Artikelilmiahs

Menampilkan 39.481-39.500 dari 48.927 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3948141901C1A019013ANALISIS PENGARUH AGLOMERASI, PERTUMBUHAN PENDUDUK, RASIO KETERGANTUNGAN, DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP KETIMPANGAN PEMBANGUNAN DI WILAYAH PENGEMBANGAN GERMAKERTOSUSILA PLUSPerbedaan karakteristik alam, sosial, ekonomi, dan sumber daya alam yang dimiliki setiap Kabupaten/Kota di WP Germakertosusila Plus menyebabkan persebaran pendapatan antar wilayah tidak merata yang akhirnya menimbulkan terjadinya ketimpangan pembangunan antar wilayah di WP Germakertosusila Plus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur besarnya tingkat ketimpangan pembangunan di WP Germakertosusila Plus, serta mengetahui dan menganalisis pengaruh Aglomerasi, Pertumbuhan Penduduk, Rasio Ketergantungan, dan Dana Perimbangan baik secara parsial maupun secara bersama-sama Terhadap Ketimpangan Pembangunan di WP Germakertosusila Plus. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten/Kota di WP Germakertosusila Plus. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel dengan periode tahun penelitian 2013-2019 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur dan Badan Pusat Statistik Indonesia. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kabupaten/Kota di wilayah pengembangan Germakertosusila Plus yang memiliki ketimpangan tinggi yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kota Mojokerto, Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya, ketimpangan pembangunan yang termasuk kategori sedang terjadi pada Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan. Sementara 8 (delapan) Kabupaten lainnya seperti Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Jombang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sumenep memiliki tingkat ketimpangan pembangunan yang rendah; 2) Variabel aglomerasi, pertumbuhan penduduk, rasio ketergantungan, dan dana perimbangan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pembangunan di Wilayah Pengembangan Germakertosusila Plus; 3) Secara parsial variabel aglomerasi dan rasio ketergantungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pembangunan di Wilayah Pengembangan Germakertosusila Plus, sedangkan variabel pertumbuhan penduduk dan dana perimbangan tidak signifikan terhadap ketimpangan pembangunan di Wilayah Pengembangan Germakertosusila Plus. Pemerintah Kabupaten/Kota di Wilayah Pengembangan Germakertosusila Plus diharapkan dapat melakukan tindak lanjut dalam mengimplementasikan kebijakan guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi serta melakukan perluasan pengembangan pusat-pusat kegiatan agar tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah saja.Differences in natural, social, economic and natural resource characteristics owned by each Regency/City in WP Germakertosusila Plus cause an uneven distribution of income between regions which ultimately leads to development imbalances between regions in WP Germakertosusila Plus. The purpose of this study is to measure the level of development inequality in WP Germakertosusila Plus, and to know and analyze the effect of Agglomeration, Population Growth, Dependency Ratio, and Balancing Funds both partially and jointly on Development Inequality in WP Germakertosusila Plus. This research was conducted in districts/cities in WP Germakertosusila Plus. This research uses secondary data in the form of panel data with the 2013-2019 research period obtained from the Central Bureau of Statistics of East Java Province and the Central Bureau of Statistics of Indonesia. Then the data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis and panel data regression analysis. The results of this study indicate that: 1) Regencies/cities in the Germakertosusila Plus development area that have high inequality are Surabaya City, Gresik Regency, Mojokerto City, Pasuruan Regency. Furthermore, development inequality which is included in the moderate category occurs in Sidoarjo Regency, Mojokerto Regency, Pasuruan City. While 8 (eight) other Regencies such as Bojonegoro Regency, Tuban Regency, Pamekasan Regency, Sampang Regency, Jombang Regency, Lamongan Regency, Bangkalan Regency, Sumenep Regency have a low level of development inequality; 2) The variables of agglomeration, population growth, dependency ratio, and balance funds together have a significant effect on development inequality in the Germakertosusila Plus Development Area; 3) Partially the agglomeration variables and dependency ratio have a positive and significant effect on development inequality in the Germakertosusila Plus Development Area, while the variables of population growth and balance funds have no significant effect on development inequality in the Germakertosusila Plus Development Area. Regency/City Governments in the Germakertosusila Plus Development Area are expected to be able to follow up in implementing policies to encourage increased economic growth and expand the development of activity centers so that they are not only concentrated in one area.
3948241902K1A019013PEMANFAATAN MEMBRAN SA-PS DARI AMPAS TEBU
DENGAN VARIASI ADITIF MSG PADA PENURUNAN NILAI BOD DAN COD LIMBAH CAIR BATIK
Salah satu serat alam yang mengandung selulosa yang tinggi adalah ampas tebu, sehingga dapat digunakan bahan dasar sintesis selulosa asetat melalui proses asetilasi. Pada penelitian ini dilakukan sintesis membran selulosa asetat dengan penambahan PS dari ampas tebu dan penambahan MSG sebagai aditif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi konsentrasi MSG terhadap kinerja membran SA-PS. Membran ini digunakan untuk pengolahan limbah cair
batik dengan parameter pencemar BOD dan COD. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa semakin tinggi konsentrasi MSG, semakin tinggi pula nilai fluks yang
diperoleh. Membran SA-PS dengan penambahan konsentrasi MSG 6% mampu
menurunkan nilai BOD dan COD sebesar 73,10% dan 90,80%.
One of the natural fiber that contains high amounts of cellulose is baggase. Therefore baggase can be utilized in the synthesis of cellulose acetate through the acetylation process. In this research, synthesis of cellulose acetate membranes was carried out with the addition of PS from baggase and MSG as an additive. This study aims to determine the effect of variations in MSG concentration on the performance of SA-PS membrane. This membrane is used for batik wastewater treatment with BOD and COD pollutant parameters. The results showed that the higher the MSG concentration, the higher the flux value obtained.
SA-PS membrane with the addition of 6% MSG concentration was able to reduce BOD and COD values by 73.10% and 90.80% respectively.
3948341903C1C019046ANALISIS FRAUD PENTAGON THEORY TERHADAP
KECURANGAN LAPORAN KEUANGAN DENGAN MENGGUNAKAN BENEISH M-SCORE MODEL
(Studi Empiris pada Perusahaan Infrakstruktur, Utilitas, Transportasi, dan Logistik yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2018-2021)
Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisa fraud pentagon theory terhadap kecurangan laporan keuangan dengan menggunakan Beneish M-score Model pada perusahaan infrakstruktur, utilitas, transportasi, dan logistik yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018-2021. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder berupa annual report setiap perusahaan. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 31 perusahaan. Hasil penelitian menggunakan E-views versi 12 menunjukkan bahwa: (1) Kebutuhan finansial pribadi berpengaruh negatif terhadap kecurangan laporan keuangan. (2) Ketidakefektifan pengawasan berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan. (3) Transaksi pihak berelasi tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. (4) CEO tenure tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. (5) Dualitas CEO tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan.
Implikasi dari kesimpulan dalam penelitian ini, kebutuhan finansial pribadi berpengaruh negatif terhadap kecurangan laporan keuangan. Penelitian ini membuktikan bahwa semakin besar kepemilikan saham manajerial, maka tingkat kecurangan laporan keuangan perusahaan semakin menurun. Ketidakefektifan pengawasan berpengaruh positif terhadap kecurangan laporan keuangan, membuktikan bahwa semakin efektif pengawasan yang ada di dalam perusahaan maka semakin kecil peluang terjadinya kecurangan laporan keuangan. Transaksi pihak berelasi tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan, hal ini menunjukkan bahwa transaksi pihak berelasi yang dilakukan perusahaan mengalami penurunan atau peningkatan tidak menunjukkan pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. CEO tenure tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan, hal ini menunjukkan bahwa peningkatan atau penurunan masa jabatan CEO, maka tidak menunjukkan pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan. Dualitas CEO tidak berpengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan, yang menunjukkan apabila terdapat CEO yang merangkap jabatan tidak sesuai dengan peraturan hal tersebut tidak menunjukkan pengaruh terhadap kecurangan laporan keuangan.
