Artikelilmiahs
Menampilkan 40.141-40.160 dari 48.905 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 40141 | 42466 | C1C019016 | PENGARUH DUKUNGAN MANAJEMEN PUNCAK, KECANGGIHAN TEKNOLOGI DAN KEMAMPUAN TEKNIK PERSONAL TERHADAP EFEKTIVITAS APLIKASI BRISPOT | Sistem informasi akuntansi membantu perusahaan untuk menyediakan informasi yang diperlukan untuk penyelesaian masalah jangka pendek maupun jangka panjang. Tujuan penelitian ini adalah menguji dan menganalisis pengaruh dari dukungan manajemen puncak, kecanggihan teknologi dan kemampuan teknik personal terhadap efektivitas penerapan aplikasi BRISPOT. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh tenaga pemasar di setiap kantor unit BRI dalam wilayah kerja BRI Cabang Purwokerto sejumlah 139 orang. Penelitian ini menggunakan sampel jenuh dengan response rate sebanyak 92 responden. Metode pengambilan data yang digunakan adalah kuesioner. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data dilakukan dengan regresi linear berganda menggunakan aplikasi SPSS 25. Hasil analisis menunjukkan bahwa: (1) dukungan manajemen puncak tidak mempengaruhi efektivitas aplikasi BRSIPOT, (2) kecanggihan teknologi berpengaruh positif terhadap efektivitas aplikasi BRISPOT, (3) kemampuan teknik personal berpengaruh positif terhadap efektivitas aplikasi BRISPOT. Implikasi dari penelitian ini bagi BRI adalah untuk senantiasa mempertahankan atau meningkatkan kembali kecanggihan teknologi yang digunakan jika diperlukan dan selalu memastikan pengguna aplikasi BRISPOT memiliki kemampuan teknik personal yang baik. | Accounting information systems help companies to provide the information needed to solve short-term and long-term problems. The aim of this research is to test and analyze the influence of top management support, technological sophistication and personal technical abilities on the effectiveness of implementing the BRISPOT application. The population in this study was all 139 marketers in each BRI unit office within the BRI Purwokerto Branch working area. This study used a saturated sample with a response rate of 92 respondents. The data collection method used was a questionnaire. This study uses a quantitative approach. The data analysis technique was carried out using multiple linear regression using the SPSS 25 application. The results of the analysis showed that: (1) top management support did not affect the effectiveness of the BRSIPOT application, (2) technological sophistication had a positive effect on the effectiveness of the BRISPOT application, (3) personal technical ability had a positive effect on the effectiveness of the BRISPOT application. The implication of this research for BRI is to always maintain or improve the sophistication of the technology used if necessary and always ensure that BRISPOT application users have good personal technical skills. | |
| 40142 | 42361 | L1A019023 | PEMETAAN POTENSI KARBON MANGROVE DI SEGARA ANAKAN KABUPATEN CILACAP MENGGUNAKAN CITRA SATELIT SENTINEL 2-A | Luas hutan mangrove di Indonesia diperkirakan mencapai 3.112.989 ha atau 22,6% dari total keseluruhan mangrove di dunia. Konservasi karbon merupakan suatu aktivitas untuk konservasi ekosistem melalui proses penyerapan karbon. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui luasan dan potensi karbon mangrove berdasarkan tingkat kerapatan dengan analisis Normalized Different Vegetation Index (NDVI) dan Mangrove Vegetation Index (MVI) serta mengetahui pemetaan potensi karbon mangrove Segara Anakan Kabupaten Cilacap. Citra satelit yang digunakan adalah Sentinel-2A daerah Segara Anakan periode perekaman 06 Juni 2022. Analisis data spasial dengan menggunakan index NDVI dan MVI serta validasi data lapang. Potensi luasan kawasan mangrove di Segara Anakan adalah 6.625,8 ha. Pemetaan potensi stok karbon mangrove di Segara Anakan berdasarkan analisis NDVI dan MVI. Potensi stok karbon mangrove di Segara Anakan berdasarkan analisis NDVI sebesar 0,38 ton/ha, berdasarkan analisis MVI sebesar 0,4 ton/ha | Mangrove forests estimated in Indonesia has 3,112,989 hectares, or 22.6% of all mangroves worldwide. Through the process of carbon absorption, carbon conservation works to preserve ecosystems. The purpose of this study is to map the carbon potential of Segara Anakan mangroves in Cilacap Regency and to ascertain the extent and carbon potential of mangroves based on density level using Normalized Different Vegetation Index (NDVI) and Mangrove Vegetation Index (MVI) analysis. Sentinel-2A satellite imagery from June 6, 2022, was used in the Segara Anakan region. validation of field data and NDVI and MVI index analysis of spatial data. Segara Anakan's possible mangrove area is located in 6,625.8 ha. Mapping potential mangrove carbon stocks in Segara Anakan based on NDVI and MVI analysis. The potential for mangrove carbon stock in Segara Anakan based on NDVI analysis is 0.38 tons/ha, based on MVI analysis it is 0.4 tons/ha. | |
| 40143 | 42467 | L1A019058 | Komposisi Hasil Tangkapan dengan Alat Tangkap Jaring Arad di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Asemdoyong, Pemalang | Penelitian ini berjudul “Komposisi Hasil Tangkapan dengan Alat Tangkap Jaring Arad di Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Asemdoyong, Pemalang”. Jaring arad atau yang biasa dikenal dengan (mini trawl) merupakan alat tangkap yang banyak dioperasikan di perairan pantai utara. Target utama pada alat tangkap ini adalah jenis udang. Permasalahan pada alat tangkap ini adalah tingkat selektivitas terhadap hasil tangkapannya. Kondisi ini mengakibatkan jumlah hasil tangkapan sampingan dari alat tangkap ini lebih banyak dari hasil tangkapan utamanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi hasil tangkapan dan ukuran kisaran hasil tangkapan jaring arad. Metode penelitian ini adalah metode survey dengan pengamatan secara langsung dan wawancara menggunakan kuesioner. Hasil penelitian didapatkan komposisi hasil tangkapan didominasi ikan petek (Leiognathus equulus) 37%, dan yang paling sedikit yaitu pari (Dasyatis sp.), serta hasil tangkapan utamanya adalah udang jerbung (Paneus marguensis) 5%. Dengan ukuran rata-rata hasil tangkapan dari 9-23,6 cm dari semua spesies | This research is titled "Composition of Catch with Arad Trawl in the Asemdoyong Fishery Port (PPP), Pemalang." The Arad trawl, commonly known as a mini trawl, is a fishing gear extensively used in the waters of the northern coast. The primary target of this gear is shrimp. The issue with this fishing gear is its selectivity in catching the desired species. This leads to a higher quantity of bycatch compared to the main catch. The purpose of this research were to determine the composition of the catch and the size range of the Arad trawl catch. The research method employed is a survey method with direct observations and interviews using questionnaires. The research results revealed that the catch composition was dominated by "ikan petek" (Leiognathus equulus) at 37%, with the least being rays (Dasyatis sp.) at 1%. The primary catch is "udang jerbung" (Paneus marguensis) at 5%. With an average size of catches ranging from 9 to 23,7 cm across all species. | |
