Artikelilmiahs

Menampilkan 41.901-41.920 dari 48.852 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
4190145174D1A020161ANALISIS TREND POPULASI DAN POTENSI TERNAK ITIK
DI KABUPATEN BREBES
Penelitian bertujuan untuk mengetahui trend populasi ternak itik dari tahun 2014 ke tahun 2023 serta mengetahui daerah basis pengembangan ternak itik di Kabupaten Brebes. Metode yang digunakan untuk mengambil sampel yaitu metode survey dengan observasi dan dokumenter data untuk mengetahui data populasi itik dalam 10 tahun terakhir. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan secara statistik sederhana untuk memberi gambaran mengenai jumlah dan rataan populasi itik, selanjutnya menggunakan regresi linear sederhana untuk mengetahui trend populasi. Untuk mengetahui daerah basis pengembangan itik dianalisis dengan Location Quotients (LQ). Hasil penelitian menunjukan bahwa populasi ternak itik di Kabupaten Brebes cukup tinggi yaitu sebanyak 287.006 ekor, namun kondisi tersebut mengalami penurunan yang cukup signifikan terutama dalam tiga tahun terakhir, dengan persamaan trend Y = 48309815,73 - 23708,988 X dan koefisien determinasi sebesar R² = 0,577. Basis pengembangan ternak itik di Kabupaten Brebes dengan indeks LQ > 1 terdapat di Kecamatan Kecamatan Brebes (31,5061), Bulakamba (5,18033), Tonjong (3,43357), Larangan (1,878), Salem (1,41145), dan Losari (1,27316). Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa trend populasi ternak Itik di Kabupaten Brebes mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir namun populasi ternak itik masih tertinggi di Jawa Tengah dan basis pengembangan ternak itik di Kabupaten Brebes berada di Kecamatan Brebes, Bulakamba, Tonjong, Larangan, Salem, dan Losari.The study aims to determine the trend of duck population from 2014 to 2023 and determine the base area for duck livestock development in Brebes Regency. The method used to take samples is the survey method with observation and documentary data to find out duck population data in the last 10 years. Data were analyzed using descriptive analysis and simple statistics to provide an overview of the number and average duck population, then using simple linear regression to determine population trends. To determine the base area of duck development, it was analyzed with Location Quotients (LQ). The results showed that the population of ducks in Brebes Regency is quite high at 287,006 heads, but the condition has decreased significantly, especially in the last three years, with a trend equation Y = 48309815.73 - 23708.988 X and a coefficient of determination of R² = 0.577. The base of duck livestock development in Brebes District with LQ index > 1 is in Brebes Sub-district (31.5061), Bulakamba (5.18033), Tonjong (3.43357), Larangan (1.878), Salem (1.41145), and Losari (1.27316). The results of the study can be concluded that the trend of duck population in Brebes Regency has decreased in the last three years but the population of ducks is still the highest in Central Java and the basis for developing ducks in Brebes Regency is in Brebes, Bulakamba, Tonjong, Larangan, Salem, and Losari sub-districts.
4190245178H1D017016Penerapan Design Thinking Dalam Merancang Tampilan Pengguna Pada Aplikasi Tes Bahasa Indonesia Berbasis MobileBahasa Indonesia telah diakui sebagai bahasa resmi oleh Konferensi Umum UNESCO, membuka peluang untuk penyebarannya secara global. Seiring dengan ini, diperlukan inovasi dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang efektif dengan memanfaatkan teknologi modern. Salah satu inovasinya adalah pengembangan aplikasi tes Bahasa Indonesia berbasis mobile. Penelitian ini menggunakan pendekatan design thinking untuk merancang tampilan pengguna (user interface) yang memudahkan pengguna dalam mengukur kemampuan berbahasa Indonesia mereka. Melalui lima tahap design thinking, yaitu empathize, define, ideate, prototype, dan test, sehingga hasil dari penelitian ini berupa tampilan pengguna dan user experience dari aplikasi tes Bahasa Indonesia sekaligus memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan aplikasi tes Bahasa Indonesia.The Indonesian language has been recognized as an official language by the UNESCO General Conference, opening opportunities for its global dissemination. In line with this, there is a need for effective innovations in Indonesian language learning by leveraging modern technology. One such innovation is the development of a mobile-based Indonesian language test application. This study uses the design thinking approach to design a user interface that facilitates users in measuring their proficiency in the Indonesian language. Through the five stages of design thinking, namely empathize, define, ideate, prototype, and test, the result of this research is the user interface and user experience of the Indonesian language test application, which also makes a positive contribution to the development of Indonesian language test applications.
4190345179B1A020062Perbandingan Efektivitas Penggunaan Beberapa Jenis Desinfektan untuk Sanitasi Area Laboratorium Mikrobiologi di PT ReckittLaboratorium mikrobiologi rentan terhadap kontaminasi mikroorganisme yang
berasal dari lingkungan maupun sampel yang dapat mempengaruhi hasil analisis.
Standar hasil analisis harus ditaati dan dimiliki oleh laboratorium mikrobiologi suatu
perusahaan. Laboratorium mikrobiologi rutin melakukan sanitasi menggunakan
beberapa jenis desinfektan yang penggunaannya dirotasi secara teratur sebagai upaya
untuk menjamin hasil analisis. Masing-masing desinfektan memiliki efektivitas dan
mekanisme kerja yang berbeda tergantung pada bahan aktif yang dikandung dan
mikroorganisme target. Uji efektivitas desinfektan perlu dilakukan untuk
mengkonfirmasi bahwa desinfektan yang digunakan dapat bekerja dengan baik.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh desinfektan terhadap kandungan
beberapa jenis mikroorganisme kontaminan sesuai dengan USP <1072> pada plat yang
mewakili permukaan lantai laboratorium dan mengetahui jenis desinfektan yang
paling efektif dalam menurunkan pertumbuhan mikroorganisme.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Mikrobiologi PT Reckitt dengan metode
eksperimental. Kegiatan penelitian dilakukan pada bulan Februari sampai dengan
April 2024. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan perlakuan 2 faktor yang terdiri
atas jenis desinfektan dan mikroorganisme patogen. Faktor jenis desinfektan terdiri
atas 3 taraf desinfektan dan faktor jenis mikroorganisme patogen terdiri atas 6 taraf
mikroorganisme. Masing-masing interaksi perlakukan dilakukan pengulangan 3 kali
dan perlakuan tanpa desinfektan sebagai kontrol sehingga diperoleh 108 unit
penelitian. Variabel bebas penelitian ini adalah jenis desinfektan dan mikroorganisme
yang berbeda, sedangkan variabel terikat adalah kemampuan desinfektan untuk
mengurangi jumlah sel mikroorganisme. Parameter utama pada penelitian ini adalah
nilai indeks reduksi pertumbuhan mikroba, sedangkan parameter pendukung adalah
jumlah sel mikroorganisme. Efektivitas desinfektan dianalisis dengan menghitung
indeks reduksi pertumbuhan dan uji variansi ragam (ANOVA) yang dilanjutkan uji
Beda Nyata Terkecil (BNT) dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian didapatkan desinfektan berbeda yang digunakan di laboratorium
mikrobiologi PT Reckitt berpengaruh nyata terhadap reduksi mikroorganisme,
sedangkan faktor mikroorganisme dan interaksi antara desinfektan dan
mikroorganisme tidak berpengaruh nyata terhadap reduksi mikroorgnisme.
