMAS | Proses pembelajaran yang didasari pada interaksi dan partisipasi aktif peserta didik dengan pendidik menjadi komponen penting dalam membantu meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, kualitas pendidikan Indonesia masih jauh dari kata baik terutama pada tingkat dunia. Tidak sedikit peserta didik yang mengabaikan pentingnya keaktifan dalam pembelajaran sehingga terjadi ketidakmerataan keaktifan belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode survei yang bertujuan untuk memperoleh gambaran dan membuktikan bahwa ada tidaknya pengaruh antara implementasi kurikulum merdeka, Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), dan kreativitas guru terhadap keaktifan belajar ekonomi di SMAN 1 Banyumas. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X SMA Negeri 1 Banyumas tahun pelajaran 2023/2024. Sampel dalam penelitian ini terdiri dari 207 responden yang diambil menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah regresi linear berganda menggunakan Statistical Package for The Social Science (SPSS) versi 25. Hasil penelitian dan analisis data yang telah dilaksanakan menunjukkan bahwa: (1) Terdapat pengaruh secara positif dan signifikan implementasi kurikulum merdeka terhadap keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi; (2) Terdapat pengaruh secara positif dan signifikan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) terhadap keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi; (3) Terdapat pengaruh secara positif dan signifikan kreativitas guru terhadap keaktifan belajar peserta didik pada mata pelajaran ekonomi. | The learning process based on the interaction and active participation of students with educators is an important component in helping to improve the quality of education. However, the quality of Indonesian education is far from good, especially at the world level. Not a few students ignore the importance of activeness in learning so that there is an uneven distribution of learning activity. This research is a quantitative research with a survey method that aims to obtain an overview and prove that there is no influence between the implementation of the independent curriculum, Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK), and teacher creativity on the activity of economic learning at SMAN 1 Banyumas. The population in this study is grade X students of SMA Negeri 1 Banyumas for the 2023/2024 academic year. The sample in this study consisted of 207 respondents taken using proportionate stratified random sampling technique. The data analysis technique used is multiple linear regression using Statistical Package for The Social Science (SPSS) version 25. The results of research and data analysis that have been carried out show that: (1) There is a positive and significant influence on the implementation of the independent curriculum on student learning activity in economics subjects; (2) There is a positive and significant influence of Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) on student learning activity in economics subjects; (3) There is a positive and significant influence of teacher creativity on student learning activity in economics subjects. | |
| 41875 | 43882 | A1F020016 | OPTIMASI KONSENTRASI SUKROSA DAN JERUK NIPIS PADA PEMBUATAN KULTUR STARTER KOMERSIAL Saccharomyces cerevisiae MENGGUNAKAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN | Saccharomyces cerevisiae merupakan jenis khamir yang berperan pada proses industri, seperti roti, tape, minuman alkohol, dan industri etanol. Ragi yang digunakan pada proses pengolahan harus bermutu tinggi, karena ragi merupakan bahan utama yang menentukan hasil akhir pangan fermentasi. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui konsentrasi optimum sukrosa dan jeruk nipis pada pembuatan starter komersial S. cerevisiae; (2) mendapatkan ragi dengan tingkat viabilitas yang tinggi dan memenuhi syarat karakter ragi pada perlakuan terbaik (kemurnian, warna, aroma, ketiadaan benda asing, dan kadar air) berdasar SNI. Penelitian ini menggunakan bantuan software Design Expert v.13 dengan metode Simplex Lattice Design (SLD) yang terdiri dari 2 faktor dan menghasilkan 10 kombinasi perlakuan. Aspek yang perlu diperhatikan selama kegiatan optimasi adalah lama inkubasi, suhu, pH, dan nutrisi media pertumbuhan. Penelitian ini menghasilkan konsentrasi optimum yang direkomendasikan