Home
Login.
Artikelilmiahs
43527
Update
THERESA FEBRINA MOLAS DARUS
NIM
Judul Artikel
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI KORBAN KEKERASAN SEKSUAL INCEST (STUDI DI WILAYAH BANYUMAS)
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Maraknya kasus kekerasan seksual di lingkungan keluarga terhadap anak sebagai korban masih sering terjadi di Indonesia. Kekerasan seksual dalam keluarga atau terhadap hubungan sedarah dapat dikenal dengan istilah incest. Incest adalah hubungan seksual atau aktivitas seksual antara individu yang bersaudara dekat, yang melanggar hukum, adat, dan agama. Kekerasan seksual terhadap anak khususnya incest hingga saat ini terjadi dan terus dilaporkan oleh korban, keluarga, ataupun masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual incest di wilayah Banyumas serta hambatan terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual incest di wilayah Banyumas. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis empiris dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Lokasi penelitian yaitu di Polresta Banyumas dan Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Banyumas. Metode penentuan informan dalam penelitian ini menggunakan Teknik Purposive Sampling. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlindungan hukum terhadap anak sebagai korban kekerasan seksual incest di wilayah Banyumas meliputi pendampingan pada setiap tingkat pemeriksaan mulai dari penyidikan, penuntutan, sampai dengan pemeriksaan psikologi, rujukan layanan kesehatan dan penampungan rumah sementara bagi korban. Hambatan-hambatan yang ada dipengaruhi oleh 2 aspek, yaitu aspek struktur hukum dimana kuantitas pegawai dan rumah aman yang dimiliki oleh UPTD PPA Banyumas masih terbatas, serta kultur hukum yaitu adanya stigma negatif di masyarakat, perbuatan incest dalam lingkup keluarga dianggap sebagai aib yang memalukan.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Cases of sexual violence in the family environment against children as victims still occur frequently in Indonesia. Sexual violence within the family or against blood relations can be known as incest. Incest is sexual intercourse or sexual activity between individuals who are close relatives, which violates the law, customs, and religion. Sexual violence against children, especially incest, continues to be reported by victims, families, or communities. This study aims to determine the legal protection of children as victims of incest sexual violence in the Banyumas area and the obstacles experienced in protecting children as victims of incest sexual violence based on in the Banyumas area. The approach method used in this research is empirical juridical with descriptive analytical research specifications. The research locations were Banyumas Polresta and Banyumas Family Planning Population Control Office for Women's Empowerment and Child Protection (DPPKBP3A). The method of determining informants in this study used a purposive sampling technique. The data sources used are primary data and secondary data. The results showed that legal protection for children as victims of incest sexual violence in the Banyumas area includes assistance at every level of examination starting from investigation and prosecution to psychological examination, referral to health services, and temporary housing for victims. The existing obstacles are affected by two aspects, namely tthe legal structure aspect where the quantity of human resources and shelter owned by UPTD PPA Banyumas is still limited, and the legal culture, namely the negative stigma in the community. Incest in the family sphere is considered a shameful disgrace, so the family of the victim or perpetrator is reluctant to report it to the authorities.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save