This research aims to test and analyze the fraud pentagon theory of financial statement fraud using the Beneish M-score Model in infrastructure, utility, transportation and logistics companies listed on the Indonesia Stock Exchange (BEI) for the 2018-2021 period. The type of data used is secondary data in the form of each company's annual report. The number of samples used in this research was 31 companies. The results of research using E-views version 12 show that: (1) Personal financial needs have a negative effect on fraudulent financial statements. (2) Ineffective supervision has a positive effect on financial statement fraud. (3) Related party transactions have no effect on fraudulent financial statements. (4) CEO tenure has no effect on financial statement fraud. (5) CEO duality has no effect on financial statement fraud.
The implication of the conclusions in this research is that personal financial needs have a negative effect on fraudulent financial statements. This research proves that the greater the managerial share ownership, the lower the level of fraud in the company's financial reports. Ineffective supervision has a positive effect on financial statement fraud, proving that the more effective the supervision within the company, the smaller the opportunity for financial statement fraud to occur. Related party transactions have no effect on fraudulent financial statements, this shows that related party transactions carried out by the company have decreased or increased, showing no influence on fraudulent financial statements. CEO tenure has no effect on financial statement fraud, this shows that increasing or decreasing the CEO's tenure does not show an influence on financial statement fraud. CEO duality has no effect on financial statement fraud, which shows that if there is a CEO who holds concurrent positions that do not comply with regulations, this does not show an influence on financial report fraud.

The implication of the conclusions in this research is that personal financial needs have a negative effect on fraudulent financial statements. This research proves that the greater the managerial share ownership, the lower the level of fraud in the company's financial reports. Ineffective supervision has a positive effect on financial statement fraud, proving that the more effective the supervision within the company, the smaller the opportunity for financial statement fraud to occur. Related party transactions have no effect on fraudulent financial statements, this shows that related party transactions carried out by the company have decreased or increased, showing no influence on fraudulent financial statements. CEO tenure has no effect on financial statement fraud, this shows that increasing or decreasing the CEO's tenure does not show an influence on financial statement fraud. CEO duality has no effect on financial statement fraud, which shows that if there is a CEO who holds concurrent positions that do not comply with regulations, this does not show an influence on financial report fraud.
3948441928L1C019045Komposisi dan Kelimpahan Sampah Laut di Pantai Wisata KebumenSampah laut merupakan bahan padat yang sulit terurai, hasil pabrik, atau olahan, yang dibuang di lingkungan laut dan pesisir serta dapat memberikan ancaman secara langsung terhadap produktivitas dan kondisi wilayah perairan. Pantai Menganti, Pantai Logending, dan Pantai Lembupurwo merupakan destinasi wisata yang terancam akibat adanya sampah laut. Timbunan sampah dapat merusak ekosistem perairan dan memiliki dampak buruk bagi kesehatan manusia di sekitarnya. Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2023 yang bertujuan untuk mengetahui komposisi, kelimpahan, dan kondisi kebersihan pantai yang dinilai melalui Indeks Kebersihan Pantai. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah random sampling dengan transek garis sepanjang 100 m dengan analisis data yang dilakukan secara deskriptif komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komposisi sampah laut terdiri atas jenis plastik, karet, kayu, kain, logam, dan kaca. Sampah plastik merupakan jenis yang mendominasi pada ketiga pantai tersebut. Adapun kelimpahan tertinggi sampah laut berada pada Pantai Logending dengan kepadatan sampah berdasarkan jumlah keping dan bobot sebesar 4,947 keping/m2 dan 48,724 g/m2. Nilai Indeks Kebersihan Pantai tertinggi berada di Pantai Logending dengan nilai sebesar 10,993 yang membuat pantai ini menjadi pantai kotor menurut kategori Clean Coast Index. Strategi seperti pencegahan, penanganan, dan pembersihan dapat dilakukan untuk mengurangi beban sampah yang masuk ke laut.Marine debris is solid material that are difficult to decompose, factory disposal, or any other things dispose in marine and coastal environments, giving a threat to the sea environment. Menganti Beach, Logending Beach, and Lembupurwo Beach are tourist destinations that are threatened due to marine debris. The Increasing number of tourists results in the accumulation of marine debris around the beach. This study aims to identify the composition and abundance of marine debris and the cleanliness condition of the beach assessed through the Clean Coast Index. The method used in this study is random sampling within a 100 m line transect with descriptive comparative data analysis. The results showed that the composition of marine debris consisted of plastic, rubber, wood, cloth, metal and glass. Plastic waste is the type that dominates the coastal area. The highest abundance of marine debris was at Logending Beach with a density of waste based on the number of pieces and weight of 4,947 pieces/m2 and 48,724 g/m2. The highest Clean Coast Index score is at Logending Beach with a value of 10,993, which makes this beach a dirty beach according to the Clean Coast Index category.
3948541931H1B018022PENGARUH RAMBATAN GETARAN TRANSVERSAL PADA PERKERASAN LENTUR DAN KAKU AKIBAT PERGERAKAN KENDARAANTanpa disadari, aktivitas lalu lintas yang terjadi menghasilkan getaran dan mempengaruhi lingkungan sekitar. Menurut Lawrance, dkk (2011), Getaran lalu lintas terutama disebabkan oleh kendaraan berat seperti bus dan truk. Beban menghasilkan gelombang tekanan yang merambat di tanah dan menyebabkan getaran. Mobil penumpang dan kendaraan ringan lainnya jarang menimbulkan getaran. Tapi sayangnya, penelitian terkait getaran akibat pergerakan kendaraan di Indonesia masih sangat minim. Oleh karena itu, dilakukan penelitian getaran akibat kendaraan, dengan alat yang dirancang dan juga dengan aplikasi IDynamics. Penelitian dilakukan dengan jenis kendaraan, jenis perkerasan, kecepatan kendaraan yang berbeda. Dimana didapatkan, jenis kendaraan golongan 2 menghasilkan getaran maksimal sebesar 0.067 m/s², golongan 5b sebesar 0.703 m/s², dan golongan 7a sebesar 0.733 m/s². Lalu, kendaraan dengan kecepatan 60km/jam menghasilkan getaran lebih kecil dibanding kecepatan 40km/jam, tetapi lebih besar dibanding kecepatan 80km/jam. Jenis perkerasan nyatanya juga mempengaruhi besar kecilnya getaran akibat pergerakan kendaraan, dimana perkerasan kaku menghasilkan getaran paling besar 0.733 m/s², dibandingkan perkerasan lentur sebesar 0.653 m/s², dengan variabel kendaraan dan kecepatan yang sama. Penelitian ini juga menjawab hasil kinerja alat yang dirancang, dimana alat dapat mengukur kecepatan kendaraan, mengukur getaran pada dua titik sekaligus, dan menampilakn waktu ril secara otomatis. Tapi tentunya juga terdapat kekukurangan dan keterbatasan alat yang dirancang, seperti hanya dapat mengukur kecepatan objek kurang dari 80 cm, hanya dapat hidup dengan bantuan device seperti laptop, dan terkadang terjadi error dan perlu running programnya kembali. Without realizing it, the traffic activities that occur produce vibrations and affect the surrounding environment. According to Lawrance, et al (2011), traffic vibrations are mainly caused by heavy vehicles such as buses and trucks. The load generates pressure waves that propagate on the ground and cause vibrations. Passenger cars and other light vehicles rarely cause vibration. But unfortunately, research related to vibration due to vehicle movement in Indonesia is still very minimal. Therefore, a study of vehicle-induced vibration was conducted, with a designed tool and also with IDynamics application. The study was conducted with different vehicle types, pavement types, and vehicle speeds. It was found that class 2 vehicles produced a maximum vibration of 0.067 m/s², class 5b of 0.703 m/s², and class 7a of 0.733 m/s². Then, a vehicle with a speed of 60km/h produces less vibration than a speed of 40km/h, but greater than a speed of 80km/h. The type of pavement in fact also affects the size of the vibration due to vehicle movement, where rigid pavement produces the greatest vibration of 0.733 m/s², compared to flexible pavement of 0.653 m/s², with the same vehicle and speed variables. This research also answers the performance results of the designed tool, where the tool can measure vehicle speed, measure vibrations at two points at once, and display the real time automatically. But of course there are also shortcomings and limitations of the designed tool, such as only being able to measure 2the speed of objects less than 80 cm, can only ive with the help of devices such as laptops, and sometimes errors occur and need to run the program again.
