Artikelilmiahs
Menampilkan 40.161-40.180 dari 48.905 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 40161 | 42481 | F1B019095 | Implementasi Program Pengembangan Desa Wisata Di Desa Kesugihan Kidul Kecamatan Kesugihan Kabupaten Cilacap | Pemerintah Kabupaten Cilacap terus berupaya meningkatkan perkembangan sektor pariwisata terutama pada bagian pengembangan Desa Wisata karena masih rendahnya pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Cilacap. Desa Kesugihan Kidul merupakan salah satu Desa di Kabupaten Cilacap yang berhasil dalam merancang dan mengimplementasikan program pengembangan Desa Wisata. Dari Keberhasilan Desa Kesugihan Kidul tersebut dalam merancang dan mengimplementasikan program pengembangan Desa Wisata, diharapkan dapat menjadi contoh serta pemacu desa lainnya untuk menerapkan program pengembangan Desa Wisata. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan mengenai implementasi program pengembangan Desa Wisata di Desa Kesugihan Kidul. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Penentuan informan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian dari Implementasi Program Pengembangan Desa Wisata di Desa Kesugihan Kidul tersebut yakni adanya pola komunikasi yang efektif yang di lakukan oleh Aparatur Pemerintah Desa Kesugihan Kidul. Ketersediaan Sumber Daya Manusia, Anggaran, Sarana dan Prasarana yang mencukupi dan tersusun secara sistematis. Sikap Komitmen pelaksana program sesuai dengan tugas yang di berikan Kepala Desa. Adanya Badan lain yang terlibat dalam implementasi program tersebut yakni Bumdes dan Pokdarwis. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat di simpulkan bahwa Implementasi Program Pengembangan Desa Wisata yang dilakukan oleh Desa Kesugihan Kidul bisa di katakan berhasil, walaupun masih diperlukannya peningkatan Komunikasi antara Aparatur Pemerintahan Desa Kesugihan Kidul dengan Bumdes dan Pokdarwis untuk memajukan wisata ke arah yang lebih maju dan diperlukan perencanaan anggaran yang berkelanjutan. | The Cilacap Regency Government continues to strive to increase the development of the tourism sector, especially in the development of Tourism Villages because the development of Tourism Villages in Cilacap Regency is still low. Kesugihan Kidul Village is one of the villages in Cilacap Regency that has succeeded in designing and implementing a Tourism Village development program. From the success of Kesugihan Kidul Village in designing and implementing the Tourism Village development program, it is hoped that it can become an example and encourage other villages to implement the Tourism Village development program. This research aims to describe the implementation of the Tourism Village development program in Kesugihan Kidul Village. This research uses descriptive qualitative research methods. Determining informants used purposive sampling technique. The data collection techniques used were interviews, documentation and observation by testing the validity of the data using source triangulation. The results of the research from the implementation of the Tourism Village Development Program in Kesugihan Kidul Village are that there is an effective communication pattern carried out by the Kesugihan Kidul Village Government Apparatus. Availability of adequate and systematically arranged Human Resources, Budget, Facilities and Infrastructure. Commitment attitude of program implementers in accordance with the tasks given by the Village Head. There are other agencies involved in implementing the program, namely Bumdes and Pokdarwis. Based on the results of this research, it can be concluded that the implementation of the Tourism Village Development Program carried out by Kesugihan Kidul Village can be said to be successful, although there is still a need for increased communication between Kesugihan Kidul Village Government Apparatus with Bumdes and Pokdarwis to advance tourism in a more advanced and necessary direction. sustainable budget planning. | |
| 40162 | 44565 | C1C019097 | ANALISIS FINANCIAL DISTRESS MENGGUNAKAN MODEL ALTMAN ( Z- SCORE), ZMIJEWSKI (X-SCORE), GROVER (G-SCORE), SPRINGATE (S-SCORE), FULLMER (H-SCORE) SEBAGAI PREDIKTOR KEBANGKRUTAN | Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisa hasil prediksi financial distress dan tingkat akurasi prediksi financial distress model Altman (Z-Score), Zmijewski (X-Score), Grover (G-Score), Springate (S-Score), dan fullmer (H-Score) pada perusahaan industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia tahun 2018-2022. Penelitian ini menggunakan balance sheet decomposition measure theory sebagai dasar dalam penelitian ini.Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa hasil laporan keuangan auditan setiap perusahaan. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling berdasarkan kriteria tertentu. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini yang sesuai kriteria berjumlah 18 perusahaan dengan 5 tahun pengamatan sehingga diperoleh 90 data penelitian. Teknik analisis data yang dilakukan adalah statistik deskriptif, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Terdapat perbedaan antara model prediksi financial distress. (2) Model fullmer merupakan model dengan tingkat akurasi tertinggi dalam memprediksi financial distress. Implikasi dari kesimpulan dalam penelitian ini, menunjukan bahwa semua model prediksi financial distress dapat digunakan untuk memprediksi kebangkrutan. Perbedaan dalam hasil prediksi juga menyoroti pentingnya menyadari keterbatasan dari setiap model prediksi kebangkrutan. Ini mengingatkan bahwa prediksi tidak selalu akurat dan bahwa keputusan bisnis harus dibuat dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan bukan hanya mengandalkan satu model prediksi. Model fullmer menjadi model dengan tingkat akurasi tertinggi maka bagi peneliti model fullmer dapat dijadikan preferensi model untuk memprediksi kebangkrutan,karena masih sedikit penelitian yang menggunakan model fullmer sebagai prediktor kebangkrutan.. Dalam penelitian ini manajemen perusahaan maupun investor dapat menggunakan model analisis financial distress fulmer yang mempunyai tingkat akurasi tertinggi untuk mengidentifikasi potensi masalah keuangan yang muncul lebih awal serta mengambil langkah-langkah pencegahan atau korektif yang diperlukan | This study aims to test and analyze the prediction accuracy of various financial distress models, including the Altman (Z-Score), Zmijewski (X-Score), Grover (G-Score), Springate (S-Score), and Fullmer (H-Score) models, on basic and chemical industry companies listed on the Indonesia Stock Exchange during the period 2018-2022. The study utilizes balance sheet decomposition measure theory as its framework. Secondary data from audited financial reports of each company are used, and samples are selected using purposive sampling method based on specific criteria, resulting in 18 companies meeting the criteria over a five-year period, totaling 90 research data. Data analysis is conducted using descriptive statistics and hypothesis testing.(1)The research findings indicate differences among the tested financial distress prediction models. (2) The Fullmer model shows the highest accuracy in predicting financial distress. The implications of these findings are that all financial distress prediction models can be used, but it's important to be aware of the limitations of each model. The varying prediction results emphasize the importance of making business decisions considering various factors, not solely relying on one prediction model. The Fullmer model, with its highest accuracy rate, can be preferred for predicting financial distress. Company management and investors can use the Fullmer model to identify potential financial problems early on and take necessary preventive or corrective actions. | |
