Artikelilmiahs
Menampilkan 39.541-39.560 dari 48.949 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39541 | 44490 | F1C017017 | Representasi Konflik Komunikasi Keluarga Dalam Drama Korea Twenty Five Twenty One (Analisis Semiotika Roland Barthes) | Serial drama Korea sangat digemari oleh kalangan remaja Indonesia, selain menjadi penghibur serial dapat menjadi media komunikasi massa karena mampu mempresentasikan sesuatu kepada masyarakat. Salah satu serial drama Korea popular adalah Twenty Five Twenty One yang menceritakan kisah cinta atlet anggar dan reporter, serta terdapat konflik komunikasi terjadi antara Ibu dan anak dalam serial drama tersebut. Oleh karena itu untuk menganalisa adanya konflik komunikasi keluarga yang terjadi antara Ibu dan anak dalam serial drama Twenty Five Twenty One, peneliti menggunakan metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data menggunakan data primer yang diperoleh dari potongan scene dan adegan dalam drama korea Twenty Five Twenty One. Dan data sekunder dari yang diperoleh dari jurnal,website,artikel dll. Hasil dari penelitian ini terdapat apabila terjadinya konflik komunikasi keluarga karena adanya sikap tidak dapat mengerti satu sama lain juga tidak adanya komunikasi lebih dalam agar tidak menimbulkan konflik komunikasi keluarga secara terus menerus. | eenagers, apart from being entertainers, serials can be a mass communication medium because they are able to present something to the public. One of the popular Korean drama series is Twenty Five Twenty One which tells the love story of a fencer and a reporter, and there is a communication conflict between mother and child in the series. Therefore, to analyze the family communication conflicts that occur between mothers and children in the drama series Twenty Five Twenty One, researchers use the methodology used, namely qualitative research with Roland Barthes' semiotic approach. The data uses primary data obtained from scenes and scenes in the Korean drama Twenty Five Twenty One. And secondary data obtained from journals, websites, articles etc. The results of this research show that family communication conflicts occur due to an attitude of not being able to understand each other and also the absence of deeper communication so as not to cause continuous family communication conflicts. | |
| 39542 | 41934 | I1E019023 | Pengaruh Media Berbasis Manusia Dan Media Audio Visual Terhadap Tingkat Pemamahaman Peraturan Futsal Peserta Ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Paguyangan | Latar Belakang: Tingkat pemahaman peraturan futsal peserta ekstrakurikuler masih kurang dengan nilai rata-rata observasil awal 40,06% . Media dapat dijadikan alat dalam pengembangan futsal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan antara media berbasis manusia dan media audio visual terhadap tingkat pemahaman peraturan futsal. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperiman. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Paguyangan dengan 20 sampel siswa. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t-test. Hasil Penelitian: Hasil uji paired sample t-test pada media berbasis manusia memperoleh nilai sebesar 0,000, sedangkan pada media audio visual sebesar 0,000 artinya ada pengaruh yang signifikan pada pemberian treatment. Pada uji independetnt sample t-test dari data posttest tes pemahaman peraturan futsal. Diperoleh hasil signifikan pada tes pemahaman kelompok media berbasis manusia dan media audio visual sebesar 0,702. Data tersebut diketahui signifikan >0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara media berbasis manusia dan media audio visual. Kesimpulan: Ada pengaruh signifikan dari penerapan media berbasis manusia dan media audio visual terhadap tingkat pemahaman peraturan futsal. Tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara media berbasis manusia dan media audio visual terhadap tingkat pemahaman peraturan futsal. | Background: The level of understanding of extracurricular participants' futsal rules is still lacking with an initial average observation score of 40.06%. Media can be used as a tool in futsal development. This research aims to determine the influence and differences between human-based media and audio-visual media on the level of understanding of futsal rules. Method: : This research is experimental. research location at SMA N 1 Paguyangan using a sample of 20 students. Data analysis using normality test, homogeneity, t-test Results: The results of the research on the human-based media paired sample t-test were 0.000, while the audio-visual media were 0.000, meaning that there was an influence on giving treatment. In the independent sample t-test from the post-test data, the test for human-based media and audio-visual media is 0.702. Conclusion: There is a significant effect of the application of human-based media and the application of audio-visual media on the level of understanding of futsal rules. There is no significant difference in the effect of human-based media and audio-visual media on the level of understanding | |
| 39543 | 44782 | H1A020044 | ANALISIS SISTEM PROTEKSI PADA BAY PENGHANTAR BUMIAYU 1 GARDU INDUK 150 KV KALIBAKAL | Saluran transmisi tenaga listrik mempunyai sistem proteksi sebagai pengaman saat terjadi gangguan terutama pada saluran udara tegangan tinggi (SUTT). Sistem proteksi tersebut terdapat relay jarak (Distance Relay) sebagai pengaman utama dan juga OCR (Over Current Relay), GFR (Ground Fault Relay) sebagai pengaman cadangan. Salah satu syarat sistem proteksi adalah handal dan selektif, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis setting sistem proteksi yang terdapat pada bay penghantar Bumiayu 1 yang menghubungkan GI Kalibakal – GI Bumiayu dan melakukan simulasi mengenai arus gangguan hubung singkat dan koordinasi kerja relay pada Single Line Diagram (SLD) menggunakan software ETAP 19.0.1. Pada penelitian ini dapat membandingkan hasil dari perhitungan manual dengan simulasi sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Hasil dari penelitian ini terdapat analisis gangguan hubung singkat baik gangguan hubung singkat 3 fasa, 2 fasa dan 1 fasa ke tanah dibeberapa titik gangguan yang sesuai dengan satuan persen (%) panjang saluran penghantar. Selain itu, didapatkan hasil perhitugan setting relay jarak, OCR, dan GFR yang sudah sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Perbandingan antara hasil perhitungan manual dengan data lapangan tidak berbeda jauh sehingga data disimpulkan bahwa sistem proteksi tidak perlu dilakukan resetting. | Electric power transmission lines have a protection system as a safety when a disturbance occurs, especially on high voltage overhead lines (SUTT). The protection system has a distance relay as the main safety and also OCR (Over Current Relay), GFR (Ground Fault Relay) as a backup safety. One of the requirements of the protection system is reliable and selective, so the purpose of this study is to analyze the protection system settings contained in the Bumiayu 1 conductor bay connecting GI Kalibakal - GI Bumiayu and simulate the short circuit fault current and relay work coordination on the Single Line Diagram (SLD) using ETAP 19.0.1 software. This research can compare the results of manual calculations with simulations in accordance with establishe standards. The results of this study are an analysis of short circuit faults both 3 phase, 2 phase and 1 phase short circuit faults to the ground at several fault points in accordance with the unit percent (%) of the length of the conductor line. In addition, the results of the calculation of distance relay settings, OCR, and GFR are obtained in accordance with established standards. The comparison between the results of manual calculations and field data does not differ much so that the data is concluded that the protection system does not need to be reset. | |
