Artikel Ilmiah : C1A019034 a.n. ANJAS ATWON MELIA
| NIM | C1A019034 |
|---|---|
| Namamhs | ANJAS ATWON MELIA |
| Judul Artikel | POTENSI PENGEMBANGAN PUSAT PERTUMBUHAN EKONOMI KOTA SURABAYA DI WILAYAH GERBANGKERTOSUSILA |
| Abstrak (Bhs. Indonesia) | ABSTRAK Kota Surabaya sebagai pusat pertumbuhan Gerbangkertosusila. Oleh karena itu, Kota Surabaya memiliki banyak potensi yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan daerahnya dan sebagai penggerak ekonomi bagi daerah lain. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti terkait 1) sektor unggulan yang dimiliki Kota Surabaya; 2) perbedaan struktur ekonomi antara Kota Surabaya dengan kabupaten/kota anggota lain di Wilayah Gerbangkertosusila; 3) interaksi keruangan antara Kota Surabaya dengan daerah lain di Wilayah Gerbangkertosusila dan interaksi keruangan antar kecamatan di Kota Surabaya; 4) penetapan kecamatan yang menjadi pusat pertumbuhan di Kota Surabaya. Penelitian ini menggunakan data sekunder yang bersumber dari Badan Pusat Statistik tahun 2013 sampai tahun 2022 dan google maps tahun. Penelitian ini menggunakan metode analisis data dengan alat analisis Location Quotient (LQ), Model Rasio Pertumbuhan (MRP), Analisis Overlay, Indeks Divergensi Regional Krugman, Analisis Gravitasi, dan Analisis Skalogram. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data menunjukkan bahwa 1) Sektor Konstruksi; Sektor Perdagangan Besar dan Eceran, Reparasi Mobil dan Sepeda Motor; Sektor Transportasi dan Pergudangan; Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum; Sektor Jasa Keuangan dan Asuransi; Sektor Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial; dan Sektor Jasa Lainnya merupakan sektor unggulan Kota Surabaya; 2) Terdapat perbedaan besar pada struktur ekonomi antara Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Sidoarjo, dan Kabupaten Lamongan. Sedangkan, Kota Surabaya dan Kota Mojokerto memiliki struktur ekonomi yang kurang lebih sama; 3) Nilai interaksi terbesar di Gerbangkertosusila yaitu interaksi antara Kota Surabaya dengan Kabupaten Gresik, dan nilai interaksi terendah adalah antara Kota Surabaya dengan Kota Mojokerto; 4) Kecamatan yang menjadi pusat pertumbuhan di Kota Surabaya meliputi, Kecamatan Tambaksari, Kecamatan Sukolilo, Kecamatan Mulyorejo, Kecamatan Gubeng, Kecamatan Sawahan, dan Kecamatan Wonokromo. Implikasi dari penelitian ini meliputi, koordinasi secara efektif melalui hubungan kerja antara pemerintah daerah dan badan usaha di berbagai bidang ekonomi serta membuka peluang bagi para investor agar tertarik untuk menanamkan modalnya. Perlunya dukungan dari sisi kualitas infrastruktur seperti perbaikan pelebaran jalan, penerangan lampu jalan, penambahan jumlah transportasi, dan tata ruang wilayah. Mengoptimalkan penggunaan dana desa serta meningkatkan anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan sarana dan prasarana. |
| Abtrak (Bhs. Inggris) | ABSTRACT The City of Surabaya is a growth center for Gerbangkertosusila. Therefore, the city of Surabaya has a lot of potential that can be utilized for regional development and as an economic driver for other regions. This research aims to examine 1) the superior sectors of the City of Surabaya; 2) differences in economic structure between the City of Surabaya and other member districts/cities in the Gerbangkertosusila Region; 3) spatial interactions between the City of Surabaya and other areas in the Pintukertosusila Region and spatial interactions between sub-districts in the City of Surabaya; 4) determination of sub-districts as centers of growth in Surabaya City. This research uses secondary data sourced from the Central Statistics Agency from 2013 to 2022 and Google Maps. This research uses data analysis methods with Location Quotient (LQ) analysis tools, Growth Ratio Model (MRP), Overlay Analysis, Krugman Regional Divergence Index, Gravity Analysis, and Scalogram Analysis. Based on research results and data analysis, it shows that 1) Construction Sector; Wholesale and Retail Trade, Car and Motorcycle Repair Sector; Transportation and Warehousing Sector; Accommodation and Food and Drink Provision Sector; Financial Services and Insurance Sector; Health Services and Social Activities Sector; and Other Services Sector is the leading sector of the City of Surabaya; 2) There are big differences in the economic structure between Surabaya City and Gresik Regency, Bangkalan Regency, Mojokerto Regency, Sidoarjo Regency and Lamongan Regency. Meanwhile, Surabaya City and Mojokerto City have more or less the same economic structure; 3) The largest interaction value in Pintukertosusila is the interaction between Surabaya City and Gresik Regency, and the lowest interaction value is between Surabaya City and Mojokerto City; 4) The sub-districts which are the centers of growth in the city of Surabaya include Tambaksari Sub-district, Sukolilo Sub-district, Mulyorejo Subdistrict, Gubeng Sub-district, Sawahan Sub-district and Wonokromo Sub-district. The implications of this research include effective coordination through working relationships between local governments and business entities in various economic fields as well as opening up opportunities for investors interested in investing their capital. There is a need for support in terms of infrastructure quality,such as improving road widening, street lighting, increasing the amount of transportation, and regional spatial planning. Optimize the use of village funds and increase the budget allocated for the development of facilities and infrastructure. |
| Kata kunci | Pembangunan Daerah, Sektor Unggulan, Perbedaan Struktur Ekonomi, Interaksi Keruangan, Pusat Pertumbuhan Ekonomi. |
| Pembimbing 1 | Dra. Dijan Rahajuni., M.Si. |
| Pembimbing 2 | Dr. Diah Setyorini G., S.E., M.Si. |
| Pembimbing 3 | |
| Tahun | 2023 |
| Jumlah Halaman | 15 |
| Tgl. Entri | 2023-10-18 12:15:29.487143 |