Artikelilmiahs
Menampilkan 39.521-39.540 dari 48.938 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39521 | 41924 | K1C018028 | PEMODELAN STRUKTUR BAWAH PERMUKAAN GUNUNG LUMPUR KESONGO KABUPATEN BLORA JAWA TENGAH BERDASARKAN DATA ANOMALI SATELIT GRAVIMETRI | Gunung lumpur (mud volcano) adalah suatu terminology dalam sains geologi yang bersifat genetik, yaitu fenomena material yang memiliki tekanan tinggi yang diakibatkan adanya intruksi dari lumpur atau campuran antara lumpur dengan fragmen batuan. Pengolahan data anomali medan gravitasi citra satelit lengkap dengan posisi bujur, lintang, dan elevasi yang didapatkan melalui GGMPlus2013 yang telah terkoreksi hingga koreksi udara bebas. Sehingga dilakukan meliputi koreksi topografi dan koreksi Bouguer, kemudian transformasi ke bidang datar dan dilakukan pengangkatan ke atas (upward continuation) hingga ketinggian 7.500 m. Selanjutnya melakukan koreksi pada data anomali regional dengan data anomali medan gravitasi di bidang datar sehingga didapatkan anomali residual yang kemudian digunakan untuk membuat pemodelan. Pemodelan dua dimensi (2D) geologi bawah permukaan Gunung Lumpur Kesongo yang berada di Kecamatan Jati Kabupaten Blora berdasarkan data anomali gravitasi satelit gravimetri menghasilkan dua model dari lintasan yang tidak jauh berbeda. Hal ini dikarenakan wilayah Bledug Kesongo memiliki daerah topografi yang landai dan relatif sama. Terdapat empat jenis batuan pada daerah penelitian yaitu Pasir Vulkanik dengan densitas 2,58-2,61 gr/cm3; Batupasir dengan densitas 2,56-2,75 gr/cm3; Batugamping dengan densitas 2,6-2,8 gr/cm3; dan Batu Lempung dengan densitas 2,04-2,83 gr/cm3. | Mud volcano is a terminology in the science of geology that is genetic in nature, namely a material phenomenon that has high pressure caused by the intrusion of mud or a mixture of mud and rock fragments. Processing of satellite imagery anomaly gravity field data complete with longitude, latitude and elevation positions obtained through GGMPlus2013 which has been corrected to free air correction. So it was carried out including topographic corrections and Bouguer corrections, then transformation to a flat plane and upward continuation to a height of 7,500 m. Then make corrections to regional anomaly data with gravity field anomaly data in a flat field so that residual anomalies are obtained which are then used to make modeling. Two-dimensional (2D) modeling of the subsurface geology of Mount Lumpur Kesongo in Jati District, Blora Regency based on gravimetric satellite gravity anomaly data produces two models of trajectories that are not much different. This is because the Bledug Kesongo area has a sloping topography and is relatively the same. There are four types of rock in the study area, namely volcanic sand with a density of 2.58-2.61 gr/cm3; Sandstone with a density of 2.56-2.75 gr/cm3; Limestone with a density of 2.6-2.8 gr/cm3; and Claystone with a density of 2.64-2.83 gr/cm3. | |
| 39522 | 44489 | F1F019018 | Intervensi Amerika Serikat sebagai Penyebab Kegagalan Resolusi Konflik Israel-Palestina dalam DK-PBB Periode 2017-2021 | Amerika Serikat telah lama memainkan peran penting dan pengaruh yang signifikan dalam proses pembuatan resolusi konflik Israel-Palestina, terutama di Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB) sebagai salah satu negara anggota tetap yang memiliki hak veto. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis upaya intervesi Amerika Serikat dalam konflik Israel-Palestina, termasuk manuver diplomatik, latar beakang kebijakan luar negeri, serta dampak dari kebijakan tersebut. Keberpihakan Amerika Serikat terhadap Israel telah menjadi hambatan utama dalam usaha penyelesaian konflik Israel dan Palestina, sehingga penelitian ini dibutuhkan untuk mengetahui secara lebih jelas dan komprehensif penyebab kegagalan resolusi konflk DK-PBB pada tahun 2017-2021 akibat intervensi dari Amerika Serikat sehingga konflik masih gagal menemukan titik terang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan sumber data sekunder yang dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data penelitian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebijakan luar negeri yang dikeluarkan oleh Amerika Serikat terkait konflik Israel-Palestina pada periode 2017 hingga 2021 dilatar belakangi oleh besarnya pengaruh Yahudi di Pemerintahan Amerika Serikat sejak Perang Dunia II hingga saat ini. Pengaruh Yahudi tersebar secara luas dan mengakar hingga jabatan-jabatan politik dalam birokrasi Amerika Serikat banyak diisi oleh orang-orang Yahudi yang mendukung Israel, sehingga kebijakan yang dikeluarkan cenderung memihak pada Israel. Resolusi-resolusi konflik Israel-Palestina di DK-PBB terus mengalami kegagalan dikarenakan adanya upaya dari Amerika Serikat untuk melindungi Israel agar tujuan nasional kedua negara tersebut tetap dapat berhasil dicapai. | The United States has long played an important role and significant influence in the process of making resolutions to the Israeli Palestinian conflict, especially in the United Nations Security Council (UNSC) as one of the veto-wielding permanent members. This study aims to analyze the United States' intervention efforts in the Israeli-Palestinian conflict, including diplomatic maneuvers, foreign policy background, and the impact of these policies. The United States' partiality towards Israel has become a major obstacle in efforts to resolve the Israeli-Palestinian conflict, so this research is needed to find out more clearly and comprehensively the causes of the failure of the UNSC conflict resolution in 2017-2021 due to intervention from the United States so that the conflict still fails to find a bright spot. This research uses descriptive qualitative research methods with secondary data sources collected using library research data collection techniques. The results of this study indicate that the foreign policy issued by the United States regarding the Israeli-Palestinian conflict in the period 2017 to 2021 is motivated by the large Jewish influence in the United States Government from World War II to the present. Jewish influence is so widespread and entrenched that political positions in the US bureaucracy are filled by Jews who support Israel, so that policies issued tend to favor Israel. The resolutions of the Israeli-Palestinian conflict in the UNSC continue to fail due to the efforts of the United States to protect Israel so that the national goals of the two countries can still be successfully achieved. | |
| 39523 | 41926 | F1D019024 | PENGARUH TERPAAN MEDIA SOSIAL TOKOH – TOKOH POLITIK POTENSIAL CALON PRESIDEN 2024 TERHADAP MINAT PARTISIPASI POLITIK PEMILIH PEMULA DI DESA KEDUNGBANTENG KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh terpaan media sosial tokoh – tokoh politik potensial calon presiden 2024 terhadap minat partisipasi politik pemilih pemula di desa kedungbanteng kabupaten banyumas. Teori utama yang digunakan pada penelitian ini adalah teori terpaan media sosial oleh Mc Quil yang menyatakan informasi yang disampaikan oleh massa media sosial akan efektif bilamana informasi tersebut disampaikan secara berulang. Dengan demikian, meningkatnya frekuensi dan kualitas penyajian informasi, maka akan membawa pengaruh dalam bentuk perubahan pola pikir setiap individu. Sedangkan pada teori partisipasi terdapat 3 indikator yaitu pra voting, saat voting, dan pasca voting. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan jumlah populasi 361 orang dan 80 sampel pada tingkat margin of error 10%. Teknik pengambilan sampling dalam penelitian ini adalah probability sampling. Secara keseluruhan penelitian ini membuktikan bahwa terpaan media sosial tokoh – tokoh politik potensial calon presiden 2024 merupakan salah satu faktor yang berpengaruh terhadap minat partisipasi politik pemilih pemula. Namun pengaruhnya tergolong rendah dengan 23,2% sedangkan 76,8% dipengaruhi oleh variabel lain diluar penelitian ini seperti pendidikan, religiusitas, sosial ekonomi, pekerjaan, pendidikan, pendapatan, kelas, dan pilihan rasional. | This research aims to determine the influence of social media exposure of potential political figures for the 2024 presidential candidate on the political participation interest of novice voters in Kedungbanteng Village, Banyumas Regency. The main theory used in this study is the theory of social media exposure by Mc Quil which states that information conveyed by social media masses will be effective if the information is conveyed repeatedly. Thus, increasing the frequency and quality of information presentation, it will bring influence in the form of changes in the mindset of each individual. Meanwhile, in participation theory, there are 3 indicators, namely pre-voting, during voting, and post-voting. The research method used was quantitative with a population of 361 people and 80 samples at a margin of error of 10%. The sampling technique in this study is probability sampling. The result of this study proves that social media exposure of potential political figures for the 2024 presidential candidate is one of the factors that influence the political participation interest of novice voters. However, the effect was relatively low with 23.2% while 76.8% was influenced by other variables outside this study such as education, religiosity, socioeconomics, employment, education, income, class, and rational choice. | |
| 39524 | 41927 | H1B019079 | PENGARUH BANGUNAN TIDAK PERMANEN TERHADAP ALIRAN DEBRIS TSUNAMI DI KAWASAN PANTAI PANGANDARAN, JAWA BARAT | Pangandaran merupakan daerah tujuan wisata yang populer di Pantai Selatan Jawa. Karena letaknya yang berhadapan dengan Samudra Hindia, dimana merupakan sumber gempa maka Pangandaran rentan terhadap tsunami. Di daerah ini terdapat banyak bangunan tidak permanen yang dibangun di dekat garis pantai yang dapat menjadi sumber debris tsunami. Debris ini dapat menyebabkan kerusakan yang lebih besar terhadap bangunan permanen yang ada di sekitarnya. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Pantai Pangandaran, Jawa Barat dengan langkah awal menentukan lokasi penelitian dan membagi kedalam lima segmen. Lalu menghitung jumlah total bangunan tidak permanen di setiap segmen yang telah ditentukan. Kemudian setelah mendapatkan jumlah bangunan tidak permanen selanjutnya menghitung jumlah massa bangunan, menghitung kekakuan bangunan, dan mencari kecepatan aliran tsunami yang pernah terjadi di dunia. Kemudian pengolahan data menggunakan perhitungan gaya debris tsunami dan menganalisis dampaknya. Setelah dianalisis gaya tumbukan tsunami jika kecepatan aliran tsunami rata-rata berkisar 11,12 m/s dengan masing-masing massa puing serta kekakuannya, daerah yang paling rawan dari urutan terbesar ke terkecil jika terjadi bencana tsunami yaitu : segmen 3 dengan gaya tumbukan tsunami akan menjadi 323,13 N bekerja pada satu meter tegak lurus terhadap arah run-up tsunami ; segmen 4 dengan gaya tumbukan tsunami akan menjadi 304,48 N bekerja pada satu meter tegak lurus terhadap arah run-up tsunami; segmen 2 dengan gaya tumbukan tsunami akan menjadi 215,44 N bekerja pada satu meter tegak lurus terhadap arah run-up tsunami; segmen 1 dengan gaya tumbukan tsunami akan menjadi 212,94 N bekerja pada satu meter tegak lurus terhadap arah run-up tsunami; dan segmen 5 dengan gaya tumbukan tsunami akan menjadi 133,07 N bekerja pada satu meter tegak lurus terhadap arah run-up tsunami. Dengan melakukan penelitian ini, diharapkan dapat memberikan informasi yang berguna bagi pihak-pihak terkait, termasuk pemerintah daerah, badan penanggulangan bencana, dan masyarakat sekitar. Hasil penelitian dapat digunakan untuk meningkatkan pemahaman tentang resiko tsunami di daerah ini dan membantu mengembangkan strategi mitigasi bencana yang lebih efektif. | Pangandaran is a popular tourist destination in the South Coast of Java. Due to its location facing the Indian Ocean, which is a seismic source, Pangandaran is susceptible to tsunamis. In this area, there are numerous non-permanent structures built near the coastline that can serve as sources of tsunami debris. This debris can cause greater damage to the permanent buildings in the vicinity. This research was conducted in the Pangandaran Beach Area, West Java, with the initial steps of determining the research location and dividing it into five segments. Next, we calculated the total number of non-permanent buildings in each of the predetermined segments. Subsequently, after obtaining the count of non-permanent buildings, we calculated the mass of the buildings, assessed their stiffness, and researched historical tsunami flow velocities worldwide. Following this, data processing involved the calculation of tsunami debris forces and analyzing their impact. After analyzing the tsunami impact forces if the average tsunami flow speed is around 11,12 m/s with each debris mass and stiffnes, the most vulnerable areas in descending order in the event of a tsunami disaster are as follows: segment 3, with a tsunami impact force of 323,13 N acting at one meter perpendicular to the tsunami run-up direction; segment 4, with a tsunami impact force of 304,44 N acting at one meter perpendicular to the tsunami run-up direction; segment 2, with a tsunami impact force of 215,44 N acting at one meter perpendicular to the tsunami run-up direction; segment 1, with a tsunami impact force of 212,95 N acting at one meter perpendicular to the tsunami run-up direction; and segment 5, with a tsunami impact force of 133,07 N acting at one meter perpendicular to the tsunami run-up direction. By conducting this research, it is hoped that valuable information can be provided to relevant stakeholders, including the local government, disaster management agencies, and the surrounding community. The research results can be used to enhance understanding of tsunami risks in this area and help develop more effective disaster mitigation strategies. | |
| 39525 | 44781 | H1A020048 | ANALISIS GANGGUAN HUBUNG SINGKAT DALAM PENENTUAN TITIK GANGGUAN PADA PENYULANG WANAKERTA DI PT PLN UP3 PURWAKARTA | Jaringan distribusi tenaga listrik adalah bagian dari sistem tenaga listrik yang berhubungan langsung dengan pelanggan. Dalam penyaluran tenaga listrik pada jaringan distribusi dari gardu induk ke konsumen, kerap dijumpai gangguan hubung singkat. Gangguan - gangguan ini biasanya akan menimbulkan pemadaman listrik sehingga merugikan dari sisi konsumen dan PLN itu sendiri. Oleh karena itu, menentukan lokasi gangguan dengan akurasi yang cukup tinggi merupakan hal yang penting, sehingga gangguan dapat segera ditemukan dan aliran listrik dapat kembali normal agar bisa menghemat waktu untuk melakukan recovery. Tujuannya dilakukan penelitian ini untuk menentukan lokasi terjadinya gangguan menggunakan perhitungan manual dan software ETAP. Pada perbandingan antara percobaan simulasi dan perhitungan manual terdapat nilai persentase error 0,08 % sampai 0,23 % pada gangguan arus hubung singkat satu fasa, sedangkan pada arus gangguan hubung singkat dua fasa 0,75 % sampai 3,10 %. Pada pengujian studi kasus lokasi terjadinya gangguan yang dilakukan didapat hasil perbedaan jarak prediksi dan jarak aktual pada arus gangguan satu fasa sebesar 0,235 km atau 2,29%, sedangkan pada arus gangguan dua fasa terdapat perbedaan jarak prediksi dan jarak aktual pada arus gangguan sebesar 0,155 km atau sebesar 1,51%. | The distribution network of electricity is a crucial part of the power system that directly interfaces with consumers. During the distribution of electricity from substations to consumers, short-circuit disturbances are frequently encountered. These disturbances often result in power outages, causing inconvenience and financial losses for both consumers and the utility (PLN). Therefore, accurately determining the location of these disturbances is paramount. This ensures that faults can be promptly identified, electricity flow restored to normal, and recovery time minimized. The objective of this research is to pinpoint the locations of these disturbances using both manual calculations and ETAP software. Comparing simulation experiments with manual calculations, the research found percentage errors ranging from 0.08% to 0.23% for single phase short-circuit faults, and 0.75% to 3.10% for two-phase faults. In a case study testing the location of disturbances, the research identified discrepancies between predicted and actual distances. For single-phase faults, there was a difference of 0.235 km or 2.29%, while for two phase faults, the difference was 0.155 km or 1.51%. | |
