Artikelilmiahs
Menampilkan 39.001-39.020 dari 48.943 item.
| # | Idartikelilmiah | NIM | Judul Artikel | Abstrak (Bhs. Indonesia) | Abtrak (Bhs. Inggris) | |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 39001 | 41544 | A1F017087 | PENGARUH KONSENTRASI EKSTRAK SABUT DAN TEMPURUNG KELAPA TERHADAP MUTU GULA KELAPA CAIR DARI GULA “BRONDOL” SETELAH PENYIMPANAN 3 BULAN | Gula “brondol” merupakan gula kristal kasar yang tidak lolos pengayakan mesh 16 dan diperoleh dari hasil samping pengolahan gula kristal. Untuk meningkatkan nilai jual gula brondol, gula brondol dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan gula kelapa cair. Gula kelapa cair memiliki potensi untuk dikembangkan karena tren konsumsi gula berprinsip organik dan lebih mudah dikonsumsi. Untuk menjaga mutu gula kelapa cair dilakukan penambahan antimikroba alami sebagai pengawet produk. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jenis antimikroba alami ekstrak sabut dan tempurung kelapa terhadap perubahan mutu gula kelapa cair setelah penyimpanan; mengetahui pengaruh konsentrasi antimikroba alami ekstrak sabut dan tempurung kelapa terhadap perubahan mutu gula kelapa cair setelah penyimpanan; dan mengetahui kombinasi jenis dan konsentrasi ekstrak antimikroba alami yang menghasilkan perubahan mutu gula kelapa cair terbaik setelah penyimpanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial dengan dua faktor yaitu jenis ekstrak antimikroba alami (sabut kelapa muda, sabut kelapa tua, tempurung kelapa muda, dan tempurung kelapa tua) dan konsentrasi ekstrak antimikroba alami (tanpa ekstrak, 1%, 3%, dan 5%). Uji sensori diamati sebelum penyimpanan yakni rasa, warna, aroma khas, kekentalan dan kesukaan. Variabel fisikokimia dan mikrobiologis yang diamati sebelum dan setelah penyimpanan 3 bulan meliputi kadar air, abu, gula reduksi, gula total, warna LAB, dan biomassa sel. Hasil uji dianalisis dengan ANOVA dan uji lanjut DMRT pada taraf kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis ekstrak sabut tua, tempurung muda dan tempurung tua menghasilkan perubahan kadar gula total gula kelapa cair yang lebih rendah dari ekstrak sabut muda; konsentrasi ekstrak sabut dan tempurung kelapa 1%, 3%, dan 5% menghasilkan perubahan kadar gula reduksi dan biomassa sel gula kelapa cair yang lebih kecil dari 0%, tetapi tidak ada perbedaan perubahan kadar gula reduksi dan biomassa sel antara konsentrasi 1%, 3% dan 5%; secara keseluruhan, pemberian ekstrak sabut dan tempurung kelapa dengan berbagai konsentrasi dapat mempertahankan kualitas gula kelapa cair karena menghasilkan karakteristik mutu yang tidak berubah secara signifikan setelah penyimpanan 3 bulan. Kombinasi perlakuan yang menghasilkan perubahan mutu gula kelapa cair terbaik didasarkan pada perubahan kadar gula total paling kecil setelah penyimpanan 3 bulan, yaitu ekstrak sabut tua dengan konsentrasi 5%. | "Brondol" sugar refers to coarse crystal sugar that does not pass through a 16 mesh sieve and is obtained as a by-product of crystal sugar processing. To enhance the selling value of brondol sugar, it can be utilized as a raw material for making liquid coconut sugar. Liquid coconut sugar has the potential for development due to the trend of consuming organically principled sugar and its ease of consumption. To maintain the quality of liquid coconut sugar, natural antimicrobial additives are used as product preservatives. The objectives of this study are to determine the effects of natural antimicrobial extracts from coconut husk and shell on the quality changes of liquid coconut sugar after storage; to understand the influence of the concentration of these natural antimicrobial extracts on the quality changes of liquid coconut sugar after storage; and to find the best combination of types and concentrations of natural antimicrobial extracts that produce the best quality change in liquid coconut sugar after storage. This study uses a Randomized Block Design (RBD) Factorial with two factors, namely the type of natural antimicrobial extract (young coconut husk, old coconut husk, young coconut shell, and old coconut shell) and the concentration of natural antimicrobial extract (without extract, 1%, 3%, and 5%). Sensory tests were observed before storage, including taste, color, characteristic aroma, thickness, and preference. Physicochemical and microbiological variables observed before and after 3 months of storage include water content, ash, reducing sugar, total sugar, LAB color, and cell biomass. The test results were analyzed using ANOVA and further DMRT test at a 95% confidence level. The results show that the extracts of old husk, young shell, and old shell produce lower total sugar changes in liquid coconut sugar than young husk extracts; concentrations of coconut husk and shell extracts of 1%, 3%, and 5% result in smaller changes in reducing sugar and cell biomass of liquid coconut sugar than 0%, but there is no difference in changes in reducing sugar and cell biomass between concentrations of 1%, 3%, and 5%; overall, the addition of coconut husk and shell extracts at various concentrations can maintain the quality of liquid coconut sugar, as it produces quality characteristics that do not change significantly after 3 months of storage. The best quality change in liquid coconut sugar is based on the smallest change in total sugar content after 3 months of storage, namely the extract of old husk with a 5% concentration. | |
| 39002 | 41545 | I1E018040 | PEMANFAATAN WISATA GURAU SEBAGAI SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA MASYARAKAT | ABSTRAK PEMANFAATAN WISATA GURAU SEBAGAI SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA MASYARAKAT Eki Setio yuniarto1. Indra Jati Kusuma2. Ernasiwi Astri Oktavilia2 Latar Belakang: Objek wisata Gurau merupakan destinasi wisata yang tergolong baru yang berada di Kecamatan Baturaden yang memiliki keindahan alam dan potensi yang baik namun belum di manfaatkan dengan baik sebagai sarana dan prasarana olahraga. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di wilayah objek wisata Gurau, dengan menggunakan sampel pengunjung yang datang ke objek wisata Gurau dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil Penelitian : Objek wisata Gurau layak untuk dijadikan sebagai sarana prasarana olahraga masyarakat, Kabupaten Banyumas. Pengunjung lebih merasakan ketenangan dan antusias saat berkunjung dan melakukan berbagai aktivitas di objek wisata Gurau bersama keluarga. Akan tetapi, masih perlu adanya peningkatan fasilitas penunjang dan akses menuju lokasi objek wisata. Kesimpulan: 1) Faktor penghambat objek wisata Gurau yaitu akses jalan menuju lokasi yang masih sepit. 2) Faktor pendukung objek wisata Gurau yaitu fasilitas yang mendukung, jarak yang tidak terlalu jauh dari pusat kota, secara alam bagus dan menunjang, dan dapat meningkatkan minat para pengunjung. 3) Objek wisata Gurau berpotensi untuk dijadikan sebagai sarana dan prasarana olahraga masyarakat. | ABSTRACT UTILIZING GURAU TOURISM AS COMMUNITY SPORTS FACILITIES AND INFRASTRUCTURE Eki Setio yuniarto1. Indra Jati Kusuma2. Ernasiwi Astri Oktavilia 2 Background: The Gurau tourist attraction is a relatively new tourist destination located in Baturaden District which has natural beauty and good potential but has not been utilized properly as sports facilities and infrastructure. Methodology: This study uses a qualitative descriptive method. The research was conducted in the area of the Gurau tourist attraction, using a sample of visitors who came to the Gurau tourist attraction using a purposive sampling technique. Data analysis uses the Miles and Huberman models. Research Results: Gurau tourism object is feasible to be used as a means of community sports infrastructure, Banyumas Regency. Visitors feel more calm and enthusiastic when visiting and doing various activities at the Jokes tourist attraction with their families. However, there is still a need to improve supporting facilities and access to tourist attraction locations. Conclusion: 1) The inhibiting factor for the Gurau tourist attraction is the access road to the location which is still narrow. 2) Factors supporting the Gurau tourist attraction, namely supporting facilities, a distance that is not too far from the city center, naturally good and supportive, and can increase the interest of visitors. 3) Jokes tourism objects have the potential to be used as community sports facilities and infrastructure | |