| 39544 | 41935 | I1E018048 | PENGARUH METODE LATIHAN PASSING STATIS DAN DINAMIS TERHADAP KETEPATAN PASSING PADA EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA SMPN 3 PUNGGELAN BANJARNEGARA | Latar Belakang: Kegiatan ekstrakurikuler sepak bola yang dikembangkan di SMP Negeri 3 Punggelan bertujuan untuk meningkatkan prestasi, meningkatkan kemampuan siswa, dan meningkatkan keterampilan siswa dalam bermain sepak bola. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan saat latihan sepak bola dan hasil wawancara dengan pembina ekstrakurikuler sepak bola SMPN 3 Punggelan. siswa sering melakukan beberapa kesalahan yang mendasar ketika melakukan teknik dasar passing. Ketika melakukan passing tidak sesuai dengan arah yang dituju, terlalu keras untuk dikuasai, setelah passing tidak bergerak mencari ruang kosong lagi untuk menguasai bola. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan desain penelitian two group pretest and posttest design. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan tekning purposive sampling. Popolasi dan sampel yang digunakan adalah peserta ekstrakurikuler sepak bola SMPN 3 Punggelan yang berjumlah 20 siswa. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan nilai signifikansi <0,05. Instrumen penelitian ketepatan passing yaitu tes mengumpan dan mengontrol bola modifikasi tes dari Abdul Narlan (2017) untuk mengukur ketepatan passing sepak bola dalam permainan sepak bola. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai p=0,000 < 0.05, sehingga ada perbedaan antara data pretest dan posttest. Hasil treatment A dan kelompok treatment B sebesar 0.413 Dari data tersebut diperoleh hasil signifikan > 0,05 dan dapat dikatakan tidak terdapat perbedaan pengaruh latihan yang signifikan antara latihan passing statis dan passing dinamis. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan dari latihan passing statis dan passing dinamis terhadap keterampilan passing. Tidak terdapat perbedaaan yang signifikan antara kelompok treatment A dan kelompok treatment B terhadap keterampilan passing. Kata kunci: Ketepatan passing,SMPN 3 punggelan banjarnegara | Background: Football extracurricular activities developed at SMP Negeri 3 Punggelan aim to improve achievement, improve student abilities, and improve students' skills in playing soccer. Based on the results of observations made during soccer practice and the results of interviews with extracurricular soccer coaches at SMPN 3 Punggelan. Students often make several basic mistakes when performing basic passing techniques. When a pass is not in the intended direction, the ball goes out when passing, the pass is too fast making it difficult for a friend to receive the ball, the pass is too late so the ball is easily seized by the opponent, then after passing the player does not move to look for space so control of the ball becomes difficult. Methodology: This research is an experimental research, with a research designtwo group pretest and posttest design. The sample technique used in this study used a purposive sampling technique. The sample in this study amounted to 20 children. The data analysis technique used the t-test with a significance value <0.05. The research instrument for passing accuracy is the test for passing and controlling the ball, a modification of the test from Abdul Narlan (2017) to measure the accuracy of football passes in soccer games. Research result: The results showed that the value of p = 0.000 <0.05, so there is a difference between the pretest and posttest data. There was no significant difference between treatment group A and treatment group B regarding passing skills. Conclusion: There is a significant effect of static passing and dynamic passing exercises on passing skills. There was no significant difference between treatment group A and treatment group B in passing skills Keywords: Accuracy passing, SMPN 3 punggelan banjarnegara | |
| 39545 | 44491 | F1C018029 | Proses Gatekeeping Pemberitaan RRI pada Program Warta Berita RRI | Radio adalah salah satu media yang memiliki salah satu peran besar dalam menyampaikan informasi kepada khalayak. Radio Republik Indonesia merupakan salah satu media radio yang merupaka Lembaga Penyiaran Publik dan menyiarkan program informasi yang sehat, edukatif, dan positif, adapun salah satunya merupakan Program Warta Berita yang meliputi Pagi, Siang, dan Petang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses gatekeeping pada redaksi yang dilakukan Pemberitaan RRI Purwokerto pada program Warta Berita untuk menilai berita yang dipublikasikan, ini juga terkait dengan visi LPP RRI sebagai media yang netral dan indenden. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan Pemberitaan RRI Purwokerto dalam redaksi meliputi tahap agenda setting, liputan, editing, verifikasi, dan publikasi/penyiaran syarat kejurnalistikan yang meliputi kaidah berita 5W+1H, faktual, dan aktual serta dari segi kepentingan berita RRI diprioritaskan yang bersifat positif, tidak berpihak, edukatif, serta non kontroversial yang artinya RRI Purwokerto berada dijalur sesuai visinya. Dan terakhir ditemukan proses gatekeeping dalam redaksi Pemberitaan mengalami perubahan dari tahun ke tahun, yakni peran redaktur sebagai gatekeeper sebelumnya memiliki satu orang sebagai peran tetap kini menjadi sistem bergilir artinya tiap hari salah satu wartawan harus silih berganti menjadi redaktur untuk memverifikasi semua berita yang diterima Pemberitaan untuk Program Berita yang disiarakan khususnya Warta Berita. | Radio is one of the media that has one of the big roles in conveying information to the audience. Radio Republik Indonesia is one of the radio media that is a Public Broadcasting Institution and broadcasts healthy, educative, and positive information programs, while one of them is the News News Program which includes Morning, Noon, and Evening. This study aims to find out how the gatekeeping process in the newsroom carried out by RRI Purwokerto News on the Warta Berita program to assess published news, this is also related to the vision of LPP RRI as a neutral and independent media. This study used descriptive qualitative method. The results of this study show that RRI Purwokerto News in the newsroom includes the agenda setting, coverage, editing, verification, and publication/broadcasting stages of journalistic requirements which include 5W+1H, factual, and actual news rules and in terms of the importance of RRI news are prioritized which are positive, impartial, educational, and non-controversial, which means RRI Purwokerto is on track according to its vision. And finally, it was found that the gatekeeping process in the News Editor has changed from year to year, namely the editor's role as a gatekeeper, previously had one person as a fixed role, now it is a rotating system, meaning that every day one journalist must alternate as editor to verify all the news received by the News for the News Program broadcast, especially Warta Berita. | |