| 39526 | 41930 | I1E019036 | SURVEI KECEPATAN DAN KELINCAHAN PADA ATLET BOLA BASKET PUTRI SMA NEGERI 1 BOBOTSARI | Latar Belakang: Atlet bola basket putri SMA Negeri 1 Bobotsari telah berhasil mempertahankan prestasinya pada tahun 2019 dan 2022 di Event Perwira Cup Series Soedirman. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kondisi fisik terutama pada kecepatan dan kelincahan atlet bola basket putri SMA Negeri 1 Bobotsari. Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dalam bentuk presentase dengan melakukan survei tes pengukuran kepada atlet bola basket putri SMA Negeri 1 Bobotsari. Penelitian menggunakan 2 tes pengukuran yaitu tes kecepatan menggunakan sprint 30 meter dan tes kelincahan menggunakan T-test Agility. Hasil: Hasil tes kecepatan diketahui bahwa terdapat 1 atlet dengan kategori “Kurang 8%” dan 11 atlet dengan kategori “Kurang Sekali 92%” dan hasil tes kelincahan bahwa 1 atlet dalam kategori “Kurang Sekali 8%”, 6 atlet dengan kategori “Kurang 50%”, dan 5 atlet kategori “Sedang 42%”. Kesimpulan: Hasil dari penelitian di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa, tingkat kecepatan atlet bola basket putri SMA Negeri 1 Bobotsari tergolong kategori “Kurang Sekali” dan pada tingkat kelincahan atlet bola basket putri SMA Negeri 1 Bobotsari tergolong kategori “Kurang”. | Background: SMA Negeri 1 Bobotsari female basketball athletes have successfully maintained their achievements in 2019 and 2022 at the Soedirman Cup Series Event. This study aims to determine the level of physical condition, especially in the speed and agility of SMA Negeri 1 Bobotsari female basketball athletes. Research Methods: This study uses a quantitative descriptive method in the form of a percentage by conducting a measurement test survey of SMA Negeri 1 Bobotsari female basketball athletes. The study used 2 measurement tests, namely a speed test using a 30 meter sprint and an agility test using the Agility T-test. Results: The speed test results showed that there were 1 athlete in the "Less 8%" category and 11 athletes in the " Very Less 92%" category and the agility test results showed that 1 athlete was in the "Very Less 8%" category, 6 athletes in the "Less 50%" category, and 5 athletes in the "Medium 42%" category. Conclusion: The results of the above research can be concluded that, the level of speed of female basketball athletes of SMA Negeri 1 Bobotsari is classified in the "Very Less" category and at the level of agility of female basketball athletes of SMA Negeri 1 Bobotsari is classified in the "Less" category. | |
| 39527 | 41929 | I1E019001 | Perbandingan Antara Metode Pembelajaran Berpasangan dan Individuan Terhadap Penguasaan Teknik Dasar Passing Bawah Bola Voli | Abstrak PERBANDINGAN ANTARA METODE PEMBELAJARAN BERPASANGAN DAN INDIVIDUAL TERHADAP PENGUASAAN TEKNIK DASAR PASSING BAWAH BOLA VOLI Wina Lisnawati1, Ngadiman2, Rifqi Festiawan 2 Latar Belakang: Permainan bola voli adalah salah satu materi bola besar dalam pelajaran PJOK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode pembelajaran yang lebih efektif untuk meningkatkan penguasaan passing bawah bola voli. Metodologi: Desain penelitian ini merupakan eksperimen dengan menggunakan pendekatan “Two Group Pre-test, Post-test Desaign”. Instrumen yang digunakan untuk mengukur penguasaan passing bawah adalah rubrik penilaian teknik passing bawah. Lokasi pengambilan data dilakukan di lapangan SMA Negeri 1 Cikatomas. Sampel dalam penelitian ini yaitu 32 siswa kelas 10 IPS 1 SMA Negeri 1 Cikatomas dengan teknik purposive sampling. Hasil Penelitian: Hasil penelitian ini menunjukan bahwa ada pengaruh pembelajaran berpasangan dan individu terhadap penguasaan teknik dasar passing bawah bola voli pada siswa kelas 10 IPS 1 SMA Negeri 1 Cikatomas dilihat dari hasil mean pretest dan posttest menunjukan mean pretest berpasangan 29.63 dan posttest 37.19, hasil mean pretest individu 29.88 dan posttest 34.48, dilihat dari hasil uji paired sampel t-test sebesar 0,00. dan tidak terdapat perbedaan pengaruh antara latihan berpasangan dan individu terhadap penguasaan teknik dasar passing bawah bola voli berdasarkan dari uji independent test sebesar 0,460 (>0.05). Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ada pengaruh signifikan dari pembelajaran berpasangan dan individu terhadap penguasaan teknik dasar passing bawah bola voli, akan tetapi tidak terdapat perbedaan pengaruh signifikan an pembelajaran berapasangan dan individu terhadap teknik dasar passing bawah. Kata Kunci: Metode, pembelajaran, berpasangan, individu, passing bawah, bola voli. 1Mahasiswa Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman. 2Dosen Jurusan Pendidikan Jasmani FIKes Universitas Jenderal Soedirman | Abstrak COMPARISON BETWEEN LEARNING METHODS PAIRS AND INDIVIDUALS ON MASTERY BASIC VOLLEYBALL UNDER PASSING TECHNIQUES Wina Lisnawati1, Ngadiman2, Rifqi Festiawan 2 Background: The game of volleyball is one of the big ball topics in PJOK lessons. This research aims to find out more effective learning methods to improve mastery of volleyball passing. Methodology: This research design is an experiment using the "Two Group Pre-test, Post-test Design" approach. The instrument used to measure mastery of underpassing is the underpassing technique assessment rubric. The data collection location was carried out in the field of SMA Negeri 1 Cikatomas. The sample in this research was 32 students of class 10 IPS 1 SMA Negeri 1 Cikatomas using a purposive sampling technique. Research Result : The results of this research show that there is an influence of pair and individual learning on the mastery of basic volleyball underpassing techniques in class 10 IPS 1 students at SMA Negeri 1 Cikatomas. Seen from the mean results of the pretest and posttest, it shows that the mean pretest in pairs is 29.63 and the posttest is 37.19, the mean result of the individual pretest is 29.88 and posttest 34.48, seen from the results of the paired sample t-test of 0.00. and there is no difference in the effect between pair and individual training on mastery of basic volleyball underpassing techniques based on the independent test of 0.460 (>0.05). Conclusion: The conclusion from this research is that there is a significant influence of pair and individual learning on mastery of basic volleyball underpassing techniques, however there is no significant difference in the influence of pair and individual learning on basic underpassing techniques. Keywords: Learning Methods, Pair Learning, Individual Learning, Bottom Passing, Volleyball. 1Student of Physical Education Department, FIKes, Jenderal Soedirman University. 2 Lecturer at the Physical Education Department, FIKes, Jenderal Soedirman University | |