| 39003 | 44417 | I1B020008 | Factors Influencing Parents' Perception on Delivering Sexual Education for Adolescent with Disabilities | FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERSEPSI ORANG TUA DALAM MEMBERIKAN PENDIDIKAN SEKSUAL BAGI REMAJA PENYANDANG DISABILITAS Regita Nurliantika Arifin1, Dian Ramawati2, Meivita Dewi Purnamasari3 Latar Belakang: Remaja penyandang disabilitas mengalami pertumbuhan dan perkembangan dalam aspek seksual. Pendidikan seksual esensial untuk mendampingi remaja dalam dalam mengembangkan pengalaman seksual yang sehat. Orang tua merupakan salah satu pendidik utama bagi anak, persepsi orang tua tentang pendidikan seksual menentukan sikap mereka dalam menyampaikan pendidikan seksual. Peneliti ingin menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi persepsi orang tua dalam memberikan pendidikan seksual bagi remaja penyandang disabilitas Metode: Penelitian ini menggunakan analisis kuantitatif univariat, bivariat, dan mutlivariat. Pengambilan sampel menggunakan rule of thumb, dengan total responden 51 orang tua dari remaja penyandang disabilitas usia 10-19 tahun. Analisis data menggunakan chi-square, fisher exact, dan regresi logistik berganda. Hasil: Pengetahuan berhubungan signfikian dengan persepsi orang tua (p=0.007). Untuk variabel gender (p=1,000), lokasi tempat tinggal (p=0,412), agama (p=1.000), pendapatan (p=0,461), pendidikan (p=0,070), jenis disabilitas remaja (p=0,461) tidak memiliki hubungan yang signifikan dengan persepsi orang tua tentang pendidikan seksual. Analisis multivariat untuk pengetahuan orang tua (p = 0,999), pendidikan orang tua (p = 0,297) menunjukkan tidak ada nilai yang signifikan dan dengan demikian faktor dominan tidak dapat dipilih. Kesimpulan: Pengetahuan pendidikan seksual merupapakan salah satu faktor yang memepengaruhi persepsi orang tua dalam memberikan pendidikan seksual kepada remaja dengan disabilitas. Tidak ada faktor dominan yang mempengaruhi persepsi orang tua pada penelitian ini. Kata kunci: Pendidikan seksual; Persepsi orang tua; Remaja dengan disabilitas 1Mahasiswa Jurusan Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman 2,3Departemen Keperawatan. Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Jenderal Soedirman | FACTORS INFLUENCING PARENT PERCEPTION ON DELIVERING SEXUAL EDUCATION FOR ADOLESCENT WITH DISABILITES Regita Nurliantika Arifin1, Dian Ramawati2, Meivita Dewi Purnamasari3 Background: Adolescent with disabilities experience growth and development in sexual aspect. Sexual education is essential to assist adolescent develop a healthy sexual experience. Parent are one of the main educators for adolescent, parent perception about sexual education determines their attitude in delivering sexual education. Researcher wants to analyze what factors influencing parent perception on delivering sexual education for adolescent with disabilities Method: This research used quantitative analysis univariate, bivariate, and multivariate. Sampling used rule of thumb, with total respondent 51 parent of adolescent with disabilities age 10-19 years old. Data analysis used chi-square, fisher exact, and binary regression logistic. Result: Knowledge has significant relationship with parent perception (p=0.007). For variable gender (p=1.000), location of living (p=0.412), religion (p=1.000), income (p=0.461), education (p=0.070), types of adolescent disabilities (p=0.461) do not have significant relationship with parent perception about sexual education. Multivariate analysis for parent knowledge (p=0.999), parent education (p=0.297) show there is no significant value and the dominant factors cannot be selected. Conclusion: Knowledge factor is one of the factors that influence parent perception on delivering sexual education for adolescent with disabilities. There are no dominant factors that influence parent perception in this study. Keyword: Sexual education; Parent perception; Adolescent with diasbilities 1Student of the Nursing Department, Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University 2,3Department of Nursing. Faculty of Health Sciences, Jenderal Soedirman University | |
| 39004 | 44871 | C1I020012 | ANALYSIS OF THE CONTRIBUTION AND PROJECTION OF LOCAL TAX (TOURISM SECTOR) TO LOCAL OWN SOURCE REVENUE BANYUMAS REGENCY 2013-2022 | Studi ini meneliti kontribusi dan proyeksi pajak daerah, khususnya Pajak Hotel, Pajak Restoran, dan Pajak Hiburan, terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kabupaten Banyumas dari tahun 2013 hingga 2022. Data sekunder dari Badan Pendapatan Daerah digunakan, dan penelitian ini menggunakan metode seperti analisis Kontribusi, analisis Laju Pertumbuhan, dan Peramalan untuk menganalisis data. Temuan mengungkapkan bahwa Pajak Hotel, Pajak Restoran, dan Pajak Hiburan memiliki kontribusi yang sangat rendah terhadap total pendapatan, berdasarkan pengaruh yang disebutkan dalam studi yang dilakukan oleh Tim Litbang Depdagri-fisipol UGM pada tahun 1991. Namun, realisasi pendapatan pajak diproyeksikan akan meningkat setiap tahun karena konsolidasi pajak yang diimplementasikan oleh Undang-Undang nomor 1 tahun 2022, yang menggabungkan Pajak Hotel, Restoran, Hiburan, Parkir, dan Penerangan Jalan menjadi "Pajak Barang dan Jasa Tertentu" (PBJT). Penelitian ini memberikan wawasan berharga tentang sistem perpajakan dalam sektor pariwisata dan dampaknya terhadap pendapatan daerah Kabupaten Banyumas. | This study examines the contribution and projection of local taxes, specifically Hotel Tax, Restaurant Tax, and Entertainment Tax, to the Local Own Source Revenue in Banyumas Regency from 2013 to 2022. Secondary data from the Local Revenue Agency is utilized, and the research employs methods such as Contribution analysis, Growth Rate analysis, and Forecasting to analyze the data. The findings reveal that Hotel Tax, Restaurant Tax, and Entertainment Tax have a very low contribution to the overall revenue, based on the influence mentioned in a study conducted by Tim Litbang Depdagri-fisipol UGM in 1991. However, the realization of tax revenue is projected to increase annually due to the tax consolidation implemented by Law number 1 in 2022, which combines Hotel, Restaurant, Entertainment, Parking, and Street Lighting Taxes into "Certain services and goods taxes" (PBJT). This research provides valuable insights into the taxation system within the tourism sector and its impact on the local revenue of Banyumas Regency. | |
| 39005 | 45176 | H1A020014 | AUDIT ENERGI LISTRIK PADA BANGUNAN GEDUNG SEKOLAHAN DI SMPN 1 PEGANDON KENDAL JAWA TENGAH | Audit energi di gedung SMPN 1 Pegandon kabupaten Kendal Jawa tengah bertujuan untuk menganalisis konsumsi energi terutama pada sistem tata udara,pencahyaan dan peralatan listrik serta untuk meningkatkan kenyaman belajar mengajar dari siswa dan guru .tujuan utama dari audit energi ini adalah untuk mengevaluasi konsumsi energi dan memberikan rekomendasi berdasarkan kondisi sesungguhnya yang terjadi di lapangan,audit energi yang dilakukan adalah audit energi awal dengan metode deskriptif analisis dan pendekatan kuantitatif bertujuan memberikan gambaran lengkap,sistematis,dan faktual tentang fakta serta hubungan antara variabel yang diteliti dari pengumpulan data primer dan sekunder di lokasi penelitian. Hasil analisis menunjukkan nilai IKE awal sebesar 14,2 kWh/m2/tahun,yang masih dibawah standart dan tergolong sangat hemat dan efisien.rekomendasi yang diperoleh yaitu meliputi penyesuaian dari kapasitas AC dan perancangan ulang dari sistem pencahayaan jika rekomendasi ini ditetapkan,adapun beban dan biaya tambahan yang perlu dikeluarkan ada sebesar 30,8 % atau 701,3 kWh atau setara dengan Rp 631.170 rekomendasi ini akan menghasilkan nilai IKE sebesar 15,737 kWh/m2/tahun dimana hasil ini juga masih tergolong sangat efisien ,dengan