Desinfektan yang paling efektif untuk menurunkan pertumbuhan mikroorganisme
adalah DAL yang memiliki indeks reduksi sebesar 3,693 yang diujikan terhadap
bakteri Staphylococcus aureus. Escherichia coli, Staphylococcus aureus,
Pseudomonas aeruginosa, Bacillus spizizenii, dan Candida albicans sensitif terhadap
penggunaan desinfektan DAL, sedangkan Aspergillus brasiliensis sensitif terhadap
desinfektan Wipol.
Microbiology laboratory is susceptible to contamination from microorganisms
originating from the environment or samples, which can influence the results of
analysis. The standard of analysis results must be adhered to and owned by a
company’s microbiology laboratory. Microbiology laboratory routinely performs
sanitation using several types of disinfectants, the use of which is regularly rotated as
an effort to guarantee the results of the analysis. Each disinfectant has different
effectiveness and mechanisms of action depending on the active ingredients it contains
and the target microorganisms. The effectiveness test of disinfectants needs to be
conducted to confirm that the disinfectants used can work well. This study aims to
determine the effect of disinfectants on the content of several types of contaminant
microorganisms in accordance with USP <1072> on the coupon representing
laboratory floor surface and to know the type of disinfectant that is most effective in
reducing microbial growth.
The research was conducted at PT Reckitt’s Microbiology Laboratory using an
experimental method. The research activities were carried out from February to April
2024. The research design used in this study is a Completely Randomized Design
(CRD) factorial pattern with 2 factor treatments consisting of types of disinfectants
and pathogenic microorganisms. The disinfectant type factor consists of 3 levels of
disinfectants and the pathogenic microorganism type factor consists of 6 levels of
microorganisms. Each interaction treatment was repeated 3 times and treatment
without disinfectant as a control so that 108 research units were obtained. The
independent variables of this study are the types of disinfectants and different
microorganisms, while the dependent variable is the ability of disinfectants to reduce
the number of microbial cells. The main parameter in this study is the value of the
microbial growth reduction index, while the supporting parameter is the number of
microbial cells. The effectiveness of disinfectants was analyzed by calculating the
growth reduction index and variance analysis (ANOVA) which is followed by the
Least Significant Difference (LSD) test with a 95% confidence level.
The research results obtained different disinfectants used in PT Reckitt’s
microbiology laboratory significantly affect the reduction of microorganisms, while
the microorganism factor and the interaction between disinfectants and
microorganisms do not significantly affect the reduction of microorganisms. The most
effective disinfectant for reducing microbial growth is DAL which has a reduction
index of 3.693 tested against Staphylococcus aureus bacteria. Escherichia coli,
Staphylococcus aureus, Pseudomonas aeruginosa, Bacillus spizizenii, and Candida
albicans are sensitive to the use of DAL disinfectant, while Aspergillus brasiliensis is
sensitive to Wipol disinfectant
4190445180I1D020005Perbedaan Asupan Lemak, Aktivitas Fisik dan Kejadian Premenstrual Syndrome pada Mahasiswi Pengguna dan Bukan Pengguna Jasa Delivery Order MakananLatar Belakang: Penggunaan jasa delivery order makanan meningkatkan konsumsi makan berlemak dan mengurangi aktivitas fisik. Asupan lemak dan aktivitas fisik merupakan faktor terjadinya premenstrual syndrome (PMS). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan asupan lemak, aktivitas fisik dan kejadian PMS pada mahasiswi pengguna dan bukan pengguna jasa delivery order makanan di Universitas Jenderal Soedirman.
Metodologi: Metode penelitian adalah cross sectional. Data diuji normalitas menggunakan uji Kolmogorov Smirnov. Variabel asupan lemak dan kejadian PMS yang berdistribusi normal dilakukan uji statistik menggunakan uji T, sedangkan variabel aktivitas fisik yang tidak berdistribusi normal menggunakan uji Mann Whitney.
Hasil Penelitian: Terdapat perbedaan asupan lemak (p 0,042<0,05) antara mahasiswi pengguna dan bukan pengguna jasa delivery order makanan. Namun, tidak terdapat perbedaan aktivitas fisik (p 0,3>0,05) dan kejadian PMS (p 0,562>0,05) antara mahasiswi pengguna dan bukan pengguna jasa delivery order makanan.

Kesimpulan: Terdapat perbedaan pada variabel asupan lemak, namun tidak terdapat perbedaan pada variabel aktivitas fisik dan kejadian PMS antara mahasiswi pengguna dan bukan pengguna jasa delivery order makanan.

Kata Kunci: Delivery order makanan, asupan lemak, aktivitas fisik, premenstrual syndrome
Background: Using food delivery services increases consumption of fatty foods and reduces physical activity. Fat intake and physical activity are factors that influence the severity of premenstrual syndrome (PMS). This study determine whether the differences in fat intake, physical activity and the incidence of PMS in female students who use and didn’t use food delivery services at Jenderal Soedirman University.
Method: The research method is cross sectional. Data were tested for normality using Kolmogorov Smirnov test. The variables of fat intake and the incidence of PMS which were normally distributed were statistically tested using T test, while the physical activity variables which weren’t normally distributed used Mann Whitney test.
Results: There are differences in fat intake (p 0.042<0.05) between female students who used and didn’t use food delivery services. However, there was no difference in physical activity (p 0.3>0.05) and the incidence of PMS (p 0.562>0.05) between female students who used and didn’t use food delivery services.

Conclusion: There are differences in fat intake variable, but there are no differences in physical activity variables and incidence of PMS between female students who use and didn’t use food delivery services.

Keywords: Food order delivery, fat intake, physical activity, premenstrual syndrome
4190545181E1B020026TINJAUAN YURIDIS PENJATUHAN SANKSI PIDANA PEMBINAAN DALAM LEMBAGA TERHADAP PELAKU ANAK TURUT SERTA MELAKUKAN TINDAK PIDANA MENGEDARKAN SEDIAAN FARMASI YANG
TIDAK MEMILIKI IZIN EDAR
(Studi Kasus Putusan Pengadilan Negeri Rangkasbitung Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2023/PN Rkb)
Pengedaran obat-obatan terlarang seperti hexymer dan tramadol yang dilakukan oleh pelaku anak kini semakin meningkat. Obat tersebut tidak di perjual-belikan bebas karena apabila di konsumsi secara berlebihan akan berakibat fatal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan unsur-unsur tindak pidana anak dalam Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2023/PN Rkb dan mengetahui dasar pertimbangan hakim dalam penjatuhan sanksi pada Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2023/PN. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif. Sumber data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari studi kepustakaan. Data yang disajikan dalam bentuk teks naratif dengan menggunakan analisis normatif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan unsur dalam putusan Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2023/PN Rkb memenuhi syarat-syarat pemidanaan dan sesuai dengan teori penyertaan. Majelis Hakim dalam menjatuhkan pidana pada Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2023/PN Rkb didasarkan pada dasar mengadili, dasar memutus, terpenuhinya alat bukti, serta hal yang meringankan dan hal yang memberatkan. Selain itu, pertimbangan hakim dalam Putusan Nomor 1/Pid.Sus-Anak/2023/PN Rkb juga mempertimbangkan kondisi dan kepentingan anak, sehingga pemidanaan dalam perkara ini sesuai teori pemidanaan rehabilitatif yang bertujuan memperbaiki perilaku pelaku melalui proses pemulihan.The distribution of illegal drugs such as hexymer and tramadol by juvenile offenders is increasing. These drugs are not sold freely because excessive consumption will have fatal consequences. This study aims to determine the application of the elements of juvenile crime in Decision Number 1/Pid.Sus-Anak/2023/PN Rkb and to determine the basis of the judge's consideration in imposing sanctions in Decision Number 1/Pid.Sus-Anak/2023/PN. This research uses a normative juridical approach with prescriptive research specifications. The data source used is secondary data obtained from literature study. The data is presented in the form of narrative text using qualitative normative analysis. The results of this study indicate that the application of elements in Decision Number 1/Pid.Sus-Anak/2023/PN Rkb fulfills the requirements of punishment and is in accordance with the theory of participation. The Panel of Judges in imposing punishment in Decision Number 1/Pid.Sus-Anak/2023/PN Rkb is based on the basis of trial, the basis for deciding, the fulfillment of evidence, as well as mitigating and aggravating circumstances. In addition, the judge's consideration in Decision Number 1/Pid.Sus-Anak/2023/PN Rkb also considers the conditions and interests of the child, so that the punishment in this case is in accordance with the theory of rehabilitative punishment which aims to improve the behavior of the perpetrator through the recovery process.
