Artikelilmiahs

Menampilkan 39.501-39.520 dari 48.938 item.
#IdartikelilmiahNIMJudul ArtikelAbstrak (Bhs. Indonesia)Abtrak (Bhs. Inggris) 
  
3950141907C1A019010Analisis Pengaruh PMA, PMDN, dan Upah Minimum Kota Terhadap Tingkat Kesempatan Kerja di Kota Bekasi Tahun 2002-2021Tingkat Kesempatan Kerja (TKK) menurut Badan Pusat Statistik (BPS) adalah persentase jumlah penduduk bekerja dibandingkan dengan angkatan kerja. Kesempatan kerja merupakan salah satu indikator dalam pembangunan ekonomi di suatu wilayah. Beberapa faktor yang mempengaruhi tingkat kesempatan kerja adalah investasi (baik investasi asing maupun investasi dalam negeri) dan Upah Minimum Kota (UMK). Jumlah penduduk di Kota Bekasi yang terus mengalami peningkatan, dapat menjadi peluang yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah Kota Bekasi agar dapat menjaga pertumbuhan ekonomi tetap stabil. Tingkat Kesempatan Kerja di Kota Bekasi sejak tahun 2002-2021 terus mengalami kenaikan. Oleh karena itu, penulis tertarik melakukan penelitian terkait Pengaruh PMA, PMDN, dan Upah Minimum Kota Terhadap Tingkat Kesempatan Kerja di Kota Bekasi Tahun 2002-2021. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan menggunakan aplikasi EViews diperoleh hasil bahwa PMA berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kesempatan kerja di Kota Bekasi, PMDN tidak berpengaruh terhadap tingkat kesempatan kerja di Kota Bekasi, UMK berpengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kesempatan kerja di Kota Bekasi. Sementara itu, PMA, PMDN, dan UMK secara bersama-sama berpengaruh terhadap tingkat kesempatan kerja di Kota Bekasi. Implikasi penelitian ini yaitu pemerintah diharapkan dapat memperhatikan kebijakan dalam berinvestasi padat karya, melakukan pengembangan industri padat karya, serta dapat mengontrol pasar tenaga kerja dengan baik dan dapat dengan bijak pada penetapan UMK di setiap tahunnya agar semakin banyak tenaga kerja yang dapat bekerja dan untuk memperkecil tingkat pengangguran.The Employment Opportunity Rate, defined by the Central Statistics Agency (BPS), is the percentage of the working population compared to the labour force. Employment opportunity is a significant indicator within the economic development framework of a region. Several factors influencing the employment opportunity rate include investments (both foreign and domestic) and the City Minimum Wage. The continuous growth of the population in Bekasi City presents an opportunity for the local government to sustain stable economic growth. The Employment Opportunity Rate in Bekasi City has consistently increased from 2002 to 2021. Hence, the researcher is inclined to study the Influence of Foreign Investment, Domestic Investment, and City Minimum Wage on the Employment Opportunity Rate in Bekasi City from 2002 to 2021. Based on the analysis carried out using the EViews software, the findings indicate that Foreign Investment has a negative and significant effect on the employment opportunity rate in Bekasi City, Domestic Investment does not significantly affect the employment opportunity rate, and the City Minimum Wage has a positive and significant impact on the employment opportunity rate. Meanwhile, Foreign Investment, Domestic Investment, and the City Minimum Wage jointly affect the level of employment opportunities in Bekasi City. The implications of this research underscore the importance for the government to consider policies favouring labour-intensive investments, fostering labour-intensive industrial development, and exercising prudent control over the labour market while judiciously determining City Minimum Wage the annually. These measures are instrumental in increasing employment opportunities and reducing unemployment rates.
3950241908C1H019042THE EFFECT OF CONSUMER COMPLAINTS BEHAVIOR AND BRAND IMAGE ON BRAND SWITCHING INTENTION WITH SOCIAL MEDIA USE AS A MODERATING VARIABLE (STUDY ON ES TEH INDONESIA)Sejumlah besar bisnis telah didirikan di seluruh dunia. Setiap bisnis memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, perusahaan ingin konsumen tetap setia dan memanfaatkan jasa dan produk. Oleh karena itu, perusahaan selalu mewaspadai niat perpindahan merek. Persaingan ini membuat para pengusaha melakukan berbagai cara untuk memunculkan citra merek dan juga menjaga keluhan konsumen di media sosial. Peristiwa yang terjadi baru-baru ini dengan Es Teh Indonesia di Twitter merupakan subjek yang sempurna untuk penelitian ini. Sampel dalam penelitian ini adalah 170 pelanggan Es Teh Indonesia dan berlokasi di Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian dengan menggunakan alat analisis SPSS menunjukkan bahwa Brand Image berpengaruh negatif terhadap Brand Switching Intentions. Sedangkan Perilaku Keluhan Konsumen berpengaruh positif. Variabel Social Media Use berhasil memoderasi pengaruh antara Brand Image dan Brand Switching, serta memoderasi pengaruh antara Consumer Complaint Behavior dan Brand Switching.Great number of businesses have been established all around the globe. Each business has its own set of advantages and disadvantages, companies want the consumers to remain loyal and to utilize services and products. Therefore, companies are always aware of brand switching intentions. This competition makes entrepreneurs do various ways to bring up the brand image and also maintaining the consumer complaint in social media. With the recent event that happened with Es Teh Indonesia on Twitter it’s a perfect subject for this research. The sample in this study was 170 customers of Es Teh Indonesia and located in Indonesia. Based on the results of research using SPSS analysis tool shows that Brand Image have a negative effect on Brand Switching Intentions. Meanwhile, Consumer Complaint Behavior have a positive effect. Social Media Use variable was successful in moderating the effect between Brand Image and Brand Switching, also to moderate the effect between Consumer Complaint Behavior and Brand Switching.