demikian penerapan rekomendasi ini diharapkan dapat lebih meningkatkan kenyamanan dari proses belajar mengajar siswa dan guru di SMPN 1 Pegandon | The energy audit in the SMPN 1 Pegandon building, Kendal district, Central Java aims to analyze energy consumption, especially in the air conditioning system, lighting and electrical equipment as well as to increase the comfort of teaching and learning for students and teachers. The main objective of this energy audit is to evaluate energy consumption and provide recommendations based on actual conditions occurring in the field, the energy audit carried out was an initial energy audit using descriptive analysis methods and a quantitative approach aimed at providing a complete, systematic and factual picture of the facts and relationships between the variables studied from primary and secondary data collection at the research location. The analysis results show that the initial IKE value is 14.2 kWh/m2/year, which is still below the standard and is classified as very economical and efficient. The recommendations obtained include adjustments to the AC capacity and redesign of the lighting system if this recommendation is established, as for the load and The additional costs that need to be incurred are 30,8 % or 701,3 kWh or the equivalent of Rp. 631.170. This recommendation will produce an IKE value of 15,737 kWh/m2/year, where this result is still classified as very efficient, thus the implementation of this recommendation is expected to be able to further increasing the comfort of the teaching and learning process for students and teachers at SMPN 1 Pegandon | |
| 39006 | 41293 | A1D018058 | KUALITAS FISIK DAN KIMIA BERAS TIGA VARIETAS PADI FUNGSIONAL DENGAN TIGA SISTEM BUDIDAYA | Sebagian besar masyarakat Indonesia menjadikan beras sebagai bahan makanan pokok. Peningkatan kebutuhan beras menyebabkan perlu dilakukannya peningkatan produksi beras, salah satu cara peningkatan produksi beras yaitu dengan cara budidaya secara organik. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui kualitas sifat fisik dan kimia beras tiga varietas padi fungsional, mengetahui pengaruh pemupukan organik terhadap kualitas sifat fisik dan kimia beras padi fungsional, dan mengetahui jenis pemupukan yang sesuai untuk mendapatkan kualitas fisik dan kimia beras tiga varietas padi fungsional. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Jenderal Soedirman dan Laboratorium Flavor Balai Besar Penelitian Tanaman Padi Sukamandi, Subang, Jawa Barat. Materi yang digunakan untuk data diperoleh dari hasil pemanenan di Desa Linggasari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas. Variabel fisik yang diamati yaitu persentase kadar air gabah dan rendemen beras pecah kulit. Variabel kimia yang diamati persentase kadar protein, persentase kadar lemak, persentase kadar abu, persentase kadar karbohidrat dan kadar amilosa. Data dianalisis menggunakan uji F, apabila ada perbedaan nyata antar perlakuan dilanjutkan uji Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) serta untuk persentase amilosa pati menggunakan analisis deskriptif. Ketiga varietas menunjukkan kualitas fisik dan kimia yang berbeda pada rendemen beras pecah kulit, kadar protein, dan kadar lemak. Beras hitam memiliki kadar amilosa paling tinggi dibanding beras Protani dan Inpari 24. Budidaya dengan pemupukan non organik mampu menghasilkan beras pecah kulit dengan kualitas fisik dan kimia terbaik. Rendemen beras pecah kulit tertinggi diperoleh pada Inpago Unsoed Protani dengan pemupukan non organik. Budidaya dengan pemupukan semi organik menghasilkan kadar lemak paling tinggi | Most Indonesian people make rice as a staple food. The increase in rice demand led to the need to increase rice production, one way to increase rice production is by organic cultivation. This study was conducted to determine the quality of the physical and chemical properties of rice three functional rice varieties, determine the effect of organic fertilization on the quality of the physical and chemical properties of rice functional rice, and determine the appropriate type of fertilization to obtain the physical and chemical quality of rice three functional rice varieties. The research was conducted at the Food Technology Laboratory of the Faculty of Agriculture, University of Jenderal Soedirman and Flavor Laboratory of the Sukamandi Rice Research Center, Subang, West Java. The material used for the data obtained from harvesting in Linggasari Village, Kembaran District, Banyumas Regency. The physical variables observed were the percentage of moisture content of grain and the yield of broken rice skin. Chemical variables observed percentage of protein content, percentage of fat content, percentage of ash content, percentage of carbohydrate content and amylose content. The Data were analyzed using the F test, if there is a real difference between treatments followed by Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) test. As for the percentage of starch amylose using descriptive analysis. The three varieties showed different physical and chemical qualities in skin broken rice yield, protein content, and fat content. Black rice has the highest amylose content copared to Protani rice and Inpari 24. Cultivation with nonorganic fertilization is able to produce rice broken skin withthe best physical and chemical qualities. The highest yield of broken rice husk obtained in Inpago Unsoed Protani with non-organic fertilization. Cultivation with semi-organic fertilization produces the highest fat content. | |
| 39007 | 41547 | A1A019088 | Perencanaan Laba Jangka Pendek Pengolahan Benih Cabai Rawit pada Flos Hidroponik Organik Kabupaten Temanggung. | Flos Hidroponik Organik merupakan perusahaan perorangan bidang pertanian yang terletak di Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung. Perusahaan tersebut mengalami beberapa masalah salah satunya adalah belum menentukan secara akurat seberapa besar volume penjualan yang harus dicapai agar tidak mengalami kerugian dan memenuhi target laba yang diinginkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) biaya produksi, penerimaan dan pendapatan. (2) perencanaan laba jangka pendek. Penelitian dilaksanakan pada bulan mei sampai juni 2023 di Flos Hidroponik Organik, Desa Bansari, Kecamatan Bansari, Kabupaten Temanggung. Pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara melalui kuesioner. Analisis data yang digunakan adalah analisis biaya, penerimaan, pendapatan, analisis efisiensi usaha dan perencanaan laba jangka pendek yang meliputi laba kontribusi, break even point (BEP), margin of safety (MOS), degree of operating leverage (DOL), dan R/C ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) biaya produksi pada satu periode produksi adalah sebesar Rp71.644.913,00 dengan penerimaan sebesar Rp108.206.000,00 dan pendapatan sebesar Rp. 36.779.511 ,40. (2) perencanaan laba jangka pendek: nilai BEP volume produksi sebesar 0,91 kg dengan BEP penerimaan sebesar Rp642.426,47 dan BEP harga produksi sebesar Rp. 463.481,13 per kg. Nilai MOS sebesar 99,4%. Nilai DOL sebesar 1,01 kali dan laba kontribusi sebesar 34% atau Rp. 39.954.110,00. (3) analisis efisiensi usaha memperoleh hasil perhitungan sebesar 1,51 yang berarti layak untuk diusahakan. | Flos Hydroponic Organic is an individual agricultural company locating in Bansari Village, Bansari District, Temanggung Regency. The company right now is experiencing several problems, one of them is not accurately determining how much sales volume must be achieved so as not to suffer losses and meet the desired profit target This study aims to determine (1) production costs, revenues and income. (2) short-term profit planning. The research was conducted in May 2023 at the Flos Hydroponic Organic, Bansari Village, Bansari District, Temanggung Regency. Data collection was carried out through interviews and questionnaires. The data analysis used was an analysis of costs, revenues, business efficiency, and short-term profit planning, which included the profit contribution, break-even point (BEP), margin of safety (MOS), degree of operating leverage (DOL) and R/C ratio. The results show that (1) production costs in one production period amounting to Rp71.644.913, with revenues of Rp108.206,000.00 and income of Rp39.448,610.00. (2) short term profit planning: production volume BEP value of 0,91 kg with revenue BEP of Rp642.426,47 and the BEP production price of Rp463.481,00 per kg. The MOS value is 99.4%. The DOL value is 1.01 times and the profit contribution is 34% or Rp36.779.511,40. (3) business efficiency analysis obtains a calculation result of 1.51 which means it is feasible to work on. | |