| 39528 | 41932 | I1E019016 | Pengaruh Metode Latihan Circuit Training Terhadap Ketepatan Shooting Pada Tim Futsal FIKES Putra | Latar Belakang: Circuit training adalah bentuk latihan yang terdiri dari 6-15 pos yang masing-masing pos memiliki bentuk latihan berbeda. Penelitian ini menggunakan metode latihan circuit training dengan tujuan untuk meneliti sejauh mana dampak circuit training terhadap peningkatan kemampuan akurasi shooting pada tim futsal FIKES putra. Metodelogi: Penelitian ini merupakan penelitian true experimental design dengan menggunakan model pretest-posttest control group design. Sampling yang digunakan pada penelitian ini adalah purposive sampling dan diperoleh 20 responden yang dibagi menjadi dua kelompok dengan teknik ordinal pairing. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan taraf signifikansi <0,05 yang dibantu dengan SPSS25. Hasil penelitian: Hasil dari penelitian ini menunjukan rerata pretest posttest kelompok treatment sebesar 16.80 dan 23.60 sedangkan rerata pretest posttest kelompok kontrol sebesar 16.60 dan 16.70. Hasil uji paired t-test kelompok treatment memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,00 dan kelompok kontrol memperoleh nilai signifikansi sebesar 0,901. Kemudian hasil analisis uji independent sample t-test posttest memperoleh signifikansi sebesar 0,004. Kesimpulan: Terdapat pengaruh yang signifikan pada latihan circuit training terhadap kemampuan ketepatan shooting pada kelompok treatment dan terdapat perbedaan pengaruh yang signifikan antara kedua kelompok treatment dan kontrol. Kata kunci: Shooting, Circuit Training, Fikes Unsoed. | Background: Circuit training is a form of exercise consisting of 6-15 posts, each post has a different form of exercise. This study uses the method of circuit training exercises with the aim to examine the extent to which the impact of circuit training to improve the ability of accuracy of shooting on the men's futsal FIKES team. Methodology: this study is a true experimental design study using pretest-posttest control group design model. Sampling used in this study is purposive sampling and obtained 20 respondents were divided into two groups by ordinal pairing technique. Data analysis technique using T-test with significance level <0.05 assisted with SPSS25. Results: the results of this study showed the average pretest posttest treatment group of 16.80 and 23.60 while the average pretest posttest control group of 16.60 and 16.70. Test results paired t-test treatment group obtained a significance value of 0.00 and the control group obtained a significance value of 0.901. Then the results of the test analysis of independent sample t-test posttest obtained significance of 0.004. Conclusion: there is a significant effect on circuit training exercises on the ability of precision shooting in the treatment group and there is a significant difference between the effect of both treatment and control groups. Keywords: Shooting, Circuit Training, Fikes Unsoed. | |
| 39529 | 44490 | F1C017017 | Representasi Konflik Komunikasi Keluarga Dalam Drama Korea Twenty Five Twenty One (Analisis Semiotika Roland Barthes) | Serial drama Korea sangat digemari oleh kalangan remaja Indonesia, selain menjadi penghibur serial dapat menjadi media komunikasi massa karena mampu mempresentasikan sesuatu kepada masyarakat. Salah satu serial drama Korea popular adalah Twenty Five Twenty One yang menceritakan kisah cinta atlet anggar dan reporter, serta terdapat konflik komunikasi terjadi antara Ibu dan anak dalam serial drama tersebut. Oleh karena itu untuk menganalisa adanya konflik komunikasi keluarga yang terjadi antara Ibu dan anak dalam serial drama Twenty Five Twenty One, peneliti menggunakan metodologi yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan semiotika Roland Barthes. Data menggunakan data primer yang diperoleh dari potongan scene dan adegan dalam drama korea Twenty Five Twenty One. Dan data sekunder dari yang diperoleh dari jurnal,website,artikel dll. Hasil dari penelitian ini terdapat apabila terjadinya konflik komunikasi keluarga karena adanya sikap tidak dapat mengerti satu sama lain juga tidak adanya komunikasi lebih dalam agar tidak menimbulkan konflik komunikasi keluarga secara terus menerus. | eenagers, apart from being entertainers, serials can be a mass communication medium because they are able to present something to the public. One of the popular Korean drama series is Twenty Five Twenty One which tells the love story of a fencer and a reporter, and there is a communication conflict between mother and child in the series. Therefore, to analyze the family communication conflicts that occur between mothers and children in the drama series Twenty Five Twenty One, researchers use the methodology used, namely qualitative research with Roland Barthes' semiotic approach. The data uses primary data obtained from scenes and scenes in the Korean drama Twenty Five Twenty One. And secondary data obtained from journals, websites, articles etc. The results of this research show that family communication conflicts occur due to an attitude of not being able to understand each other and also the absence of deeper communication so as not to cause continuous family communication conflicts. | |
| 39530 | 41934 | I1E019023 | Pengaruh Media Berbasis Manusia Dan Media Audio Visual Terhadap Tingkat Pemamahaman Peraturan Futsal Peserta Ekstrakurikuler SMA Negeri 1 Paguyangan | Latar Belakang: Tingkat pemahaman peraturan futsal peserta ekstrakurikuler masih kurang dengan nilai rata-rata observasil awal 40,06% . Media dapat dijadikan alat dalam pengembangan futsal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbedaan antara media berbasis manusia dan media audio visual terhadap tingkat pemahaman peraturan futsal. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperiman. Lokasi penelitian di SMA Negeri 1 Paguyangan dengan 20 sampel siswa. Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, uji t-test. Hasil Penelitian: Hasil uji paired sample t-test pada media berbasis manusia memperoleh nilai sebesar 0,000, sedangkan pada media audio visual sebesar 0,000 artinya ada pengaruh yang signifikan pada pemberian treatment. Pada uji independetnt sample t-test dari data posttest tes pemahaman peraturan futsal. Diperoleh hasil signifikan pada tes pemahaman kelompok media berbasis manusia dan media audio visual sebesar 0,702. Data tersebut diketahui signifikan >0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara media berbasis manusia dan media audio visual. Kesimpulan: Ada pengaruh signifikan dari penerapan media berbasis manusia dan media audio visual terhadap tingkat pemahaman peraturan futsal. Tidak ada perbedaan pengaruh yang signifikan antara media berbasis manusia dan media audio visual terhadap tingkat pemahaman peraturan futsal. | Background: The level of understanding of extracurricular participants' futsal rules is still lacking with an initial average observation score of 40.06%. Media can be used as a tool in futsal development. This research aims to determine the influence and differences between human-based media and audio-visual media on the level of understanding of futsal rules. Method: : This research is experimental. research location at SMA N 1 Paguyangan using a sample of 20 students. Data analysis using normality test, homogeneity, t-test Results: The results of the research on the human-based media paired sample t-test were 0.000, while the audio-visual media were 0.000, meaning that there was an influence on giving treatment. In the independent sample t-test from the post-test data, the test for human-based media and audio-visual media is 0.702. Conclusion: There is a significant effect of the application of human-based media and the application of audio-visual media on the level of understanding of futsal rules. There is no significant difference in the effect of human-based media and audio-visual media on the level of understanding | |