| 39546 | 44493 | J1D020025 | Nilai Heroisme dalam Novel Senapan Tak Berpeluru Karya Joko Gesang Santoso dan Keterkaitannya dengan Profil Pelajar Pancasila | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya perilaku pelajar yang menyimpang sehingga dibutuhkan nilai-nilai yang dapat digunakan untuk menguatkan karakter yang baik yaitu nilai heroisme. Tujuan dari penelitian ini, yaitu (1) mendeskripsikan nilai heroisme yang ada dalam novel Senapan Tak Berpeluru karya Joko Gesang Santoso; dan (2) mendeskripsikan keterkaitan nilai heroismedalam novel Senapan Tak Berpeluru karya Joko Gesang Santoso dengan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitian terdiri atas delapan data nilai religius, enam data nilai keberanian, empat data nilai ketekunan, lima data nilai kejuangan, enam data nilai kerelaan berkorban, empat data nilai altruisme, dan tiga data nilai loyalitas nasionalisme. Berdasarkan hasil tersebut, data yang dominan adalah nilai religius dan nilai altruisme. Kemudian, keterkaitan nilai heroisme dengan profil pelajar Pancasila menunjukkan dimensi yang paling banyak terkait dengan nilai heroisme dalam novel adalah dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Kata kunci: nilai heroisme, profil pelajar pancasila, novel | This research is motivated by the many deviant student behaviors that require values that can be used to strengthen good character, namely the value of heroism. The objectives of this study, namely (1) to describe the value of heroism in the novel Senapan Tak Berpeluru by Joko Gesang Santoso; and (2) to describe the connection between the value of heroism in the novel Senapan Tak Berpeluru by Joko Gesang Santoso with the profil pelajar Pancasila. This research uses descriptive qualitative approach with content analysis method. The results consist of eight data of religious value, six data of courage value, four data of perseverance value, five data of struggle value, six data of willingness to sacrifice value, four data of altruism value, and three data of nationalism loyalty value. Based on these results, the dominant data are religious values and altruism values. Then, the connection between the value of heroism and the profil pelajar Pancasila shows that the dimensions most related to the value of heroism in the novel are the dimensions of faith, fear of God Almighty, and noble character. Keywords: heroism value, profil pelajar pancasila, | |
| 39547 | 44494 | J1D020020 | Patologi Sosial dan Pesan Moral dalam Novel Re: dan peRempuan Karya Maman Suherman | Permasalahan sosial yang bertentangan dengan norma yang menganggu masyarakat dalam sebuah karya sastra merupakan latar belakang dari penyusunan penelitian ini. Salah satu karya sastra yang menggambarkan patologi sosial adalah novel Re: dan peRempuan karya Maman Suherman. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan bentuk patologi sosial; dan (2) mendeskripsikan pesan moral dalam novel. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Data yang digunakan berupa kutipan yang bersumber dari novel Re: dan peRempuan karya Maman Suherman. Pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian ditemukan, meskipun novel Re: dan peRempuan banyak mengandung patologi sosial yang menggambarkan perilaku tak bermoral yang meliputi prostitusi, kejahatan, homoseksualitas, dan kenakalan remaja, namun terdapat pesan moral yang dapat dijadikan contoh bagi pembacanya, seperti perilaku mandiri, percaya diri, pantang menyerah, bertanggung jawab, rendah hati, tolong menolong, kasih sayang sesama, dan menjalankan kewajiban Tuhan. | Social problems that conflict with norms that disturb society in a literary work are the background to the preparation of this research. One of the literary works that describes social pathology is the novel Re: and women by Maman Suherman. This research aims to (1) describe forms of social pathology; and (2) describe the moral message in the novel. This research uses a qualitative descriptive approach using content analysis methods. The data used is in the form of quotes sourced from the novel Re: and women by Maman Suherman. Data collection uses reading and note-taking techniques. The data analysis technique used is Miles and Huberman data analysis. The results of the research found that although the novel Re: dan perempuan contains a lot of social pathology that depicts immoral behavior including prostitution, crime, homosexuality and juvenile delinquency, there are moral messages that can be used as examples for readers, such as independent behavior, self-confidence, abstinence. surrender, responsibility, humility, mutual help, compassion for others, and carrying out God's obligations. | |
| 39548 | 41936 | I1E018055 | HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI, POWER OTOT TUNGKAI, KESEIMBANGAN DAN KOORDINASI MATA-KAKI TERHADAP KETEPATAN PASSING FUTSAL UNSOED PUTRI | Latar belakang : Terdapat perbedaan yang signifikan antara faktor antropometri panjang tungkai dan komponen biomotorik seperti power, keseimbangan dan koordinasi yang dapat mempengaruhi tingkat ketepatan passing pada tim Futsal Unsoed Putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang tungkai, power otot tungkai, keseimbangan dan koordinasi mata-kaki dengan ketepatan passing Futsal Unsoed Putri. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi penelitian ini yaitu tim Futsal Unsoed Putri yang berjumlah 20 orang dengan teknik total sampling. Instrumen tes penelitian ini terdiri dari tes panjang tungkai (meteran), tes power otot tungkai (standing board jump), tes keseimbangan (modified bass test), tes koordinasi mata-kaki (soccer wall volley test) dan tes ketepatan passing (passing-concrolling). Analisis data menggunakan uji korelasi dan uji regresi. Hasil penelitian : Ada hubungan antara panjang tungkai dengan ketepatan passing dengan nilai signifikanis 0,031. Ada hubungan antara power otot tungkai dengan ketepatan passing dengan nilai signifikansi 0,000. Ada hubungan antara keseimbangan dengan ketepatan passing dengan nilai sigignifikansi 0,039. Ada hubungan antara koordinasi mata-kaki dengan ketepatan passing dengan nilai signifikansi 0,001. Hubungan antara panjang tungkai, power otot tungkai, keseimbangan dan koordinasi mata-kaki terhadap ketepatan passing mempunyai nilai signifikansi 0,003. Kesimpulan : Ada hubungan antara panjang tungkai, power otot tungkai, keseimbangan dan koordinasi terhadap ketepatan passing. Kata kunci : Passing, panjang tungkai, power, keseimbangan, koordinasi. | Background: There are significant differences between anthropometric factors of leg muscle power, balance and eye-foot coordination which can influence the level of passing accuracy in the Unsoed Womens Futsal team. The research aims to determine the relationship between leg length, leg muscle power, balance and eye-foot coordination with accuracy of Womens Unsoed Futsal passing. Methodology: This research is correlational research. The population of this research was the Unsoed Womens Futsal team, totoaling 20 people using a total sampling technique. The test instruments for this research consisted of a leg length test (meter), a leg muscle power test (standing board jump), a balance test (modified bass test) a eye-foot coordination test (soccer wall volley test)and a passing accuracy test (passing-controlling). Data analysis using correlation tests and regression tests. Research results: There is a relationship between leg length and passing accuracy with a significance value of 0,031. There is a relationship between leg muscle power and passing accuracy with a significance value of 0,000. There is a relationship between balance and passing accuracy with a significance value of 0,039. There is a relationship between eye-foot coordination and passing accuracy with a significance value of 0,001. There is a relationship between leg length, leg muscle power, balance and eye-foot coordination with passing accuracy with a significance value of 0,003. Conclusion: There is a relationship between leg length, leg muscle power, balance and eye-foot coordination with passing accuracy Keywords: Passing, leg length, power, balance, coordination | |