3950341910L1C019025Konsentrasi Nitrat (NO3-) dan Ortofosfat (PO43-) dalam Sedimen Berdasarkan Zonasi Vegetasi Mangrove Di Muara Sungai Pemali, Kabupaten Brebes, Jawa TengahMuara Sungai Pemali merupakan daerah hilir Sungai Pemali yang berhadapan langsung dengan Laut Jawa sehingga memiliki karakteristik estuari dengan adanya ekosistem mangrove. Sungai Pemali sebagai sungai terbesar di daerah Brebes melintasi berbagai aktivitas antropogenik seperti pemukiman, pertanian, perindustrian, maupun pertambakan yang dapat mempengaruhi masukan konsentrasi nitrat dan ortofosfat pada perairan Sungai Pemali dan terendapkan dalam sedimen. Sedimen sebagai tempat penyimpan zat hara seperti nitrat dan ortofosfat yang baik. Nitrat dan ortofosfat sebagai unsur penting bagi pertumbuhan dan kelangsungan hidup organisme, sehingga keberadaannya digunakan sebagai salah satu parameter kesuburan perairan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui konsentrasi nitrat dan ortofosfat selanjutnya dihubungkan dengan kerapatan vegetasi mangrove yang ada di muara Sungai Pemali. Metode analisis data yang digunakan adalah uji regresi linier sederhana. Pengukuran kualitas perairan meliputi DO, pH, salinitas, dan suhu. Hasil penelitian konsentrasi nitrat berkisar antara 1,21 – 3,17 mg/L dan konsentrasi ortofosfat berkisar antara 0,01 – 0,02 mg/L. Berdasarkan kandungan nitrat dan othofosfat muara Sungai Pemali termasuk dalam kategori rendah (<3 ppm). Rata-rata perbandingan nitrat dan ortofosfat muara Sungai Pemali adalah 1:182 (N:P > 12), mengindikasikan bahwa ortofosfat sebagai faktor pembatas pertumbuhan fitoplankton. Jenis spesies mangrove muara Sungai Pemali terdiri dari Avicennia marina, Rhizopora mucronata, dan Sonneratia alba. Rata-rata kerapatan jenis mangrove sebesar 2022 ind/Ha masuk dalam kategori sangat padat. Konsentrasi Nitrat sedimen memiliki pengaruh terhadap kerapatan mangrove muara Sungai Pemali yang ditunjukkan dengan nilai R sebesar 0,94. Sementara itu, konsentrasi ortofosfat sedimen dan kerapatan mangrove muara Sungai Pemali tidak berpengaruh dengan nilai R sebesar 0,26.The Pemali River estuary is the downstream area of the Pemali River which is directly facing the Java Sea so that it has estuary characteristics with the mangrove ecosystem. The Pemali River as the largest river in the Brebes area crosses various anthropogenic activities such as settlements, agriculture, industry, and aquaculture that can affect input concentrations of nitrates and orthophosphates in the waters of the Pemali River and deposited in sediments. Sediment as a storage place for nutrien such as nitrates and orthophosphates is good. Nitrates and orthophosphates as important elements for the growth and survival of organisms so that their presence is used as one of the parameters of aquatic fertility. The purpose of this study was to determine the concentration of nitrates and orthophosphates then associated with the density of mangrove vegetation in the estuary of the Pemali River. The data analysis method used is a simple linear regression test. Water quality measurements include DO, pH, salinity, and temperature. The results of the study nitrate concentration ranged from 1.21 – 3.17 mg/L and orthophosphate concentration ranged from 0.01 – 0.02 mg/L. Based on the nitrate and orthophosphate content of the estuary of the Pemali River belongs to the low category. The average ratio of nitrate and orthophosphate of the Pemali River estuary is 1:182 (N:P > 12), indicating that orthophosphate is a limiting factor for phytoplankton growth. The types of mangrove species of the Pemali River estuary consist of Avicennia marina, Rhizopora mucronata, and Sonneratia alba. The average density of mangrove species is 2022 ind/Ha included in the very dense category. The concentration of sediment nitrate has an influence on the density of mangroves at the mouth of the Pemali River which is indicated by an R value of 0,94. Meanwhile, the concentration of sediment orthophosphate and the density of mangroves at the mouth of the Pemali River had no effect with an R value of 0,26.
3950441911H1B019007ESTIMASI PERUBAHAN IKLIM (CURAH HUJAN EKSTRIM) TERHADAP PENINGKATAN RISIKO BANJIR DI DAS SERAYU MENGGUNAKAN SCENARIO NEUTRALBencana banjir merupakan bencana yang paling sering terjadi dengan kerugian terbesar di Indonesia. Bencana Banjir menyebabkan kerusakan serta menggangu kegiatan perekonomian serta aktifitas masyarakat. Curah hujan ekstrim merupakan salah satu pemicu terjadinya bencana banjir. Untuk meminimalisir dampak kerugian yang akan dialami dibutuhkan deteksi bencana banjir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dampak perubahan curah hujan terhadap Peningkatan Risiko Banjir di DAS Serayu Menggunakan Scenario-Neutral. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data curah hujan harian dalam periode tahun 1980-2018 yang diperoleh dari GPCC dengan Lokasi penelitian berada di DAS Serayu. Karakteristik curah hujan yang diskenariokan berubah adalah curah hujan tahunan kumulatif dan curah bulanan kumulatif (jan-Des) dengan Batas atas dan batas bawah perubahan curah hujan menggunakan hasil analisis mann-kendall. Curah hujan harian dalam periode 1980-2018 dibangkitkan dengan mempertahankan karakteristik tahunan dan bulanan menggunakan pendekatan inverse yang kemudian curah hujan ekstrim dengan berbagai kala ulang dihitung. Hasilnya, Berdasarkan 132 simulasi ditunjukkan bahwa curah hujan ekstrim untuk kala ulang kecil sangat sensitif dibandingkan dengan kala ulang yang lebih besar. Hal ini meberikan konsekuensi dalam perencangan bangunan pengendali banjir baik skala mikro atau makro perlu memertimbangkan perubahan iklim.Flood disasters are the most frequent and damaging occurrences in Indonesia. They result in destruction, disrupting both economic and community activities. Extreme rainfall serves as one of the triggers for these floods. To mitigate the impact of impending losses, the detection of flood disasters is necessary. The objective of this research is to assess the impact of rainfall changes on increased flood risks in the Serayu Watershed using a Scenario-Neutral approach. The data utilized in this study comprise daily rainfall data from the period 1980-2018, obtained from GPCC, with the research conducted within the Serayu Watershed. The manipulated characteristics of rainfall encompass cumulative annual rainfall and cumulative monthly rainfall (Jan-Dec), with upper and lower limits of rainfall changes determined through Mann-Kendall analysis. Daily rainfall data for the 1980-2018 period were generated while preserving the annual and monthly characteristics using an inverse approach, followed by the calculation of extreme rainfall for various return periods. The results, based on 132 simulations, indicate that extreme rainfall for shorter return periods is more sensitive compared to longer return periods. This holds implications for the design of flood control structures at both micro and macro scales, necessitating consideration of climate change.
3950541819I1D019041Hubungan antara Literasi Gizi dengan Tingkat Kecukupan Asupan Energi dan Zat Gizi Makro (Studi pada Mahasiswa Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman)Latar Belakang: Mahasiswa termasuk ke dalam kelompok dewasa muda dengan rentang usia 19 – 29 tahun. Pada usia tersebut, seseorang cenderung memiliki perilaku makan tidak sehat yang ditandai dengan kebiasaan melongkap waktu makan, konsumsi makanan ringan dan padat energi, serta asupan makan yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Tingkat literasi gizi memiliki kaitan yang erat dengan kecukupan asupan makan pada seseorang. Mahasiswa kesehatan diketahui memiliki literasi gizi lebih tinggi dibandingkan dengan mahasiswa non kesehatan. Pemahaman dan praktik terkait gizi dapat memengaruhi asupan makan pada mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi gizi dengan tingkat kecukupan asupan energi dan zat gizi makro pada mahasiswa kesehatan Universitas Jenderal Soedirman. Metodologi: Penelitian observasional analitik ini menggunakan desain cross sectional. Sejumlah 111 mahasiswa diambil sebagai sampel pada penelitian ini menggunakan metode Proporsional Sampling. Data penelitian didapatkan dari kuesioner literasi gizi dan Food Recall 24 jam kemudian dianalisis menggunakan uji chi square. Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara literasi gizi dengan tingkat kecukupan asupan energi (p=0,465), protein (p=0,491), lemak (p=0,976), dan karbohidrat (p=0,704). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara literasi gizi dengan tingkat kecukupan asupan energi dan zat gizi makro.