4190645182K1A020033SINTESIS ZEOLIT SAPO-34 DARI LIMBAH SEKAM PADI UNTUK PRODUKSI BIOFUEL DARI MINYAK BIJI NYAMPLUNG MELALUI PROSES HYDROCRACKINGSekam padi merupakan salah satu komponen limbah yang tinggi ‎kandungan silika yaitu sekitar 95%. Silika alami dari sekam padi ini sebagai ‎alternatif pengganti bahan kimia komersil untuk sintesis zeolit SAPO-34. Zeolit ‎SAPO-34 (Silicoaluminophosphate-34) merupakan jenis katalis yang mempunyai ‎struktur topologi chabazite (CHA) yang merupakan salah satu katalis terpenting ‎dalam kelompok zeolit. Kinerja SAPO-34 sebagai katalisator dapat ditingkatkan ‎dengan melakukan impregnasi logam aktif, seperti logam Co dan La. Katalis ‎Co-La/SAPO-34 yang telah disintesis diuji aktivitas katalitiknya melalui proses ‎hydrocracking untuk produksi biofuel dari minyak biji nyamplung. Hasil sintesis ‎katalis SAPO-34, Co-La/SAPO-34 5% (1:1) dan 5% (1:2) diperoleh ukuran kristal ‎berturut-turut sebesar 41,98 ; 16,17 ; dan 10,23 nm dengan kristalinitas berturut-turut sebesar 90,22% ; 73,81% ; dan 23,17%. Luas permukaan zeolit ‎SAPO-34 yaitu 171,6776 m2/g dengan ukuran pori 2,6749 nm. Katalis Co-La/SAPO-34 5% (1:1) dan 5% (1:2) mempunyai luas permukaan yaitu ‎‎49,7865 dan 4,7361 m2/g dengan ukuran pori 3,5991 dan 17,9588 nm. Bentuk ‎morfologi dari katalis SAPO-34 dan Co-La/SAPO-34 (5% 1:1 dan 5% 1:2) yaitu ‎kubik, tetapi pada katalis Co-La/SAPO-34 5% (1:2) terdapat aglomerasi. Yield ‎produk biofuel dengan menggunakan katalis SAPO-34, Co-La/SAPO-34 5% (1:1) ‎dan 5% (1:2) berturut-turut yaitu 13,85% ; 16,50% ; dan 1,39%. Konversi produk ‎biofuel dengan menggunakan katalis SAPO-34, Co-La/SAPO-34 5% (1:1) dan 5% ‎‎(1:2) berturut-turut sebesar 19,98% ; 40,34% ; dan 5,45%. Selektivitas produk ‎biofuel dengan menggunakan katalis SAPO-34 yaitu gasolin (0,00%), kerosen ‎‎(9,12%), dan gasoil (74,56%), kemudian untuk selektivitas dengan menggunakan ‎katalis Co-La/SAPO-34 5% (1:1) yaitu gasolin (2,23%), kerosen (9,20%), dan ‎gasoil (35,00%), yang terakhir selektivitas dengan menggunakan katalis Co-‎La/SAPO-34 5% (1:2) yaitu gasolin (2,09%), kerosen (4,24%), dan gasoil ‎‎(24,05%). Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada semua katalis selektivitas ‎terbesar yaitu pada fraksi gasoil (C14-C22).‎Rice husk is one of the waste components that is high in silica content, ‎which is around 95%. Natural silica from rice husk as an alternative to commercial ‎chemicals for the synthesis of SAPO-34 zeolite. Zeolite SAPO-34 ‎‎(Silicoaluminophosphate-34) is a type of catalyst that has a chabazite topology ‎structure (CHA) which is one of the most important catalysts in the zeolite group. ‎The performance of SAPO-34 as a catalyst can be improved by impregnating ‎active metals, such as Co and La metals. The synthesized Co-La/SAPO-34 catalyst ‎was tested for its catalytic activity through hydrocracking process for biofuel ‎production from nyamplung seed oil. The synthesized SAPO-34, Co-‎La/SAPO-34 5% (1:1) and 5% (1:2) catalysts obtained crystal sizes of 41.98; ‎‎16.17; and 10.23 nm with crystallinity of 90.22%; 73.81%; and 23.17%, ‎respectively. The surface area of SAPO-34 zeolite is 171.6776 m2/g with a pore size ‎of 2.6749 nm. The 5% (1:1) and 5% (1:2) Co-La/SAPO-34 catalysts have surface ‎areas of 49.7865 and 4.7361 m2/g with pore sizes of 3.5991 and 17.9588 nm. The ‎morphological shape of the SAPO-34 and Co-La/SAPO-34 catalyst (5% 1:1 ‎and 5% 1:2) is cubic, but in the Co-La/SAPO-34 catalyst 5% (1:2) there is ‎agglomeration. The yield of biofuel products using SAPO-34, Co-La/SAPO-34 5% ‎‎(1:1) and 5% (1:2) catalysts were 13.85%; 16.50%; and 1.39%, respectively. The conversion of biofuel products using SAPO-34, Co-La/SAPO-34 5% (1:1) and 5% ‎‎(1:2) catalysts were 19.98%; 40.34%; and 5.45%, respectively. The ‎selectivity of biofuel products using SAPO-34 catalyst is gasoline (0.00%), kerosene ‎‎(9.12%), and gasoil (74.56%), then for selectivity using Co-La/SAPO-34 catalyst ‎‎5% (1: 1) is gasoline (2.23%), kerosene (9.20%), and gasoil (35.00%), the last ‎selectivity using Co-La/SAPO-34 5% catalyst (1:2) is gasoline (2.09%), kerosene ‎‎(4.24%), and gasoil (24.05%). These results show that in all catalysts the largest ‎selectivity is in the gasoil fraction (C14-C22).‎
4190745184L1B020019Pengaruh Kecepatan Mesin Enkapsulator Terhadap Ukuran Diameter Mikrokapsul KompositMikrokapsul merupakan partikel bulat kecil dengan dinding atau lapisan seragam di sekelilingnya yang umumnya memiliki diamater antara 0,2 – 5000 µm. Mikroenkapsulasi merupakan suatu proses yang mengubah bahan padat maupun cair menjadi bentuk kapsul yang bertujuan untuk melindungi dan mempertahankan bahan aktif dari pengaruh lingkungan sekitar seperti kelembaban, suhu tinggi, paparan cahaya, atau proses oksidasi. Pembentukan mikrokapsul dapat dilakukan dengan metode crosslink. Ukuran mikrokapsul dipengaruhi oleh kecepatan pengadukan mesin enkapsulator. Selama mikroenkapsulasi tepung ikan dengan telur dan gelatin menggunakan metode crosslink, kecepatan pengadukan adalah 3000 rpm, 3500 rpm, 4000 rpm, 4500 rpm, dan 5000 rpm. Proses mikroenkapsulasi tepung ikan dengan telur dan gelatin, diameter rata-rata terkecil pada kecepatan 5000 rpm, yaitu 18,220±3,3 µm dan memiliki rendemen 26% sedangkan diamater terbesar pada kecepatan 3000 rpm, yaitu 33,53±4,8 µm dan memiliki rendemen 28,4%. Berdasarkan hasil uji Tukey SPSS, kecepatan 3000 rpm (33,53±4,8 µm), 3500 rpm (30,25±4,4 µm), 4000 rpm (26,30±3,5 µm), 4500 rpm (22,50±4,1 µm), dan 5000 rpm (18,220±3,3 µm) berbeda sangat nyata (P<0,05) pada masing-masing perlakuan.Microcapsules are small spherical particles with uniform walls or layers around them, typically ranging in diameter from a few micrometers to a few millimeters. The process of microencapsulation converts solid or liquid materials into capsules designed to protect active ingredients from environmental influences such as humidity, high temperatures, light exposure, or oxidation. Microcapsule formation can be achieved through methods like the crosslinking method. During the microencapsulation of fishmeal with egg and gelatin using this method, stirring speeds varied between 3000 rpm, 3500 rpm, 4000 rpm, 4500 rpm, and 5000 rpm. For instance, in the microencapsulation of fishmeal with egg and gelatin, the smallest microcapsule diameter was observed at 5000 rpm (18.220 ± 3.3 µm) with a yield of 26%, while the largest diameter was at 3000 rpm (33.53 ± 4.8 µm) with a yield of 28.4%. According to the results of the Tukey SPSS test, there were significant differences (P < 0.05) among the stirring speeds: 3000 rpm (33.53 ± 4.8 µm), 3500 rpm (30.25 ± 4.4 µm), 4000 rpm (26.30 ± 3.5 µm), 4500 rpm (22.50 ± 4.1 µm), and 5000 rpm (18.220 ± 3.3 µm) in terms of microcapsule size for each treatment.