| 39008 | 41548 | F1A019068 | Pengaruh Pusat Kesejahteraan Sosial Terhadap Penanggulangan Kemiskinan di Desa Jambusari Kecamatan Jeruklegi Kabupaten Cilacap | Kemiskinan merupakan masalah sosial yang bersifat global yang dapat diukur menggunakan konsep kemampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Indonesia merupakan salah satu negara yang juga mengalami permasalahan kemiskinan. Kemiskinan Pemerintah mengupayakan strategi untuk menanggulangi kemiskinan melalui Pusat Kesejahteraan Sosial yang merupakan lembaga sosial yang berada di tingkat desa/kelurahan yang membantu bagi warga miskin dan rentan miskin. Penelitian mengenai Pengaruh Pusat Kesejahteraan Sosial Terhadap Penanggulangan Kemiskinan di Desa Jambusari, Kecamatan Jeruklegi, Kabupaten Cilacap ini ditujukan untuk mengetahui program penanggulangan dari Pusat Kesejahteraan Sosial yang mendukung upaya penanggulangan kemiskinan di Desa Jambusari dan untuk mengetahui pengaruh Pusat Kesejahteraan Sosial terhadap penanggulangan kemiskinan di Desa Jambusari. Penelitian ini menggunakan metode yaitu survei dengan sumber data primer dari hasil survei yang dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini yaitu diketahui program Pusat Kesejahteraan Sosial yang mendukung penanggulangan kemiskinan dan diketahui juga bahwa terdapat pengaruh dari Pusat Kesejahteraan Sosial terhadap penanggulangan kemiskinan di Desa Jambusari berdasarkan hasil analisis regresi linier sederhana. | Poverty is a global social problem that can be measured using the concept of ability to meet basic needs (the basic needs approach). Indonesia is a country that also experiences poverty problems. Poverty The government is pursuing a strategy to tackle poverty through the Social Welfare Center, which is a social institution at the village level that helps the poor and vulnerable to poverty. This research on the influence of the Social Welfare Center on poverty reduction in Jambusari Village, Jeruklegi District, and Cilacap Regency is aimed at identifying the prevention programs of the Social Welfare Center that support poverty alleviation efforts in Jambusari Village and determining the effect of the Social Welfare Center on poverty alleviation in Jambusari Village. This study uses a survey method with primary data sources from survey results, which are analyzed using simple linear regression. The results of this study show that it is known that the Social Welfare Center program supports poverty alleviation, and it is also known that there is influence from the Social Welfare Center on poverty alleviation in Jambusari Village based on the results of simple linear regression analysis. | |
| 39009 | 41550 | I1E019004 | POTENSI UKM PERSAUDARAAN SETIA HATI TERATE SEBAGAI ALAT PENCEGAHAN KEKERASAN SEKSUAL PADA MAHASISWA DI UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN | Latar Belakang: Kekerasan terhadap Perempuan dapat terjadi dimanapun termasuk di Perguruan Tinggi. Unit Kegiatan Mahasiswa Persaudaraan Setia Hati Terate (UKM PSHT) dapat menjadi salah satu unit pencegahan di perguruan tinggi karena memiliki program latihan reguler yang dapat meningkatkan kesehatan fisik, memberikan pencegahan melalui fisik dan mental serta mengurangi tonic immobility. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan di UKM PSHT Universitas Jenderal Soedirman dengan peneliti sebagai human instrument. Instumen penelitian menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi dengan pengambilan sampel melalui purposive sampling. Data hasil penelitian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil Penelitian: Tujuan UKM PSHT dan filosofi lambangnya mendukung pencegahan kekerasan seksual. Program latihan reguler memberikan pencegahan secara fisik dan mental. Syarat dan ketentuan untuk mengikuti ujian kenaikan tingkat adalah hafal dan memahami materi serta mempersiapkan kondisi mental dan fisik. Kesimpulan: Tujuan UKM PSHT dan Filosofi lambangnya tidak dibuat khusus untuk mencegah kekerasan seksual tetapi secara tidak langsung mendukung pencegahan kekerasan seksual. Kegiatan Kesetia Hatian dan sambung mencegah secara mental sedangkan kegiatan senam, jurus, kripen dan sambung mencegah secara fisik. Syarat dan ketentuan mengikuti ujian kenaikan tingkat adalah mempersiapkan materi, mental dan fisik. Setelah mengikuti kegiatan sambung mahasiswa dapat mengurangi tonic immobility. | Background: Violence against Women can occur anywhere, including in universities. The Student Activity Unit of the Persaudaraan Setia Hati Terate (UKM PSHT) can be one of the prevention units in higher education because it has a regular exercise program that can improve physical health, provide prevention through physical and mental and reduce tonic immobility. Methodology: This research is a qualitative descriptive research conducted at UKM PSHT Universitas Jenderal Soedirman with researchers as human instruments. Research instruments use interviews, observation and documentation with sampling through purposive sampling. The research data is analyzed through data reduction, data presentation and conclusions. Research Results: The purpose of UKM PSHT and their emblematic philosophy support the prevention of sexual violence. A regular exercise program provides physical and mental prevention. The terms and conditions for taking the level-up exam are to memorize and understand the material and prepare for mental and physical conditions. Conclusion: The purpose of UKM PSHT and their emblematic philosophy are not specifically made to prevent sexual violence but indirectly support the prevention of sexual violence. Loyalty and sambung activities prevent mentally while senam, moves, kripen and sambung activities prevent physically. The terms and conditions of taking the level increase exam are to prepare materially, mentally and physically. After participating in the activity, students can reduce tonic immobility. | |
| 39010 | 41549 | C1A016018 | Analisis Nilai Tambah Dan Efisiensi Usaha Pada Industri Kerajinan Rebana di Desa Kaliwadas Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes | Industri rebana di Desa Kaliwadas merupakan industri yang di produksi oleh industri rumah tangga (Home Industri) industri ini mampu memberikan eksternalitas positif bagi lingkungan sekitar. Salah satunya mampu menyerap ialah mampu menyerap tenaga kerja. Perkembangan dalam industri ini masih terbilang lambat dan belum memaksimalkan potensi yang ada. Penelitian bertujuan untuk (1) Menganalisis nilai tambah produk kerajinan industri rebana yang ada di Desa Kaliwadas. (2) Menganalisis tingkat efisiensi usaha kerajinan rebana yang ada di Desa Kaliwadas. di Desa Kaliwadas Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif. Penelitian ini menggunakan analisis efisiensi R/C ratio dan analisis nilai tambah metode hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Nilai rata-rata R/C ratio industri rebana di Desa Kaliwadas lebih besar dari 1 yaitu sebesar 1,740, (2) Industri rebana di Desa Kaliwadas mengeluarkan total biaya rata-rata selama satu bulan sebesar Rp 4.138.613, mendapatkan penerimaan sebesar Rp 7.200.000 dan memperoleh keuntungan sebesar Rp 3.068.387. Kata Kunci: Nilai Tambah, Efisiensi Usaha, Pendapatan. | The tambourine industry in Kaliwadas Village is an industry that is produced by home industries (Home Industry) this industry is able to provide positive externalities for the surrounding environment. One of them being able to absorb is being able to absorb labor. Developments in this industry are still relatively slow and have not maximized the existing potential. The research aims to (1) analyze the added value of tambourine industry handicraft products in Kaliwadas Village. (2) Analyze the level of efficiency of the tambourine craft business in Kaliwadas Village. in Kaliwadas Village, Bumiayu District, Brebes Regency. The analytical method used is quantitative descriptive analysis. This study uses the efficiency analysis of the R/C ratio and the added value analysis of the Hayami method. The results showed that: (1) The average value of the R/C ratio of the tambourine industry in Kaliwadas Village was greater than 1, which was 1.740, (2) The tambourine industry in Kaliwadas Village spent an average total cost for one month of IDR 4,138. 613, received receipts of IDR 7,200,000 and earned a profit of IDR 3,068,387. | |