| 40163 | 44886 | G1A020059 | IDENTIFIKASI GEN RESISTENSI ANTIBIOTIK YANG TERKAIT DENGAN PAPARAN RESIDU ANTIBIOTIK PADA SUNGAI BANJARAN KABUPATEN BANYUMAS DENGAN ANALISIS METAGENOMIK | Latar belakang: Penggunaan antibiotik di sektor kesehatan dan agraris dapat menghasilkan limbah residu antibiotik yang mencemari lingkungan sungai. Residu antibiotik pada lingkungan dapat menyebabkan timbulnya gen resistensi antibiotik akibat terjadinya antibiotic-induced mutagenesis pada bakteri. Tujuan: Mengidentifikasi gen resistensi antibiotik yang terkait dengan paparan residu antibiotik pada air yang mengalir di bagian hulu, tengah, dan hilir Sungai Banjaran. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian in silico dengan pendekatan komputasional dengan sampel air dari Sungai Banjaran yang diambil pada bagian hulu, tengah, dan hilir. Sampel air akan dilakukan ekstraksi DNA menggunakan kit Quick-DNA™ MagBead Plus Kit untuk memperoleh DNA murni. Hasil ekstraksi DNA kemudian disekuensing menggunakan shotgun metagenomic sequencing untuk mendapatkan sekuens DNA. Sekuens DNA selanjutnya dianalisis menggunakan Bacterial and Viral Bioinformatics Resource Center 3.33.16 yang di didalamnya terdapat algoritma Basic Local Alignment Search Tool (BLAST) untuk mengidentifikasi gen resistensi antibiotik. Hasil: Hasil analisis pada bagian hulu ditemukan 101 gen resistensi dengan 76 gen resistensi intrinsik, 22 gen melalui Horizontal Gene Transfer (HGT), dan 3 gen hasil mutasi. Sampel dari bagian tengah teridentifikasi 83 gen resistensi dengan 38 gen intrinsik, 35 gen melalui HGT, 4 gen mutasi, serta 6 gen yang terkait dengan paparan residu antibiotik. Sampel dari bagian hilir ditemukan 40 gen resistensi dengan 19 gen intrinsik, 18 gen HGT, 2 gen mutasi, dan 1 gen yang terkait dengan paparan residu antibiotik. Kesimpulan: Terdapat 6 gen yang terkait dengan paparan residu antibiotik phosphonic, kloramfenikol, dan fluorokuinolon pada sampel air dari bagian tengah sungai, serta 1 gen yang terkait dengan paparan residu antibiotik tetrasiklin pada sampel dari bagian hilir sungai. | Background: The excessive use of antibiotics in the health and agricultural sectors can produce antibiotic residue waste that pollutes river environments. Antibiotic residues in the environment can lead to the emergence of antibiotic resistance genes through antibiotic-induced mutagenesis in bacteria. Objective: Identifying antibiotic resistance genes associated with exposure to antibiotic residues in the upstream, middle, and downstream parts of the Banjaran River. Methods: This research is an in silico study using a computational approach with water samples from the Banjaran River, taken from the upstream, middle, and downstream parts. DNA extraction was carried out using the Quick-DNA™ MagBead Plus Kit, followed by sequencing with shotgun metagenomic sequencing. Bioinformatics analysis was conducted using the Bacterial and Viral Bioinformatics Resource Center 3.33.16. The identification of antibiotic resistance genes was performed using the Basic Local Alignment Search Tool (BLAST) algorithm. Results: The upstream analysis identified 101 resistance genes, including 76 intrinsic resistance genes, 22 genes acquired through Horizontal Gene Transfer (HGT), and 3 genes resulting from mutations. Samples from the middle section revealed 83 resistance genes, comprising 38 intrinsic genes, 35 genes acquired through HGT, 4 mutation genes, and 6 genes related to exposure to antibiotic residues. Samples from the downstream section identified 40 resistance genes, consisting of 19 intrinsic genes, 18 HGT genes, 2 mutation genes, and 1 gene associated with exposure to antibiotic residues. Conclusion: There were six genes associated with exposure to residues of phosphonic antibiotics, chloramphenicol, and fluoroquinolones in water samples from the middle part of the river, and one gene associated with exposure to residues of tetracycline antibiotics in samples from the downstream of the river. | |
| 40164 | 44819 | H1A020084 | PERANCANGAN SMART IRRIGATION SYSTEM PADA TAMAN BERBASIS IOT DENGAN PROTOKOL KOMUNIKASI ESP-NOW | Smart irrigation system adalah sebuah sistem penyiraman otomatis berbasis Internet of Things sebagai solusi untuk mengatasi pengelolaan irigasi. SIS menggunakan sensor soil moisture untuk mengukur kelembapan tanah dan sensor DHT11 untuk mengukur suhu. Data yang dikumpulkan oleh sensor tersebut akan diolah oleh modul ESP8266 dan dikirimkan ke modul ESP32. Selanjutnya, ESP32 menyalakan pompa air sesuai dengan data yang diterima dari ESP8266. ESP32 dan ESP8266 akan berkomunikasi secara nirkabel menggunakan protokol komunikasi ESP-NOW. ESP32 juga akan mengirimkan data yang diterima ke pengguna melalui protokol MQTT. Melalui MQTT, pengguna dapat secara real time mengontrol tanaman dan memeriksa kinerja SIS. | The Smart irrigation system is an Internet of Things-based automated watering system designed to address irrigation management. The system employs soil moisture sensors to measure temperature. Data collected by these sensors will be processed by the ESP8266 module and transmitted to the ESP32 module. Subsequently. the ESP32 activates the water pump based on the data received from the ESP8266. The ESP and ESP8266 communicate wirelessly using the ESP-NOW communication protocol. The ESP32 also sends the received data to the user via the MQTT protocol. Through MQTT. users can real-time control plants and monitor the performance of the Smart irrigation system. | |
| 40165 | 42453 | A1A019032 | Kewirausahaan Petani Muda Kapulaga di Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas | Salah satu desa di Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas yang memiliki potensi dalam usaha tani kapulaga adalah Desa Sambirata. Selain karena faktor lingkungan, Desa Sambirata juga telah bekerjasama dengan PT. Sidomuncul dan menjadi salah satu desa binaan kapulaga PT. Sidomuncul. Karena hal tersebut, petani banyak yang melakukan budidaya kapulaga termasuk para pemuda tani. Namun, petani muda di Desa Sambirata cenderung melakukan budidaya kapulaga secara tradisional dan apa adanya. Jiwa kewirausahaan petani sebagai pelaku usaha di sektor on farm sejauh ini masih belum terlalu diperhitungkan padahal sejatinya hal tersebut sangat diperlukan guna kemajuan petani dalam mengembangkan usahanya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui profil petani muda, mengetahui tingkat kewirausahaan petani muda, dan mengetahui hubungan antara profil petani dengan tingkat kewirausahaan petani muda kapulaga di Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampel jenuh. Jenis data yang digunakan meliputi data primer dan sekunder. Analisis data yang digunakan meliputi analisis deskriptif dan analisis Chi-square. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan hasil bahwa rata-rata petani muda muda merupakan lulusan sekolah dasar dengan latar belakang keluarga petani dan memiliki pengalaman usaha lebih dari lima tahun. Sebagian besar petani ikut serta dalam kegiatan usaha tani kapulaga sebagai pekerja dan pemodal. Tingkat kewirausahaan petani muda masuk kedalam kategori sedang yang berarti kewirausahaan petani muda sudah di Desa Sambirata sudah cukup baik. Tingkat pendidikan dan latar belakang keluarga tidak memiliki hubungan terhadap tingkat kewirausahaan petani muda kapulaga di Desa Sambirata Kecamatan Cilongok Kabupaten Banyumas. Sementara pengalaman usaha tani memiliki hubungan terhadap tingkat kewirausahaan petani muda kapulaga. | One of the villages in Cilongok District, Banyumas Regency that has potential in cardamom farming is Sambirata. Apart from environmental factors, Sambirata also collaborated with PT. Sidomuncul and became one of the cardamom assisted villages of PT. Sidomuncul. Therefore, many farmers cultivate cardamom, including young farmers. However, young farmers in Sambirata Village tend to cultivate cardamom traditionally. The entrepreneurial spirit of farmers as business actors in the on-farm sector has not been taken into account even though it is very necessary for the progress of farmers in developing their businesses. The purpose of this study is to determine the profile of young farmers, find out the level of entrepreneurship, and the relationship between the profile of farmers and the level of entrepreneurship of cardamom’s young farmers in Sambirata Village. Sampling is carried out by census method. The types of data used includes primary and secondary data. Data analysis used includes descriptive and Chi-square analysis. The research findings indicate that average of young farmer is an elementary school graduate with a farming family background and has more than five years of business experience and participates in cardamom farming activities as workers and financiers. The level of entrepreneurship of young farmers included in the medium category, which means the entrepreneurship of young farmers in Sambirata Village is quite good. Education level and family background have no relationship with the entrepreneurial level of cardamom young farmers in Sambirata Village. While farming experience has a relationship to the entrepreneurial level of cardamom young farmers. | |
| 40166 | 42484 | F1B019100 | Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) "Darma Tirta" Desa Kedarpan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga | Badan Usaha Milik Desa menjadi salah satu cara dalam meningkatkan pendapatan asli desa melalui berbagai jenis usaha sesuai dengan potensi yang dimiliki oleh desa. Tujuan dalam penelitian ini yaitu untuk menganalisis dan mendeskripsikan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Darma Tirta Desa Kedarpan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Darma Tirta Desa Kedarpan, Kecamatan Kejobong, Kabupaten Purbalingga berjalan sesuai prosedur dan telah menerapkan fungsi-fungsi pengelolaan yang baik. Dalam pengelolaan BUMDes Darma Tirta, terdapat 4 aspek pengelolaan yaitu aspek perencanaan yang sudah berjalan sesuai prosedur yang terncantum dalam AD/ART. Aspek pengarahan menunjukkan kepemimpinan yang diterapkan adalah demokratis, komunikasi yang lancar dengan adanya grup whatsapp, serta pemberian motivasi pada saat rapat evaluasi. Selanjutnya, aspek pengendalian BUMDes Darma Tirta sudah rutin melakukan rapat evaluasi setiap bulannya. Selain itu, dalam pengelolaan BUMDes Darma Tirta sudah berhasil berkontribusi untuk Pendapatan Asli Desa. | Village-Owned Enterprises are one way to increase the village's original income through various types of business according to the village's potential. The aim of this research is to analyze and describe the management of the Darma Tirta Village-Owned Enterprise (BUMDes) in Kedarpan Village, Kejobong District, Purbalingga Regency. This research uses qualitative methods with descriptive analysis. The results of this research indicate that the management of the Darma Tirta Village-Owned Enterprise (BUMDes) Kedarpan Village, Kejobong District, Purbalingga Regency is running according to procedures and has implemented good management functions. In the management of BUMDes Darma Tirta, there are 4 management aspects, namely the planning aspect which has been carried out according to the procedures stated in the AD/ART. The direction aspect shows that the leadership applied is democratic, communication is smooth with the WhatsApp group, as well as providing motivation during evaluation meetings. Furthermore, the control aspect of BUMDes Darma Tirta has routinely held evaluation meetings every month. Apart from that, in managing BUMDes Darma Tirta has succeeded in contributing to Village Original Income. | |
| 40167 | 42485 | A1C019024 | Uji Performansi Portable Spectrometer Sensor AS7263 untuk Deteksi Kemurnian Gula Kelapa Kristal dengan Metode Machine Learning | Gula kelapa kristal mempunyai nilai ekonomi dan peluang pasar yang tinggi, hal ini mendorong adanya pemalsuan pencampuran gula pasir ke dalam gula kelapa kristal. Salah satu indikator tidak terpenuhinya permintaan gula kelapa kristal karena kualitas produk belum memenuhi standar kemurnian sehingga diperlukan proses kontrol untuk menjamin kualitas internal produk. Penelitian ini ditujukan untuk mendeteksi kemurnian gula kelapa kristal menggunakan portable spectrometer sensor AS7263. Penelitian menggunakan metode eksperimental meliputi pembuatan sampel gula kelapa kristal enam perlakuan, pengambilan data oleh sensor AS7263 berupa gula kelapa kristal murni dan gula kelapa kristal tercampur gula pasir dengan persentase 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Analisis penelitian dengan membandingkan dua metode yaitu Artificial Neural Network (ANN) dengan variasi neuron hidden layer dan Support Vector Machine (SVM) dengan variasi kernel fungsi dalam software MATLAB 2016b. Metode evaluasi confusion matrix penelitian menggunakan perhitungan accuracy, misclassification error, precision, recall, dan F1 score. Hasil penelitian menunjukkan metode ANN dan SVM dapat menggambarkan pengklasifikasian kemurnian gula kelapa kristal di Desa Gandatapa, Kecamatan Sumbang, Banyumas. Kedua metode ini mampu memprediksi kelas dengan tingkat akurasi pengujian yaitu sebesar 91,07% untuk klasifikasi kemurnian dan 61,90% untuk klasifikasi persentase pencampuran gula pasir. Metode paling optimal pada pengujian performansi portable spectrometer adalah ANN dengan dua hidden layer. Hal itu terlihat pada nilai F1 score ANN dalam klasifikasi kemurnian gula kelapa kristal sebesar 65,11% lebih tinggi dari F1 score SVM sebesar 63,42% sedangkan pada klasifikasi tingkat pencampuran gula pasir dalam gula kelapa kristal, F1 score ANN sebesar 62,38% lebih tinggi dari F1 score SVM yaitu 61,49%. | Crystal coconut sugar has a high economic value and market opportunity, this encourages the falsification of mixing granulated sugar into crystal coconut sugar. One indicator of unfulfilled demand for crystalline coconut sugar is that the quality of the product does not meet purity standards, so a control process is needed to ensure the internal quality of the product. This study aimed to detect the purity of crystalline coconut sugar using a portable spectrometer sensor AS7263. The research used experimental methods including the manufacture of six crystal coconut sugar samples, data collection by AS7263 sensors in the form of pure crystal coconut sugar and crystal coconut sugar mixed with granulated sugar with a percentage of 1%, 2%, 3%, 4%, and 5%. Research analysis by comparing two methods, namely Artificial Neural Network (ANN) with a variety of hidden layer neurons and Support Vector Machine (SVM) with a variety of kernel functions in MATLAB 2016b software. The research confusion matrix evaluation method uses the calculation of accuracy, misclassification error, precision, recall, and F1 score. The results showed that ANN and SVM methods can describe the classification of crystal coconut sugar purity in Gandatapa Village, Sumbang District, Banyumas. Both methods are able to predict classes with a test accuracy rate of 91.07% for purity classification and 61.90% for sugar mixing percentage classification. The most optimal method in portable spectrometer performance testing is ANN with two hidden layers. It can be seen in the F1 score of ANN in the classification of crystal coconut sugar purity of 65.11% higher than the F1 score of SVM of 63.42% while in the classification of the level of mixing of granulated sugar in crystal coconut sugar, the F1 score of ANN is 62.38% higher than the F1 score of SVM which is 61.49%. | |