4190845187D1A020151DAMPAK WABAH PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) TERHADAP KINERJA EKONOMI USAHA PETERNAKAN SAPI PERAH DI KABUPATEN BANYUMASDampak Wabah Penyakit Mulut dan Kuku Terhadap Kinerja Ekonomi Usaha Peternakan Sapi Perah di Kabupaten Banyumas. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbandingan antara kinerja ekonomi usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Banyumas ketika terjadi outbreak PMK dan setelah outbreak PMK. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan April – Mei 2024 di Desa Kemutug Lor, Desa Limpakuwus dan Desa Susukan, Kecamatan Baturraden dan Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Variabel pengukuran yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah keuntungan dan r/c usaha peternakan sapi perah. Data yang didapatkan di analisis dengan menggunakan uji t berpasangan dengan nilai ketelitian 0,05 pada rataan keuntungan dan r/c usaha peternakan sapi perah ketika dan setelah outbreak. Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang nyata pada kinerja ekonomi usaha peternakan sapi perah ketika terjadi wabah PMK dan setelah terjadi wabah PMK. Hasil pengujian dengan metode uji t berpasangan menunjukan angka t hitung 2,34 dan t tabel 2,06 pada nilai keuntungan, sementa pada nilai r/c menunjukan hasil t hitung 4,42 dan t tabel 2,06. Kesimpulan, nilai analisis kinerja ekonomi usaha peternakan sapi perah di Kabupaten Banyumas mengalami penurunan efisiensi dari waktu terjadi outbreak dan setelah terjadi outbreak.Impact of Foot and Mouth Disease Outbreak on the Economic Performance of Dairy Farming Businesses in Banyumas Regency. This study aims to compare the economic performance of dairy farming businesses in Banyumas Regency during and after the FMD outbreak. The study was conducted from April to May 2024 in Kemutug Lor Village, Limpakuwus Village, and Susukan Village, Baturraden District, and Sumbang District, Banyumas Regency. The measurement variables used in this study include profits and the revenue-cost ratio of dairy farming businesses. The data obtained were analyzed using a paired t-test with an accuracy value of 0.05 on the average profits and revenue-cost ratio of dairy farming businesses during and after the outbreak. The analysis results showed a significant difference in the economic performance of dairy farming businesses during and after the FMD outbreak. The paired t-test method results showed a t-value of 2.34 and a t-table value of 2.06 for profit, while for the revenue-cost ratio, the results showed a t-value of 4.42 and a t-table value of 2.06. In conclusion, the economic performance analysis of dairy farming businesses in Banyumas Regency experienced a decrease in efficiency from the time of the outbreak to after the outbreak.
4190945186C1L019013Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Dengan Bantuan Media Domino Ekonomi Dan Motivasi Belajar Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas XI MIPA MAN 2 BanyumasPenelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya hasil belajar dan motivasi belajar siswa kelas XI MIPA pada mata pelajaran ekonomi. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dengan bantuan media domino ekonomi dan motivasi belajar terhadap hasil belajar siswa MAN 2 Banyumas. Penelitian ini dilaksanakan pada semester ganjil tahun pelajaran 2023/2024.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan menggunakan metode eksperimen semu (quasi experimental design) dengan bentuk nonequivalent control group design. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuesioner dan soal pilihan ganda. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa MAN 2 Banyumas yang terdiri dari 5 kelas dengan jumlah sebanyak 208 siswa. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 2 kelas dengan jumlah sebanyak 83 siswa dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan yaitu regresi linear berganda.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa: (1) Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dengan bantuan media domino ekonomi dan motivasi belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa; (2) Model pembelajaran kooperatif tipe think pair share (TPS) dengan bantuan media domino ekonomi berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa; (3) Motivasi belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar siswa.
This research was motivated by the low learning outcomes and learning motivation of grade XI MIPA students in economics. The purpose of this study is to analyze the influence of the think pair share (TPS) type cooperative learning model with the help of economic domino media on learning outcomes reviewed from the learning motivation of MAN 2 Banyumas students. This research was carried out in the odd semester of the 2023/2024 school year.
This study is an experimental research using a quasi-experimental design method in the form of a nonequivalent control group design. Data collection in this study uses questionnaires and multiple-choice questions. The population in this study is MAN 2 Banyumas students consisting of 5 classes with a total of 208 students. Meanwhile, the sample used in this study is 2 classes with a total of 83 students using the purposive sampling technique. The data analysis technique used is multiple linear regression.
Based on the results of research and data analysis, it can be concluded that: (1) The think pair share (TPS) type cooperative learning model with the help of economic domino media and learning motivation has a positive effect on student learning outcomes; (2) The think pair share (TPS) type cooperative learning model with the help of economic domino media has a positive effect on student learning outcomes; (3) Learning motivation has a positive effect on student learning outcomes.
