Artikel Ilmiah : D1A020025 a.n. GHINA MAULIDIA AMIN

Kembali Update Delete

NIMD1A020025
NamamhsGHINA MAULIDIA AMIN
Judul ArtikelEfektivitas Penambahan Kombinasi Fitobiotik Temulawak dan Bratawali terhadap Jumlah Sel Darah Merah dan Hemoglobin Ayam Broiler
Abstrak (Bhs. Indonesia)Penelitian bertujuan untuk mengkaji efektifitas penambahan kombinasi fitobiotik temulawak
dan bratawali dalam air minum terhadap jumlah sel darah merah dan hemoglobin ayam broiler.
Materi yang digunakan dalam penelitian yaitu DOC (Day Old Chick) sebanyak 64 ekor. Pakan yang
diberikan berupa pakan komersial multifeed BR 1-7 RT. Kombinasi fitobiotik temulawak dan
bratawali diberikan pada ternak dalam air minum secara ad libitum. Pemeliharaan dilakukan selama
35 hari di Experimental Farm, Fakultas Peternakan, Universitas Jenderal Soedirman. Sampel darah
ayam diambil sebanyak 2 ml melalui vena brachiallis. Analisis sampel dilakukan di Laboratorium
Teknologi Veteriner Sekolah Vokasi UGM. Perhitungan jumlah sel darah dilakukan secara manual
menggunakan haemocytometer dan kadar hemoglobin dihitung menggunakan Metode Sahli.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan
dan 4 ulangan sehingga terdapat 16 unit percobaan. Masing-masing unit percobaan terdiri dari 4 ekor
ayam sehingga terdapat 64 ekor broiler yang digunakan. Perlakuan yang diberikan terdiri dari P1 =
Kelompok kontrol, air minum tanpa penambahan kombinasi fitobiotik temulawak dan bratawali, P2
= Air minum+kombinasi temulawak 2,5 g/L dan 2,5 g/L bratawali, P3 = Air minum+kombinasi
temulawak 5 g/L dan bratawali 5 g/L, P4 = Air minum+ kombinasi temulawak 10 g/L dan bratawali
10 g/L. Analisis data menggunakan Analisis Variansi dengan Uji Lanjut Beda Nyata Jujur. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa nilai rataan jumlah sel darah merah ayam broiler sebesar 2,08 ± 0,25x
106/mm3 – 2,77 ± 0,32 x106/mm3; dan nilai rataan jumlah hemoglobin sebesar 6,5 ± 0,35 g/dL -
7,05 ± 1,15 g/dL. Hasil Analisis Variansi menunjukkan pemberian kombinasi fitobiotik temulawak
dan bratawali dalam air minum tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah sel darah merah
dan hemoglobin ayam broiler. Kesimpulan penelitian ini yaitu penambahan kombinasi fitobiotik
temulawak dan bratawali hingga 10 g/L air minum memberikan pengaruh yang sama terhadap jumlah
sel darah merah dan hemoglobin ayam broiler.
Abtrak (Bhs. Inggris)The aim of the research was to examine the effectiveness of adding a combination of
phytobiotics temulawak and bratawali to drinking water on the amount red blood cells and
hemoglobin of broiler chickens. The material used in the research was 64 DOC (Day Old Chick).
The feed given was multifeed BR 1-7 RT. The phytobiotic combination of temulawak and bratawali
was given in drinking water. The maintenance was carried out for 35 days at the Experimental Farm,
Faculty of Animal Husbandry, Jenderal Soedirman University. Chicken blood samples were taken
as much as 2 ml in the brachial vein. Sampel analyzed at the SV UGM Veterinary Technology
Laboratory. Blood cell counts were calculated manually using a haemocytometer, and hemoglobin
levels were calculated using the Sahli Method. The research design used a Completely Randomized
Design (CRD) with 4 treatments and 4 repetitions so that there were 16 experimental units. Each
experimental consisted of 4 chickens so there were 64 broilers used. The treatment consisting of P1
= control group, drinking water without the addition of the phytobiotic combination of temulawak
and bratawali, P2 = drinking water + combination of 2,5 g/L temulawak and 2,5 g/L bratawali, P3=
drinking water+ combination of temulawak 5 g/L and bratawali 5 g/L, P4 = drinking water +
combination of temulawak 10 g/L and bratawali 10 g/L. The result of the study showed that the
average value of amount red blood cells in broiler chickens was 2,08 ± 0,25 x 106/mm3 – 2,77 ±
0,32 x 106/mm3; and the average value of hemoglobin is 6,5 ± 0,35 g/dL - 7,05 ± 1,15 g/dL. Data
analysis uses analysis of variance with the Honest Significant Difference Follow-up Test. The result
of analysis variance showed that the combination of phytobiotics temulawak and bratawali in
drinking water had no significant effect (P>0,05) on the amount red blood cells and hemoglobin in
broilers. The conclusion of this research was that the addition of a combination phytobiotics
temulawak and bratawali up to 10 g/L of drinking water has the same effect on the amount of red
blood cells and hemoglobin in broiler chickens.
Kata kuncitemulawak, bratawali, sel darah merah, hemoglobin, ayam broiler
Pembimbing 1drh. Diana Indrasanti, M. Biotech
Pembimbing 2Annistia Rahmadian Ulfah, S.Si., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman12
Tgl. Entri2024-03-25 09:22:33.094741
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.