Background: Students belonged to a group of young adults aged 19–29 years. At that age, a person tended to had unhealthy ate behavior characterized by the habit of skipped meals, light and energy-intensive consumption, and inappropriate ate intake. The leveled of nutritional literacy was closely related to the adequacy of a person's intake of food. Health students was known to had higher nutritional literacy compared to non-health students. Understood and practiced related to nutrition could affect student intake of food. This researched aimed to determine the relationship between nutritional literacy and the degree of sufficiency of energy intake and macro nutrients in Health Students of Jenderal Soedirman University. Methods: This analytical observational studied used a crossed sectional design. A total of 111 students was taken as samples in this studied used the proportional sampling method. Researched data obtained from the nutrition literacy questionnaire and food recall 24 hours later analyzed used the chi square test. Results: Research results showed that there was no relationship between nutritional literacy and energy intake adequacy (p=0.465), protein (p=0.491), fat (p=0.976), and carbohydrates (p=0.704). Conclusion: There is no relationship between nutritional literacy and the adequacy of energy intake and macro nutrients.
3950641912K1A019077PENGARUH KONSENTRASI SELULOSA TERHADAP KARAKTERISTIK KOMPOSIT BIOPLASTIK PATI-KITOSAN-SELULOSA AMPAS TEBU (bagasse) DENGAN PLASTICIZER GLISEROLSampah plastik merupakan permasalahan yang akan menimbulkan dampak buruk bagi manusia dan lingkungan. Pembuatan bioplastik dari bahan polimer alam dapat menjadi alternatif yang perlu dikembangkan. Pati singkong dan selulosa ampas tebu banyak dimanfaatkan menjadi bahan pembuatan bioplastik dikarenakan keberadaannya yang melimpah di Indonesia. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui variasi selulosa yang menghasilkan bioplastik terbaik dan pengaruhnya terhadap karakteristik bioplastik. Metode yang digunakan dalam pembuatan bioplastik adalah metode blending dengan mencampurkan pati singkong, kitosan, dan gliserol pada selulosa dengan berbagai variasi. Variasi selulosa yang digunakan yaitu 0; 0,5; 1; 1,5 gram untuk memperbaiki sifat fisik dan mekanik bioplastik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bioplastik terbaik pada variasi selulosa 1 gram dengan meningkatkan kuat tarik sebesar 2,79 MPa, ketebalan sebesar 0,236 mm, densitas sebesar 0,91 g/cm3, ketahanan air sebesar 94,09 % dan menurunkan kadar air sebesar 8,86 %. Uji biodegradasi dilakukan selama 10 hari dan diperoleh penurunan berat bioplastik pada rentang 95,92% – 100%.Plastic waste is a problem that will have a negative impact on humans and the environment. Bioplastics production from natural polymers can be an alternative that needs to be developed. Cassava starch and bagasse cellulose are widely used as materials to produce bioplastics because of its abundance in Indonesia. This research was aimed to determine the variation of cellulose that produces the best bioplastics and their effect on the characteristics of bioplastics. The method used in this bioplastics production was blending method by mixing cassava starch, chitosan, and glycerol in cellulose with various variations. The variation of cellulose used in this research were 0; 0.5; 1; 1.5 grams to improve the physical and mechanical properties of bioplastics. Based on the research conducted, the best bioplastic results were obtained in the 1 gram cellulose variation with an increase in tensile strength of 2.79 MPa, thickness of 0.236 mm, density of 0.91 g/cm3, water resistance of 94.09% and reduced water content of 8.86%. The biodegradation test was carried out for 10 days and the weight reduction of bioplastics was obtained in the range of 95.92% – 100%.
3950741913K1B019047PERBANDINGAN REGRESI LOGISTIK DAN RANDOM FOREST UNTUK KLASIFIKASI PENYAKIT TUBERKULOSISTuberkulosis atau TB merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis. World Health Organization (WHO) melaporkan bahwa pada tahun 2021 terjadi kenaikan jumlah penderita TB secara global yaitu 10,6 juta kasus positif TB dan diantaranya 1,6 juta jiwa meninggal dunia. Indonesia sendiri menjadi negara kedua terbanyak penderita TB di dunia setelah India. Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan hasil diagnosis pasien terduga tuberkulosis dengan machine learning yaitu metode regresi logistik dan random forest. Selanjutnya akan dibandingkan hasil performa kedua metode tersebut guna mengetahui metode terbaik dalam mengklasifikasikan hasil diagnosis TB pasien. Pada penelitian ini diperoleh hasil akurasi atau performa metode random forest lebih tinggi yaitu 97% dibandingkan dengan metode regresi logistik yaitu 95%. Oleh karena itu, deteksi dini atau klasifikasi orang yang mungkin mengidap tuberkulosis dapat dilakukan menggunakan bantuan machine learning agar pengobatan atau perawatan yang cepat dan tepat dapat segera diberikan.Tuberculosis or TB is an infectious disease caused by the bacterium Mycobacterium tuberculosis. The World Health Organization (WHO) reported that in 2021, there was an increase in the number of global TB cases, with 10.6 million positive TB cases and 1.6 million deaths. Indonesia itself ranked second highest in the world for TB cases after India. This research aims to classify the diagnosis results of suspected tuberculosis patients using machine learning, specifically the logistic regression and random forest methods. The performance of both methods will be compared to determine the best method for classifying TB patient diagnoses. The study found that the accuracy or performance of the random forest method was higher at 97% compared to the logistic regression method at 95%. Thus, early detection or classification of individuals who may have tuberculosis can be achieved using machine learning, enabling prompt and accurate treatment and care.