3948642128C1A019077Pengaruh Kurs (Rp/USD), Suku Bunga BI, Harga Minyak Dunia, dan Harga Emas Dunia Terhadap Indeks Harga Saham Gabungan Bursa Efek Indonesia Tahun 2009-2022Pasar modal Indonesia menjadi pasar modal terbaik di wilayah ASEAN dan Asia secara umum pada Tahun 2022. Hal tersebut ditunjukkan dengan kinerja positif IHSG Tahun 2022 yang didukung dengan rata-rata volume transaksi yang meningkat serta jumlah investor yang selalu mengalami peningkatan setiap tahun. Akan tetapi, dalam 14 tahun terakhir Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami fluktuatif secara jangka pendek yaitu dalam periode bulanan dan tahunan sedangkan trend jangka panjang IHSG selama 14 tahun terakhir menunjukkan trend positif. Hal tersebut tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan investor maupun rata-rata volume yang terjadi pada 14 tahun terakhir. Artinya, terdapat faktor lain yang mempengaruhi IHSG dalam jangka panjang dan jangka pendek dalam 14 tahun terakhir seperti faktor makroekonomi dan harga komoditas dunia. Oleh karena itu, dilakukan penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi IHSG dalam jangka pendek dan dalam jangka panjang dalam 14 tahun terakhir. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh kurs (Rp/USD), suku bunga Bank Indonesia, harga minyak dunia, dan harga emas dunia terhadap IHSG tahun 2009-2022.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS), Bank Indonesia (BI), dan Worldbank Data base. Data yang digunakan adalah data bulanan IHSG, kurs (Rp/USD), suku bunga Bank Indonesia, harga minyak dunia, dan harga emas Dunia tahun 2009-2022. Teknik analisis data yang digunakan yaitu Analisis Autoregressive Distributed Lag (ARDL).
Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Kurs (Rp/USD), suku bunga BI, harga minyak dunia, dan harga emas dunia secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap IHSG dalam jangka panjang dan jangka pendek, (2) variabel kurs (Rp/USD) berpengaruh negatif signifikan terhadap IHSG dalam jangka panjang dan tidak berpengaruh terhadap IHSG dalam jangka pendek, (3) variabel suku bunga BI tidak berpengaruh terhadap IHSG dalam jangka panjang dan berpengaruh negatif signifikan terhadap IHSG jangka pendek serta berpengaruh positif signfikan untuk suku bunga BI (-3) terhadap IHSG dalam jangka pendek, (4) variabel harga minyak dunia berpengaruh positif seginifikan terhadap IHSG dalam jangka panjang dan tidak berpengaruh terhadap IHSG dalam jangka pendek, (5) variabel harga emas dunia berpengaruh negatif signifikan terhadap IHSG dalam jangka panjang dan jangka pendek.
Implikasi dari penelitian ini adalah pemerintah diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas IHSG melalui berbagai program terkait edukasi investasi dengan memasukkan unsur makro ekonomi dan komoditas internasional kepada masyarakat khususnya investor di pasar modal. Pemerintah diharapkan mendorong dan bekerjasama dengan perusahaan yang terdaftar di BEI untuk menciptakan produk dengan nilai tambah tinggi khususnya produk yang memiliki respon positif terkait dengan kenaikan harga minyak dunia karena secara jangka panjang harga minyak dunia memiliki pengaruh positif terhadap IHSG. Kebijakan suku bunga memiliki 2 pengaruh yang berbeda dalam jangka pendek terhadap IHSG dengan demikian investor dan pemerintah perlu memperhatikan naik dan turunnya suku bunga BI terhadap fluktuasi IHSG. Investor diharapkan dapat menjaga stabilitas IHSG melalui pemakaian produk lokal sebagai bentuk dukungan kepada perusahaan yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan berkontribusi kepada stabilitas perekonomian dalam negeri yang dapat meningkatkan IHSG.
The Indonesian capital market emerged as the best in the ASEAN and broader Asian region in 2022. This was evidenced by the positive performance of the Indonesia Composite Index (ICI) in 2022, supported by an increasing average transaction volume and a growing number of investors each year. However, over the past 14 years, the ICI has experienced short-term fluctuations on a monthly and yearly basis, while the long-term trend of the ICI over the same period has shown a positive trajectory. This is not proportional to the growth in investors and the average transaction volume over the past 14 years. This suggests that there are other factors influencing the ICI in both the short and long term over the past 14 years, such as macroeconomic factors and global commodity prices. Therefore, a study has been conducted to examine the factors affecting the ICI in the short and long term over the past 14 years. The purpose of this research is to analyze the impact of the exchange rate (Rp/USD), Bank Indonesia interest rates, global oil prices, and global gold prices on the ICI from 2009 to 2022.
This research is a quantitative study that utilizes secondary data sourced from the Central Statistics Agency (BPS), Bank Indonesia (BI), and the World Bank Database. The data employed includes monthly data on the ICI, exchange rates (Rp/USD), BI interest rates, global oil prices, and global gold prices from the year 2009 to 2022. The data analysis technique employed in this study is the Autoregressive Distributed Lag (ARDL) analysis.
Based on the research findings, it can be concluded that: (1) Exchange rates (Rp/USD), BI interest rates, global oil prices, and global gold prices collectively have a significant impact on the IHSG in both the long term and the short term, (2) the exchange rate variable (Rp/USD) has a significant negative impact on the ICI in the long term and has no significant impact on the ICI in the short term, (3) the BI interest rate variable has no significant impact on the ICI in the long term, has a significant negative impact on the ICI in the short term, and has a significant positive impact for BI interest rate (-3) on the ICI in the short term, (4) the global oil price variable has a significant positive impact on the ICI in the long term and has no significant impact on the ICI in the short term, (5) the global gold price variable has a significant negative impact on the ICI in both the long term and the short term.
The implications of this research are that the government is expected to take strategic steps to maintain the stability of the ICI through various investment education programs, incorporating elements of macroeconomics and international commodities to the public, especially investors in the capital market. The government is encouraged to promote and collaborate with companies listed on the IDX (Indonesia Stock Exchange) to create high-value-added products, particularly those that respond positively to increases in global oil prices, as long-term trends show a positive influence of global oil prices on the ICI. Interest rate policies have different effects in the short term on the ICI. Therefore, investors and the government need to pay attention to the fluctuations in Bank Indonesia interest rates and their impact on ICI. Investors are expected to maintain the stability of the ICI by using local products as a form of support for companies listed on the IDX, contributing to domestic economic stability, which can enhance the ICI.