| 39011 | 41551 | A1A019027 | PERSEPSI PEMUDA DESA TERHADAP PROFESI PERAJIN GULA KELAPA DI DESA SEMEDO KECAMATAN PEKUNCEN KABUPATEN BANYUMAS | Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi karakteristik pemuda Desa Semedo, menganalisis tingkat persepsi pemuda desa terhadap profesi perajin gula kelapa di Desa Semedo dan mengetahui hubungan antara faktor-faktor terkait persepsi pemuda desa dengan persepsi pemuda desa terhadap profesi perajin gula kelapa di Desa Semedo. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Semedo dengan responden berjumlah 92 orang pemuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa responden yang merupakan pemuda Desa Semedo didominasi oleh pemuda pada kelompok usia 16 hingga 18 tahun dengan tingkat pendidikan terakhir SMA/Sederajat dan tidak memiliki pengalaman bekerja. Tingkat persepsi pemuda desa terhadap profesi perajin gula kelapa yang diukur berdasarkan indikator pendapatan termasuk ke dalam kategori baik, berdasarkan indikator risiko usaha termasuk ke dalam kategori cukup baik dan berdasarkan indikator lingkungan kerja termasuk ke dalam kategori baik. Faktor-faktor yang memiliki hubungan signifikan dengan persepsi pemuda terhadap profesi perajin gula kelapa yakni usia, lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat. | This research aims to identify the characteristics of youth villages in Semedo Village, to analyze the level of youths’ village perception of the coconut sugar producer profession in Semedo Village and the relation between perception’s factors and youth’s village perception of the coconut sugar producer profession in Semedo Village. This research was conducted in Semedo Village with 92 youths’ number of respondents. The results of this study show the respondents, which are Semedo’s youth villages, are dominated by youth at the age of 16 to 18 years old, with a high school education and no work experience. The level of youths’ village perception towards the coconut sugar producer profession that measured based on income indicator is good, measured based on business risk indicator is sufficiently good and measured based on work environment indicator is good. The factors that have a significant relation with youths’perception of the coconut sugar producer profession are age, family environment and community environment. | |
| 39012 | 44418 | G1B020002 | Pengaruh Jumlah Isapan Asap Rokok Elektrik terhadap Ion Fluor Glass Ionomer Cements Konvensional | Jumlah perokok di Indonesia semakin meningkat, termasuk perokok elektrik. Salah satu alasan peningkatan jumlah perokok adalah adanya klaim rokok elektrik membantu perokok untuk berhenti, namun belum ada bukti ilmiah mengenai hal tersebut dan justru asap rokok elektrik membahayakan bagi tubuh, termasuk gigi. Asap rokok dapat menyebabkan karies dan untuk mengatasinya, gigi perlu diberikan tindakan restorasi. Suatu bahan restorasi yang memiliki kemampuan release fluor, yaitu Glass Ionomer Cements (GIC) konvensional. Pelepasan ion fluor dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya yaitu pH lingkungan yang rendah. Kondisi lingkungan yang asam dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh jumlah isapan asap rokok elektrik terhadap pelepasan ion fluor GIC konvensional. Penelitian ini dilakukan secara eksperimental laboratoris dengan pendekatan post-test with control group design. Sebanyak 54 sampel terbagi menjadi 6 kelompok, yaitu 5 kelompok perlakuan yang masing-masing dipaparkan asap rokok sebanyak 75, 150, 225, 300, dan 450 kali, serta satu kelompok kontrol yang direndam pada saliva artifisial. Perlakuan diberikan selama 21 hari. Pengujian kadar ion fluor dilakukan dengan alat spektrofotometer UV-Vis dengan analisis statistik berupa One-Way Anova. Hasil pengujian pelepasan ion fluor menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna kadar pelepasan ion fluor GIC konvensional antar kelompok. Kadar pelepasan ion fluor tertinggi terdapat pada kelompok V dengan paparan asap rokok sebanyak 450 kali dengan rerata ion fluor 6,79 ± 0,10 ppm. Simpulan penelitian ini adalah terdapat pengaruh jumlah isapan asap rokok elektrik terhadap pelepasan ion fluor glass ionomer cements konvensional. | The number of smokers in Indonesia is increasing, including e-smokers. One of the reasons for the increasing smokers is the claim that e-cigarettes help smokers to quit, but there is no scientific evidence dan in fact it is harmful to the body, including teeth. Cigarette smoke can cause caries dan to overcome this, teeth need a restoration. A material that can release fluor, namely conventional Glass Ionomer Cements (GIC). The release of fluor ion is influenced by several factors, one of which is low pH. Acidic environmental can be caused by smoking. The aim of this research was to determine the effect of the number of puffs of e-cigarette smoke on the release fluor ion of conventional GIC. This research was a laboratory experimental using a post-test with control group design. The 54 samples were divided into 6 groups, 5 treatment groups which was exposed to e-cigarette smoke 75, 150, 225, 300, dan 450 times, while the control group soaked in artificial saliva for 21 days. Fluor ion test used a UV-Vis spectrophotometer dan One-Way Anova analysis. The results of the fluor ion release test showed that there was a significant difference in the fluor ion levels between groups. The highest levels of fluor ion were in group V with exposure to e-cigarette smoke 450 times, namely 6.79 ± 0.10 ppm. The conclusion is that there is an influence of the number of puffs of e-cigarette smoke on the release of fluor ion from conventional GIC. | |
| 39013 | 44872 | I1C020088 | Aktivitas Nanopartikel Ekstrak Etanol Kulit Batang Bakau Hitam (Rhizophora mucronata) Terhadap Bakteri Salmonella Typhi | Infeksi pada saluran pencernaan, yaitu usus halus yang biasa disebut demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Namun, terapi antibiotik yang digunakan banyak mengalami resistensi sehingga perlu dicari alternatif solusi terapi dengan memanfaatkan bahan alam. Rhizophora mucronata mengandung metabolit sekunder berupa alkaloid, flavonoid, triterpenoid, tanin, saponin, dan fenol hidrokuinon yang dapat berpotensi sebagai antibakteri. Pengembangan dalam bentuk sediaan nanopartikel diperlukan untuk mengatasi berbagai kendala zat aktif pada bahan alam. Nanopartikel yang dibuat dilakukan uji aktivitas antibakteri yang dibandingkan dengan bentuk ekstrak pada konsentrasi yang sama (30%). Selain itu, dilakukan uji ukuran partikel, distribusi ukuran partikel, zeta potensial, dan morfologi. Aktivitas antibakteri terhadap S. typhi antara nanopartikel ekstrak etanol kulit batang R. mucronata dengan konsentrasi 30% menghasilkan diameter zona hambat 15,81 mm menunjukkan aktivitas penghambatan yang sudah tergolong kategori kuat namun lebih kecil dari bentuk ekstraknya dengan konsentrasi yang sama yaitu 30% menghasilkan diameter zona hambat 23,82 mm. Terdapat perbedaan aktivitas antibakteri yang signifikan antara bentuk nanopartikel dengan bentuk ekstrak pada konsentrasi yang sama (30%) dalam menghambat pertumbuhan bakteri S. typhi. Nanopartikel memiliki ukuran partikel 34,86 ± 2,084 mm, PDI 0,367 ± 0,056, zeta potensial -31,25 ± 2,474 mV, dan morfologi permukaan berupa bentuk kristal tidak beraturan. | Infection of the digestive