Artikel Ilmiah : C1A019092 a.n. RAHARDYAN FIRST BAGUS ANDIKA

Kembali Update Delete

NIMC1A019092
NamamhsRAHARDYAN FIRST BAGUS ANDIKA
Judul ArtikelANALISIS DAMPAK PENGGUNAAN QRIS TERHADAP PEDAGANG DI KAWASAN KAMPUS UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO
Abstrak (Bhs. Indonesia)Fintech semakin menjadi kebutuhan dengan memberikan manfaat di lingkungan masyarakat. Angka pertumbuhan pedagang pengguna QRIS di Kabupaten Banyumas merupakan yang tertinggi di eks karesidenan Banyumas. Penerapan QRIS pada pedagang menjadi sebuah terobosan dalam upaya mendukung digitalisasi pembayaran untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi digital. Hadirnya QRIS menjadi solusi untuk menyatukan keragaman kode QR. Tujuan penelitian ini untuk membandingkan penerimaan (omzet) penjualan, keuntungan penjualan, dan volume penjualan antara sebelum dan sesudah menggunakan QRIS. Populasi pada penelitian ini sebanyak 72 pedagang pengguna QRIS di kawasan kampus Universitas Jenderal Soedirman.
Metode sampling penelitian ini menggunakan metode sampel jenuh sehingga menggunakan seluruh populasi sebanyak 72 pedagang untuk dijadikan sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan metode wawancara menggunakan kuesioner sedangkan untuk teknik analisis data menggunakan Uji Wilcoxon.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan penerimaan (omzet) penjualan, yang mengalami peningkatan sebesar 6%. Pada keuntungan penjualan meningkat sebesar 6,04%, dan volume penjualan meningkat sebesar 4,21%.
Implikasi pada penelitian ini adalah pemerintah dapat mengembangkan insfrastruktur, khususnya pada sinyal dan jaringan. Bagi masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan mengenai literasi keuangan, khususnya pada pedagang di kawasan kampus Universitas Jenderal Soedirman.

Kata Kunci: Fintech, QRIS, Omzet Penjualan, Keuntungan Penjualan, Volume Penjualan, Pedagang
Abtrak (Bhs. Inggris)Fintech is increasingly becoming a necessity, providing benefits within the community. The growth rate of merchants using QRIS in Banyumas Regency is the highest within the former Banyumas residency. The implementation of QRIS among merchants represents a breakthrough in efforts to support payment digitalization, aiming to achieve digital economic growth. The introduction of QRIS serves as a solution to unify the diversity of QR codes. The purpose of this research is to compare the sales revenue, sales profit, and sales volume before and after adopting QRIS. The research population consists of 72 merchants utilizing QRIS in the vicinity of Universitas Jenderal Soedirman campus.
This research employs a saturated sampling method, encompassing the entire population of 72 merchants as the sample. Data collection is carried out through interviews using questionnaires, and the data analysis technique employed is the Wilcoxon test.
The findings of this research reveal a difference in sales revenue, with an increase of 6%. Sales profit has seen an increment of 6.04%, while sales volume has risen by 4.21%.
The implications of this study are that the government can develop infrastructure, particularly in signals and networks. For the community, it can enhance financial literacy, particularly among merchants in the Universitas Jenderal Soedirman campus area.

Keywords: Fintech, QRIS, Sales Turnover, Sales Profits, Sales Volume, Merchants
Kata kunciFintech, QRIS, Omzet Penjualan, Keuntungan Penjualan, Volume Penjualan, Pedagang
Pembimbing 1Dr. Arintoko, S.E., M.Si.
Pembimbing 2Ratna Setyawati Gunawan, S.E., M.Si.
Pembimbing 3Dr. Diah Setyorini Gunawan, S.E., M.Si.
Tahun2023
Jumlah Halaman11
Tgl. Entri2023-08-25 08:35:45.045215
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.