| 40168 | 42486 | A1A018065 | Kontribusi Pendapatan Wanita Tani Pala terhadap Pendapatan Rumah Tangga Usahatani Pala di Kecamatan Tamansari Kabupaten Bogor | Provinsi Jawa Barat merupakan penghasil dan sentra produksi pala terbesar di Jawa serta Kabupaten Bogor menjadi produsen utamanya. Pala merupakan komoditas rempah-rempah yang banyak digunakan dalam rumah tangga yang memiliki nilai ekonomis dan potensial sebagai komoditas ekspor. Wanita atau ibu rumah tangga di Kecamatan Tamansari membantu suaminya bekerja dalam kegiatan usahatani pala, guna memperoleh pendapatan yang dapat menopang kebutuhan hidup keluarganya yang tidak dapat tercukupi baik mengolah lahan milik sendiri maupun lahan milik orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) Menghitung besarnya curahan waktu kerja wanita tani pala di Kecamatan Tamansari. (2) Menghitung besarnya kontribusi pendapatan wanita tani pala terhadap pendapatan rumah tangga petani pala di Kecamatan Tamansari, dan (3) Menganalisis pengaruh curahan waktu kerja terhadap pendapatan wanita tani pala di Kecamatan Tamansari. Ukuran sampel pada penelitian ini sebanyak 89 responden yang didapat dari perhitungan menggunakan rumus Slovin. Penentuan sampel pmenggunakan teknik purposive sampling dikarenakan atas dasar kriteria tertentu. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data primer dan data sekunder. Teknik pengambilan data pada penelitian ini adalah observasi, wawancara, dan studi pustaka. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis curahan waktu kerja wanita tani, analisis biaya usahatani, analisis penerimaan usahatani, analisis pendapatan usahatani, analisis pendapatan rumah tangga, analisis kontribusi usahatani dan analisis regresi sederhana. Hasil dari analisis tersebut menghasilkan besarnya kontribusi pendapatan wanita tani terhadap pendapatan rumah tangga serta mengetahui pengaruh curahan waktu terhadap pendapatan wanita tani pala di Kecamatan Tamansari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Rata-rata curahan waktu kerja wanita tani pala yaitu 68,43 HOK/tahun, dengan pembagian kegiatan pemupukan sebanyak 4,05 HOK/tahun, penyiangan sebanyak 38,60 HOK/tahun, dan panen sebanyak 25,78 HOK/tahun. (2) Jumlah besarnya kontribusi pendapatan wanita tani pala terhadap pendapatan rumah tangga rata-rata sebesar 25 persen atau kontribusi pendapatan tergolong rendah. (3) Terdapat pengaruh antara variabel curahan waktu kerja (X) dengan pendapatan wanita tani (Y). | West Java Province is the largest nutmeg producer and production centre in Java, and Bogor Regency is the leading producer. Nutmeg is a spice commodity that is widely used in households, so it has high value and potential as an export commodity. Women or housewives in Tamansari District help their husbands work in nutmeg farming activities in order to earn income that can support their family's inadequate living needs. This research aims to (1) Calculate the amount of work time spent by women nutmeg farmers in Tamansari District. (2) Calculating the magnitude of the contribution of the income of nutmeg farming women to the household income of nutmeg farmers in Tamansari District, and (3) Analyzing the effect of working time on the income of nutmeg farming women in Tamansari District. The sample size used in this study was 89 respondents obtained from calculations using the Slovin formula. The sample was determined using a purposive sampling technique based on certain criteria. The research method used is descriptive quantitative. The types of data used in this research are primary data and secondary data. Data collection techniques in this research were observation, interviews, and literature study. The data analysis used in this research is an analysis of the working time of women farmers, an analysis of farming costs, an analysis of farming revenues, an analysis of farming income, an analysis of household income, an analysis of farming contributions, and simple regression analysis. The results of this analysis produce a large contribution of female farming income to household income and determine the effect of spending time on the income of nutmeg farming women in Tamansari District. The results of the research show that (1) The average amount of working time for female nutmeg farmers is 68.43 HOK/year, with the division of fertilizing activities being 4.05 HOK/year, weeding being 38.60 HOK/year, and harvesting being 25. 78 HOK/year. (2) The total contribution of nutmeg farming women's income to household income is an average of 25 per cent, or the income contribution is relatively low. (3) There is an influence between the variable amount of working time (X) and the income of women farmers (Y). | |
| 40169 | 42488 | F1A019069 | PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN DALAM PENGGUNAAN PRODUK KECANTIKAN YANG BERBASIS PADA REVIEW BEAUTY INFLUENCER | Artikel ini menggambarkan tentang perilaku konsumtif mahasiswi Universitas Jenderal Soedirman dalam penggunaan produk kecantikan yang berbasis pada review beauty influencer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perilaku konsumtif mahasiswi dalam penggunaan produk kecantikan yang berbasis pada review beauty influencer dan produk kecantikan apa saja yang diminati oleh mahasiswi setelah menonton review produk dari beauty influencer. Penelitian dilakukan dengan metode kuantitatif survei deskriptif dengan teknik pengumpulan data menggunakan Google Formulir dengan instrumen Kuesioner. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 99 responden. Hasil penelitian menjelaskan bahwa terdapat perilaku konsumtif yang rendah pada responden, yaitu pada aspek pembelian implusif. Pembelian impulsif yang dilakukan responden yaitu melakukan pembelian produk kecantikan karena adanya promo menarik dan rasa tidak puas saat membeli produk kecantikan. Tingkat pembelian impulsif yang dilakukan responden dapat dikatakan tinggi karena 66% responden melakukan pembelian produk kecantikan karena adanya promo menarik dan 76% responden merasa tidak puas dari responden saat membeli produk kecantikan. Kemudian, terdapat 2 ragam produk kecantikan yang sering digunakan oleh responden yaitu produk perawatan kulit dan riasan wajah. Ketertarikan responden terhadap produk perawatan kulit sebesar 68,69%, sedangkan ketertarikan pada riasan wajah hanya 21,21% saja. | This article describes the consumptive behavior of Jenderal Soedirman University students in the use of beauty products based on beauty influencer reviews. The purpose of this study was to determine the consumptive behavior of female students in the use of beauty products based on beauty influencer reviews and what beauty products are of interest to female students after watching product reviews from beauty influencers. The research was conducted using quantitative methods of descriptive surveys with data collection techniques using Google Forms with Questionnaire instruments. The sample used in this study was 99 respondents. The results of the study explained that there was low consumptive behavior in respondents, namely in the aspect of implusive purchases. Impulse purchases made by respondents are buying beauty products because of attractive promos and dissatisfaction when buying beauty products. The level of impulse purchases made by respondents can be said to be high because 66% of respondents make purchases of beauty products because of attractive promos and 76% of respondents feel dissatisfied from respondents when buying beauty products. Then, there are 2 types of beauty products that are often used by respondents, namely skin care products and makeup. Respondents' interest in skin care products was 68.69%, while interest in facial makeup was only 21.21%. | |
