Home
Login.
Artikelilmiahs
42182
Update
NURJANNAH
NIM
Judul Artikel
NASIONALISME DALAM PERSPEKTIF PSIKOLOGI POLITIK Studi Wacana Penolakan Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Studi ini meneliti tentang wacana penolakan Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia. Penolakan tersebut dilatarbelakangi oleh adanya kesamaan kepentingan antara kubu elit politik nasionalis, dan elit berbasis agama. Dalam konteks ini, penelitian ini akan membahas tentang bagaimana nasionalisme hadir dalam wacana penolakan Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori emosi menurut Richard Lazarus, yaitu serangkaian tahap pemrosesan informasi kemudian mengevaluasi dengan cara tertentu sehingga menyebabkan perubahan secara emosi pada individu. Dengan menggunakan metode analisis wacana kritis menurut Norman Fairclough, hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat emosi nasionalisme dalam wacana penolakan Timnas Israel pada Piala Dunia U-20 di Indonesia dari elit politik dan masyarakat meskipun dari sudut pandang yang berbeda. Ekspresi emosi nasionalisme dari masyarakat menunjukan bahwa marah kepada tim penolak Timnas Israel karena menyebabkan masyarakat tidak bisa melihat prestis Indonesia pada Piala Dunia U-20, sementara ekspresi emosi nasionalisme dari elit menunjukan bahwa marah kepada pemerintah karena menerima Israel dan bertolak belakang dengan konstitusi yang ada. Dalam konteks ini lah terdapat kepentingan dalam mengeskpresikan nasionalisme, secara spesifik kepentingan elit yaitu ajang pembuktian loyalitas kepada PDIP sebagai tiket calon presiden 2024. Hal itu bisa dilihat dari pro dan kontra pada wacana Penolakan Timnas Israel di Indonesia melalui media sosial Twitter pada postingan @Indotransfer.
Abtrak (Bhs. Inggris)
This study examines the discourse of the rejection of the Israeli national team at the U-20 World Cup in Indonesia. The rejection was motivated by the common interests between the nationalist political elite and the faith-based elite. In this context, this study will discuss how nationalism is present in the discourse of the rejection of the Israeli national team at the U-20 World Cup in Indonesia. This research uses the theory of emotion according to Richard Lazarus, which is a series of stages of processing information then evaluating in a certain way so as to cause emotional changes in individuals. Using the method of critical discourse analysis according to Norman Fairclough, the results of this study show that there is an emotion of nationalism in the discourse of the rejection of the Israeli national team at the U-20 World Cup in Indonesia from political elites and society although from different points of view. The emotional expression of nationalism from the public shows that they are angry with the Israeli national team because they cause people to not be able to see Indonesia's prestige at the U-20 World Cup, while the emotional expression of nationalism from the elite shows that they are angry with the government for accepting Israel and contrary to the existing constitution. It is in this context that there is an interest in expressing nationalism, specifically, the interests of the elite are a place to prove loyalty to PDIP as a ticket for the 2024 presidential candidate. This can be seen from the pros and cons of the discourse on the rejection of the Israeli national team in Indonesia through social media Twitter in @Indotransfer post.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save