| 39549 | 41925 | J1D019018 | Pengembangan Bahan Ajar Keterampilan Menyimak BIPA Tingkat Pemula Bermuatan Budaya Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk membuat bahan ajar buku digital untuk pemelajar BIPA pemula A1 yang disertai bahan simakan, sehingga memungkinkan pemelajar BIPA pemula untuk belajar secara mandiri. Bentuk penelitian ini adalah Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dalam penelitian ini adalah data analisis kebutuhan, dan data hasil validasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi dan angket. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis campuran (mix method). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Pengembangan buku digital keterampilan menyimak BIPA A1 menggunakan aplikasi Flip PDF Corporate Edition. 2) Hasil uji validasi ahli mendapatkan skor rata-rata 0,7-0,83 yang termasuk ke dalam kategori valid. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa buku digital yang dikembangan dalam penelitian ini layak digunakan pada pembelajaran BIPA. | This study aims to make digital book teaching materials for A1 beginner BIPA students accompanied by listening material, so as to enable beginner BIPA students to study independently. This research is Research and Development (R&D) using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The data in this study are needs analysis data, and data validation results. Data collection techniques in this study were observation and questionnaires. The data analysis technique is mix method. Based on the research that has been done, the results are as follows: 1) Development of a digital book on BIPA A1 listening skills using the Flip PDF Corporate Edition application. 2) The results of the expert validation test get an average score of 0.7-0.83 which is included in the valid category. Based on these results, it can be concluded that the digital books developed in this study are suitable for use in BIPA learning. | |
| 39550 | 44492 | I1C019020 | STUDI POTENSI SENYAWA 1,3,5,7 TETRAHIDROKSIANTRAKUINON SEBAGAI KANDIDAT AGEN PENGKELAT ION BESI PADA TALASEMIA | ABSTRAK STUDI POTENSI SENYAWA 1,3,5,7 TETRAHIDROKSIANTRAKUINON SEBAGAI KANDIDAT AGEN PENGKELAT ION BESI PADA TALASEMIA Muhammad Surya Nugraha1, Salman Fareza2, Nur Amalia Choironi2 Latar Belakang : Talasemia adalah penyakit genetik kelainan darah yang disebabkan oleh gangguan sintesis hemoglobin di dalam sel darah merah. Terapi Talasemia mayor umumnya menggunakan transfusi darah. Agen pengkelat masih digunakan sebagai terapi untuk mengatasi kelebihan zat besi dalam tubuh, terutama pada pasien dengan kondisi thalassemia mayor dan hemokromatosis. Salah satu senyawa yang berpotensi untuk diteliti adalah senyawa 1,3,5,7-tetrahidroksiantrakuinon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari senyawa turunan antrakuinon (1,3,5,7-tetrahidroksiantrakuinon) terhadap penyakit Talsemia. Metodologi : Sintesis senyawa murni 1,3,5,7 tetrahidroksiantrakuinon disintesis melalui reaksi kondensasi asam 3,5-dihidroksibenzoat sebanyak 0,450 g dan 5 mL asam sulfat pekat. Campuran kemudian direfluks selama 2 jam pada rentang suhu 120 - 130 °C. Karakterisasi senyawa sintesis menggunakan spektrometer NMR Agilent DD2 500 MHz (1H) dan 125 (13C), HRMS (ESI TOF Water LCT Premier). Uji Pengkelat ion besi dilakukan secara duplo 25 ml larutan FeCl2 dan 25 ml Ferrozine, 10 ml EDTA, 10 ml tetrahdiroksiantrakuinon. Uji pengkelat ion besi dilakukan dengan cara 50 μL sampel ditambahkan dengan 250 μL etanol dan ditambahkan 750 μL FeCl2 diinkubasi 30 menit. Ditambahkan 1500 μL Ferrozin, diinkubasi kembali selama 30 menit. Hasil Penelitian : Hasil sintesis berupa padatan serbuk berwarna hijau. Hasil dari sintesis sebanyak 0,435 g dengan rendemen sebesar 96,7 %. Berdasarkan struktur kimianya, 1,3,5,7 tetrahidroksiantrakuinon memiliki struktur simetris (7 sinyal) dan menghasilkan pembacaan sinyal hanya dalam satu lingkungan kimia. Spektrum 1H-NMR menunjukkan adanya sinyal singlet pada empat sinya diantaranya 12,81; 7,3 ; 6,8 dan 3 ppm. Pada 13C-NMR terdapat sinyal pada C-1 / C-8(109.12 ppm), C-2 / C-9 (110.72 ppm), C-3 / C-10 (108.48 ppm), C-4 / C-11 (186.58 ppm), C-5 / C-12 (166.70 ppm), C-6 / C-13 (166.39 ppm), C-7 / C-14 (207 ppm). HR-MS menunjukkan ion [M-H]- pada m/z 271,0246 sesuai dengan rumus molekulnya yaitu C14H8O6. Hasil percobaan uji kemampuan mengkelat ion besi pada sampel antrakuinon diperoleh 2,72 %. Pada sampel EDTA diperoleh 2,73 %. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Tetranhidroksiantrakuinon dan EDTA memiliki aktivitas pengkelat ion besi. Kata kunci : Talasemia, ion pengkelat besi, tetrahidroksiantrakuinon 1Mahasiswa Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jendral Soedirman 2Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. | ABSTRACT STUDY ON THE POTENTIAL OF THE COMPOUND 1,3,5,7 TETRAHYDROXYANTRAQUINONE AS A CANDIDATE IRON ION CHELATING AGENT IN THALASSEMIA Muhammad Surya Nugraha1 , Salman Fareza2 , Nur Amalia Choironi2 1,2Department of Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University *E-mail: sn5981534@gmail.com Telp: 085291915174 Background : Thalassemia is a genetic blood disorder caused by impaired hemoglobin synthesis in red blood cells. Thalassemia major therapy generally uses blood transfusions. Chelating agents are still used as therapy to treat excess iron in the body, especially in patients with thalassemia major and hemochromatosis. One compound that has the potential to be studied is the compound 1,3,5,7-tetrahydroxyanthraquinone. This study aims to determine the activity of anthraquinone derivative compounds (1,3,5,7-tetrahydroxyanthraquinone) against talsemia. Methodology : Synthesis of the pure compound 1,3,5,7 tetrahydroxyanthraquinone was synthesized through the condensation reaction of 0.450 g of 3,5-dihydroxybenzoic acid and 5 mL of concentrated sulfuric acid. The mixture was then refluxed for 2 hours at a temperature range of 120 - 130 °C. Characterization of synthetic compounds using an Agilent DD2 500 MHz (1H) and 125 (13C) NMR spectrometer, HRMS (ESI TOF Water LCT Premier). The iron ion chelation test was carried out in duplicate with 25 ml of FeCl2 solution and 25 ml of Ferrozine, 10 ml of EDTA, 10 ml of tetrahyroxyanthraquinone. The iron ion chelation test was carried out by adding 50 μL of sample with 250 μL of ethanol and adding 750 μL of FeCl2 and incubating for 30 minutes. Added 1500 μL Ferrozin, incubated again for 30 minutes. Results : The results of the synthesis are green powder solids. The result of the synthesis was 0.435 g with a yield of 96.7%. Based on its chemical structure, 1,3,5,7 tetrahydroxyanthraquinone has a symmetric structure (7 signals) and produces signal readings in only one chemical environment. The 1H-NMR spectrum shows the presence of singlet signals at four signals including 12.81; 7.3 ; 6.8 and 3 ppm. In 13C-NMR there are signals at C-1 / C-8 (109.12 ppm), C2 / C-9 (110.72 ppm), C-3 / C-10 (108.48 ppm), C-4 / C-11 (186.58 ppm), C-5 / C-12 (166.70 ppm), C-6 / C-13 (166.39 ppm), C-7 / C-14 (207 ppm). HR-MS shows the [M-H]- ion at m/z 271.0246 according to the molecular formula, namely C14H8O6. The experimental results of testing the ability to chelate iron ions in anthraquinone samples were obtained at 2,72 %. In the EDTA sample, 2,73 % was obtained. Conclusion : Based on the research conducted, it can be concluded that Tetranhydroxyanthraquinone and EDTA have iron ion chelating activity. Key words : Thalassemia, iron chelating ion, tetrahydroxyanthraquinone. | |