| 40170 | 44566 | C1C018095 | Pengaruh Free Cash Flow, Leverage, Profitabilitas, Likuiditas, dan Ukuran Perusahaan Terhadap Kebijakan Dividen Pada Perusahaan LQ 45 | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh free cash flow, leverage, profitabilitas. Likuiditas, dan ukuran perusahaan terhadap kebijakan dividen perusahaan LQ 45 tahun 2020- 2022. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan yang terdaftar dalam indeks LQ 45 tahun 2020-2022. Pemilihan sampel dalam penelitian ini menggunakan metode purposive sampling dan terdapat 16 perusahaan yang dapat dijadikan sampel dengan 3 tahun periode penelitian. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa: (1) free cash flow tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. (2) leverage tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. (3) profitabilitas berpengaruh positif terhadap kebijakan dividen. (4) likuiditas tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. (5) ukuran perusahaan tidak berpengaruh terhadap kebijakan dividen. | This research aims to analyze the influence of free cash flow, leverage, profitability, liquidity, and firm size on the dividend policy of LQ 45 companies from 2020 to 2022. The population in this research consists of companies listed in the LQ 45 index from 2020 to 2022. The sample selection in this research uses a purposive sampling method, and there are 16 companies that can be used as samples with a 3-year research period. Based on the results of the research, it shows that: (1) free cash flow does not affect dividend policy, (2) leverage does not affect dividend policy, (3) profitability positively affects dividend policy, (4) liquidity does not affect dividend policy, and (5) firm size does not affect dividend policy. | |
| 40171 | 44887 | G1A020019 | PENGARUH KEMOTERAPI NEOADJUVANT SIKLUS PERTAMA REGIMEN PACLITAXEL – CARBOPLATIN TERHADAP KADAR HEMOGLOBIN PADA PASIEN KANKER SERVIKS UTERI STADIUM II B – III B DI RSUD PROF. Dr. MARGONO SOEKARJO | Latar Belakang: Kanker serviks merupakan tumor ganas yang tumbuh dan berkembang di dalam serviks. Pada tahun 2022 jumlah kasus kanker serviks di Provinsi Jawa Tengah meningkat sebanyak 57,9% dari 1.545 kasus pada tahun 2021 menjadi 2.444 kasus pada tahun 2022. Salah satu pengobatan yang dapat diberikan pada pasien kanker serviks adalah kemoterapi neoadjuvant dengan regimen paclitaxel-carboplatin. Salah satu efek hematologi dari pemberian kemoterapi neoadjuvant adalah anemia dengan persentase kejadiannya sebanyak 30%-90%. Tujuan: Untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan kadar hemoglobin sebelum dan sesudah pemberian kemoterapi neoadjuvant regimen paclitaxel-carboplatin pada pasien kanker serviks uteri stadium II B – III B di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Metode: Penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel pada penelitian ini sebanyak 89 responden yang diambil dengan metode purposive sampling. Pengaruh kemoterapi neoadjuvant dengan regimen paclitaxel-carboplatin terhadap kadar hemoglobin pada pasien kanker serviks uteri stadium IIB-IIIB dinilai berdasarkan hasil rekam medis. Hasil: Terdapat penurunan kadar Hb sebelum dan sesudah kemoterapi neoadjuvant regiman paclitaxel-carboplatin dengan selisih 0,832 g/dL. Hasil uji paired sample t test menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil hemoglobin sebelum dan sesudah kemoterapi neoadjuvant regimen paclitaxel-carboplatin pada pasien kanker serviks stadium IIB-IIIB dengan P value = 0,000 < 0,05. Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan rerata kadar hemoglobin sebelum dan sesudah kemoterapi neoadjuvant regimen paclitaxel-carboplatin pada pasien kanker serviks uteri stadium IIB-IIIB di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo. Kata Kunci: Hemoglobin, Kemoterapi neoadjuvant regimen paclitaxel-carboplatin, Kanker serviks uteri stadium IIB-IIIB | Background: Cervical cancer is a malignant tumor that grows and develops in the cervix. In 2022 the number of cervical cancer cases in Central Java Province increased by 57.9% from 1,545 cases in 2021 to 2,444 cases in 2022. One of the treatments that can be given to cervical cancer patients is neoadjuvant chemotherapy with paclitaxel-carboplatin regimen. One of the hematological effects of neoadjuvant chemotherapy is anemia with an incidence of 30%-90%. Objective: To determine whether there are differences in hemoglobin levels before and after the administration of neoadjuvant chemotherapy regimen paclitaxel-carboplatin in patients with stage II B - III B uterine cervical cancer at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. Methods: Observational analytic research with a cross-sectional approach. The sample in this study were 89 respondents who were taken by purposive sampling method. The effect of neoadjuvant chemotherapy with paclitaxel-carboplatin regimen on hemoglobin levels in patients with stage IIB-IIIB uterine cervical cancer was assessed based on the results of medical records Results: There was a decrease in Hb levels before and after neoadjuvant chemotherapy paclitaxel-carboplatin regimens with a difference of 0.832 g/dL. The results of the paired sample t test showed that there was a significant difference between hemoglobin results before and after neoadjuvant chemotherapy regimen paclitaxel-carboplatin in stage IIB-IIIB cervical cancer patients with P value = 0.000 <0.05. Conclusion: There is a significant difference in the mean hemoglobin levels before and after neoadjuvant chemotherapy paclitaxel-carboplatin regimen in patients with stage IIB-IIIB cervical cancer at Prof. Dr. Margono Soekarjo Hospital. Keywords: Hemoglobin, Neoadjuvant chemotherapy paclitaxel-carboplatin regimen, Stage IIB-IIIB cervical cancer | |
| 40172 | 44820 | C1B020061 | PENGARUH LITERASI KEUANGAN, INKLUSI KEUANGAN, PENGELOLAAN KEUANGAN, DAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TERHADAP KEBERLANJUTAN UMKM (Studi Pada UMKM di Kecamatan Wangon) | Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peranan yang sangat penting dalam menopang perekonomian Indonesia. Hal ini menimbulkan ketertarikan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keberlanjutan UMKM. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh literasi keuangan, inklusi keuangan, pengelolaan keuangan, dan pemanfaatan media sosial terhadap keberlanjutan UMKM. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif. Responden penelitian ini adalah pelaku UMKM di Kecamatan Wangon, Kabupaten Banyumas. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah purposive sampling dengan responden sebanyak 96. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa literasi keuangan, inklusi keuangan, dan pemanfaatan media sosial berpengaruh terhadap keberlanjutan UMKM di Kecamatan Wangon, sedangkan pengelolaan keuangan tidak berpengaruh terhadap keberlanjutan UMKM di Kecamatan Wangon. | Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) have a very important role in sustaining the Indonesian economy. This raises interest in analyzing the factors that influence the sustainability of MSMEs. The purpose of this study is to analyze the effect of financial literacy, financial inclusion, financial management, and social media utilization on the sustainability of MSMEs. The research method used is quantitative research. The respondents of this study were MSME players in Wangon District, Banyumas Regency. The sampling technique used in this study was purposive sampling with 96 respondents. Based on the results of the study, it is concluded that financial literacy, financial inclusion, and social media utilization affect the sustainability of MSMEs in Wangon District, while financial management has no effect on the sustainability of MSMEs in Wangon District. | |