| 39531 | 44782 | H1A020044 | ANALISIS SISTEM PROTEKSI PADA BAY PENGHANTAR BUMIAYU 1 GARDU INDUK 150 KV KALIBAKAL | Saluran transmisi tenaga listrik mempunyai sistem proteksi sebagai pengaman saat terjadi gangguan terutama pada saluran udara tegangan tinggi (SUTT). Sistem proteksi tersebut terdapat relay jarak (Distance Relay) sebagai pengaman utama dan juga OCR (Over Current Relay), GFR (Ground Fault Relay) sebagai pengaman cadangan. Salah satu syarat sistem proteksi adalah handal dan selektif, maka tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis setting sistem proteksi yang terdapat pada bay penghantar Bumiayu 1 yang menghubungkan GI Kalibakal – GI Bumiayu dan melakukan simulasi mengenai arus gangguan hubung singkat dan koordinasi kerja relay pada Single Line Diagram (SLD) menggunakan software ETAP 19.0.1. Pada penelitian ini dapat membandingkan hasil dari perhitungan manual dengan simulasi sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Hasil dari penelitian ini terdapat analisis gangguan hubung singkat baik gangguan hubung singkat 3 fasa, 2 fasa dan 1 fasa ke tanah dibeberapa titik gangguan yang sesuai dengan satuan persen (%) panjang saluran penghantar. Selain itu, didapatkan hasil perhitugan setting relay jarak, OCR, dan GFR yang sudah sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan. Perbandingan antara hasil perhitungan manual dengan data lapangan tidak berbeda jauh sehingga data disimpulkan bahwa sistem proteksi tidak perlu dilakukan resetting. | Electric power transmission lines have a protection system as a safety when a disturbance occurs, especially on high voltage overhead lines (SUTT). The protection system has a distance relay as the main safety and also OCR (Over Current Relay), GFR (Ground Fault Relay) as a backup safety. One of the requirements of the protection system is reliable and selective, so the purpose of this study is to analyze the protection system settings contained in the Bumiayu 1 conductor bay connecting GI Kalibakal - GI Bumiayu and simulate the short circuit fault current and relay work coordination on the Single Line Diagram (SLD) using ETAP 19.0.1 software. This research can compare the results of manual calculations with simulations in accordance with establishe standards. The results of this study are an analysis of short circuit faults both 3 phase, 2 phase and 1 phase short circuit faults to the ground at several fault points in accordance with the unit percent (%) of the length of the conductor line. In addition, the results of the calculation of distance relay settings, OCR, and GFR are obtained in accordance with established standards. The comparison between the results of manual calculations and field data does not differ much so that the data is concluded that the protection system does not need to be reset. | |
| 39532 | 41935 | I1E018048 | PENGARUH METODE LATIHAN PASSING STATIS DAN DINAMIS TERHADAP KETEPATAN PASSING PADA EKSTRAKURIKULER SEPAK BOLA SMPN 3 PUNGGELAN BANJARNEGARA | Latar Belakang: Kegiatan ekstrakurikuler sepak bola yang dikembangkan di SMP Negeri 3 Punggelan bertujuan untuk meningkatkan prestasi, meningkatkan kemampuan siswa, dan meningkatkan keterampilan siswa dalam bermain sepak bola. Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan saat latihan sepak bola dan hasil wawancara dengan pembina ekstrakurikuler sepak bola SMPN 3 Punggelan. siswa sering melakukan beberapa kesalahan yang mendasar ketika melakukan teknik dasar passing. Ketika melakukan passing tidak sesuai dengan arah yang dituju, terlalu keras untuk dikuasai, setelah passing tidak bergerak mencari ruang kosong lagi untuk menguasai bola. Metodologi: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen, dengan desain penelitian two group pretest and posttest design. Teknik sampel yang digunakan pada penelitian ini menggunakan tekning purposive sampling. Popolasi dan sampel yang digunakan adalah peserta ekstrakurikuler sepak bola SMPN 3 Punggelan yang berjumlah 20 siswa. Teknik analisis data menggunakan uji-t dengan nilai signifikansi <0,05. Instrumen penelitian ketepatan passing yaitu tes mengumpan dan mengontrol bola modifikasi tes dari Abdul Narlan (2017) untuk mengukur ketepatan passing sepak bola dalam permainan sepak bola. Hasil penelitian: Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai p=0,000 < 0.05, sehingga ada perbedaan antara data pretest dan posttest. Hasil treatment A dan kelompok treatment B sebesar 0.413 Dari data tersebut diperoleh hasil signifikan > 0,05 dan dapat dikatakan tidak terdapat perbedaan pengaruh latihan yang signifikan antara latihan passing statis dan passing dinamis. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan dari latihan passing statis dan passing dinamis terhadap keterampilan passing. Tidak terdapat perbedaaan yang signifikan antara kelompok treatment A dan kelompok treatment B terhadap keterampilan passing. Kata kunci: Ketepatan passing,SMPN 3 punggelan banjarnegara | Background: Football extracurricular activities developed at SMP Negeri 3 Punggelan aim to improve achievement, improve student abilities, and improve students' skills in playing soccer. Based on the results of observations made during soccer practice and the results of interviews with extracurricular soccer coaches at SMPN 3 Punggelan. Students often make several basic mistakes when performing basic passing techniques. When a pass is not in the intended direction, the ball goes out when passing, the pass is too fast making it difficult for a friend to receive the ball, the pass is too late so the ball is easily seized by the opponent, then after passing the player does not move to look for space so control of the ball becomes difficult. Methodology: This research is an experimental research, with a research designtwo group pretest and posttest design. The sample technique used in this study used a purposive sampling technique. The sample in this study amounted to 20 children. The data analysis technique used the t-test with a significance value <0.05. The research instrument for passing accuracy is the test for passing and controlling the ball, a modification of the test from Abdul Narlan (2017) to measure the accuracy of football passes in soccer games. Research result: The results showed that the value of p = 0.000 <0.05, so there is a difference between the pretest and posttest data. There was no significant difference between treatment group A and treatment group B regarding passing skills. Conclusion: There is a significant effect of static passing and dynamic passing exercises on passing skills. There was no significant difference between treatment group A and treatment group B in passing skills Keywords: Accuracy passing, SMPN 3 punggelan banjarnegara | |
| 39533 | 44491 | F1C018029 | Proses Gatekeeping Pemberitaan RRI pada Program Warta Berita RRI | Radio adalah salah satu media yang memiliki salah satu peran besar dalam menyampaikan informasi kepada khalayak. Radio Republik Indonesia merupakan salah satu media radio yang merupaka Lembaga Penyiaran Publik dan menyiarkan program informasi yang sehat, edukatif, dan positif, adapun salah satunya merupakan Program Warta Berita yang meliputi Pagi, Siang, dan Petang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana proses gatekeeping pada redaksi yang dilakukan Pemberitaan RRI Purwokerto pada program Warta Berita untuk menilai berita yang dipublikasikan, ini juga terkait dengan visi LPP RRI sebagai media yang netral dan indenden. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan Pemberitaan RRI Purwokerto dalam redaksi meliputi tahap agenda setting, liputan, editing, verifikasi, dan publikasi/penyiaran syarat kejurnalistikan yang meliputi kaidah berita 5W+1H, faktual, dan aktual serta dari segi kepentingan berita RRI diprioritaskan yang bersifat positif, tidak berpihak, edukatif, serta non kontroversial yang artinya RRI Purwokerto berada dijalur sesuai visinya. Dan terakhir ditemukan proses gatekeeping dalam redaksi Pemberitaan mengalami perubahan dari tahun ke tahun, yakni peran redaktur sebagai gatekeeper sebelumnya memiliki satu orang sebagai peran tetap kini menjadi sistem bergilir artinya tiap hari salah satu wartawan harus silih berganti menjadi redaktur untuk memverifikasi semua berita yang diterima Pemberitaan untuk Program Berita yang disiarakan khususnya Warta Berita. | Radio is one of the media that has one of the big roles in conveying information to the audience. Radio Republik Indonesia is one of the radio media that is a Public Broadcasting Institution and broadcasts healthy, educative, and positive information programs, while one of them is the News News Program which includes Morning, Noon, and Evening. This study aims to find out how the gatekeeping process in the newsroom carried out by RRI Purwokerto News on the Warta Berita program to assess published news, this is also related to the vision of LPP RRI as a neutral and independent media. This study used descriptive qualitative method. The results of this study show that RRI Purwokerto News in the newsroom includes the agenda setting, coverage, editing, verification, and publication/broadcasting stages of journalistic requirements which include 5W+1H, factual, and actual news rules and in terms of the importance of RRI news are prioritized which are positive, impartial, educational, and non-controversial, which means RRI Purwokerto is on track according to its vision. And finally, it was found that the gatekeeping process in the News Editor has changed from year to year, namely the editor's role as a gatekeeper, previously had one person as a fixed role, now it is a rotating system, meaning that every day one journalist must alternate as editor to verify all the news received by the News for the News Program broadcast, especially Warta Berita. | |