3950841831I1D019052HUBUNGAN KERAGAMAN PANGAN, KECUKUPAN ASUPAN LEMAK DAN KARBOHIDRAT, SERTA KUALITAS TIDUR TERHADAP PERSEN LEMAK TUBUH PADA PEKERJA KANTORAN
(Studi pada Pekerja di Universitas Jenderal Soedirman)
Persen lemak tubuh merupakan gambaran dari status gizi seseorang. Keragaman pangan, kecukupan asupan lemak, kecukupan asupan karbohidrat dan kualitas tidur merupakan faktor yang mempengaruhi persen lemak tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara keragaman pangan, kecukupan asupan lemak dan karbohidrat, serta kualitas tidur dengan persen lemak tubuh pada pekerja kantoran. Penelitian cross-sectional pada 122 pekerja di Universitas Jenderal Soedirman menggunakan purposive sampling dengan kriteria sehat jasmani dan rohani, berusia 26-45 tahun, dan tidak sedang mengonsumsi obat jenis steroid, suplemen atau obat penambah nafsu makan. Kecukupan asupan lemak dan karbohidrat diperoleh dengan food recall 24 jam, keragaman pangan dengan food recall 24 jam dan kuesioner dietary diversity, kualitas tidur menggunakan kuesioner PSQI, dan persen lemak tubuh menggunakan BIA. Data dianalisis dengan uji Pearson dan uji Spearman. Keragaman pangan (p=0,813), kecukupan asupan lemak (p=0,067), dan kualitas tidur (p=0,399) tidak berhubungan dengan persen lemak tubuh, sedangkan kecukupan asupan karbohidrat berhubungan negatif dengan persen lemak tubuh (p=0,002, r=-0,282). Keragaman pangan, kecukupan asupan lemak dan kualitas tidur tidak berhubungan dengan persen lemak tubuh, sedangkan kecukupan asupan karbohidrat berhubungan negatif dengan persen lemak tubuh pada pekerja kantoran.Body fat percentage is an illustration of a person's nutritional status. Dietary diversity, adequacy of fat intake, adequacy of carbohydrate intake and quality of sleep are factors that affect percent body fat. This study aims to determine the relationship between dietary diversity, adequacy of fat and carbohydrate intake, and quality of sleep with percent body fat in office workers.This cross-sectional study of 122 workers at Jenderal Soedirman University used purposive sampling with the criteria of being physically and mentally healthy, aged 26-45 years, and not currently taking steroids, supplements or appetite suppressants. Adequacy of fat and carbohydrate intake was obtained with a 24-hour food recall, food diversity with a 24-hour food recall and dietary diversity questionnaire, sleep quality using the PSQI questionnaire, body fat percentage using BIA. Data were analyzed by Pearson's test and Spearman's test. Dietary diversity (p=0.813), adequacy of fat intake (p=0.067), and sleep quality (p=0.399) were not related to percent body fat, while adequate carbohydrate intake was negatively related to percent body fat (p=0.002, r=-0.282). Dietary diversity, adequacy of fat intake and quality of sleep are not related to percent body fat, while adequacy of carbohydrate intake is negatively related to percent body fat in workers.
3950941914C1A019051PENGARUH BANTUAN MODAL, TEKNOLOGI, LEGALITAS DAN PELATIHAN USAHA TERHADAP PENDAPATAN UMKM ANGGOTA ASPIKMAS DESA SILADO KECAMATAN SUMBANGPerkembangan zaman berupa digitalisasi usaha membuat Dinas Tenaga Kerja, Koperasi dan UMKM Kabupaten Banyumas membentuk sebuah lini usaha yaitu Asosiasi Pengusaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kabupaten Banyumas (Aspikmas). Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis pengaruh bantuan modal, teknologi, legalitas, dan pelatihan usaha terhadap pendapatan bersih UMKM anggota Aspikmas di Desa Silado, Kecamatan Sumbang. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pemilik usaha anggota Aspikmas di Desa Silado yang berjumlah 64 pelaku usaha dan menggunakan metode sampling jenuh. Pengumpulan data menggunakan menggunakan metode wawancara menggunakan kuesioner. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data, menunjukkan bahwa variabel bantuan modal dan legalitas berpengaruh positif dan signifikan terhadap pendapatan bersih UMKM, sementara variabel teknologi dan pelatihan usaha tidak berpengaruh terhadap pendapatan bersih UMKM di Desa Silado. Implikasi dari hasil kesimpulan yaitu bantuan modal menjadi salah satu faktor yang membantu pelaku UMKM untuk pengembangan dan keberlanjutan usaha saat pelaku UMKM menghadapi krisis usaha dalam dunia persaingan bisnis yang semakin masif. Teknologi perlu dimanfaatkan untuk pemasaran bisnis pelaku usaha karena proses digitalisasi akan terus ada baik dalam kegiatan sehari-hari manusia maupun dalam dunia bisnis. Berkaitan dengan legalitas, pelaku usaha disarankan untuk membuat jenis legalitas selain Nomor Induk Berusaha (NIB) dengan menyesuaikan masing-masing jenis legalitas pendukung yang dibutuhkan oleh setiap pelaku UMKM. Pelatihan usahanya yang telah dilakukan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan utama pelaku UMKM sehingga pelatihan yang didapatkan dapat diterapkan untuk membantu pengembangan bisnisnya.Modern developments in the form of business digitalization have resulted in the Banyumas Regency Manpower, Cooperatives and MSMEs Department forming a business line, namely the Banyumas Regency Micro, Small and Medium Entrepreneurs Association (Aspikmas). The aim of this research is to analyze the influence of capital assistance, technology, legality and business training on the net income of Aspikmas member MSMEs in Silado Village, Sumbang District. The population in this study were all business owners who were members of Aspikmas in Silado Village, totaling 64 business actors and used a saturated sampling method. Data collection uses the interview method using a questionnaire. The data analysis technique used is multiple linear regression analysis. Based on the results of research and data analysis, it shows that the variables of capital assistance and legality have a positive and significant effect on the net income of MSMEs, while the variables of technology and business training have no effect on the net income of MSMEs in Silado Village. The implication of the conclusions is that capital assistance is one of the factors that helps MSME players to develop and sustain their business when MSME players face a business crisis in a world of increasingly massive business competition. Technology needs to be utilized for business marketing by business actors because the digitalization process will continue to exist both in people’s daily activities and in the business world. Regarding legality, business actors are advised to create types of legality other than the Business Identification Number (NIB) by adapting each type of supporting legality required by each MSME actor. The business training that has been carried out should be tailored to the main needs of MSME players so that the training obtained can be applied to help develop their business.
3951041915E1A019232TINJAUAN YURIDIS PENJATUHAN PIDANA DI BAWAH MINIMUM KHUSUS DALAM PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA
(Studi Putusan Nomor 62/Pid.Sus/2022/PN Pwt Jo Putusan Nomor 281/Pid.Sus/2022/PT Smg)
Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika merupakan salah satu undang-undang di luar KUHP yang menganut sistem pidana minimum khusus yang berfungsi memberikan batasan terhadap kebebasan yang dimiliki Hakim dalam menjatuhkan putusan. Salah satu perkara tindak pidana narkotika yang divonis pidana di bawah minimum khusus adalah Putusan Nomor 62/Pid.Sus/2022/PN Pwt, dimana Terdakwa Elco Sujatmiko alias Kempong Bin Alm. Slamet dijatuhi hukuman selama 2 (dua) tahun. Penelitian ini betujuan untuk mengetahui pertimbangan hukum Hakim tingkat pertama dalam menjatuhkan pidana di bawah minimum khusus serta pertimbangan Hakim tingkat banding pada Putusan Nomor 281/Pid.Sus/2022/PT Smg ditinjau dari prespektif kepastian hukum dan keadilan. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif dengan metode pendekatan perundang-undangan, konseptual, kasus, dan perbandingan. Spesifikasi penelitian preskriptif analisis. Metode pengumpulan bahan hukum dilakukan dengan inventarisasi untuk bahan hukum primer dan studi pustaka untuk bahan hukum sekunder. Hasil penelitian menunjukan pertimbangan hukum Hakim tingkat pertama menjatuhkan pidana di bawah minimum khusus karena mempertimbangkan Terdakwa yang menderita penyakit komplikasi kronis serta barang bukti yang diajukan di persidangan jumlahnya relatif kecil. Pertimbangan hukum Hakim tingkat banding menyatakan sakitnya Terdakwa tidak dapat menjadi dasar untuk menjatuhkan pidana di bawah minimum karena pengecualian diperbolehkan ketika memenuhi SEMA No. 3 Tahun 2015 atau SEMA No. 4 Tahun 2010.Law Number 35 of 2009 Concerning Narcotics is one of the laws outside the Criminal Code which adheres to a special minimum criminal system that functions to limit the freedom that judges have in making decisions. One of the narcotics crime cases that was sentenced to a minimum specific minimum sentence was Decision Number 62/Pid.Sus/2022/PN Pwt, in which the Defendant Elco Sujatmiko alias Kempong Bin Alm. Slamet was sentenced to 2 (two) years. This study aims to find out the legal considerations of judges of first instance in imposing a sentence below the special minimum as well as the considerations of judges at the appellate level in Decision Number 281/Pid.Sus/2022/PT Smg in terms of the perspective of legal certainty and justice. This study uses a normative juridical method with statutory, conceptual, case, and comparison approaches. Specifications of analysis prescriptive research. The method of collecting legal materials is carried out by taking an inventory of primary legal materials and studying the literature for secondary legal materials. The results of the study show that the legal considerations of the Judge of the first degree imposed a sentence below the special minimum because he considered the Defendant suffering from a chronic complication of the disease and the relatively small amount of evidence presented at trial. Legal considerations The judge at the appellate level stated that the defendant's illness could not be the basis for imposing a sentence below the minimum because exceptions were allowed when fulfilling SEMA No. 3 of 2015 or SEMA No. 4 of 2010.