tract, namely the small intestine, which is usually called typhoid fever, is caused by the Salmonella typhi. However, many antibiotic therapies used experience resistance, so it is necessary to look for alternative therapeutic solutions using natural ingredients. Rhizophora mucronata contains secondary metabolites in the form of alkaloids, flavonoids, triterpenoids, tannins, saponins and phenol hydroquinone which have antibacterial potential. Development of nanoparticle dosage forms is needed to overcome various obstacles to active substances in natural ingredients. The nanoparticles produced were tested for antibacterial activity compared with the extract form at the same concentration (30%). In addition, particle size, particle size distribution, zeta potential and morphology tests were carried out. Antibacterial activity against S. typhi between nanoparticles of R. mucronata stem bark ethanol extract with a concentration of 30% produces an inhibitory zone diameter of 15.81 mm, indicating inhibitory activity which is classified as strong but smaller than the extract form with the same concentration, produces a diameter inhibition zone 23.82 mm. There is a significant difference in antibacterial activity between the nanoparticle form and the extract form at the same concentration (30%) in inhibiting the growth of S. typhi. The nanoparticles have a particle size of 34.86 ± 2.084 mm, PDI 0.367 ± 0.056, zeta potential -31.25 ± 2.474 mV, and the surface morphology is an irregular crystal shape. | |
| 39014 | 45201 | C1A020086 | Analisis Pengaruh Bonus Demografi terhadap Pertumbuhan Ekonomi dengan Penanaman Modal Dalam Negeri sebagai Variabel Mediasi | Perekonomian Negara Indonesia memiliki pertumbuhan di kisaran angka 4-5 persen selama periode 2018-2023, dan terbilang rendah. Hal ini salah satunya disebabkan oleh fase bonus demografi yang belum dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lebih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari variabel bonus demografi, seperti rasio ketergantungan, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) Wanita, tabungan masyarakat, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terhadap pertumbuhan ekonomi melalui Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebagai variabel mediasi. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yang dianalisis menggunakan regresi data panel dan dipadukan dengan uji mediasi berupa analisis jalur dan uji sobel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rasio ketergantungan berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dan PMDN. TPAK Wanita tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi maupun PMDN. Tabungan Masyarakat berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan ekonomi dan tidak berpengaruh terhadap PMDN. IPM tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi dan berpengaruh positif terhadap PMDN. Sementara itu, PMDN tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi. Kemudian, PMDN tidak mampu memediasi seluruh variabel bonus demografi terhadap pertumbuhan ekonomi 34 provinsi di Indonesia pada tahun 2018-2023. Implikasi dari penelitian ini yaitu diperlukan peran pemerintah baik pusat maupun daerah untuk mengoptimalkan seluruh sumber daya dan potensi yang dimiliki guna memanfaatkan bonus demografi agar dapat berdampak pada kesejahteraan. Kemudian, pemerintah dapat mengarahkan investasi terutama PMDN yang masuk kepada sektor-sektor yang mampu membuka kesempatan kerja. | The Indonesian economy has growth in the range of 4-5 percent during the 2018-2023 period, and is relatively low. This is partly due to the demographic bonus phase that has not been utilized to encourage higher economic growth. This study aims to analyze the influence of demographic bonus variables, such as the dependency ratio, Women's Labor Force Participation Rate (TPAK), community savings, and the Human Development Index (HDI) on economic growth through Domestic Investment (PMDN) as mediating variables. The type of data used is secondary data that is analyzed using panel data regression and combined with mediation tests in the form of path analysis and sobel tests. The results of this study show that the dependency ratio has a negative effect on economic growth and PMD. Women's TPAK has no effect on economic growth and PMDN. Community Savings has a negative effect on economic growth and has no effect on PMDN. HDI has no effect on economic growth and has a positive effect on PMDN. Meanwhile, PMDN has no effect on economic growth. Then, PMDN was unable to mediate all demographic bonus variables on the economic growth of 34 provinces in Indonesia in 2018-2023. The implication of this study is that the role of both the central and regional governments is needed to optimize all resources and potentials they have in order to take advantage of the demographic bonus so that it can have an impact on welfare. Then, the government can direct investment, especially PMDN that enters sectors that are able to open up job opportunities. | |
| 39015 | 41552 | I1A016113 | DAMPAK KEBISINGAN TERHADAP PEKERJA DARI KEGIATAN PERTAMBANGAN INDUSTRI BATU ALAM (LITERATURE REVIEW) | ABSTRAK DAMPAK KEBISINGAN TERHADAP PEKERJA DARI KEGIATAN PERTAMBANGAN INDUSTRI BATU ALAM (LITERATURE REVIEW) Husni Tamrin Tianlean1, Suryanto2, Lu’lu Nafisah3 1 Mahasiswa Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman 2 Dosen Fakultas Fakultas Ilmu-Ilmu Kesehatan Jurusan Kesehatan Masyarakat Universitas Jenderal Soedirman Latar Belakang : Pembangunan industri berperan dalam meningkatkan devisa negara dan memenuhi kebutuhan pokok masyarakat namun demikian masih terdapat permasalahan yang terkait dengan kegiatan industri pertambangan batu alam diantanya kebisingan.maka tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana dampak kebisingan terhadap pendengaran pada perkerja pertambangan batu alam di wilayah industri. Metode penelitian : Metode yang digunakan adalah literature review dengan mengumpulkan dan menganalisis artikel-artikel yang digunakan seperti Pencarian literatur yang dilakukan dengan menggunakan beberapa database yaitu Google Scholar, DOAJ, dan Pubmed. Artikel yang dihasilkan kemudian dianalisis secara kualitatif,kuantitatif dan deskriptif. Hasil Penelitian :Dampak kebisingan yang di sebabkan oleh gangguan di tempat kerja, seperti mengurangi kenyamanan dalam bekerja, mengganggu komunikasi, mengurangi konsentrasi dan dapat mengganggu pekerjaan sehingga menyebabkan timbulnya kesalahan , hal ini di sebabkan oleh beberapa faktor yaitu faktor usia, Lama waktu kerja dalam lama masa kerja serta alat-alat yang digunakan di tempat kerja. Kesimpulan : Kebisingan berdampak pada produktivitas perkerja di kegiatan pertambangan ,oleh sebab itu kenapa diperlukan upaya untuk mengendalikan kebisingan di wilayah kegiatan industri batu alam. | ABSTRACT NOISE IMPACTS ON WORKERS FROM MINING ACTIVITIES OF THE NATURAL STONE INDUSTRY (LITERATURE REVIEWS) Hosni Tamrin Tianlean 1 , Suryanto 2 , Lu'lu Nafisah 3 1 Student of the Faculty of Health Sciences, Department of Public Health, Jenderal Soedirman University 2 Faculty Lecturers, Faculty of Health Sciences, Department of Public Health, Jenderal Soedirman University Background : Industrial development plays a role in increasing the country's foreign exchange and meeting the basic needs of the community. However, there are still problems related to the activities of the natural stone mining industry, one of which is noise. So the purpose of this study is to find out how noise impacts hearing in natural stone mining workers in industrial areas. Research methods : The method used is literature review by collecting and analyzing the articles used such as Literature search was carried out using several databases, namely Google Scholar , DOAJ, and Pubmed. The resulting articles were then analyzed qualitatively, quantitatively and descriptively. . Research Results: The impact of noise caused by distractions at work, such as reducing comfort at work, disrupting communication, reducing concentration and can interfere with work causing errors, this is caused by several factors, namely age factor , long working time length of service and the tools used in the workplace. Conclusion : Noise has an impact on the productivity of workers in mining activities, that's why efforts are needed to control noise in the area of natural stone industrial activities. | |