4191045193L1C020073KEPADATAN DAN KOMPOSISI SAMPAH PLASTIK MAKRO DAN MESO DI PANTAI WISATA KECAMATAN ADIPALA KABUPATEN CILACAP: PEMANTAUAN KEBERSIHAN PANTAI WISATA MENGGUNAKAN CLEAN COAST INDEX (CCI)Aktivitas wisata pantai yang semakin meningkat menjadi salah satu penyebab meningkatnya volume sampah plastik laut. Hal ini dapat menyebabkan berbagai permasalahan khususnya pencemaran laut dan pengaruhnya terhadap biota pesisir. Penelitian ini dilakukan untuk mengganalisis kepadatan, komposisi, dan status kebersihan pantai dari sampah plastik di Pantai Adipala, Cilacap menggunakan metode Clean Cost Index (CCI). Metode penelitian yang digunakan adalah random sampling dengan transek garis sepanjang 100 m di tepi pantai, kemudian dilakukan pengambilan sampah plastik makro pada plot 20x20 m dan sampah plastik meso 5x5 m. Perhitungan CCI digunakan untuk menentukan status kebersihan pantai. Hasil penelitian menunjukkan komposisi sampah plastik yang banyak ditemukan yaitu kantong plastik (PL 07). Kepadatan sampah plastik dari ketiga pantai rata-rata 307 keping/m2, kepadatan sampah plastik makro 795 keping/m2, sampah meso 126 keping/m2. Pantai yang paling kotor adalah Pantai Buton dengan kepadatan makro sebanyak 308 keping/m2 dan meso 60 keping/m2. Berdasarkan indeks CCI ketiga pantai dikategorikan kedalam pantai yang kotor dengan nilai rata-rata ketiga pantai tersebut memiliki nilai sebesar 19,03.Increasing beach tourism activities are one of the causes of the increasing volume of marine plastic waste. This can cause various problems, especially marine pollution and its effect on coastal biota. This research was conducted to analyze the density, composition and beach cleanliness status of plastic waste at Adipala Beach, Cilacap using the Clean Cost Index (CCI) method. The research method used was random sampling with a 100 m line transect along the beach, then macro plastic waste was collected in a 20x20 m plot and meso plastic waste at 5x5 m. CCI calculations are used to determine the cleanliness status of beaches. The results of the research show that the composition of plastic waste that is often found is plastic bags (PL 07). The average density of plastic waste from the third beach is 307 pieces/m2, the density of macro plastic waste is 795 pieces/m2, meso waste is 126 pieces/m2. The dirtiest beach is Buton Beach with a macro density of 308 pieces/m2 and a meso density of 60 pieces/m2. Based on the CCI index, the third beach is divided into dirty beaches with an average value of 19.03 for the three beaches.
4191145195J1A020022BODY IMAGE AWARENESS RAISED THROUGH #BODYHERO CAMPAIGN VIDEO OF GLOSSIER FEATURING THE WNBA: A CRITICAL DISCOURSE ANALYSIS. Penelitian ini video kampanye kecantikan oleh Glossier yang berjudul “#BodyHero feat. WNBA”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konstruksi dan pengaruh kampanye di media terutama dalam persepsi masyarakat mengenai citra tubuh. Dengan menggunakan kerangka tiga dimensi Fairclough dalam analisis wacana kritis dan metode deskriptis kualitatif, penelitian ini menganalisis teks, praktik diskustif, dan praktik sosiokultural dalam video kampanye tersebut. Kesadaran citra tubuh ditemukan sebagai isu mendasar melalui analisis tekstual. Serangkaian elemen leksikal ditemukan termasuk kata ganti, kata sifat, kata kerja, kata-kata khusus, dan pengambilan gambar visual. Penelitian ini mengungkap bahwa isu tersebut dikonstruksi dalam praktik diskursif dan sosiokultural melalui kolaborasi strategis dengan atlet WNBA dan tenor yang inspiratif, secara efektif melibatkan audiens dan mempromosikan penerimaan diri dan positivitas tubuh. Isu kesadaran citra tubuh dibangun melalui berbagai konteks sosial yang menunjukkan perjalanan penerimaan diri, pemberdayaan, dan tantangan terhadap standar kecantikan konvensional. Kesimpulannya, penelitian ini menekankan pada konstruksi diskursus yang mengandung pengetahuan mengenai persepsi positif pada tubuh dan pesan bagi audiens untuk memulai perjalanan mencintai diri sendiri.This research examines a beauty campaign video produced by Glossier entitled “#BodyHero feat. WNBA”. The research aims to unveil the construction and the influence of media campaign particularly in the societal perception of body image. Utilizing Fairclough's 3D framework of CDA and employing a qualitative descriptive method, the study analyzes the text, discursive practices, and sociocultural practices within the campaign video. Body image awareness is discovered to be the underlying issue through the textual analysis. A set of lexical elements is found including pronouns, adjectives, verbs, specific words, and visual shots. The study reveals that the issue is constructed in the discursive and sociocultural practices through strategic collaboration with WNBA athletes and an inspirational tone, effectively engaging the audience and promoting self-acceptance and body positivity. The issue of body image awareness is constructed through various social contexts that demonstrates self-acceptance journey, empowerment, and a challenge to the prevailing conventional beauty standard. In conclusion, the research highlights how the construction of the discourse contains an awareness of positive body perception and empowering message to the audience to embark on a self-love journey.
4191245113K1A020059MODIFIKASI PERMUKAAN NANOPARTIKEL EMAS
DENGAN ANTIBODI NS1 SEBAGAI SENSOR KOLORIMETRI UNTUK MENDETEKSI VIRUS DENGUE
Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi permukaan nanopartikel emas (AuNPs) dengan memanfaatkan antibodi NS1 sebagai metode deteksi virus dengue. Proses ini melibatkan sintesis AuNPs menggunakan HAuCl4 0,36 mM dan -Cyclodextrin 0,005 M dengan pH 12 sebagai agen pereduksi dan penstabil. Selanjutnya, permukaan AuNPs dimodifikasi dengan 11-mercaptoundecanoidacid 95% (MUA), EDC/NHS pada perbandingan optimal 1:1, serta biokonjugasi dengan antibodi NS1 pada konsentrasi optimal 100 . Karakterisasi menggunakan Fourier Transform Infra Red (FTIR) mengindikasikan pembentukan ester dari EDC/NHS dan pembentukan ikatan kovalen amida, menunjukan bahwa antibodi NS1 berhasil terikat secara kovalen pada permukaan AuNPs. Analisis menggunakan Transmission Electron Microscopy (TEM dan Field Emission Scanning Electron Microscope (FESEM) mengkonfirmasi bahwa AuNPs yang disintesis dan dimodifikasi memiliki morfologi bola yang seragam, dengan ukuran rata-rata sekitar 8-10 nm. Hasil analisis x-ray diffraction (XRD) menunjukan bahwa AuNPs memiliki struktur Face Centered Cubic (FCC) dan ukuran rata-rata kristal AuNPs adalah 3,45 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AuNPs yang telah dimodifikasi dengan antibodi NS1 mampu mendeteksi virus dengue dalam waktu kurang dari 5 menit, terlihat dari penurunan absorbansi sebesar 0,296 dan pergeseran panjang gelombang dari 522 nm menjadi 526 nm, serta perubahan warna larutan dari merah keunguan menjadi ungu pudar sebagai indikatornya. Sensitivitas metode ini diukur dengan koefisien korelasi tinggi mencapai 0,9992, dan nilai Limit of Detection (LoD) serta Limit of Quantitation (LoQ) berturut-turut adalah 39,290 ng/mL dan 130,968 ng/mL, dengan rentang koensentrasi linier 75-250 ng/mL. AuNPs-mAb juga menunjukan sifat selektifitas yang tinggi dengan NS1 antigen 75 ng/mL dibandingkan dengan glukosa, kolesterol, dan asam urat masing-masing pada konsentrasi 75 ng/mL. Selain itu, AuNPs-mAb juga menunjukan kemampuan deteksi yang baikketika diuji langsung dengan sampel Human Serum.