3951141916C1A019001ANALISIS PENGARUH UPAH MINIMUM, KESEMPATAN KERJA, DAN PDRB TERHADAP MIGRASI MASUK RISEN DI PULAU JAWA DAN SUMATERA PERIODE 2005-2020Fakta bahwa Indonesia memiliki jumlah penduduk yang besar namun persebarannya tidak merata menjadi salah satu perhatian terkait jumlah penduduk Indonesia. Migrasi merupakan salah satu dari tiga indeks dinamika penduduk, selain kelahiran (fertilitas) dan kematian (mortalitas). Berdasarkan hasil Sensus Penduduk 2020, provinsi-provinsi di Pulau Jawa dan Sumatera menjadi daerah tujuan utama bagi para migran risen dan pada saat yang sama kedua pulau ini menjadi pulau dengan kepadatan penduduk tertinggi di Indonesia. Kondisi ini dapat memmperlebar kesenjangan distribusi penduduk antardaerah di Indonesia. Tujuan penelitian ini yaitu menganalisis menganalisis pengaruh upah minimum provinsi, tingkat kesempatan kerja dan PDRB terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera periode 2005-2020 serta mengetahui variabel yang paling berpengaruh terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera periode 2005-2020. Penelitian ini menggunakan analisis regresi data panel dengan metode terpilih Fixed Effect Model untuk mencapai tujuan penelitian. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh upah minimum provinsi, tingkat kesempatan kerja dan PDRB secara bersama-sama berpengaruh terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera. Kemudian Secara parsial upah minimum provinsi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera, tingkat kesempatan kerja tidak berpengaruh terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera, dan PDRB berpengaruh positif dan signifikan terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera. Selanjutnya variabel yang paling berpengaruh terhadap migrasi masuk risen di Pulau Jawa dan Sumatera adalah PDRB. Implikasi penelitian ini adalah pemerintah perlu memperhatikan kebijakan untuk mengupayakan provinsi-provinsi di luar pulau Jawa dan Sumatera sebagai daerah tujuan utama para migran, sehingga persebaran migrasi tidak terkonsentrasi hanya di Pulau Jawa dan Sumatera saja.The fact that Indonesia has a large population but its distribution is uneven is one of the concerns related to Indonesia's population. Migration is one of the three indices of population dynamics, in addition to birth (fertility) and death (mortality). Based on the results of the 2020 Population Census, provinces in Java and Sumatra are the main destination areas for upward migrants and at the same time these two islands have the highest population density in Indonesia. This condition can widen the gap in population distribution between regions in Indonesia. The purpose of this study is to analyze the effect of provincial minimum wages, the level of employment opportunities and GRDP on upward migration in Java and Sumatra for the 2005-2020 period and to determine the variables that have the most influence on upward migration in Java and Sumatra for the 2005-2020 period. This study uses panel data regression analysis with the Fixed Effect Model selected method to achieve the research objectives. Based on the results of the analysis, it is obtained that the provincial minimum wage, the level of employment opportunities and GRDP jointly affect the in-migration of risen in Java and Sumatra. Partially, the provincial minimum wage has a negative and significant effect on in-migration in Java and Sumatra, the level of employment opportunities has no effect on in-migration in Java and Sumatra, and GRDP has a positive and significant effect on in-migration in Java and Sumatra. Furthermore, the variable that has the most influence on in-migration in Java and Sumatera is GRDP. The implication of this research is that the government needs to pay attention to policies to strive for provinces outside Java and Sumatra as the main destination areas for migrants, so that the distribution of migration is not concentrated only in Java and Sumatra.
3951241917E1A018106PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PRODUK KOSMETIK YANG TIDAK MEMILIKI IZIN EDAR DARI BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NO.8 TAHUN 1999 TENTANG PERLINDUNGAN KONSUMEN DALAM PUTUSAN NOMOR 69/PID.SUS/2021/PN BJWPermasalahan antara konsumen dengan pelaku usaha sering terjadi walaupun sudah diatur dalam undang-undang. Permasalahan biasanya timbul karena tindakan pelaku usaha yang berlaku curang terhadap konsumen, sehingga hak konsumen yang seharusnya terpenuhi malah kemudian dilanggar oleh pelaku usaha. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap konsumen dan tanggung jawab pelaku usaha yang tidak memiliki izin edar berdasarkan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen dalam putusan Nomor 69/Pid.sus/2021/PN Bjw.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah yuridis normatif dengan spesifikasi penelitian deskriptif analitis. Sumber data yang digunakan merupakan data sekunder yang meliputi bahan hukum primer, bahan hukum sekunder, dan bahan hukum tersier. Metode pengumpulan data dilakukan dengan studi kepustakaan. Penyajian data dalam penelitian ini dilakukan secara sistematis dalam bentuk teks naratif dan analisis data dilakukan secara normatif kualitatif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan terhadap Putusan Nomor 69/Pid.sus/2021/PN Bjw menunjukkan bahwa Pengadilan Negeri Bajawa telah memberikan perlindungan hukum terhadap konsumen terkait peredaran Produk Kosmetik yang tidak memiliki Izin Edar. Pidana dijatuhkan kepada Menchen Maximillian Ndai selaku pelaku usaha, sesuai Pasal 62 ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, karena unsur-unsurnya terpenuhi. Hakim menyatakan pelaku bersalah karena melanggar Pasal 8 ayat (1) huruf a yang melarang perdagangan Produk Kosmetik tanpa izin edar, tidak sesuai standar yang ditetapkan oleh Undang-Undang. Menchen Maximillian Ndai dihukum penjara 6 bulan dan produk kosmetik tanpa izin edar dirampas sebagai barang bukti.