| 39016 | 41553 | I1E017028 | Persepsi Siswa Kelas XII Pada Pembelajaran Daring Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan di SMA Negeri 1 Bantarsari Kabupaten Cilacap | ABSTRAK PERSEPSI SISWA KELAS XII PADA PEMBELAJARAN DARING MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN DI SMA NEGERI 1 BANTARSARI KABUPATEN CILACAP Latar Belakang : Di Indonesia pandemi Covid-19 ini membuat seluruh aktivitas pendidikan dilakukan secara jarak jauh (daring) termasuk pada jenjang SMA. Kurikulum SMA sederajat dikelompokan menjadi tiga yaitu Mata pelajaran umum kelompok A, kelompok B, dan kelompok C. Mata pelajaran PJOK termasuk dalam mata pelajaran umum kelompok B. Adanya pembelajaran PJOK dengan metode daring, membuat siswa memiliki persepsi tersendiri terhadap mata pelajaran ini. Hasil studi pendahuluan didapatkan bahwa dalam pembelajaran daring penjas berlangsung, beberapa siswa beranggapan bahwa pembelajaran daring membosankan dan tidak menyenangkan. Hal ini terjadi karena siswa hanya mendengarkan dan melihat dari gambar, video, ataupun gerakan yang dicontohkan oleh guru. Metodologi : Menggunakan metode studi deskriptif kuantitatif. Total sampel yaitu 47 orang. Teknik pengambilan sampel dengan Proporsional Random Sampling. Jenis analisa data yang digunakan yaitu statistik deskriptif presentase. Hasil Penelitian : Persepsi Siswa pada Faktor Internal yaitu pada indikator mental mayoritas responden berada dalam katagori sedang (46,81%), indicator kecerdasan mayoritas dalam katagori negative (34,05%), dan indikator kejasmanian mayoritas berada dalam kategori sedang (44,68%). Persepsi Siswa pada Faktor Eksternal yaitu indikator sosial mayoritas pada katagori sedang (40,43%), indikator sosial mayoritas responden berada dalam katagori sedang (65,96%), Tingkat persepsi siswa dalam pembelajaran daring mata pelajaran PJOK berada pada kategori sedang. Kesimpulan : Persepsi Siswa pada Faktor Internal saat pembelajaran daring PJOK mayoritas berada dalam katagori sedang (36,17%). Persepsi Siswa pada Faktor Eksternal mayoritas berada dalam katagori sedang (36,17%). Tingkat persepsi siswa pada pembelajaran daring mata pelajaran PJOK mayoritas berada pada kategori sedang. Kata Kunci : daring, persepsi, PJOK. | ABSTRACT PERCEPTION OF CLASS XII STUDENTS ON ONLINE LEARNING SUBJECT OF HEALTH AND SPORT PHYSICAL EDUCATION AT SMA NEGERI 1 BANTARSARI, CILACAP DISTRICT Background : In Indonesia, the Covid-19 pandemic has forced all educational activities to be carried out remotely (online), including at the high school level. The curriculum for high school and its equivalent is grouped into three, namely general subjects in group A, group B, and group C. PJOK subjects are included in general subjects in group B. The existence of PJOK learning using the online method makes students have their own perceptions of this subject. The results of the preliminary study found that in physical education online learning, some students thought that online learning was boring and not fun. This happens because students only listen and see pictures, videos, or movements that are exemplified by the teacher. Method : This study is a quantitative descriptive. The total sample is 47 people. Sampling technique with Proportional Random Sampling. The type of data analysis used is percentage descriptive statistics. Result : Student’s perceptions of internal factors, namely the mental indicators of the majority of respondents are in the medium category (46.81%), the majority of intelligence indicators are in the negative category (34.05%), and the majority of physical indicators are in the medium category (44.68%). Students' perceptions of external factors, namely the majority of social indicators in the medium category (40.43%), the social indicators of the majority of respondents are in the medium category (65.96%), the level of students' perceptions in online learning of the PJOK subject is in the medium category. Conclusion : The majority of studen’s' perceptions of internal factors during PJOK online learning were in the medium category (36.17%). The majority of students' perceptions of external factors are in the moderate category (36.17%). The majority of students' perceptions of online learning in PJOK subjects are in the medium category. Keywords : online, perception, PJOK. | |
| 39017 | 41499 | F1F017059 | UPAYA PEMERINTAH INDONESIA DALAM MEMBERIKAN HAK PENDIDIKAN KEPADA ANAK PEKERJA MIGRAN INDONESIA DI PERKEBUNAN SAWIT SABAH MALAYSIA | Penelitian yang berjudul “ Upaya Pemerintah Indonesia dalam Memberikan Hak Pendidikan kepada Anak Pekerja Indonesia di Perkebunan Sawit Sabah Malaysia” berfokus kepada bagaimana upaya yang pemerintah Indonesia berikan hak pendidikan kepada anak pekerja migran Indonesia yang berada di perkebunan sawit Sabah Malaysia yang pada dasarnya merupakan anak - anak yang memiliki permasalahan yang sangat kompleks yaitu kekurangan dokumen resmi, eksploitasi anak, dan kekurangan akses pendidikan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode pengumpulan data melalui wawancara & dokumen. Penelitian ini dianalisis dengan konsep HAM yang merujuk pada konvensi hak anak dengan menggunakan skema 4A Tomasevski: Availability, Accessibility, Acceptability, dan Adaptability. Sebagai salah satu negara penandatangan United Nations Conventions on the Rights of the Child’s pemerintah Indonesia memiliki kewajiban untuk menjamin bahwa semua anak warga negaranya harus mendapatkan haknya atas pendidikan. Dalam upaya untuk menjamin pendidikan bagi anak pekerja migran Indonesia, pemerintah Indonesia berusaha untuk memberikan pendidikan berkualitas melalui pendidikan alternatif Community Learning Center. | This research entitled "Efforts of the Indonesian Government in Providing Education Rights to Indonesian Migrant Workers' Children in Sabah, Malaysia's Oil Palm Plantations" focuses on the Indonesian government's efforts to grant education rights to Indonesian migrant workers' children in Sabah's oil palm plantations. These children face complex issues, including lack of official documents, child exploitation, and limited access to education. This research adopts a qualitative approach, utilizing data collection through interviews and documents. The study is analyzed within the framework of human rights, referring to the Convention on the Rights of the Child, using Tomasevski's 4A scheme: Availability, Accessibility, Acceptability, and Adaptability. As a signatory to the United Nations Convention on the Rights of the Child, the Indonesian government holds the responsibility to ensure educational rights for all its children. In response to these challenges, the government endeavors to provide quality education through alternative education which is known as Community Learning Center. | |