3948741904E1A019252PEMBUKTIAN PERMOHONAN PERGANTIAN JENIS KELAMIN OLEH ORANG TUA (Studi Penetapan Nomor 64/Pdt.P/2021/PN Bms)
Peraturan perundang-undangan di Indonesia masih dalam keadaan tidak ada yang mengatur terkait perubahan status kelamin seseorang. Hal tersebut tidak membuat seorang warga Negara dilarang untuk mengajukan permohonan pergantian jenis kelamin sesuai Pasal 10 Ayat (1) dan Pasal 5 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman. Penelitian terhadap Putusan Nomor 64/Pdt.P/2021/PN Bms bertujuan untuk mengetahui hakim dalam menilai kebenaran dari alat bukti sebagai dasar untuk mengabulkan permohonan pergantian jenis kelamin oleh orang tua dan untuk mengetahui akibat hukum dengan dikabulkannya permohonan pergantian jenis kelamin oleh orang tua. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dengan pendekatan yuridis normatif, yang dimana spesifikasi penelitiannya adalah deskriptif analitis. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder dengan bahan hukum primer dan sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang didasarkan pada Putusan Nomor 64/Pdt.P/2021/PN Bms, hakim memperoleh kepastian bahwa anak Para Pemohon yang bernama Fadli Kurniawan telah melakukan perubahan jenis kelamin yang semula berjenis kelamin laki-laki menjadi berjenis kelamin perempuan yang mengakibatkan adanya perubahan jenis kelamin serta perubahan nama pada dokumen kependudukan baik pada Akta Kelahiran dan Kartu Keluarga dari anak Para Pemohon yang bernama Fadli Kurniawan. There are no laws and regulations in Indonesia that regulate changes in a person's gender status. This does not make a citizen prohibited from applying for sex change in accordance with Article 10 Paragraph (1) and Article 5 Paragraph (1) of Law of the Republic of Indonesia Number 48 of 2009 concerning Judicial Power. The study of Decision Number 64/Pdt.P/2021/PN Bms aims to find out the judge in assessing the truth of the evidence as a basis for granting a sex change request by parents and to find out the legal consequences of granting a sex change request by parents. This research uses research methods with a normative juridical approach, where the research specification is descriptive analytical. The type of data used is secondary data with primary and secondary legal materials. Based on the results of research based on Decision Number 64/Pdt.P/2021/PN Bms, the judge obtained certainty that the Petitioners' child, Fadli Kurniawan, had made a sex change from male to female which resulted in a sex change and name change on the residence documents both on the Birth Certificate and Family Card of the Applicants' child, named Fadli Kurniawan.
3948841905D1A019058PERBEDAAN KETINGGIAN TEMPAT TERHADAP FCR DAN PERTAMBAHAN BOBOT BADAN HARIAN AYAM NIAGA PEDAGING Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh ketinggian tempat terhadap FCR dan pertambahan bobot badan harian ayam niaga pedaging. Pemeliharaan ayam dilaksanakan di kandang Mbah Mo (T1) dengan ketinggian 421 mdpl dan kandang Lestari Maju (T2). Materi penelitian adalah Ayam strain Cobb 500 dengan jumlah populasi sebanyak 21.000 ekor di pelihara sampai pada umur 30 hari dengan pakan sesuai periode yaitu S00 Crumble Booster Pre-starting, S11S Theraphy Feed, S12GS Non-antibiotic Growth Promotor. Analisis yang dipakai adalah pengujian student (t-test). Hasil analisis menunjukkan bahwa ketinggian tempat berpengaruh terhadap FCR (P<0,05), sedangkan ketinggian tempat tidak memiliki perbedaan terhadap pertambahan bobot badan harian ayam niaga pedaging (P>0,05). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tinggi tempat mempengaruhi variabel FCR ayam niaga pedaging dan tidak memiliki perbedaan terhadap pertambahan bobot badan harian ayam niaga pedaging yang dipelihara di kandang closed house.The purpose of the research was to determine the effect of altitude on FCR and daily body weight gain of commercial broiler chickens. Chicken rearing is carried out in Mbah Mo farm (T1) with an altitude of 421 meters above sea level and Lestari Maju farm (T2). The research material was Cobb 500 strain chickens with a population of 21,000 which were kept until the age of 30 days with feed according to the period, namely S00 Crumble Booster Pre-starting, S11S Theraphy Feed, S12GS Non-Antibiotic Growth Promoter. The analysis used is student testing (t-test). The results of the analysis show that the altitude has an effect on FCR (P<0,05). Meanwhile, the altitude did not have a difference in the daily body weight gain of commercial broilers (P> 0,05). The results of the study showed that the altitude affects the variable FCR of the broiler chicken and has no difference with the daily body weight increase of the broiler chicken who is kept in a closed house cage.
3948941906C1A019035Perbandingan Produktivitas Usaha Tani Padi Sawah Sebelum dan Sesudah Penggunaan Kartu Tani di Kecamatan KertanegaraSalah satu tujuan pembangunan berkelanjutan adalah tanpa kelaparan, termasuk menghilangkan kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan gizi yang baik, serta meningkatkan pertanian berkelanjutan. Pemerintah telah merancang Survei Pertanian Terintegrasi yang berfokus pada volume produksi, pendapatan rata-rata petani, proporsi dan kepemilikan lahan pertanian, salah satunya melalui program kartu tani. Penelitian ini membahas tentang produktivitas usaha tani padi sawah sebelum dan sesudah menggunakan kartu tani. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis perbandingan produktivitas usaha tani padi sawah sebelum dan sesudah menggunakan kartu tani serta menganalisis efektivitas penggunaan kartu tani dalam meningkatkan produktivitas usaha tani padi sawah di Kecamatan Kertanegara. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif, Wilcoxon Signed Rank Test, efektivitas lima tepat yaitu tepat harga, tepat jumlah, tepat tempat, tepat waktu, dan tepat jenis, serta efektivitas kesesuaian antara jumlah rata-rata pupuk subsisi yang ditebus dan jumlah rata-rata pukuk subsidi yang diaplikasikan pada lahan oleh petani. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat perbedaan produktivitas usaha tani padi sawah sebelum dan sesudah penggunaan kartu tani dengan peningkatan sebesar 5,18 persen. Berdasarkan analisis efektivitas penggunaan kartu tani ditinjau dari indikator tepat harga, tepat tempat, dan tepat jenis sangat efektif (100%), tepat jumlah sangat tidak efektif (19,59%), tepat waktu cukup efektif (65,98%), dan indikator tambahan sangat efektif (100%). Penggunaan kartu tani perlu dioptimalkan agar produktivas usaha tani padi sawah dapat terus meningkat melalui program sosialisasi dan program-program lain.One of the goals of sustainable development is zero hunger, including ending hunger, achieving food security and good nutrition, and promoting sustainable agriculture. The government has designed an Integrated Agricultural Survey that focuses on production volume, average farmer income, proportion and ownership of agricultural land, one of which is through the farmer card program. This study discusses the productivity of lowland rice farming before and after using the farm card. The purpose of this study was to analyze the comparative productivity of lowland rice farming before and after using farmer cards and to analyze the effectiveness of using farmer cards in increasing the productivity of lowland rice farming in Kertanegara District. The method used in this study is descriptive statistics, the Wilcoxon Signed Rank Test, the effectiveness of the five right, namely the right price, the right amount, the right place, the right time, and the right type, as well as the effectiveness of the suitability between the average amount of subsidized fertilizer redeemed and the average amount - average subsidy rate applied to land by farmers. The results showed that there were differences in the productivity of paddy rice farming before and after using the farmer card with an increase of 5.18 percent. Based on the analysis of the effectiveness of the use of farmer cards in terms of the indicators of the right price, the right place, and the right type is very effective (100%), the right amount is very ineffective (19.59%), the right time is quite effective (65.98%), and the right indicator addition is very effective (100%). The use of farmer cards needs to be optimized so that the productivity of lowland rice farming can continue to increase through outreach programs and other programs.