Conflicts between consumers and business operators frequently arise despite being regulated by the law. These conflicts usually stem from fraudulent practices by business operators towards consumers, resulting in violations of consumer rights that should have been upheld. The purpose of this study is to determine the legal protection for consumers and the responsibilities of business operators who lack distribution permits based on Law No. 8 of 1999 regarding consumer protection in Judgment No. 69/PID.SUS/2021/PN BJW.
The research method employed in this study is normative juridical with a descriptive analytical research specification. Secondary data sources were used, including primary legal materials, secondary legal materials, and tertiary legal materials. Data collection was conducted through literature review. Data presentation in this study was systematically done in the form of narrative text, and data analysis was carried out in a qualitative normative manner.
Based on the results of the research and discussion of Judgment No. 69/PID.SUS/2021/PN BJW, it is evident that the Bajawa District Court has provided legal protection to consumers regarding the circulation of cosmetic products without Distribution Permits. Criminal penalties were imposed on Menchen Maximillian Ndai, the business operator, in accordance with Article 62 paragraph (1) of Law No. 8 of 1999 concerning Consumer Protection, as its elements were met. The judge declared the defendant guilty of violating Article 8 paragraph (1) letter a, which prohibits the trade of cosmetic products without distribution permits, not in accordance with the standards set by the Law. Menchen Maximillian Ndai was sentenced to six months in prison, and the cosmetic products without distribution permits were confiscated as evidence.
3951341918C1L019007PENGARUH KECERDASAN EMOSIONAL, SELF-REGULATED LEARNING,
DAN AKTIVITAS BELAJAR TERHADAP HASIL BELAJAR EKONOMI
SISWA KELAS XI IPS SMA NEGERI 1 PATIKRAJA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kecerdasan emosional, self-regulated learning, dan aktivitas belajar terhadap hasil belajar. Populasi dalam penelitian ini merupakan siswa kelas XI IPS sejumlah 107 siswa, dengan 84 sampel diambil menggunakan teknik simple random sampling. Data dalam penelitian ini diolah dengan menggunakan aplikasi SPSS 23. Pengujian hipotesis dalam penelitian ini menggunakan analisis regresi linear berganda, uji koefisien determinasi (R2), uji F, dan uji t. Hasil penelitian ini menunjukkan: (1) kecerdasan emosional tidak berpengaruh terhadap hasil belajar (2) self-regulated learning berpengaruh positif terhadap hasil belajar (3) aktivitas belajar berpengaruh positif terhadap hasil belajar. This research aims to analyze the influence of emotional intelligence, self-regulated learning, and learning activities on learning outcomes. The population in this study was 107 class XI IPS students, with 84 samples taken using simple random sampling techniques. The data in this research was processed using the SPSS 23 application. Hypothesis testing in this research uses multiple linear regression analysis, coefficient of determination test (R2), F test, and t test. The results of this research show: (1) emotional intelligence has no effect on learning outcomes (2) self-regulated learning has a positive effect on learning outcomes (3) learning activities have a positive effect on learning outcomes.
3951441919H1C019033Karakteristik Litologi Permukaan dan Mikrozonasi Seismik Berdasarkan Data Mikrotremor di Daerah Solok, Sumatera BaratKota Solok merupakan salah satu kota sentral yang memiliki potensial perkembang ekonomi di Sumatera Barat, namun kota ini rawan terhadap ancaman gempabumi disebabkan lokasinya dilewati oleh sesar aktif. Kerusakan bangunan dan infrastruktur oleh goncangan gempa bumi di suatu wilayah tidak hanya disebabkan oleh magnitudo atau kekuatan dan jarak ke pusat gempa bumi, tetapi juga sangat dipengaruhi oleh kondisi geologi permukaannya. Karakterisasi litologi permukaan serta hubungan dengan geologi daerah penelitan diperlukan dalam rangka untuk memperkirakan tingkat penguatan gelombang gempa bumi. Pengukuran mikrotremor single station dan array sebanyak 120 titik dengan metode HVSR dan SPAC dapat digunakan untuk memetakan daerah mikrozonasi seismik berdasarkan karakteristik dinamis tanah suatu daerah. Hasil karakterisasi litologi permukaan menghasilkan bahwa di daerah penelitian memiliki 3 satuan batuan serta didukung nilai kecepatan gelombang geser permukaan antara 111 m/detik hingga 210 m/detik, sedangkan untuk nilai kecepatan gelombang geser basement antara 350 m/detik hingga 479 m/detik. Lalu untuk mikrozonasi seismik pada daerah penelitian yaitu terbagi menjadi 3 pembagian zona yaitu rendah, sedang dan tinggi dimana zona rendah mendominasi daerah penelitian, lalu semakin kearah selatan zona mikrozonasi semakin tinggi.Solok City is one of the central cities that has the potential for economic development in West Sumatra, but this city is prone to earthquake threats because its location is crossed by active faults. Damage to buildings and infrastructure by earthquake shaking in an area is not only caused by the magnitude or strength and distance to the epicenter of the earthquake, but is also strongly influenced by the geological conditions of the surface. Characterization of surface lithology and its relationship with the geology of the research area is necessary in order to estimate the amplification level of earthquake waves. Single station and array microtremor measurements of 120 points using the HVSR and SPAC methods can be used to map seismic microzonation areas based on the dynamic soil characteristics of an area. The results of surface lithology characterization show that the study area has 3 rock units and is supported by surface shear wave velocity values between 111 m/sec to 210 m/sec, while for basement shear wave velocity values between 350 m/sec to 479 m/sec. Then for seismic microzonation in the study area, which is divided into 3 zone divisions, namely low, medium and high where the low zone dominates the study area, then the further south the microzonation zone gets higher.
3951541920C1B019095PENGARUH KOMPETENSI DAN DUKUNGAN SOSIAL TERHADAP KESIAPAN KERJA DENGAN SELF EFFICACY SEBAGAI VARIABEL MODERASI Riset ini berjudul Pengaruh Kompetensi dan Dukungan Sosial dengan Self Efficcay sebagai Variabel Moderasi. Riset ini memiliki tujuan untuk menguji analisis pengaruh Kompetensi dan Dukungan Sosial terhadap Kesiapan Kerja pada Mahasiswa Akhir S1 FEB Unsoed dengan Self Efficcay sebagai variabel moderasi. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa akhir S1 FEB Unsoed mulai dari angkatan 2017 hingga 2019. Jumlah populasi adalah 658 orang dan mengambil sampel sebanyak 132 orang dengan menggunakan metode proportionate stratified random sampling. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan teknik analisis SEM PLS dengan software Smart-PLS 4.0. Berdasarkan hasil temuan ini diperoleh bahwa (1) kompetensi dapat memengaruhi secara signifikan dan positif terhadap kesiapan kerja, (2) dukungan sosial tidak berpengaruh terhadap kesiapan kerja, (3) self efficacy memoderasi pada pengaruh kompetensi terhadap kesiapan kerja dan self efficacy, (4) self efficacy tidak dapat memoderasi dukungan sosial terhadap kesiapan kerja mahasiswa akhir S1 FEB Unsoed.
