Artikel Ilmiah : C1A019013 a.n. LENI PRIHATINI

Kembali Update Delete

NIMC1A019013
NamamhsLENI PRIHATINI
Judul ArtikelANALISIS PENGARUH AGLOMERASI, PERTUMBUHAN PENDUDUK, RASIO KETERGANTUNGAN, DAN DANA PERIMBANGAN TERHADAP KETIMPANGAN PEMBANGUNAN DI WILAYAH PENGEMBANGAN GERMAKERTOSUSILA PLUS
Abstrak (Bhs. Indonesia)Perbedaan karakteristik alam, sosial, ekonomi, dan sumber daya alam yang dimiliki setiap Kabupaten/Kota di WP Germakertosusila Plus menyebabkan persebaran pendapatan antar wilayah tidak merata yang akhirnya menimbulkan terjadinya ketimpangan pembangunan antar wilayah di WP Germakertosusila Plus. Tujuan dari penelitian ini adalah mengukur besarnya tingkat ketimpangan pembangunan di WP Germakertosusila Plus, serta mengetahui dan menganalisis pengaruh Aglomerasi, Pertumbuhan Penduduk, Rasio Ketergantungan, dan Dana Perimbangan baik secara parsial maupun secara bersama-sama Terhadap Ketimpangan Pembangunan di WP Germakertosusila Plus. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten/Kota di WP Germakertosusila Plus. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data panel dengan periode tahun penelitian 2013-2019 yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur dan Badan Pusat Statistik Indonesia. Kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis regresi data panel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: 1) Kabupaten/Kota di wilayah pengembangan Germakertosusila Plus yang memiliki ketimpangan tinggi yaitu Kota Surabaya, Kabupaten Gresik, Kota Mojokerto, Kabupaten Pasuruan. Selanjutnya, ketimpangan pembangunan yang termasuk kategori sedang terjadi pada Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Mojokerto, Kota Pasuruan. Sementara 8 (delapan) Kabupaten lainnya seperti Kabupaten Bojonegoro, Kabupaten Tuban, Kabupaten Pamekasan, Kabupaten Sampang, Kabupaten Jombang, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Sumenep memiliki tingkat ketimpangan pembangunan yang rendah; 2) Variabel aglomerasi, pertumbuhan penduduk, rasio ketergantungan, dan dana perimbangan secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan pembangunan di Wilayah Pengembangan Germakertosusila Plus; 3) Secara parsial variabel aglomerasi dan rasio ketergantungan berpengaruh positif dan signifikan terhadap ketimpangan pembangunan di Wilayah Pengembangan Germakertosusila Plus, sedangkan variabel pertumbuhan penduduk dan dana perimbangan tidak signifikan terhadap ketimpangan pembangunan di Wilayah Pengembangan Germakertosusila Plus. Pemerintah Kabupaten/Kota di Wilayah Pengembangan Germakertosusila Plus diharapkan dapat melakukan tindak lanjut dalam mengimplementasikan kebijakan guna mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi serta melakukan perluasan pengembangan pusat-pusat kegiatan agar tidak hanya terkonsentrasi di satu wilayah saja.
Abtrak (Bhs. Inggris)Differences in natural, social, economic and natural resource characteristics owned by each Regency/City in WP Germakertosusila Plus cause an uneven distribution of income between regions which ultimately leads to development imbalances between regions in WP Germakertosusila Plus. The purpose of this study is to measure the level of development inequality in WP Germakertosusila Plus, and to know and analyze the effect of Agglomeration, Population Growth, Dependency Ratio, and Balancing Funds both partially and jointly on Development Inequality in WP Germakertosusila Plus. This research was conducted in districts/cities in WP Germakertosusila Plus. This research uses secondary data in the form of panel data with the 2013-2019 research period obtained from the Central Bureau of Statistics of East Java Province and the Central Bureau of Statistics of Indonesia. Then the data obtained were analyzed using descriptive statistical analysis and panel data regression analysis. The results of this study indicate that: 1) Regencies/cities in the Germakertosusila Plus development area that have high inequality are Surabaya City, Gresik Regency, Mojokerto City, Pasuruan Regency. Furthermore, development inequality which is included in the moderate category occurs in Sidoarjo Regency, Mojokerto Regency, Pasuruan City. While 8 (eight) other Regencies such as Bojonegoro Regency, Tuban Regency, Pamekasan Regency, Sampang Regency, Jombang Regency, Lamongan Regency, Bangkalan Regency, Sumenep Regency have a low level of development inequality; 2) The variables of agglomeration, population growth, dependency ratio, and balance funds together have a significant effect on development inequality in the Germakertosusila Plus Development Area; 3) Partially the agglomeration variables and dependency ratio have a positive and significant effect on development inequality in the Germakertosusila Plus Development Area, while the variables of population growth and balance funds have no significant effect on development inequality in the Germakertosusila Plus Development Area. Regency/City Governments in the Germakertosusila Plus Development Area are expected to be able to follow up in implementing policies to encourage increased economic growth and expand the development of activity centers so that they are not only concentrated in one area.
Kata kunciKetimpangan Pembangunan, Aglomerasi, Pertumbuhan Penduduk, Rasio Ketergantungan, dan Dana Perimbangan.
Pembimbing 1Prof. Drs.Nurul Anwar,M.S.,Ph.D.
Pembimbing 2Arif Andri Wibowo,S.E.,M.E.
Pembimbing 3
Tahun2023
Jumlah Halaman10
Tgl. Entri2023-09-15 10:42:45.225777
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.