| 39534 | 44493 | J1D020025 | Nilai Heroisme dalam Novel Senapan Tak Berpeluru Karya Joko Gesang Santoso dan Keterkaitannya dengan Profil Pelajar Pancasila | Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya perilaku pelajar yang menyimpang sehingga dibutuhkan nilai-nilai yang dapat digunakan untuk menguatkan karakter yang baik yaitu nilai heroisme. Tujuan dari penelitian ini, yaitu (1) mendeskripsikan nilai heroisme yang ada dalam novel Senapan Tak Berpeluru karya Joko Gesang Santoso; dan (2) mendeskripsikan keterkaitan nilai heroismedalam novel Senapan Tak Berpeluru karya Joko Gesang Santoso dengan profil pelajar Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode analisis isi. Hasil penelitian terdiri atas delapan data nilai religius, enam data nilai keberanian, empat data nilai ketekunan, lima data nilai kejuangan, enam data nilai kerelaan berkorban, empat data nilai altruisme, dan tiga data nilai loyalitas nasionalisme. Berdasarkan hasil tersebut, data yang dominan adalah nilai religius dan nilai altruisme. Kemudian, keterkaitan nilai heroisme dengan profil pelajar Pancasila menunjukkan dimensi yang paling banyak terkait dengan nilai heroisme dalam novel adalah dimensi beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia. Kata kunci: nilai heroisme, profil pelajar pancasila, novel | This research is motivated by the many deviant student behaviors that require values that can be used to strengthen good character, namely the value of heroism. The objectives of this study, namely (1) to describe the value of heroism in the novel Senapan Tak Berpeluru by Joko Gesang Santoso; and (2) to describe the connection between the value of heroism in the novel Senapan Tak Berpeluru by Joko Gesang Santoso with the profil pelajar Pancasila. This research uses descriptive qualitative approach with content analysis method. The results consist of eight data of religious value, six data of courage value, four data of perseverance value, five data of struggle value, six data of willingness to sacrifice value, four data of altruism value, and three data of nationalism loyalty value. Based on these results, the dominant data are religious values and altruism values. Then, the connection between the value of heroism and the profil pelajar Pancasila shows that the dimensions most related to the value of heroism in the novel are the dimensions of faith, fear of God Almighty, and noble character. Keywords: heroism value, profil pelajar pancasila, | |
| 39535 | 44494 | J1D020020 | Patologi Sosial dan Pesan Moral dalam Novel Re: dan peRempuan Karya Maman Suherman | Permasalahan sosial yang bertentangan dengan norma yang menganggu masyarakat dalam sebuah karya sastra merupakan latar belakang dari penyusunan penelitian ini. Salah satu karya sastra yang menggambarkan patologi sosial adalah novel Re: dan peRempuan karya Maman Suherman. Penelitian ini bertujuan (1) mendeskripsikan bentuk patologi sosial; dan (2) mendeskripsikan pesan moral dalam novel. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode analisis isi. Data yang digunakan berupa kutipan yang bersumber dari novel Re: dan peRempuan karya Maman Suherman. Pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis data Miles dan Huberman. Hasil penelitian ditemukan, meskipun novel Re: dan peRempuan banyak mengandung patologi sosial yang menggambarkan perilaku tak bermoral yang meliputi prostitusi, kejahatan, homoseksualitas, dan kenakalan remaja, namun terdapat pesan moral yang dapat dijadikan contoh bagi pembacanya, seperti perilaku mandiri, percaya diri, pantang menyerah, bertanggung jawab, rendah hati, tolong menolong, kasih sayang sesama, dan menjalankan kewajiban Tuhan. | Social problems that conflict with norms that disturb society in a literary work are the background to the preparation of this research. One of the literary works that describes social pathology is the novel Re: and women by Maman Suherman. This research aims to (1) describe forms of social pathology; and (2) describe the moral message in the novel. This research uses a qualitative descriptive approach using content analysis methods. The data used is in the form of quotes sourced from the novel Re: and women by Maman Suherman. Data collection uses reading and note-taking techniques. The data analysis technique used is Miles and Huberman data analysis. The results of the research found that although the novel Re: dan perempuan contains a lot of social pathology that depicts immoral behavior including prostitution, crime, homosexuality and juvenile delinquency, there are moral messages that can be used as examples for readers, such as independent behavior, self-confidence, abstinence. surrender, responsibility, humility, mutual help, compassion for others, and carrying out God's obligations. | |
| 39536 | 41936 | I1E018055 | HUBUNGAN PANJANG TUNGKAI, POWER OTOT TUNGKAI, KESEIMBANGAN DAN KOORDINASI MATA-KAKI TERHADAP KETEPATAN PASSING FUTSAL UNSOED PUTRI | Latar belakang : Terdapat perbedaan yang signifikan antara faktor antropometri panjang tungkai dan komponen biomotorik seperti power, keseimbangan dan koordinasi yang dapat mempengaruhi tingkat ketepatan passing pada tim Futsal Unsoed Putri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara panjang tungkai, power otot tungkai, keseimbangan dan koordinasi mata-kaki dengan ketepatan passing Futsal Unsoed Putri. Metodologi : Penelitian ini merupakan penelitian korelasional. Populasi penelitian ini yaitu tim Futsal Unsoed Putri yang berjumlah 20 orang dengan teknik total sampling. Instrumen tes penelitian ini terdiri dari tes panjang tungkai (meteran), tes power otot tungkai (standing board jump), tes keseimbangan (modified bass test), tes koordinasi mata-kaki (soccer wall volley test) dan tes ketepatan passing (passing-concrolling). Analisis data menggunakan uji korelasi dan uji regresi. Hasil penelitian : Ada hubungan antara panjang tungkai dengan ketepatan passing dengan nilai signifikanis 0,031. Ada hubungan antara power otot tungkai dengan ketepatan passing dengan nilai signifikansi 0,000. Ada hubungan antara keseimbangan dengan ketepatan passing dengan nilai sigignifikansi 0,039. Ada hubungan antara koordinasi mata-kaki dengan ketepatan passing dengan nilai signifikansi 0,001. Hubungan antara panjang tungkai, power otot tungkai, keseimbangan dan koordinasi mata-kaki terhadap ketepatan passing mempunyai nilai signifikansi 0,003. Kesimpulan : Ada hubungan antara panjang tungkai, power otot tungkai, keseimbangan dan koordinasi terhadap ketepatan passing. Kata kunci : Passing, panjang tungkai, power, keseimbangan, koordinasi. | Background: There are significant differences between anthropometric factors of leg muscle power, balance and eye-foot coordination which can influence the level of passing accuracy in the Unsoed Womens Futsal team. The research aims to determine the relationship