This research aims to modify the surface of gold nanoparticles (AuNPs) utilizing NS1 antibodies as a method for detecting dengue virus. The process involves synthesizing AuNPs using HAuCl4 0.36 mM and β-Cyclodextrin 0.005 M at pH 12 as reducing and stabilizing agents. Subsequently, the surface of AuNPs is modified with 11-mercaptoundecanoic acid 95% (MUA), EDC/NHS at an optimal ratio of 1:1, and biocojugation with NS1 antibodies at an optimal concentration of 100 ng/mL. Characterization using Fourier Transform Infrared (FTIR) spectroscopy indicates the formation of esters from EDC/NHS and the formation of covalent amide bonds, indicating successful covalent binding of NS1 antibodies to the surface of AuNPs. Analysis using Transmission Electron Microscopy (TEM) and Field Emission Scanning Electron Microscopy (FESEM) confirms that the synthesized and modified AuNPs have an uniform spherical morphology, with an average size of about 8-10 nm. The results of X-ray Diffraction (XRD) analysis show that AuNPs have a Face Centered Cubic (FCC) structure and the average size of AuNPs crystals is 3.45 nm. The research results demonstrate that AuNPs modified with NS1 antibodies are capable of detecting dengue virus in less than 5 minutes, as evidenced by a decrease in absorbance by 0.296 and a wavelength shift from 522 nm to 526 nm, along with a change in solution color from reddish-purple to pale purple as the indicator. The sensitivity of this method is measured by a high correlation coefficient reaching 0.9992, and the Limit of Detection (LoD) and Limit of Quantitation (LoQ) values are 39.290 ng/mL and 130.968 ng/mL respectively, with a linear concentration range of 75-250 ng /mL. AuNPs-mAb also showed high selectivity properties with NS1 antigen 75 ng/mL compared to glucose, cholesterol, and uric acid each at a concentration of 75 ng/mL. Apart from that, AuNPs-mAb also showed good detection capabilities when tested directly with Human Serum samples.
4191345197F1B017006Implementasi Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga di Desa Bangkaloa Ilir Kecamatan Widasari Kabupaten IndramayuPenelitian ini dilatarbelakangi oleh Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 2269/Menkes/Per/XI/2011 Tentang Pedoman Pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, sehingga tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis mengenai proses implementasi program perilaku hidup bersih dan sehat rumah tangga di Desa Bangkaloa Ilir Kecamatan Widasari Kabupaten Indramayu. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penelitian ini berfokus pada implementasi menurut Ripley dan Franklin dengan aspek kepatuhan, banyaknya aktor yang terlibat, kejelasan tujuan, perkembangan dan kerumitan program, partisipasi terhadap program, dan faktor-faktor yang mempengaruhi. Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi program perilaku hidup bersih dan sehat rumah tangga di Desa Bangkaloa Ilir belum berjalan secara optimal.This research was motivated by the Regulation of the Minister of Health of the Republic of Indonesia No. 2269/Menkes/Per/XI/2011 concerning Guidelines for Guiding Clean and Healthy Living Behavior, so that the purpose of this study was to describe and analyze the implementation process of the household clean and healthy living behavior program in Bangkaloa Ilir Village, Widasari District, Indramayu Regency. The method used in this research is a qualitative method with data collection through interviews, observation, and documentation. This research focuses on implementation according to Ripley and Franklin with aspects of compliance, the number of actors involved, clarity of purpose, program development and complexity, participation in the program, and influencing factors. This research shows that the implementation of the household clean and healthy living behavior program in Bangkaloa Ilir Village has not run optimally
4191445198G1A020020PENGARUH INTERVENSI RELAKSASI NAFAS DALAM TERHADAP SKOR CMDs IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PURWOKERTO BARAT, KAB. BANYUMASLatar belakang: Ibu hamil dengan gangguan mental seperti kecemasan dan depresi dapat bersiko untuk melakukan tindakan aborsi dan bunuh diri. Dibutuhkan intervensi yang aman untuk ibu hamil. Intervensi relaksasi nafas dalam dapat menurunkan rasa cemas, tegang, khawatir dan meningkatkan rasa rileks.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh relaksasi nafas dalam terhadap skor CMDs pada ibu hamil.
Metode: Peneltian ini merupakan quasy experimental pretest dan posttest with control group design. Jumlah sampel pada penelitian yaitu, 32 ibu hamil menggunakan purposive sampling. Variabel bebas pada peneltian ini adalah intervensi elaksasi nafas dalam dan variabel terikat yaitu skor CMDs. Analisis data menggunakan uji Chisqure dan Uji Fisher sebagai uji database. Selanjutnya, dilakukan uji rerata sebelum dan sesudah intervensi menggunakan uji paired t test dan dilakukan uji rerata setelah intervensi pada kedua kelompok dengan uji T tidak berpasangan.
Hasil : Perbedaan rerata sebelum dan setelah intervensi skor CMDs, yaitu pada kelompok perlakuan p=0,144 dan pada kelompok kontrol p=0,018, dan perbedaan rerata antar kelompok setelah intervensi p=0,540.
Kesimpulan: Tidak terdapat perbedaan skor CMDs antara kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol pada ibu hamil di Puskesmas Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas
Background: Pregnant women with mental disorder such as anxiety and depression are risk of having an abortion and committing suicide. Pregnant women need safe intervention.Deep breathing relaxation interventions can reduce feelings of anxiety,tense, worry and increase feeling of relaxation.
Objective: This study aims to determine the effect of deep breathing relaxation on CMDs score in pregnant women. .
Methods: This research is a quasy experimental pretest and posttest with control group design. The nuber of samples in the study was 32 pregnant women using purposive sampling. The independent variable in this study was deep breathing relaxation intervention and the dependent variable were CMDs score. Data analysis used Chisquare test and Fisher Exact test as basic data tests. Nex, a mean test was carried out before and after intervention using Paired T test and a mena test was carried out after intervention in both group using unpaired T test.
Result: The mean difference before and after intervention CMDs score in treatment group p=0,144 and in control group p=0,018. The results of the difference between groups after intervention p=0,540.