| 40144 | 42472 | F1A020090 | The Behavior of Hustle Culture among Students in Faculty of Social and Political Science Jenderal Soedirman University | Hustle culture adalah sebuah konsep gila bekerja yang dimiliki seseorang. Fenomena yang sebenarnya sudah terjadi sejak lama, 3 tahun terakhir ini kembali marak terjadi di berbagai kalangan, termasuk di kalangan mahasiswa. Perasaan takut tidak sukses dan juga takut tertinggal dari teman-temannya menjadi titik mula terjadinya hustle culture. Selain itu permasalahan lainnya adalah, mahasiswa merasa proses pendidikan yang didapatkan di bangku kuliah belum mampu memenuhi kebutuhan mereka. Penelitian bertujuan untuk mengetahui lebih lanjut mengenai tingkat dan motivasi hustle culture di kalangan mahasiswa, serta juga persepsi mereka mengenai kerja. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dengan melibatkan 150 mahasiswa Unsoed sebagai responden yang dipilih menggunakan metode sampel acak sederhana. Dari penelitian ini ditemukan bahwa sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat hustle culture tinggi, kemudian, motivasi paling dominan adalah motivasi internal (intrinsic motivation). Sebagian besar mahasiswa (41.30%) melakukan hustle culture karena menginginkan personal branding yang baik. Ini dilatarbelakangi perasaan takut gagal yang mereka miliki, dan juga ketidakpuasan terhadap ilmu pengetahuan dan pengalaman yang mereka dapatkan selama kuliah. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa pada dasarnya mahasiswa masih menganggap pendidikan mereka merupakan hal yang penting. Namun sayangnya, banyak aspek pendidikan yang ternyata tidak sesuai dengan modal sosial yang mereka butuhkan di masa depan, sehingga, mereka lebih suka melakukan hustle culture daripada sekadar berkuliah. | Hustle culture is a phenomenon where people usually have work addictions. This phenomenon has been happening for several years, however, these past 3 years it has become more happening, even it happens among students. The existence of late capitalism and digital portfolios become the main reason that this phenomenon happens among students. The fear of not being successful in the future also the fear of missing out become the prologue of this phenomenon among students. Besides that, the feeling of being unsatisfied with their education also becomes another problem among students, so they decide to become hustling people. This quantitative research consists of 150 respondents which come from the students of the Faculty of Social and Political Science Jenderal Soedirman University using a survey method to gather the data, successfully discovering that most of the students have a moderate hustle culture. This research shows that most of the respondents (61.3%) are having a high hustle culture. Most of them (41.30%) said that it happens because of they need a good personal branding also the matter of portfolio. Through this research we also discover that the respondents actually know the importance of their education, however, many aspects of education don’t meet their standards for their future, and it changes their priority, they decided to be a hustling person instead of just being the one that focuses on their education. It also happens because of they don’t see the opportunity to get a decent job in the future through their study. | |
| 40145 | 44562 | G1A020085 | Gambaran Droplet Lipid Hepar pada Histopatologi Tikus (Rattus norvegicus) Model Obesitas Pasca Renang Berbagai Intensitas | Latar belakang: Kondisi obesitas menyebabkan penumpukan trigliserida di dalam sel adiposit sehingga memicu terbentuknya droplet lipid baik dari segi jumlah maupun ukurannya. Latihan aerobik seperti renang dapat menurunkan berat badan sehingga mengurangi akumulasi droplet lipid. Tujuan: Mengetahui gambaran droplet lipid hepar pada histopatologi tikus (Rattus norvegicus) model obesitas pasca renang berbagai intensitas. Desain penelitian: Penelitian true experimental dengan desain post-test only control group. Jumlah sampel 20 ekor tikus jantan galur wistar terbagi menjadi lima kelompok yaitu kelompok kontrol (KI), kelompok obesitas tanpa perlakuan (KII), kelompok obesitas dengan perlakuan renang intensitas ringan (KA), kelompok obesitas dengan perlakuan renang intensitas sedang (KB), dan kelompok obesitas dengan perlakuan renang intensitas berat (KC). Pembedahan organ hepar dilakukan pada hari ke-3 pasca perlakuan renang dan penghitungan jumlah droplet lipid hepar dilakukan secara kuantitatif menggunakan skoring. Hasil: Terdapat penurunan indeks obesitas pada kelompok perlakuan ringan, sedang, dan berat setelah perlakuan renang selama 14 hari. Tidak ditemukan gambaran droplet lipid hepar pada histopatologi tikus (Rattus norvegicus) model obesitas pasca renang berbagai intesitas. Kesimpulan: Tidak ditemukan adanya gambaran droplet lipid pada hepar tikus (Rattus norvegicus) model obesitas pasca renang berbagai intensitas. | Background: Obesity conditions cause a buildup of triglycerides in adipocyte cells, triggering the formation of lipid droplets both in terms of number and size. Aerobic exercise such as swimming can reduce body weight thereby reducing the accumulation of lipid droplets. Objective: To overview hepar lipid droplets in histopathology of obesity model rats (Rattus norvegicus) after swimming at various intensities. Research Design: This study used a true experimental method with a post-test only control group design. The sample size was 20 male Wistar rats divided into five groups, namely control group (KI), obese group without any intervention (KII), obese group treated with low intensity swimming (KA), obese group treated with moderate intensity swimming (KB), and obese group with high intensity swimming (KC) treatment. Liver surgery was carried out on the 3rd day after swimming intervention and the number of liver lipid droplets was counted quantitatively using scoring. Result: There was a decrease in the obesity index in the light, medium and heavy treatment groups after swimming treatment for 14 days. There were no visible images of hepatic lipid droplets in the histopathology of post-swimming obesity model rats (Rattus norvegicus) of various intensities. Conclusion: No lipid droplets were found in the livers of rats (Rattus norvegicus) obesity models post swimming at various intensities. | |
| 40146 | 42470 | J1C019004 | Kepribadian Introversi Sumida Yuichi dalam Film Himizu : Psikoanalisis Carl Gustav Jung | Penelitian ini mengkaji tipe kepribadian introversi dan faktor yang mempengaruhi kepribadian tokoh utama Sumida Yuichi dalam film Himizu menggunakan teori psikoanalisis Carl Gustav Jung. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan teknik simak-catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tokoh utama Sumida Yuichi memiliki sifat introversi yakni introversi pikiran, introversi perasaan, introversi pengindraan dan juga introversi intuisi. Dan kepribadian tokoh utama dipengaruhi oleh faktor ketidaksadaran pribadi dan ketidaksadaran kolektif. | This study examines introversion personality types and factors that influence the personality of the main character Sumida Yuichi in the film Himizu using Carl Gustav Jung's psychoanalytic theory. The method used is descriptive qualitative method. The data collection technique uses note-taking technique. The results of the study show that the main character Sumida Yuichi has introversion, namely introversion of thoughts, introversion of feelings, introversion of feelings and also introversion of intuition. This is because there are factors that influence personality, namely personal unconscious factors and collective unconscious factors. | |