oleh software yaitu sebesar 0,25% untuk jeruk nipis dan 0,15% sukrosa. Konsentrasi tersebut menghasilkan nilai desirability 1,00 dengan rata-rata viabilitas setelah pengujian yaitu 75,98%. Kombinasi konsentrasi jeruk nipis dan sukrosa memiliki pengaruh yang kuat terhadap nilai viabilitas dengan nilai Variance Inflation Factor < 10. Karakter kultur starter komersial S. cerevisiae (produk akhir) memiliki tingkat kemurnian yang baik dan bebas dari pertumbuhan atau kontaminasi bakteri lain, warna ragi setelah dikeringkan dengan suhu 400C selama 24 jam berwarna putih kekuningan, aroma yang tercium pada ragi yaitu aroma khas fermentasi mirip dengan asam atau alkohol, serta memiliki kadar air rata-rata sebesar 6,29%. Jumlah kadar air yang terkandung sudah sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan yaitu <8,0%. | Saccharomyces cerevisiae is a type of yeast that plays a role in industrial processes, such as bread, tape, alcoholic beverages, and the ethanol industry. Yeast used in the processing process must be of high quality, because yeast is the main ingredient that determines the final result of fermented food. This study aims to: (1) determine the optimum concentration of sucrose and lime in the manufacture of S. cerevisiae commercial starter; (2) obtain yeast with a high level of viability and meet the requirements of yeast characteristics in the best treatment (purity, color, aroma, absence of foreign matter, and moisture content) based on SNI. This research used the help of Design Expert v.13 software with the Simplex Lattice Design (SLD) method consisting of 2 factors and resulted in 10 treatment combinations. Aspects that need to be considered during optimization activities are the length of incubation, temperature, pH, and growth media nutrients. This research resulted in the optimum concentration recommended by the software which is 0.25% for lime and 0.15% sucrose. The concentration produced a desirability value of 1,00 with an average viability after testing of 75.98%. The combination of lime and sucrose concentrations has a strong influence on the viability value with a Variance Inflation Factor value < 10. The characteristics of commercial starter culture of S. cerevisiae (final product) have a good level of purity and are free from growth or contamination of other bacteria, the color of yeast after drying at 400C for 24 hours is yellowish white, the aroma that is smelled on yeast is a typical fermentation aroma similar to acid or alcohol, and has an average water content of 6,29%. The amount of water content contained is in accordance with the predetermined standard of < 8.0%. | |
| 41876 | 45100 | H1A020069 | DESIGN DAN ANALISIS SISTEM PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA HYBRID PADA GEDUNG LP3M UNSOED | Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) di Indonesia telah mengambil langkah-langkah nyata untuk menerapkan konsep Green College. Dengan lokasi di daerah yang subur, Unsoed berkomitmen untuk memastikan bahwa pendidikan yang diberikan sejalan dengan prinsip-prinsip keberlanjutan. Kampus ini telah mengadopsi sistem pengelolaan limbah yang ramah lingkungan, mengurangi konsumsi energi, dan memanfaatkan sumber daya secara efisien.Unsoed juga aktif memperkuat konsep Green Campus dengan pemanfaatan energi terbarukan, seperti pemasangan panel surya di area kampus. Mereka juga mengutamakan keberlanjutan dalam infrastruktur bangunan, dengan beberapa gedung dirancang sesuai prinsip-prinsip bangunan hijau. Penggunaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) telah menjadi strategi Unsoed untuk menjadi lebih berkelanjutan. Dengan mengadopsi teknologi PLTS, Unsoed bertujuan untuk menyediakan sumber energi bersih dan ramah lingkungan bagi kampusnya. Dalam konteks ini, Unsoed sedang membangun gedung baru, LP3M, yang direncanakan akan dilengkapi dengan Sistem PLTS. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan menganalisis sistem PLTS yang sesuai untuk gedung LP3M Unsoed. Dengan demikian, diperlukan metode perencanaan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan gedung LP3M tersebut. Simulasi dan perhitungan manual akan menggunakan software PVsyst 7.4.0. dengan menggunakan software PVsyst kebutuhan komponen dan luas area dapat disimulasikan untuk menguji performanya. | Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) in Indonesia has taken concrete steps to implement the Green College concept. Situated in a fertile area, Unsoed is committed to ensuring that the education provided aligns with sustainability principles. The campus has adopted eco-friendly waste management systems, reduced energy consumption, and efficiently utilized resources. Unsoed is also actively strengthening the Green Campus concept by utilizing renewable energy, such as installing solar panels in campus areas. They also prioritize sustainability in building infrastructure, with several buildings designed according to green building principles. The use of Solar Power Generation (SPG) has become a strategy for Unsoed to become more sustainable. By adopting SPG technology, Unsoed aims to provide clean and environmentally friendly energy sources for its campus. In this context, Unsoed is currently constructing a new building, LP3M, which is planned to be equipped with an SPG system. This research aims to design and analyze an SPG system suitable for the LP3M building at Unsoed. Therefore, an appropriate planning method is needed to meet the needs of the LP3M building. Simulations and manual calculations will use PVsyst 7.4.0 software. By utilizing PVsyst software, the component requirements and area requirements can be simulated to test its feasibility. performance. | |
| 41877 | 43883 | A1F020044 | OPTIMASI KONSENTRASI Saccharomyces cerevisiae DAN SUHU PENGERINGAN PADA PEMBUATAN KULTUR STARTER KOMERSIAL DENGAN METODE RESPONSE SURFACE METHODOLOGY | Produk fermentasi terus berkembang seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan, teknologi, dan teknik pengolahan. Fermentasi merupakan kegiatan mikroba pada bahan pangan sehingga dihasilkan produk makanan atau minuman sesuai kehendak. Namun, pangan fermentasi tradisional nyatanya masih memiliki mutu yang rendah dan tidak stabil. Rendahnya mutu produk fermentasi terjadi karena kurangnya pengendalian faktor yang menyebabkan mutu produk akhir yang dihasilkan tidak seragam karena adanya bakteri pembusuk dan bakteri patogen yang tumbuh cepat mendahului mikroorganisme. Saccharomyces cerevisiae merupakan jenis khamir yang memiliki peranan dalam fermentasi karena daya konversi gula menjadi etanol sangat tinggi. Mikroba ini biasanya dikenal dengan baker’s yeast yang banyak digunakan dalam industri, seperti roti, tape, alkohol, dan etanol. Konsentrasi starter (S. cerevisiae) dan suhu pengeringan merupakan faktor yang sangat berpengaruh pada hasil viabilitas dari ragi yang dihasilkan. Apabila faktor tersebut tidak dioptimasi dengan baik, maka pertumbuhan S. cerevisiae pun dapat tidak optimal. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui pengaruh masing-masing faktor (konsentrasi starter dan suhu pengeringan) terhadap viabilitas ragi; (2) Mengetahui pengaruh interaksi antara konsentrasi S. cerevisiae dan suhu pengeringan pada produk starter komersial; (3) Mengetahui karakteristik dari konsentrasi S. cerevisiae dan suhu pengeringan yang optimal dalam pembuatan starter komersial berdasarkan Standar Nasional Indonesia. Data diolah menggunakan software Design Expert v.13 dengan metode Response Surface Methodology (RSM) dengan faktor yang diteliti, yaitu konsentrasi starter dan suhu pengeringan. Optimasi yang dilakukan menghasilkan rekomendasi software sebesar 0,244 mL untuk konsentrasi starter dan 40,8oC untuk suhu pengeringan. Hasil dari penelitian yaitu viabilitas khamir pada ragi dengan rata-rata 76,8%. Selama inkubasi, S. cerevisiae yang tumbuh memiliki kemurnian yang tinggi dan bebas kontaminan lain. Ragi yang dihasilkan selama proses verifikasi berwarna putih kekuningan, beraroma sedikit masam khas fermentas, bebas dari kontaminan benda asing, dan memiliki kadar air rata-rata < 8%, yaitu sebesar 6,03%. | Fermented products continue to develop along with advances in science, technology and processing techniques. However, traditional fermented food still has low quality and is unstable. The low quality of fermented products occurs due to a lack of control over factors that cause the quality of the final product produced to be not uniform due to the presence of putrefactive bacteria and pathogenic bacteria that grow quickly ahead of the microorganisms. Fermentation is the activity of microbes in food so that food or drink products are produced according to your wishes. Saccharomyces cerevisiae is a type of yeast that plays a role in