Artikel Ilmiah : I1C019098 a.n. DEVY WIDA AYU ANGGRAINI

Kembali Update Delete

NIMI1C019098
NamamhsDEVY WIDA AYU ANGGRAINI
Judul ArtikelPengembangan Madu Lebah Klanceng (Tetragonula biroi) Sebagai Pendamping Pengobatan Antihiperkolesterol Pada Tikus Yang Diinduksi Lemak
Abstrak (Bhs. Indonesia)Hiperkolesterolemia didefinisikan sebagai kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar kolesterol total di atas batas normal (<200 mg/dL). Madu lebah klanceng (Tetragonula biroi) memiliki kandungan antioksidan seperti quercetin, kaempferol, galangin, dan senyawa flavonoid lainnya yang dipercaya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol darah, sehingga perlu dilakukan penelitian dengan tujuan untuk menguji efektivitas madu lebah klanceng (Tetragonula biroi) sebagai suplemen antihiperkolesterol dengan menggunakan model tikus (Rattus norvegicus). Penelitian ini menggunakan desain eksperimental pretest-posttest with control group design pada model tikus putih dengan kondisi hiperkolesterolemia. Madu klanceng diperoleh dari petani madu Kabupaten Banyumas. Subjek penelitian terdiri dari 5 kelompok uji dengan tiap kelompok terdiri dari 5 ekor tikus. Kelompok perlakuan terdiri dari Kelompok I (tanpa perlakuan), Kelompok II (pemberian madu), Kelompok III (induksi lemak + madu), Kelompok IV (induksi lemak + simvastatin), dan Kelompok V (induksi lemak + simvastatin + madu). Kadar kolesterol yang telah diukur selanjutnya dilakukan analisis statistik menggunakan Uji Paired Sample T Test dan Uji ANOVA. Uji Paired T Test didapatkan hasil pada perlakuan Kelompok IV (p value = 0,043) dan Kelompok V (p value = 0,002). Kemudian, pada uji ANOVA antara Kelompok IV dan Kelompok V didapatkan p value 0,047. Hasil tersebut menggambarkan bahwa kadar kolesterol pada tikus yang diberikan induksi lemak serta pemberian kombinasi simvastatin dan madu memiliki perbedaan yang signifikan dibandingkan dengan kelompok perlakuan dengan pemberian madu sebagai monoterapi. Pemberian kombinasi madu lebah klanceng (Tetragonula biroi) sebagai pendamping pengobatan hiperkolesterolemia dan simvastatin sebagai agen antihiperholesterol memiliki aktivitas yang baik dalam menurunkan kadar kolesterol total pada tikus putih yang diinduksi lemak.

Abtrak (Bhs. Inggris)Hypercholesterolemia is defined as a disorder of lipid metabolism characterized by an increase in total cholesterol levels above normal limits (<200 mg/dL). Klanceng bee honey (Tetragonula biroi) contains antioxidants such as quercetin, kaempferol, galangin, and other flavonoid compounds that are believed to help lower blood cholesterol levels, so it is necessary to conduct a more in-depth study to test the effectiveness of klanceng bee honey (Tetragonula biroi) as an antihypercholesterole supplement using a rat model (Rattus norvegicus). This study used a pretest-posttest experimental design with control group design on white rat models with hypercholesterolemia conditions.
Cholesterol levels that have been measured are the subjected to statistical analys using the Paired Sample T Test and ANOVA Test. Paired T Test test results were obtained in Group IV treatment (p value = 0.043) and Group V (p value = 0.002). Then, the ANOVA test between Group IV and Group V obtained a p value of 0.047. These results illustrate that cholesterol levels in rats given fat induction and the combination of simvastatin and honey have a significant difference compared to the treatment group with honey as monotherapy.
Giving a combination of klanceng bee honey (Tetragonula biroi) as a companion to hypercholesterolemia treatment and simvastatin as an antihypercholesterol agent has good activity in reducing total cholesterol levels in fat-induced white rats.
Kata kunciMadu Lebah Klanceng, Antihiperkolesterol, Tikus
Pembimbing 1Prof. Dr. apt. Warsinah, M.Si
Pembimbing 2Prof. Dr. rer. nat. Imam Widhiono M.Z., M.Si
Pembimbing 3
Tahun2024
Jumlah Halaman8
Tgl. Entri2024-07-05 13:10:05.1531
Cetak Bukti Unggah
© Universitas Jenderal Soedirman 2026 All rights reserved.