3949041907C1A019010Analisis Pengaruh PMA, PMDN, dan Upah Minimum Kota Terhadap Tingkat Kesempatan Kerja di Kota Bekasi Tahun 2002-2021Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) menurut Badan Pusat Statistik (BPS) adalah persentase jumlah penduduk bekerja dibandingkan dengan angkatan kerja. Kesempatan kerja merupakan salah satu indikator dalam pembangunan ekonomi di suatu wilayah. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kesempatan kerja adalah investasi (baik investasi asing maupun investasi dalam negeri) dan Upah Minimum Kota (UMK). Jumlah penduduk di Kota Bekasi yang terus mengalami peningkatan, dapat menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Kota Bekasi agar dapat menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil. Tingkat Kesempatan Kerja di Kota Bekasi sejak tahun 2002-2021 terus mengalami kenaikan. Oleh karena itu, penulis tertarik melakukan penelitian terkait Pengaruh PMA, PMDN, dan Upah Minimum Kota Terhadap Tingkat Kesempatan Kerja di Kota Bekasi Tahun 2002-2021. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menggunakan aplikasi EViews diperoleh hasil bahwa PMA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kesempatan kerja di Kota Bekasi, PMDN tidak berpengaruh terhadap tingkat kesempatan kerja di Kota Bekasi, UMK berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesempatan kerja di Kota Bekasi. Sementara itu, PMA, PMDN, dan UMK secara bersama-sama berpengaruh terhadap tingkat kesempatan kerja di Kota Bekasi. Implikasi penelitian ini yaitu pemerintah diharapkan dapat memperhatikan kebijakan dalam berinvestasi padat karya, melakukan pengembangan industri padat karya, serta dapat mengontrol pasar tenaga kerja dengan baik dan dapat dengan bijak pada penetapan UMK di setiap tahunnya agar semakin banyak tenaga kerja yang dapat bekerja dan untuk memperkecil tingkat pengangguran.The Employment Opportunity Rate, defined by the Central Statistics Agency (BPS), is the percentage of the working population compared to the labour force. Employment opportunity is a significant indicator within the economic development framework of a region. Several factors influencing the employment opportunity rate include investments (both foreign and domestic) and the City Minimum Wage. The continuous growth of the population in Bekasi City presents an opportunity for the local government to sustain stable economic growth. The Employment Opportunity Rate in Bekasi City has consistently increased from 2002 to 2021. Hence, the researcher is inclined to study the Influence of Foreign Investment, Domestic Investment, and City Minimum Wage on the Employment Opportunity Rate in Bekasi City from 2002 to 2021. Based on the analysis carried out using the EViews software, the findings indicate that Foreign Investment has a negative and significant effect on the employment opportunity rate in Bekasi City, Domestic Investment does not significantly affect the employment opportunity rate, and the City Minimum Wage has a positive and significant impact on the employment opportunity rate. Meanwhile, Foreign Investment, Domestic Investment, and the City Minimum Wage jointly affect the level of employment opportunities in Bekasi City. The implications of this research underscore the importance for the government to consider policies favouring labour-intensive investments, fostering labour-intensive industrial development, and exercising prudent control over the labour market while judiciously determining City Minimum Wage the annually. These measures are instrumental in increasing employment opportunities and reducing unemployment rates.
3949141908C1H019042THE EFFECT OF CONSUMER COMPLAINTS BEHAVIOR AND BRAND IMAGE ON BRAND SWITCHING INTENTION WITH SOCIAL MEDIA USE AS A MODERATING VARIABLE (STUDY ON ES TEH INDONESIA)Sejumlah besar bisnis telah didirikan di seluruh dunia. Setiap bisnis memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, perusahaan ingin konsumen tetap setia dan memanfaatkan jasa dan produk. Oleh karena itu, perusahaan selalu mewaspadai niat perpindahan merek. Persaingan ini membuat para pengusaha melakukan berbagai cara untuk memunculkan citra merek dan juga menjaga keluhan konsumen di media sosial. Peristiwa yang terjadi baru-baru ini dengan Es Teh Indonesia di Twitter merupakan subjek yang sempurna untuk penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini adalah 170 pelanggan Es Teh Indonesia dan berlokasi di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan alat analisis SPSS menunjukkan bahwa Brand Image berpengaruh negatif terhadap Brand Switching Intentions. Sedangkan Perilaku Keluhan Konsumen berpengaruh positif. Variabel Social Media Use berhasil memoderasi pengaruh antara Brand Image dan Brand Switching, serta memoderasi pengaruh antara Consumer Complaint Behavior dan Brand Switching.Great number of businesses have been established all around the globe. Each business has its own set of advantages and disadvantages, companies want the consumers to remain loyal and to utilize services and products. Therefore, companies are always aware of brand switching intentions. This competition makes entrepreneurs do various ways to bring up the brand image and also maintaining the consumer complaint in social media. With the recent event that happened with Es Teh Indonesia on Twitter it’s a perfect subject for this research. The sample in this study was 170 customers of Es Teh Indonesia and located in Indonesia. Based on the results of research using SPSS analysis tool shows that Brand Image have a negative effect on Brand Switching Intentions. Meanwhile, Consumer Complaint Behavior have a positive effect. Social Media Use variable was successful in moderating the effect between Brand Image and Brand Switching, also to moderate the effect between Consumer Complaint Behavior and Brand Switching.
3949241910L1C019025Konsentrasi Nitrat (NO3-) dan Ortofosfat (PO43-) dalam Sedimen Berdasarkan Zonasi Vegetasi Mangrove Di Muara Sungai Pemali, Kabupaten Brebes, Jawa TengahMuara Sungai Pemali merupakan daerah hilir Sungai Pemali yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa sehingga memiliki karakteristik estuari dengan adanya ekosistem mangrove. Sungai Pemali sebagai sungai terbesar di daerah Brebes melintasi berbagai aktivitas antropogenik seperti pemukiman, pertanian, perindustrian, maupun pertambakan yang dapat mempengaruhi masukan konsentrasi nitrat dan ortofosfat pada perairan Sungai Pemali dan terendapkan dalam sedimen. Sedimen sebagai tempat penyimpan zat hara seperti nitrat dan ortofosfat yang baik. Nitrat dan ortofosfat sebagai unsur penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup organisme, sehingga keberadaannya digunakan sebagai salah satu parameter kesuburan perairan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi nitrat dan ortofosfat selanjutnya dihubungkan dengan kerapatan vegetasi mangrove yang ada di muara Sungai Pemali. Metode analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier sederhana. Pengukuran kualitas perairan meliputi DO, pH, salinitas, dan suhu. Hasil penelitian konsentrasi nitrat berkisar antara 1,21 – 3,17 mg/L dan konsentrasi ortofosfat berkisar antara 0,01 – 0,02 mg/L. Berdasarkan kandungan nitrat dan othofosfat muara Sungai Pemali termasuk dalam kategori rendah (<3 ppm). Rata-rata perbandingan nitrat dan ortofosfat muara Sungai Pemali adalah 1:182 (N:P > 12), mengindikasikan bahwa ortofosfat sebagai faktor pembatas pertumbuhan fitoplankton. Jenis spesies mangrove muara Sungai Pemali terdiri dari Avicennia marina, Rhizopora mucronata, dan Sonneratia alba. Rata-rata kerapatan jenis mangrove sebesar 2022 ind/Ha masuk dalam kategori sangat padat. Konsentrasi Nitrat sedimen memiliki pengaruh terhadap kerapatan mangrove muara Sungai Pemali yang ditunjukkan dengan nilai R sebesar 0,94. Sementara itu, konsentrasi ortofosfat sedimen dan kerapatan mangrove muara Sungai Pemali tidak berpengaruh dengan nilai R sebesar 0,26.The Pemali River estuary is the downstream area of the Pemali River which is directly facing the Java Sea so that it has estuary characteristics with the mangrove ecosystem. The Pemali River as the largest river in the Brebes area crosses various anthropogenic activities such as settlements, agriculture, industry, and aquaculture that can affect input concentrations of nitrates and orthophosphates in the waters of the Pemali River and deposited in sediments. Sediment as a storage place for nutrien such as nitrates and orthophosphates is good. Nitrates and orthophosphates as important elements for the growth and survival of organisms so that their presence is used as one of the parameters of aquatic fertility. The purpose of this study was to determine the concentration of nitrates and orthophosphates then associated with the density of mangrove vegetation in the estuary of the Pemali River. The data analysis method used is a simple linear regression test. Water quality measurements include DO, pH, salinity, and temperature. The results of the study nitrate concentration ranged from 1.21 – 3.17 mg/L and orthophosphate concentration ranged from 0.01 – 0.02 mg/L. Based on the nitrate and orthophosphate content of the estuary of the Pemali River belongs to the low category. The average ratio of nitrate and orthophosphate of the Pemali River estuary is 1:182 (N:P > 12), indicating that orthophosphate is a limiting factor for phytoplankton growth. The types of mangrove species of the Pemali River estuary consist of Avicennia marina, Rhizopora mucronata, and Sonneratia alba. The average density of mangrove species is 2022 ind/Ha included in the very dense category. The concentration of sediment nitrate has an influence on the density of mangroves at the mouth of the Pemali River which is indicated by an R value of 0,94. Meanwhile, the concentration of sediment orthophosphate and the density of mangroves at the mouth of the Pemali River had no effect with an R value of 0,26.