| 40147 | 42471 | A1D019171 | EFEKTIVITAS EKSTRAK KENCUR SEBAGAI FUNGISIDA NABATI PADA PENYAKIT HAWAR PELEPAH DAUN PADI | Keberadaan penyakit hawar pelapah daun pada tanaman padi dapat mempengaruhi hasil produksi padi. Kencur (Kaemferia galanga) merupakan salah satu tanaman dari golongan Zingiberaceae yang memiliki kandungan senyawa antifungal. Penelitian bertujuan untuk menguji kemampuan ekstrak kencur dalam menghambat pertumbuhan R. solani secara in vitro, mengetahui pengaruh ekstrak kencur terhadap perkembangan penyakit HPD dan pertumbuhan tanaman padi, serta membandingkan pengaruh pelarut ekstrak kencur. Penelitian dilaksanakan di Screen House Tambaksari dan Laboratorium Perlindungan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman. Rancangan percobaan yang digunakan yaitu Rancangan Acak Lengkap faktorial pada uji in vitro dan Rancangan Acak Kelompok faktorial pada Uji in planta. Pengujian antijamur secara in vitro dilakukan dengan metode difusi sumuran. Pada uji in planta terdiri dari dua faktor yaitu cara pengaplikasian dan konsentrasi ekstrak (control, propineb, pelarut etanol 96%, dan pelarut air). Variabel yang diamati terdiri atas diameter zona hambat, kandungan fitokimia, masa inkubasi, intensitas penyakit, kejadian penyakit, laju infeksi, AUDPC, jumlah anakan, jumlah malai, jumlah gabah permalai, bobot gabah 100 butir, bobot kering tanaman, dan bobot kering akar. Data dianalisis dengan ANOVA pada taraf kepercayaan 95%, jika hasil yang didapat menunjukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan DMRT pada taraf kesalahan 5%. Kesimpulan hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Pengujian antijamur secara in vitro dengan pelarut etanol 96% dan pelarut air memiliki daya hambat terbaik pada konsentrasi 10%. 2) Pengaplikasian ekstrak kencur 10% dengan pelarut ethanol 96% dan air mampu menghambat perkembangan penyakit HPD. 3) Perlakuan etanol 96% dan air sebagai pelarut ekstrak kencur dengan konsentrasi 10% tidak memiliki perbedaan yang nyata terhadap komponen pertumbuhan tanaman padi. | The presence of leaf blight in rice plants can affect rice production. Kencur (Kaemferia galanga) is one of the plants from the Zingiberaceae group that contains antifungal compounds. The study aimed to test the ability of kencur extract in inhibiting the growth of R. solani in vitro, determine the effect of kencur extract on the development of HPD disease and rice plant growth, and compare the effect of kencur extract solvents. The research was conducted in Tambaksari Screen House and Plant Protection Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman. The experimental design used was a factorial complete randomized design in the in vitro test and a factorial randomized group design in the in planta test. Antifungal testing in vitro was carried out by the well diffusion method. The in planta test consisted of two factors, namely the method of application and extract concentration (control; propineb; 96% ethanol solvent; and water solvent). The observed variables consisted of inhibition zone diameter, phytochemical content, incubation period, disease intensity, disease incidence, infection rate, AUDPC, number of tillers, number of panicles, number of grains per panicle, 100-grain grain weight, plant dry weight, and root dry weight. Data were analyzed by ANOVA at the 95% confidence level, if the results obtained showed a real effect, then continued DMRT at the 5% error level. The conclusions of the research results are as follows: 1) In vitro antifungal testing with 96% ethanol solvent and water solvent has the best inhibition at a concentration of 10%. 2) The application of 10% kencur extract with 96% ethanol solvent and water can inhibit the development of HPD disease. 3) The treatment of 96% ethanol and water as a solvent of kencur extract with a concentration of 10% has no significant difference on the growth components of rice plants. | |
| 40148 | 42487 | F1D019009 | STRATEGI PENATAAN DAERAH PEMILIHAN OLEH KOMISI PEMILIHAN UMUM KABUPATEN PURBALINGGA PADA PEMILU 2024 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi politik penataan daerah pemilihan (DAPIL). Secara khusus, mendeskripsikan strategi politik penataan DAPILyang dilakukan oleh KPU Kabupaten Purbalingga pada pemilu 2024. Dapil menjadi arena kontestasi politik yang sangat diperhitungkan bagi setiap peserta pemilu dan konstituen nya. Jumlah dapil dan alokasi kursi yang tersedia akan mempengaruhi pola dan dinamika politik peserta pemilu. Kabupaten Purbalingga mengalami peningkatan jumlah penduduk 74.217 jiwa atau 7,22%, dari 953.304 jiwa menjadi 1.027.521 jiwa. Kenaikan jumlah penduduk itu berdampak pada bertambahnya alokasi kursi di DPRD dari 45 kursi pada pemilu 2019 naik menjadi 50 kursi pada pemilu 2024. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Pertama, strategi penataan DAPIL mengacu pada PKPU Nomor 6 Tahun 2022, Keputusan KPU Nomor 457 dan Keputusan KPU Nomor 488 Tahun 2022. Kedua, strategi KPU Kabupaten Purbalingga dalam melakukan penataan dapil menekankan pada skema yang demokratis dan terdapat setting agar dapil existing dapat digunakan untuk pemilu 2024. Ketiga, dari jumlah dapil dan alokasi kursi yang ditetapkan partai politik melihat penambahan alokasi kursi menjadi peluang lebih terbuka bagi semua partai untuk mendapatkan kursi di DPRD Kabupaten Purbalingga. Ditetapkannya dapil existing mendorong partai besar lebih memiliki peluang untuk memenangkan kontestasi dibandingkan partai gurem. | The goal of this research is to analyze the politic strategy of electoral district (DAPIL) or in particular to describe the politics strategy which is done by the KPU Kabupaten Purbalingga for the 2024 election. Electoral district has become of one the most important metric for every electional members, numbers of electoral district and seat alocation will affect the patterns and politic dynamics of the electional members. Kabupaten Purbalingga had an affecting growth of its number of citizens by the 7,22% going from 953.304 lives to 1.027.521 lives. That growth is affecting the number of seats in the DPRD which is increasing from 45 seats in the 2019 Election to 50 Seats by the 2024 Election. This research is using the Qualitative Methods and case study approach. This research is showing that is First, the organizing strategy of electoral district is referring to PKPU Number 6 Year 2022, KPU’s Decision Number 457 and KPU’s Decision Number 488 Year 2022. Second, the KPU Kabupaten Purbalingga’s organizing strategy for the electoral district is emphasizing a democtratic scheme and there is a conflict of interest so that the existing electoral district can be used in the 2024 Election. Third, from the number of electoral distric and allocated seats, political parties see an increase in seat allocation as a more open opportunity for all parties to gain seats in the DPRD Kabupaten Purbalingga. The establishment of existing electoral district encourages larger parties to have a greater chance of winning the contest compared to smaller parties. | |
| 40149 | 42570 | F2C020015 | ¬¬PENGARUH TERPAAN TAYANGAN POLISINE INYONG DENGAN FREKUENSI MENONTON SEBAGAI VARIABEL MODERATOR TERHADAP KESADARAN KAMTIBMAS DI BANYUMAS | Penelitian ini berjudul ¬¬“Pengaruh Terpaan Tayangan Polisine Inyong Dengan Frekuensi Menonton Sebagai Variabel Moderator terhadap kesadaran Kamtibmas di Banyumas”. Tujuan penelitian ini adalah memberikan gambaran dan untuk menganalisis pengaruh komponen kognitif, afektif, konatif film pendek Polisine Inyong terhadap kesadaran kamtibmas, serta untuk mengetahui peran moderasi dari frekuensi menonton dalam meningkatkan kesadaran kamtibmas di banyumas. Berdasarkan tingkat eksplanasi jenis penelitian ini adalah asosiatif, metode penelitian yang digunakan dalam penelitian adalah metode survey. Dalam penelitian ini jumlah sampel yang diambil sebanyak 100 orang, sampel penelitian ditentukan dengan menggunakan metode porpusive sampling. Alat analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi bergada dan moderasi. Hasil penelitian menunjukan terdapat pengaruh positif komponen kognitif, komponen afektif dan komponen konatif baik secara bersama sama maupun secara parsial terhadap kesadaran Kamtibmas. Artinya jika komponen kognitif, komponen afektif dan komponen konatif ditingkatkan maka akan meningkatkan kesadaran Kamtibmas subscriber di Banyumas. Variabel komponen konatif merupakan variabel yang mempunyai koefisien beta tertinggi yaitu sebesar 0,664 dibandingkan dengan variabel komponen kognatif sebesar 0,444 dan komponen afektif sebesar 0,472. Frekuensi menonton dapat memoderasi pengaruh komponen kognitif film pendek Polisine Inyong terhadap kesadaran kamtibmas di Banyumas. Untuk frekuensi menonton tidak dapat memoderasi pengaruh komponen afektif dan komponen konatif film pendek Polisine Inyong terhadap kesadaran kamtibmas di Banyumas. | This research is entitled "The Influence of Polisine Inyong on Community Security and Order Awareness in Banyumas