| 39551 | 41773 | I1D019065 | HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, ASUPAN PROTEIN, DAN STATUS MEROKOK DENGAN STATUS GIZI PADA PEGAWAI DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Status gizi memiliki peranan penting dalam menentukkan derajat kesehatan termasuk pada tenaga kerja yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Status gizi pegawai dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal seperti asupan makan, aktivitas fisik, dan status merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, asupan protein, dan status merokok dengan status gizi pegawai Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil sebesar 113 pegawai Universitas Jenderal Soedirman dengan teknik purposive sampling. Variabel aktivitas fisik diukur menggunakan IPAQ, asupan protein diukur menggunakan food recall 2x24 jam, status merokok dengan kuesioner, dan status gizi dengan indeks massa tubuh. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Terdapat hubungan antara asupan protein dengan status gizi pegawai (p=0,013 r=-0,234). Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik, status merokok dengan status gizi pegawai (p=0,335 r=-0,092) (p=0,900 r=0,012). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi berhubungan dengan asupan protein, namun tidak berhubungan dengan aktivitas fisik dan status merokok. | Background: Nutritional status has an important role in determining the degree of health, including in the workforce which affects work productivity. Employee nutritional status is influenced by various factors, both internal and external such as food intake, physical activity, and smoking status. This study aims to determine the relationship between physical activity, protein intake, and smoking status with the nutritional status of employees at Jenderal Soedirman University. Method: This research was observational with a cross-sectional study design. The samples taken were 124 employees of Jenderal Soedirman University selected by purposive. Physical activity was measured using IPAQ, protein intake used a food recall 2x24 hours, smoking status used questionnaires, and nutritional status used body mass index. Data analysis used rank spearman correlation. Results: There was significant correlations between protein intake with the nutritional status of employees (p=0.005 r=-0.253) . There were no relationship between physical activity, smoking status with nutritional status of employees (p=0.032 r=-0.193 (p=0.788). Conclusion: This study showed that nutritional status is related to protein intake, but not related to physical activity and smoking statusKeywords: Physical activity, protein intake, smoking status, nutritional status. | |
| 39552 | 44783 | I1E020002 | Penilaian Kecerdasan Sosial (Social Intelligence) Peserta Didik di SMA Negeri 1 Baturraden | ABSTRAK PENILAIAN KECERDASAN SOSIAL (SOCIAL INTELLIGENCE) PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 BATURRADEN Latar Belakang: Kecerdasan sosial merupakan kemampuan yang sering digunakan, guna mempertajam kemampuan antar individu dan unsur-unsur pembentuk daya tarik, keberhasilan sosial maupun karisma. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kecerdasan sosial peserta didik SMA Negeri 1 Baturraden. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, variabel penelitian ini menggunakan variabel tunggal. Penelitian ini tidak mencantumkan hipotesis, karena tidak semua penelitian memerlukan perumusan hipotesis. Penelitian yang bersifat eksploratif dan deskriptif sering kali tidak menyertakan hipotesis. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Baturraden menggunakan teknik total sampling dari 10% jumlah keseluruhan peserta didik. Teknik pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala likert. Hasil: Sebanyak 92 peserta didik (86%) menunjukkan kesadaran situasional yang sangat baik, sementara 15 peserta didik (14%) berada dalam kategori baik. Untuk indikator kemampuan membawa diri, 81 peserta didik (76%) termasuk dalam kategori sangat baik, 24 peserta didik (22%) dalam kategori baik, dan 2 peserta didik (2%) dalam kategori cukup. Pada indikator autentitas, 75 peserta didik (70%) memiliki kemampuan autentitas yang sangat baik, 29 peserta didik (27%) dalam kategori baik, dan 3 peserta didik (3%) dalam kategori cukup. Untuk indikator clarity, 62 peserta didik (58%) menunjukkan kemampuan clarity yang sangat baik, 42 peserta didik (39%) dalam kategori baik, dan 3 peserta didik (3%) dalam kategori cukup. Terakhir, pada indikator empati, 71 peserta didik (66%) memiliki kemampuan empati yang sangat baik, 32 peserta didik (30%) dalam kategori baik, dan 4 peserta didik (4%) dalam kategori cukup. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa tingkat kecerdasan sosial siswa SMA Negeri 1 Baturraden sangat baik. Rata-rata skor yang diperoleh peserta didik adalah 133 dengan persentase frekuensi 83,21%. | ABSTRACT SOCIAL INTELLIGENCE ASSESSMENT STUDENTS AT SMA NEGERI 1 BATURRADEN Background: Social intelligence is a frequently used ability to enhance interpersonal skills and elements that contribute to attractiveness, social success, and charisma. This study aims to determine the level of social intelligence of students at SMA Negeri 1 Baturraden. Methodology: This research employs a descriptive quantitative method, using a single variable. The study does not include a hypothesis, as not all research requires the formulation of a hypothesis. Exploratory and descriptive studies often do not include hypotheses. This research was conducted at SMA Negeri 1 Baturraden using a total sampling technique from 10% of the total number of students. Data collection was carried out using a questionnaire with a Likert scale. Conclusion: Based on the data analysis results, it can be concluded that the level of social intelligence of students at SMA Negeri 1 Baturraden is very good. The average score obtained by the students is 133, with a frequency percentage of 83.21%. A total of 92 students (86%) demonstrated excellent situational awareness, while 15 students (14%) were in the good category. For the self-presentation indicator, 81 students (76%) were in the excellent category, 24 students (22%) were in the good category, and 2 students (2%) were in the fair category. On the authenticity indicator, 75 students (70%) exhibited excellent authenticity, 29 students (27%) were in the good category, and 3 students (3%) were in the fair category. For the clarity indicator, 62 students (58%) showed excellent clarity, 42 students (39%) were in the good category, and 3 students (3%) were in the fair category. Finally, on the empathy indicator, 71 students (66%) displayed excellent empathy, 32 students (30%) were in the good category, and 4 students (4%) were in the fair category. | |
| 39553 | 41938 | C1G019005 | FACTORS AFFECTING CONSUMPTION EXPENDITURE OF VISITORS ON SUNDAY MORNING (SUNMOR) GOR SATRIA PURWOKERTO | Judul penelitian ini adalah faktor-faktor yang mempengaruhi pengeluran konsumsi pengunjung di Sunmor GOR Satria Purwokerto. Sunmor merupakan salah satu pasar tradisional yang beroperasi hanya di hari Minggu lokasinya berada di depan GOR Satria Purwokerto. Tempat yang strategis dan jalan utama yang digunakan sebagai lokasi berdagang (Car Free Day) menjadikan GOR lebih ramai dari hari biasanya. Dengan demikian, mengakibatkan pengeluaran konsumsi pengunjung di Sunmor meningkat karena banyaknya barang yang diperdagangkan dapat memberikan beberapa pilihan kepada pengunjung untuk berbelanja sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor pendapatan, tingkat pendidikan, usia, jarak perjalanan, dan jenis kelamin terhadap pengeluaran konsumsi pengunjung di Sunmor GOR Satria Purwokerto dan untuk menganalisis variabel mana yang paling berpengaruh di Sunmor GOR Satria Purwokerto. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan data primer yang diambil dari 100 responden di Sunmor GOR Satria Purwokerto dengan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan metode survei melalui kuisioner yang diberikan kepada responden sesuai dengan sampel yang telah ditentukan. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Analisis Regresi Linear Berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa pendapatan, usia dan jarak perjalanan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pengeluaran konsumsi pengunjung di Sunmor GOR Satria Purwokerto. Sedangkan tingkat pendidikan dan jenis kelamin tidak berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi di Sunmor GOR Satria Purwokerto. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel yang paling berpengaruh adalah pendapatan di Sunmor GOR Satria Purwokerto. Kesimpulan dari hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap pengeluaran konsumsi yaitu pendapatan, usia dan jarak perjalanan. Variabel yang tidak berpengaruh yaitu tingkat pendidikan dan jenis kelamin. Variabel pendapatan menjadi variabel yang paling berpengaruh terhadap pengeluaran konsumsi. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya penambahan penyediaan fasilitas pendukung di Sunmor seperti tempat pembuangan sampah dan tempat cuci tangan yang lebih diperhatikan. Akses jalan pada pintu masuk dan keluar di Sunmor lebih ditinjau dan diperbaiki kembali agar lebih tertata dan teratur. Perlunya dilakukan sistem penglolaan yang lebih baik oleh pemerintah untuk menjaga eksistensi pasar agar tidak kalah bersaing dengan banyaknya pasar modern yang bermunculan sehingga Sunmor dapat terus berkembang menjadi lebih baik kedepannya. | The title of this research is the factors that influence the consumption expenditure of visitors at Sunmor GOR Satria Purwokerto. Sunmor is one of the traditional markets that operates only on Sundays, located in front of GOR Satria Purwokerto. The strategic place and the main road used as a trading location (Car Free Day) make the GOR more crowded than usual. Thus, resulting in increased consumption expenditure of visitors at Sunmor because the number of goods traded can provide several options for visitors to shop according to their wants and needs. This study aims to analyse the influence of income, education level, age, travel distance, and gender on visitors' consumption expenditure at Sunmor GOR Satria Purwokerto and to analyse which variable is the most influential at Sunmor GOR Satria Purwokerto. The method used in this research is quantitative descriptive method. This research uses primary data taken from 100 respondents at Sunmor GOR Satria Purwokerto with purposive sampling technique. Data collection techniques using survey methods through questionnaires given to respondents in accordance with the predetermined sample. The data analysis technique used is Multiple Linear Regression Analysis. Based on the results of research and data analysis shows that income, age and travel distance have a significant influence on visitor consumption expenditure at Sunmor GOR Satria Purwokerto. While the level of education and gender have no significant effect on consumption expenditure at Sunmor GOR Satria Purwokerto. This study also shows that the most influential variable is income in Sunmor GOR Satria Purwokerto. The conclusion of the research shows that the variables that have a significant effect on consumption expenditure are income, age and distance travelled. Variables that have no effect are education level and gender. Income variable is the most influential variable on consumption expenditure. The implication of this study is the need for additional provision of supporting facilities at Sunmor such as garbage disposal and hand washing stations that are more considered. Road access at the entrance and exit at Sunmor should be reviewed and improved to make it more organised and orderly. The need for a better management system by the government to maintain the existence of the market so as not to lose competition with the many modern markets that have sprung up so that Sunmor can continue to develop for the better in the future. | |
| 39554 | 39969 | E1A019208 | PERTIMBANGAN HUKUM HAKIM DALAM PENERAPAN PIDANA PENJARA TERHADAP ANAK PELAKU TINDAK PIDANA PENCURIAN DALAM PEMBERATAN (Tinjauan Yuridis Putusan Nomor: 10/Pid.Sus-Anak/2022/PN Pwt) | Perilaku kenakalan yang dilakukan oleh anak sering kali sama dengan kejahatan yang dilakukan orang dewasa, namun tidak berarti sanksi yang diberikan juga sama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Nomor 10/Pid.Sus-Anak/2022/Pn.Pwt terhadap Anak pelaku tindak pidana pencurian dalam pemberatan dan akibat hukum yang ditimbulkan. Metode penelitian hukum yang digunakan adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian tipe perspektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertimbangan hukum hakim dalam menerapkan pidana penjara terhadap Anak tidak menggunakan rekomendasi dari balai pemasyarakatan, dilihat dari aspek yuridis, seluruh dakwaan primair penuntut umum telah terbukti secara sah dan meyakinkan bahwa Anak telah melakukan tindak pidana pencurian dalam pemberatan. Aspek sosiologis pada Putusan ini yaitu Anak mengakui segala perbuatan yang dilakukannya, menyesali segala perbuatannya, berjanji tidak akan mengulangi lagi, Anak masih muda masih memiliki kesempatan memperbaiki diri untuk masa depannya. Aspek filosofis, hakim mempertimbangkan segi keadilan dan kemanusiaan sebagai dasar untuk menentukan lamanya pidana yang dijatuhkan kepada Anak demi menjaga derajat dan Martabat Anak. Akibat hukum putusan Pengadilan Negeri Purwokerto nomor 20/Pidsus-Anak/2022/Pn.Pwt Anak dipidana penjara selama 4 (empat) bulan dikurangi masa penangkapan dan penahanan, barangbukti dikembalikan kepada saksi serta perubahan fungsi balai pemasyarakatan. | Delinquency behavior committed by children is often the same as crimes committed by adults, but it does not mean that the sanctions given are also the same. This study aims to analyze the judge's legal considerations in Decision Number 10/Pid.Sus-Anak/2022/Pn.Pwt against Children perpetrators of theft crimes in aggravation and the legal consequences caused. The legal research method used is normative juridical with perspective type research specifications. The results of this study show that the judge's legal considerations in applying imprisonment to children do not use the recommendations of the correctional center, from a juridical aspect, all charges of the public prosecutor's primair have been validly and convincingly proven that the child has committed the crime of theft in aggravation. The sociological aspect is that the child admits all the actions he has done, regrets all his actions, promises not to repeat it again, the young child still has the opportunity to improve himself for his future. The philosophical aspect for determining the length of the sentence imposed on the child in order to maintain the dignity and dignity of the child. As a result of the legal decision Number 10/Pid.Sus-Anak/2022/Pn.Pwt, the child is sentenced to imprisonment for 4 (four) months minus the period of arrest and detention, evidence is returned to witnesses and changes in the function of the correctional center. | |
| 39555 | 41939 | J1C017064 | Representasi Nilai-Nilai Bushido Pada Etos Kerja Dalam Film Wood Job! | Penelitian ini menggunakan pendekatan teori semiotika The Codes of Television dari John Fiske yang dibagi menjadi tiga tahap analisis, yaitu level realitas, level representasi, dan level ideologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek-aspek dari setiap level dan mendeskripsikan aspek-aspek yang tercermin dalam film tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik menyimak dan mencatat. Data penelitian ini berupa gambar screenshot yang berjumlah 6 data nilai-nilai Bushido yang termasuk dalam 5 macam etika kerja. Hasil penelitian pada level realitas, nilai Bushido dalam etos kerja tertanam pada tokoh utama dan figuran yang dilihat dari aspek penampilan, dialog, gerakan, dan ekspresi. Sedangkan pada level representasi, kode-kode teknis yang menggambarkan adanya nilai Bushido dalam etos kerja tertanam pada tokoh utama dan figuran yang tercermin melalui aspek setting, properti, serta musik dan suara. Pada level ideologi, dapat disimpulkan bahwa penggambaran nilai Bushido dalam etos kerja pada tokoh-tokohnya menunjukkan ideologi maskulinitas. | This research uses the semiotic theory approach of The Codes of Television from John Fiske which is divided into three stages of analysis, namely the level of reality, the level of representation, and the level of ideology. The purpose of this research is to find out the aspects of each level and describe the aspects reflected in the movie. This research is a descriptive qualitative research with listening and recording technique. The data of this research is in the form of screenshot images totaling 6 data of Bushido values that are included in 5 kinds of work ethics. The results of the research at the level of reality, Bushido value in the work ethic is embedded in the main character and extras seen from the aspects of appearance, dialog, movement, and expression. While at the level of representation, technical codes that illustrate the existence of Bushido value in work ethic are embedded in the main character and extras which are reflected through aspects of the setting, property, and music and sound. At the ideological level, it can be concluded that the depiction of Bushido value in work ethic on the characters shows the ideology of masculinity. | |