Conclusion: There was no difference CMDs score between the treatment group and the control group in pregnant woman at West Purwokerto Community Health Center, Banyumas Regency
4191545200D1A020056PENGARUH PENGGUNAAN COMPLETE RUMEN MODIFIER DALAM PAKAN YANG DISUSUN BERDASARKAN INDEKS SINKRONISASI PROTEIN ENERGI TERHADAP KONSUMSI DAN KECERNAAN BAHAN KERING PAKAN DOMBAPenelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh interaksi antara penggunaan Complete Rumen Modifier(CRM) dalam pakan yang disusun berdasarkan Indeks Sinkronisasi Protein Energi (ISPE) terhadap konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan domba. Penelitian ini sudah dilaksanakan selama 4 bulan yang dimulai dari bulan Mei sampai bulan September 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu eksperimental menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial 2x2 dengan menggunakan bobot badan domba sebagai kelompok dan pengulangan sebanyak 5 kali. Perlakuan yang diberikan ada 4, yaitu P1 = Pakan tanpa penggunaan CRM dengan Indeks Sinkronisasi Protein Energi (SPE) 0,6, P2 = Pakan dengan penggunaan CRM 1% dari BK pakan dan Indeks Sinkronisasi Protein Energi (ISPE) 0,6, P3 = Pakan tanpa penggunaan CRM dengan Indeks Sinkronisasi Protein Energi (ISPE) 0,7, dan P4 = Pakan dengan penggunaan 1% CRM dari BK pakan dengan Indeks Sinkronisasi Protein Energi (ISPE) 0,7. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan domba. Data yang diperoleh dianalisis dengan ANAVA kemudian diuji lanjut menggunakan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Berdasarkan hasil perhitungan dapat disimpulkan bahwa pakan yang menggunakan CRM 1% dan disusun berdasarkan indeks SPE 0,7 merupakan pakan terbaik ditinjau berdasarkan konsumsi dan kecernaan bahan kering pakan domba.The research aims to examine the interaction effect between the use of Complete Rumen Modifier (CRM) in feed based on the Synchronized Protein Energy Index (ISPE) on consumption and digestibility of dry matter of sheep feed. This research was carried out for 4 months starting from May to September 2023. The research method used was experimental using a Randomized Block Design (RAK) with a 2x2 factorial pattern using the body weight of sheep as a group and repeated 5 times. There were 4 treatments given, namely P1 = Feed without the use of CRM with a Protein Energy Synchronization Index (SPE) of 0.6, P2 = Feed with the use of CRM 1% of the BK feed and Energy Protein Synchronization Index (ISPE) 0.6, P3 = Feed without the use of CRM with a Synchronized Protein Energy Index (ISPE) of 0.7, and P4 = Feed with the use of 1% CRM from DM feed with a Synchronized Protein Energy Index (ISPE) of 0.7. The variables measured in this study were consumption and digestibility of dry matter of sheep feed. The data obtained were analyzed using ANOVA and then tested further using Duncan's Multiple Range Test (DMRT). Based on the calculation results, it can be concluded that feed that uses 1% CRM and is prepared based on an SPE index of 0.7 is the best feed based on consumption and digestibility of dry matter of sheep feed.
4191645194D1A020045PENGARUH PERBEDAAN PEMBERIAN LEVEL PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP TINGGI TANAMAN, PANJANG DAUN, DAN PRODUKSI SEGAR RUMPUT PAKCHONG (Pennisetum purpureum cv Thailand) PADA LAHAN PASCATAMBANG KAPURPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh level kombinasi pemberian pupuk kandang dan NPK terhadap tinggi tanaman, panjang daun, dan produksi segar rumput pakchong yang ditanam pada lahan pascatambang kapur. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah eksperiment dengan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah level pupuk kandang (K) 0; 5; 10 ton/ha. Faktor kedua adalah level NPK (N) 0; 100; 200; 300 kg/ha. Penelitian dilakukan di lahan pascatambang kapur PT. Sinar Tambang Arthalestari Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Pakchong ditanam di lahan berukuran 4 x 3 m dengan jarak tanam 1 x 0,75 m dan dipanen pertama kali pada umur 90 hari. Hasil analisis variansi didapatkan kombinasi pemberian pupuk kandang dan NPK memberi interaksi terhadap produksi segar (P<0,05), namun tinggi tanaman dan panjang daun tidak menunjukkan adanya interaksi (P>0,05). Hasil perlakuan pupuk kandang 10 ton/ha dan NPK 300 kg/ha menghasilkan tinggi tanaman, panjang daun, dan produksi segar rumput pakchong yang terbaik. Kesimpulannya adalah perlakuan level pupuk kandang 10 ton/ha dan NPK sebanyak 300 kg/ha pada tanaman rumput pakchong dengan umur 90 hari dapat meningkatkan produksi yang paling baik.This research aims to determine the effect of levels of combined manure and NPK fertilizer on plant height, leaf length, and fresh production of Pakchong grass grown on post-lime mining land. The method used in this study is an experimental method with a randomized block design (RBD) in a 3 x 4 factorial pattern with 4 replications. The first factor is the level of manure (K) at 0, 5, and 10 tons/ha. The second factor is the level of NPK (N) at 0, 100, 200, and 300 kg/ha. The research was conducted on the post-lime mining land of PT. Sinar Tambang Arthalestari in Ajibarang District, Banyumas Regency. Pakchong was planted on a 4 x 3 m plot with a planting distance of 1 x 0.75 m and was first harvested at 90 days old. The analysis of variance showed that the combination of manure and NPK application had an interaction effect on fresh production (P<0.05), but plant height and leaf length did not show any interaction (P>0.05). The treatment with 10 tons/ha of manure and 300 kg/ha of NPK resulted in the best plant height, leaf length, and Pakchong grass production. In conclusion, the treatment with 10 tons/ha of manure and 300 kg/ha of NPK for Pakchong grass at 90 days old provides the highest production improvement.
4191745202D1A020063EVALUASI TINGGI TANAMAN, JUMLAH DAUN, DAN JUMLAH ANAKAN RUMPUT ODOT
PADA TANAH PASCATAMBANG KAPUR DENGAN BERBAGAI KOMBINASI
PUPUK KANDANG DAN NPK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi pemberian pupuk kandang dan NPK terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan rumput odot yang ditanam pada tanah pascatambang kapur. Materi yang digunakan adalah tanah pascatambang kapur PT. Sinar Tambang Arthalestari yang terletak di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah sebanyak 48 petak dengan ukuran tiap petak 4 m x 3 m, rumput odot (Pennisetum purpureum cv Mott) pupuk NPK, dan pupuk kandang. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 3 x 4 dengan 4 kelompok. Faktor pertama berupa pemberian pupuk kandang (K) 0, 5, dan 10 ton/ha. Faktor kedua berupa pemberian pupuk NPK (N) 0, 100, 200 dan 300 kg/ha. Hasil analisis ragam menunjukkan interaksi antara pupuk kandang dan NPK tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap tinggi tanaman, jumlah daun dan jumlah anakan.Efek perlakuan yang berbeda nyata dilakukan uji lanjut DMRT. Kombinasi pemberian Pupuk kandang 10 ton/ha dan NPK 300 kg/ha merupakan hasil tertinggi dibandingkan perlakuan yang lain pada pertumbuhan tinggi tanaman jumlah daun dan jumlah anakan rumput odot yang ditanam pada tanah pascatambang kapur.This study aims to determine the effect of the combination of manure and NPK on plant height, number of leaves and number of napier shoots planted on post-lime mining soil. The materials used were post-lime mining soil of PT. Sinar Tambang Arthalestari located in Ajibarang District, Banyumas Regency, Central Java, as many as 48 plots with each plot size of 4 m x 3 m, napier (Pennisetum purpureum cv Mott) NPK fertilizer, and manure. The study was conducted experimentally with a randomized block design (RAK) factorial pattern 3 x 4 with 4 groups. The first factor was the provision of manure (K) 0, 5, and 10 tons/ha. The second factor was the provision of NPK fertilizer (N) 0, 100, 200 and 300 kg/ha. The results of the analysis of variance showed that the interaction between manure and NPK had no significant effect (P>0.05) on plant height, number of leaves and number of shoots. The effects of significantly different treatments were further tested by DMRT. The combination of giving 10 tons/ha of manure and 300 kg/ha of NPK is the highest result compared to other treatments on the growth of plant height, number of leaves and number of napier shoots planted on post-lime mining land.
