Artikel Ilmiah : A1A016063 a.n. HUSNA PUTERI

Kembali Update Delete

NIMA1A016063
NamamhsHUSNA PUTERI
Judul ArtikelNILAI TAMBAH SINGKONG MENJADI KARAG PADA INDUSTRI RUMAH TANGGA DI DESA TAMBAKNEGARA KECAMATAN RAWALO KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Agroindustri atau perusahaan pertanian dapat didefinisikan sebagai usaha, bisnis atau perusahaan yang input dan outputnya berhubungan dengan pertanian. Salah satu industri yang menggunakan produk pertaian sebagai bahan baku yaitu karag atau cantir. Tujuan penelitian ini adalah: 1.) Mengetahui kelayakan finansial usaha karag di Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas; 2.) Mengetahui besarnya nilai tambah usaha karag di Desa Tambaknegara Kecamatan Rawalo Kabupaten Banyumas. Lokasi penelitian dipilih secara sengaja (purposive sampling) dengan total industri sebanyak 20 pelaku usaha. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis biaya, analisis penerimaan, analisis pendapatan, analisis R/C Ratio, analisis BEP dan analisis nilai tambah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1.) rata-rata biaya yang dikeluarkan pada bulan Desember 2023 sebesar Rp7.727.525,00 dengan rata-rata biaya tetap sebesar Rp 184.678,40, sedangkan untuk rata-rata biaya variabel yaitu sebesar Rp7.795.525,00. Rata-rata penerimaan produsen karag pada bulan Desember 2023 yaitu sebesar Rp9.367.500,00 dan rata-rata pendapatan produsen karag yaitu sebesar Rp1.639.975,00. Berdasarkan analisis R/C ratio yang dilakukan yaitu sebesar 1,21. BEP rupiah untuk produk karag yaitu sebesar Rp1.058.686,44, sedangkan besarnya BEP produk yaitu sebesar 121,56 kg, 2.) nilai tambah singkong menjadi karag yaitu sebesar Rp431,89 per kg, yang artinya usaha karag memberikan nilai tambah dari pengolahan singkong menjadi karag.
Abtrak (Bhs. Inggris)Agro-industry or agricultural companies can be defined as businesses, businesses or companies whose inputs and outputs are related to agriculture. One industry that uses agricultural products as raw materials is karag or cantir. The objectives of this research are: 1.) To determine the financial feasibility of the karag business in Tambaknegara Village, Rawalo District, Banyumas Regency; 2.) Knowing the amount of added value of the karag business in Tambaknegara Village, Rawalo District, Banyumas Regency. The research location was chosen deliberately (purposive sampling) with a total industry of 20 business actors. The analysis used in this research is cost analysis, revenue analysis, income analysis, R/C Ratio analysis, BEP analysis and added value analysis. The research results show that: 1.) the average costs incurred in December 2023 are IDR 7,727,525.00 with an average fixed cost of IDR 184,678.40, while the average variable cost is IDR 7,795,525.00 . The average income of karag producers in December 2023 is IDR 9,367,500.00 and the average income of karag producers is IDR 1,639,975.00. Based on the R/C ratio analysis carried out, it is 1.21. The rupiah BEP for karag products is IDR 1,058,686.44, while the BEP for the product is 121.56 kg, 2.) the added value of cassava into karag is IDR 431.89 per kg, which means that the karag business provides added value from cassava processing become karag.
Kata kunciBiaya, Pendapatan, Nilai Tambah
Pembimbing 1Dr. Irene Kartika Eka Wijayanti, S. P., M. P.
Pembimbing 2Ulfah Nurdiani, S. P., M. Sc.
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2024-02-07 14:20:44.302225
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.