with Viewing Frequency as a Moderator Variable". The aim of this research is to provide an overview and to analyze the influence of the cognitive, affective and conative components of the short film Polisine Inyong on public security awareness, as well as to determine the moderating role of viewing frequency in increasing public security awareness in Banyumas. Based on the level of explanation, this type of research is associative, the research method used in the research is the survey method. In this research, the number of samples taken was 100 people, the research sample was determined using the proportional sampling method. The analytical tools used in this research are multiple regression and moderation analysis. The results of the research show that there is a positive influence of the cognitive component, affective component and conative component both jointly and partially on awareness of Community Security and Order. This means that if the cognitive component, affective component and conative component are improved, it will increase the awareness of security and social order among subscribers in Banyumas. The conative component variable is the variable that has the highest beta coefficient, namely 0.664 compared to the cognitive component variable of 0.444 and the affective component of 0.472. Watching frequency can moderate the influence of the cognitive component of the short film Polisine Inyong on awareness of social security and order in Banyumas. The frequency of viewing cannot moderate the influence of the affective component and conative component of the short film Polisine Inyong on awareness of social security and order in Banyumas. | |
| 40150 | 45253 | H1B020084 | KAJIAN PENGARUH VARIASI PANJANG DAN DIAMETER KAWAT SPRING TERHADAP KEKAKUAN SPRING – ROLLING BASE ISOLATION DEVICE MENGGUNAKAN ANALISIS METODE ELEMEN HINGGA | Perangkat spring - rolling base isolation (SRBI) sebagai inovasi base isolation untuk bangunan tingkat rendah memiliki risiko kegagalan apabila tidak dapat menahan simpangan bolak balik ketika terjadi gempa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kekakuan perangkat spring - rolling base isolation akibat perubahan variabel spring yang berupa variasi panjang dan diameter kawat spring. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang berfokus pada pengumpulan data numerik menggunakan analisis metode elemen hingga dengan bantuan software Simulia Abaqus. Penelitian ini dilakukan dengan membuat 6 model spring dan 2 model SRBI yang memiliki variasi dimensi panjang spring yaitu 200 mm dan 300 mm serta variasi diameter kawat spring yaitu 13 mm dan 19 mm. Material yang digunakan untuk bagian spring yaitu baja karbon mutu tinggi dan material yang digunakan untuk bagian SRBI selain bagian spring yaitu baja paduan rendah mutu tinggi. Analisis yang dilakukan pada penelitian ini analisis tekan dan tarik untuk model spring serta analisis monotonik dan siklik untuk model SRBI. Masing - masing analisis dilakukan dengan mendefinisikan perpindahan maksimum dari masing – masing model spring. Hasil dari penelitian yang dilakukan yaitu grafik hubungan gaya dan perpindahan serta grafik kekakuan dari masing – masing model spring dan SRBI. Perbandingan kekakuan antar model menunjukkan bahwa spring dengan dimensi yang lebih pendek dan diameter kawat yang lebih besar akan menghasilkan kekakuan yang lebih besar terhadap perangkat SRBI. | The spring - rolling base isolation (SRBI) device as an innovative base isolation for low-level buildings has a risk of failure if it cannot withstand alternating deviation during an earthquake. This study aims to identify the stiffness of spring - rolling base isolation devices due to changes in spring variables in the form of variations in spring wire length and diameter. This research is a quantitative study that focuses on collecting numerical data using finite element method analysis with the help of Simulia Abaqus software. This research was conducted by making 6 spring models and 2 SRBI models that have variations in spring length dimensions of 200 mm and 300 mm and variations in spring wire diameters of 13 mm and 19 mm. The material used for the spring part is high quality carbon steel and the material used for the SRBI part other than the spring part is high quality low alloy steel. The analysis conducted in this research is compressive and tensile analysis for the spring model and monotonic and cyclic analysis for the SRBI model. Each analysis was carried out by defining the maximum displacement of each spring model. The results of the research conducted are force and displacement relationship graphs and stiffness graphs of each spring and SRBI model. The comparison of stiffness between models shows that the spring with shorter dimension and larger wire diameter will produce a higher stiffness. | |
| 40151 | 42473 | J1B019054 | Kesantunan Tuturan Bahasa Jawa oleh Masyarakat Desa Cikawung, Kecamatan Pekuncen, Kabupaten Banyumas | Masyarakat Desa Cikawung merupakan masyarakat tutur yang menggunakan Bahasa Jawa Banyumasan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga mereka mengenal tingkat tutur yang berbentuk ngoko dan krama yang masingmasing memiliki perbedaan tingkat kesantunan. Kesantunan tertinggi diwujudkan dalam penggunaan tingkat krama, sementara kesantunan rendah diwujudkan dalam penggunaan tingkat ngoko. Penelitian ini berfokus pada analisis kesantunan tuturan berdasarkan tingkat tutur Bahasa Jawa yang dituturkan masyarakat Desa Cikawung, serta mendeskripsikan faktor sosial yang melatarbelakanginya. Dengan demikian, peneliti merumuskan masalah bagaimana wujud kesantunan yang dituturkan oleh masyarakat dan faktor apa saja yang melatarbelakangi penggunaan tingkat tutur tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan kajian sosiolinguistik dalam menganalisis data penelitian yang berupa tuturan Bahasa Jawa pada masyarakat Desa Cikawung. Data tersebut diperoleh secara acak melalui metode simak, rekam dan catat. Selanjutnya, dilakukan analisis data menggunakan metode padan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa masyarakat Desa Cikawung lebih dominan menggunakan Bahasa Jawa tingkat tutur ngoko di dalam ranah keluarga dan tingkat tutur krama lebih banyak digunakan dalam ranah ketetanggaan. Artinya, masyarakat Desa Cikawung lebih banyak bertuturan santun saat berada di luar rumah yang ditandai dengan penggunaan tingkat tutur krama yang sekaligus menunjukkan kesantunan negatif karena bertujuan untuk menghormati lawan tutur. Sebaliknya, masyarakat Desa Cikawung kurang mementingkan penggunaan tuturan santun dalam ranah keluarga dan memilih menggunakan tingkat tutur ngoko yang menunjukkan kesantunan positif karena bertujuan untuk membuat suasana tuturan lebih santai. Selain itu, peneliti menyimpulkan bahwa terdapat beberapa faktor sosial yang melatarbelakangi pemilihan tingkat tutur oleh masyarakat Desa Cikawung yaitu faktor partisipan, pekerjaan, pendidikan, lingkungan, dan fungsi tuturan. Faktor partisipan dan lingkungan menjadi faktor yang paling mendominasi pemilihan tingkat tutur Bahasa Jawa oleh masyarakat Desa Cikawung. Kata kunci: bahasa Jawa; kesanunan; faktor sosial; sosiolinguisik; tingkat tutur | The Cikawung villagers are the speech community that use ‘Banyumasan’ Javanese language in their daily life. That’s why, almost all the Cikawung’s people knew the speech level in form of ‘ngoko’ and ‘krama’ which each of them had the different level of politeness. The highest politeness was manifested in the use of speech level ‘krama’. While the lowest politeness was in the used of speech level ‘ngoko’. The research focused at the analysis of the politeness speechs according to the Javanese’s language’s speech level which were spoken by Cikawung villagers and also described the social factors that caused those speechs. That’s way the researcher formulated the problem about how were the form of politeness which