fermentation because its ability to convert sugar into ethanol is very high. This microbe is usually known as baker's yeast which is widely used in industries, such as bread, tape, alcohol and ethanol. Starter concentration (S. cerevisiae) and drying temperature are factors that greatly influence the viability of the yeast produced. If these factors are not optimized properly, the growth of S. cerevisiae may not be optimal. This research aims to: (1) determine the effect of each factor (starter concentration and drying temperature) on yeast viability; (2) Knowing the effect of the interaction between S. cerevisiae concentration and drying temperature on commercial starter products; (3) Knowing the characteristics of S. cerevisiae concentration and optimal drying temperature in making commercial starter based on Indonesian National Standards. The data was processed using Design Expert v.13 software with the Response Surface Methodology (RSM) method with the factors studied, namely starter concentration and drying temperature. The optimization carried out resulted in software recommendations of 0.244 mL for starter concentration and 40.8oC for drying temperature. The results of the research were the viability of yeast on yeast with an average of 76.8%. During incubation, the S. cerevisiae that grows has high purity and is free of other contaminants. The yeast produced during the verification process is yellowish white, has a slightly sour aroma typical of fermentation, is free from foreign contaminants, and has an average water content of <8%, namely 6.03%. | |
| 41878 | 43884 | D1A020025 | Efektivitas Penambahan Kombinasi Fitobiotik Temulawak dan Bratawali terhadap Jumlah Sel Darah Merah dan Hemoglobin Ayam Broiler | Penelitian bertujuan untuk mengkaji efektifitas penambahan kombinasi fitobiotik temulawak dan bratawali dalam air minum terhadap jumlah sel darah merah dan hemoglobin ayam broiler. Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu DOC (Day Old Chick) sebanyak 64 ekor. Pakan yang diberikan berupa pakan komersial multifeed BR 1-7 RT. Kombinasi fitobiotik temulawak dan bratawali diberikan pada ternak dalam air minum secara ad libitum. Pemeliharaan dilakukan selama 35 hari di Experimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Sampel darah ayam diambil sebanyak 2 ml melalui vena brachiallis. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium Teknologi Veteriner Sekolah Vokasi UGM. Perhitungan jumlah sel darah dilakukan secara manual menggunakan haemocytometer dan kadar hemoglobin dihitung menggunakan Metode Sahli. Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan terdiri dari 4 ekor ayam sehingga terdapat 64 ekor broiler yang digunakan. Perlakuan yang diberikan terdiri dari P1 = Kelompok kontrol, air minum tanpa penambahan kombinasi fitobiotik temulawak dan bratawali, P2 = Air minum+kombinasi temulawak 2,5 g/L dan 2,5 g/L bratawali, P3 = Air minum+kombinasi temulawak 5 g/L dan bratawali 5 g/L, P4 = Air minum+ kombinasi temulawak 10 g/L dan bratawali 10 g/L. Analisis data menggunakan Analisis Variansi dengan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan jumlah sel darah merah ayam broiler sebesar 2,08 ± 0,25x 106/mm3 – 2,77 ± 0,32 x106/mm3; dan nilai rataan jumlah hemoglobin sebesar 6,5 ± 0,35 g/dL - 7,05 ± 1,15 g/dL. Hasil Analisis Variansi menunjukkan pemberian kombinasi fitobiotik temulawak dan bratawali dalam air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah sel darah merah dan hemoglobin ayam broiler. Kesimpulan penelitian ini yaitu penambahan kombinasi fitobiotik temulawak dan bratawali hingga 10 g/L air minum memberikan pengaruh yang sama terhadap jumlah sel darah merah dan hemoglobin ayam broiler. | The aim of the research was to examine the effectiveness of adding a combination of phytobiotics temulawak and bratawali to drinking water on the amount red blood cells and hemoglobin of broiler chickens. The material used in the research was 64 DOC (Day Old Chick). The feed given was multifeed BR 1-7 RT. The phytobiotic combination of temulawak and bratawali was given in drinking water. The maintenance was carried out for 35 days at the Experimental Farm, Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. Chicken blood samples were taken as much as 2 ml in the brachial vein. Sampel analyzed at the SV UGM Veterinary Technology Laboratory. Blood cell counts were calculated