| 40173 | 42489 | A1A017039 | Curahan Jam Kerja Wanita pada Agroindustri Gula Kelapa Kristal dan Peranannya Terhadap Pendapatan Rumah Tangga (Studi Kasus di Desa Batuanten,Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya curahan jam kerja wanita dan kontribusinya terhadap pendapatan rumah tangga pada agroindustri gula kelapa kristal di Desa Batuanten. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah studi kasus. Penelitian ini dilakukan pada UD Rizki Putra dan UD Manggarsari Barokah di Desa Batuanten. Pengambilan responden dilakukan dengan dengan menggunakan teknik sensus dan didapatkan responden sebanyak 41 orang. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis curahan jam kerja dan analisis kontribusi pendapatan. Hasil analisis curahan jam kerja menunjukkan bahwa curahan jam kerja wanita pada agroindustri gula kelapa kristal di Desa Batuanten adalah sebesar 22,16 HOK/bulan. Hasil analisis kontribusi pendapatan menunjukkan bahwa pendapatan tenaga kerja wanita di agroindustri gula kelapa kristal memberikan kontribusi yang tinggi terhadap pendapatan rumah tangga, yaitu sebesar 50,92 persen. | This study aims to determine the outpouring of working time sugar agroindustry in Batuanten Village. The method used in this research is a case study. This research was conducted in UD Rizki Putra and UD Manggarsari Barokah in Batuanten Village. The respondents were carried out by using census techniques and obtained 41 respondents. The data analysis method used were the analysis of outpouring working hours and income contribution analysis. The results of the analysis of outpouring working time show that the outpouring of working hours from female labors in crystal coconut sugar agroindustry in Batuanten village is 22,16 HOK/month. The results of the income contribution analysis show that female labors income in the crystal coconut sugar agroindustry make significant contribution high on household income, which is equal to 50,92 percent. | |
| 40174 | 42490 | C1B019070 | PENGARUH KONSISTENSI CITRA MEREK, KEASLIAN PERLUASAN MEREK, DAN KECOCOKAN PERLUASAN MEREK TERHADAP PENERIMAAN PERLUASAN MEREK STARBUCKS DENGAN DIMEDIASI OLEH KEPERCAYAAN MEREK (STUDI PADA PRODUK KOPI SIAP MINUM STARBUCKS) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsistensi citra merek, keaslian perluasan merek, dan kecocokan perluasan merek terhadap penerimaan perluasan merek Starbucks dengan dimediasi oleh kepercayaan merek (studi pada produk kopi siap minum Starbucks). Populasi pada penelitian ini adalah masyarakat Indonesia yang berumur minimal 17 tahun dan pernah mengonsumsi produk kopi siap minum kemasan kaleng Starbucks (Ready-To-Drink).. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuesioner. Jumlah responden yang telah didapat pada penelitian ini adalah 186 reponden. Purposive sampling method digunakan dalam penentuan responden. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data dengan menggunakan AMOS (Analysis of Moment Structure) menunjukkan bahwa (1) konsistensi citra merek berpengaruh secara positif terhadap penerimaan perluasan merek, (2) keaslian perluasan merek tidak berpengaruh terhadap penerimaan perluasan merek, (3) kecocokan perluasan merek berpengaruh secara negatif terhadap penerimaan perluasan merek, (4) konsistensi citra merek tidak berpengaruh terhadap kepercayaan merek, (5) keaslian perluasan merek berpengaruh secara positif terhadap kepercayaan merek, (6) kecocokan perluasan merek berpengaruh positif terhadap kepercayaan merek, (7) kepercayaan merek memediasi secara parsial hubungan antara konsistensi citra merek terhadap penerimaan perluasan merek, (8) kepercayaan merek memediasi secara penuh hubungan antara keaslian perluasan merek terhadap penerimaan perluasan merek, (9) kepercayaan merek memediasi secara parsial hubungan antara kecocokan perluasan merek terhadap penerimaan perluasan merek. | This study aims to determine the effect of brand image consistency, brand extension authenticity, and brand extension fit on brand extension acceptance of Starbucks mediated by brand trust (study on Starbucks ready-to-drink coffee products). The population in this study were Indonesians who were at least 17 years old and had consumed Starbucks canned coffee products (Ready-To-Drink). The data collection technique used in this study was a questionnaire. The number of respondents who have been obtained in this study is 186 respondents. Purposive sampling method is used in determining respondents. Based on the results of research and data analysis using AMOS (Analysis of Moment Structure) shows that (1) brand image consistency has a positive effect on brand extension acceptance, (2) brand extension authenticity has no effect on brand extension acceptance, (3) brand extension fit has a negative effect on brand extension acceptance, (4) brand image consistency has no effect on brand trust, (5) brand extension authenticity has a positive effect on brand trust, (6) brand extension fit has a positive effect on brand trust, (7) brand trust partially mediates the relationship between brand image consistency on brand extension acceptance, (8) brand trust fully mediates the relationship between brand extension authenticity on brand extension acceptance, (9) brand trust partially mediates the relationship between brand extension fit on brand extension acceptance. | |
| 40175 | 42437 | A1A018054 | Analisis Rantai Pasok Mangga Gedong Gincu (Mangifera indica L.) di Kecamatan Sedong Kabupaten Cirebon | Kecamatan Sedong merupakan salah satu daerah yang menjadi sentra produksi mangga gedong gincu di Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Adanya perbedaan harga yang signifikan di tingkat petani dan konsumen akhir menjadi masalah utama yang terjadi pada rantai pasok mangga gedong gincu di Kecamatan Sedong. Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Mengetahui kondisi rantai pasok mangga gedong gincu di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon. 2) Mengetahui kinerja rantai pasok mangga gedong gincu di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei. Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel petani adalah simple random sampling dan teknik pengambilan sampel untuk lembaga pemasaran ditentukan dengan metode snowball sampling. Penelitian ini menggunakan analisis data yaitu analisis kondisi rantai pasok dengan pendekatan Food Supply Chain Network (FSCN) dan analisis kinerja rantai pasok yang terdiri dari marjin pemasaran dan farmer’s share. Hasil penelitian menunjukkan : 1) Kondisi rantai pasok mangga gedong gincu di Kecamatan Sedong, Kabupaten Cirebon telah menunjukkan kondisi yang baik. Sasaran rantai pasok mangga gedong gincu adalah konsumen lokal dan luar daerah. Struktur rantai pasok mangga gedong gincu terdiri dari petani dan lembaga pemasaran. Manajemen rantai pasok mangga gedong gincu kurang berjalan dengan lancar karena kemitraan yang terjalin hanya didasarkan atas rasa kepercayaan. Sumber daya yang dimiliki oleh anggota rantai pasok sudah sesuai dengan kebutuhan pada setiap saluran rantai pasok. Aliran produk dan aliran informasi sudah berjalan dengan lancar antar anggota rantai pasok, sedangkan aliran keuangan masih kurang berjalan dengan lancar. | Sedong District is one of the areas that is the centre of gedong gincu mango production in Cirebon Regency, West Java. Significant price differences at the farmer and end consumer levels are the main problem in the gedong gincu mango supply chain in Sedong District. This research aims to : 1) Know the condition of gedong gincu mango supply chain in Sedong District, Cirebon Regency. 