| 39556 | 44495 | J1A017017 | Women Oppression at The Workplace Depicted in Bombshell | Zahara, Puspa Aulia Diyas. 2024. Penindasan Perempuan di Tempat Kerja yang Digambarkan dalam Bom. Pembimbing 1 : Tri Murniati, S.S., M.Hum., Ph.D. Pembimbing 2 : Lynda Susana Widya Ayu Fatmawaty, S.S., M.Hum. .Penguji Eksternal : Eni Nur Aeni, S.S.,M.A. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Universitas Jenderal Soedirman, Fakultas Ilmu Budaya, Jurusan Bahasa Inggris, Program Studi Sastra Inggris, Purwokerto. Penelitian yang berjudul “Women Oppression at The Workplace Depicted in Bombshell” ini bertujuan untuk mengeksplorasi gambaran penindasan terhadap perempuan di tempat kerja yang tergambar dalam movie “Bombshell.” Penelitian ini berupaya menganalisis bagaimana movie tersebut menggambarkan berbagai aspek diskriminasi gender, pelecehan dan dinamika kekuasaan dalam lingkungan perusahaan, khususnya yang berfokus pada pengalaman perempuan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dalam menganalisis data. Selain itu, untuk menyoroti dampak yang merugikan dalam mencapai tujuan kesetaraan, pembangunan dan perdamaian yang dialami oleh para karakter dalam film, peneliti menggunakan teori Samidha Pokharel (2008) tentang diskriminasi gender untuk perlakuan yang tidak setara berdasarkan jenis kelamin. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penindasan yang dialami oleh pekerja perempuan dalam film Bombshell disebabkan oleh adanya relasi kuasa yang berbeda antara laki-laki dan perempuan. Bentuk-bentuk penindasan yang dialami oleh tokoh perempuan diwujudkan dalam bentuk subordinasi perempuan, pelecehan seksual, dan seksisme. Dari penjelasan di atas, temuan penelitian ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman kita tentang pengalaman penindasan perempuan di tempat kerja, serta menginformasikan upaya untuk mengatasi ketidaksetaraan sistemik dan menciptakan lingkungan di mana semua karyawan dapat berkembang. | Zahara, Puspa Aulia Diyas. 2024. Women Oppression at The Workplace Depicted in Bombshell. Supervisor 1: Tri Murniati, S.S., M. Hum., Ph.D. Supervisor 2: Lynda Susana Widya Ayu Fatmawaty, S.S., M.Hum. .External Examiner: Eni Nur Aeni, S.S.,M.A. Ministry of Research, Technology and Higher Education, Jenderal Soedirman University, Faculty of Humanities, English Department, English Literature Study Program, Purwokerto. This research entitled " Women Oppression at The Workplace Depicted in Bombshell” aims to explore the portrayal of women's oppression in the workplace as depicted in the movie Bombshell. The researcher used a qualitative method in analyzing the data. Moreover, to highlight the detrimental effects on achieving objectives of equality, development and peace experienced by the characters in the movie, the researcher used Samidha Pokharel’s theory (2008) of gender discrimination for unequal treatment based on their gender. The results of this research reveal that the oppressions experienced by the female worker in the movie Bombshell are caused by the different power relation between men and women. Types of oppression experienced by the female characters are embodied in the form of women subordination, sexual harassment and sexism. The findings of this research can serve to deepen our understanding of women's experiences of oppression in the workplace, as well as to inform efforts to address systemic inequalities and create environments where all employees can thrive. | |
| 39557 | 41959 | E1A019089 | JUSTICE COLLABORATOR YANG DIKABULKAN TERHADAP RICHARD ELIEZER SEBAGAI TERDAKWA TINDAK PIDANA PEMBUNUHAN BERENCANA (Studi Putusan Nomor 798/Pid.B/2022/PN.Jkt Sel) | Justice collaborator adalah seorang saksi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum untuk membongkar suatu perkara. Syarat-syaratnya diatur dalam Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) No. 4 Tahun 2011 tentang Perlakuan Bagi Pelapor Tindak Pidana (Whistleblower) dan Saksi Pelaku Yang Bekerja Sama (justice collaborator) di Dalam Perkara Tindak Pidana Tertentu dan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban. Sejauh ini belum pernah ada kasus pembunuhan dengan terdakwa berstatuskan justice collaborator karena tindak pidana pembunuhan tidak termasuk dalam tindak pidana tertentu yang diatur dalam SEMA No. 4 Tahun 2011 dan Undang-Undang No. 31 Tahun 2014. Dalam Putusan Nomor 798/Pid.B/2022/PN Jkt Sel, Hakim mengabulkan permohonan justice collaborator Terdakwa Richard Eliezer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim dalam menetapkan status justice collaborator dalam kasus pembunuhan berencana dan untuk mengetahui akibat hukum yang ditimbulkan dari dikabulkannya status justice collaborator tersebut. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian perspektif. Berdasarkan hasil penelitian, Majelis Hakim tidak mempertimbangkan syarat dalam tindak pidana tertentu dalam SEMA No. 4 Tahun 2011 dan permohonan justice collaborator tersebut tidak dimuat dalam tuntutan Jaksa Penuntut Umum. Akibat hukum dari dikabulkannya justice collaborator tersebut adalah hakim menjatuhkan hukuman pidana penjara yang jauh lebih ringan dibandingkan tuntutan Jaksa Penuntut Umum. | A justice collaborator is a witness who cooperates with law enforcement to uncover a case. The conditions are regulated in the Supreme Court Circular Letter (SEMA) No. 4 of 2011 concerning Treatment for Whistleblowers and Witnesses who Cooperate (justice collaborators) in Certain Criminal Cases and Law No. 31 of 2014 concerning Witness and Victim Protection. So far there has never been a murder case with a defendant with justice collaborator status because the crime of murder is not included in certain criminal offenses regulated in SEMA No. 4 of 2011 and Law No. 31 of 2014. In Decision Number 798/Pid.B/2022/PN Jkt Sel, the Judge granted the justice collaborator application of the defendant Richard Eliezer. This research aims to find out the legal considerations of the Judge in determining the status of justice collaborator in a premeditated murder case and to find out the legal consequences arising from the granting of the justice collaborator status. This research uses a normative juridical research method with perspective research specification. Based on the results of the research, the Panel of Judges did not consider the requirements for certain criminal offenses in SEMA No. 4 of 2011 and the request for a justice collaborator was not included in the prosecutor's indictment. The legal consequence of the granting of the justice collaborator is that the judge imposed a much lighter prison sentence than the prosecutor's demand. | |