| 39018 | 41493 | I1E018036 | PEMANFAATAN OBJEK WISATA ANTAP DESA CIKAKAK BANYUMAS SEBAGAI PRASARANA AKTIVITAS LUAR KELAS | Latar Belakang: Aktivitas Luar Kelas merupakan kegiatan pembelajaran di luar kelas yang dapat menambah aspek kegembiraan bagi siswa sebagaimana layaknya seorang anak yang sedang bermain di alam bebas. Menumbuhkan rasa cinta lingkungan karena dengan mengamati sendiri, siswa akan mengetahui keindahan alam dan cara menjaga dan melestarikanya. Objek wisata dapat digunakan sebagai prasarana aktivitas luar kelas termasuk objek wisata yang ada di sekitar Wilayah Banyumas yaitu Objek Wisata Antap. Metodologi: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian dilaksanakan di wilayah Objek Wisata Antap, SMP dan SMA/Sederajat se-Kecamatan Wangon. Sampel penelitian berjumlah 5 guru pendidikan jasmani dan 35 siswa SMP dan SMA/Sederajat se-Kecamatan Wangon dengan teknik purposive sampling. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil Penelitian Objek Wisata Antap layak untuk dijadikan sebagai prasarana aktivitas luar kelas.. Siswa lebih merasakan kesenangan belajar sehingga lebih termotivasi dalam kegiatan pembelajaran. Objek Wisata Antap juga sangat bermanfaaat untuk pendidikan karena menambah wawasan tentang kondisi dan keindahan alam yang terdapat disana. Tetapi, masih perlu adanya peningkatan keamanan dan akses menuju lokasi objek wisata. Kesimpulan: Objek Wisata Antap berpotensi untuk dijadikan sebagai prasarana pembelajaran melalui kegiatan aktivitas luar kelas, karena memiliki fasilitas yang mendukung, alam bagus, area wisata yang luas, dan dapat meningkatkan minat dan motivasi belajar siswa. | Background: Outdoor Activity are learning activities outside the classroom that can add aspects of excitement for students as befits a child playing in the wild. Fostering a sense of love for the environment because by observing for themselves, students will know the beauty of nature and how to protect and preserve it. Tourism objects can be used as infrastructure for out-of-class activities, including tourism objects around the Banyumas Region, namely Antap tourist object. Methodology: This research used a qualitative descriptive method. The research was conducted in the Antap Tourism Object area, junior high school and high school / equivalent in Wangon sub-district. The research sample amounted to 5 physical education teachers and 35 junior and senior high school students in Wangon sub-district using purposive sampling technique. Data analysis used the Miles and Huberman model. Result: Antap Tourism Object is suitable to be used as infrastructure for outdoor activities. Students feel more pleasure in learning so that they are more motivated in learning activities. Antap Tourism Objects are also very useful for education because they add insight into the conditions and natural beauty found there. However, there is still a need to improve security and access to tourist attraction locations. Conclusion: Antap Tourism Object has the potential to be used as a learning infrastructure through outdoor activities, because it has supporting facilities, good nature, a large tourist area, and can increase students interest and motivation to learn. | |
| 39019 | 41562 | A1D019012 | Pengaruh Pupuk Kasgot dan Zeolit terhadap Sifat Kimia Tanah Inceptisol pada Tanaman Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) | Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk kasgot dan zeolit terhadap sifat kimia tanah. Penelitian dilaksanakan di Screen House Experimental Farm, Laboratorium Tanah/Sumberdaya Lahan, serta Laboratorium Agronomi dan Hortikultura, Fakultas Pertanian, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dari bulan September 2022 hingga Maret 2023. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan perlakuan dua faktor. Faktor pertama yaitu dosis pupuk kasgot 0 kg/ha (K0), pupuk kasgot 500 kg/ha (K1), pupuk kasgot 1000 kg/ha (K2), dan faktor kedua yaitu dosis zeolit 0 kg/ha (K0), zeolit 500 kg/ha (Z1), zeolit 1000 kg/ha (Z2). Data hasil percobaan dianalisis dengan menggunakan uji F, jika hasil yang didapat menunjukkan pengaruh nyata, maka dilanjutkan uji DMRT (Duncan Multiple Ranfe Test) pada taraf kesalahan 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pupuk kasgot mampu meningkatkan N-Total secara kuadrater dengan dosis 1000 kg/ha masih menunjukkan peningkatan. Pemberian pupuk kasgot mampu meningkatkan N-Tersedia dengan dosis optimum 700 kg/ha. Perlakuan pemberian zeolit mampu menigkatkan KTK dengan dosis optimum 800 kg/ha, N-Total dengan dosis optimum 383,33 kg/ha dan N-Tersedia dengan dosis optimum 660 kg/ha. Kombinasi antara dosis pupuk kasgot 1000 kg/ha dan zeolit 500 kg/ha mampu memberikan hasil terbaik pada variabel K-Total. Kombinasi antara dosis pupuk kasgot 500 kg/ha dan zeolit 500 kg/ha mampu memberikan hasil terbaik pada variabel C-Organik, P-Total dan P-Tersedia. | This research aims to determine the effect of kasgot and zeolite fertilizer doses on soil chemical properties. The research was conducted at the Screen House Experimental Farm, Soil/Land Resources Laboratory, and Agronomy and Horticulture Laboratory, Faculty of Agriculture, Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto from September 2022 to March 2023. The design used was a Randomized Complete Group Design (RAKL) with two factors. The first factor is the dose of 0 kg/ha kasgot fertilizer (K0), 500 kg/ha kasgot fertilizer (K1), 1000 kg/ha kasgot fertilizer (K2), and the second factor is the dose of zeolite 0 kg/ha (K0), zeolite 500 kg/ha (Z1), zeolite 1000 kg/ha (Z2). The experimental data were analyzed using the F test, if the results obtained showed a real effect, then continued the DMRT (Duncan Multiple Ranfe Test) test at the 5% error level. The results of this research show that the application of cassava fertilizer was able to increase N-Total in quadraterally with a dose of 1000 kg/ha still showing an increase. The application of cassava fertilizer was able to increase N-Available with an optimum dose of 700 kg/ha. The treatment of zeolite application was able to increase CEC with an optimum dose of 800 kg/ha, N-Total with an optimum dose of 383.33 kg/ha and N-Available with an optimum dose of 660 kg/ha. The combination of 1000 kg/ha kasgot fertilizer dose and 500 kg/ha zeolite was able to give the best results on the K-Total variable. The combination of 500 kg/ha kasgot fertilizer dose and 500 kg/ha zeolite is able to provide the best results on C-Organic, P-Total and P-Available variables. | |
| 39020 | 41555 | H1B019090 | PERBANDINGAN ALAT SAMBUNG BAUT DENGAN PELAT DAN TANPA PELAT TERHADAP KEKUATAN SAMBUNGAN MOMEN KOMPOSIT KAYU BAMBU LAMINASI | Pada struktur kayu, sambungan merupakan bagian yang sangat penting, salah satunya adalah sambungan momen. Oleh karena itu diperlukan penelitian terhadap pengujian kekuatan sambungan momen. Penelitian ini bertujuan untuk membandingnkan kekuatan sambungan momen menggunakan alat sambung baut dengan pelat dan tanpa pelat. Pada penelitian ini pengujian sambungan momen dilakukan menggunakan metode LRFD. Metode ini digunakan karena sambungan yang digunakan merupakan sambungan baut yang mana banyak dibahas dalam metode LRFD. Pengujian ini dilakukan dengan beberapa variasi yaitu sambungan baut menggunakan 2 baut, 3 baut, dan 4 baut serta divariasikan kembali dengan masing masing digunakan pelat. Hasil pengujian ini menunjukan bahwa kekuatan sambungan momen dengan pelat meningkatk jauh hingga 5% dibanding dengan sambungan momen tanpa pelat. Pada sambungan 2 baut tanpa pelat diperoleh momen sebesar 474,48 KN.mm dan bila divariasikan dengan menggunakan pelat momenya meningkat menjadi 477,57 KN.mm. Pada sambungan 3 baut tanpa pelat diperoleh momen sebesar 591,81 KN.mm dan divariasikan dengan menggunakan pelat momenya meningkat menjadi 620,95 KN.mm. Pada sambungan 4 baut tanpa pelat diperoleh momen sebesar 7513,37 KN.mm dan divariasikan dengan menggunakan pelat momenya meningkat menjadi 786,82 KN.mm. | In the wooden structure, the connection is a very important part, one of which is the moment connection. Therefore, research is needed on testing the strength of the moment joint. This study aims to compare the strength of the moment connection using bolt joints with plates and without plates. In this study, moment connection testing was carried out using the LRFD method. This method is used because the connection used is a bolt connection which is widely discussed in the LRFD method. This test is carried out with several variations, namely bolt joints using 2 bolts, 3 bolts, and 4 bolts and varied again with each plate used. The results of this test show that there is an increase in the moment connection with the plate reaching 5%. At the connection of 2 bolts without plates, a moment of 474484.8885 N.mm is obtained and when varied using plates, the moment increases to 477569.7765 N.mm. At the connection of 3 bolts without plates, a moment of 591806.0002 N.mm is obtained and varied using plates, the moment increases to 620947.3547 N.mm. At the junction of 4 bolts without plates, a moment of 751336.8206 N.mm is obtained and varied using plates, the moment increases to 786821.3839 N.mm. |