2) Knowing the performance of the gedong gincu mango supply chain in Sedong District, Cirebon Regency. The research method used in this study is a survey. The technique used in sampling farmers is simple random sampling and the sampling technique for marketing institutions was determined by snowball sampling method. This research uses data analysis of supply chain conditions using the Food Supply Chain Network (FSCN) method and supply chain performance analysis consisting of marketing margins and farmer's share. The results showed: 1) The condition of the gedong gincu mango supply chain in Sedong District, Cirebon Regency has shown a good condition. The targets of the gedong gincu mango supply chain are local consumers and outside the region. The structure of the gedong gincu mango supply chain consists of farmers and marketing institutions. Gedong gincu mango supply chain management is not running smoothly because the partnership is based on trust. The resources owned by supply chain members are in accordance with the needs of each supply chain channel. Product flow and information flow have been running smoothly between supply chain members, while financial flow is still not running smoothly. | |
| 40176 | 42491 | A1C019025 | Groundwater Potential Zone (GWPZ) DAS Serayu menggunakan Analytical Hierarchry Process (AHP) dan Multicriteria Decision Analysis (MCDA) | Airtanah memiliki potensi besar sebagai solusi untuk menggantikan air permukaan sebagai sumber utama penyedia air untuk kebutuhan sehari-hari. Hal ini dikarenakan airtanah memiliki sifat yang tahan terhadap bencana kekeringan, kualitas air yang baik, jumlah ketersediaan yang berkepanjangan, dan terdapat pada area yang luas. Daerah Aliran Sungai Serayu secara umum memiliki kandungan airtanah yang sedang hingga rendah dengan timbunan potensi airtanah mencapai 105.981.890 m3/tahun pada 2010. Groundwater Potential Zone (GWPZ) di DAS Serayu perlu dipetakan untuk mengetahui kandungan airtanah serta sebagai pedoman dalam pengambilan suatu kebijakan. Pemetaan GWPZ DAS Serayu dilakukan menggunakan dua belas parameter: peta curvature, hillshade, roughness, lineament density, slope, water recharge, TPI, TWI, LULC, geomorfologi, litologi, dan jenis tanah yang diambil dari berbagai sumber. Overlay peta parameter pada QGIS dilakukan dengan bobot masing-masing parameter yang telah dilakukan proses expert judgment menggunakan AHP. Hasil peta GWPZ divalidasi dengan observasi lapangan. Data observasi lapangan digunakan sebagai dasar untuk melakukan klasifikasi peta. Nilai R2 yang dihasilkan sebesar 0,67 dan RMSE 2,275. | Groundwater has great potential as a solution to replace surface water as the main source of water supply for daily needs. This is because groundwater has drought-resistant properties, good water quality, prolonged availability, and is found in a large area. The Serayu River Basin generally has moderate to low groundwater content with a potential groundwater storage of 105,981,890 m3/year in 2010. The Groundwater Potential Zone (GWPZ) in the Serayu watershed needs to be mapped to determine the groundwater content and as a guideline for policy making. GWPZ mapping of Serayu watershed was conducted using twelve parameters: curvature map, hillshade, roughness, lineament density, slope, water recharge, TPI, TWI, LULC, geomorphology, lithology, and soil type taken from various sources. Overlaying parameter maps on QGIS is carried out with the weight of each parameter that has been subjected to an expert judgment process using AHP. The results of the GWPZ map were validated with field observations. Field observation data is used as an information for map classification. The resulting R2 value is 0.67 and RMSE 2.275. | |
| 40177 | 42492 | J0A019016 | Translating the Indonesian Substitle of Paniradya Kaistimewan’s Short Movies “Pitutur and Pitutur 2” | Praktik kerja ini berjudul “Translating the Indonesian Substitle of Paniradya Kaistimewan’s Short Movies “Pitutur and Pitutur 2”. Film pendek pertama merupakan film pendek yang bercerita tentang kehidupan dua anak laki-laki yang memiliki sifat yang berbeda, sedangkan film pendek kedua merupakan kelanjutan dari film pendek "Pitutur" yang bercerita tentang akibat mengabaikan orang tua dan meninggalkan ibadah. Proses penerjemahan dimulai sejak bulan Desember 2022 hingga Januari 2023. Dalam menerjemahkan dua film pendek tersebut, penulis menggunakan 4 proses penerjemahan dari Suryawinata dan Hariyanto (2016), yaitu Analisis, transfer, restrukturisasi, dan evaluasi dan revisi. Ada delapan teknik yang digunakan dalam penerjemahan. Yakni amplifikasi, transposisi, deskripsi, adaptasi, kompensasi, kesepadanan lazim, penerjemahan harafiah, dan peminjaman. Dalam menerjemahkan film pendek "Pitutur dan Pitutur 2" terdapat beberapa kendala yang dihadapi seperti kesulitan mencari padanan kata yang tepat dan kurangnya penguasaan kosa kata. Untuk mengatasi kendala tersebut dapat dilakukan dengan meminta bantuan orang lain dan mencari kalimat-kalimat yang kurang dipahami melalui kamus offline atau kamus online. Sebagai penerjemah yang baik, penerjemah harus dapat menyampaikan pesan atau makna yang sesuai kepada pembaca. Dalam proses penerjemahan film disarankan untuk mrngevaluasi kembali hasil terjemahan agar tidak ada kesalahan. | This job training report is entitled "Translating the Indonesian Substitle of Paniradya Kaistimewan's Short Movies Pitutur and Pitutur 2". The first short movie is a short movie that tells about the lives of two boys who have different characteristics, while the second short movie is a continuation of the short movie "Pitutur" which tells about the consequences of ignoring parents and leaving worship. The translation process started from December 2022 to January 2023. In translating the two short movies, the author used 4 translation processes from Suryawinata and Hariyanto (2016); they are analysis, transfer, restructuring, and evaluation and revision. There were eight techniques used in translating. They were amplification, transposition, description, adaptation, compensation, established equivalent, literal translation, and borrowing. In translating the short movies "Pitutur dan Pitutur 2" there were several obstacles such as difficulty in finding the right equivalent words and lack of vocabulary mastery. To overcome these obstacles, the writer could ask for help from other people and look for sentences that are poorly understood through an offline dictionary or an online dictionary. As a good translator, the translator must be able to convey the appropriate message or meaning to the reader. In the process of film translation, it is advisable to re-evaluate the translation results in order that there are no errors. | |