Kata Kunci: Kesiapan Kerja, Kompetensi, Dukungan Sosial dan Self Efficcacy
This research is entitled The Influence of Competence and Social Support with Self-Efficacy as a Moderating Variable. This research aims to test the analysis of the influence of Competency and Social Support on Work Readiness in Final Undergraduate Students at FEB Unsoed with Self Efficacy as a moderating variable. The population in this study were all final FEB Unsoed undergraduate students from the 2017 to 2019 class. The total population was 658 people and a sample of 132 people was taken using the method proportionate stratified random sampling. This type of research is quantitative research using SEM PLS analysis techniques with Smart-PLS 4.0 software. Based on these findings, it was found that (1) competence can significantly and positively influence work readiness, (2) social support has no effect on work readiness, (3) self-efficacy moderates the influence of competence on work readiness and self-efficacy, (4) self-efficacy cannot moderate social support on work readiness of final undergraduate students at FEB Unsoed.
Keywords: Work Readiness, Competence, Social Support and Self Efficacy
3951641943J0B018041PENERJEMAHAN DOKUMEN PENGAWASAN TENAGA KERJA ASING KE DALAM BAHASA MANDARIN DI DINAS TENAGA KERJA, KOPERASI DAN UKM KABUPATEN BANYUMAS"Penerjemahan Dokumen Pengawasan Tenaga Kerja Asing Ke Dalam Bahasa Mandarin di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas". Tujuan dilaksanakannya praktik kerja ini adalah mengetahui proses penerjemahan dokumen pengawasan tenaga kerja asing ke dalam Bahasa Mandarin dengan menggunakan metode penerjemahan semantik di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas, Praktik kerja lapangan ini dilatarbelakangi karena tidak adanya penerjemah di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas sehingga penulis melaksanakan praktik kerja lapangan di dinas tersebut untuk membantu menerjemahkan dokumen pengawasan tenaga kerja asing agar tenaga kerja asing asal Tiongkok dapat memahami isi dari dokumen tersebut. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu metode observasi, metode wawancara, metode studi pustaka dan metode jelajah internet. Pada kegiatan penerjemahan ini, penulis menggunakan satu metode penerjemahan yaitu metode penerjemahan semantik sebagai metode dalam menerjemahkan dokumen pengawasan tenaga kerja asing Penulis menggunakan metode penerjemahan semantik karena terdapat banyak ungkapan,istilah, kata kunci yang terdapat pada dokumen pengawasan tenaga kerja asing. Ada empat tahapan dalam kegiatan praktik kerja yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, tahap evaluasi dan hasil serta tahap simpulan yang berisi kendala dan solusi. Hasil praktik kerja adalah dokumen pengawasan tenaga kerja asing berbahasa Mandarin menggunakan metode penerjemahan semantik. Hasil terjemahan dokumen pengawasan tenaga kerja asing juga dapat digunakan untuk membantu tenaga kerja asing asal Tiongkok memahami jenis-jenis dokumen yang diperlukan selama bekerja di Indonesia.“Penerjemahan Dokumen Pengawasan Tenaga Kerja Asing ke dalam Bahasa Mandarin di Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas” 实习的地点在 Banyumas县,劳工,合作与UKM部。实习的原因是在 Dinas Tenaga Kerja, Koperasi, dan UKM Kabupaten Banyumas 没有翻译所以作者帮 助翻译文件,所以中国劳工能过理解文件的内容。实习的目的是使用语义方 法翻译外籍劳工的文件。作者使用四个收集方法是观察方法,访谈方法,图 书研究浏览方法,浏览互联网方法。在这份实习活动中,作者用一种翻译方 法是语义翻译方法。实习活动中有四个阶段就是准备阶段,实施阶段,评价 与结果,障碍物与方案。实习的结果是外籍劳工检查的文件已从印尼语翻译 成汉语,并受到好评。实习的结果也可以用于帮助来自中国的外籍工人了解 在印尼工作时所需的文件类型。
3951742030I1A018106Faktor-Faktor yang Berpengaruh Terhadap Kepemilikan Jamban Sehat di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten BanyumasLatar Belakang: Adanya kebutuhan fisiologis manusia seperti memiliki rumah yang mencakup kepemilikan jamban sehat merupakan bagian dari kebutuhan setiap anggota keluarga. Masalah kondisi lingkungan tempat pembuangan kotoran manusia tidak lepas dari aspek kepemilikan terhadap sarana yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berpengaruh terhadap kepemilikan jamban sehat di Kecamatan Kedungbanteng Kabupaten Banyumas.
Metodologi: Jenis penelitian dengan desain cross sectional. Lokasi penelitian di Desa Beji, Karangnangka, dan Kebocoran pada bulan Februari 2023. Populasi sebanyak 18.363 kepala keluarga dan sampel sebanyak 157 orang diambil dengan teknik multistage sampling.
Hasil Penelitian: Hasil penelitian menunjukkan sikap terhadap pemanfaatan jamban sehat (p=0,001) dan pendapatan (p=0,033) berhubungan dengan kepemilikan jamban sehat. Variabel yang tidak berhubungan yaitu pengetahuan tentang jamban sehat (p=0,894), praktik terhadap pemanfaatan jamban sehat (p=0,057), ketersediaan air bersih (p=0,643), dan peran tenaga kesehatan (p=0,099). Variabel yang berpengaruh yaitu sikap terhadap pemanfaatan jamban sehat (p value 0,005; OR 2,826) dan pendapatan (p value 0,049; OR 2,251).
Kesimpulan: Variabel yang paling berpengaruh terhadap kepemilkan jamban sehat di Kecamatan Kedungbanteng yaitu sikap terhadap pemanfaatan jamban sehat.
Background: The existence of human physiological needs, such as having a house that includes ownership of a healthy toilet, is part of the needs of every family member. The problem of environmental conditions in places where human waste is disposed of cannot be separated from the aspect of ownership of the facilities used. This research aims to determine the factors that influence the ownership of healthy latrines in Kedungbanteng District, Banyumas Regency.
Methodology: This type of research has a cross sectional design. The research location was in the villages of Beji, Karangnangka, and Kebocaan in February 2023. The population was 18.363 heads of families and a sample of 157 people was taken using a multistage sampling technique.
Research Results: The results showed that attitudes towards the use of healthy latrines (p=0.001) and income (p=0.033) were related to ownership of healthy latrines. Variables that were not related were knowledge about healthy latrines (p=0.894), practices regarding the use of healthy latrines (p=0.057), availability of clean water (p=0.643), and the role of health workers (p=0.099). The influencing variables were attitudes towards the use of healthy latrines (p value 0.005; OR 2.826) and income (p value 0.049; OR 2.251).
Conclusion: The variable that has the most influence on the ownership of healthy latrines in Kedungbanteng District is the attitude towards using healthy latrines.