between leg length, leg muscle power, balance and eye-foot coordination with accuracy of Womens Unsoed Futsal passing. Methodology: This research is correlational research. The population of this research was the Unsoed Womens Futsal team, totoaling 20 people using a total sampling technique. The test instruments for this research consisted of a leg length test (meter), a leg muscle power test (standing board jump), a balance test (modified bass test) a eye-foot coordination test (soccer wall volley test)and a passing accuracy test (passing-controlling). Data analysis using correlation tests and regression tests. Research results: There is a relationship between leg length and passing accuracy with a significance value of 0,031. There is a relationship between leg muscle power and passing accuracy with a significance value of 0,000. There is a relationship between balance and passing accuracy with a significance value of 0,039. There is a relationship between eye-foot coordination and passing accuracy with a significance value of 0,001. There is a relationship between leg length, leg muscle power, balance and eye-foot coordination with passing accuracy with a significance value of 0,003. Conclusion: There is a relationship between leg length, leg muscle power, balance and eye-foot coordination with passing accuracy Keywords: Passing, leg length, power, balance, coordination | |
| 39537 | 41925 | J1D019018 | Pengembangan Bahan Ajar Keterampilan Menyimak BIPA Tingkat Pemula Bermuatan Budaya Banyumas | Penelitian ini bertujuan untuk membuat bahan ajar buku digital untuk pemelajar BIPA pemula A1 yang disertai bahan simakan, sehingga memungkinkan pemelajar BIPA pemula untuk belajar secara mandiri. Bentuk penelitian ini adalah Research and Development (R&D) menggunakan model ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Data dalam penelitian ini adalah data analisis kebutuhan, dan data hasil validasi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah observasi dan angket. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah analisis campuran (mix method). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, didapatkan hasil penelitian adalah sebagai berikut: 1) Pengembangan buku digital keterampilan menyimak BIPA A1 menggunakan aplikasi Flip PDF Corporate Edition. 2) Hasil uji validasi ahli mendapatkan skor rata-rata 0,7-0,83 yang termasuk ke dalam kategori valid. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa buku digital yang dikembangan dalam penelitian ini layak digunakan pada pembelajaran BIPA. | This study aims to make digital book teaching materials for A1 beginner BIPA students accompanied by listening material, so as to enable beginner BIPA students to study independently. This research is Research and Development (R&D) using the ADDIE model (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). The data in this study are needs analysis data, and data validation results. Data collection techniques in this study were observation and questionnaires. The data analysis technique is mix method. Based on the research that has been done, the results are as follows: 1) Development of a digital book on BIPA A1 listening skills using the Flip PDF Corporate Edition application. 2) The results of the expert validation test get an average score of 0.7-0.83 which is included in the valid category. Based on these results, it can be concluded that the digital books developed in this study are suitable for use in BIPA learning. | |
| 39538 | 44492 | I1C019020 | STUDI POTENSI SENYAWA 1,3,5,7 TETRAHIDROKSIANTRAKUINON SEBAGAI KANDIDAT AGEN PENGKELAT ION BESI PADA TALASEMIA | ABSTRAK STUDI POTENSI SENYAWA 1,3,5,7 TETRAHIDROKSIANTRAKUINON SEBAGAI KANDIDAT AGEN PENGKELAT ION BESI PADA TALASEMIA Muhammad Surya Nugraha1, Salman Fareza2, Nur Amalia Choironi2 Latar Belakang : Talasemia adalah penyakit genetik kelainan darah yang disebabkan oleh gangguan sintesis hemoglobin di dalam sel darah merah. Terapi Talasemia mayor umumnya menggunakan transfusi darah. Agen pengkelat masih digunakan sebagai terapi untuk mengatasi kelebihan zat besi dalam tubuh, terutama pada pasien dengan kondisi thalassemia mayor dan hemokromatosis. Salah satu senyawa yang berpotensi untuk diteliti adalah senyawa 1,3,5,7-tetrahidroksiantrakuinon. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas dari senyawa turunan antrakuinon (1,3,5,7-tetrahidroksiantrakuinon) terhadap penyakit Talsemia. Metodologi : Sintesis senyawa murni 1,3,5,7 tetrahidroksiantrakuinon disintesis melalui reaksi kondensasi asam 3,5-dihidroksibenzoat sebanyak 0,450 g dan 5 mL asam sulfat pekat. Campuran kemudian direfluks selama 2 jam pada rentang suhu 120 - 130 °C. Karakterisasi senyawa sintesis menggunakan spektrometer NMR Agilent DD2 500 MHz (1H) dan 125 (13C), HRMS (ESI TOF Water LCT Premier). Uji Pengkelat ion besi dilakukan secara duplo 25 ml larutan FeCl2 dan 25 ml Ferrozine, 10 ml EDTA, 10 ml tetrahdiroksiantrakuinon. Uji pengkelat ion besi dilakukan dengan cara 50 μL sampel ditambahkan dengan 250 μL etanol dan ditambahkan 750 μL FeCl2 diinkubasi 30 menit. Ditambahkan 1500 μL Ferrozin, diinkubasi kembali selama 30 menit. Hasil Penelitian : Hasil sintesis berupa padatan serbuk berwarna hijau. Hasil dari sintesis sebanyak 0,435 g dengan rendemen sebesar 96,7 %. Berdasarkan struktur kimianya, 1,3,5,7 tetrahidroksiantrakuinon memiliki struktur simetris (7 sinyal) dan menghasilkan pembacaan sinyal hanya dalam satu lingkungan kimia. Spektrum 1H-NMR menunjukkan adanya sinyal singlet pada empat sinya diantaranya 12,81; 7,3 ; 6,8 dan 3 ppm. Pada 13C-NMR terdapat sinyal pada C-1 / C-8(109.12 ppm), C-2 / C-9 (110.72 ppm), C-3 / C-10 (108.48 ppm), C-4 / C-11 (186.58 ppm), C-5 / C-12 (166.70 ppm), C-6 / C-13 (166.39 ppm), C-7 / C-14 (207 ppm). HR-MS menunjukkan ion [M-H]- pada m/z 271,0246 sesuai dengan rumus molekulnya yaitu C14H8O6. Hasil percobaan uji kemampuan mengkelat ion besi pada sampel antrakuinon diperoleh 2,72 %. Pada sampel EDTA diperoleh 2,73 %. Kesimpulan : Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan bahwa Tetranhidroksiantrakuinon dan EDTA memiliki aktivitas pengkelat ion besi. Kata kunci : Talasemia, ion pengkelat besi, tetrahidroksiantrakuinon 1Mahasiswa Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jendral Soedirman 2Jurusan Farmasi Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. | ABSTRACT STUDY ON THE POTENTIAL OF THE COMPOUND 1,3,5,7 TETRAHYDROXYANTRAQUINONE AS A CANDIDATE IRON ION CHELATING AGENT IN THALASSEMIA Muhammad Surya Nugraha1 , Salman Fareza2 , Nur Amalia Choironi2 1,2Department of Pharmacy, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University *E-mail: sn5981534@gmail.com Telp: 085291915174 Background : Thalassemia is a genetic blood disorder caused by impaired hemoglobin synthesis in red blood cells. Thalassemia major therapy generally uses blood transfusions. Chelating agents are still used as therapy to treat excess iron in the body, especially in patients with thalassemia major and hemochromatosis. One compound that has the potential to be studied is the compound 1,3,5,7-tetrahydroxyanthraquinone. This study aims to determine the activity of anthraquinone derivative compounds (1,3,5,7-tetrahydroxyanthraquinone) against talsemia. Methodology : Synthesis of the pure compound 1,3,5,7 tetrahydroxyanthraquinone was synthesized through the condensation reaction of 0.450 g of 3,5-dihydroxybenzoic acid and 5 mL of concentrated sulfuric acid. The mixture was then refluxed for 2 hours at a temperature range of 120 - 130 °C. Characterization of synthetic compounds using an Agilent DD2 500 MHz (1H) and 125 (13C) NMR spectrometer, HRMS (ESI TOF Water LCT Premier). The iron ion chelation test was carried out in duplicate with 25 ml of FeCl2 solution and 25 ml of Ferrozine, 10 ml of EDTA, 10 ml of tetrahyroxyanthraquinone. The iron ion chelation test was carried out by adding 50 μL of sample with 250 μL of ethanol and adding 750 μL of FeCl2 and incubating for 30 minutes. Added 1500 μL Ferrozin, incubated again for 30 minutes. Results : The results of the synthesis are green powder solids. The result of the synthesis was 0.435 g with a yield of 96.7%. Based on its chemical structure, 1,3,5,7 tetrahydroxyanthraquinone has a symmetric structure (7 signals) and produces signal readings in only one chemical environment. The 1H-NMR spectrum shows the presence of singlet signals at four signals including 12.81; 7.3 ; 6.8 and 3 ppm. In 13C-NMR there are signals at C-1 / C-8 (109.12 ppm), C2 / C-9 (110.72 ppm), C-3 / C-10 (108.48 ppm), C-4 / C-11 (186.58 ppm), C-5 / C-12 (166.70 ppm), C-6 / C-13 (166.39 ppm), C-7 / C-14 (207 ppm). HR-MS shows the [M-H]- ion at m/z 271.0246 according to the molecular formula, namely C14H8O6. The experimental results of testing the ability to chelate iron ions in anthraquinone samples were obtained at 2,72 %. In the EDTA sample, 2,73 % was obtained. Conclusion : Based on the research conducted, it can be concluded that Tetranhydroxyanthraquinone and EDTA have iron ion chelating activity. Key words : Thalassemia, iron chelating ion, tetrahydroxyanthraquinone. | |
