Home
Login.
Artikelilmiahs
44435
Update
ANDRI KURNIAWAN
NIM
Judul Artikel
KOMUNIKASI ANTARPRIBADI KONSELOR DENGAN RESIDEN DALAM REHABILITASI PECANDU NARKOBA DI SENTRA “SATRIA” BATURRADEN KABUPATEN BANYUMAS
Abstrak (Bhs. Indonesia)
Setiap penyalahguna narkoba akan mengalami ketergantungan fisik dan mental terhadap hal-hal tertentu yang menimbulkan perubahan fisik dan perilaku. Pecandu narkoba wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial sesuai dengan pasal 1 angka 16 Undang-Undang No. 35 Tahun 2009. Untuk itu dibutuhkan keterlibatan keterlibatan seorang konselor agar dapat sembuh dari ketergantungan narkoba. Komunikasi antarpribadi antara konselor dan residen menarik untuk diteliti, apakah dalam prosesnya komunikasi antarpribadi membutuhkan teknik dan strategi khusus serta bagaimana hambatan yang dialami ketika komunikasi berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komunikasi antarpribadi antara konselor dan residen di Sentra Satria Baturraden. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ada deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang didapatkan kemudian dianalisis menggunakan pendekatan humantistik menurut Joseph A. Devito dengan lima kualitas yaitu keterbukaan diri, empati, sikap mendukung, sikap positif, dan kesetaraan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan observasi dan wawancara mendalam dengan enam informan, masing-masing tiga informan konselor dan tiga informan residen di Sentra Satria Baturraden dan dipilih berdasarkan teknik purpose sampling. Dari hasil penelitian ini ditemukan bahwa komunikasi interpersonal yang terbangun antara konselor dengan pasien pecandu narkoba (1) melakukan pendekatan terhadap pasien pecandu narkoba (2) komunikasi verbal dan non verbal antara konselor dengan pasien pecandu narkoba (3) membuat pasien familiar dengan konselor (4) menumbuhkan kepercayaan terhadap pasien pecandu narkoba (5) merekatkan sistem kekeluargaan. Hambatan dari komunikasi antarpribadi konselor dengan residen disebabkan oleh adanya faktor psikologis, faktor pendidikan, faktor usia dan bahasa.
Abtrak (Bhs. Inggris)
Every drug abuser will experience physical and mental dependence on certain things which cause physical and behavioral changes. Drug addicts are required to undergo medical rehabilitation and social rehabilitation in accordance with article 1 point 16 of Law no. 35 of 2009. This requires the involvement of a counselor in order to recover from drug addiction. Interpersonal communication between counselors and residents is interesting to research, whether the interpersonal communication process requires special techniques and strategies and what obstacles are experienced when communication takes place. This research aims to analyze interpersonal communication between counselors and residents at Balai Satria Baturraden. The method used in this research is descriptive qualitative. The research results obtained were then analyzed using a humanistic approach according to Joseph A. Devito with five qualities, namely self-disclosure, empathy, supportive attitude, positive attitude, and equality. Data collection was carried out by observation and in-depth interviews with six informants, three extension informants each and three resident informants at Balai Satria Baturraden and selected based on a purposive sampling technique. From the research results, it is known that the interpersonal communication that exists between counselors and drug addict patients (1) approaches drug addict patients (2) verbal and nonverbal communication between counselors and drug addict patients. drug addicted patients (3) make patients familiar with counselors (4) foster trust in drug addicted patients (5) strengthen the family system. Barriers to interpersonal communication between counselors and residents are caused by psychological factors, educational factors, age factors and language factors.
Kata kunci
Pembimbing 1
Pembimbing 2
Pembimbing 3
Tahun
Jumlah Halaman
Save