spoken of the Cikawung villagers and what are the social factors that caused them all. This research was a qualiaive descriptive research which used sociolinguistic theory to analyze the research’s datas in the of Javanese language’s speechs in Cikawung villagers. The datas were obtained randomly used the look method, recorded and wrote method. Then the dates were analyzed using the matching method. The result of the research showed that Cikawung villagers mostly used Javanese language in ‘ngoko’ speechs level while were in family realm and the ‘krama’ speechs level mostly used in neighborhood’s realm. It means most of Cikawung villagers spoke more polite in the oufside of their house that signed by the using of ‘krama’ speech level that also showed a negative politeness because it was to respect the opponent speaker. Meanwhile, the Cikawung villagers less prioritizing the use of polite speech in the family realm and used the ‘ngoko’ speech level that showed a positive politeness because it was to create a relaxed conversation’s atmosphere. Beside that, the researcher conclude that there were some social factors that caused the choosing of speechs level, they were particpants factor, jobs, educations, environments were the most factors which dominate the choosing of Javanese language speechs level. Keywords: Javanese language; politeness; social factor; sociolinguistic; speech level | |
| 40152 | 44563 | G1B020003 | Aktivitas Ekstrak Etanol Daun Katuk (Sauropus androgynus) terhadap Degradasi Biofilm Porphyromonas gingivalis Penyebab Periodontitis Kronis | Bakteri Porphyromonas gingivalis merupakan salah satu mikroorganisme yang banyak ditemukan pada kasus periodontitis kronis. Ekstrak etanol daun katuk (Sauropus androgynus) diketahui memiliki aktivitas antibakteri dan dapat berpotensi sebagai antibiofilm. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas ekstrak etanol daun katuk terhadap degradasi biofilm P. gingivalis. Sampel dibagi menjadi 8 kelompok perlakuan ekstrak etanol daun katuk (konsentrasi 0,39 mg/mL hingga 50 mg/mL), kelompok kontrol positif berupa chlorhexidine gluconate 0,2%, dan kelompok kontrol negatif berupa DMSO 1% dengan pengulangan sebanyak 5 kali. Penelitian ini dilakukan melalui 2 tahap pengujian yaitu uji degradasi dan uji penghambatan pembentukan biofilm lanjutan menggunakan metode microtiter plate assay dengan pewarnaan kristal violet 1% yang dibaca pada panjang gelombang 620 nm. Data dianalisis menggunakan uji One-Way ANOVA dengan Post-Hoc LSD dan regresi linear. Hasil analisis statistik uji degradasi biofilm menunjukkan perbedaan bermakna (p≤0,05) antara seluruh kelompok perlakuan dengan kontrol negatif DMSO 1%. Konsentrasi terkecil yang efektif dalam mendegradasi biofilm P. gingivalis adalah konsentrasi 3,125 mg/mL (telah menyamai aktivitas CHX 0,2%). Nilai MBEC50 berada pada konsentrasi 3,25 mg/mL. Pada pengujian penghambatan pembentukan biofilm lanjutan diketahui bahwa seluruh konsentrasi ekstrak etanol daun katuk memiliki aktivitas penghambatan pembentukan biofilm P. gingivalis. Simpulan penelitian ini adalah terdapat aktivitas antibiofilm ekstrak etanol daun katuk terhadap degradasi biofilm P. gingivalis. | Porphyromonas gingivalis is a common microorganism in chronic periodontitis. Ethanol extract of katuk leaves (Sauropus androgynus) has antibacterial and potential antibiofilm activities. This study aimed to assess the ethanol extract of katuk leaves effect on degrading P. gingivalis biofilm. Samples were divided into 8 groups (0,39 mg/mL to 50 mg/mL concentrations), a positive control ( chlorhexidine gluconate 0,2%), and a negative control (DMSO 1%), with 5 repetitions. This study was conducted through 2 stages of testing, namely the degradation test and the advanced biofilm formation inhibition test using the microtiter plate assay method with crystal violet 1% staining read at a wavelength of 620 nm. Data were analyzed using One-Way ANOVA test with Post-Hoc LSD and linear regression. The results of statistical analysis of biofilm degradation test showed significant differences (p≤0.05) between all treatment groups with negative control DMSO 1%. The smallest concentration that was effective in degrading P. gingivalis biofilm was 3,125 mg/mL concentration (equaled to the activity of CHX 0.2%). The MBEC50 value was at 3,25 mg/mL concentration. In further biofilm formation inhibition testing, it was found that all concentrations of ethanol extract of katuk leaves had inhibitory activity on P. gingivalis biofilm formation. In conclusion, ethanol extract of katuk leaves exhibits antibiofilm activity against P. gingivalis biofilm degradation. | |
| 40153 | 44817 | I1C020077 | FORMULASI PROBIOTIK KOMBUCHA DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) DAN POTENSINYA SEBAGAI ANTIBAKTERI Shigella dysenteriae | Kombucha daun jambu biji merupakan minuman fungsional probiotik yang dapat digunakan sebagai antibakteri. Jambu biji memiliki kandungan senyawa tanin, flavonoid, dan alkaloid yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk menguji karakteristik dan aktivitas antibakteri terhadap Shigella dysenteriae. Penelitian eksperimental ini meliputi pembuatan kombucha daun jambu biji dengan fermentasi 14 hari, evaluasi karakteristik kombucha dan uji aktivitas antibakteri. Kombucha daun jambu biji diformulasikan dengan variasi daun jambu biji pada konsentrasi F1 (25%), F2(50%), F3(75%), dan F4(100%). Pengamatan organoleptik, pH, dan total asam dianalisis secara deskriptif sedangkan uji aktivitas antibakteri secara kuantitatif. Kombucha daun jambu biji setelah difermentasi 14 hari memiliki karakteristik organoleptik warna semakin bening, bau semakin asam, dan rasa menjadi asam. Asam asetat dan pH sudah sesuai dengan persyaratan kualitas minuman kombucha serta daya hambat yang diperoleh pada F1, F2, F3, dan F4 yaitu sebesar 6,2 mm, 6,9 mm, 7,4 mm, dan 7,5 mm. Kombucha daun jambu biji secara pengamatan organoleptik, pH, dan total asam sudah sesuai dengan persyaratan kualitas minuman kombucha serta semua formula kombucha daun jambu biji memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. dysenteriae dengan kategori sedang. | Guava leaf kombucha is a functional probiotic drink that can be used as an antibacterial. Guava contains tannin, flavonoid and alkaloid compounds which have antibacterial activity. This study aims to test the characteristics and antibacterial activity against Shigella dysenteriae. This experimental research includes making guava leaf kombucha with 14 days of fermentation, evaluating the characteristics of the kombucha and testing antibacterial activity. Guava leaf kombucha is formulated with variations of guava leaves at concentrations of F1 (25%), F2 (50%), F3 (75%), and F4 (100%). Organoleptic, pH and total acid observations are explained descriptively while antibacterial activity tests are quantitative. Guava leaf kombucha after being fermented for 14 days has organoleptic characteristics, the color becomes clearer, the smell becomes more sour, and the taste becomes sour. The acetic acid and pH are in accordance with the quality requirements for kombucha drinks and the resistance obtained at F1, F2, F3, and F4 is 6.2 mm, 6.9 mm, 7.4 mm, and 7.5 mm. According to organoleptic, pH and total acid observations, guava leaf kombucha meets the quality requirements for kombucha drinks and all guava leaf kombucha formulas have moderate antibacterial activity against S. dysenteriae. | |