3949341911H1B019007ESTIMASI PERUBAHAN IKLIM (CURAH HUJAN EKSTRIM) TERHADAP PENINGKATAN RISIKO BANJIR DI DAS SERAYU MENGGUNAKAN SCENARIO NEUTRALBencana banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi dengan kerugian terbesar di Indonesia. Bencana Banjir menyebabkan kerusakan serta menggangu kegiatan perekonomian serta aktifitas masyarakat. Curah hujan ekstrim merupakan salah satu pemicu terjadinya bencana banjir. Untuk meminimalisir dampak kerugian yang akan dialami dibutuhkan deteksi bencana banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dampak perubahan curah hujan terhadap Peningkatan Risiko Banjir di DAS Serayu Menggunakan Scenario-Neutral. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan harian dalam periode tahun 1980-2018 yang diperoleh dari GPCC dengan Lokasi penelitian berada di DAS Serayu. Karakteristik curah hujan yang diskenariokan berubah adalah curah hujan tahunan kumulatif dan curah bulanan kumulatif (jan-Des) dengan Batas atas dan batas bawah perubahan curah hujan menggunakan hasil analisis mann-kendall. Curah hujan harian dalam periode 1980-2018 dibangkitkan dengan mempertahankan karakteristik tahunan dan bulanan menggunakan pendekatan inverse yang kemudian curah hujan ekstrim dengan berbagai kala ulang dihitung. Hasilnya, Berdasarkan 132 simulasi ditunjukkan bahwa curah hujan ekstrim untuk kala ulang kecil sangat sensitif dibandingkan dengan kala ulang yang lebih besar. Hal ini meberikan konsekuensi dalam perencangan bangunan pengendali banjir baik skala mikro atau makro perlu memertimbangkan perubahan iklim.Flood disasters are the most frequent and damaging occurrences in Indonesia. They result in destruction, disrupting both economic and community activities. Extreme rainfall serves as one of the triggers for these floods. To mitigate the impact of impending losses, the detection of flood disasters is necessary. The objective of this research is to assess the impact of rainfall changes on increased flood risks in the Serayu Watershed using a Scenario-Neutral approach. The data utilized in this study comprise daily rainfall data from the period 1980-2018, obtained from GPCC, with the research conducted within the Serayu Watershed. The manipulated characteristics of rainfall encompass cumulative annual rainfall and cumulative monthly rainfall (Jan-Dec), with upper and lower limits of rainfall changes determined through Mann-Kendall analysis. Daily rainfall data for the 1980-2018 period were generated while preserving the annual and monthly characteristics using an inverse approach, followed by the calculation of extreme rainfall for various return periods. The results, based on 132 simulations, indicate that extreme rainfall for shorter return periods is more sensitive compared to longer return periods. This holds implications for the design of flood control structures at both micro and macro scales, necessitating consideration of climate change.
3949441819I1D019041Hubungan antara Literasi Gizi dengan Tingkat Kecukupan Asupan Energi dan Zat Gizi Makro (Studi pada Mahasiswa Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman)Latar Belakang: Mahasiswa termasuk ke dalam kelompok dewasa muda dengan rentang usia 19 – 29 tahun. Pada usia tersebut, seseorang cenderung memiliki perilaku makan tidak sehat yang ditandai dengan kebiasaan melongkap waktu makan, konsumsi makanan ringan dan padat energi, serta asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Tingkat literasi gizi memiliki kaitan yang erat dengan kecukupan asupan makan pada seseorang. Mahasiswa kesehatan diketahui memiliki literasi gizi lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa non kesehatan. Pemahaman dan praktik terkait gizi dapat memengaruhi asupan makan pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi gizi dengan tingkat kecukupan asupan energi dan zat gizi makro pada mahasiswa kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain cross sectional. Sejumlah 111 mahasiswa diambil sebagai sampel pada penelitian ini menggunakan metode Proporsional Sampling. Data penelitian didapatkan dari kuesioner literasi gizi dan Food Recall 24 jam kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara literasi gizi dengan tingkat kecukupan asupan energi (p=0,465), protein (p=0,491), lemak (p=0,976), dan karbohidrat (p=0,704). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara literasi gizi dengan tingkat kecukupan asupan energi dan zat gizi makro.
Background: Students belonged to a group of young adults aged 19–29 years. At that age, a person tended to had unhealthy ate behavior characterized by the habit of skipped meals, light and energy-intensive consumption, and inappropriate ate intake. The leveled of nutritional literacy was closely related to the adequacy of a person's intake of food. Health students was known to had higher nutritional literacy compared to non-health students. Understood and practiced related to nutrition could affect student intake of food. This researched aimed to determine the relationship between nutritional literacy and the degree of sufficiency of energy intake and macro nutrients in Health Students of Jenderal Soedirman University. Methods: This analytical observational studied used a crossed sectional design. A total of 111 students was taken as samples in this studied used the proportional sampling method. Researched data obtained from the nutrition literacy questionnaire and food recall 24 hours later analyzed used the chi square test. Results: Research results showed that there was no relationship between nutritional literacy and energy intake adequacy (p=0.465), protein (p=0.491), fat (p=0.976), and carbohydrates (p=0.704). Conclusion: There is no relationship between nutritional literacy and the adequacy of energy intake and macro nutrients.