3951841922E1A019016ANALISIS YURIDIS KEBIJAKAN KONSERVASI BANGUNAN DI KAWASAN KOTA LAMA BANYUMASIndonesia adalah negara yang memiliki warisan budaya yang berwujud dan tidak berwujud. Salah satu warisan budaya yang berwujud yaitu bangunan. Dewasa kini bangunan sejarah banyak yang dihancurkan untuk dibangun menjadi bangunan modern sehingga keberadaannya harus dipertahankan dan dilindungi secara hukum. Kebijakan konservasi bangunan bertujuan untuk melindungi kelestarian lingkungan hidup yang mencakup sumber daya alam dan sumber daya buatan. Penelitian ini adalah yuridis normatif dan menggunakan metode pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual untuk mengkaji peraturan perundang-undangan yang berkaitan dengan Cagar Budaya. Metode pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi kepustakaan. Data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Data yang telah terkumpul kemudian dianalisis secara kualitatif dan disajikan dalam bentuk teks naratif.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan kebijakan hukum konservasi bangunan di Kawasan Kota Lama Banyumas diwujudkan melalui penetapan Kota Lama Banyumas sebagai kawasan lindung, kegiatan inventarisasi bangunan di Kota Lama Banyumas, penetapan Cagar Budaya di Kota Lama Banyumas dan pendanaan pelestarian Cagar Budaya di Kota Lama Banyumas. Bangunan bersejarah di Kota Lama Banyumas belum ditetapkan sebagai Cagar Budaya karena pembatasan masa jabatan Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Banyumas dan bangunan yang didominasi oleh aset pribadi. Pemerintah Daerah tidak dapat menetapkan suatu bangunan sebagai Cagar Budaya tanpa rekomendasi dari Tim Ahli Cagar Budaya Kabupaten Banyumas sehingga dana pelestarian tidak dapat dianggarkan untuk bangunan yang belum memiliki status sebagai Cagar Budaya.
Indonesia is a country that has tangible and intangible cultural heritage. One of the intangible cultural heritages is buildings. Nowadays, many historical building are being destroyed to be built into modern buildings, so their existence must be maintained and protected by the law. The building conservation policy aims to protect the environment which includes natural resources and artificial resources. This research is normative juridical and uses a statutory approach and conceptual approach to examine statutory regulations relating to Cultural Heritages. Data collection methods use interviews, observation and literature study. The data that has been collected is then analyzed qualitatively and presented in the form of narrative text.
Based on the results of research and discussion, the legal policies for building conservation in the Historic Town of Banyumas is realized through the designation of the Historic Town of Banyumas as protected area, building inventory activities in the Historic Town of Banyumas, the establishment of Cultural Heritage in the Historic Town of Banyumas and funding for the conservation of Cultural Heritage in the Historic Town of Banyumas. Historical buildings in the Historic Town of Banyumas have not been designated as Cultural Heritage because limitation the term of of service of the Banyumas Cultural Heritage Expert Team has expired and most of the building are owned by private assets. The Regional Government cannot designate a building as Cultural Heritage without a recommendation from the Banyumas Cultural Heritage Expert Team so that conservation funds cannot be budgeted for buildings that do not yet have Cultural Heritage status.
3951941921H1B019093PENGARUH VARIASI KONFIGURASI ALAT SAMBUNG BAUT TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN MOMEN KOMPOSIT BAMBU KAYU LAMINASISemakin banyak kebutuhan kayu seiring dengan dampak deforestasi, maka diperlukan suatu alternatif berupa komposit. Tidak hanya itu, dalam suatu konstruksi bangunan sambungan merupakan bagian yang sangat penting. Dalam penelitian ini akan menganalisis kekuatan sambungan momen dengan komposit kayu bambu laminasi. Pengujian sambungan momen pada komposit kayu bambu laminasi dilakukan untuk membuat satu balok dengan lebar 55 mm dan tinggi 500 mm dengan variasi 2 konfigurasi baut, 3 konfigurasi baut, dan 4 konfigurasi baut. Berdasarkan perhitungan analisis LRFD menggunakan metode analisis ultimit didapatkan nilai resultan gaya pada masing-masing konfigurasi baut (Rtotal) untuk konfigurasi 2 baut sebesar 99,29 kN, untuk konfigurasi 3 baut sebesar 60,881 kN, dan untuk konfigurasi 4 baut sebesar 77,422 kN. Berdasarkan perhitungan analisis ultimit didapatkan nilai Pn untuk konfigurasi 2 baut sebesar 0,05 kN, untuk konfigurasi 3 baut sebesar 0,05 kN, dan untuk konfigurasi 4 baut sebesar 0,1 kN.The increasing demand for wood along with the impact of deforestation necessitates an alternative in the form of composites. Not only that, in construction, joints are a crucial component. This research will analyze the moment strength of connections using laminated bamboo wood composites. Moment connection testing on laminated bamboo wood composites was conducted to create a beam with a width of 55 mm and a height of 500 mm, with variations of 2 bolt configurations, 3 bolt configurations, and 4 bolt configurations. Based on LRFD analysis calculations using the ultimate analysis method, the resultant force values for each bolt configuration (Rtotal) were obtained. For the 2-bolt configuration, it was 99.29 kN; for the 3-bolt configuration, it was 60.881 kN; and for the 4-bolt configuration, it was 77.422 kN. Based on ultimate analysis calculations, the Pn values for the 2-bolt configuration were 0.05 kN, for the 3-bolt configuration were 0.05 kN, and for the 4-bolt configuration were 0.1 kN.
3952044030F1F019079Perbandingan Konservatisme Politik Amerika Serikat di bawah Donald Trump dan Hongaria di bawah Viktor Orbán Tahun 2017–2021Selama masa jabatan Donald Trump sebagai presiden, Amerika Serikat membuat
banyak kebijakan, kebanyakan di antaranya dibuat berdasarkan nilai-nilai
konservatif. Salah satunya adalah pembangunan Tembok Perbatasan AS–Meksiko
pada tahun 2018. Hongaria, di bawah kepemimpinan Viktor Orbán, membangun
Pagar Perbatasan Hongaria–Kroasia dan Hongaria Serbia sebagai respons
terhadap Krisis Migran Eropa tahun 2015 pada tahun 2016. Steve Bannon, salah
satu dari tangan kanan Donald Trump, menyatakan bahwa Orbán adalah “Trump
sebelum Trump” pada sebuah konvensi di Hongaria pada tahun 2018. Dalam
penelitian ini, akan dilakukan perbandingan antara kedua negara dan
konservatisme politiknya, khususnya pada aspek media, imigrasi, lingkungan
hidup, dan isu perempuan.
During Donald Trump’s tenure as the president, the United States made a lot of
policies, many of them were made in the basis of conservative value. One of them
was the building of the U.S.–Mexico Border Wall in 2018. Hungary, under Viktor
Orbán’s premiership, built the Hungary–Croatia and Hungary–Serbia Border
Fences in response to the 2015 European Migrant Crisis in 2016. Steve Bannon, one of Donald Trump’s right hand men, stated that Orbán was “Trump before
Trump” in a convention in Hungary in 2018. In this research, a comparison will
be conducted between the two countries and their political conservatism, especially in the aspects of media, immigration, environment, and women’s rights.