| 40154 | 42474 | E1A019041 | TINJAUAN YURIDIS TERHADAP PERBUATAN MELAWAN HUKUM ATAS PELAKSANAAN LELANG EKSEKUSI HAK TANGGUNGAN (STUDI PUTUSAN NOMOR 76/Pdt.G/2021/PN.Bpp | Bank bertugas menampung dana dari masyarakat dan menyalurkan kembali kepada masyarakat dan salah satu fungsi bank adalah sebagai mediator yang menghubungkan pihak yang kelebihan uang dengan pihak yang membutuhkan uang. Bank menyalurkan dana ke masyarakat dalam bentuk kredit, untuk mengantisipasi terjadinya kredit macet bank selalu memperjanjikan jaminan, salah satunya adalah jaminan hak tanggungan. Penelitian ini pertujuan menganalisis pertimbangan hukum majelis hakim dalam menentukan kriteria Perbuatan Melawan Hukum dan pertimbangan hukum majelis hakim dalam mengabulkan tuntuan ganti rugi berdasarkan Perbuatan Melawan Hukum pada Putusan Pengadilan Negeri Balikpapan Nomor 76/Pdt.G/2021/PN.BPP. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian preskriptif analitis. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dilakukan dengan studi kepustakaan. Data disajikan dalam bentuk uraian logis, sistematis, dan rasional kemudian dianalisis secara normatif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, majelis hakim secara tegas menentukan Perbuatan Melawan Hukum yang dilakukan para Tergugat yaitu melanggar kepatutan. Menurut penulis dalam melakukan jual beli melalui pelelangan Tergugat I melanggar Pasal 6 jo Pasal 20 ayat 1 UUHT sebagai penjual telah memenuhi kriteria Perbuatan Melawan Hukum yaitu bertentangan dengan kewajiban hukum si pembuat/pelaku, Tergugat II dalam melakukan proses lelang tidak melaksanakan prosedur lelang dengan baik, dan Tergugat III bertentangan dengan Pasal 30 Ayat 1 huruf c PP No 24 tahun 1997 Tentang Pendafatran Tanah, dan Tergugat IV selaku pembeli telah beritikad baik sesuai dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung R.I Nomor 821K/SIP.1974. Majelis hakim mengabulkan tuntutan ganti kerugian imateriil penggugat atas beralihnya kepemilikikan atas sebidang tanah dan bangunan telah bersertifikat Hak Guna Bangunan Nomor 578 kelurahan Klandasan Ulu dengan luas 1000m2 karena memenuhi syarat dalam Pasal 1365 KUH Perdata bersifat melawan hukum karena melanggar kepatutan dan meminta para Tergugat untuk mengembalikan objek sengketa tersebut balik dalam keadaan semula. | The bank is tasked with accommodating funds from the public and channeling them back to the community and one of the functions of the bank is as a mediator that connects parties who have excess money with parties who need money. Banks channel funds to the public in the form of credit, to anticipate bad credit banks always promise collateral, one of which is a mortgage. This study aims to analyze the legal considerations of the panel of judges in determining the elements of tort and the legal considerations of the panel of judges in granting the claim for compensation based on tort in Balikpapan District Court Decision Number 76/Pdt.G/2021/PN.BPP. This study uses a normative juridical approach method with analytical prescriptive research specifications. The type of data used in this research is secondary data consisting of primary, secondary, and tertiary legal materials conducted by literature study. The data is presented in the form of logical, systematic, and rational descriptions and then analyzed normatively qualitatively. Based on the results of research and discussion, the panel of judges expressly determined that the unlawful act committed by the Defendants was a violation of propriety. According to the author, in conducting the sale and purchase through auction, Defendant I violated Article 6 jo Article 20 paragraph 1 of the UUHT as the seller has fulfilled the criteria of Unlawful Acts, namely contrary to the legal obligations of the maker/performer, Defendant II in conducting the auction process did not carry out the auction procedure properly, and Defendant III was contrary to Article 30 Paragraph 1 letter c of Government Regulation No. 24 of 1997 concerning Land Registration, and Defendant IV as the buyer had good faith in accordance with the Jurisprudence of the Supreme Court of the Republic of Indonesia Number 821K/SIP.1974. The panel of judges granted the plaintiff's claim for immaterial damages for the transfer of ownership of a plot of land and building certified as Building Rights Title No. 578 of Klandasan Ulu village with an area of 1000m2 because it met the requirements in Article 1365 of the Civil Code as it was against the law because it violated propriety and requested the Defendants to return the disputed object to its original state. | |
| 40155 | 42475 | F1D020052 | Analisis Wacana terhadap Personal Branding Bakal Calon Presiden Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto dalam Official Instagram | Analisis wacana merupakan kajian yang menganalisis bahasa dalam bentuk tulis maupun lisan yang digunakan secara alamiah. Tanda dalam analisis wacana dapat hadir dari berbagai ragam media, antara lain dari media sosial salah satunya Instagram yang digunakan oleh para bakal calon presiden (bacapres) dalam Pemilu 2024 Anies Baswedan, Ganjar Pranowo dan Prabowo Subianto. Dalam konteks analisis wacana dari postingan ketiga bacapres, terdapat tanda dan makna yang beragam sesuai dengan bagaimana para bacapres ingin ditampilkan. Jika dilihat secara teori, hal itu disebut dengan personal branding. Dalam penelitian ini, saya menggunakan metode kualitatif dengan teknik analisis wacana dalam menganalisis Instagram dari ketiga bacapres melalui strategi pembentukan dan pengembangan personal branding. Hasil dari penelitian ini, yaitu baik Anies, Ganjar, maupun Prabowo terlihat menghadirkan personal branding yang berbeda satu sama lain. Anies dengan sosok pemimpin yang akademis dan intelektual, Ganjar dengan sosok pemimpin yang mengayomi, serta Prabowo dengan sosok pemimpin yang tegas. | Discourse analysis is a study that analyzes language in written and spoken form that is used naturally. Signs in discourse analysis can come from different media, including social media, one of which is Instagram from 2024 presidential candidates Anies Baswedan, Ganjar Pranowo, and Prabowo Subianto. In the context of discourse analysis from the posts of the three presidential candidates, there are various signs and meanings depending on how the presidential candidates want to be represented. Theoretically, this is called personal branding. In this research, I used qualitative methods with discourse analysis techniques to analyze the Instagram of the three presidential candidates through strategies for the formation and development of personal branding. The results of this research are that Anies, Ganjar, and Prabowo seem to present personal branding that is different from each other. Anies is an academic and intellectual leader, Ganjar is a nurturing leader, and Prabowo is a decisive leader. | |
| 40156 | 42476 | F1C019043 | Studi Komunikasi Artifaktual sebagai Strategi Komunikasi Pemasaran pada Coffee Shop Sans Kafe Islamic Village Tangerang | Di era modern ini, bisnis kafe tidak hanya tentang penyajian makanan dan minuman berkualitas tinggi, tetapi juga tentang menciptakan pengalaman yang unik dan menarik bagi pelanggan. Salah satu cara untuk mencapai hal ini adalah melalui penerapan komunikasi artifaktual dalam bisnis kafe. Komunikasi Artifaktual merupakan salah satu bentuk Komunikasi Nonverbal yang menyampaikan makna suatu komunikasi melalui artefak-artefak yang ada dalam suatu ruangan. Artefak yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Dekorasi Ruang, Warna, Pakaian & Aksesoris, Audio & Aroma serta Pencahayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana artefak-artefak di dalam coffee shop berkontribusi sebagai strategi komunikasi pemasaran Sans Kafe menggunakan komunikasi artifaktual dalam bisnis Coffee Shop yang nantinya dapat meningkatkan daya beli serta citra merek/brand dari Sans Kafe melalui komunikasi artifaktual. Penelitian ini dilakukan di Sans Kafe. Adapun subjek penelitian terdiri dari Owner dan Manajer Sans Kafe serta untuk memberikan penjelasan lebih dalam terkait artefak-artefak yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan dua orang Ahli Komunikasi Visual. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi dan wawancara mendalam dengan metode deskriptif. Hasil dari penellitian ini menunjukkan bahwa dari lima artefak tersebut hanya empat aspek artefak saja yang diyakini bisa mendatangkan pelanggan atau sebagai strategi komunikasi pemasaran dalam bisnis coffee shop. Pakaian & Aksesoris barista Sans Kafe diyakini tidak menjadi hal yang digunakan sebagai strategi komunikasi pemasaran Sans Kafe. | In this modern era, the cafe business is not only about serving high-quality food and drinks, but also about creating a unique and exciting experience for customers. One way to achieve this is through the application of artifactual communication in the cafe business. Artifactual communication is a communication approach that uses objects or artifacts to convey certain messages, stories, and values to customers. Artifactual communication is a form of Nonverbal communication that conveys the meaning of a communication through the artifacts in a room. Artifacts used in this study include space decoration, color, Clothing & Accessories, Audio & Aroma and lighting. The purpose of this study was to determine how the artifacts in the coffee shop contribute as a marketing communication strategy Sans Cafe using artifaktual communication in the Coffee Shop business that will increase purchasing power and brand image/brand of Sans Cafe through communication artifaktual. The study was conducted in the cafe Sans. The subjects of the study consisted of the Owner and manager Sans Cafe and to provide a deeper explanation related artifacts used in this study using two Visual communication experts. Data collection was done by observation and in-depth interviews with descriptive methods. The results of this research show that of the five artifacts are only four aspects of the artifact alone is believed to be able to bring customers or as a marketing communication strategy in the coffee shop business. Clothing & accessories barista Sans Cafe is not believed to be the thing that is used as a marketing communication strategy Sans Cafe. | |
| 40157 | 44564 | G1A020116 | KORELASI ANTARA POLA KONSUMSI ZAT BESI DENGAN KADAR HEMOGLOBIN PADA SISWI SMAN 1 RAWALO | Latar Belakang: Anemia merupakan suatu kondisi dimana kadar hemoglobin (Hb) atau sel darah merah yang menurun dan salah satu kelainan paling umum di seluruh dunia. Remaja merupakan salah satu kelompok rentan terkena anemia karena sedang mengalami fase pertumbuhan. Pola konsumsi zat besi merupakan suatu frekuensi dimana seberapa sering seseorang mengonsumsi sumber zat besi dalam kehidupan sehari-hari. Kekurangan zat besi merupakan faktor yang paling umum anemia pada remaja. Tujuan : Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi korelasi pola konsumsi zat besi dengan kadar hemoglobin pada siswi SMAN 1 Rawalo. Metode: Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan pedekatan rancangan cross-sectional pada 42 siswi SMAN 1 Rawalo. Sampel ditetapkan dengan rumus penelitian korelatif dengan nilai minimal 26 subjek. Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah siswi yang terdaftar pada tahun ajaran 2023/2024, siswi yang bersedia menjadi responden, dan siswi dengan minimal usia 17 tahun. Kriteria ekslusi pada penelitian ini adalah siswi dengan penyakit kronis yang dapat mempengaruhi hemoglobin, siswi yang mengonsumsi obat yang dapat mempengaruhi hemoglobin, siswi yang tidak bersedia, dan siswi yang sedang menstruasi. Metode pengambilan data, subjek diminta untuk mengisi kuesioner pola asupan zat besi dengan food frequency questionnaire (FFQ) dan tes hemoglobin dengan metode point of care test (POCT). Analisis data hasil penelitian dilakukan dengan menggunakan uji saphiro wilk untuk analisis univariatnya dan uji korelasi pearson untuk uji analisis bivariatnya. Hasil: Tidak terdapat korelasi antara pola konsumsi zat besi dengan kadar hemoglobin pada siswi SMAN 1 Rawalo dilihat dari nilai signifikansi p=0.170 (p<0.05). Penelitian ini juga menunjukan bahwa didapatkan korelasi pearson -0.216 dengan kekuatan lemah dan tidak searah, jika pola konsumsi zat besi rendah maka kadar hemoglobin pada siswi SMAN 1 Rawalo meningkat. Kesimpulan: Pola konsumsi zat besi tidak berkorelasi dengan kadar hemoglobin pada siswi SMAN 1 Rawalo. | Background: Anemia is a condition characterized by decreased hemoglobin (Hb) levels or red blood cells and is one of the most common disorders worldwide. Adolescents are one of the vulnerable groups susceptible to anemia because they are in a growth phase. Iron consumption patterns refer to the frequency of iron intake from dietary sources in daily life. Iron deficiency is the most common factor causing anemia in adolescents. Objective: This research aimed to identify the correlation between iron consumption patterns and hemoglobin levels in female students at SMAN 1 Rawalo. Method: The study used an observational analytic method with a cross-sectional design approach on 42 female students at SMAN 1 Rawalo. The sample size was determined using a correlational research formula with a minimum of 26 subjects. The inclusion criteria for this study were students enrolled in the 2023/2024 academic year, students willing to participate as respondents, and students aged at least 17 years. The exclusion criteria were students with chronic diseases that could affect hemoglobin levels, students taking medications that could affect hemoglobin levels, students unwilling to participate, and students currently menstruating. The data collection method involved asking subjects to complete an iron intake pattern questionnaire using a Food Frequency Questionnaire (FFQ) and a hemoglobin test using the Point of Care Test (POCT) method. Data analysis was performed using the Shapiro-Wilk test for univariate analysis and the Pearson correlation test for bivariate analysis. Results: There is no correlation between iron consumption patterns and hemoglobin levels among female students at SMAN 1 Rawalo, as indicated by a significance value of p=0.170 (p<0.05). This study also shows that the Pearson correlation is -0.216, which is weak and inverse, meaning that if iron consumption patterns are low, hemoglobin levels among female students at SMAN 1 Rawalo increase. Conclusion: Iron consumption patterns do not correlate with hemoglobin levels among female students at SMAN 1 Rawalo. | |
| 40158 | 42478 | A1C019062 | Karakteristik Biopelet Karbonisasi Tongkol Jagung dan Sekam Padi Dengan Perekat Tepung Tapioka dan Tanah Liat | Energi merupakan kebutuhan penting bagi masyarakat yang digunakan untuk keperluan sehari-hari. Kebutuhan energi saat ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya populasi manusia. Akan tetapi, tidak dibarengi dengan cadangan energi yang mencukupi. Biopelet menjadi salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan energi. Biopelet dapat dibuat dari limbah seperti limbah tongkol jagung dan sekam padi yang pemanfaatanya belum optimal. Dalam pembuatan biopelet, perekat memiliki pengaruh penting dalam menentukan karakteristik.Tanah liat merupakan salah satu perekat anorganik yang memiliki daya rekat kuat. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh komposisi bahan baku dan perekat terhadap karakteristik biopelet meliputi densitas, kadar abu, kadar air, volatil matter, laju massa pembakaran, dan shatter index. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah tongkol jagung dan sekam padi. Perekat yang digunakan merupakan kombinasi tapioka dan tanah liat. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor komposisi bahan baku terdiri atas 60% tongkol jagung : 40% sekam padi, 75% tongkol jagung : 25% sekam padi, 90% tongkol jagung :10% sekam padi dan faktor komposisi perekat terdiri atas 25% tanah liat : 75% tapioka, 50% tanah lait : 50% tapioka, 75% tanah liat : 25 % tapioka. Perbandingan antara adonan bahan baku dan perekat adalah 85:15. Variabel yang diuji dalam penelitian ini adalah densitas, kadar abu, kadar air, volatil matter, laju massa pembakaran, dan shatter index. Data variabel dianalisis menggunakan analisis ragam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi bahan baku dan perekat berpengaruh nyata terhadap terhadap densitas, laju pembakaran, kadar air, kadar abu, dan volatil matter. Sedangkan pada shatter index tidak berpengaruh nyata. Perlakuan komposisi bahan baku dan perekat yang paling optimal untuk kadar air dan kadar abu adalah pada komposisi bahan baku 90% tongkol jagung : 10% sekam padi dan komposisi perekat 25% tanah liat : 75% tapioka. Karakteristik densitas, volatil matter, laju pembakaran, dan shatter index paling optimal pada komposisi bahan baku 60% tongkol jagung : 40% sekam padi dan komposisi perekat 75% tanah liat : 25% tapioka. | Energy is an important need for society which is used for daily needs. Current energy needs continue to increase along with the increase in human population. However, this is not accompanied by sufficient energy reserves. Biopellets are one solution to meet energy needs. Biopellets can be made from waste such as corn cobs and rice husks whose utilization is not yet optimal. In making biopellets, adhesive has an important influence in determining characteristics. Clay is an inorganic adhesive that has strong adhesion. This research aims to determine the effect of raw material and adhesive composition on biopellet characteristics including density, ash content, water content, volatile matter, combustion mass rate, and shatter index. The raw materials used in this research were corn cobs and rice husks. The adhesive used is a combination of tapioca and clay. This research used a factorial completely randomized design (CRD) method. The raw material composition factor consists of 60% corn cobs: 40% rice husks, 75% corn cobs: 25% rice husks, 90% corn cobs: 10% rice husks and the adhesive composition factor consists of 25% clay: 75% tapioca, 50% clay: 50% tapioca, 75% clay: 25% tapioca. The ratio between raw material mixture and adhesive is 85:15. The variables tested in this research were density, ash content, water content, volatile matter, combustion mass rate, and shatter index. Variable data was analyzed using analysis of variance. The research results show that the composition of raw materials and adhesives has a significant effect on density, burning rate, water content, ash content and volatile matter. Meanwhile, the shatter index has no real effect. The most optimal treatment of raw material and adhesive composition for water content and ash content is a raw material composition of 90% corn cobs: 10% rice husks and an adhesive composition of 25% clay: 75% tapioca. The characteristics of density, volatile matter, burning rate and shatter index are most optimal in the raw material composition of 60% corn cob: 40% rice husk and adhesive composition of 75% clay: 25% tapioca. | |
| 40159 | 42479 | J1B017006 | Representasi Anti Kolonialisme Dalam Kumpulan Cerpen Teh dan Pengkhianat Karya Iksaka Banu | Penelitian ini membahas masalah representasi anti kolonialisme dalam kumpulan cerpen Teh dan Pengkhianat karya Iksaka Banu. Penelitian ini menggunakan metodologi deskriptif analisis bertujuan untuk menguraikan dengan memberikan pemahaman mengenai representasi anti kolonialisme. Teori reperesentasi Stuart Hall yang dibantu dengan pendekatan sosiologi sastra digunakan untuk melihat permasalahan dalam kumpulan cerpen Teh dan Pengkhianat. Hasil analisis menunjukkan (1) Iksaka Banu menggunakan teks-teks sejarah untuk membangun peristiwa-peristiwa dalam kumpulan cerpen Teh dan Pengkhianat (2) Iksaka Banu merepresentasikan tokoh Belanda dengan menjadikannya tokoh utama dalam setiap cerpennya (3) Iksaka Banu menggambarkan tokoh Belanda dalam cerpennya sebagai Belanda anti kolonial. | This study discusses about the problem of anti-colonialism representation in a collection of short stories Teh Dan Pengkhianat by Iksaka Banu. This study uses a descriptive analysis methodology that aims to describe by providing an understanding of the representation of anti-colonialism. Stuart Hall's representational theory assisted by the sociology of literature approach is used to look at the problems in a collection of short stories Teh Dan Pengkhianat. The results of the analysis shows (1) Iksaka Banu uses historical texts to construct events in a collection of short stories Teh Dan Pengkhianat (2) Iksaka Banu represents Dutch figures by making them the main characters in each of his short stories (3) Iksaka Banu describes Dutch figures in his short stories as anti-colonial Dutch. | |
| 40160 | 42480 | H1E019010 | PERANCANGAN ULANG SET MEJA KERJA DENGAN METODE KANSEI ENGINEERING DAN EVALUASI POSTUR KERJA DENGAN PENDEKATAN NBM-REBA-ANTROPOMETRI PADA TEKNIK BATIK CAP (Studi Kasus: UKM Batik Arum Cempaka, Cibelok, Pemalang) | UKM Batik Arum Cempaka merupakan salah satu produsen batik cap dan tulis yang terletak di Kabupaten Pemalang. Pada proses produksi batik khususnya batik cap, terdapat peralatan yang digunakan dalam membatik yaitu set meja kerja yang terdiri dari meja batik cap dan meja kompor. Kondisi pada meja batik cap dibagian bantalan yang berguna untuk mengecap tidak rata dan ukuran meja kompor yang tidak sesuai dengan ukuran kompor sehingga pembatik mengeluhkan ketidaknyamanan ketika membatik. Oleh karena itu dilakukan evaluasi postur kerja dengan metode NBM dan REBA, lalu pengukuran antropometri pembatik, dan merancang ulang set meja kerja dengan Kansei Engineering. Responden pada penelitian ini adalah pembatik yang ahli dalam membatik dengan menggunakan teknik cap di UKM Batik Arum Cempaka yang berjumlah 3 responden dan responden praktisi berjumlah 3 responden. Proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi posisi kerja. Hasil skor evaluasi dengan NBM adalah 79 dan REBA adalah 9, kedua skor termasuk kategori risiko tinggi sehingga perlu dilakukan tindakan perbaikan segera pada fasilitas kerja. Dimensi antropometri yang digunakan adalah tinggi pinggul, tinggi tulang ruas, lebar bahu, panjang rentang tangan ke depan, panjang bahu genggaman tangan ke depan, dan panjang rentangan ke samping. Hasil Kansei Engineering pada penelitian ini adalah nyaman, rapi, aman, tahan lama, dan menarik. Berdasarkan hasil NBM, REBA, dan Pendekatan Antropometri, kemudian dilakukan merancang set meja kerja yang baru dengan menggunakan metode Kansei Engineering. Ukuran desain meja batik cap adalah 121cm x 85cm x 90cm dan meja kompor adalah 43cm x 45cm x 66cm. | UKM Batik Arum Cempaka is a stamped and hand-drawn batik production in Pemalang. In the batik production process, especially stamped batik, there is equipment used in making batik, namely a work table set consisting of a stamped batik table and a stove table. The condition of the stamped batik table in the bearing section as stamping is uneven, and the size of the stove table does not match the size of the stove, so batik makers complain of discomfort when making batik. Therefore, an evaluation and design were carried out using the NBM and REBA methods, then anthropometric measurements of batik makers, and a redesign of the workbench set with Kansei Engineering. The respondents in this study were batik makers who were experts in making batik using stamping techniques at UKM Batik Arum Cempaka, totaling 3 respondents, and 3 practitioner respondents. The data collection process was carried out through interviews, observation, and documentation of work positions. The evaluation score with NBM is 79 and REBA is 9, both scores are in the high-risk category, so immediate corrective action needs to take on work facilities. The anthropometric dimensions used are hip height, vertebral height, shoulder width, forward hand span length, forward hand grip shoulder length, and lateral span length. Kansei Engineering's results in this research were comfortable, neat, safe, durable, and attractive. Based on the results of NBM, REBA, and the Anthropometric Approach, a new workbench set was then designed using the Kansei Engineering method. The size of the stamped batik table design is 121cm x 85cm x 90cm and the stove table is 43cm x 45cm x 66cm. |