4191845204D1A020055PENGARUH PEMBERIAN PUPUK KANDANG DAN NPK TERHADAP PERTUMBUHAN INDIGOFERA (Indigofera zollingeriana) YANG DITANAM DI LAHAN REKLAMASI TAMBANG KAPURPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pupuk kandang dan NPK terhadap tinggi tanaman, produksi segar, dan produksi bahan kering (BK) Indigofera zollingeriana yang ditanam di lahan pascatambang kapur. Materi yang digunakan adalah lahan pascatambang kapur Perusahaan Semen Bima yang terletak di Kecamatan Ajibarang Banyumas, tanaman Indigofera, pupuk kandang, dan NPK. Penelitian dilakukan secara eksperimental dengan rancangan acak kelompok (RAK) pola faktorial 3x4 dengan 4 kali ulangan. Faktor pertama berupa pupuk kandang (K) 0; 5; dan 10 ton/ha. Faktor kedua berupa NPK (N) 0, 50, 100 dan 150 kg/ha. Indigofera ditanam pada petak berukuran 4x3 m dengan jarak tanam 1 m antar tanaman. Hasil penelitian menunjukkan adanya interaksi antara pupuk kandang dan NPK terhadap tinggi tanaman, produksi segar, dan produksi bahan kering (BK). Kombinasi pemberian pupuk kandang 10 ton/ha dan NPK 100 kg/ha merupakan kombinasi terbaik dibanding kombinasi lainnya. Pemberian NPK meningkatkan tinggi tanaman menjadi 214,60 cm; produksi segar menjadi 2,44 kg/ m2 dan produksi bahan kering menjadi 0,61 kg/m2 (P<0,01). Hasil penelitian disimpulkan bahwa interaksi antara pupuk kandang dan NPK dapat meningkatkan tinggi tanaman, produksi segar, dan produksi kering Indigofera zollingeriana yang ditanam pada lahan pascatambang kapur. Kombinasi pupuk kandang 10 ton/panen/ha dan NPK 100 kg/panen/ha merupakan kombinasi terbaik untuk pertumbuhan tinggi tanaman, produksi segar, dan produksi bahan kering Indigofera zollingeriana yang ditanam pada lahan pascatambang kapur.This study aims to determine the effect of manure and NPK on plant height, fresh forage, and dry matter (DM) production of Indigofera zollingeriana planted on limestone post-mining land. The materials using were limestone post-mining land of Bima Cement Company located in Ajibarang District, Banyumas, Indigofera, manure, and NPK fertilizer. The research was conducted experimentally with a block randomized design 3x4 factorial pattern with 4 replications. The first factor were manure (K) 0; 5; and 10 tons/ha. The second factor were NPK (N) 0, 50, 100 and 150 kg/ha. Indigofera were planted in 3x4 m plots with a spacing of 1 m between plants. The results showed an interaction between manure and NPK on plant height, fresh forage, and dry matter (BK) production. The combination of 10 tons/ha manure and 100 kg/ha NPK was the best combination compared to other combinations. NPK increased plant height to 214.60 cm; fresh production to 2.44 kg/m2 and dry matter production to 0.61 kg/m2 (P<0.01). The results concluded that the interaction between manure and NPK can increase plant height, fresh production, and dry production of Indigofera zollingeriana grown on post-lime mining land. The combination of manure 10 tons/ha and NPK 100 kg/ha is the best combination for plant height growth, fresh production, and dry matter production of Indigofera zollingeriana planted on lime post-mining land.
4191945206K1B018052Implementasi Teori Permainan Pada Strategi Persaingan Dompet Digital (Studi Kasus Mahasiswa Unsoed Pengguna Dompet Digital)Dompet digital merupakan aplikasi yang saat ini banyak digunakan. Hal ini dikarenakan dompet digital memiliki beberapa keuntungan yang dapat digunakan untuk membayar transaksi elektronik baik secara online maupun offline. Beberapa dompet digital yang saat ini banyak digunakan oleh masyarakat Indonesia antara lain Dana, Gopay, Ovo, dan Shopeepay. Dalam penelitian ini teori permainan digunakan untuk menganalisis strategi pemasaran dari masing masing dompet digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi yang optimal dalam persaingan aplikasi dompet digital. Penelitian ini dilakukan dengan menyebarkan kuisioner kepada responden. Responden dalam penelitian ini adalah mahasiswa aktif Universitas Jenderal Soedirman pengguna dompet digital. Berdasarkan hasil analisis data dengan menggunakan bantuan software QM for Windows diperoleh bahwa strategi optimum dompet digital Dana adalah praktis, strategi optimum untuk dompet digital Shopeepay adalah fasilitas, strategi optimum untuk dompet digital Gopay adalah keamanan, strategi optimum untuk dompet digital Ovo adalah promo. Digital wallets are applications that are currently widely used. This is because digital wallets have several advantages that can be used to pay for electronic transactions both online and offline. Several digital wallets that are currently widely used by Indonesians include Dana, Gopay, Ovo, and Shopeepay. In this research, game theory is used to analyze the marketing strategy of each digital wallet. This research aims to find out the aptimal strategy in competition for digital wallet applications. This research was conducted by distributing questionnaires to respondents. Respondents in this research were active students at Jenderal Soedirman University who used digital wallets. Based on the results of data analysis using the QM for Windows software, it was found that the optimum strategy for the Dana digital wallet was practical, the optimum strategy for the Shopeepay digital wallet was facilities, the optimum strategy for the Gopay digital wallet was security, the optimum strategy for the Ovo digital wallet was promotions.
4192045207E1A019142PENERAPAN PASAL 81 AYAT (2) UNDANG-UNDANG NOMOR 35 TAHUN 2014 DALAM TINDAK PIDANA PERSETUBUHAN TERHADAP ANAK OLEH ANAK PELAKU
(Studi Putusan Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2021/PN.Sgr)
Persetubuhan yang dilakukan Anak Pelaku menjadi salah satu tindak pidana terhadap kesusilaan yang semakin berkembang dari waktu ke waktu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 (UU No. 35 Tahun 2014) tentang perlindungan anak terhadap Putusan Nomor 8/Pid.Sus- Anak/2021/PN Sgr dan pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap pelaku pada Putusan Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2021/PN Sgr. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian analisis preskriptif menggunakan data sekunder dan dianalisis secara kualitatif dengan metode interprestasi. Berdasarkan penelitian ini diperoleh hasil bahwa penerapan Pasal 81 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2014 dalam Putusan Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2021/PN Sgr telah memenuhi unsur setiap orang, dengan sengaja, melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk anak melakukan persetubuhan dengannya atau orang lain. Hakim dalam menjatuhkan pidana terhadap telah mempertimbangkan aspek perbuatan dan orangnya, alat bukti, keadaan yang memberatkan dan keadaan yang meringankan. Namun demikian, belum mempertimbangkan aspek filosofis dan sosiologis dalam menjatuhkan putusan.Sexual intercourse committed by the perpertrator’s child is a crime against morality that is increasing over time. The purpose of this research is to determine the application of Article 81 paragraph (2) of Law Number 35 of 2014 (UU No. 35 of 2014) concerning child protection regarding Decision Number 8/Pid.Sus- Anak/2021/PN Sgr and the judge's considerations in imposed a sentence on the perpetrator in Decision Number 8/Pid.Sus-Anak/2021/PN Sgr. This research uses a normative juridical approach method with prescriptive analysis research specifications using secondary data and analyzed qualitatively using the interpretation method. Based on this research, the results obtained show that the application of Article 81 paragraph (2) of Law no. 35 of 2014 in Decision Number 8/Pid.Sus-Anak/2021/PN Sgr has fulfilled the elements of every person, intentionally, carrying out deception, a series of lies, or persuading a child to have sexual intercourse with him or another person. According to the author, the judge in handing down a sentence has considered aspects of the act and person, evidence, aggravating circumstances and mitigating circumstances. However, it has not considered philosophical and sociological aspects in making its decision.