manually using a haemocytometer, and hemoglobin levels were calculated using the Sahli Method. The research design used a Completely Randomized Design (CRD) with 4 treatments and 4 repetitions so that there were 16 experimental units. Each experimental consisted of 4 chickens so there were 64 broilers used. The treatment consisting of P1 = control group, drinking water without the addition of the phytobiotic combination of temulawak and bratawali, P2 = drinking water + combination of 2,5 g/L temulawak and 2,5 g/L bratawali, P3= drinking water+ combination of temulawak 5 g/L and bratawali 5 g/L, P4 = drinking water + combination of temulawak 10 g/L and bratawali 10 g/L. The result of the study showed that the average value of amount red blood cells in broiler chickens was 2,08 ± 0,25 x 106/mm3 – 2,77 ± 0,32 x 106/mm3; and the average value of hemoglobin is 6,5 ± 0,35 g/dL - 7,05 ± 1,15 g/dL. Data analysis uses analysis of variance with the Honest Significant Difference Follow-up Test. The result of analysis variance showed that the combination of phytobiotics temulawak and bratawali in drinking water had no significant effect (P>0,05) on the amount red blood cells and hemoglobin in broilers. The conclusion of this research was that the addition of a combination phytobiotics temulawak and bratawali up to 10 g/L of drinking water has the same effect on the amount of red blood cells and hemoglobin in broiler chickens. | |
| 41879 | 43885 | A1D019063 | Pengaruh Pengurangan Nutrisi AB Mix dan Pemberian Bakteri Penghasil IAA terhadap Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Selada (Lactuca Sativa L.) secara Hidroponik Sistem Rakit Apung | Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu jenis sayuran dengan banyak peminat di Indonesia. Salah satu upaya memenuhui kebutuhan permintaan selada adalah dengan budidaya secara hidroponik, dan pemberian bakteri penghasil IAA. Hormon IAA yang dihasilkan oleh bakteri dapat meningkatkan efisiensi penyerapan nutrisi oleh tanaman sehingga dapat mempercepat pertumbuhan atau memperbesar ukuran tanaman, dengan harapan dapat mengurangi ketergantungan pada nutrisi AB Mix dan mengurangi biaya produksi. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor perlakuan. Faktor pertama adalah konsentrasi AB Mix yang terdiri dari tiga taraf, yaitu pengurangan dosis 0%, 25%, dan 50%. Faktor kedua adalah jenis isolat bakteri penghasil IAA yaitu perlakuan tanpa isolat bakteri, isolat S3, N15, dan N19. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan uji ANOVA dengan tingkat kesalahan 5%. Apabila signifikan, dilakukan uji lanjut DMRT (Duncan Multiple Range Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan pengurangan dosis AB Mix dan pemberian bakteri penghasil IAA berpengaruh nyata terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman selada. Perlakuan pengurangan dosis AB Mix 0% memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman 21 HST, jumlah daun 35 HST, warna daun, volume akar, bobot akar segar, bobot tajuk kering, bobot tanaman kering, dan kandungan klorofil. Pemberian bakteri penghasil IAA isolat S3 memberikan hasil terbaik pada variabel tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, volume akar, panjang akar, bobot akar segar, bobot akar kering, bobot tajuk segar, bobot tajuk kering, bobot tanaman segar, dan bobot tanaman kering. Interaksi terbaik antara kedua faktor perlakuan didapati pada pengurangan dosis AB Mix 0% dan 25% dengan pemberian bakteri isolat S3 terhadap variabel bobot tajuk segar dan bobot tanaman segar tanaman selada hidroponik. | Lettuce (Lactuca sativa L.) is one of the popular vegetables in Indonesia. One effort to meet the demand for lettuce is through hydroponic cultivation and the application of IAA-producing bacteria. The IAA hormone produced by bacteria can enhance nutrient absorption efficiency in plants, accelerating growth or enlarging plant size, with the hope of reducing dependence on AB Mix nutrients and lowering production costs. This study used a Randomized Block Design (RBD) with two treatment factors. The first factor was the concentration of AB Mix, consisting of three levels: 0%, 25%, and 50% dosage reduction. The second factor was the type of IAA-producing bacteria isolate, including treatment without bacterial isolate, isolates S3, N15, and N19. The observation data were analyzed using ANOVA with a 