Home
Login.
Artikelilmiahs
43466
Update
RAYHAN DIMASTIAR TRITAMA
NIM
Judul Artikel
Evaluasi Pelaksanaan Penemuan Kasus Dalam Program Pencegahan Dan Penanggulangan Tuberkulosis Di Puskesmas Purwokerto Barat
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Latar belakang : Tahun 2021 jumlah kasus TBC di Indonesia sebanyak 969.000 kasus, meningkat 17% dari tahun sebelumnya. Angka penemuan kasus tuberkulosis di Jawa Tengah tahun 2022 mencapai 42,14%, kurang 27,86% dari standar yang ditetapkan WHO (70%). Angka penemuan kasus Kabupaten Banyumas naik dari 178 ke 208 per 100.000 penduduk dari tahun 2020 ke 2021, namun masih belum mencapai target Kabupaten Banyumas sebanyak 252 per 100.000 penduduk. Tujuan penelitian iniuntuk mengetahui pelaksanaan penemuan kasus TBC dari aspek penemuan dan penanganan kasus, SDM, peran serta masyarakat, capaian penemuan kasus di Puskesmas Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas. Metode : Jenis penelitian ini adalah Kualitatif dengan pendekatan naratif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan 9 informan dan juga telaah dokumen. Data selanjutnya akan dianalisis naratif. Hasil : Diketahui bahwa pelaksanaan penemuan kasus Puskesmas Purwokerto Barat masih belum menyeluruh, terdapat keluarga pasien yang merasa belum mendapat informasi dan pengawasan dari petugas kesehatan. SDM petugas kesehatan terkendala pada jumlah kader TBC yang masih belum mencukupi dan memiliki beban ganda. Peran serta masyarakat dalam penemuan kasus, promosi PHBS, sudah berjalan dengan baik namun masih terdapat stigma yang tersebar di masyarakat. Capaian penemuan kasus belum memenuhi target yang di tetapkan Kabupaten Banyumas tahun 2023. Kesimpulan : Penemuan kasus TBC di Puskesmas Purwokerto Barat memperlihatkan kurangnya informasi serta pengawasan terhadap pasien, kurangnya ketersediaan kader TBC, dan masih adanya stigma di masyarakat. Diharapkan puskesmas dapat memberikan informasi/sosialisasi yang merata ke masyarakat dan meningkatkan koordinasi dengan kader TBC mengenai kebutuhan jumlah kader dan tugasnya sehingga pelaksanaan penemuan kasus dapat lebih efektif
Abtrak (Bhs. Inggris)
Background : In 2021, the number of TB cases in indonesia is 969.000 cases, its increase by 17% from the last year. TB case finding at Central Java in 2022 reached 42.14%, 27.86% less than the standard set by WHO (70%). Banyumas Regency's case detection rate increased from 178 to 208 per 100,000 population from 2020 to 2021, but still has not reached Banyumas Regency's target of 252 per 100,000 population. The purpose of this research is to determine the implementation of case finding activities from the aspect of case finding dan handling, human resources, community participation, case finding rates at West Purwokerto Public Health Center, Banyumas Regency. Method : This is a qualitative research with a narative approach. Data collection is carried out through in-depth interview with 9 informants, as well as document review. The collection data is then analyzed using narative analysis. Result : It is known that the West Purwokerto Community Health Center's case finding implementation is still not comprehensive, there are patient families who feel they have not received information and supervision from health workers. Human resources for health workers are constrained by the number of TB cadres which is still insufficient and has a double burden. Community participation in case finding has gone well, but there is still stigma that spreads in society. The achievement of case detection has not met the target set by Banyumas Regency in 2023. Conclusion : TB case finding at the West Purwokerto Public Health Center shows a lack information and supervision of patienta bad stigma in community. It is hoped that the West Purwokerto Public Health Center can provide information evenly to community and improve coordination with TB cadres regarding the needs for the number of cadres and their duties so that the implementation of case finding can be more effective.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save