| 39539 | 41773 | I1D019065 | HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK, ASUPAN PROTEIN, DAN STATUS MEROKOK DENGAN STATUS GIZI PADA PEGAWAI DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Status gizi memiliki peranan penting dalam menentukkan derajat kesehatan termasuk pada tenaga kerja yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja. Status gizi pegawai dipengaruhi oleh berbagai faktor baik internal maupun eksternal seperti asupan makan, aktivitas fisik, dan status merokok. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik, asupan protein, dan status merokok dengan status gizi pegawai Universitas Jenderal Soedirman. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang diambil sebesar 113 pegawai Universitas Jenderal Soedirman dengan teknik purposive sampling. Variabel aktivitas fisik diukur menggunakan IPAQ, asupan protein diukur menggunakan food recall 2x24 jam, status merokok dengan kuesioner, dan status gizi dengan indeks massa tubuh. Analisis data menggunakan uji Rank Spearman. Hasil: Terdapat hubungan antara asupan protein dengan status gizi pegawai (p=0,013 r=-0,234). Tidak terdapat hubungan antara aktivitas fisik, status merokok dengan status gizi pegawai (p=0,335 r=-0,092) (p=0,900 r=0,012). Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa status gizi berhubungan dengan asupan protein, namun tidak berhubungan dengan aktivitas fisik dan status merokok. | Background: Nutritional status has an important role in determining the degree of health, including in the workforce which affects work productivity. Employee nutritional status is influenced by various factors, both internal and external such as food intake, physical activity, and smoking status. This study aims to determine the relationship between physical activity, protein intake, and smoking status with the nutritional status of employees at Jenderal Soedirman University. Method: This research was observational with a cross-sectional study design. The samples taken were 124 employees of Jenderal Soedirman University selected by purposive. Physical activity was measured using IPAQ, protein intake used a food recall 2x24 hours, smoking status used questionnaires, and nutritional status used body mass index. Data analysis used rank spearman correlation. Results: There was significant correlations between protein intake with the nutritional status of employees (p=0.005 r=-0.253) . There were no relationship between physical activity, smoking status with nutritional status of employees (p=0.032 r=-0.193 (p=0.788). Conclusion: This study showed that nutritional status is related to protein intake, but not related to physical activity and smoking statusKeywords: Physical activity, protein intake, smoking status, nutritional status. | |
| 39540 | 44783 | I1E020002 | Penilaian Kecerdasan Sosial (Social Intelligence) Peserta Didik di SMA Negeri 1 Baturraden | ABSTRAK PENILAIAN KECERDASAN SOSIAL (SOCIAL INTELLIGENCE) PESERTA DIDIK DI SMA NEGERI 1 BATURRADEN Latar Belakang: Kecerdasan sosial merupakan kemampuan yang sering digunakan, guna mempertajam kemampuan antar individu dan unsur-unsur pembentuk daya tarik, keberhasilan sosial maupun karisma. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kecerdasan sosial peserta didik SMA Negeri 1 Baturraden. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif, variabel penelitian ini menggunakan variabel tunggal. Penelitian ini tidak mencantumkan hipotesis, karena tidak semua penelitian memerlukan perumusan hipotesis. Penelitian yang bersifat eksploratif dan deskriptif sering kali tidak menyertakan hipotesis. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Baturraden menggunakan teknik total sampling dari 10% jumlah keseluruhan peserta didik. Teknik pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner dengan skala likert. Hasil: Sebanyak 92 peserta didik (86%) menunjukkan kesadaran situasional yang sangat baik, sementara 15 peserta didik (14%) berada dalam kategori baik. Untuk indikator kemampuan membawa diri, 81 peserta didik (76%) termasuk dalam kategori sangat baik, 24 peserta didik (22%) dalam kategori baik, dan 2 peserta didik (2%) dalam kategori cukup. Pada indikator autentitas, 75 peserta didik (70%) memiliki kemampuan autentitas yang sangat baik, 29 peserta didik (27%) dalam kategori baik, dan 3 peserta didik (3%) dalam kategori cukup. Untuk indikator clarity, 62 peserta didik (58%) menunjukkan kemampuan clarity yang sangat baik, 42 peserta didik (39%) dalam kategori baik, dan 3 peserta didik (3%) dalam kategori cukup. Terakhir, pada indikator empati, 71 peserta didik (66%) memiliki kemampuan empati yang sangat baik, 32 peserta didik (30%) dalam kategori baik, dan 4 peserta didik (4%) dalam kategori cukup. Kesimpulan: Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa tingkat kecerdasan sosial siswa SMA Negeri 1 Baturraden sangat baik. Rata-rata skor yang diperoleh peserta didik adalah 133 dengan persentase frekuensi 83,21%. | ABSTRACT SOCIAL INTELLIGENCE ASSESSMENT STUDENTS AT SMA NEGERI 1 BATURRADEN Background: Social intelligence is a frequently used ability to enhance interpersonal skills and elements that contribute to attractiveness, social success, and charisma. This study aims to determine the level of social intelligence of students at SMA Negeri 1 Baturraden. Methodology: This research employs a descriptive quantitative method, using a single variable. The study does not include a hypothesis, as not all research requires the formulation of a hypothesis. Exploratory and descriptive studies often do not include hypotheses. This research was conducted at SMA Negeri 1 Baturraden using a total sampling technique from 10% of the total number of students. Data collection was carried out using a questionnaire with a Likert scale. Conclusion: Based on the data analysis results, it can be concluded that the level of social intelligence of students at SMA Negeri 1 Baturraden is very good. The average score obtained by the students is 133, with a frequency percentage of 83.21%. A total of 92 students (86%) demonstrated excellent situational awareness, while 15 students (14%) were in the good category. For the self-presentation indicator, 81 students (76%) were in the excellent category, 24 students (22%) were in the good category, and 2 students (2%) were in the fair category. On the authenticity indicator, 75 students (70%) exhibited excellent authenticity, 29 students (27%) were in the good category, and 3 students (3%) were in the fair category. For the clarity indicator, 62 students (58%) showed excellent clarity, 42 students (39%) were in the good category, and 3 students (3%) were in the fair category. Finally, on the empathy indicator, 71 students (66%) displayed excellent empathy, 32 students (30%) were in the good category, and 4 students (4%) were in the fair category. |