3949541912K1A019077PENGARUH KONSENTRASI SELULOSA TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOSIT BIOPLASTIK PATI-KITOSAN-SELULOSA AMPAS TEBU (bagasse) DENGAN PLASTICIZER GLISEROLSampah plastik merupakan permasalahan yang akan menimbulkan dampak buruk bagi manusia dan lingkungan. Pembuatan bioplastik dari bahan polimer alam dapat menjadi alternatif yang perlu dikembangkan. Pati singkong dan selulosa ampas tebu banyak dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan bioplastik dikarenakan keberadaannya yang melimpah di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui variasi selulosa yang menghasilkan bioplastik terbaik dan pengaruhnya terhadap karakteristik bioplastik. Metode yang digunakan dalam pembuatan bioplastik adalah metode blending dengan mencampurkan pati singkong, kitosan, dan gliserol pada selulosa dengan berbagai variasi. Variasi selulosa yang digunakan yaitu 0; 0,5; 1; 1,5 gram untuk memperbaiki sifat fisik dan mekanik bioplastik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bioplastik terbaik pada variasi selulosa 1 gram dengan meningkatkan kuat tarik sebesar 2,79 MPa, ketebalan sebesar 0,236 mm, densitas sebesar 0,91 g/cm3, ketahanan air sebesar 94,09 % dan menurunkan kadar air sebesar 8,86 %. Uji biodegradasi dilakukan selama 10 hari dan diperoleh penurunan berat bioplastik pada rentang 95,92% – 100%.Plastic waste is a problem that will have a negative impact on humans and the environment. Bioplastics production from natural polymers can be an alternative that needs to be developed. Cassava starch and bagasse cellulose are widely used as materials to produce bioplastics because of its abundance in Indonesia. This research was aimed to determine the variation of cellulose that produces the best bioplastics and their effect on the characteristics of bioplastics. The method used in this bioplastics production was blending method by mixing cassava starch, chitosan, and glycerol in cellulose with various variations. The variation of cellulose used in this research were 0; 0.5; 1; 1.5 grams to improve the physical and mechanical properties of bioplastics. Based on the research conducted, the best bioplastic results were obtained in the 1 gram cellulose variation with an increase in tensile strength of 2.79 MPa, thickness of 0.236 mm, density of 0.91 g/cm3, water resistance of 94.09% and reduced water content of 8.86%. The biodegradation test was carried out for 10 days and the weight reduction of bioplastics was obtained in the range of 95.92% – 100%.
3949641913K1B019047PERBANDINGAN REGRESI LOGISTIK DAN RANDOM FOREST UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT TUBERKULOSISTuberkulosis atau TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2021 terjadi kenaikan jumlah penderita TB secara global yaitu 10,6 juta kasus positif TB dan diantaranya 1,6 juta jiwa meninggal dunia. Indonesia sendiri menjadi negara kedua terbanyak penderita TB di dunia setelah India. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan hasil diagnosis pasien terduga tuberkulosis dengan machine learning yaitu metode regresi logistik dan random forest. Selanjutnya akan dibandingkan hasil performa kedua metode tersebut guna mengetahui metode terbaik dalam mengklasifikasikan hasil diagnosis TB pasien. Pada penelitian ini diperoleh hasil akurasi atau performa metode random forest lebih tinggi yaitu 97% dibandingkan dengan metode regresi logistik yaitu 95%. Oleh karena itu, deteksi dini atau klasifikasi orang yang mungkin mengidap tuberkulosis dapat dilakukan menggunakan bantuan machine learning agar pengobatan atau perawatan yang cepat dan tepat dapat segera diberikan.Tuberculosis or TB is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. The World Health Organization (WHO) reported that in 2021, there was an increase in the number of global TB cases, with 10.6 million positive TB cases and 1.6 million deaths. Indonesia itself ranked second highest in the world for TB cases after India. This research aims to classify the diagnosis results of suspected tuberculosis patients using machine learning, specifically the logistic regression and random forest methods. The performance of both methods will be compared to determine the best method for classifying TB patient diagnoses. The study found that the accuracy or performance of the random forest method was higher at 97% compared to the logistic regression method at 95%. Thus, early detection or classification of individuals who may have tuberculosis can be achieved using machine learning, enabling prompt and accurate treatment and care.
3949741831I1D019052HUBUNGAN KERAGAMAN PANGAN, KECUKUPAN ASUPAN LEMAK DAN KARBOHIDRAT, SERTA KUALITAS TIDUR TERHADAP PERSEN LEMAK TUBUH PADA PEKERJA KANTORAN
(Studi pada Pekerja di Universitas Jenderal Soedirman)
Persen lemak tubuh merupakan gambaran dari status gizi seseorang. Keragaman pangan, kecukupan asupan lemak, kecukupan asupan karbohidrat dan kualitas tidur merupakan faktor yang mempengaruhi persen lemak tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keragaman pangan, kecukupan asupan lemak dan karbohidrat, serta kualitas tidur dengan persen lemak tubuh pada pekerja kantoran. Penelitian cross-sectional pada 122 pekerja di Universitas Jenderal Soedirman menggunakan purposive sampling dengan kriteria sehat jasmani dan rohani, berusia 26-45 tahun, dan tidak sedang mengonsumsi obat jenis steroid, suplemen atau obat penambah nafsu makan. Kecukupan asupan lemak dan karbohidrat diperoleh dengan food recall 24 jam, keragaman pangan dengan food recall 24 jam dan kuesioner dietary diversity, kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI, dan persen lemak tubuh menggunakan BIA. Data dianalisis dengan uji Pearson dan uji Spearman. Keragaman pangan (p=0,813), kecukupan asupan lemak (p=0,067), dan kualitas tidur (p=0,399) tidak berhubungan dengan persen lemak tubuh, sedangkan kecukupan asupan karbohidrat berhubungan negatif dengan persen lemak tubuh (p=0,002, r=-0,282). Keragaman pangan, kecukupan asupan lemak dan kualitas tidur tidak berhubungan dengan persen lemak tubuh, sedangkan kecukupan asupan karbohidrat berhubungan negatif dengan persen lemak tubuh pada pekerja kantoran.Body fat percentage is an illustration of a person's nutritional status. Dietary diversity, adequacy of fat intake, adequacy of carbohydrate intake and quality of sleep are factors that affect percent body fat. This study aims to determine the relationship between dietary diversity, adequacy of fat and carbohydrate intake, and quality of sleep with percent body fat in office workers.This cross-sectional study of 122 workers at Jenderal Soedirman University used purposive sampling with the criteria of being physically and mentally healthy, aged 26-45 years, and not currently taking steroids, supplements or appetite suppressants. Adequacy of fat and carbohydrate intake was obtained with a 24-hour food recall, food diversity with a 24-hour food recall and dietary diversity questionnaire, sleep quality using the PSQI questionnaire, body fat percentage using BIA. Data were analyzed by Pearson's test and Spearman's test. Dietary diversity (p=0.813), adequacy of fat intake (p=0.067), and sleep quality (p=0.399) were not related to percent body fat, while adequate carbohydrate intake was negatively related to percent body fat (p=0.002, r=-0.282). Dietary diversity, adequacy of fat intake and quality of sleep are not related to percent body fat, while adequacy of carbohydrate intake is negatively related to percent body fat in workers.