5% error level. If significant, further Duncan Multiple Range Test (DMRT) was conducted at a 5% error level. The research results indicate that the reduction of AB Mix dosage and the application of IAA-producing bacteria significantly affect the growth and yield of lettuce plants. The 0% reduction in AB Mix dosage treatment yielded the best results in variables such as plant height at 21 DAP, leaf count at 35 DAP, leaf color, root volume, fresh root weight, dry shoot weight, dry plant weight, and chlorophyll content. The application of IAA-producing bacteria, especially isolate S3, showed the best results in variables such as plant height, leaf count, leaf area, root volume, root length, fresh root weight, dry root weight, fresh shoot weight, dry shoot weight, fresh plant weight, and dry plant weight. The best interaction between the two treatment factors was found in the 0% and 25% AB Mix dosage reduction with the application of bacteria isolate S3, particularly regarding the variables of fresh shoot weight and fresh plant weight in hydroponic lettuce plants. | |
| 41880 | 43886 | C1H019001 | THE EFFECT OF PERCEIVED SERVICE INNOVATION AND CONTENT MARKETING TO PURCHASE INTENTION WITH ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) AS MEDIATING VARIABLE (Study on Vidio User) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh: (1) Perceived service Innovation terhadap niat pembelian Vidio, (2) Content marketing terhadap niat pembelian Vidio, (3) Perceived service Innovation pada e-WOM Vidio, (4) Content Marketing pada e-WOM Vidio, (5) e-WOM terhadap niat pembelian Vidio, (6) Pengaruh mediasi E-WOM antara persepsi inovasi layanan terhadap niat pembelian Vidio, (7) Pengaruh mediasi e-WOM antara konten pemasaran terhadap niat pembelian Vidio. Penelitian ini termasuk penelitian kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna Vidio. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan kriteria usia minimal 18 tahun. Responden dalam penelitian berjumlah 196 pengguna Vidio yang memenuhi kriteria. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang dilakukan dengan menggunakan bantuan SEM menunjukkan bahwa: (1) Perceived service Innovation berpengaruh positif terhadap minat beli Vidio, (2) Content marketing berpengaruh positif terhadap niat beli Vidio, (3 ) Perceived service Innovation tidak berpengaruh terhadap e-WOM Vidio, (4) Content marketing berpengaruh positif terhadap e-WOM Vidio, (5) e-WOM berpengaruh positif terhadap minat beli Vidio, (6) e -WOM tidak memediasi pengaruh persepsi inovasi layanan terhadap niat beli Vidio, (7) e-WOM tidak memediasi pengaruh pemasaran konten terhadap niat beli Vidio. Vidio diharapkan dapat memberikan layanan inovatif yang dapat memberikan keunggulan dibandingkan kompetitor sehingga pengguna dapat berbagi pengalaman menggunakan Vidio di media sosial. | This study aims to determine the effect of: (1) Perceived service innovation towards purchase intention of Vidio, (2) Content marketing towards purchase intention of Vidio, (3) Perceived service innovation on e-WOM of Vidio, (4) Content Marketing on e-WOM of Vidio, (5) e-WOM on purchase intention Vidio, (6) The effect of E-WOM mediation between perceived service innovation on purchase intention of Vidio, (7) The effect of e-WOM mediation between content marketing on purchase intention of Vidio. This research includes quantitative research. The population in the study was Vidio user. The sample used was purposive sampling with age criteria at least 18 years old. Respondents in the study were 196 Vidio user who met the criteria. Based on the results of research and analysis conducted using the help of SEM shows that: (1) Perceived service innovation has a positive effect on purchase intention of Vidio, (2) Content marketing has a positive effect on purchase intention of Vidio, (3) Perceived service innovation has no effect on e-WOM of Vidio, (4) Content marketing has a positive effect on e-WOM of Vidio, (5) e-WOM has a positive effect on purchase intention of Vidio, (6) e-WOM does not mediate the influence of perceived service innovation on purchase intention of Vidio, (7) e-WOM does not mediate the influence of content marketing on purchase intention of Vidio. Vidio is expected to provide innovative services that can provide advantages over competitors so that users can share their experiences using Vidio on social media. |