| 39558 | 41940 | J1C019050 | Tindak Tutur Perlokusi pada Kanal Youtube Diera Nathania | Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari tindak tutur perlokusi yang digunakan saat berkomunikasi di dalam vlog. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan untuk menganalisis data pada penelitian ini adalah teori verba perlokusi Leech. Sumber data pada penelitian ini adalah kanal YouTube Diera Nathania dan datanya berupa tuturan perlokusi yang terdapat pada vlog tersebut. Data pada penelitian ini dianalisis menggunakan teknik dokumentasi dan simak catat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ditemukan tuturan yang mengandung verba perlokusi get hearer to think about (membuat petutur berpikir sesuaru) sebanyak 2 data, bring hearer to learn that (membuat petutur mengetahui bahwa) sebanyak 13 data, get hearer to do (membuat petutur melakukan sesuatu) sebanyak 4 data, distract (mengalihkan perhatian) sebanyak 2 data, persuade sebanyak 1 data, encourage sebanyak 1 data, relieve tension sebanyak 1 data, inspire sebanyak 2 data, embarrass sebanyak 1 data, frighten sebanyak 1 data. Tuturan yang mengandung verba perlokusi bring hearer to learn that paling banyak digunakan untuk membuat penonton YouTube mengetahui suatu hal. | This study aims to analyze the effect of perlocutionary acts used when communicating in vlogs. This is a qualitative descriptive research. The theory used for analyze the data in this study is Leech's theory of perlocutionary verbs. Data source in this study is Diera Nathania YouTube channel and the data is perlocutionary acts contained in the vlog. The data in this study were analyzed with documentation techniques and note taking. The results showed that there were 2 utterances containing the perlocutionary verb get hearer to think about, 13 data to bring hearer to learn that, get hearer to do 4 data, 2 data distract, 1 data persuade, 1 data encourage, 1 data relieve tension, 2 data inspire, 1 data embarrass, 1 data frighten. Speeches that contain perlocutionary verbs bring hearer to learn that are most widely used to make YouTube viewers know something. | |
| 39559 | 41941 | I1B019044 | GAMBARAN KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA DOSEN DAN TENAGA KEPENDIDIKAN FAKULTAS ILMU-ILMU KESEHATAN UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN TAHUN 2023 | Latar belakang: Berdasarkan data setiap tahun jumlah pekerja terus mengalami kenaikan. Pekerja memiliki risiko terhadap berbagai masalah seperti timbulnya penyakit atau kecelakaan akibat kerja. Salah satu penyakit akibat kerja adalah Musculoskeletal Disorders (MSDs). Keluhan MSDs dapat disebabkan oleh faktor individu dan faktor pekerjaan. Selain itu, pada pekerja kantor keluhan MSDs erat hubungannya dengan penggunaan komputer >4 jam. Belum ada penelitian yang membahas terkait gambaran keluhan MSDs di Fikes Universitas Jenderal Soedirman sampai saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran keluhan MSDs pada dosen dan tenaga kependidikan Fikes Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Sebanyak 150 responden yang terdiri dari dosen dan tenaga kependidikan di Fikes menjadi responden menggunakan teknik purposive random sampling. Analisis data menggunakan analisa unvariat. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam 12 bulan terakhir responden mengalami keluhan MSDs pada leher (60%), dan bahu (59%). Selain itu, responden menyatakan bahwa terjadi pengulangan keluhan dalam 7 hari terakhir (56%) pada bagian punggung bawah (50%) dan leher (47,6%). Kesimpulan: Terdapat keluhan MSDS pada dosen dan tenaga kependidikan dalam jangka waktu 12 bulan dan 7 hari terakhir. Kata Kunci: Keluhan MSDs, dosen, tenaga kependidikan | Background: Based on data every year the number of workers continues to increase. Workers are at risk of various problems such as the onset of occupational diseases or accidents. One of the occupational diseases is Musculoskeletal Disorders (MSDs). Complaints of MSDs can be caused by individual factors and occupational factors. In addition, in office workers complaints MSDs are closely related to computer use >4 hours. There has been no research that discusses the description of MSDs complaints at Fikes Universitas Jenderal Soedirman to date. This study aims to determine the picture of MSDs complaints to lecturers and education staff of Fikes Universitas Jenderal Soedirman. Method: This research is a quantitative research with a cross sectional design. A total of 150 respondents consisting of lecturers and education staff at Fikes became respondents using purposive random sampling techniques. Data analysis using unvariate analysis. Results: The results of this study showed that in the last 12 months respondents experienced complaints of MSDs in the neck (60%), and shoulders (59%). In addition, respondents stated that there was a recurrence of complaints in the last 7 days (56%) in the lower back (50%) and neck (47.6%). Conclusion: There have been MSDS complaints to lecturers and education staff within the last 12 months and 7 days. Keyword: Complaints of MSDs, lecturers, education staff | |
| 39560 | 41942 | F1B019003 | Penerapan Good Urban Governance dalam Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan Purwokerto | Penelitian ini berjudul Penerapan Good Urban Governance dalam Pembangunan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kawasan Perkotaan Purwokerto. Berdasarkan amanat yang diberikan oleh Pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang untuk dapat menyediakan RTH sebanyak 30 persen terdiri dari 20 persen RTH Publik dan 10 persen RTH Privat. Presentase RTH di Kawasan Perkotaan Purwokerto pada tahun 2022 hanya 10,46 persen dan kurang 9,74 persen. Hal ini dikarenakan adanya permasalahan pada tata kelola yakni berkaitan dengan ketidaksesuaian RDTRK Purwokerto terhadap aturan pemerintah Pusat dan minimnya keterlibatan pemerintah dengan pihak lain sehingga kesulitan dalam menyediakan RTH. Penelitian ini menggunakan konsep good urban governance yang dikemukakan oleh UN Habitat (2004) dengan menggunakan 6 prinsip yaitu keberlanjutan, subsidiaritas, keterlibatan pihak, efisiensi, keadilan, akuntabilitas dan transparansi. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan good urban governance dalam pembangunan ruang terbuka hijau (RTH) masih dinilai kurang baik yaitu pada prinsip keberlanjutan, keterlibatan dan akuntabilitas. Hal tersebut dikarenakan adanya permasalahan krusial yaitu ketidaksesuaian pedoman, tidak ada CSR yang terlibat, minimnya ketersediaan lahan, anggaran yang sedikit, serta political will Kepala Daerah dan Pemerintah Daerah membuat Pemerintah Daerah masih kesulitan untuk menyediakan RTH Publik Sementara itu, RTH Privat juga terjadi kegagalan yakni tidak adanya pengawasan ketat dari pemerintah daerah kepada pihak developer, sehingga masih adanya pelanggaran. | This research is entitled Application of Good Urban Governance in the Development of Green Open Space (GOS) in Purwokerto Urban Area. Based on the mandate given by the Government in Law Number 26 of 2007 concerning Spatial Planning to be able to provide 30 percent green space consisting of 20 percent public green space and 10 percent private green space. The percentage of green space in Purwokerto Urban Area in 2022 is only 10.46 percent and 9.74 percent less. This is due to problems in governance, namely related to the incompatibility of the Purwokerto RDTRK with Central government regulations and the lack of government involvement with other parties, making it difficult to provide RTH. This research uses the concept of good urban governance proposed by UN Habitat (2004) using 6 principles namely sustainability, subsidiarity, party involvement, efficiency, justice, accountability and transparency. The method used is descriptive qualitative. The results of this study indicate that the application of good urban governance in the development of GOS is still considered poor, namely in the principles of sustainability, involvement and accountability. The method used is descriptive qualitative. The results of this study indicate that the application of good urban governance in the development of GOS is still considered unfavorable, namely on the principles of sustainability, involvement and accountability. This is because there are crucial problems, namely the incompatibility of guidelines, no CSR involved, the lack of land availability, a small budget, and the political will of the Regional Head and Regional Government, making it difficult for the Regional Government to provide Public GOS Meanwhile, Private GOS also failed, namely the absence of strict supervision from the local government to the developer, so that there are still violations. |