3949841914C1A019051PENGARUH BANTUAN MODAL, TEKNOLOGI, LEGALITAS DAN PELATIHAN USAHA TERHADAP PENDAPATAN UMKM ANGGOTA ASPIKMAS DESA SILADO KECAMATAN SUMBANGPerkembangan zaman berupa digitalisasi usaha membuat Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyumas membentuk sebuah lini usaha yaitu Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kabupaten Banyumas (Aspikmas). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh bantuan modal, teknologi, legalitas, dan pelatihan usaha terhadap pendapatan bersih UMKM anggota Aspikmas di Desa Silado, Kecamatan Sumbang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemilik usaha anggota Aspikmas di Desa Silado yang berjumlah 64 pelaku usaha dan menggunakan metode sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan menggunakan metode wawancara menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, menunjukkan bahwa variabel bantuan modal dan legalitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan bersih UMKM, sementara variabel teknologi dan pelatihan usaha tidak berpengaruh terhadap pendapatan bersih UMKM di Desa Silado. Implikasi dari hasil kesimpulan yaitu bantuan modal menjadi salah satu faktor yang membantu pelaku UMKM untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha saat pelaku UMKM menghadapi krisis usaha dalam dunia persaingan bisnis yang semakin masif. Teknologi perlu dimanfaatkan untuk pemasaran bisnis pelaku usaha karena proses digitalisasi akan terus ada baik dalam kegiatan sehari-hari manusia maupun dalam dunia bisnis. Berkaitan dengan legalitas, pelaku usaha disarankan untuk membuat jenis legalitas selain Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan menyesuaikan masing-masing jenis legalitas pendukung yang dibutuhkan oleh setiap pelaku UMKM. Pelatihan usahanya yang telah dilakukan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan utama pelaku UMKM sehingga pelatihan yang didapatkan dapat diterapkan untuk membantu pengembangan bisnisnya.Modern developments in the form of business digitalization have resulted in the Banyumas Regency Manpower, Cooperatives and MSMEs Department forming a business line, namely the Banyumas Regency Micro, Small and Medium Entrepreneurs Association (Aspikmas). The aim of this research is to analyze the influence of capital assistance, technology, legality and business training on the net income of Aspikmas member MSMEs in Silado Village, Sumbang District. The population in this study were all business owners who were members of Aspikmas in Silado Village, totaling 64 business actors and used a saturated sampling method. Data collection uses the interview method using a questionnaire. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. Based on the results of research and data analysis, it shows that the variables of capital assistance and legality have a positive and significant effect on the net income of MSMEs, while the variables of technology and business training have no effect on the net income of MSMEs in Silado Village. The implication of the conclusions is that capital assistance is one of the factors that helps MSME players to develop and sustain their business when MSME players face a business crisis in a world of increasingly massive business competition. Technology needs to be utilized for business marketing by business actors because the digitalization process will continue to exist both in people’s daily activities and in the business world. Regarding legality, business actors are advised to create types of legality other than the Business Identification Number (NIB) by adapting each type of supporting legality required by each MSME actor. The business training that has been carried out should be tailored to the main needs of MSME players so that the training obtained can be applied to help develop their business.
3949941915E1A019232TINJAUAN YURIDIS PENJATUHAN PIDANA DI BAWAH MINIMUM KHUSUS DALAM PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA
(Studi Putusan Nomor 62/Pid.Sus/2022/PN Pwt Jo Putusan Nomor 281/Pid.Sus/2022/PT Smg)
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika merupakan salah satu undang-undang di luar KUHP yang menganut sistem pidana minimum khusus yang berfungsi memberikan batasan terhadap kebebasan yang dimiliki Hakim dalam menjatuhkan putusan. Salah satu perkara tindak pidana narkotika yang divonis pidana di bawah minimum khusus adalah Putusan Nomor 62/Pid.Sus/2022/PN Pwt, dimana Terdakwa Elco Sujatmiko alias Kempong Bin Alm. Slamet dijatuhi hukuman selama 2 (dua) tahun. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim tingkat pertama dalam menjatuhkan pidana di bawah minimum khusus serta pertimbangan Hakim tingkat banding pada Putusan Nomor 281/Pid.Sus/2022/PT Smg ditinjau dari prespektif kepastian hukum dan keadilan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan perbandingan. Spesifikasi penelitian preskriptif analisis. Metode pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan inventarisasi untuk bahan hukum primer dan studi pustaka untuk bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukan pertimbangan hukum Hakim tingkat pertama menjatuhkan pidana di bawah minimum khusus karena mempertimbangkan Terdakwa yang menderita penyakit komplikasi kronis serta barang bukti yang diajukan di persidangan jumlahnya relatif kecil. Pertimbangan hukum Hakim tingkat banding menyatakan sakitnya Terdakwa tidak dapat menjadi dasar untuk menjatuhkan pidana di bawah minimum karena pengecualian diperbolehkan ketika memenuhi SEMA No. 3 Tahun 2015 atau SEMA No. 4 Tahun 2010.Law Number 35 of 2009 Concerning Narcotics is one of the laws outside the Criminal Code which adheres to a special minimum criminal system that functions to limit the freedom that judges have in making decisions. One of the narcotics crime cases that was sentenced to a minimum specific minimum sentence was Decision Number 62/Pid.Sus/2022/PN Pwt, in which the Defendant Elco Sujatmiko alias Kempong Bin Alm. Slamet was sentenced to 2 (two) years. This study aims to find out the legal considerations of judges of first instance in imposing a sentence below the special minimum as well as the considerations of judges at the appellate level in Decision Number 281/Pid.Sus/2022/PT Smg in terms of the perspective of legal certainty and justice. This study uses a normative juridical method with statutory, conceptual, case, and comparison approaches. Specifications of analysis prescriptive research. The method of collecting legal materials is carried out by taking an inventory of primary legal materials and studying the literature for secondary legal materials. The results of the study show that the legal considerations of the Judge of the first degree imposed a sentence below the special minimum because he considered the Defendant suffering from a chronic complication of the disease and the relatively small amount of evidence presented at trial. Legal considerations The judge at the appellate level stated that the defendant's illness could not be the basis for imposing a sentence below the minimum because exceptions were allowed when fulfilling SEMA No. 3 of 2015 or SEMA No. 4 of 2010.
3950041916C1A019001ANALISIS PENGARUH UPAH MINIMUM, KESEMPATAN KERJA, DAN PDRB TERHADAP MIGRASI MASUK RISEN DI PULAU JAWA DAN SUMATERA PERIODE 2005-2020Fakta bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar namun persebarannya tidak merata menjadi salah satu perhatian terkait jumlah penduduk Indonesia. Migrasi merupakan salah satu dari tiga indeks dinamika penduduk, selain kelahiran (fertilitas) dan kematian (mortalitas). Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Sumatera menjadi daerah tujuan utama bagi para migran risen dan pada saat yang sama kedua pulau ini menjadi pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia. Kondisi ini dapat memmperlebar kesenjangan distribusi penduduk antardaerah di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis menganalisis pengaruh upah minimum provinsi, tingkat kesempatan kerja dan PDRB terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera periode 2005-2020 serta mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera periode 2005-2020. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan metode terpilih Fixed Effect Model untuk mencapai tujuan penelitian. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh upah minimum provinsi, tingkat kesempatan kerja dan PDRB secara bersama-sama berpengaruh terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera. Kemudian Secara parsial upah minimum provinsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera, tingkat kesempatan kerja tidak berpengaruh terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera, dan PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera. Selanjutnya variabel yang paling berpengaruh terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera adalah PDRB. Implikasi penelitian ini adalah pemerintah perlu memperhatikan kebijakan untuk mengupayakan provinsi-provinsi di luar pulau Jawa dan Sumatera sebagai daerah tujuan utama para migran, sehingga persebaran migrasi tidak terkonsentrasi hanya di Pulau Jawa dan Sumatera saja.The fact that Indonesia has a large population but its distribution is uneven is one of the concerns related to Indonesia's population. Migration is one of the three indices of population dynamics, in addition to birth (fertility) and death (mortality). Based on the results of the 2020 Population Census, provinces in Java and Sumatra are the main destination areas for upward migrants and at the same time these two islands have the highest population density in Indonesia. This condition can widen the gap in population distribution between regions in Indonesia. The purpose of this study is to analyze the effect of provincial minimum wages, the level of employment opportunities and GRDP on upward migration in Java and Sumatra for the 2005-2020 period and to determine the variables that have the most influence on upward migration in Java and Sumatra for the 2005-2020 period. This study uses panel data regression analysis with the Fixed Effect Model selected method to achieve the research objectives. Based on the results of the analysis, it is obtained that the provincial minimum wage, the level of employment opportunities and GRDP jointly affect the in-migration of risen in Java and Sumatra. Partially, the provincial minimum wage has a negative and significant effect on in-migration in Java and Sumatra, the level of employment opportunities has no effect on in-migration in Java and Sumatra, and GRDP has a positive and significant effect on in-migration in Java and Sumatra. Furthermore, the variable that has the most influence on in-migration in Java and Sumatera is GRDP. The implication of this research is that the government needs to pay attention to policies to strive for provinces outside Java and Sumatra as the main destination areas for migrants, so that the distribution of migration is not concentrated only in Java and Sumatra.