| 40178 | 44567 | H1D017050 | Rancang Bangun Aplikasi Manajemen Rantai Pasok Produk Olahan Carica Berbasis Web di Kabupaten Wonosobo Menggunakan Framework Laravel | Carica merupakan buah khas daerah Wonosobo, Jawa Tengah, yang banyak ditemukan di dataran tinggi seperti Pegunungan Dieng. Beberapa masyarakat setempat memanfaatkan peluang untuk mengembangkan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) yang mengolah buah carica menjadi makanan khas seperti manisan, sirup, keripik, dan lain sebagainya. Namun, beberapa permasalahan kerap dihadapi oleh para pelaku UMKM dalam menjalani serangkaian proses manajemen rantai pasok seperti kurangnya informasi mengenai persediaan stok bahan baku carica di berbagai daerah dan kurangnya penggunaan teknologi informasi dalam mengintegrasikan pengelolaan persediaan dan pemesanan bahan baku serta produk. Melihat permasalahan tersebut maka diperlukan perancangan dan pembangunan aplikasi manajemen rantai pasok produk olahan carica berbasis web yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai persediaan bahan baku buah carica di berbagai kecamatan di kabupaten Wonosobo, mengelola informasi persediaan bahan baku dan produk serta menciptakan wadah khusus untuk pemasok bahan baku, produsen, dan pembeli produk dalam mempermudah proses pemesanan bahan baku serta produk. Aplikasi ini dibangun menggunakan framework Laravel dengan metode Waterfall. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi dapat mengelola persediaan dan pemesanan bahan baku serta produk menjadi lebih efisien. | Carica is a fruit typical of the Wonosobo area, Central Java, which is often found in highlands such as the Dieng Mountains. Several local communities are taking advantage of the opportunity to develop MSMEs (Micro, Small and Medium Enterprises) which process carica fruit into special foods such as sweets, syrup, chips, and so on. However, several problems are often faced by MSME actors in carrying out a series of supply chain management processes, such as a lack of information regarding the stock of carica raw materials in various regions and a lack of use of information technology in integrating inventory management and ordering raw materials and products. Seeing these problems, it is necessary to design and develop a web-based supply chain management application for processed carica products which aims to provide information regarding the supply of raw materials for carica fruit in various subdistricts in Wonosobo regency, manage information on supplies of raw materials and products and create a special platform for raw material suppliers, producers and product buyers in simplifying the process of ordering raw materials and products. This application was built using the Laravel framework with the Waterfall method. The results of this research show that the application can manage inventory and ordering of raw materials and products more efficiently. | |
| 40179 | 42494 | F1B019092 | Kinerja BUMDes Kusuma Mukti Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas | Kinerja merupakan suatu hal yang sangat penting dalam upaya organisasi untuk mencapai tujuannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kinerja BUMDes Kusuma Mukti dan mengetahui penyebab kinerja BUMDes Kusuma Mukti belum optimal dalam meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes), Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data yang digunakan adalah metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu teknik analisis data milik Miles, Huberman dan Saldana (2014) yang dilakukan secara interaktif melalui proses data collection, data condentation, data display, dan verivication. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa BUMDes Kusuma Mukti yang termasuk BUMDes dalam kategori maju belum dapat berkontribusi ke Pendapatan Asli Desa (PADes) yang disebabkan karena BUMDes Kusuma Mukti yang kurang produktif, dan akuntabilitas yang kurang yaitu pada sosialisasi. BUMDes Kusuma Mukti masih kurang produktif disebabkan karena BUMDes Kusuma Mukti masih mengalami kerugian. BUMDes Kusuma Mukti dalam meningkatkan PADes BUMDes masih belum mengalami perkembangan tetapi malah unit usaha yang ada menjadi berkurang dan jumlah konsumen atau pengunjung dari unit usaha BUMDes Kusuma Mukti dalam menjalankan usahanya untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) belum maksimal. | Performance is a very important thing in an organization's efforts to achieve its goals. This research aims to describe the performance of BUMDes Kusuma Mukti and find out why the performance of BUMDes Kusuma Mukti has not been optimal in increasing Village Original Income (PADes). The research method used is a descriptive qualitative method. The data collection used was interview, observation and documentation methods. The data analysis technique used is Miles, Huberman and Saldana's (2014) data analysis technique which is carried out interactively through data collection, data condentation, data display and verification processes. The results of this research show that BUMDes Kusuma Mukti, which is included in the advanced BUMDes category, has not been able to contribute to Original Village Income (PADes) due to BUMDes Kusuma Mukti being less productive, and lacking accountability, namely in socialization. BUMDes Kusuma Mukti is still less productive because BUMDes Kusuma Mukti is still experiencing losses. BUMDes Kusuma Mukti in increasing the BUMDes BUMDes has not yet experienced development but instead the existing business units have decreased and the number of consumers visitors from the BUMDes Kusuma Mukti business unit in carrying out its business to increase Village Original Income (PADes) has not been maximized. | |
| 40180 | 42495 | E1A019082 | PERANAN KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN NGAWI DALAM MENGENDALIKAN ALIH FUNGSI TANAH PERTANIAN KE TANAH NON PERTANIAN | Konversi atau alih fungsi tanah ini merupakan masalah yang menjadi hal penting di Indonesia mengingat Indonesia yang merupakan negara agraris dimana pertanian merupakan salah satu keunggulan dari bangsa Indonesia. Tingginya alih fungsi tanah pertanian yang disebabkan banyak faktor seperti contohnya pembangunan yang harus mengorbankan tanah pertanian bisa menjadi ancaman bagi bidang pertanian. Penelitian ini akan membahas tentang bagaimana peranan Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi dalam mengendalikan alih fungsi tanah pertanian dan apa saja penyebab terjadinya alih fungsi di Kabupaten Ngawi dalam 5 tahun terakhir. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan yuridis empiris dan merupakan penelitian kualitatif. Jenis sumber data meliputi data primer dan data sekunder yang diperoleh dengan menggunakan metode wawancara, observasi non partisipan, studi pustaka, dan dokumentasi. Data yang terkumpul kemudian diolah menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan kategorisasi data. Analisis data menggunakan metode analisis kualitatif dan metode analisis isi. Hasil penelitian menunjukan bahwa Penyebab alih fungsi tanah pertanian dalam 5 tahun terakhir di sebabkan oleh banyaknya pembangunan rumah pribadi dan kepentingan berusaha dan peranan Kantor Pertanahan Kabupaten Ngawi dalam mengendalikan alih fungsi tanah pertanian adalah sebagai pemberi pertimbangan dan sebagai pemberi informasi. | The conversion or land use change is a significant issue in Indonesia, considering that Indonesia is an agrarian country where agriculture is one of the nation's strengths. The high conversion of agricultural land, caused by various factors such as development that sacrifices agricultural land, can pose a threat to the field of agriculture. This research will discuss the role of the Ngawi District Land Office in controlling the conversion of agricultural land and the causes of land conversion in the Ngawi District over the past 5 years. This study uses a juridical-empirical approach and is a qualitative research. The sources of data include primary data and secondary data obtained through methods such as interviews, non participant observation, literature review, and documentation. The collected data is then processed using data reduction techniques, data presentation, and data categorization. Data analysis is done using qualitative analysis and content analysis methods. The research results indicate that the conversion of agricultural land in the last 5 years is caused by the increasing number of private home constructions and business interests. The role of the Ngawi District Land Office in controlling the conversion of agricultural land is to provide considerations and information. |